Successfully reported this slideshow.
Your SlideShare is downloading. ×

Ad

TRAUMA CAPITIS
OLEH : ANDRY SARTIKA

Ad

DEFINISI
Adalah trauma yang
mengenai kulit kepala,
tengkorak, dan otak yang
disebabkan oleh trauma
tumpul atau trauma
temb...

Ad

ETIOLOGI
Trauma
 Kecelakaan
 Jatuh
 Terkena Pukulan
 Benturan
 Tertusuk
 Peluru
 dll

Ad

Ad

Ad

Ad

Ad

Ad

Ad

Ad

Ad

Upcoming SlideShare
Cedera Kepala
Cedera Kepala
Loading in …3
×

Check these out next

1 of 12 Ad
1 of 12 Ad
Advertisement

More Related Content

Advertisement

Cidera Kepala

  1. 1. TRAUMA CAPITIS OLEH : ANDRY SARTIKA
  2. 2. DEFINISI Adalah trauma yang mengenai kulit kepala, tengkorak, dan otak yang disebabkan oleh trauma tumpul atau trauma tembus. ( Mansjoer, 2000; Brunner & Soddarth, 2002 )
  3. 3. ETIOLOGI Trauma  Kecelakaan  Jatuh  Terkena Pukulan  Benturan  Tertusuk  Peluru  dll
  4. 4. KLASIFIKASI BERDASARKAN PATOFISIOLOGI 1. Komosio Serebri : Tidak ada jaringan otak yang rusak tp hanya kehilangan fungsi otak sesaat. (pingsan < 10 mnt) atau amnesia pasca cedera kepala. 2. Kontusio Serebri : Kerusakan jar. Otak + pingsan > 10 mnt atau terdapat lesi neurologik yg jelas. 3. Laserasi Serebri : kerusakan otak yg luas + robekan duramater + fraktur tl. Tengkorak terbuka.
  5. 5. Lanjutan BERDASARKAN GCS: 1. GCS 13-15 : Cedera Kepala Ringan 2. GCS 9-12 : Cedera Kepala Sedang 3. GCS 3-8 : Cedera Kepala Berat
  6. 6. TANDA DAN GEJALA  Ggn Kesadaran  Abnormalitas Pupil  Defisit Neurologi  Perubahan TTV  Ggn Penglihatan  Ggn Pendengaran  Disfungsi sensory  Kejang otot  Sakit kepala  Vertigo  Ggn pergerakan  Kejang  Dll
  7. 7. PERDARAHAN YANG SERING DITEMUKAN Epidural Hematom : • Terdapat pengumpulan darah diantara tulang tengkorak dan duramater akibat pecahnya pembuluh darah. Subdural Hematoma • Terkumpulnya darah antara duramater dan jaringan otak.
  8. 8. Lanjutan Perdarahan Intraserebral : • Perdarahan di jaringan otak karena pecahnya pembuluh darah arteri, kapiler, vena. Perdarahan Subarachnoid : • Robeknya pembuluh darah dan permukaan otak, hampir selalu ada pada cedera kepala yang hebat.
  9. 9. PEMERIKSAAN PENUNJANG CT Scan dan Rontgen mengidentifikasi adanya hemoragik, menentukan ukuran ventrikuler, pergeseran jaringan otak Angiografi serebral menjukan kelainan sirkulasi serebral, seperti pergeseran jaringan otak akibat edema, perdarahan, trauma. X-Ray mendeteksi perubahan struktur tulang (fraktur), perubahan struktur garis (perdarahan/edema. Analisa gas darah mendeteksi ventilasi atau masalah pernapasan (oksigenasi) jika peningkatan TIK Elektrolit untuk mengkoreksi keseimbangan elektrolit sebagai akibat peningkatan TIK
  10. 10. PENATALAKSANAAN 1. Observasi selama 24 jam 2. Sementara di puasakan dulu apabila pasien masih muntah. 3. Bila ada indikasi beri terapi IV 4. Tirah baring 5. Beri obat-obat untuk vaskularisasi 6. Beri obat-obat analgesic, antibiotic 7. Pembedahan
  11. 11. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa Keperawatan yang biasanya muncul adalah: 1) Tidak efektifnya pola napas sehubungan dengan depresi pada pusat napas di otak. 2) Tidakefektifnya kebersihan jalan napas sehubungan dengan penumpukan sputum. 3) Gangguan perfusi jaringan otak sehubungan dengan udem otak 4) Keterbatasan aktifitas sehubungan dengan penurunan kesadaran (soporos - coma) 5) Resiko tinggi gangguan integritas kulit sehubungan dengan immobilisasi, tidak adekuatnya sirkulasi perifer.
  12. 12. SELESAI

×