Pengantar manajemen dan bisnis full

16,581 views

Published on

Published in: Business
3 Comments
8 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
16,581
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2,998
Actions
Shares
0
Downloads
682
Comments
3
Likes
8
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pengantar manajemen dan bisnis full

  1. 1. PENGANTAR MANAJEMENDAN BISNIS Angel Purwanti S.Sos., M.I.Kom Universitas Putera Batam angel.purwanti@yahoo.com. sg
  2. 2. KONTRAK KULIAH Buku Wajib :1. Dasar-dasar Manajemen, Drs. Brantas, M.Pd2. Pengantar Bisnis, Indriyo Gitosudarmo, M.Com Masuk perkuliahan 08.30 WIB (Pagi) 18.30 WIB (Malam) Toleransi keterlambatan 30 menit Tidak memakai Sandal Berpakaian yang rapi dan sopan Tidak menggunakan bahasa daerah (Cina, Batak, Padang, Dll) Tidak menitip absen melalui teman Tidak menggunakan Laptop dikelas
  3. 3. Materi perkuliahan Pentingnya Manajemen  Bisnis dan Fungsi-fungsi Manajemen Lingkungan Sejarah Perkembangan  Tanggung Jawab Manajemen sosial Perencanaan Organisasi  Bentuk Badan Usaha Pelaksanaan/ Pergerakan  Potensi Bisnis dan Pengawasan Kewirausahaan  Bisnis Internasional  Fungsi Pemasaran  Fungsi Keuangan  Fungsi Produksi  Proyek kebutuhanUTS  UAS Fungsi Manajemen
  4. 4. Tugas Mandiri  Tugas mandiri dalam bentuk Makalah  Makalah : Penelitian ( Menggambarkan, Menjelaskan, dan Meramalkan)  Menggambarkan : Menggambarkan situasi proses dan gejala-gejala atau objek tertentu yang sedang diamati  Menjelaskan : Menjelaskan tentang sesuatu dapat terjadi? Apa hubungan sebab akibatnya? Dan apa efek apa yang terjadi?  Ketentuan penulisan makalah, terdiri dari 3 bagian yaitu A. Cover makalah B. Isi makalah C. Penulisan makalah
  5. 5. Cover makalah tugasmandiri TUGAS MANDIRI Pengaruh Iklan Berwarna terhadap Minat Beli Pembaca Mata Kuliah: Komunikasi Bisnis Logo Universitas NamaMahasiswa:CahayaBungaSeruni NIM : 2009365 Kode Kelas : 112-MN012-N1 Dosen : Angel Purwanti, S.Sos., M.I.Kom UNIVERSITAS PUTERA BATAM 2012
  6. 6. Isi mAKALAH  Secara sederhana terdiri dari 3 Bab yang mewakili dari  BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan dan Manfaat 1.3.1 Tujuan 1.3.2 Manfaat  BAB II ISI 2.1 Kajian Teori 2.2 Metode Yang Digunakan 2.3 Hasil dari Penelitian 2.4 Pembahasan  BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan 3.2 Saran
  7. 7. PENULISAN MAKALAH  Jenis Tulisan Judul : Times News Roman, 14 Isi : Times News Roman, 12  Batas Kertas Batas Kiri : 4 cm Batas Kanan : 3 cm Batas Atas : 4 cm Batas Bawah : 3 cm  Jenis Kertas : A4  Jumlah Halaman : Minimal 15, tidak termasuk Cover  Spasi : 1,5  Di kumpul melalui : Softcopy (Email) dan Hardcopy (makalah)
  8. 8. TEMA MAKALAH Ada beberapa tema makalah yang bisa di jadikan landasan dalam pembuatan penelitian :  Tanggung jawab sosial  POAC  Fungsi Pemasaran  Bisnis Internasional  Dll.
  9. 9. Pentingnya Manajemen Sebagai Alat Pemersatu Sistem Kerja yang Rasional dalam Pencapaian Tujuan Prinsip Universal yang Dipergunakan dalam Usaha KerjasamaPentingnyaManajemen Kemampuan untuk Mengurus suatu Kegiatan Salah satu Faktor Produksi Suatu Profesi untu Menangani Kegiatan
  10. 10.  Manajemen : Suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud- maksud yang nyata.
  11. 11. Pendekatan Operasional Pendekatan Perilaku ManusiaPendekata n Pendekatan Sistem SosialManajemen Pendekatan Sistem- Sistem Pendekatan Kuantitatif
  12. 12. Method Men Money s Unsur- Unsur Manajemen MachinMarkets Material es
  13. 13. TUJUAN MANAJEMEN Dasar RasionalPedoman Bagi Kegiatan Standar Pelaksanaan Pengorganisasian Sumber Legitimasi Sumber Motivasi
  14. 14. FUNGSI-FUNGSI MANAJEMENPlanning Staffing Controlling Organizing Motivating
  15. 15. BIDANG KAJIAN MANAJEMENPRODUKSI KEUANGAN KANTOR PEMASARAN PERSONALIA
  16. 16. Paternalistic Management ManagementManagementDemocratic Open SISTEM-SISTEM MANAJEMEN Close Management
  17. 17. MANAJEMEN ILMU SENI •Adanya objek pengenal•Daya cipta yang timbul dari •Disusun secara sistematisdalam diri seseorang untuk •Menggunakan metodemewujudkan sesuatu keilmuan•Kemahiran yang diperoleh •Bebas dari prasangkadari praktik atau pengalaman •Dapat dipelajari dan diajarkan DIDASARKAN ATAS DIDASARKAN ATAS•Perasaan •Pembuktian•Terkaan •Diramalkan•Diuraikan •Dirumuskan•opini •Diukur dan dibandingkan DIKEMBANGKAN DENGAN DIKEMBANGKAN DENGAN•Latihan •pengetahuan
  18. 18. Pertemuan 2SEJARAH PERKEMBANGAN MANAJEMEN Angel Purwanti S.Sos., M.I.Kom Universitas Putera Batam
  19. 19. Manajemen sudah ada sejak ada pemimpin atau pengatur dan ada bawahan (yang diatur) untuk mencapai suatu tujuan bersama,walaupun masalahnya masih sangat sederhana...
  20. 20. Unsur-Unsur Manajemen Hubungan Pembagian Formal Kerja Tujuan Bersama Kerja Sama Human Orang dan Organization Pekerjaan
  21. 21. SEJARAH PERKEMBANGANTEORI MANAJEMENPeriode Waktu Aliran Manajemen Kontributor1870-1930 Manajemen Ilmiah Frederick W. Tylor, Frank dan Lilian Gilbert, Henn Gantt, Harington Emerson1900-1940 Teori Organisasi Klasik Henri Fayol, Jame D. Mooney, Mary parker Follet. Herbert Simon, Chester I.Banard1930-1940 Hubungan Manusia Hawthorne Studies, Elton Mayo, Fritz Roethlisberger Hugo Munsterberg1940-Sekarang Manajemen Modern Abraham Maslow, Chris Argyris, Douglas Mc Gregor, Edgar Schien, David Mc Cleland, Robert Blake & Jane Mouton, Ernest Dale, Peter Drucker, serta ahli operation research (management science)
  22. 22. Tiga Pembagian Teori Manajemen Teori Manajemen Aliran Organisasi Ilmiah Klasik Klasik Hubungan Manusiawi (Aliran Neoklasik) Manajemen Modern
  23. 23. TeoriManajemen Klasik• Terjadi pada saat Revolusi Industri, abad ke 19• Meningkatnya kebutuhan akan sesuatu pendekatan manajemen yang sistematis
  24. 24. Teori ManajemenKlasikRobert CharlesOwen Babbage
  25. 25. Robert Owen (1771-1858)  Seorang manajer beberapa pabrik Pemintalan kapas di New Lamark Skotlandia  Menekankan pentingnya unsur manusia  Memperbaiki perbaikan dalam kondisi kerja  Mengembangkan sejumlah prosedur kerja yang memungkinkan peningkatan produktivitas
  26. 26. Charles Babbage (1772-1871)  Seorang Profesor Matematika di Inggris  Aplikasi prinsi-prinsip ilmiah pada proses kerja akan menaikan produktivitas dan menurunkan biaya  Setiap tenaga kerja harus diberi latihan keterampilan yang sesuai dengan setiap operasi pabrik.
  27. 27. Teori Manajemen IlmiahFederick W Henry L Taylor Grantt Frank & Lillian Harrington Gilbreth Emerson
  28. 28. Frederick W. Taylor (1856-1915) • Seorang Sarjana teknik dari AS • Pimpinan perusahaan Bethlehem Steel Company • Bapak Scientific Management (Manajemen Berdasarkan Ilmu) • Tiga makalah gagasannya dirangkum dalam buku dengan judul SCIENTIFIC MANAGEMENT • Prinsip-prinsip dasar penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen dan mengembangkan sejumlah teknik-teknik untuk mencapai efesien
  29. 29. Frank dan Lilian Gilbert(1868-1924 dan 1878-1972)  Franks Gilberth Pelopor pengembangan studi gerak dan waktu Tertarik terhadap masalah efesiensi, terutama untuk menemukan “cara terbaik pengerjaan suatu tugas”  Lilian Gilberth Aspek-aspek manusia dengan kerja, seperti seleksi, penempatan dan latihan personalia
  30. 30. Henry L.Grantt (1861-1919) • Gagasan-gagasan 1. Kerja sama saling menguntungkan antara tenaga kerja dan manajemen 2. Seleksi ilmiah tenaga kerja 3. Sistem intensif (bonus) untuk merangsang produktivitas 4. Penggunaan instruksi- instruksi kerja yang terperinci • Kontribusi 1. Penggunaan metode grafik (Bagan Grantt), Perencaan koordinasi dan pengawan produksi 2. Teknik Schedulling Modern
  31. 31. Harrington Emerson (1853-1931) • Di titik beratkan padanb pemborosan dan ketidakefesienin • 12 belas prinsip-prinsip efesiensi 1. Tujuan dirumuskan dengan jelas 2. Kegiatan yang dilakukan dengan masuk akal 3. Adanya staf yang cakap 4. Disiplin 5. Balas jasa yang adil 6. Laporan yang terpercaya, segera, akurat dan ajeg, SIA 7. Pemberiaan perintah, perencanaan, dan pengurutan kerja 8. Adanya standar-standar dan skedul, metode dan waktu 9. Kondisi yang distandarisasi 10. Operasi yang distandarisasi 11. Instruksi praktis tertulis yang standar 12. Balas jasa efesiensi – rencana insentif
  32. 32. Teori Organisasi Klasik Chaster L. Henri Fayol Barnard Mary Paker Follett
  33. 33. Henri Fayol (1841-1925)  Industrialis perancis  Mengemukakan teori dan teknik-teknik admisitrasi sebagai pedoman bagi pengelolaan organisasi-organisasi yang kompleks  Mengemukakan empat belas prinsip manajemen yang secara ringkas
  34. 34. Teori Organisasi Klasik Henri FayolPlanning Coordinating Controlling Organizing Commanding 14 Prinsip Manajemen
  35. 35. Mary Paker Follet (1868-1933)  Ahli pengetahuan sosial pertama yang menerapkan psikologi pada perusahaan  Memberi kontribusi tentang kreativitas, kerjasama anatra manajer dan bawahan, koordinasi dan pemecahan konflik.  Menguraikan suatu pola organisasi yang ideal di mana manajer mencapai koordinasi melalui komunikasi yang terkendali dengan para
  36. 36. Chaster l.Barnard (1886-1961)  Ia seorang Presiden Perusahaan Bell Telephone di New Jersey  Dia memandang organisasi sebagai sistem kegiatan yang diarahkan oada tujuan  Ia menekankan pentingnya peralatan komunikasi untuk pencapaian tujuan kelompok  Pelopor dalam penggunaan “pendekatan
  37. 37. Aliran Hubungan Manusia Hugo Elton MayoMunsterberg
  38. 38. Hugo Munsterberg (1863-1961)  Pencetus Psikologi Industri  Bapak Psikologi Industri  Dia mngemukakan bahwa untuk mencapai peningkatan produktivitas dapat dilakukan melalui tiga cara yaitu (1) penemuan best possible person, (2) penciptaan best possible work, dan (3) penggunaan best possible effect untuk memotivasi pegawai.
  39. 39. Elton Mayo (1880-1949)  “Hubungan Manusiawi”  Menggambarkan cara manajer berinteraksi dengan bawahannya
  40. 40. Aliran Manajemen ModernAbraham Frederick ChrisMaslow Herzberg Argyris Robert Douglas Mc Blake & Gregor Jane MoutonEdgar Rensis Fred FiedlerScliein Likert
  41. 41. Abraham Maslow Frederick Herzberg
  42. 42. Chris Argyris Douglas Mc Gregor
  43. 43. Edgar Scliein Robert Blake & Jane Mouton
  44. 44. Rensis Likert Fred Fiedler
  45. 45. Pengertian Planning Perencanaan adalah suatu adalah proses untuk kumpulan menentukan keputusan- rencana keputusan (plan) Perencanaan Hasilnya diproses oleh adalah perencana rencana (planner) (plan)
  46. 46. Definisi Perencanaan George R Terry Perencanaan adalah memilih dan menghubungkan fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dengan ujalan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan
  47. 47. Definisi Rencana  Rencana sejumlah kputusan yang menjadi pedoman untuk mencapai pedoman untuk mencapai suatu tujuan tertentu.  Jadi , setiap rencana mengandung dua unsur yaitu tujuan dan pedoman
  48. 48. Lima dasar klasifikasi rencana( T.Hani Handoko, 1992:84-85) Bidang Fungsional Tingkatan Unsur-unsur Organisasional Karakteristik - Waktu karakteristik
  49. 49. Rencana ProduksiKeuangan Bidang Pemasaran Fungsional Personalia
  50. 50. Satuan-satuankerja organisasi TingkatanOrganisasional Keseluruhan Organisasi
  51. 51. Faktor-faktor Kompleksitas Flesksibilitas Kualitatif Keformalan Karakteristik RencanaKuantitatif Kerahasiaan Rasionalitas Biaya
  52. 52. Rencana Jangka Pendek WaktuRencana Rencana Jangka JangkaPanjang Menengah
  53. 53. Kebijaksanaan Unsur-Prosedur unsur Anggaran Rencana Program
  54. 54. Fungsi RencanaMenyediakan peralatan untukpencapaian serangkaian sasarandari rencana tingkatan diatasnyaMenunjukan sasaran yang harusdipenuhi rencana tingkatandibawahnya
  55. 55. Tipe Utama Rencana Rencana-rencana Strategik (Strategic Plans) • Yang dirancang memenuhi tujuan-tujuan organisasi yang lebih luas • Mengimplementasikan misi yang memberi alasan khas kepada organisasi Rencana-rencana Operasional (Operational Plans) • Penguraian lebih terperinci bagaimana strategic akan dicapai
  56. 56. Dua Tipe rencana Operasional Rencana Sekali Pakai (Single Use Plans) • Dikembangkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu • Tidak digunakan kembali apabila telah tercapai Rencana Tetap (Standing Plans) • Pendekatan-pendekatan standar untuk penanganan situasi-situasi yang dapat diperkirakan
  57. 57. Langkah-langkah dalam bidangPerencanaan1. Jelaskan problem yang bersangkutan2. Usahakanlah untuk mencapai keterangan-keterangan tentang aktivitas-aktivitas yang akan dilaksanakan3. Analisis dan klasifikasilah keterangan-keterangan yang diperoleh4. Tetapkanlah premis-premis perencanaan dan penghalang- penghalang terhadapnya5. Tentukan rencana-rencana alternatif6. Pilihlah rencana yang diusulkan7. Tetapkanlah urutan-urutan dan penetapan waktu secara terperinci bagi rencana yang diusulkan tersebut8. Laksanakanlah pengecekan tentang kemajuan rencana yang diusulkan
  58. 58. Kegiatan dari Fungsi Perencanaan 1. Meramalkan 2. Menetapkan maksud tujuan 3. Mengacarakan 4. Menyusun tata waktu 5. Menyusun anggaran belanja 6. Memperkembangkan prosedur 7. Menetapkan dan menafsirkan
  59. 59. Pertanyaan Pokok Perencanaan What How Why Where Who When
  60. 60. Keuntungan dan Kerugian PerencanaanKeuntungan Kelemahan1. Teratur dan bertujuan 1. Tidak dapat menentukan2. Meminimalisir pekerjaan yang terjadinya sesuatu dengan tidak produktif pasti3. Menggunakan alat pengukur 2. Membutuhkan biaya besar yang dicapai 3. Merupakan penghalang4. Menggunakan fasilitas yang psikologis tersedia 4. Sebagai suatu cara kerja5. Pedoman tentang arah, motif, dengan paksaan tentang apa komunikatif (efektif) yang telah digariskan6. Melihat hubungan-hubungan 5. Menitik beratkan perhatian aktivitas pada masalah yang dihadapi menurut kenyataan dari pada7. Landasan pengawasan pemikiran yang jelas
  61. 61. ORGANISASI (ORGANISASI)Pertemuan 5Pengantar Manajemen dan BisnisAngel Purwanti S.Sos.,M.I.Kom
  62. 62. MengorganisasikanOrganisasiPengorganisasian
  63. 63. Mengorganisasikan• Proses pengelompokan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan-tujuan dan penugasan setiap kelompok kepada seorang manajer, yang mempunyai kekuasaan, yang perlu untuk mengawasi anggota-anggota kelompok.
  64. 64. Pengorganisasian• Dilakukan untuk menghimpun dan mengatur semua sumber- sumber yang diperlukan, termasuk manusia, sehingga pekerjaan yang dikehendaki dapat dilaksanakan dengan berhasil baik.
  65. 65. Organizing•Untuk membantu orang-orang dalam bekerja bersama sama secara efektif
  66. 66. TUJUAN DAN MANFAATORGANISASIUntuk mengatasi Untuk mencapai Sebagai Wadah• Kemampuan tujuan • Memanfaatkan sumber• Kemauan • Efektif daya dan teknologi• Sumber Daya yang • Efesien bersama dimiliki • Mengembangkan potensi dan spesialisasi yang dimiliki seseorang • Mendapatkan jabatan dan pembagian kerja • Mengelola lingkungan bersama-sama • dll
  67. 67. Asal Kata Alat, Bagian,Organisasi Organum Anggota badan
  68. 68. Pengorganisasian(Usman, Husaini, Handoko, 2006) Penentuan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi Proses perancangan dan pengembangan sesuatu sesuai dengan arah tujuan Penugasan tanggung jawab tertentu Pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individu-individu untuk melaksanakan tugas-tugasnya
  69. 69. Definis OrganisasiWeber (1986) : Struktur BirokrasiSutarto (1995) : Kumpulan orang, Proses pembagiankerja, dan sistem kerja sama atau sistem soal.Jones (1995) : Respon terhadap makna nilai-nilaikreatif untuk memuaskan kebutuhan manusia.Griffin & Morhead (1996) : Sekelompok orang yangbekerja sama untuk mencapai tujuan organisasiBamard (2000) : Suatu sistem aktivitas yangdikoordinasikan secara sadar oleh dua orang atau lebih
  70. 70. Mengorganisir (PembagianKerja) Pembagian Kerja Vertikal • Penetapan-penetapan garis-garis kekuasaan dan menentukan tingkat-tingkat yang membentuk bangunan organisasi itu secara tegak. Pembagian kerja horizontal • Dibagi atas spesialisasi kerja • Tujuannya untuk peningkatan efesiensi dan kualitas
  71. 71. Dua Orang atau lebih Unsur Organisasi TujuanKerja yangSama hendak dicapai
  72. 72. Asas-asas Organisasi Asas tujuan organisasi Asas kesatuan tujuan Asas kesatuan perintah Asas rentang kendali Asas pendelegasian wewenang Asas keseimbangan wewenang dan tanggung jawab Asas tanggung jawab Asas pembagian kerja Asas jenjang berangkai Asas efesiensi Asas kesinambungan Asas koordinasi
  73. 73. Pertemuan 5Pengantar Manajemen dan BisnisAngel Purwanti S.Sos.,M.I.KomPELAKSANAAN(ACTUATING)
  74. 74. Definisi PelaksanaanGeorge R.Terry mengartikan Pelaksanaan yaitu“Actuating is setting all members of the group to want to achive and to strike in achieve the objective willingly and keeping with the managerial planning and organizing efforts.”
  75. 75. Koontz dan O’Donnel mendefinisikan pergerakan yaituDirecting and leading are the interpersonal aspects of managing by which sub ordinate are led to understand and contribute efectively and effeciency to the attainment of enterprece objectives
  76. 76. Kesimpulannya...Pelaksanaan atau Pergerakan adalahkegiatan yang dilakukan oleh pimpinan untuk membimbing, mengarahkan, mengatur segala kegiatan yang telahdiberi tugas dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha
  77. 77. Perilaku Manusia MotivasiPelaksanaan/Pergerakan Kepemimpinan Komunikasi
  78. 78. PERILAKU MANUSIA Peranan Ilmu Pengetahuan 1. Psikologi FaktorPimpinan Manusia 2. Sosiologi 3. Antropologi 4. Psikologi Sosial
  79. 79. Teori-teoriPerilaku Manusia Elton • Hawthrone Mayo Studies Douglas • Teori X dan Mc Gregor Teori Y • The Extraverse D Jung • The Introvers • The Ambiverse Robert Owen dan • Heredity Andrew • Environment Uro
  80. 80. Pembentuk PerilakuRansangan Tanggapan Tanggapan Konsekuensi Stimulus akan datang
  81. 81. Teknik mengubah perilaku(Manajer) Penguatan Positif Penguatan Hukuman Negatif Pemadaman
  82. 82. <<<< MOTIVASI >>>>T. Hani Handoko, mengartikan sebagai berikut : Motivasi sebagai keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan- kegiatan tertentu guna mencapai tujuan
  83. 83. Alasan melakukan MOTIVASI.. PemenuhanMotivasi kebutuhan Bekerja • Kebutuhan • Keb. Yang • The desire to live • Desakan disadari • The desire for • Keinginan • Keb. Yang posession • Dorongan tidak • The desire for disadari power • The desire for • Fisik recognation • Mental • (Peterson &Plowman)
  84. 84. Jenis-jenis Motivasi Motivasi Positif (Incentive Positive) • Suatu dorongan bersifat postif • Contoh : pegawai prestasi diberikan insetif berupa hadiah Motivasi Negatif (Incentive Negative) • Mendorong bawahan dengan ancaman hukuman • Contoh : pegawai kurang berprestasi akan di kenakan hukuman
  85. 85. Kelompok Teori Motivasi Teori • Perspective Theories • Bagaimana memotivasi PegawaiPetunjuk • Content TheoryTeori Isi • Memusatkan Pada “apa” dari motivasi Teori • Process Theory • Bagaimana perilaku dimulai dan dilaksanakanProses • Menjelaskan aspek bagaimana dari motivasi
  86. 86. Teori-teori MotivasiAbraham Frederick Mc. Porter- Teori Maslow Herzberg Clelland Lawler keadilan Membandingan Teori Physiological Maintenance Needs for dengan pengharapan Needs Factors Achievment pendidikan, penga dimasa datang laman Anntisipasi Membandingkan Safety Needs Motivation Factors Need for Affiliation tanggapan atau penghargaan hasil yang diterima Acceptance Need for Power Needs Status needs Self Actualizations
  87. 87. Alat Motivasi Non Material MaterialIncentive Incentive
  88. 88. Kepimpinan Stoner, Freeman  G.R Terry dan Gilbert Jr (1995) Kepemimpinan Kepemimpinan adalah kegiatan- sebagai proses kegiatan untuk mengarahkan dan mempengaruhi mempengaruhi orang-orang agar aktivitas yang mau bekerja sama berkaitan dengan untuk mencapai pekerjaan dari tujuan anggota kelompok itu
  89. 89. Implikasi Definisi• Kepemimpinan • Leader melibatkan orang lain • Pengikut• Adanya Kekuasaan • Organisasi• Keterpengaruhan • Objective para pengikut• Adanya nilaiStoner G.Rdkk Terry
  90. 90. Kekuatan Pemimpin(John French dan Bertram Raven)Coercive Reward Legitimate Power Power Power Expert Kekuatan Power Referen
  91. 91. Bentuk Pilihan Pemimpin Pengangkatan Kekuatan AtasanTradisi/Warisan Pemilihan Pribadi
  92. 92. Kriteria Pemimpin berdasarkan pemilihan Keinginan Kecakapan untuk Kecerdasan Logis memimpin Kecakapan General Akal Budiberkomunikasi Knowledge Kecakapan Spesial menjalin Knowledge hubungan
  93. 93. Ciri-ciri Kepemimpinan Intuitif(Allen, 1958) Mengedepankan kepentingan sendiri Membuat semua keputusan secara sendirian Lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan atau solusi-solusi teknis Lebih suka memberitahu daripada mendengarkan Menjalankan organisasi sesuai dengan selera pribadi Memonopoli ganjaran Mengontrol dengan cara melakukan inspeksi
  94. 94. Ciri-ciri Kepemimpinan Manajemen (Allen) Mengedepankan kepentingan kelompok Pembuatan keputusan dalam sebuah tim Fokus kepada tugas manajerial Setiap prestasi diberi ganjaran Mengontrol dengan cara memberikan eksepsi
  95. 95. Pendekatan Kepemimpinan(Djokosantoso Moeljono ,2003:26-32) Pendekatan Sifat-Sifat Kepemimpinan Pendekatan Pendekata Situasional Perilaku pada Kepemimpinan Kepemimpinan
  96. 96. Pendekatan Sifat Kepemimpinan• Para Teoritis percaya bahwa pemimpin memiliki ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang menyebabkan mereka dapat memimpin para pengikutnya• Kelemahan dari teori ini yaitu begitu banyak sifat pemimpin yang harus diperhatikan• Tokoh : ORDWAY TEAD, CHESTER I.Barnard dan ERWIN H. SCHELL• Pendekatan ini menemukan dua Pembeda yaitu (a) Pemimpin dan Bukan Pemimpin, (b) Pemimpin Efektif dan Tidak Efektif
  97. 97. Pendekatan Perilakukepemimpinan• Lebih fokus kepada apa yang dilakukan para pemimpin, bagaimana mereka berkomunikasi dengan dan memotovasi bawahan mereka, dll• Ada dua aspek dalam pendekatan ini yaitu (1) Aspek Fungsi Kepemimpinan, (2) Gaya Kepemimpinan• Aspek Kepemimpinan meliputi (1) Tugas, (2) Memelihara Kelompok• Aspek Gaya Kepemimpinan terdiri dari (1) Gaya berorientasi pada tugas, (2) gaya Berorientasi Pada Karyawan
  98. 98. Pendekatan SituasionalKepemimpinan• Pendekatan ini berasumsi bahwa tidak satupun sifat yang secara umum dimiliki oleh pemimpin dan tidak satupun gaya yang efektif untuk semua situasi• Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kepemimpinan yaitu (1) tuntutan tugas, (2) harapan dan perilaku rekan, (3) karakteristik , harapan dan perilaku karyawan, (4) Budaya organisasi dan kebijakannya.
  99. 99. Model-model kepemimpinan Transaksional Hersey dan Fiedler dan Blanchard transformasionalSebelas Asas Ki Hadjar Hasta Bratakepemimpinan Dewantara
  100. 100. CONTROLLING(PENGAWASAN)Pertemuan 6Pengantar Manajemen dan BisnisAngel Purwanti S.Sos.,M.I.Kom
  101. 101. DEFINISI PENGAWASAN.....Pengawasan adalah proses pengaturan berbagai faktor dalam suatu perusahaan, agar pelaksanaan sesuai dengan ketetapan-ketetapan dalam rencana (Earl P.Strong)
  102. 102. Kaitan Pengawasan dan Perencanan(Hasibuan, 2001:241) Pengawasan harus Pengawasan dapat terlebih dahulu dilakukan jika ada direncankaan rencana Tujuan baru dapatPelaksanaan rencana diketahu tercapai akan baik jika dengan baik atau tidakpengawasan dilakukan setelah pengawasan dengan baik atau penilaian dilakukan
  103. 103. PengawasanPerencanaan Pengawasan Tujuan • Organizing • Penilaian • Efektif • Actuating perencanaan • Efesien
  104. 104. Tujuan.... Proses pelaksanaan di lakukan sesuai dengan ketentuan rencana Melakukan tindakan perbaikan, jika ada penyimpangan Tujuan sesuai rencana Menghentikan atau meniadakan kesalahan, penyimpangan, penyelew engan, pemborosan, hambatan dan ketidak adilan Menciptakan suasana Meningkatkan kelancaran Meningkatkan kinerja Memberikan opini
  105. 105. Keterbukaan KoreksiAkuntabilitas Mengkoordinasikan Manfaat Pengawasan
  106. 106. Asas Pengawasan(Harold Koontz dan Cyril O’Donnel) Asas Asas Asas Tanggung Asas Efesiensi pengawasan tercapainya Jawab Pengawasan Terhdapan Tujuan Pengawasan Masa depan Asas Asas Asas Asas Refleksi penyesuaianPengawasan Pengawasan Rencana dengan Langsung Individual Organisasi Asas Asas Pengawasan AsasAsas Standar Pengawasan terhadap Kekecualian Fleksibel Strategies Asas Peninjauan Asas Tindakan Kembali
  107. 107. Pengawasan Teknis Pengawasan Pengawasan Waktu Kebijaksanaan Pengawasan Pengawasan Produksi Penjualan Pengawasan Pengawasan Keuangan InventarisPengawasan Jenis-jenis Pengawasan Karyawan Pengawasan Pemeliharaan
  108. 108. Proses pengawasan Mengukur Melakukan• Standar dasar • Pelaksanaan Tindakan pengawasan • Pelaksanaan dengan standar • Perbaikan • Hasil yang • Menentukan penyimpangan dicapai Membandingk Menentukan an
  109. 109. Cara Pengawasan Pengawasan Langsung Pengawasan Pengawasan Tidak Pengecualian Langsung
  110. 110. Pengawasan berdasarkanSifat dan Waktu Prefentive Control Repreventive Control Pengawasan Saat proses dilakukan Pengawasan Berskala Pengawasan Mendadak Pengawasan Melekat
  111. 111. External Control Internal Control MacamPengawasan Formal Control Informal Control
  112. 112. Personal Observation Report Budget Alat FinansialPengawasan Non Budget Statistik Break Event Point Internal Point
  113. 113. Daftar PustakaPengantar Manajemen Drs.Brantas M.Pd

×