MAKALAHMAKALAHMAKALAHMAKALAH PENDIDIKANPENDIDIKANPENDIDIKANPENDIDIKAN PANCASILAPANCASILAPANCASILAPANCASILA
PendidikanPendi...
2
BABBABBABBAB IIII
PENDAHULUANPENDAHULUANPENDAHULUANPENDAHULUAN
A.A.A.A. LatarLatarLatarLatar BekalangBekalangBekalangBek...
3
C.C.C.C. TujuanTujuanTujuanTujuan PenulisanPenulisanPenulisanPenulisan MakalahMakalahMakalahMakalah
Adapun tujuan pembua...
4
BABBABBABBAB IIIIIIII
PEMBAHASANPEMBAHASANPEMBAHASANPEMBAHASAN
A.A.A.A. PENGETIANPENGETIANPENGETIANPENGETIAN PANCASILAPA...
5
Nilai Instrumental harus tetap mengacu kepada nilai-nilai dasar yang dijabarkannya
Penjabaran itu bisa dilakukan secara ...
6
Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerin...
7
E.E.E.E. PANCASILAPANCASILAPANCASILAPANCASILA BERAKARBERAKARBERAKARBERAKAR DARIDARIDARIDARI KEBUDAYAANKEBUDAYAANKEBUDAYA...
8
perkembangan budaya itu sendiri harus sesuai dengan nilai Pancasila. Karena Pancasila
mencerminkan kebudayaan kita, bang...
9
Hak-Haknya, kami hanya di ukur dari karakter permasalahan masyarakat atau
penyakit masyarakat(streotip) yaitu salah satu...
10
BABBABBABBAB IIIIIIIIIIII
PENUTUPPENUTUPPENUTUPPENUTUP
A.A.A.A. KESIMPULANKESIMPULANKESIMPULANKESIMPULAN
Kita telah men...
11
DAFTARDAFTARDAFTARDAFTAR PUSTAKAPUSTAKAPUSTAKAPUSTAKA
http://apinpetra.blogspot.com/2013/03/gerakan-chavismo-sebagai-ge...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pendidikan populis berwawasan budaya atau nilai

2,737 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,737
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
29
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pendidikan populis berwawasan budaya atau nilai

  1. 1. MAKALAHMAKALAHMAKALAHMAKALAH PENDIDIKANPENDIDIKANPENDIDIKANPENDIDIKAN PANCASILAPANCASILAPANCASILAPANCASILA PendidikanPendidikanPendidikanPendidikan PopulisPopulisPopulisPopulis BerwawasanBerwawasanBerwawasanBerwawasan BudayaBudayaBudayaBudaya atauatauatauatau Nilai-NilaiNilai-NilaiNilai-NilaiNilai-Nilai PacasilaPacasilaPacasilaPacasila Dosen Pengampu : Drs. Sigit Dwi Kusrahmadi, M.Si. OlehOlehOlehOleh :::: AnggitAnggitAnggitAnggit PurnaningPurnaningPurnaningPurnaning DiazDiazDiazDiaz 10520244071105202440711052024407110520244071 PendidikanPendidikanPendidikanPendidikan TeknikTeknikTeknikTeknik InformatikaInformatikaInformatikaInformatika FakultasFakultasFakultasFakultas TeknikTeknikTeknikTeknik UniversitasUniversitasUniversitasUniversitas NegeriNegeriNegeriNegeri YogyakartaYogyakartaYogyakartaYogyakarta 2013201320132013
  2. 2. 2 BABBABBABBAB IIII PENDAHULUANPENDAHULUANPENDAHULUANPENDAHULUAN A.A.A.A. LatarLatarLatarLatar BekalangBekalangBekalangBekalang Pancasila merupakan ideologi negara Indonesia yang mutlak menjadi pedoman berbangsa dan bernegara. Dalam pancasila terdapat nilai-nlai dan budaya asli Indonesia yang tersirat didalamnya. Setiap warga negara berkewajiban memahami, meresapi, dan menjalankan budaya atau nilai-nilai pancasila. Dengan tetap berlandaskan budaya atau nilai-nilai pancasila, hal ini harus diterapkan demi terwujudnya bangsa Indonesia yang berketuhanan, bermanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan demokratis. Namun, sifat yang berdasarkan pada budaya atau nilai-nilai Pancasila semakin jarang ditemui di kalagan pemimpin negara Indonesia. Hal tersebut sangat terlihat dengan sikap kepemimpinan yang mementingkan diri sendiri, korupsi, dan kurang berpihak kepada rakyat. Akibatnya rakyat menjadi sengsara dan sering terdapat gejolak untuk menentang sistem pemerintahan yang merugikan. Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan sikap populisme yang berwawasan budaya atau nilai-nilai pancasila agar tercipta kepemimpinan negara yang berpihak kepada rakyat. Dengan menggalakkan sikap populisme dalam kependidikan, diharapkan masyarakat Indonesia sikap populisme dengan wawasan budaya atau nilai-nilai pancasila dan memiliki paham yang menjunjung tinggi hak kearifan dan keutamaan rakya kecll. B.B.B.B. RumusaRumusaRumusaRumusa MasalahMasalahMasalahMasalah 1. Apa arti dari pancasila dan nilai-nilai dan budaya pancasila? 2. Apakah arti dari populis, populisme dan pendidikan populis? 3. Apakah yang dimaksud dengan pendidikan populis berwawasan budaya atau nilai nilai pancasila?
  3. 3. 3 C.C.C.C. TujuanTujuanTujuanTujuan PenulisanPenulisanPenulisanPenulisan MakalahMakalahMakalahMakalah Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah-satu tugas mata kuliah Pendidikan Pancasila, serta untuk mengetahui tentang pendidikan populis berwawasan budaya atau nilai-nilai pancasila dikehidupan berbangsa dan bernegara pada umumnya.
  4. 4. 4 BABBABBABBAB IIIIIIII PEMBAHASANPEMBAHASANPEMBAHASANPEMBAHASAN A.A.A.A. PENGETIANPENGETIANPENGETIANPENGETIAN PANCASILAPANCASILAPANCASILAPANCASILA PancasilaPancasilaPancasilaPancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata bahasa Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit pada abad XIV yang terdapat dalam buku Nagara Kertagama karangan Prapanca dan buku Sutasoma karangan Tantular. Pancasila ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Rumusan Pancasila yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 adalah: 1. Ketuhanan Yang Maha Esa. 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab. 3. Persatuan Indonesia. 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Di dalam Pancasila, setiap butir-butirnya memiliki arti penting yang menekankan kepada rakyat Indonesia untuk mengamalkan Pancasila di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. B.B.B.B. PENGERTIANPENGERTIANPENGERTIANPENGERTIAN NILAINILAINILAINILAI Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Adanya macam nilai tersebut sejalan dengan penegasan pancasila sebagai ideologi terbuka. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945, Alinea 4 dinyatakan sebagai nilai dasar dan penjabarannya sebagai nilai instrumental. Hal tersebut memerlukan penjabaran lebih lanjut. Penjabaran itu sebagai arahan untuk kehidupan nyata.
  5. 5. 5 Nilai Instrumental harus tetap mengacu kepada nilai-nilai dasar yang dijabarkannya Penjabaran itu bisa dilakukan secara kreatif dan dinamis dalam bentuk-bentuk baru untuk mewujudkan semangat yang sama dan dalam batas-batas yang dimungkinkan oleh nilai dasar itu. Diterimanya pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai pancasila dijadikan landasan pokok, landasan fundamental bagi penyelenggaraan negara Indonesia. Pancasila berisi lima sila yang pada hakikatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental. Secara singkat nilai dasar Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. C.C.C.C. MAKNAMAKNAMAKNAMAKNA DANDANDANDAN NILAINILAINILAINILAI DALAMDALAMDALAMDALAM PANCASILAPANCASILAPANCASILAPANCASILA Sebagai nilai dasar, nilai-nilai tersebut menjadi sumber nilai. Artinya, dengan bersumber pada kelima nilai dasar pancasila dapat dibuat dan dijabarkan nilai-nilai instrumental penyelenggaraan negara Indonesia. 1.Nilai Ketuhanan Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pancipta alam semesta. Dengan nilai ini menyatakan bangsa indonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis. Nilai ketuhanan juga memilik arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama, menghormati kemerdekaan beragama, tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminatif antarumat beragama. 2.Nilai Kemanusiaan Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya. 3. Nilai Persatuan Nilai persatuan indonesia mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa indonesia.. 4.Nilai Kerakyatan
  6. 6. 6 Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga- lembaga perwakilan. 5.Nilai Keadilan Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia Yang Adil dan Makmur secara lahiriah atauun batiniah. Nilai-nilai dasar itu sifatnya abstrak dan normatif. Karena sifatnya abstrak dan normatif, isinya belum dapat dioperasionalkan. Agar dapat bersifat operasional dan eksplisit, perlu dijabarkan ke dalam nilai instrumental. Contoh nilai instrumental tersebut adalah UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya. D.D.D.D. PENGERTIANPENGERTIANPENGERTIANPENGERTIAN BUDAYABUDAYABUDAYABUDAYA DANDANDANDAN KEBUDAYAANKEBUDAYAANKEBUDAYAANKEBUDAYAAN BudayaBudayaBudayaBudaya atau kebudayaankebudayaankebudayaankebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Kebudayaan sangat erat dengan masyarakat. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Ilmu yang memperlajari tentang masyarakat dan kebudayaannya adalah antropologi. Segala perkembangan budaya dan perubahan masyarakat dipelajari dalam ilmu antropologi. Sedangkan menurut Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Kebudayaan Indonesia ialah kebudayaan yang berdasarkan Pancasila. Ada dua hal yang dikandung dalam Pancasila, yaitu pluralisme dan teosentrisme. Demokrasi terletak dalam partisipasi seluruh warga negara dalam kebudayaan.
  7. 7. 7 E.E.E.E. PANCASILAPANCASILAPANCASILAPANCASILA BERAKARBERAKARBERAKARBERAKAR DARIDARIDARIDARI KEBUDAYAANKEBUDAYAANKEBUDAYAANKEBUDAYAAN Setelah mengetahui bahwa kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan yang berdasarkan pancasila. Itu berarti Pancasila berkaitan erat dengan kebudayaan Indonesia. Kebudayaan juga dapat diartikan sebagai nilai atau simbol. Kita gambarkan sebagai sebagai suatu perusahaan. Dalam sebuah perusahaan yang sibuk, kegiatan yang nampaknya bersifat praktis dan sehari-hari saja, misalnya, ada aspek kebudayaannya, ada nilai dan simbolnya. Nilai terletak pada kerja kerasnya, sedangkan simbol modernitas ialah sistem organisasi, makin modern sistem semakin abstrak yang impersonal, berbeda dengan manajemen perorangan atau keluarga. Begitu juga Indonesia sebagai bangsa dan negara. Kebudayaan itulah yang memberi ciri khas keindonesiaan. Hasil perkembangankebudayaan Pancasila yang paling spektakuler adalah Bahasa Indonesia. Karena melalui bahasa Indonesia, koneksi sosial antar etnis dan kebudayaan dapat terjalin dengan sangat baik. Pluralisme mengatur hubungan luar antar kebudayaan. Prinsip yang mengatur substansi Demokrasi Kebudayaan yang berdasar Pancasila ialah teosentrisme (tauhid, serba-Tuhan dalam etika, ilmu, dan estetika). Orang Protestan akan lebih suka theonomy (theos, Tuhan; nomos, hukum). Istilah teonomi berasal dari Paul Tillich (1886-1965),hubungan dinamis antara yang absolut dengan yang relatif, antara agama dengan kebudayaan. Menurut konsep ini Pancasila adalah sebuah teonomi, karena berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa –yang absolut. Keempat sila yang lain adalah kebudayaan, yang relatif. Keperluan manusia diakui sepenuhnya, asal keperluan itu tidak bertentangan dengan pertimbangan keagamaan. Demokrasi Kebudayaan dalam Pancasila dapat dimengerti dari sila “Persatuan Indonesia” yang berarti sebuah pluralisme, dan teosentrisme dari semangat sila yang pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Demokrasi Kebudayaan itu harus mampu memberikan masa depan yang lebih baik. Jadi untuk menjawab “Mengapa Pancasila berakar dari Kebudayaan?” karena di dalam Pancasila terkandung nilai kebudayaan, di mana nilai tersebut adalah nilai tertinggi dalam hal Persatuan bangsa yang tercantum di dalam sila ketiga. Dan dengan menjunjung nilai teosentris pada sila pertama, kepentingan lain berdasarkan setiap sila tidak bertentangan dengan pertimbangan keagamaan. Misalkan: Pembunuhan genosida demi mempertahankan keutuhan suatu budaya etnis tidak etis dengan ketentuan agama. Jadi sekiranya, dari tindak
  8. 8. 8 perkembangan budaya itu sendiri harus sesuai dengan nilai Pancasila. Karena Pancasila mencerminkan kebudayaan kita, bangsa Indonesia. F.F.F.F. PENGERTIANPENGERTIANPENGERTIANPENGERTIAN POPULIS,POPULIS,POPULIS,POPULIS, POPULISMEPOPULISMEPOPULISMEPOPULISME DANDANDANDAN PENDIDIKANPENDIDIKANPENDIDIKANPENDIDIKAN POPULISPOPULISPOPULISPOPULIS Berasal dari bahasa Romania "Populis" yang artinya adalah Rakyat, serta Bahasa Latin "Popus" yang sama artinya dengan populis. Populis adalah penganut paham populisme yang memiliki pengertian sebagai paham yang mengakui dan menjunjung tinggi hak, kearifan dan keutamaan rakyat kecil. Populisme bisa didefinisikan dalam dua kriteria politik: kehadiran sebuah model hubungan kharismatik antara konstituen dan politisi, dan diskursus demokratis yang berlandaskan ide-ide dari kehendak sosial antara masyarakat dan elit politik. Konsep hubungan kharismatik disini secara eksplisit mengacu pada definisi Weber mengenai kharisma, yakni sebuah relasi yang baik dimana para pemilih mendukung kandidat dengan harapan realisasi atas janji perubahan radikal. Demonstrasi karakter kandidat itu kemudian menjadi semakin signifikan dibanding janji-janji aktual yang mereka berikan. Hubungan kharismatik merupakan produk dari periode penuh tekanan, yakni periode dimana institusi yang ada gagal memberikan solusi terhadap problema terdalam masyarakat. Populisme dalam konsep proses demokrasi berlandaskan ide-ide kehendak sosial, merupakan sebuah sebuah bentuk mobilisasi politik yang didasari oleh retorika yang kuat terhadap masyarakat yang diwakilkan oleh seorang pemimpin. Eksploitasi dan pembedaan kelas merupakan warisan region Amerika Latin yang berakar dari pengalaman masa kolonial. Disini para pemimpin populis menghadapi sebuah tantangan: terpilih melalui jalur demokrasi elektoral berarti harus mewakili kehendak mayoritas masyarakat. Jika sang pemimpin maju dengan mewakili kehendak-kehendak sosial dan oposisinya sudah tidak terlegitimasi lagi, maka segala cara (termasuk kekerasan) bisa dengan sah digunakan melawan mereka. Konsekuensinya adalah; seiring dengan terakomodasinya hak-hak kaum minoritas, maka pemimpin kharismatik tersebut akan menggunakan klaimnya bahwa ia merupakan perwujudan kehendak sosial untuk menjatuhkan rezim yang ada untuk menciptakan ‘check and balance’ demi memastikan terwujudnya proses elektoral yang demokratis.
  9. 9. 9 Hak-Haknya, kami hanya di ukur dari karakter permasalahan masyarakat atau penyakit masyarakat(streotip) yaitu salah satu bentuk stigma yang saat ini adalah hegemoni kekuasaan , yang nyata-nyata telah membawa rakyat indonesia dalam kondisi kemiskinan dan penderitaan hingga taraf kesadarannya sebagai manusia merdeka. Maka, tugas dari organisasi bukanlah memberi jawaban, tetapi tugasnya adalah untuk menjawab sebuah karakter sistem penindasan yang begitu dahsyat dan kultur hegemoni yang mencekram kemiskinan dan menghantui cita-cita masyarakat miskin indonesia, tugas organisasi yang melandaskan perjuangannya dalam aras-populisme (kerakyatan) adalah suatu butir untuk membebaskan pengertian populisme itu sendiri dari segala upaya pengkaburan, baik dengan kesadaran palsu maupun oleh sebuah oportunisme dan advonturisme politik hegemoni,yang mencengkram tatanan ruang kesadaran masyarakat indonesia. Membebaskanya dengan tindakan dan menempatkannya sebagai program perjuangan dan cita-cita Gerakan Rakyat Miskin Kota . G.G.G.G. PendidikanPendidikanPendidikanPendidikan PopulisPopulisPopulisPopulis BerwawasanBerwawasanBerwawasanBerwawasan BudayaBudayaBudayaBudaya atauatauatauatau Nilai-NilaiNilai-NilaiNilai-NilaiNilai-Nilai PancasilaPancasilaPancasilaPancasila Arus pemikiran ke-3, kerakyatan/populisme, yang sebenarnya diamanatkan kuat sekali dalam pasal 33 UUD 1945 (dan pasal 33 UUD 2002), dan ideologi Pancasila, selalu kurang bergema karena masih lemahnya LSM di Indonesia dan dominannya teknokrat ekonomi sejak Orde Baru. Sejak reformasi yang berusaha “menghancurkan” Orde Baru, yang belum dapat dikatakan berhasil, arus pemikiran kerakyatan/ populisme makin kuat dan secara eksplisit ditegaskan dalam Tap-Tap MPR dan UU tentang Propenas, yaitu sistem ekonomi kerakyatan. Pendidikan populis yang memiliki makna kerakyatan sangat penting untuk ditanamkan pada diri masyarakat Indonesia. Dengan tidak terlepas dari pancasila sebagai ideologi dasar negara yang memiliki nilai-nilai instrumental dan berlandaskan kebudayaan Indonesia, diharapkan dapat terus mementingkan keadaan rakyat kecil untuk kemajuan dan kesejahteraan Negara Republik Indonesia.
  10. 10. 10 BABBABBABBAB IIIIIIIIIIII PENUTUPPENUTUPPENUTUPPENUTUP A.A.A.A. KESIMPULANKESIMPULANKESIMPULANKESIMPULAN Kita telah mengetahui bahwa Pancasila memang berakar dari budaya bangsa Indonesia. Karena dari segi Pancasila terkandung kebudayaan yang menekankan persatuan. Selain itu, dari segi pengertian Pancasila juga merupakan lima butir prinsip atau nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi oleh kita sebagai bangsa Indonesia. Dengan berlandaskan pancasila, pendidikan populis akan sangat mudah dipahami dan diterapkan karena sikap populsme telah tercantum dalam pancasila pada sila ke-empat yaitu, Nilai Kerakyatan. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus menjadikan pengamalan Pancasila sebagai perjuangan utama dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pengamalannya pun harus dimulai dari setiap warga negara Indonesia sampai penyelenggara pemerintahan, sehingga semua komponen dalam suatu negara mampu melestarikan nilai-nilai pancasila yang berpihak pada kerakyatan, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok. B.B.B.B. SARANSARANSARANSARAN Berdasarkan uraian di atas kiranya kita dapat menyadari bahwa pendidikan populis(kerakyatan) yang berwawasan budaya atau nilai-nilai Pancasila sangat penting digalakkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan adanya sikap tersebut diharapkan masyarakat Indonesia tidak kehilangan budaya dan nilai-nilai dasar kenegaraan di masa globalisasi ini, dan terus mengutamakan kepentingan rakyat kecil karena suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
  11. 11. 11 DAFTARDAFTARDAFTARDAFTAR PUSTAKAPUSTAKAPUSTAKAPUSTAKA http://apinpetra.blogspot.com/2013/03/gerakan-chavismo-sebagai-gerakan-populis.html http://www.klikindonesia.or.id/site/jakarta-bawah-tanah http://shenifa.wordpress.com/2011/03/23/nilai-nilai-yang-terkandung-dalam-pancasila/ http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila

×