Rencana pelaksanaan pembelajaran

1,047 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,047
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
223
Actions
Shares
0
Downloads
13
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Rencana pelaksanaan pembelajaran

  1. 1. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN : Kimia KELAS/ SEMESTER : XII IPA/ I ALOKASI WAKTU : 6 jam pelajaran STANDAR KOMPETENSI : 1. Menjelaskan sifat-sifat koligatif larutan nonelektrolit dan elektrolit KOMPETENSI DASAR : 1.1 Menjelaskan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan osmosis termasuk sifat koligatif larutan INDIKATOR : 1. Menjelaskan pengertian sifat koligatif larutan non elektrolit 2. Menjelaskan pengaruh zat terlarut yang sukar menguap terhadap tekanan uap pelarut 3. Menghitung tekanan uap larutan berdasarkan data percobaan 4. Mengamati kenaikan titik didih suatu zat cair akibat penambahan zat terlarut melalui percobaan 5. Mengamati penurunan titik beku suatu zat cair akibat penambahan zat terlarut melalui percobaan 6. Menjelaskan pengertian tekanan osmosis serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari I. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian sifat koligatif larutan non elektrolit 2. Siswa dapat menjelaskan pengaruh zat terlarut yang sukar menguap terhadap tekanan uap pelarut 3. Siswa dapat menghitung tekanan uap larutan berdasarkan data percobaan 4. Siswa dapat mengamati kenaikan titik didih suatu zat cair akibat penambahan zat terlarut melalui percobaan 5. Siswa dapat mengamati penurunan titik beku suatu zat cair akibat penambahan zat terlarut melalui percobaan 6. Siswa dapat menjelaskan pengertian tekanan osmosis serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari
  2. 2. II. MATERI AJAR  Larutan dan sifat-sifatnya  Pengertian sifat koligatif larutan  Konsentrasi larutan ( kemolalan dan fraksi mol)  Tekanan uap larutan  Kenaikan titik didih  Penurunan titik beku  Tekanan osmosis III. METODE PEMBELAJARAN   Praktikum/ demonstrasi  Diskusi  IV. Penyampaian informasi Penugasan LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan pertama (2 jam pelajaran) A. Kegiatan awal (15 menit)  Salam pembuka  Memeriksa kehadiran siswa  Menyampaikan program semester KONSEP/ MATERI Apersepsi Motivasi FASE KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA  Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai (indicator dan tujuan pembelajaran)  Mendengarkan penjelasan guru mengenai kompetensi yang akan dicapai (indicator dan tujuan pembelajaran)  Menjelaskan langkah – langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan siswa. Yaitu sebelum memulai pembelajaran di sekolah, setiap siswa diwajibkan untuk mencari informasi dari berbagai sumber mengenai  Mendengarkan penjelasan guru mengenai langkah – langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan siswa.
  3. 3. pembelajaran yang akan dipelajari sehingga ketika pembelajaran berlangsung siswa akan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru, pengetahuan akan lebih mudah terbentuk setelah siswa melakukan praktikum yang diperkuat dengan keterangan dari buku dan pengalaman yang dimiliki oleh siswa.  Memberikan informasi tentang beberapa aplikasi sifat koligatif untuk memotifasi siswa dalam melakukan proses pembelajaran, yaitu:  Larutan infuse yang ada di rumah sakit memanfaatkan prinsip sifat koligatif larutan  Teknologi desalinasi air laut untuk memperoleh air tawar  Di Negara bermusim dingin, garam dapur ditabur di jalanan untuk mencegah pebentukan es yang dapat menyebabkan kendaraan tergelincir  Etilen glikol ditambahkan ke air radiator mobil agar tidak membeku dimusim dingin dan tidak mendidih dimusim panas  Mendengarkan penjelasan guru tentang beberapa aplikasi sifat koligatif
  4. 4. B. Kegiatan Inti (70 menit) FASE Eksplorasi KONSEP/ KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA MATERI  Larutan dan  Meminta siswa mencari  mencari informasi sifatinformasi tentang Larutan tentang Larutan dan sifatnya dan sifat-sifatnya, sifat-sifatnya, dan mendiskusikannya di dan mendiskusikannya dalam kelompok di dalam kelompok  Pengertian  Meminta siswa mencari  mencari informasi sifat informasi tentang Pengertian tentang Pengertian koligatif sifat koligatif larutan dan sifat koligatif larutan larutan mendiskusikannya di dalam dan mendiskusikannya kelompok di dalam kelompok  Konsentrasi  Menjelaskan mereview  Mendengarkan larutan ulang) tentang kemolalan dan penjelasan guru tentang (kemolalan fraksi mol kemolalan dan fraksi dan fraksi mol mol)  Penurunan Tekanan uap larutan Elaborasi Konfirmasi  Menjelaskan tentang tekanan  Mendengarkan uap pelarut murni dan penjelasan guru tentang tekanan uap larutan tekanan uap pelarut murni dan tekanan uap larutan  Menugaskan siswa  Membahas contoh 1.1 membahas contoh 1.1 dan 1.2 dan 1.2 dan membimbing siswasiswa yang mengalami kesulitan dalam menganalisa soal / memahami mekanisme perhitungan  Menugaskan siswa  Mengerjakan soal menyelesaikan soal latihan latihan (hal8) (hal 8). Memeriksa siswa yang tidak mengerjakan latihan  Menyimpulkan tentang hal-  Menyamakan persepsi hal yang didiskusikan tentang hal-hal yang didiskusikan  Meminta salah seorang siswa  Memperhatikan yang mampu mengerjakan tayangan penyelesaian soal latihan secara mandiri soal, bagi siswa yang dan mendapat jawaban yang sudah paham diminta benar untuk menampilkan untuk membimbing penyelesaian soal di papan temannya tulis. Memberi reward berupa pujian dan tepuk tangan
  5. 5. C. Kegiatan Akhir (5 menit)  Menyimpulkan tentang Larutan dan sifat-sifatnya, Pengertian sifat koligatif larutan, Konsentrasi larutan ( kemolalan dan fraksi mol), Penurunan Tekanan uap larutan  Memberi tugas baca LKS 1.1 dan LKS 1.2  Memberi tugas baca contoh soal 1.4 (hal11) dan 1.6 (hal 15) Pertemuan kedua (2 jam pelajaran) A. Kegiatan awal (10 menit)  Salam pembuka  Memeriksa kehadiran siswa KONSEP/ MATERI Apersepsi Motivasi FASE KEGIATAN GURU  Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai (indicator dan tujuan pembelajaran saat ini)  Menanyakan kepada siswa tentang apa yang dimaksud dengan titik didih dan titik beku. Mengambil contoh titik didih air secara normal 100 0C. Bagaimana pengaruh tekanan di sekitar terhadap titik didih KEGIATAN SISWA  Mendengarkan penjelasan guru mengenai kompetensi yang akan dicapai (indicator dan tujuan pembelajaran)  Memberi jawaban tentang definisi titik didih dan titik beku  Memberi penjelasan tentang pertanyaan di atas  Mendengarkan penjelasan guru  Memeriksa kelengkapan atribut laboratorium yang harus dipersiapkan oleh siswa  Mempersiapkan alat dan bahan yang akan diperlukan, merakit peralatan untuk percobaan menganalisa penaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan
  6. 6. B. Kegiatan Inti (70 menit) FASE KONSEP/ MATERI KEGIATAN GURU  Menjelaskan tentang diagram fase (diagram P-T) Eksplorasi KEGIATAN SISWA  Mendengarkan penjelasan guru tentang diagram fase (diagram P-T)  Melakukan percobaan (LKS 1) menganalisa penaikan titik didih larutan karena pengaruh jumlah zat terlarut yang tidak mudah menguap  Kenaikan titik didih  Penurunan titik beku Elaborasi Konfirmasi  Mengawasi/ membimbing siswa yang sedang melakukan percobaan penaikan titik didih larutan (LKS 1)  Mengawasi/ membimbing siswa yang sedang melakukan percobaan penurunan titik beku larutan (LKS 2)  Melakukan percobaan (LKS 2) menganalisa penurunan titik beku larutan karena pengaruh jumlah zat terlarut yang tidak mudah menguap  Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam membahas contoh soal 1.4 (hal11) dan 1.6 (hal 15)  Menugaskan siswa untuk mengerjakan soal latihan hal 13  Menugaskan siswa untuk mempersiapkan/ melaporkan data pengamatan (LKS1 dan LKS 2)  Membahas contoh soal 1.4 (hal11) dan 1.6 (hal 15)  Meminta salah seorang siswa yang mampu mengerjakan soal latihan secara mandiri dan mendapat jawaban yang benar untuk menampilkan penyelesaian soal di papan tulis. Memberi reward berupa pujian dan tepuk tangan  Menyimpulkan bahwa: (1) titik didih larutan garam lebih tinggi dari titik didih air murni. (2) titik beku larutan garam lebih rendah dari titik beku air murni  Memperhatikan tayangan penyelesaian soal, bagi siswa yang sudah paham diminta untuk membimbing temannya  Mengerjakan soal latihan hal 13  Mempersiapkan/ melaporkan data pengamatan (LKS1 dan LKS 2)  Menyamakan persepsi
  7. 7. C. Kegiatan Akhir (10 menit)  Menyimpulkan bahwa: (1) titik didih larutan garam lebih tinggi dari titik didih air murni. (2) titik beku larutan garam lebih rendah dari titik beku air murni  Memberi tugas baca tentang tekanan osmosis Pertemuan ketiga (2 jam pelajaran) A. Kegiatan awal (5 menit)  Salam pembuka  Memeriksa kehadiran siswa KONSEP/ MATERI Apersepsi Motivasi FASE KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA  Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai (indicator dan tujuan pembelajaran saat ini)  Mendengarkan penjelasan guru mengenai kompetensi yang akan dicapai (indicator dan tujuan pembelajaran)  Memberi jawaban tentang definisi tekanan osmosis  Menanyakan kepada siswa tentang apa yang dimaksud dengan tekanan osmosis  Memberi penjelasan tentang aplikasi tekanan osmosis dalam kehidupan sehari hari atau dalam industri  Mendengarkan penjelasan guru
  8. 8. B. Kegiatan Inti (80 menit) FASE Eksplorasi KONSEP/ MATERI  Tekanan osmosis KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA  Meminta siswa mencari dari berbagai literature tentang penjelasan mekanisme dan contoh aplikasi tekanan osmosis  mencari dari berbagai literature tentang penjelasan mekanisme dan contoh aplikasi tekanan osmosis  mencari dari berbagai literature tentang definisi dari istilah hipotonik, isotonic dan hipertonik dalam osmosis, serta memberikan contohnya  Memperhatikan penjelasan guru tentang hubungan antara tekanan osmosis dengan jumlah partikel di dalam larutan ( persamaan Van,t Hoff)  Menanyakan kepada siswa tentang definisi dari istilah hipotonik, isotonic dan hipertonik dalam osmosis, serta memberikan contohnya  Menjelaskan tentang hubungan antara tekanan osmosis dengan jumlah partikel di dalam larutan ( persamaan Van,t Hoff) Elaborasi Konfirmasi  Menugaskan siswa membahas contoh 1.8 (hal 18) dan membimbing siswa-siswa yang mengalami kesulitan dalam menganalisa soal / memahami mekanisme perhitungan  Menugaskan siswa menyelesaikan soal latihan (hal 18). Memeriksa siswa yang tidak mengerjakan latihan  Meminta siswa mengerjakan soal ulangan secara jujur dan mandiri  Membahas contoh 1.8  Meminta salah seorang siswa yang mampu mengerjakan soal latihan secara mandiri dan mendapat jawaban yang benar untuk menampilkan penyelesaian soal di papan tulis. Memberi reward berupa pujian dan tepuk tangan  Menyimpulkan bahwa: tekanan osmosis adalah tekanan yang diperlukan untuk menghentikan proses osmosis larutan encer ( larutan murni) ke dalam larutan yang lebih pekat melalui selaput semipermiabel  Memperhatikan tayangan penyelesaian soal, bagi siswa yang sudah paham diminta untuk membimbing temannya  Mengerjakan soal latihan (hal 18)  mengerjakan soal ulangan secara jujur dan mandiri  Menyamakan persepsi
  9. 9. C. Kegiatan Akhir (5 menit)  Menyampaikan tugas untuk pertemuan berikutnya V. ALAT/ BAHAN / SUMBER BELAJAR   LKS  VI. Buku kimia kelas XII Erlangga Multi media PENILAIAN  PPK  Tagihan KIM 3101 MP (Lihat kartu soal) Medan, ……………………………………………….2012
  10. 10. LEMBAR KERJA SISWA NAMA SISWA KELAS MATA PELAJARAN 1. : : XII IPA : KIMIA Menentukan Nilai Kenaikan Titik Didih Larutan Non Elektrolit dan Elektrolit TUJUAN Mengamati titik didih zat pelarut (air) dan pengaruh zat terlarut terhadap titik didih larutan, serta menentukan nilai kenaikan titik didih larutan ALAT DAN BAHAN 1. Gelas kimia 2. Lampu Spiritus 3. Kawat Kassa dan Kaki tiga 4. Termometer 5. 6. 7. 8. NaCl 0,1 m Glukisa 0,1 m CaCl2 0,1 m Aqua LANGKAH KERJA Menentukan Titik Didih Zat Pelarut a. Masukkan 100 mL aqua ke dalam gelas kimia b. Panaskan air tersebut dengan menggunakan lampu spiritus atau pembakar bunsen c. Catat suhu setiap setengah menit sampai semua air mendidih dan suhu tetap Menentukan Titik Didih Larutan d. Masukkan 100 mL glukosa 0,1 m ke dalam gelas kimia. e. Panaskan air tersebut dengan menggunakan lampu spiritus atau pembakar bunsen f. Catat suhu setiap setengah menit sampai dengan semua air mendidih dan suhu tetap. g. Ulangi langkah a-c menggunakan larutan NaCl 0,1 m dan CaCl 0,1 m. Data Pengamatan : Waktu (Menit) Suhu (0C) 0,5 1,0 2,0 2,5 3,0 3,5 4,0 ... PERTANYAAN 1. 2. 3. Tentukan kenaikan titik didih larutan-larutan tersebut : Dari hasil perhitungan, adakah keteraturan jumlah partikel dengan nilai kenaikan titik didih ? Buatlh kesimpulan dari hasil percobaan !
  11. 11. 2. Menentukan Nilai Penurunan Titik Beku Larutan Non Elektrolit dan Elektrolit PENJELASAN TTG RPP Berdasarkan uraian di atas, telah disusun rancangan atau rencana pembelajaran yang sesuai dengan model Direct Instruction (DI) yang dapat mengembangkan berbagai kemampuan yang dimiliki siswa secara optimal, yaitu dengan menemukan dan mengembangkan fakta dan konsep secara bertahap dan jelas juga mempermudah siswa dalam memahami suatu konsep sehingga dapat mendukung kemampuan kognitif siswa. Dimana dicantumkan tujuan pembelajaran yang jelas dan teratur serta dapat memberikan deskripsi tentang materi yang diperlukan dalam mencapai tujuan pembelajaran seperti yang telah ditetapkan dengan memperhatikan prinsip-prinsip, yaitu: a. Menetapkan apa yang dilakukan oleh guru (scenario) b. Membatasi sasaran berdasarkan kompetensi (tujuan) yang hendak dicapai c. Mengembangkan alternatif” pembelajaran yang akan menunjang kompetensi (tujuan) yang telah ditetapkan. Berbicara tentang pembelajaran di sekolah, khususnya pembelajaran kimia tidak akan terlepas dari masalah yang terdapat di dalam pembelajaran kimia tersebut. Kimia sering dikeluhkan sebagai bidang studi yang sulit, sehingga tidak heran apabila nilai rata rata kimia lebih tendah dibandingkan nilai rata rata pada pelajaran lain. Dari penjelasan tersebut, solusi yang dapat dilakukan oleh guru adalah memperbaiki proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat. Selain itu guru harus segera menyesuaikan senga kurikulum baru yang menuntut keaktifan siswa. Alternative pembelajarang yang dapat digunakan adalah Model Pembelajaran DI yang disertai diskusi dan praktikum. Model pembelajran ini memberikan panduan secara bertahap dan terstruktur serta memberikan kemudahan bagi siswa yang tingkat berfikirnya masih rendah untuk secara perlahan dan bertahap yang diarahkan untuk mengembangkan tingkat berfikir yang lebih tinggi. Jadi model ini sesuai dengan karakter siswa yang mengalami transisi dari penerapan model lama yang cenderung statis menuju penerapan model baru yang menuntut siswa lebih aktif. Selain itu model pembelajaran DI juga sesuai untuk diterapkan pada pokok bahasa Sifat Koligatif Larutan, terutama pada soal soal hitungan.

×