“ Kimia Tembaga “<br /><ul><li>TUJUAN PERCOBAAN
Mempelajari pembuatan pembuatan tembaga (I) oksida.
DASAR TEORI
Tembaga adalah logam merah muda yang lunak, dapat ditempa dan liat. Melebur pada 10380C. Karena potensial elektrode standa...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Laporan Praktikum Kimia Anorganik II - Kimia Tembaga

12,030 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
12,030
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
222
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Laporan Praktikum Kimia Anorganik II - Kimia Tembaga

  1. 1. “ Kimia Tembaga “<br /><ul><li>TUJUAN PERCOBAAN
  2. 2. Mempelajari pembuatan pembuatan tembaga (I) oksida.
  3. 3. DASAR TEORI
  4. 4. Tembaga adalah logam merah muda yang lunak, dapat ditempa dan liat. Melebur pada 10380C. Karena potensial elektrode standarnya positif, tidak larut dalam asam klorida dan asam sulfat encer, meskipun dengan adanya oksigen bisa larut sedikit. Tembaga yang terdapat di bumi ini tidak melimpah (55 ppm) namun terdistribusi secara luas sebagai logam dalam sulfida, arsenida, klorida dan karbonat. Mineral yang paling umum adalah chalcopyrite CuFeS2. Tembaga diekstraksi dengan pemanggangan dan peleburan oksidatif atau dengan pencucian dengan bantuan mikroba, yang diikuti oleh elektrodeposisi dari larutan sulfat kimiawi tembaga ditemukan sebagai Cu+ dan Cu2+ [1].</li></ul>Tembaga (Cu) merupakan salah satu logam yang paling ringan dan paling aktif. Cu+ mengalami disproporsionasi secara spontan pada keadaan standar (baku). Hal ini bukan berarti larutan senyawa Cu(I) tidak mungkin terbentuk. Untuk menilai pada keadaan bagaimana mereka ditemukan, yaitu jika kita mencoba membuat (Cu+) cukup banyak pada larutan air, Cu2+ akan berada pada jumlah banyak (sebab konsentrasinya harus sekitar dua juta dikalikan pangkat dua dari Cu+. Disproporsionasi akan menajdi sempurna. Di lain pihak jika Cu+ dijaga sangat rendah (seperti pada zat yang sedikit larut atau ion kompleks mantap), Cu2+ sangat kecil dan tembaga (I) menjadi mantap [4].<br />Tembaga (I) seperti terdapat dalam CuI dan Cu(CN) memiliki bentuk stereokimia tetrahedral, sedangkan CuII memiliki bentuk yang lebih beragam. Segi empat untuk CuO(s), CuCO, atau CuCl dan oktahedral terdistorsi dalam ikatan trans yang lebih panjang sebagai contoh Cu(H2O) dan CuCl2(s) [5].<br />Tembaga dalam jumlah yang kecil esensial bagi kehidupan, tetapi akan bersifat racun dalam jumlah yang besar, terutama bagi bakteri, alga, dan fungi. Diantara banyak senyawa tembaga yang digunakan sebagai pestisida adalah asetat basa, karbonat, klorida, hidroksida, dan sulfat. Secara komersil senyawa tembaga yang terpenting adalah CuSO4.5H2O. Selain dalam bidang pertanian, CuSO4 juga digunakan untuk baterai dan penyepuhan, pembuatan garam tembaga yang lain, perminyakan, keret, dan industri baja [4].<br />Secara umum garam tembaga (I) tidak larut dalam air. Senyawa-senyawa tembaga (II), yang dapat diturunkan dari tembaga (II) oksida, CuO hitam. Garam-garam tembaga (II) umumnya berwarna biru, baik dalam bentuk hidrat, padat, muapun dalam larutan-air. Warna ini benar-benar khas hanya untuk ion tetraakuokuprat (II) [Cu (H2O)4]2+ saja. Garam-garam tembaga (II) anhidrat, seperti tembaga (II) sulfat anhidrat CuSO4, berwarna putih (atau sedikit kuning). Senyawa-senyawa Cu (I) berwarna putih kecuali oksidasinya merah. Sedangkan senyawa Cu (II) hidratnya biru dan anhidratnya abu-abu. Senyawa-senyawa Cu (II) lebih stabil dalam larutan. Mereka beracun dan mengion yang berwarna gelap (biru gelap) yang terbentuk dengan larutan amonia berlebihan. Cu digunakan buat kabel/kawat/peralatan listrik; dalam logam-logam paduan; monel, perunggu kuningan, perak jerman, perak nikel untuk ketel dan lain-lain. Umumnya bijih tembaga hanya mengandung 0,5% Cu. Pemekatan bijih ini sangat diperlukan. Hal ini biasanyanya dilakukan dengan pengembangan menghasilkan bijih pekat dengan kandungan sekitar 20-40%. Untuk mendapatkan tembaga yang lebih murni, Cu2O direduksi dengan karbon (C).<br />2Cu2O + C 4Cu + CO2[1].<br />Tembaga merupakan salah satu logam yang terdapat cukup banyak dalam keadaan bebas. Metalurgi dan kegunaan tembaga. Melalui ekstraksi tembaga dari bijihnya (biasanya sebagai sulfida) lebih rumit. Kekompleksan ini meningkat sebab adanya besi sulfida pada bijih tembaga. Prosedur yang biasa digunakan mengakibatkan besi diproduksi bersama-sama dengan tembaga. Untuk menghindari hal ini, besi harus dipisahkan sebelum reduksi akhir logam tembaga dilakukan. Lima langkah yang dilakukan adalah pemekatan, pemanggangan, peleburan, pengubahan dan pengilangan [3].<br />Potensial pengionan pertama Cu lebih tinggi daripada golongan alkali. Karena elektron-elektron pada kulit d juga dilibatkan dalam ikatan logam, panas penyubliman dan titik leleh tembaga juga jauh lebih tinggi daripada alkali. Jika kita membuat Cu+ cukup banyak pada larutan air, Cu2+ akan berada pada jumlah banyak. Disproporsionasi akan menjadi sempurna. Di lain pihak jika Cu+ dijaga sangat rendah (seperti pada zat yang sedikit larut atau ion kompleks mantap), Cu2+ sangat kecil dan tembaga (I) menjadi mantap. Cu+(aq) mengalami disproporsionasi secara spontan pada keadaan standar (baku) [4].<br />Asam tatrat atau asam sitrat dalam terkandung dalam suatu larutan, maka tembaga (II) hidroksida tak diendapkan oleh larutan basa alkali, tetapi larutan jadi berwarna biru. Jika larutan yang basa ini diolah dengan zat-zat pereduksi tertentu, seperti hidroksilamina, hidrazina, glukosa dan asetaldehida maka tembaga (I) hidroksida yang kuning mengendap dari larutan yang hangat, yang kemudian diubah menjadi tembaga (I) oksida merah [5].Tembaga kadang-kadang ditemukan secara alami, seperti yang ditemukan dalam mineral-mineral seperti cuprite, malachite, azurite, chalcopyrite, dan bornite. Deposit bijih tembaga yang banyak ditemukan di AS, Chile, Zambia, Zaire, Peru, dan Kanada. Bijih-bijih tembaga yang penting adalah sulfida, oxida-oxidanya, dan karbonat. Dari mereka, tembaga diambil dengan cara smelting, leaching dan elektrolisis.<br />Industri elektrik merupakan konsumen terbesar unsur ini. Campuran logam besi yang memakai tembaga seperti brass dan perunggu sangat penting. Semua koin-koin di Amerika dan logam-logam senjata mengandung tembaga. Tembaga memiliki kegunaan yang luas sebagai racun pertanian dan sebagai algisida dalam pemurnian air. Senyawa-senyawa tembaga seperti solusi Fehling banyak digunakan di bidang kimia analitik untuk tes gula.<br /><ul><li>ALAT dan BAHAN
  5. 5. ALAT :
  6. 6. Tabung reaksi
  7. 7. Gelas arloji
  8. 8. Neraca analitik
  9. 9. pipet tetes
  10. 10. Erlenmeyer
  11. 11. Pembakar bunzen
  12. 12. Gelas ukur
  13. 13. Penjepit tabung
  14. 14. BAHAN :
  15. 15. tembaga (II) sulfat
  16. 16. kalium tartat
  17. 17. larutan NaOH 1 M
  18. 18. glukosa
  19. 19. Aquades
  20. 20. PROSEDUR KERJA
  21. 21. 1 gr Kalium TartatPembuatan tembaga (I) oksida
  22. 22. 5 ml NaOH
  23. 23.
  24. 24. Dicampurkan dalam tabung reaksi
  25. 25. </li></ul> Ditambahkan 5 mL tembaga(II)sulfat sampaiendapan yang terbentuk melarut <br />Larutan NaOH + Kalium Tartat<br /> <br />Ditambahkan 1 gram glukosa<br />Dipanaskan sampai terjadi endapan warna merah jingga <br />Endapan <br /><ul><li>Hasil Pengamatan
  26. 26. Tembaga (II) Sulfat berwarna biru muda
  27. 27. Tembaga (II) Sulfat + NaOH + Kalium Tartat berwarna biru tua dan tidak ada endapan
  28. 28. Setelah ditambahkan 1 gr glukosa berubah menjadi biru kehijauan dan terdapat endapan putih
  29. 29. Dibakar terdapat endapan orange dan larutan berwarna biru kehijauan
  30. 30. Pembahasann
  31. 31. Tembaga (II) Sulfat berwarna biru muda dan setelah ditambahkan NaOH serta Kalium Tartat, larutan tak ada perubahan. Namun, setelah ditambahkan 1 gram glukosa larutan berubah menjadi warna biru kehijauan dan terdapat endapan putih. Setelah dibakaar terdapat endapan orange yang menandakan terdapat tembaga (I) oksida di dalamnya dan larutan berwarna biru kehijauan.
  32. 32. KESIMPULAN
  33. 33. Setelah melakukan percobaan ini,dapat disimpulkan bahwa :
  34. 34. Tembaga (II) sulfat bila dicampurkan kedalam campuran NaOH dan kalium tartat akan menghasilkan larutan yang berwarna biru
  35. 35. Larutan warna biru hasil dari pencampuran tembaga(II) sulfat dan campuran NaOH dan kalium tartat,bila di tambahkan glukosa dan di panaskan akan menghasilkan endapan merah jingga.
  36. 36. Endapan merah jingga yang terbentuk adalah tembaga (I) oksida.
  37. 37. Suatu Tembaga (I) oksida telah terbentuk dengan melarutkan CuSO4 di dalam campuran NaOH dan Kalium tartrat .
  38. 38. DAFTAR PUSTAKA
  39. 39. Annisanfushie.2008. http://annisanfushie.wordpress.com/2008/12/16/kimia-tembaga/
  40. 40. Jim clark.2007. http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_anorganik1/logam_transisi/tembaga-anorganik/
  41. 41. Mechanical blog.2011. http://yefrichan.wordpress.com/2011/02/12/proses-pembuatan-tembaga/
  42. 42. Sugiyarto,K.H. 2003. KIMIA ANORGANIK 2,EDISI REVISI. JICA . Jogyakarta
  43. 43. Suparni Setyowati Rahayu.2009. http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/bahan-baku-dan-produk-industri/bijih-tembaga/

×