Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
SISTEM SARAF
SEKILAS TENTANG SISTEM SARAF
SUSUNAN SISTEM SARAF PADA MANUSIA
MEKANISME GERAK DAN JALANNYA IMPULS
KELAINAN P...
Sistem saraf adalah pemula kegiatan otot tubuh
& pengatur fungsi mental dan fisik.
Sistem saraf bekerja berdasarkan impuls...
Tanpa sistem saraf manusia tidak mampu
berkomunikasi, berinteraksi, beradaptasi
terhadap perubahan lingkungan (internal
& ...
SEKILAS TENTANG SISTEM SARAF
1. Fungsi kewaspadaan
Membantu mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi di
sekitar untuk d...
SKEMA SISTEM SARAF PADA MANUSIA
Sistem Saraf
Sistem Saraf
Pusat
Sistem Saraf
Tepi
Otak
Medula Spinalis
Otak Besar
Otak Kec...
HUBUNGAN ANTARA SARAF PUSAT DAN
SARAF TEPI
Sistem Saraf
Sistem Saraf
Pusat
Sistem Saraf
Tepi
Saraf Sensorik
Saraf Motorik
...
OTAK
 Merupakan pusat kendali tubuh
 Bobot otak lebih kurang adalah 2% dari total
berat badan (1 - 1,5 kg)
 Memerlukan ...
OTAK
 Dilindungi oleh tengkorak
 Dilindungi oleh 3 lapisan (meninges) :
1. Duramater (lap. luar): terdiri atas
jaringan ...
OTAK
Antara duramater dan
piamater terdapat
lapisan arachnoid
yang memiliki cairan
cerebrospinalis
 Disekresi oleh pleksu...
OTAK
Tampak Atas
Bagian luar otak besar bergelombang, bagian yang menonjol disebut Gyri (jamak : gyrus)
dan yang melekuk (...
OTAK
Tampak Samping
Pons
Kelenjar Pituitari
Hypothalamus
Cerebrum (Otak Besar)
Medulla oblongata Sumsum Tulang belakang
Ce...
OTAK
Tampak Samping
Section 35-3
OTAK
 Merupakan bagian terbesar otak
 Fungsi : mengendalikan mental,
tingkah laku, pikiran, kesadaran,
kemauan, kecerdas...
OTAK
 Bagian otak terbesar kedua  bag otak
belakang
 Berada di bawah serebrum, pada
belakang tengkorak
 Berperan dalam...
OTAK
BATANG OTAK
Menghubungkan otak
dengan sumsum tulang
belakang
Terdiri dari 2 daerah :
Medulla Oblongata –
bagian bawah...
OTAK
Bagian Lain
Thalamus
menjaga lingkungan internal tubuh, tekanan darah, selera makan, rasa nikmat, mengatur tidur
Sere...
MEDULA SPINALIS
MEDULA SPINALIS
Tentang Medula Spinalis
 Berawal dari medula
oblongata ke arah kaudal
melalui foramen magnum,
berakhir di...
MEDULA SPINALIS
Mekanisme Gerak Reflek
Refleks
• Cepat,
otonom,
respon yang
tidak disadari
• Hasil dari
reflex
arcs/lengku...
SARAF TEPI
Saraf – saraf Spinal
8 pasang bagian serviks (cervic) / leher
12 pasang bagian toraks (thorakx) / punggung
5 pa...
SARAF TEPI
Saraf – saraf Spinal
SARAF TEPI
Saraf – saraf Kranial
SARAF TEPI – Saraf Autonom
Saraf – saraf Simpatik - Parasimpatik
SUSUNAN SISTEM SARAF
Sistem saraf terdiri dari neuron/sel saraf & sel glia
Sel saraf/Neuron berfungsi menghantarkan impuls...
SEL SARAF (Neuron)
Badan sel mengandung nukleus dan
nukleolus yang dikelilingi sitoplasma.
Sitoplasmanya mengandung badan Nissl
dan neurofibr...
Dendrit merupakan uluran pendek yang
bercabang – cabang dan keluar dari badan
sel. Dendrit mengandung badan Nissl dan
orga...
• Serabut panjang pada sel saraf/neuron
yang bekerja membawa keluar pesan
(efferent)
• Neuron mengirim impuls listrik dari...
• Lapisan lemak berwarna putih melapisi
akson
• Sebagai isolator elektrik
• Memberi nutrisi pada akson
• Tidak semua sel m...
SEL SARAF
Sensorik Motorik
Konektor dan
Ajustor
(Interneuron)
SEL SARAF (Neuron)
SEL SARAF (Neuron)
• Neuron unipolar : mempunyai 1 kaki pada soma
• Neuron bipolar : mempunyai 2 uluran atau kaki (1 akson...
• Neuron sensorik (Neuron aferen)
Berfungsi menghantarkan impuls saraf dari reseptor (alat indera) menuju ke otak atau
sum...
Spinal
Cord
Brain
Sensory
Neuron
Motor
Neuron
SEL SARAF (Neuron)
KEMBALI
Sistem Saraf
Sistem Saraf
Pusat
Sistem Saraf
Tepi
Saraf Sensorik
Saraf Motorik
Efektor
Gerak sadar
reseptor → saraf sensor...
Gerak refleks
reseptor → saraf sensorik → saraf pusat (sumsum tulang belakang) → saraf motorik → efektor
MEKANISME GERAK
S...
Gerak refleks
reseptor → saraf sensorik → saraf pusat (sumsum tulang belakang) → saraf motorik → efektor
MEKANISME GERAK
S...
Gerak refleks
reseptor → saraf sensorik → saraf pusat (sumsum tulang belakang) → saraf motorik → efektor
MEKANISME GERAK
MEKANISME JALANNYA IMPULS
Mekanisme Jalannya Impus pada Neuron
Impuls dapat diteruskan dan mengalir melalui
sel saraf yang...
MEKANISME JALANNYA IMPULS
Mekanisme Jalannya Impus pada Neuron
 Pada neuron yang tidak berselubung myelin, jalannya impul...
MEKANISME JALANNYA IMPULS
Mekanisme Jalannya Impus antar Neuron
Titik temu antara terminal akson salah satu
neuron dengan ...
MEKANISME JALANNYA IMPULS
Mekanisme Jalannya Impus antar Neuron
Titik temu antara terminal akson salah satu
neuron dengan ...
Alzheimer
Sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir
bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan...
Epilepsi
Disebabkan oleh kerusakan otak dalam proses kelahiran, luka
kepala, stroke, tumor otak, alkohol, mungkin juga kar...
Neuritis
Neuritis merupakan peradangan pada saraf. Peradangan ini bisa diakibatkan oleh
tekanan, benturan, pukulan, patah ...
Planaria
SISTEM SARAF PADA BEBERAPA JENIS HEWAN
 [SISTEM SARAF TANGGA TALI] Sistem saraf pusat cacing pipih terdiri atas ...
INSEKTA
SISTEM SARAF PADA BEBERAPA JENIS HEWAN
 [SISTEM SARAF TANGGA TALI]
AVES
SISTEM SARAF PADA BEBERAPA JENIS HEWAN
 Cerebellum dan lobus olfaktori bagus
AMFIBI
SISTEM SARAF PADA BEBERAPA JENIS HEWAN
 lobus olfaktori bagus
REPTIL
SISTEM SARAF PADA BEBERAPA JENIS HEWAN
 Reptil memiliki otak dengan dua lobus olfaktorius yang panjang,
hemisfer s...
Sistem Saraf
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Sistem Saraf

3,480 views

Published on

Sistem saraf adalah pemula kegiatan otot tubuh & pengatur fungsi mental dan fisik.

Published in: Science
  • Be the first to comment

Sistem Saraf

  1. 1. SISTEM SARAF SEKILAS TENTANG SISTEM SARAF SUSUNAN SISTEM SARAF PADA MANUSIA MEKANISME GERAK DAN JALANNYA IMPULS KELAINAN PADA SISTEM SARAF SISTEM SARAF PADA BEBERAPA JENIS HEWAN
  2. 2. Sistem saraf adalah pemula kegiatan otot tubuh & pengatur fungsi mental dan fisik. Sistem saraf bekerja berdasarkan impuls elektrokimia.  Termasuk sistem pengendali  Merupakan rangkaian organ yang kompleks membentuk sistem terdiri dari jaringan saraf. Jaringan saraf tersebar di seluruh jaringan tubuh.  Sistem informasi yang terintegrasi, berfungsi menerima data, mengolahnya, menentukan respon dan memberi perintah ke setiap organ tubuh untuk melakukan tindakan yang penting demi keadaan homeostasis SEKILAS TENTANG SISTEM SARAF
  3. 3. Tanpa sistem saraf manusia tidak mampu berkomunikasi, berinteraksi, beradaptasi terhadap perubahan lingkungan (internal & eksternal) SEKILAS TENTANG SISTEM SARAF
  4. 4. SEKILAS TENTANG SISTEM SARAF 1. Fungsi kewaspadaan Membantu mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi di sekitar untuk disampaikan ke alat indera. Pada alat indera terdapat saraf sensorik yang befungsi khusus sebagai penginput data. 2. Fungsi intergrasi Menerima pesan (input data) sensorik dari lingkungan luar, mengatur informasi dan mengintegrasikan dengan informasi yang telah ada untuk menentukan jenis respon yang akan diberikan. 3. Fungsi koordinasi Setelah dari otak informasi yang sudah terintegrasi untuk mengirimkan pesan/perintah pada otot dan kelenjar, menghasilkan gerak dan sekresi terorganisasi. Fungsi Sistem Saraf KEMBALI
  5. 5. SKEMA SISTEM SARAF PADA MANUSIA Sistem Saraf Sistem Saraf Pusat Sistem Saraf Tepi Otak Medula Spinalis Otak Besar Otak Kecil Saraf Penghubung Saraf Spinal Saraf Kranial Saraf Autonom Saraf Simpatik Saraf Parasimpatik 1 2 3 [ 1 ] Sumsum tulang belakang [ 2 ] Serabut saraf dari sumsum tulang belakang [ 3 ] Serabut saraf dari otak
  6. 6. HUBUNGAN ANTARA SARAF PUSAT DAN SARAF TEPI Sistem Saraf Sistem Saraf Pusat Sistem Saraf Tepi Saraf Sensorik Saraf Motorik Otot Kelenjar Respon
  7. 7. OTAK  Merupakan pusat kendali tubuh  Bobot otak lebih kurang adalah 2% dari total berat badan (1 - 1,5 kg)  Memerlukan 20% dari oksigen dalam tubuh  Terdiri dari batang otak, serebrum, serebelum  Terdapat jaringan kelabu (gray matter) dan putih (white matter) Tentang Otak Gray Matter – bagian saraf pusat yang mengandung serabut saraf yang tidak bermyelin White Matter – bagian saraf pusat yang mengandung serabut saraf yang bermyelin
  8. 8. OTAK  Dilindungi oleh tengkorak  Dilindungi oleh 3 lapisan (meninges) : 1. Duramater (lap. luar): terdiri atas jaringan penghubung, pembuluh darah, dan saraf 2. Lapisan arachnoid (lap. tengah): elastis 3. Piamater (lap.dalam): mengandung saraf & pembuluh darah Proteksi Antara duramater dan piamater terdapat lapisan arachnoid yang memiliki cairan cerebrospinalis
  9. 9. OTAK Antara duramater dan piamater terdapat lapisan arachnoid yang memiliki cairan cerebrospinalis  Disekresi oleh pleksus khoroid ke ventrikel2 di otak  Cairan bening/seperti air  Sebagai penahan goncangan  Tempat pertukaran nutrien antara darah dan sistem saraf  Digunakan untuk deteksi penyakit meningitis
  10. 10. OTAK Tampak Atas Bagian luar otak besar bergelombang, bagian yang menonjol disebut Gyri (jamak : gyrus) dan yang melekuk (cekung) disebut Sulci (jamak : sulcus)
  11. 11. OTAK Tampak Samping Pons Kelenjar Pituitari Hypothalamus Cerebrum (Otak Besar) Medulla oblongata Sumsum Tulang belakang Cerebellum (Otak Kecil) Kelenjar Pineal Thalamus Section 35-3
  12. 12. OTAK Tampak Samping Section 35-3
  13. 13. OTAK  Merupakan bagian terbesar otak  Fungsi : mengendalikan mental, tingkah laku, pikiran, kesadaran, kemauan, kecerdasan, kemampuan berbicara, bahasa  Terdiri dari 2 hemisfer : kiri dan kanan  Mengandung substansi/jaringan kelabu dan putih  Hemisfer dipisahkan suatu celah yang dalam dan dihubungkan kembali oleh corpus callosum  Sebelah kiri mengendalikan bagian sebelah kanan tubuh, begitu sebaliknya  Terbagi menjadi bagian (LOBUS) : 1. Lobus frontalis 2. Lobus parietalis 3. Lobus oksipitalis 4. Lobus temporalis  Substansi putih terletak lebih dalam Tentang Otak Besar (Serebrum)
  14. 14. OTAK  Bagian otak terbesar kedua  bag otak belakang  Berada di bawah serebrum, pada belakang tengkorak  Berperan dalam koordinasi otot & menjaga keseimbangan  sikap tubuh  menghubungkan Impuls-impuls dari sentuhan dan tekanan  Susunan substansi kelabu & putih  Hemisfer serebeli mengendalikan tonus otot Tentang Otak Kecil (Serebellum)
  15. 15. OTAK BATANG OTAK Menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang Terdiri dari 2 daerah : Medulla Oblongata – bagian bawah batang otak, menghubungkan pons dengan sumsum tulang belakang, mengendalikan denyut jantung , kecepatan bernafas dan aliran darah dalam pembuluh Pons – menyampaikan sinyal dari serebrum ke serebelum
  16. 16. OTAK Bagian Lain Thalamus menjaga lingkungan internal tubuh, tekanan darah, selera makan, rasa nikmat, mengatur tidur Serebrum , menerima impuls dari reseptor sensorik menyampaikan informasinya ke bagian yang tepat di serebrum Hypothalamus  Mengatur suhu tubuh rasa lapar, haus, marah, lelah,dll  Mengendalikan kelenjar pituitari untuk fungsi endokrin Keduanya berada di otak bagian depan
  17. 17. MEDULA SPINALIS
  18. 18. MEDULA SPINALIS Tentang Medula Spinalis  Berawal dari medula oblongata ke arah kaudal melalui foramen magnum, berakhir diantara vertebra L1 dan L2  Penghubung otak dengan seluruh tubuh  Berperan langsung dalam proses gerak refleks  Mengandung 31 pasang saraf spinal
  19. 19. MEDULA SPINALIS Mekanisme Gerak Reflek Refleks • Cepat, otonom, respon yang tidak disadari • Hasil dari reflex arcs/lengkun g refleks – jalur saraf terpendek
  20. 20. SARAF TEPI Saraf – saraf Spinal 8 pasang bagian serviks (cervic) / leher 12 pasang bagian toraks (thorakx) / punggung 5 pasang lumbar (lumbar)/ pinggang 5 pasang sakral (sacral)/ Kelangkang 1 pasang koksigis (coccygis)/ekor ____________________________________ 31 pasang
  21. 21. SARAF TEPI Saraf – saraf Spinal
  22. 22. SARAF TEPI Saraf – saraf Kranial
  23. 23. SARAF TEPI – Saraf Autonom Saraf – saraf Simpatik - Parasimpatik
  24. 24. SUSUNAN SISTEM SARAF Sistem saraf terdiri dari neuron/sel saraf & sel glia Sel saraf/Neuron berfungsi menghantarkan impuls, dari lingkungan atau dalam tubuh, diolah & respon akan disampaikan ke sel saraf atau organ lainnya. Tidak dapat membelah Sel glia merupakan sel pendukung pada otak dan sumsum tulang belakang, mengisi ruangan di antara sel-sel saraf, tidak mengkonduksi impuls listrik. Pada sel saraf, sel glia ini membentuk mielin bagi akson sehingga mempengaruhi kecepatan penghantaran impuls dari saraf. Dapat membelah.
  25. 25. SEL SARAF (Neuron)
  26. 26. Badan sel mengandung nukleus dan nukleolus yang dikelilingi sitoplasma. Sitoplasmanya mengandung badan Nissl dan neurofibril. Badan Nissl mengandung protein yang digunakan untuk pertumbuhan neuron. Neurofibril memiliki peranan dalam pengangkutan nutrien dan penyokong sel. SEL SARAF (Neuron) Badan Sel
  27. 27. Dendrit merupakan uluran pendek yang bercabang – cabang dan keluar dari badan sel. Dendrit mengandung badan Nissl dan organel. Dendrit tidak mengandung selubung mielin maupun neurolema. Dendrit menghantarkan impuls ke badan sel. SEL SARAF (Neuron) Dendrit
  28. 28. • Serabut panjang pada sel saraf/neuron yang bekerja membawa keluar pesan (efferent) • Neuron mengirim impuls listrik dari dalam sel melalui akson ke sel sasaran/target • Setiap sel saraf memiliki 1 akson, panjang + 20 cm • Struktur menyerupai tabung serta bercabang di ujung akhir dan berhubungan dengan dendrit sel lain SEL SARAF (Neuron) Akson
  29. 29. • Lapisan lemak berwarna putih melapisi akson • Sebagai isolator elektrik • Memberi nutrisi pada akson • Tidak semua sel mengandung myelin • Fungsi : meningkatkan kecepatan sinyal saraf akson SEL SARAF (Neuron) Selubung Myelin
  30. 30. SEL SARAF Sensorik Motorik Konektor dan Ajustor (Interneuron) SEL SARAF (Neuron)
  31. 31. SEL SARAF (Neuron) • Neuron unipolar : mempunyai 1 kaki pada soma • Neuron bipolar : mempunyai 2 uluran atau kaki (1 akson dan 1 dendrit) pada soma (ada di retina, koklea, mukosa penciuman, telinga dalam & alat pengecap) • Neuron multipolar : mempunyai 1 kaki panjang (ke akson) dan banyak kaki pendek (berupa dendrit). Berdasarkan Bentuk
  32. 32. • Neuron sensorik (Neuron aferen) Berfungsi menghantarkan impuls saraf dari reseptor (alat indera) menuju ke otak atau sumsum tulang belakang. • Neuron motorik (Neuron eferen) Berfungsi membawa impuls dari otak atau sumsum tulang belakang menuju ke efektor (otot atau kelenjar), terdiri dari : 1. Neuron motor : Akson berakhir di otot 2. Neuron sekresi : Akson berakhir di kelenjar 3. Neuron akselerator : Akson berakhir di jantung untuk mempertinggi aktivitas jantung 4. Neuron inhibitor : Akson berakhir di jantung untuk mengurangi aktivitas jantung • Neuron konektor Berfungsi meneruskan impuls rangsangan dari satu neuron ke neuron lainnya • Neuron ajustor Penghubung neuron motorik dan neuron sensorik di dalam sistem saraf pusat. Berdasarkan Fungsi SEL SARAF (Neuron)
  33. 33. Spinal Cord Brain Sensory Neuron Motor Neuron SEL SARAF (Neuron) KEMBALI
  34. 34. Sistem Saraf Sistem Saraf Pusat Sistem Saraf Tepi Saraf Sensorik Saraf Motorik Efektor Gerak sadar reseptor → saraf sensorik → saraf pusat (otak) → saraf motorik → efektor Reseptor MEKANISME GERAK
  35. 35. Gerak refleks reseptor → saraf sensorik → saraf pusat (sumsum tulang belakang) → saraf motorik → efektor MEKANISME GERAK Sistem Saraf Sistem Saraf Pusat Sistem Saraf Tepi Saraf Asosiasi Saraf Motorik Efektor Reseptor Saraf Sensorik
  36. 36. Gerak refleks reseptor → saraf sensorik → saraf pusat (sumsum tulang belakang) → saraf motorik → efektor MEKANISME GERAK Sistem Saraf Sistem Saraf Pusat Sistem Saraf Tepi Saraf Asosiasi Saraf Motorik Efektor Reseptor Saraf Sensorik
  37. 37. Gerak refleks reseptor → saraf sensorik → saraf pusat (sumsum tulang belakang) → saraf motorik → efektor MEKANISME GERAK
  38. 38. MEKANISME JALANNYA IMPULS Mekanisme Jalannya Impus pada Neuron Impuls dapat diteruskan dan mengalir melalui sel saraf yang disebabkan adanya perbedaan potensial listrik yang disebut dengan polarisasi. Muatan listrik di luar membran sel saraf adalah positif sedang muatan yang di luar adalah negatif. Apabila sel saraf diberi rangsangan akan mengakibatkan polarisasi membran berubah, sehingga polarisasi akan mengalami pembalikan. Proses pembalikan akan diulang yang menyebabkan rantai reaksi.
  39. 39. MEKANISME JALANNYA IMPULS Mekanisme Jalannya Impus pada Neuron  Pada neuron yang tidak berselubung myelin, jalannya impuls merambat sepanjang akson.  Pada neuron yang berselselubung myelin, impuls "lompat-lompat" dari nodus ranvier satu ke nodus ranvier yang lainnya, akan berlangsung dalam waktu yang lebih cepat karena tidak semua bagian serat neuron akan dilewati
  40. 40. MEKANISME JALANNYA IMPULS Mekanisme Jalannya Impus antar Neuron Titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain dinamakan sinapsis. Setiap terminal akson membengkak membentuk tonjolan sinapsis. Di dalam sitoplasma tonjolan sinapsis terdapat struktur kumpulan membran kecil berisi neurotransmitter; yang disebut vesikula sinapsis. Neuron yang berakhir pada tonjolan sinapsis disebut neuron pre-sinapsis. Membran ujung dendrit dari neuron berikutnya yang membentuk sinapsis disebut neuron post-sinapsis. Bila impuls sampai pada ujung neuron pre- sinapsis, maka vesikula sinapsis bergerak dan melebur dengan membran neuron pre-sinapsis. Kemudian vesikula sinapsis akan melepaskan neurotransmitter.
  41. 41. MEKANISME JALANNYA IMPULS Mekanisme Jalannya Impus antar Neuron Titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain dinamakan sinapsis. Setiap terminal akson membengkak membentuk tonjolan sinapsis. Di dalam sitoplasma tonjolan sinapsis terdapat struktur kumpulan membran kecil berisi neurotransmitter; yang disebut vesikula sinapsis. Neuron yang berakhir pada tonjolan sinapsis disebut neuron pre-sinapsis. Membran ujung dendrit dari neuron berikutnya yang membentuk sinapsis disebut neuron post-sinapsis. Bila impuls sampai pada ujung neuron pre- sinapsis, maka vesikula sinapsis bergerak dan melebur dengan membran neuron pre-sinapsis. Kemudian vesikula sinapsis akan melepaskan neurotransmitter. Neurontransmitter adalah suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari neuron pre-sinapsis menuju neuron post-sinapsis. Neurontransmitter ada bermacam-macam, misalnya asetilkolin yang terdapat di seluruh tubuh, noradrenalin terdapat di sistem saraf simpatik, dan dopamin serta serotonin yang terdapat di otak. KEMBALI
  42. 42. Alzheimer Sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Umumnya ditemukan pada orang tua berusia sekitar 65 tahun ke atas. KELAINAN PADA SISTEM SARAF
  43. 43. Epilepsi Disebabkan oleh kerusakan otak dalam proses kelahiran, luka kepala, stroke, tumor otak, alkohol, mungkin juga karena genetika, tapi ayan bukan penyakit keturunan. Penyebab pastinya tetap belum diketahui. KELAINAN PADA SISTEM SARAF
  44. 44. Neuritis Neuritis merupakan peradangan pada saraf. Peradangan ini bisa diakibatkan oleh tekanan, benturan, pukulan, patah tulang, maupun kekurangan vitamin B. KELAINAN PADA SISTEM SARAF KEMBALI
  45. 45. Planaria SISTEM SARAF PADA BEBERAPA JENIS HEWAN  [SISTEM SARAF TANGGA TALI] Sistem saraf pusat cacing pipih terdiri atas otak kecil yang terdiri atas dua belahan, terletak di bagian kepala dan dua tali saraf yang memanjang dui sepanjang tubuhnya. Sistem saraf tepi terdiri atas saraf-saraf yang tersiusun secara transversal (melintang) yang menghubungkan tali saraf dengan saraf-saraf yang lebih kecil yang tersebar di seluruh bagian tubuh.
  46. 46. INSEKTA SISTEM SARAF PADA BEBERAPA JENIS HEWAN  [SISTEM SARAF TANGGA TALI]
  47. 47. AVES SISTEM SARAF PADA BEBERAPA JENIS HEWAN  Cerebellum dan lobus olfaktori bagus
  48. 48. AMFIBI SISTEM SARAF PADA BEBERAPA JENIS HEWAN  lobus olfaktori bagus
  49. 49. REPTIL SISTEM SARAF PADA BEBERAPA JENIS HEWAN  Reptil memiliki otak dengan dua lobus olfaktorius yang panjang, hemisfer serebral, 2 lobus optikus, serebellum, dan medulla oblongata yang melanjut ke korda saraf. Di bawah hemisfer serebral terdapat traktus optikus dan syaraf optikus, infundibulum, dan hipofisis. Terdapat 12 pasang syaraf kranial. Pasangan-pasangan syaraf spinal menuju ke somit-somit (ruasprimer)tubuh. KEMBALI

×