Tpibaru7

701 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
701
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tpibaru7

  1. 1. TUTOR INFEKSI PUTARAN I<br />PEMERIKSAAN TUBEX-TF<br />Lulut K, dr – Dr. JusakNugraha, dr, MS, SpPK (K)<br />
  2. 2. Pendahuluan<br />PenyebabdemamtifoidterseringadalahSalmonella Typhi<br />Salmonella Typhimempunyai :<br />Antigen O  somatik<br />Antigen H  flagela<br />Antigen Vi  envelope<br />Persamaanfaktordominan Ag O digolongkanserogrup yang sama (serogrup A, B, C, D) <br />Persamaanfaktor Ag H digolongkanserotip yang sama (serotip a, b, c, d)<br />
  3. 3. Pendahuluan<br />
  4. 4. Pendahuluan<br />Gejalaklinistidakkhas, sulitdibedakandenganDBD, malaria, leptospirosis danchikungunya.<br />Perlupemeriksaanlaboratorium<br />
  5. 5. Pendahuluan<br />Diagnosis demamtifoiddigolongkandalamtigakelompokyaitu:<br />1. Isolasikuman<br />2. UjiSerologi antiboditerhadap antigen spesifikSalmonella Typhidanmenentukan antigen spesifikSalmonella Typhi TUBEX<br />3. Pelacakan DNA Salmonella Typhidarispesimenpenderita hibridisasidenganpelacak DNA (DNA probe) dantehnikPolymerase Chain Reaction (PCR)<br />
  6. 6. PrinsipPemeriksaan TUBEX-TF <br />Mengukurkemampuan serum antibodiIgMmenghambatreaksiantara antigen berlabellateksmagnetik (reagenwarnacoklat) danantibodimonoklonalberlabellatekswarna (reagenwarnabiru). <br />Dipisahkanolehsuatudayamagnetik. <br />Konsentrasipartikelindikator yang tersisadalamcairanmenunjukkandayainhibisi. <br />
  7. 7. PrinsipPemeriksaan TUBEX-TF <br />
  8. 8. PersiapanPemeriksaan<br />Reagencoklat<br />Skalawarnadengan magnet<br />Kontrolpositif<br />Kontrolnegatif<br />SumuranreaksiberbentukV <br />Reagenbiru<br />Stikerpenandabotol<br />Selotifuntuksumuranreaksi<br />
  9. 9. PersiapanPemeriksaan<br />Duajenisreagen :<br />Brown reagent = reagencoklat<br /><ul><li>Volume 1,7 ml
  10. 10. Partikelmagnetik yang dilapisidengan antigen LPS-09 Salmonella Typhi.</li></ul>Blue reagent = reagenbiru<br /><ul><li>Volume 3,5 ml
  11. 11. Partikellateksberwarnabiru yang dilapisidenganIgM anti 09.</li></li></ul><li>PersiapanPemeriksaan<br />Duamacamcairankontrol:<br /><ul><li>Kontrolnegatif
  12. 12. Kontrolpositif.</li></li></ul><li>PersiapanPemeriksaan<br />TUBEX V-SHAPED TUBES :<br />Skala : 0 ----------- 10<br />Kemerahan ----------- Kebiruan<br />
  13. 13. MetodePemeriksaan<br />
  14. 14. PelaporanHasil<br />
  15. 15. InterpretasiHasil<br />
  16. 16. TERIMA KASIH<br />
  17. 17. Hal yang MempengaruhiPemeriksaan<br />Perbandingan yang salahantarareagendansampel<br />Suspensipartikel yang tidakhomogen<br />Pencampuranreagen yang kurangsempurna<br />
  18. 18. Hal yang MempengaruhiPemeriksaan<br />Pengocokanyang terlalulambatselamainkubasi<br />Plasma EDTA atausitras<br />Sampel yang hemolisisatauikterik<br />
  19. 19. Salmonella<br />Batang, Gram negatif, oksidasenegatif, tidak membentuk spora dan bersifat fakultatif anaerob<br />Dibagimenjadi 2 spesies :<br />Salmonella enterica<br />Salmonella bongori<br />S.typhi: K/A, gas-, H2S+, sitrat-, lisin+, indol-, motilitas+<br />
  20. 20. ANTIBODI<br />Antibodimonoklonal : <br />antibodimonospesifik yang dapatmengikatsatuepitopsaja<br />Epitop : <br />bagian antigen yang dapatmenimbulkanterjadinyaresponimun<br />
  21. 21. LIPOPOLISAKARIDA<br />Sebuahmolekulbesarberupakompleksantarasenyawa lipid danpolisakaridadenganikatankovalen. <br />Senyawa LPS banyakditemukanpadalapisanmembranselsebelahluarbakteri gram-negatifdanbersifatendotoksin, yang memicuaktivasisistemkekebalan.<br />
  22. 22. LIPOPOLISAKARIDA<br />LPS dari Ag O terdiri dari 3 regio :<br />Regio I :<br />mengandung Ag O spesifik atau Ag dinding sel<br />polimer oligosakarida <br />berguna untuk pengelompokan serologis, <br />Regio II,<br />terikat pada antigen O, terdiri dari <br />core polysaccharide, <br />mempunyai sifat yang konstan di antara Enterobacteriace<br />Regio III, <br />mengandung lipid A yang terikat pada core polysaccharide, merupakan <br />bagian yang toksik. <br />Lipid A menempelkan LPS pada membran permukaan sel (outer membrane)<br />
  23. 23. False Positif<br />Reagenbiru >><br />Reagencoklat <<<br />Menyebabkanreagenbiru yang takterikatdalamjumlahberlebih di supernatan. <br />
  24. 24. False Negatif<br />Terlalubanyakreagencoklat yang akanmengikatIgMpasiendanIgMdarireagen.<br />
  25. 25. Skor TUBEX dan respon terbentuknya antibodi (Lim 2010)<br />
  26. 26.
  27. 27. LarutanKontrol<br />KontrolPositif :<br />antibodidalam protein yang distabilkandengan buffer<br />KontrolNegatif :<br /> protein yang distabilkandengan buffer<br />
  28. 28. Deteksi Antigen padaTubex TF<br />
  29. 29. Pengelompokan organisme Salmonella menurut skema Kauffmann-White berdasarkan antigen O dan H <br />
  30. 30. WHY LPS O9 Antigen ?<br />Immunodominant & Robust<br />Immunogenic in infants<br />LPS O-9 <br />Antigen<br />Potent B cell mitogen<br />Very rare in nature<br />Only in group D Salmonella<br />(WHO, 2003. Background document : The diagnosis, treatment and prevention of typhoid fever)<br />tc<br />
  31. 31. Serotipe (serovar)<br />Spesies dicetak miring<br />Serovar tidak dicetak miring dan mulai dengan huruf pertama kapital<br />Contoh: Salmonella enterica serovar Typhi. <br />Serovar dapat digunakan tanpa nama spesies, misalnya: Salmonella Typhi (S. Typhi)<br />

×