ANALISIS FAKTOR KEPUASAAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK INDOMIE                                                BAB I           ...
Dikutip dari harisahmad.blogspot.com yang isinya menyatakan “Berdasarkan data PT. IndofoodSukses Makmur Tbk. (2004-2006), ...
1.3 Tujuan•Untuk mengetahui alasan mengapa Indomie digemari oleh konsumen khususnya mahasiswa UniversitasGunadarma kelas 3...
2.1.2 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen     Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong (1996) keputusan pemb...
•     Faktor internal      Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor internal adalah motivasi, persepsi, sikap, gayahidu...
b.Komponen norma subyektif     Komponen ini bersifat eksternal individu yang mempunyai pengaruh terhadap perilaku individu...
Dari berbagai faktor yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian suatuproduk atau jasa, biasanya konsumen selalu ...
Cara ini dimaksudkan untuk menjaga agar produk yang dihasilkan memenuhi standar yang telahditetapkan sehingga konsumen tid...
Berdasarkan bahasan di atas dapat dikatakan bahwa kualitas yang diberikan suatu produk dapatmempengaruhi keputusan pembeli...
Harga merupakan salah satu atribut penting yang dievaluasi oleh konsumen sehingga manajerperusahaan perlu benar-benar mema...
Harga memiliki dua peranan utama dalam proses pengambilan keputusan para pembeli, yaituperanan alokasi dan peranan informa...
Dari fenomena ini konsumen memperoleh nilai lebih dengan memperoleh produk dengan hargayang ekonomis disertai dengan manfa...
Menurut Rhenald Kasali ( 1995 ), iklan adalah segala bentuk pesan tentang suatu produk yangdisampaikan lewat media, yang d...
Menurut David A. Aaker seperti dikutip Fandy Tjiptono ( 2002:103 ) menyatakan bahwa iklanmemegang peranan penting dalam pe...
Untuk memperkenalkan produknya biasanya perusahaan menggunakan media iklan, diantaranyatelevisi.Televisi adalah media yang...
Untuk menguji korelasi ini digunakan hipotesa sebagai berikut :     Ho : Tidak terjadi korelasi yang signifikan antara var...
2.3 Penelitian Terdahulu           Berdasarkan skripsi dari Made Novandri SN yang berjudul “ANALISISPENGARUH KUALITAS PROD...
2.4 Alat Uji     Alat uji yang digunakan ada beberapa tahapan yaitu : (1) uji Validitas dan Reliabelitas, (2) ujiNormalita...
Analisis korelasi merupakan salah satu tekhnik statistik yang sering digunakan untuk melihathubungan yang terjadi antara v...
BAB III                                            METODE PENELITIAN3.1 Model Penelitian           Model penelitian ini me...
3.4 Sampel dan Populasi            Populasi penelitian ini adalah 80 Mahasiswa Universitas Gunadarma. Dan sampel yangdipil...
Tabel 1Hasil Uji ValiditasSumber : Data Kuesioner                           Indikator    Corrected     Nilai r tabel Kesim...
Dari hasil pengolahan data tersebut ternyata seluruh indikator yang nantinya membentuk variabelbebas maupun terikat telah ...
Selanjutnya pengujian normalitas dapat dilihat pada tabel 2.Tabel 2Uji Normalitas       Variabel                 Rasio    ...
Dari hasil pengolahan data tersebut ternyata seluruh indikator yang nantinya membentukvariabel bebas maupun terikat telah ...
Analisis korelasi bertujuan untuk mengetahui pola keeratan hubungan antar variabel.Dalam hal ini penulis menggunakan korel...
.   Dari hasil uji korelasi Spearmen pada tabel 3 tersebut ternyata seluruh hubungan yangada antara variabel independen de...
BAB V                                  KESIMPULAN DAN SARAN5.1 KesimpulanDari hasil kuesioner yang disebarkan kepada 80 or...
•Nilai korelasi yang diberikan oleh variabel sosial terhadap variabel keputusan pembelian adalahsebesar 0,335. Begitu juga...
5.2 SaranDi setiap wilayah memiliki tradisi kebudayaan berbeda-beda terhadap makanan.Selain itu factor hargadan kualitas p...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Presentation1

1,660 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,660
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
153
Actions
Shares
0
Downloads
18
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Presentation1

  1. 1. ANALISIS FAKTOR KEPUASAAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK INDOMIE BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di era sekarang ini, penduduk Indonesia gaya hidupnya ingin serba cepat,praktis dan tidakmembuang waktu yang banyak. Termasuk dalam mengkonsumsi makanan, masyarakat Indonesia ingininstant dan cepat saji dikarenakan kesibukan mereka yang membuat mereka lebih suka mengkonsumsimakanan yang seperti itu. Dan salah satu makanan yang mereka pilih adalah mie instant karena disamping penyajiannyapraktis dan cepat, rasanya pun enak dan banyak pula pilihan rasanya. Dan Indomie merupakan salahsatu mie instant ternama di Indonesia dari PT.Indofood.Walaupun pada saat ini banyak merk-merk mieinstant yang beredar di pasaran, konsumen masih memilih Indomie sebagai pilihan mereka dalammengkonsumsi mie instant.
  2. 2. Dikutip dari harisahmad.blogspot.com yang isinya menyatakan “Berdasarkan data PT. IndofoodSukses Makmur Tbk. (2004-2006), perkembangan produksi mie instan di Indonesia memperlihatkansuatu peningkatan yang positif, walaupun pada tahun 2006 sempat mengalami suatu penurunanproduksi. Secara kuantitas, produksi mie instant dari tahun ke tahun mengalami kenaikan dengan trenyang positif. Hal ini menunjukkan suatu prospek yang cukup baik bagi industri mie instan ini padamasa yang akan datang.Mie instant merupakan salah satu makanan yang sudah tidak asing bagimasyarakat Indonesia. Mie instant sering dikonsumsi sebagai makanan alternatif pengganti makananpokok. Sejalan dengan perkembangan produksi mie instan produksi tepung terigu juga mengalamipeningkatan. Hal ini karena bahan baku dasar mie instan adalah tepung terigu.” Berdasarkan uraiandiatas Penulis tertarik untuk membuat penelitian dengan judul “ANALISIS FAKTORKEPUASAAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK INDOMIE” 1.2 Perumusan Masalah Dari latar belakang yang telah dijelaskan diatas, maka dapat dirumuskan masalah sebagaiberikut : Faktor apa saja yang membuat Indomie di gemari sampai sekarang khusunya mahasiswaUniversitas Gunadarma kelas 3EA01
  3. 3. 1.3 Tujuan•Untuk mengetahui alasan mengapa Indomie digemari oleh konsumen khususnya mahasiswa UniversitasGunadarma kelas 3EA01. BAB II LANDASAN TEORI2.1 Teori2.1.1 Pengertian Perilaku KonsumenPengertian perilaku konsumen menurut Shiffman dan Kanuk (2000) adalah “Consumer behavior can bedefined as the behavior that customer display in searching for, purchasing, using, evaluating, and disposing ofproducts, services, and ideas they expect will satisfy they needs”. Pengertian tersebut berarti perilaku yangdiperhatikan konsumen dalam mencari,membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk,jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya denganmengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan.
  4. 4. 2.1.2 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong (1996) keputusan pembelian dari pembeli sangatdipengaruhi oleh faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologi dari pembeli.• Faktor Budaya• Faktor Sosial• Faktor Pribadi• Faktor Psikologis• Faktor Marketing Strategi Berdasarkan landasan teori, ada dua faktor dasar yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktoreksternal dan faktor internal.• Faktor eksternal Faktor eksternal merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan,marketing strategy, dan kelompok referensi. Kelompok referensi merupakan kelompok yang memilikipengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan prilaku konsumen. Kelompok referensimempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalambertingkah laku.
  5. 5. • Faktor internal Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor internal adalah motivasi, persepsi, sikap, gayahidup, kepribadian dan belajar. Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorangindividu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajarisesuatu 2.1.3 Model Perilaku Konsumen Salah satu model sikap dan perilakukonsumen adalah model Fishbein. Model ini digunakandengan maksud agar diperoleh konsistensi antara sikap dan perilakunya, sehingga mode Fishbein inimemiliki dua komponen, yaitu kompenen sikap dan komponen norma subyektif yang penjelasannyadisajikan berikut ini : a.Komponen sikap Kompenen ini bersifat internal individu, ia berkaitan langsung dengan obyek penelitian danatribut-atribut langsungnya yang memiliki peranan penting dalam pengukuran perilaku, karena akanmenentukan tindaka apa yang akan dilakukan, dengan tidak dipengaruhi oleh faktor eksternal.
  6. 6. b.Komponen norma subyektif Komponen ini bersifat eksternal individu yang mempunyai pengaruh terhadap perilaku individu.Komponen ini dapat dihitung dengan cara mengkalikan antara nilai kepercayaan normatif individuterhadap atribut dengan motivasi bersetuju terhadap atribut tersebut. Kepercayaan normatif mempunyaiarti sebagai suatu kuatnya keyakinan normatif seseorang terhadap atribut yang ditawarkan dalammempengaruhi perilakunya terhadap obyek. Sedangkan motivasi bersetuju merupakan motivasiseseorang untuk bersetuju dengan atribut yang ditawarkan sebagai faktor yang berpengaruh terhadapperilakunya. 2.1.4 Keputusan Pembelian Keputusan pembelian merupakan keputusan konsumen untuk membeli suatu produk setelahsebelumnya memikirkan tentang layak tidaknya membeli produk itu dengan mempertimbangkaninformasi – informasi yang ia ketahui dengan realitas tentang produk itu setelah ia menyaksikannya.Hasil dari pemikiran itu dipengaruhi kekuatan kehendak konsumen untuk membeli sebagai alternativedari istilah keputusan pembelian yang dikemukakan oleh Zeithalm (1988) dalam (Nugroho Setiadi,2002). Keputusan pembelian adalah tindakan dari konsumen untuk mau membeli atau tidak terhadapproduk.
  7. 7. Dari berbagai faktor yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian suatuproduk atau jasa, biasanya konsumen selalu mempertimbangkan kualitas, harga dan produk sudahyang sudah dikenal oleh masyarakat Sebelum konsumen memutuskan untuk membeli, biasanyakonsumen melalui beberapa tahap terlebih dahulu yaitu, (1) pengenalan masalah, (2) pencarianinformasi. (3) evaluasi alternatif, (4) keputusan membeli atau tidak, (5) perilaku pascapembelian(Kotler, 2002). 2.1.5 Kualitas Produk Menurut Kottler dan Amstrong ( 2001 ) kualitas adalah karakteristik dari produk dalamkemampuan untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan yang telah ditentukan dan bersifat laten.Sedangkan menurut Garvin dan A. Dale Timpe (1990) kualitas adalah keunggulan yang dimilikioleh produk tersebut. Kualitas dalam pandangan konsumen adalah hal yang mempunyai ruanglingkup tersendiri yang berbeda dengan kualitas dalam pandangan produsen saat mengeluarkansuatu produk yang biasa dikenal kualitas sebenarnya. Kualitas produk dibentuk oleh beberapaindikator antara lain kemudahan penggunaan, daya tahan, kejelasan fungsi, keragaman ukuranproduk, dan lain – lain. Zeithalm (1988) dalam (Nugroho Setiadi 2002) Untuk mencapai kualitasproduk yang diinginkan maka diperlukan suatu standarisasi kualitas.
  8. 8. Cara ini dimaksudkan untuk menjaga agar produk yang dihasilkan memenuhi standar yang telahditetapkan sehingga konsumen tidak akan kehilangan kepercayaan terhadap produk yang bersangkutan.Pemasar yang tidak memperhatikan kualitas produk yang ditawarkan akan menanggung tidak loyalnyakonsumen sehingga penjualan produknya pun akan cenderung menurun. Jika pemasar memperhatikankualitas, bahkan diperkuat dengan periklanan dan harga yang wajar maka konsumen tidak akan berpikirpanjang untuk melakukan pembelian terhadap produk. Kualitas mempunyai arti sangat penting dalamkeputusan pembelian konsumen. Apabila kualitas produk yang dihasilkan baik maka konsumencenderung melakukan pembelian ulang sedangkan bila kualitas produk tidak sesuai dengan yangdiharapkan maka konsumen akan mengalihkan pembeliannya pada produk sejenis lainnya. Sering kali dibenak konsumen sudah terpatri bahwa produk perusahaan tertentu jauh lebihberkualitas daripada produk pesaing dan konsumen akan membeli produk yang mereka yakini lebihberkualitas. Meskipun konsumen mempunyai persepsi yang berbeda terhadap kualitas produk, tetapisetidaknya konsumen akan memilih produk yang dapat memuaskan kebutuhannya. Konsumen senantiasamelakukan penilaian terhadap kinerja suatu produk, hal ini dapat dilihat dari kemampuan produkmenciptakan kualitas produk dengan segala spesifikasinya sehingga dapat menarik minat konsumenuntuk melakukan pembelian terhadap produk tersebut.
  9. 9. Berdasarkan bahasan di atas dapat dikatakan bahwa kualitas yang diberikan suatu produk dapatmempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap produk yang ditawarkan. 2.1.4 Harga Harga menurut Kotler dan Amstrong (2001) adalah sejumlah uang yang ditukarkan untuksebuah produk atau jasa. Lebih jauh lagi, harga adalah sejumlah nilai yang konsumen tukarkan untukjumlah manfaat dengan memiliki atau menggunakan suatu barang atau jasa. Harga merupakan halyang diperhatikan konsumen saat melakukan pembelian. Sebagian konsumen bahkanmengidentifikasikan harga dengan nilai. Menurut Basu Swasta (2001), harga merupakan sejumlahuang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlahkombinasi dari barang beserta pelayanannya. Harga seringkali digunakan sebagai indikator nilaibilamana harga tersebut dihubungkan dengan manfaat yang dirasakan atas suatu barang atau jasa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada tingkat harga tertentu, bila manfaat yangdirasakan konsumen meningkat, maka nilainya akan meningkat pula (Fandy Tjiptono, 2001). Dalampenentuan nilai suatu barang atau jasa, konsumen membandingkan kemampuan suatu barang ataujasa dalam memenuhi kebutuhannya dengan kemampuan barang atau jasa subtitusi.
  10. 10. Harga merupakan salah satu atribut penting yang dievaluasi oleh konsumen sehingga manajerperusahaan perlu benar-benar memahami peran tersebut dalam mempengaruhi sikap konsumen. Hargasebagai atribut dapat diartikan bahwa harga merupakan konsep keanekaragaman yang memiliki artiberbeda bagi tiap konsumen, tergantung karakteristik konsumen, situasi dan produk (John C. Mowendan Michael Minor, 2002). Dengan kata lain, pada tingkat harga tertentu yang telahdikeluarkan, konsumen dapat merasakan manfaat dari produk yang telah dibelinya. Dan konsumenakan merasa puas apabila manfaat yang mereka dapatkan sebanding atau bahkan lebih tinggi darinominal uang yang mereka keluarkan. Banyak hal yang berkaitan dengan harga yang melatarbelakangi mengapa konsumen memilihsuatu produk untuk dimilikinya. Konsumen memilih suatu produk tersebut karena benar-benar inginmerasakan nilai dan manfaat dari produk tersebut, karena melihat kesempatan memiliki produktersebut dengan harga yang lebih murah dari biasanya sehingga lebih ekonomis, kerena adakesempatan untuk mendapatkan hadiah dari pembelian produk tersebut, atau karena ingin dianggapkonsumen lain bahwa tahu banyak tentang produk tersebut dan ingin dianggap loyal. .
  11. 11. Harga memiliki dua peranan utama dalam proses pengambilan keputusan para pembeli, yaituperanan alokasi dan peranan informasi (Fandy Tjiptono, 2001). Peranan alokasi dari harga adalah fungsiharga dalam membantu para pembeli untuk memutuskan cara memperoleh manfaat atau utilitas tertinggiyang diharapkan berdasarkan kekuatan membelinya. Dengan demikian adanya harga dapat membantupara pembeli untuk memutuskan cara mengalokasikan kekuatan membelinya pada berbagai jenis barangdan jasa. Pembeli membandingkan harga dari berbagai alternatif yang tersedia, kemudian memutuskanalokasi dana yang dikehendaki. Peranan informasi dari harga adalah fungsi harga dalam "mendidik"konsumen mengenai faktor produk, misalnya kualitas. Hal ini terutama bermanfaat dalam situasi dimana pembeli mengalami kesulitan untuk menilai faktor produk atau manfaatnya secara objektif.Persepsi yang sering berlaku adalah bahwa harga yang mahal mencerminkan kualitas yang tinggi (FandyTjiptono, 2002). Penyesuaian khusus terhadap harga dapat dilakukan dengan penetapan harga berdasarkan nilaiyaitu harga menawarkan kombinasi yang tepat dari mutu dan jasa yang baik dengan harga yang pantas.Penetapan harga berdasarkan nilai berarti merancang ulang merek yang sudah ada untuk menawarkanproduk yang lebih bermutu dan memiliki nilai merek di mata konsumen pada tingkat harga tertentu atauproduk bermutu sama dengan harga yang lebih murah.
  12. 12. Dari fenomena ini konsumen memperoleh nilai lebih dengan memperoleh produk dengan hargayang ekonomis disertai dengan manfaat yang besar. Berdasarkan dari bahasan tersebut di atas dapat dikatakan bahwa harga yang dipatok secararasional dan sepadan dengan manfaat produk diberikan dapat mempengaruhi keputusan pembeliankonsumen terhadap suatu produk. 2.1.5 Iklan Iklan merupakan suatu investasi ekonomis, dan bagi kebanyakan perusahaan dan organisasi nonprofit, iklan merupakan sebuah investasi yang dianggap sangat menguntungkan. (Shimp, 2003:42).Periklanan menurut Jefkins ( 1997 ) adalah pesan-pesan penjualan yang paling persuasif yangdiarahkan kepada calon pembeli yang paling potensial atas produk barang atau jasa tertentu denganbiaya semurah murahnya. Menurut Kotler ( 2002 ), periklanan adalah segala bentuk penyajian dan promosi ide, barang, atau jasa secara non personal oleh suatu sponsortertentu yang memerlukan pembayaran. Sedangkan periklanan menurut Lamb, Hair dan Mc Daniel(2001) merupakan bentuk dari komunikasi bukan pribadi yang dibayar dimana sponsor atauperusahaan diidentifikasi.
  13. 13. Menurut Rhenald Kasali ( 1995 ), iklan adalah segala bentuk pesan tentang suatu produk yangdisampaikan lewat media, yang ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat. Penyajian pesan ituharus dapat disuarakan atau diperlihatkan dan dinilai secara terbuka untuk suatu produk, jasa, atau ide.Sedangkan Keller (1998) dalam ( Prima, 2008) mendefinisikan Advertising sebagai ”any paid for ofnonpersonal presentasion and promotion of ideas, goods, or service by an identified sponsor”. ”Paid”artinya bahwa secara umum ruang atau waktu untuk menyampaikan pesan iklan harus dibeli.Atau dengankata lain periklanan terdiri dari semua kegiatan penyajian non personal, suatu pesan tertentu, danmempromosikan ide-ide, barang, atau jasa yang dilakukan oleh umum. Komponen nonpersonal dari iklanmeliputi media massa (seperti televisi, radio, majalah, suarat kabar) yang dapat menyampaikan suatupesan kepada suatu kelompok besar, seringkali pada saat yang bersamaan. Pendapat dari Fandy Tjiptono( 1997 ), iklan adalah bentuk komunikasi tidak langsung, yangdidasari pada informasi tentang keunggulan suatu produk, yang disusun sedemikian rupa sehinggamenimbulkan rasa menyenangkan yang akan mengubah pikiran seseorang untuk melakukan pembelian.American Marketing Association (AMA) mendefinisikan iklan sebagai semua bentuk bayaran untukmempresentasikan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara non personal oleh sponsor yangjelas.
  14. 14. Menurut David A. Aaker seperti dikutip Fandy Tjiptono ( 2002:103 ) menyatakan bahwa iklanmemegang peranan penting dalam pemasaran karena iklan akan menyampaikan beberapa pesan diantaranyaadalah brand awareness (dikenal oleh masyarakat), strong brand association (memiliki persepsi terhadapmerek tertentu yang baik), perceived quality (dipersepsikan konsumen untuk mengetahui produk tersebutbagian dari produk berkualitas), dan brand loyality (memiliki pelanggan setia). Setiap perusahaan tidak hanyamembuat produk yang bagus, namun juga berinvestasi meningkatkan ekuitas merek melaluiperiklanan, sehingga dengan adanya iklan konsumen akan menjadi tahu tentang keunggukan suatu produk. Periklanan merupakan salah satu kiat utama yang digunakan perusahaan untuk mengarahkankomunikasi pada pembeli sasaran dan masyarakat. Periklanan juga merupakan cara yang paling efektif untukmenyebarkan peran, membangun preferensi kesan merek, maupun motivasi konsumen (Rhenald Kasali,1995). Konsumen akan merasa dekat dengan perusahaan apabila mendapatkan informasi seputar perusahaandan info merek produk yang bersangkutan. Iklan menunjukkan seberapa besar niat perusahaan untukmelayani kepentingan konsumen. Menurut Cravens (1996) mengemukakan bahwa keuntungan penggunaaniklan untuk berkomunikasi dengan para konsumen diantaranya adalah biaya yang rendah perpemasangan,keragaman media, pengendalian pemasangan, isi pesan yang konsisten, dan kesempatan untuk mendesainiklan yang efektif dan kreatif.
  15. 15. Untuk memperkenalkan produknya biasanya perusahaan menggunakan media iklan, diantaranyatelevisi.Televisi adalah media yang banyak disukai oleh kalangan pengiklan nasional karena sangatmudah dilihat dan kemampuan mendemonstrasikan suatu. Terlebih lagi, televisi menngunakanwarna, suara, gerakan, dan musik. Sehingga iklan tampak begitu hidup dan nyata. Iklan visual dapatmenancapkan kesan yang lebih dalam, sehingga para konsumen begitu melihat produk akan segerateringat akan suatu merek tersebut (Jefkins, 1997). 2.2 HIPOTESIS Faktor-faktor yang mempengaruhi Kepuasaan Konsumen terhadapa Indomie oleh mahasiswaUniversitas Gunadarma kelas 3E01.Penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut: Ho : data terdistribusi normal Ha : data tidak terdistribusi normal Dasar pengambilan keputusan yang digunakan adalah : jika nilai asymp. Sig > a maka terima HO, maka data dikatakan terdistribusi normal Jika nilai asymp. Sig < a maka terima Ha, maka data dikatakan tidak terdistribusi normal.
  16. 16. Untuk menguji korelasi ini digunakan hipotesa sebagai berikut : Ho : Tidak terjadi korelasi yang signifikan antara variabel Ha : Terjadi korelasi yang signifikan antara variabel Dasar pengambilan keputusan yang digunakan adalah : Jika nilai Sig > a maka terima HO, maka data dikatakan tidak terjadi korelasi yang signifikan. Jika nilai Sig < a maka terima Ha, maka data dikatakan terjadi korelasi yang signifikan. Untuk menguji chi square ini digunakan hipotesa sebagai berikut : Ho : konsumen tidak setuju adanya pengaruh variabel Independen terhadap variabel Dependen. Ha : konsumen setuju adanya pengaruh variabel Independen terhadap variabel Dependen. Dasar pengambilan keputusan yang digunakan adalah : Jika nilai Sig > a maka terima HO, maka konsumen tidak setuju adanya pengaruh variabelIndependen terhadap variabel Dependen. Jika nilai Sig < a maka terima Ha, maka konsumen setujuadanya pengaruh variabel Independen terhadap variabel Dependen.
  17. 17. 2.3 Penelitian Terdahulu Berdasarkan skripsi dari Made Novandri SN yang berjudul “ANALISISPENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA, DAN IKLAN TERHADAP KEPUTUSANPEMBELIAAN SEPEDA MOTOR YAMAHA PADA HARPINDO JAYA CABANGNGALIYAN” dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel Indepen (kualitas produk, harga daniklan)mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen yaitu keputusanpembelian. Ketiga factor tersebut dianggap penting ketika akan membeli sepeda motor diHarpindo Jaya Cabang Ngaliyan. Berdasarkan tulisan dari Novel Haliana yang berjudul “ANALISIS FAKTOR-FAKTORYANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSANPEMBELIAN PRODUK MIE INSTAN MEREK INDOMIE variabel bebas (budaya, sosial,pribadi dan psikologis) secara keseluruhan dapat berpengaruh secara signifikan terhadapkeputusan pembelian yang akan diambil oleh konsumen dalam pembelian Mie Instan MerekIndomie.
  18. 18. 2.4 Alat Uji Alat uji yang digunakan ada beberapa tahapan yaitu : (1) uji Validitas dan Reliabelitas, (2) ujiNormalitas, (3) Korelasi dan (4) uji Chi Square. Validitas adalah ukuran yang menunjukkan sejauhmana instrumen pengukuran mampu mengukur apa yang ingin di ukur (Purbayu Budi & Ashari, 2005: 247). Dalam hal ini uji validitas digunakan dalam penerapan sebagai instrumen yang mengukur dataresponden milik penulis. Reliabilitas adalah ukuran yang menunjukan konsistensi dari alat ukur dalam mengukur gejalayang sama di lain kesempatan. Penulis memiliki kuesioner, maka hasil kuesioner tersebut akan samajika digunakan untuk mengukur pada penelitian sejenis yang lainnya. salah satu uji persyaratan yangharus dipenuhi dalam penggunaan analisis parametric yaitu uji normalitas data. Pengujian inimenuntut asumsi data yang diuji terdistribusi normal. Apabila sampel diperbesar, penyimpanganasumsi normalitas ini semakin kecil pengaruhnya.(Gunawan Sudarmanto, 2005 : 105).
  19. 19. Analisis korelasi merupakan salah satu tekhnik statistik yang sering digunakan untuk melihathubungan yang terjadi antara variabel yang ada. Tujuannya adalah untuk melihat dan mengetahui polaserta keeratan hubungan variabel. Menurut Arief Pratisto (2009 : 71) terdapat 3 arah korelasi, yaitupositive correlation, negative correlation dan nihil correlation. Korelasi terbagi menjadi 2 jenis yaitukorelasi parametric dan korelasi non parametrik. Jika angka dari korelasi tersebut bernilai negativemaka yang terjadi adalah hubungan yang tidak searah, tetapi bilai nilai korelasi tersebut positif makayang terjadi adalah hubungan yang searah antarvariabel yang diuji. Uji Chi kuadrat (Chi Square) adalah pengujian hipotesis mengenai perbandingan antara frekuensiobservasi/ yang benar-benar terjadi/ aktual (Fo) dengan frekuensi harapan/ ekspektasi (Fe) yangdidasarkan atas hipotesis tertentu.
  20. 20. BAB III METODE PENELITIAN3.1 Model Penelitian Model penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kepuasaan konsumen terhadapkualitas produk dan harga.3.2 Cara Pengambilan Data Dan Sumber Data Penulis menggunakan data sekunder yang didapat dari jurnal sebelumnya yang didapat dariinternet. Setelah itu data dianalisis oleh penulis.3.3 Tahapan Penelitian Pada Penelitian ini, penulis melakukan beberapa tahapan penelitian, yaitu sebagai berikut:•Studi Pendahuluan•Perumusan Masalah•Pengumpulan dan Pengolahan Data•Analisis Data•Kesimpulan•Saran
  21. 21. 3.4 Sampel dan Populasi Populasi penelitian ini adalah 80 Mahasiswa Universitas Gunadarma. Dan sampel yangdipilih adalah 30 orang Mahasiswa Universitas Gunadarma Kelas 3EA01. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil uji validitas dengan menggunakan data sebanyak 30 responden dari total 80orang responden di dapat nilai R Product Moment sebesar 0,306. dengan beberapa indikator yangdigunakan di dapat hasil perhitungan seperti tabel 1 berikut ini. Dari hasil uji validitas denganmenggunakan data sebanyak 30 responden dari total 80 orang responden di dapat nilai R ProductMoment sebesar 0,306. dengan beberapa indikator yang digunakan di dapat hasil perhitungan sepertitabel 1 berikut ini.
  22. 22. Tabel 1Hasil Uji ValiditasSumber : Data Kuesioner Indikator Corrected Nilai r tabel Kesimpulan Item total correlation X1_1 0.759 0.306 valid X1_2 0.811 0.306 valid X1_3 0.738 0.306 valid X2_1 0.721 0.306 valid X2_2 0.539 0.306 valid X2_3 0.537 0.306 valid X3_1 0.501 0.306 valid X3_2 0.814 0.306 valid X3_3 0.781 0.306 valid X4_1 0.651 0.306 valid X4_2 0.574 0.306 valid X4_3 0.644 0.306 valid Y_1 0.641 0.306 valid Y_2 0.641 0.306 valid
  23. 23. Dari hasil pengolahan data tersebut ternyata seluruh indikator yang nantinya membentuk variabelbebas maupun terikat telah lolos dari uji validitas yang dilakukan. Selanjutnya untuk Uji validitasdapat dilihat hasil dengan nilai sebesar 0,929. Yang artinya data tersebut dikatakan reliabel dengannilai standar reliabel diatas angka 0,6.
  24. 24. Selanjutnya pengujian normalitas dapat dilihat pada tabel 2.Tabel 2Uji Normalitas Variabel Rasio Rasio Shapiro K-S Kesimpulan Skewness Kurtosis Wilk Kebudayaan -0.88475836 2.5582707 0 0 T.Normal Sosial -1.77695167 2.1052632 0 0 T.Normal Pribadi -1.60966543 2.5958647 0 0 T.Normal Psikologis -0.95539033 2.8157895 0 0 T.Normal Kepuasaan 0.75464684 1.8834586 0 0 T.Normal Konsumen Sumber : Data Kuesioner
  25. 25. Dari hasil pengolahan data tersebut ternyata seluruh indikator yang nantinya membentukvariabel bebas maupun terikat telah lolos dari uji validitas yang dilakukan. Selanjutnya untuk Ujivaliditas dapat dilihat hasil dengan nilai sebesar 0,929. Yang artinya data tersebut dikatakanreliabel dengan nilai standar reliabel diatas angka 0,6. Dari hasil output tersebut maka dapat dikatakan data untuk seluruh variabel yang ada adalahtidak terdistribusi normal, karena nilai Asymp. Sig adalah lebih kecil dari nilai alpha yangdigunakan dan juga ada beberapa nilai rasio skewness dan rasio kurtosis yang tidak terpenuhi.Maka dari hasil normalitas ini pengujian selanjutnya harus menggunakan statistika nonparametrik.
  26. 26. Analisis korelasi bertujuan untuk mengetahui pola keeratan hubungan antar variabel.Dalam hal ini penulis menggunakan korelasi spearmen, karena dari hasil pengujiankenormalan data ternyata data tidak terdistribusi normal. Untuk data tidak normal dapatdikerjakan dengan korelasi spearmen, karena termasuk kedalam korelasi non parametrik.Dimana variabel bebasnya terdiri dari x1 sebagai variabel budaya, x2 sosial, x3 pribadi danx4 adalah psikologis. Dan variabel terikatnya adalah kepuasaan konsumen. Hasil pengujiankorelasi dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3 Arah hubungan Korelasi Dan Signifikansi Antara Variabel Bebas Denagn Variabel Terikat Hubungan antar Nilai Arah Keeratan Sig Hubungan variabel Koreasi Korelasi Y dengan X1 0.466 Cukup kuat searah 0.037 Signifikan Y dengan X2 0.335 Cukup kuat searah 0.000 Signifikan Y dengan X3 0.230 Cukup kuat searah 0.018 Signifikan Y dengan x4 0.350 Cukup kuat searah 0.001 SignifikanSumber : Data Kuesioner
  27. 27. . Dari hasil uji korelasi Spearmen pada tabel 3 tersebut ternyata seluruh hubungan yangada antara variabel independen dengan dependen dapat berkorelasi secara signifikan. Dandiantara variabel independen yang mempunyai nilai korelasi paling tinggi adalah antaravariabel Y dengan X1 atau bisa disebut antara variabel Keputusan Pembelian denganvariabel budaya dengan nilai korelasi sebesar 0.466. Sedangkan nilai korelasi terendahterjadi antara variabel Y dengan X3 atau disebut antara variabel Keputusan Pembeliandengan Pribadi. Dari uji chi square di dapat hasil untuk variabel budaya, sosial, pribadi danpsikologis dengan nilai Asymp.Sig sebesar 0. maka dari hasil tersebut dapat dikatakanbahwa ke empat variabel bebas yang ada konsumen setuju dengan adanya pengaruhkeempat variabel tersebut terhadap variabel kepuasaan konsumen. Dan satu lagi padavariabel kepuasaan konsumen juga mempunyai nilai Asymp.Sig sebesar 0. maka dapatdikatakan bahwa konsumen setuju jika variabel kepuasaan konsumen di pengaruhi olehvariabel budaya, sosial, pribadi dan psikologis
  28. 28. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN5.1 KesimpulanDari hasil kuesioner yang disebarkan kepada 80 orang responden penikmat Mie InstantIndomie yang dibagi dalam 4 variabel bebas dan 1 variabel terikat didapat hasilperhitungan sebagai berkut :•Dari seluruh variabel bebas (budaya, sosial, pribadi dan psikologis) secara keseluruhan dapatberpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian yang akan diambil oleh konsumendalam pembelian Mie Instan Merek Indomie.•Nilai korelasi yang diberikan oleh variabel budaya terhadap variabel keputusan pembelian adalahsebesar 0,466. Begitu juga dengan uji Chi Square ternyata konsumen setuju jika faktor budayamerupakan salah satu factor yang mempengaruhi kepuasaan konsumen.
  29. 29. •Nilai korelasi yang diberikan oleh variabel sosial terhadap variabel keputusan pembelian adalahsebesar 0,335. Begitu juga dengan uji Chi Square ternyata konsumen setuju jika faktor sosial dapatmempengaruhi kepuasaan konsumen.•Nilai korelasi yang diberikan oleh variabel pribadi terhadap variabel keputusan pembelian adalahsebesar 0,23. Begitu juga dengan uji Chi Square ternyata konsumen setuju jika faktor pribadi dapatmempengaruhi kepuasaan konsumen.•Nilai korelasi yang diberikan oleh variabel psikologis terhadap variabel keputusan pembelian adalahsebesar 0,35. Begitu juga dengan uji Chi Square ternyata konsumen setuju jika faktor psikologis dapatmempengaruhi kepuasaan konsumen
  30. 30. 5.2 SaranDi setiap wilayah memiliki tradisi kebudayaan berbeda-beda terhadap makanan.Selain itu factor hargadan kualitas produk juga merupakan aspek penting . Maka dari itu nilai kepuasaan terhadap konsumsiproduk Indomie yang harus selalu diperhatikan.

×