Successfully reported this slideshow.
STATIC ROUTING
Router meneruskan paket dari sebuah network ke network yang lainnya berdasarkan rute(catatan: seperti
rute ...
KETERBATASAN RIP
METRIC: Hop Count
RIP menghitung routing terbaik berdasarkan hop count dimana belum tentu hop count yang ...
6. Metrik yang digunakan BGP untuk menentukan rute terbaik sangat kompleks dan dapat
dimodifikasi dengan sangat fleksibel....
Routing
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Routing

1,390 views

Published on

Published in: Technology
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Routing

  1. 1. STATIC ROUTING Router meneruskan paket dari sebuah network ke network yang lainnya berdasarkan rute(catatan: seperti rute pada bis kota) yang ditentukan oleh administrator. Rute pada static routing tidak berubah, kecuali jika diubah secara manual oleh administrator. DYNAMIC ROUTING Router mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router. PENGERTIAN RIP RIP adalah protokol routing dinamik yang berbasis distance vector. RIP menggunakan protokol UDP pada port 520 untuk mengirimkan informasi routing antar router. RIP menghitung routing terbaik berdasarkan perhitungan HOP. RIP membutuhkan waktu untuk melakukan converge. RIP membutuhkan power CPU yang rendah dan memory yang kecil daripada protokol yang lainnya. 1) Merupakan protocol routing yang digunakan secara luas di Internet. 2) Memanfaatkan broadcast address untuk distribusi informasi routing. 3) Menentukan rute terbaik dengan “hop count” terkecil. 4) Update routing dilakukan secara terus menerus. KARAKTERISTIK RIP a. Menggunakan algoritma distance-vector (Bellman Ford). b. Dapat menyebabkan routing loop. c. Diameter jaringan terbatas. d. Lambat mengetahui perubahan jaringan. e. Menggunakan metrik tunggal.
  2. 2. KETERBATASAN RIP METRIC: Hop Count RIP menghitung routing terbaik berdasarkan hop count dimana belum tentu hop count yang rendah menggunakan protokol LAN yang bagus, dan bisa saja RIP memilih jalur jaringan yang lambat. Hop Count Limit RIP tidak dapat mengatur hop lebih dari 15. hal ini digunakan untuk mencegah loop pada jaringan. Classful Routing Only RIP menggunakan classful routing ( /8, /16, /24 ). RIP tidak dapat mengatur classless routing. CARA KERJA RIP 1. Host mendengar pada alamat broadcast jika ada update routing dari gateway. 2. Host akan memeriksa terlebih dahulu routing table lokal jika menerima update routing . 3. Jika rute belum ada, informasi segera dimasukkan ke routing table . 4. Jika rute sudah ada, metric yang terkecil akan diambil sebagai acuan. 5. Rute melalui suatu gateway akan dihapus jika tidak ada update dari gateway tersebut dalam waktu tertentu. 6. Khusus untuk gateway, RIP akan mengirimkan update routing pada alamat broadcast di setiap network yang terhubung BGP (Border Gateway Protocol) Kecanggihan dan kerumitan BGP sebenarnya dapat diperjelas intinya dengan beberapa karakteristik kunci. Berikut ini adalah karakteristik routing protokol BGP yang menandakan ciri khasnya: 1. BGP adalah Path Vector routing protocol yang dalam proses menentukan rute-rute terbaiknya selalu mengacu kepada path yang terbaik dan terpilih yang didapatnya dari router BGP yang lainnya. 2. Routing table akan dikirim secara penuh pada awal dari sesi BGP, update selanjutnya hanya bersifat incremental atau menambahi dan mengurangi routing yang sudah ada saja. 3. Router BGP membangun dan menjaga koneksi antar-peer menggunakan port TCP nomor 179. 4. Koneksi antar-peer dijaga dengan menggunakan sinyal keepalive secara periodik. 5. Kegagalan menemukan sinyal keepalive, routing update, atau sinyal-sinyal notifikasi lainnya pada sebuah router BGP dapat memicu perubahan status BGP peer dengan router lain, sehingga mungkin saja akan memicu update-update baru ke router yang lain.
  3. 3. 6. Metrik yang digunakan BGP untuk menentukan rute terbaik sangat kompleks dan dapat dimodifikasi dengan sangat fleksibel. Ini merupakan sumber kekuatan BGP yang sebenarnya. Metrik-metrik tersebut sering disebut dengan istilah Attribute. 7. Penggunaan sistem pengalamatan hirarki dan kemampuannya untuk melakukan manipulasi aliran traffic membuat routing protokol BGP sangat skalabel untuk perkembangan jaringan dimasa mendatang. 8. BGP memiliki routing table sendiri yang biasanya memuat informasi prefix-prefix routing yang diterimanya dari router BGP lain. Prefixprefix ini juga disertai dengan informasi atributnya yang dicantumkan secara spesifik di dalamnya. 9. BGP memungkinkan Anda memanipulasi traffic menggunakan attribute-attributenya yang cukup banyak. Attribute ini memiliki tingkat prioritas untuk dijadikan sebagai acuan. OSPF (Open Shortest Path First) Karakteristik Open Shortest Path First (OSPF): 1. Menggunakan Algoritma link-state 2. Membutuhkan waktu CPU dan memori yang besar 3. Tidak menyebabkan routing loop 4. Dapat membentuk heirarki routing menggunakan konsep area 5. Cepat mengetahui perubahan pada jaringan 6. Dapat menggunakan beberapa metric 7. Metricnya berdasarkan nilai cost (bandwidth) 8. Tidak dibatasi oleh masalah banyaknya hop count 9. Default administrative distance = 110

×