Kewirausahaan

8,495 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Kewirausahaan

  1. 1. MATERI KEWIRAUSAHAAN Oleh : Indri Anggraeni
  2. 2. BAB 4 Pembinaan Sikap Jujur dan Selalu Ingin Maju Makna Kejujuran Dalam Hidup Ketidakjujuran Dalam Berusaha dan Akibatnya Makna dari Sikap Optimis Selalu Ingin Maju
  3. 3. A. Makna Kejujuran Dalam Hidup Jujur adalah mampu dan mau mengatakan sesuatu sebagaimna adanya. Bila berdagang barang yang baik harus dikatakan baik dan bila barang rusak harus dikatakan rusak. Kejujuran dapat disamakan dengan amanah, AMANAH adalah bila diberi kepercayaan dalam berwirausaha tidak dikhianati, berkata selalu benar dan jika berjanji dalam bisnis tidak mangkir. Makna jujur dalam hidup ini termasuk sifat yang perlu dimiliki oleh seorang wirausahawan, karena sifat ini akan mendatangkan kepercayaan masyarakat konsumen. Dengan kesediaan berbuat jujur, berarti setiap perbuatan yang dilakukan oleh wirausahawan maknanya dapat menyenangkan orang lain maupun diri sendiri.
  4. 4. B. Ketidakjujuran Dalam Berusaha dan Akibatnya 1. Tidak dipercaya masyarakat konsumen. 2. Menjadi rendah diri dan malu. 3. Mudah tersinggung dan emosi. 4. Cepat iri dan dengki. 5. Suka dendam. 6. Prasangka buruk dan dusta. 7. Tidak mempunyai relasi. 8. Kehancuran dalam usahanya. Adapun cara-cara untuk menumbuhkan kejujuran dan tanggungjawab adalah sebgai berikut : 1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. Melatih disiplin diri.
  5. 5. C. Sikap Optimis Selalu Ingin Maju Stephen Covey dalam bukunya First Thing’s First , mengungkapkan 4 sisi potensial yang dimiliki manusia untuk maju, yaitu : 1. Self awareness : sikap mawas diri. 2. Couscience : mempertajam suara hati. 3. Independent will : pandangan independent untuk bekal bertindak. 4. Creative imagination : berfikir dan mengarah ke depan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi, khayalan serta adaptasi yang tepat.
  6. 6. Murpy and Pech, menggambarkan ada 8 jalan menuju wirausaha yang maju : 1. Kemauan bekerja keras. 2. Bekerjasama dengan pihak lain. 3. Penampilan yang baik. 4. Keyakinan diri. 5. Pandai membuat keputusan. 6. Mau menambah ilmu pengetahuan. 7. Ambisi untuk maju. 8. Pandai berkomunikasi.
  7. 7. Kejujuran dan rasa optimis ingin maju dalam berwirausaha merupakan buah dari usaha-usaha positif yang tidak mengenal lelah. Apabila kamu mempunyai kejujuran dan sikap optimis ingin maju, modalnya harus mempunyai semangat kerja tinggi, daya juang tanpa menyerah dan keyakinan. Karena kejujuran dan rasa optimis adalah jaminan yang paling baik untuk memperoleh kemajuan.
  8. 8. BAB 5 Menerapkan Sikap dan Perilaku Kerja Prestatif Tujuan Untuk Melakukan Kerja Prestatif Manfaat perilaku kerja prestatif Pengertian Perilaku Kerja Prestatif Perilaku Kerja Prestatif Prinsip Cara Kerja Prestatif
  9. 9. A. Pengertian Perilaku Kerja Prestatif Perilaku Kerja Prestatif adalah perilaku yang menunjukkan hasil kerja yang selalu ingin maju disegala bidang, yaitu adanya prestasi yang baik dari hasil pekerjaan dengan ditandai adanya tingkat produktivitas yang tinggi dari suatu kerja.
  10. 10. B. Tujuan Untuk Melakukan Kerja Prestatif 1. Untuk menunjukkan kemampuan keberhasilan dalam melakukan suatu usaha. 2. Memperoleh kepuasan dalam berusaha/bekerja. 3. Mendapatkan penghargaan dari masyarakat atau orang lain. 4. Untuk mempengaruhi orang lain.
  11. 11. C. Manfaat perilaku kerja prestatif 1. Membantu wirausaha untuk memecahkan maslah dan bangkit ketika menghadapi tantangan. 2. Memiliki tekad yang kuat dalam berusaha dan bukan karena terpaksa untuk melakukan pekerjaan. 3. Memiliki sikap yang mawas diri, selalu berinstrospeksi atas kelemahan dirinya. 4. Memiliki sikap mandiri dan keinginan untuk maju.
  12. 12. D. Perilaku Kerja Prestatif Kerja ikhlas Kerja mawas Kerja cerdas Kerja keras Kerja tuntas
  13. 13. E. Prinsip Cara Kerja Prestatif 1. Memiliki respons yang cepat terhadap perubahan (responsive). 2. Melaksanakan proses belajar dengan sungguh-sungguh. 3. Mengetahui sejauh mana kemampuan diri sendiri. 4. Memiliki motivasi yang tinggi dalam mencapai kemajuan. 5. Mendorong kemampuan praktik dari keterampilan dalam proses belajar yang efektif dan efisien.
  14. 14. BAB 6 Merumuskan Solusi Masalah 1. Menyelidiki situasi 3. Evaluasi alternatif dan pilih yang terbaik 4. Laksanakan dan lakukan tindak lanjut 2. Membangun alternatif Masalah
  15. 15. A. Pengertian Masalah Masalah adalah suatu tujuan yang dicapai tidak sesuai dengan rencana.
  16. 16. B. Mengidentifikasi Masalah dan Mencari Penyebabnya 1. Mengidentifikasi masalah adalah : • Informasi kuantitatif • Informasi kualitatif • Informasi control • Informasi symbol 2. Mencari timbulnya penyebab masalah tersebut : • Aktual • Terpercaya • Jelas dan lengkap
  17. 17. C. Mencari dan Menentukan Alternatif Pemecahan Masalah Langkah-langkah dalam memecahkan masalah : 1. Tanyakan pada diri sendiri, apakah masalah ini berada dalam wewenang anda. 2. Kumpulkan fakta. 3. Identifikasikan masalah utama atau masalah sebenarnya. 4. Analisis dan cari tambahan fakta. 5. Tentukan pilihan untuk melakukan pengolahan masalah . 6. Tentukan pilihan penyelesaiannya. Jadikan rambu- rambu tadi sebagai acuan pilihan yang diambil. 7. Tentukan rencana pelaksanaan, team pelaksananya, batasan waktu.
  18. 18. D. KEPUTUSAN Syarat-syarat keputusan yang baik : 1. Dapat diterima seluruh pihak yang terkait. 2. Memiliki data dan fakta yang jelas dan menyeluruh. 3. Sesuai dengan perubahan yang terjadi di dunia bisnis. 4. Mampu menyelesaikan masalah dan tidak menimbulkan masalah baru.
  19. 19. BAB 7 Mengembangkan Semangat Wirausaha EFEKTIF dan EFESIEN KREATIF INOVATIF
  20. 20. Dalam mengembangkan semangat kewirausahaan perlu memiliki sikap inovatif, kreatif dan bekerja efektif dan efisien. Hal ini dapat sebagai faktor pendorong terwujudnya keberhasilan bagi seorang wirausaha. Uraian berikut akan membahas tentang inovatif, kreatif, dan bekerja secara efisien dan efektif dalam hubungannya dengan upaya menumbuhkan semangat.
  21. 21. A. INOVATIF 1. Pengertian Inovatif Inovasi adalah suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan atau ide- ide yang dapat dijual dan merupakan hal atau terobosan baru. Sedangkan kemampuan inovatif seorang wirausahawan merupakan proses mengubah peluang suatu gagasan dan ide-ide yang dapat dijual. 2. Pentingnya Inovatif Apabila wirausahawan ingin sukses dan terus dapat menjalankan usahanya, ia harus membuat produk- produk yang dihasilkan dengan inovasi-inovasi baru sebab dalam dunia bisnis pada zaman sekarang produk-produk dan pelayanannya tanpa adanya inovatif tidak akan berkembang dan tidak akan mungkin sukses dalam berwirausaha. Keterlambatan berinovasi dalam produk dan pelayanan akan mengakibatkan kegagalan bagi seorang wirausaha.
  22. 22. 3. Mengembangkan Cara Berpikir Inovatif Untuk mengembangkan cara berpikir inovatif, dapat dilakukan dengan cara-cara berikut : 1. Membiasakan memiliki kemampuan. 2. Memperkaya sumber ide. 3. Membiasakan diri menerima perbedaan dan perubahan. 4. Menumbuhkan sikap empati.
  23. 23. 4. Prinsip-Prinsip Inovasi 1. Prinsip Keharusan : 1) Keharusan menganalisis peluang 2) Keharusan memperluas wawasan 3) Keharusan untuk bertindak efektif 4) Keharusan untuk tidak berpikir muluk 2. Prinsip larangan : 1) Larangan untuk berlagak pintar 2) Larangan untuk rakus 3) Larangan untuk berpikir terlalu jauh ke depan.
  24. 24. B. KREATIVITAS 1. Pengertian Kreativitas Conny Setiawan (1984) menjelaskan kreativitas adalah sebagai berikut : o Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu produk yang baru. o Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
  25. 25. 2. Ciri-ciri Manusia Kreatif Menurut A. Roe manusia kreatif mempunyai ciri-ciri : 1. Keterbukaan dalam pengalaman, 2. Melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa, 3. Keingintahuan, 4. Menerima dan menyesuaikan yang kelihatannya berlawanan, 5. Dan menerima perbedaan, 6. Percaya pada diri sendiri, 7. Tekun, 8. Berani mengambil resiko, 9. Tidak hanya tunduk pada standar dan pengawasan kelompok.
  26. 26. 3. Pentingnya Kreativitas Seorang wirausahawan perlu melakukan kreativitas karena : 1. Keberhasilan dalam persaingan bisa diperoleh dengan mengembangkan daya kreatif. 2. Kreatifitas merupakan sumber yang berharga dan harus dipelihara serta jangan disia- siakan. 3. Tantangan baru selalu muncul dan harus dihadapi dengan kreativitas baru. 4. Kreativitas adalah gagasan yang tidak diramalkan datang dan perginya serta memiliki keunikan yang tinggi.
  27. 27. 4. Menerapkan Kemampuan Kreativitas Banyak hal dapat dilakukan untuk menerapkan dan meningkatkan kreativitas para calon wirausaha. Diantaranya sebagai berikut : 1. Menggunakan akal 2. Hapus perasaan ragu-ragu 3. Mengenali lingkungan 4. Mengembangkan perspektif fungsional
  28. 28. 5. Penghambat kreativitas wirausaha Beberapa kebiasaan mental jelek yang dapat menghambat kreativitas wirausaha diantaranya : 1. Pemikiran kemungkinan (probabilitas) 2. Stereotype 3. Pemikiran lain 4. Mencari selamat
  29. 29. C. BERPIKIR EFEKTIF DAN EFISIEN 1. Pengertian Efektif adalah mencapai sasaran sesuai rencana, sedangkan efisien artinya perbandingan terbaik antara usaha dan hasil (usaha tertentu untuk mencapai hasil tertentu). Bekerja efektif dan efisien adalah bekerja yang mencapai hasil tertentu sesuai dengan hasil yang direncanakan dengan pengorbana tertentu pula (waktu, tenaga, pikiran, biaya dan ruang).
  30. 30. 2. Unsur-unsur Penunjang Bekerja Efektif dan Efisien Beberapa unsur penunjang bekerja efektif dan efisien, yaitu: 1. Ketetapan 2. Kecermatan 3. Kecepatan 4. Penghematan 5. Keselamatan
  31. 31. 3. Pentingnya Latihan Bekerja Efektif dan Efisien Pentingnya menanamkan pekerjaan efektif dan efisien melalui latihan adalah sebagai berikut : 1. Untuk meningkatkan kemampuan bekerja secara efektif dan efisien, 2. Untuk mengurangi pengawasan dalam bekerja, 3. Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, 4. Untuk mengembangkan rasa kesetiakawanan, 5. Untuk mengembangkan sikap para pegawai yang positif, 6. Untuk mengembangkan dan memupuk kemampuan berprakarsa, 7. Untuk mengembangkan daya kreativitas, 8. Untuk mencapai efektifitas dan efisiensi.
  32. 32. 4. Manajemen Waktu Sebagai Bagian Dari Cara Kerja Yang Efektif dan Efisien Kemampuan menggunakan waktu dengan tepat, efektif, efisien dan menguntungkan, merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan para wirausaha.Bahkan dapat dikatakan bahwa keberhasilan dari wirausaha dalam berbisnis juga dipengaruhi oleh kemampuannya dalam memanajemen waktunya.
  33. 33. BAB 8 Membangun Komitmen Tinggi Bagi Dirinya dan Bagi Orang Lain A. Menerapkan Komitmen Tinggi B. Petingnya Komitmen Tinggi C. Komitmen Tinggi yang Harus Dimiliki Seorang Wirausahawan D. Membuat Komitmen yang Tinggi Terhadap Peluang Perusahaan dan Terhadap Sumberdaya
  34. 34. A. Menerapkan Komitmen Tinggi Seorang wirausahawan akan cepat maju didalam kegiatan usahanya apabila ia memiliki komitmen tinggi. Seorang wirausahawan harus memperhatikan hal–hal kecil yang diperlukan untuk mencapai tujuan dalam tim kerja yang efektif. Orang yang percaya pada komitmennya sendiri, positif, optimis, dan melakukan pekerjaan dengan keyakinannya akan memperoleh keberhasilan sesuai dengan keinginannya.
  35. 35. B. Petingnya Komitmen Tinggi Seorang wirausahawan yang memiliki komitmen tinggi di dalam usahanya, diharapkan : 1. Pantang menyerah terhadap keadaan atau situasi apapun. 2. Memiliki semangat dan tahan uji dari sebab tantangan penderitaan, baik lahir maupun batin. 3. Memiliki kesabaran dan ketabahan di dalam berusaha. 4. Selalu bekerja, berjuang dan berkorban.
  36. 36. C. Komitmen Tinggi yang Harus Dimiliki Seorang Wirausahawan 1. Mengerti akan tujuan berwirausaha. 2. Memiliki motivasi. 3. Berkemauan keras . 4. Bekerja dan berusaha dengan teliti dan cermat . 5. Tidak menunda-nunda tugas dan pekerjaan. 6. Percaya kepada diri sendiri dalam menghadapi tugas dan pekerjaan. 7. Selalu rajin,tekun, ulet dan tabah. 8. Mampu menggunakan waktu sebaik-baiknya.
  37. 37. Komitmen tinggi yang diterapkan seorang wirausahawan harus di dukung oleh pihak–pihak terkait di perusahaan yang bersangkutan. Pentingnya komitmen tinggi dengan dukungan para karyawan perusahaan akan meningkatkan kesuksesan didalam berwirausaha.
  38. 38. D. Membuat Komitmen yang Tinggi Terhadap Peluang Perusahaan dan Terhadap Sumberdaya Membuat komitmen yang tinggi terhadap peluang perusahaan. Ini disebut perusahaan dan tingkah laku administrasi. Sebaliknya perusahaan yang mempunyai Action, Orientation akan membuat klaim lebih dahulu terhadap pelanggan dan pegawai perusahaan,ini disebut sebagai perusahaan yang memiliki pola tingkahlakukewirausahaan. Membuat komitmen tinggi terhadap sumberdaya. Stevenson menjelaskan para wirausaha akan berusaha membuat komitmen tinggi untuk mendapatkan hasil maksimal dengan sumberdaya minimal. Para pelaku ekonomi menyediakan lebih banyak sumber daya sesuai dengan kebutuhan untuk sebuah system perencanaan yang lebih konserpatif.
  39. 39. BAB 9 Mengambil Risiko Usaha
  40. 40. A. Pengertian Risiko Usaha • Menurut Para Ahli : 1. Arthur Williams & Richard, MH Suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode tertentu. 2. Abas Salim Ketidaktentuan yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian. 3. Soekarto Ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa. 4. Herman Darmawi Penyebaran penyimpangan hasil aktual dari hasil yang diharapkan.
  41. 41. RISIKO Sesuatu yang selalu dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya keadaan yang merugikan dan tidak diduga sebelumnya. KARAKTERISTIK RISIKO Ketidakpastian yang jika terjadi akan menimbulkan kerugian Ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa
  42. 42. B. Macam-macam Risiko o Risiko Menurut Sifat 1. Risiko Murni : Terjadi tanpa disengaja namun pasti akan menimbulkan kerugian. 2. Risiko Fundamental : Penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada seseorang dan dapat menimbulkan kerugian yang besar. 3. Risiko Spekulatif : Sengaja ditimbulkan oleh yang bersangkutan agar memberikan keuntungan bagi pihak tertentu.
  43. 43. o Risiko Menurut Sumber (Penyebab) 1. Risiko Internal yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri. a) Ketidaktahuan. b) Kurang pengalaman. c) Kurang pelatihan. d) Kekurangan sumber daya. e) Kegagalan tim untuk bekerjasama secara efektif. 2. Risiko Eksternal yang berasal dari luar perusahaan. a) Perubahan spesifikasi produk. b) Persaingan. c) Perubahan permintaan.
  44. 44. RISIKO USAHA SECARA UMUM ATAU GARIS BESAR RISIKO TEKNIS RISIKO KREDIT RISIKO PASAR RISIKO ALAM
  45. 45. Di samping risiko bisnis, Wirausaha juga akan mengahadi Risiko Karier Risiko Keluarga dan Sosial Risiko Finansial
  46. 46. Kemungkinan- kemungkinan Wirausahawan Tetap Bertahan Dalam Menghadapi Risiko Terburuk Memohon Akuisisi Pindah Alamat Mencari Investor Mengalihkan Jenis Usaha Memperbaiki Usaha
  47. 47. Taksiran Risiko Usaha Pengumpulan Informasi Risiko Usaha Tujuan dan Sasaran Risiko Usaha Meneliti Alternatif Risiko Usaha Perencanaan dan Pelaksanaan Alternatif Prosedur Analisis Risiko Usaha
  48. 48. Membuat Keputusan BAB 10
  49. 49. A.Pengertian Membuat Keputusan • Menurut Para Ahli 1. George R. Terry pemilihan dua alternatif atau lebih untuk dicari keputusan yang lebih baik. 2. Azhar Kasim kegiatan- kegiatan yang meliputi perumusan masalah, pembahasan atau penambahan alternatif dan penilaian kegiatan serta pemilihan sebagai penyelesaian masalah.
  50. 50. B. Macam–Macam Keputusan Menurut H.A. Simon, keputusan yang dibuat dalam mengambil berbagai keputusan dihadapkan pada dua tipe pada situasi yang berbeda. Keputusan yang tak terprogram (non programmed decision) Keputusan yang terprogram (programed decision) Keputusan Rutin Keputusan Dasar Sedangkan Menurut Mc Farland, ia mengklasifikasikan macam keputusan menjadi
  51. 51. C. Faktor –Faktor Pengambilan Keputusan Di dalam membuat keputusan perlu memperhatikan faktor- faktor yang dapat mempengaruhinya sebagai berikut : 1.Faktor Orang 2.Faktor Psikologis 3.Faktor Fisik 4.Faktor Sasaran 5.Faktor Waktu
  52. 52. D. Proses Pengambilan Keputusan Setiap keputusan yang diambil itu merupakan perwujudan kebijakan yang telah digariskan. Oleh karena itu, analisis proses pengambilan keputusan pada hakikatnya sama saja dengan analisis proses kebijakan. Proses pengambilan keputusan meliputi : 1. Identifikasi masalah. 2. Pengumpulan dan penganalisis data. 3. Pembuatan alternatif-alternatif kebijakan. 4. Pemilihan salah satu alternatif terbaik. 5. Pelaksanaan keputusan. 6. Pemantauan dan pengevaluasian hasil pelaksanaan.
  53. 53. E. Dasar Pengambilan Keputusan Menurut George R. Terry, dasar pengambilan keputusan dibedakan menjadi lima macam yaitu sebagai berikut : Pengambilan Keputusan Berdasarkan Wewenang Pengambilan Keputusan Berdasarkan Pengalaman Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta Pengambilan Keputusan Rasional Pengambilan Keputusan Berdasarkan Intuisi
  54. 54. Terima Kasih

×