Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Tkik2

572 views

Published on

Published in: Technology, Business
  • Be the first to comment

Tkik2

  1. 1. Oleh:<br />Dr. SubarkatBangunsatoto<br />Pembimbing :<br />Prof.dr. S.P. Edijanto Sp. PK (K)<br />1<br />ANALISIS pH dan GAS DARAH<br />
  2. 2. PENDAHULUAN<br />Analisis pH dan gas darah mengetahui status asambasadanoksigenasiseseorang<br />Mengukur pH, pCO2 , pO2<br />Menghitung HCO3-<br />Membantu diagnosis danpemantauanpasienkondisidaruratmedis<br />2<br />
  3. 3. SAMPEL<br />Darah : - arteri, kapiler<br /> - anaerob<br /> - antikoagulan heparin <br />Syringe atautabungkapiler,<br />Diperiksa < 15 menit<br />3<br />
  4. 4. Bila > 15 menit<br />4<br />
  5. 5. 5<br />
  6. 6. 6<br />
  7. 7. 7<br />
  8. 8. 8<br />
  9. 9. contohhasil<br />9<br />
  10. 10. 10<br />
  11. 11. 11<br />PRINSIP PEMERIKSAAN<br />ALAT UKUR<br />R<br />pCO2<br />pH<br />pO2<br />- DARAH ARTERI<br />- ANAEROB<br />- HEPARIN<br />suhu konstan 370 C<br />pH , pCO2 , pO2 = diukurlangsung<br />
  12. 12. PENGUKURAN pH<br />Elektroda gelasditembus H+<br />Kadar ion H+ meningkatkanbedapotensial elektroda gelasdan elektroda referen<br />Beda potensialdiukuroleh voltmeter<br />12<br />
  13. 13. PENGUKURAN Pco2<br />Gas CO2 menembus membranmasuk pada larutan Na-bikarbonas  perubahan pH beda potensial<br />Beda potensial diukur oleh voltmeter<br />13<br />
  14. 14. PENGUKURAN Po2<br />O2berdifusimasukmenembusmembran direduksidikatoda  arusmengalirdarikatodakeanoda<br />Pengukurandilakukanberdasarkuatarus<br />14<br />
  15. 15. KALIBRASI<br />Elektroda pH denganpenyanggastandar pH tertentu ( 6,841 dan 7,386)<br />Elektroda pCO2 dan pO2 dengancampuran gas CO2dan O2 yang dijenuhkandenganuap air<br /> - st gas rendah<br /> - st gas tinggi<br />15<br />
  16. 16. PEMANTAPAN MUTU<br />INTERNAL<br />Pemeliharaanrutinsesuaijadwal<br />Bahankontrol : <br /> - tonometridarahutuh<br /> - bahankontrolkomersial<br />16<br />
  17. 17. Tonometridarahutuh<br /> - pCO2dan pO2<br /> - pH menggunakanlarutanpenyangga<br />Bahankontrolkomersial :<br /> - cepatdipengaruhiudara,<br /> - ada data pH, Pco2, dan Po2 <br />17<br />
  18. 18. 18<br />EKSTERNAL<br />pemeriksaanbahankontroldaripengelola,<br />setiaplaboratoriummengirimkanhasilpemeriksaanbahankontrol,<br />adaumpanbaliklaporanstatistiktentangkinerjalaboratoriumtersebut. <br />
  19. 19. PARAMETER YANG DIHITUNG<br />1. Bikarbonat<br /> a. Diketahuimelalui formula Henderson Hasselbalch<br />19<br /> [ A -] <br />pH = pK + log ———<br />[ H A ]<br />UNTUK BIKARBONAT :<br />[HCO3- ]<br />pH = 6,1 + log ———<br />[ H2CO3 ]<br />
  20. 20. 20<br />6,1 adalahpKbikarbonasdalam plasma<br />0,03 adalahkoefisienkelarutan CO2dalam plasma<br /> H2CO3 = 0,03 X p CO2<br /> [ HCO3- ]<br />pH = 6,1 + log ————<br />[H2CO3 ]<br /> [ HCO3- ] <br />pH = 6,1 + log —————–<br />0,03 X Pco2<br />
  21. 21. 21<br />b. Cara mendapatkannilai HCO3- ( CO2 total , Base excess) denganNomogramSigaard - Andersen<br />contoh :<br />pH : 7,4<br /> pCO2 : 40 mmHg<br /> HCO3 : 24 mmol/l<br /> Base excess : 0<br />Data normal<br />Dr.med. Puruhito<br />Dasar-dasarpemberiancairandanelektrolit<br />padakasuskasusbedah<br />
  22. 22. 22<br />contoh :<br />pH : 7,12<br /> pCO2 : 30 mmHg<br /> HCO3 : 9,2 mmol Base excess : - 20 mmol/l<br /> ( Hb = 15 g/dl )<br />Dr.med. Puruhito<br />Dasar-dasar pemberian cairan dan elektrolit<br /> pada kasus kasus bedah<br />
  23. 23. 23<br />2. Base Excess (BE)<br /> BE = BB pasien – BB normal<br /> BB = HCO3 - + HPO4 - + Hb- + HbO2 –dll<br />3. Total CO2<br />4. SaturasiOksigen<br />
  24. 24. 24<br />Saturasioksigen :<br />Ditentukandarinilai pO2dan pH dalamkurvadisosiasioksigen.<br />Letakkurvaditentukanolehkemampuanmolekuldeoksihemoglobinuntukmengikatlebihbanyakoksigen.<br />PerubahanafinitasHb kurvabergeserkekananataukekiri.<br />
  25. 25. Kurvadisosiasioksigen<br />25<br />
  26. 26. 26<br />Kurvabergeserkekiribila : <br /> - [ H+ ] menurunatau pH meningkat, - Pco2menurun, <br /> - suhumenurun, <br /> - 2,3 DPG menurun.<br />
  27. 27. 27<br />Kurva bergeser ke kanan bila :<br />- [ H+ ] meningkat atau pH menurun, - Pco2 meningkat, - suhu meningkat, - 2,3 DPG meningkat<br />
  28. 28. 28<br />TERIMA KASIH<br />
  29. 29. EVALUASI GANGGUAN KESEIMBANGAN ASAM BASA<br />Denganmenggabungkanpemeriksaanklinisdanlaboratorium.<br />Pemeriksaanlaboratorium : <br /> - analisa pH dan gas darah,<br /> - penentuankadarelektrolit,<br /> - tesspesifikpenyebabgangguan.<br />29<br />
  30. 30. Tahapan interpretasi data gas darah :<br /> 1. pH darah : normal (7,35 – 7.45),<br /> asidemia (<7,35), atau<br /> alkalemia (>7,45). <br /> Bila pH dalam rentang normal : <br /> - pH<7,4 mengarah asidosis, <br /> -pH>7,4 mengarah alkalosis.<br />30<br />
  31. 31. 2. Pco2 : normal (35 – 45 mmHg), <br />asidosisrespiratorik/ hipoventilasi (>45 mmHg), <br />atau alkalosis respiratorik/ hiperventilasi (<35 mmHg) <br />3. HCO3- : normal (23 – 28 mmol/l),<br />asidosismetabolik (<23 mmol/l), atau<br /> alkalosis metabolik (>28 mmol/l),<br />4.menggabungkanketigainformasi status danadanyakompensasi.<br />31<br />
  32. 32. PROSES KOMPENSASI<br />Bertujuan mempertahankan pH darah selalu mendekati 7,4 (normal).<br />Gangguan asam basa murni akan membangkitkan proses kompensasi.<br />Nilai batas kompensasi dapat diperkirakan dengan uraian sebagai berikut :<br />32<br />
  33. 33. 1. Asidosis respiratorik :<br /><ul><li>Akut : dalam 10 menit HCO3- plasma meningkat 2 -4 mmol/l, peningkatan ini biasanya tidak melampaui 30 -32 mmol/l.</li></ul>- Kronis : peningkatan HCO3- plasma sesudah 2-4 hari dengan rumus :<br />batas tertinggi kompensasi 45 mmol/l<br />33<br />HCO3- = (0,43 x pCO2 ) + 7,6<br />
  34. 34. 2. Alkalosis respiratorik :<br />- Akut : HCO3- plasma menurun 2-4 mmol/l sampai batas terendah 18 mmol/l.<br />- Kronik : sesudah 5-7 hari HCO3- plasma terus menurun, biasanya tidak akan lebih rendah dari 12 mmol/l. <br />34<br />
  35. 35. 3. Asidosismetabolik :<br />NilaipCO2 dapatdiperkirakandenganrumus:<br />Pco2 = ( 1,5 x kadar HCO3- ) + 8<br />Bilanilai Pco2 pemeriksaanlebihbesardariperhitunganrumus, kemungkinan :<br /><ul><li>suatuasidosismetabolikmurni, tetapikompensasi</li></ul>belumlengkap, atau<br /> - suatugangguancampuranasidosisrespiratorik<br />danasidosismetabolik. <br />35<br />
  36. 36. Bila nilai Pco2 pemeriksaan lebih rendah dari perhitungan rumus, kemungkinan : suatu gangguan campuran asidosis metabolik dan alkalosis respiratorik.<br />36<br />
  37. 37. 4. Alkalosis metabolik :<br />Nilai Pco2dapatdihitungdenganrumus :<br />Pco2 = ( 0,9 x kadar HCO3- ) + 9<br />Perhitunganinidicapaisesudah 12 sampai 24 jam, danbataskompensasi paling tinggisekitar Pco2 60mmHg.<br />37<br />
  38. 38. 38<br />Tabelkeseimbanganasambasasederhana<br />
  39. 39. 39<br />Contohkasus<br />Kasus 1. pH 7,24 ( primer: asidosis )<br /> pCO2 70 mmHg ( asidosisrespiratorik )<br /> BE 0 mEq/l <br /> HCO3- 24 mEq/l<br />Analisis : Asidosisrespiratoriktanpakompensasi, misalkanpadakeracunanmorfin.<br />
  40. 40. 40<br />Kasus 2. pH 7,25 ( primer: asidosis ) pCO2 25 mmHg ( alkalosis respiratorik )<br /> BE -6 mEq/l ( asidosismetabolik )<br /> HCO3- 18 mEq/l ( asidosis metabolic )<br />Analisis : Asidosis metabolic dengankompensasialkakosisrespiratorik, misalpadagagalginjalakut.<br />
  41. 41. 41<br />Kasus 3. pH 7,18 ( primer asidosis )<br /> pCO2 50 mmHg ( asidosisrespiratorik )<br /> BE -10 mEq/l ( asidosis metabolic )<br /> HCO3- 17 mEq/l ( asidosis metabolic )<br />Analisis : Asidosis metabolic bersamadenganasidosisrespiratorik. Keadaanklinisdapatmemberipetunjukapakahkeadaaniniterjadibersamaataukahkeadaan yang satumendahului yang lain.<br />
  42. 42. 42<br />

×