Th2

8,011 views

Published on

1 Comment
4 Likes
Statistics
Notes
  • gan saya butuh banget materi ini,,tolong dibantu dong gimana kalu pengen download..
    terimakasih..
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
8,011
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
77
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
1
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Th2

  1. 1. TUTOR HEMATOLOGIPEMERIKSAAN SERUMIRON (SI) DAN TOTAL IRONBINDING CAPACITY (TIBC)Sri Kartika Sari, dr/WiyandaHidayati,dr.MS.SpPK(K)
  2. 2. PENDAHULUANBESI : Trace element vital yang sangat dibutuhkan untuk pembentukan :  hemoglobin  mioglobin  berbagai enzim Di dalam tubuh berada dalam bentuk terikat dengan protein tertentu. Kandungan normal besi tubuh :  Laki-laki : 50 mg/kgBB  Perempuan : 35 mg/kgBB
  3. 3. Metabolisme besi Sebagian besar besi tubuh ada dalam hemoglobin Turnover besi juga didominasi oleh sintesis dan pemecahan hemoglobin Heme disintesis di sel darah merah yang masih berinti dalam sumsum tulang Heme dipecah dalam sel fagosit di spleen, liver dan sumsum tulang. Besi dikeluarkan dari heme oleh heme oksigenase dan digunakan kembali untuk sintesis heme.
  4. 4. Lanjutan... Hanya sebagian kecil besi yang dikeluarkan tubuh, sehingga tidak mempengaruhi kandungan besi tubuh dan kebutuhan tubuh. Feritin dan hemosiderin dibutuhkan dalam sintesis heme. Transferin suatu iron-binding protein dibutuhkan dalam transport besi Sebagian besar sel mendapatkan besi dari transferin transferin akan berikatan dengan receptor transferin yang ada di permukaan sel.
  5. 5. Gbr. Pertukaran besi dalam tubuh 1 mg 1 mg Small intestineParenchymal tissue 1 mgMuscle Transferin 30 mg 5 mg ReticuloendothelialSkin (plasma) 3 mgHepatocytes cells (haem600 mg 30 mg breakdown Liver spleen and Erythroid marrow 6 mg bone marrow Haem synthesis (feritin and 150 mg haemosiderin) 24 mg 500 mg Circulating red cell (haem) 24 mg 2300 mg
  6. 6. Absorbsi Besi dalam makanan dalam bentuk :  Ferri hidroksida, komplek ferri protein dan komplek heme protein. Absorbsi terjadi di duodenum dalam bentuk ferro Protein DMT-1 (Divalent Metal Transporter) pengangkut besi dari lumen usus Ferroportin mengatur keluarnya besi dari sel ke plasma porta
  7. 7. Gbr. Proses Absorbsi besi pada permukaan duodenum Fe²⁺ Fe³⁺ Permukaan apikal Ferric reductas DMT-1 e DCYTB ferritin Hephaestin (ferrooxydas ferroportin e) Fe²⁺ Permukaan basolateral Fe³⁺
  8. 8. Lanjutan... Besi dalam makanan dalam bentuk besi heme dan besi non heme. Absorbsi besi :  meningkat dengan adanya vitamin C dan daging  Dihambat oleh adanya phytate, tannins, serat.
  9. 9. Distribusi dan transportasi Protein yang berperan dalam transportasi dan penyimpanan besi :  Transferin  Resepter transferin  Feritin Besi disimpan dalam RES sebagai feritin dan hemosiderin Feritin kompleks besi-protein, larut dalam air Hemosiderin kompleks besi-protein tidak larut, dapat dilihat dengan pewarnaan Perl Prussian Blue
  10. 10. Gangguan Metabolisme Besi Anemia defisiensi besi :  Paling sering dijumpai  Penyebab : Rendahnya masukan besi Gangguan absorbsi Kehilangan besi  Kadar besi menurun, TIBC meningkat dan cadangan besi rendah/-
  11. 11.  Anemia penyakit kronik Ditandai oleh : Pemendekan umur eritrosit Gangguan metabolisme besi Gangguan produksi eritrosit Kadar besi serum menurun Cadangan besi jaringan tinggi TIBC rendah
  12. 12. Penimbunan besi Terjadi pada penyakit yang disertai absorbsi besi berlebihan dan tranfusi Akibatnya : kerusakan pada organ tubuh.
  13. 13. Pemeriksaan Serum Iron(direkomendasikan oleh ICSH) Prinsip :  Besi ferro direaksikan dengan larutan kromogen akan membentuk komplek warna. Semua reagen harus memiliki analytical grade kandungan besi terendah. Persiapan :  Tabung yang digunakan disposible plastic atau jika menggunakan glassware harus dicuci dengan detergen, direndam dalam HCl 2 mol/L selama 12 jam dan selanjutnya dibilas dengan iron-free water
  14. 14. Lanjutan. Protein precipitant  Dalam 45 ml HCl 1mol/L ditambahkan 5 ml larutan trichloracetic acid 6,1 mol/L, kemudian ditambahkan lagi dengan 200 mg ascorbic acid dan campur. 5 ml TCA 200 mg 6,1 mol/L ascorbi c acid 45 ml HCl 1 m0l/L
  15. 15. Lanjutan... Larutan kromogen  Larutkan 25 mg ferrozine dalam 100 ml sodium acetate 1,5 mol/L  Disimpan dalam gelap sampai 4 minggu. Larutan standar 80 μmol/L  Tambahkan 200 μL HCl 2 mol/L dalam 22,1 ml deionized water, dan campur.  Tambahkan 100 μL lautan standar besi (1000 μg Fe/mL dalam 1 % HCl) dan campur.  Stabil hingga 2 bulan pada suhu ruangan
  16. 16. Cara kerja 0,5 ml 0,5 ml 0,5 ml protein protein protein precipitan precipitan precipitan t t t 0,5 ml serum 0,5 ml larutan 0,5 ml iron-free standar water Tunggu 5 menit Sentrifugasi 13.000 g selama 4 menitsupernatan
  17. 17. lanjutan 0,5 ml 0,5 ml 0,5 ml larutan larutan larutan kromoge kromoge kromoge n n n 0,5 ml larutan 0,5 ml iron-free 0,5 ml supernatan standar + water + protein protein presipitant presipitant Tunggu 10 menit Baca absorbans pada panjang gelombang 562 nm
  18. 18. Lanjutan... Kalkulasi :  Serum iron (μmol/L) = A sample – A blank x 80 A standar – A blank Nilai rujukan : 10-30 μmol/L Catatan :  Jika menggunakan plasma EDTA maka terjadi perubahan warna yang lambat, dan harus ditunggu selama 15 menit sebelum diukur absorbansnya.
  19. 19. Pemeriksaan Serum Iron (SI) diLab. PK RSU Dr. Soetomo Metode : colorimetric-ferrozine Prinsip :  Ikatan antara ferri (Fe³⁺) dan transferin dilepaskan oleh guanidine dalam suasana pH 4,8. Selanjutnya asam askorbat akan mereduksi ion ferri (Fe³⁺) menjadi ferro (Fe²⁺), kemudian ferro akan bereaksi dengan ferrozine membentuk kompleks berwarna
  20. 20. Lanjutan..... Reagen :  R1 :  Acetate buffer, pH 4,8 100 mmol/L  Guanidine hydrochloride 5 mol/L  Thiourea 52,5 mmol/L  R2 :  Ascorbic acid  R3 :  Ferrozine 41 mmol/L  Standar  Iron 100 μg/dL
  21. 21. Cara kerja1. Membuat larutan kerja (working reagent) :  Larutkan1 sendok takar R2 dalam 50 ml R1. Tunggu hingga tercampur dengan baik. 1 sendok takar R2 50 ml R1  Stabil selama 2 minggu pada suhu 2-8˚C dan 3 hari pada suhu 20-25˚C.
  22. 22.  2. BLANKO STANDAR SAMPE L Akuade Standar Sampel s 60 μL 60 μL 60 μLWorkin Workin Working g greagent reagent reagent200 μL 200 μL 200 μL A1 A2 Tunggu 50 detik, kemudian baca absorbans pada panjang gelombang 550 (A1 dan A2)
  23. 23.  3.R3 10 μL R3 10 μL R3 10 μL A3 A4 Baca absorbans setelah 325 detik, pada panjang gelombang 550 nm (A3, A4)
  24. 24.  Penghitungan : A4-A2 x konsentrasi standar A3-A1 Nilai rujukan :  Anak-anak : 0,5 – 1,2 mg/L ( 9,0 – 21,5 μmol/L)  Wanita dewasa : 0,5 – 1,7 mg/L ( 9,0 – 30,4 μmol/L)  Laki-laki dewasa : 0,65 – 1,75 mg/L ( 11,6 – 31,3 μmol/L)
  25. 25. Pemeriksaan TIBC(yang direkomendasikan ICSH) Dalam plasma, besi terikat pada tranferin, dan TIBC adalah mengukur protein tersebut. TIBC = serum iron + UIBC Nilai rujukan : 47- 70 μmol/L Prinsip :  Serum ditambahkan kelebihan besi (Ferri klorid). Besi yang tidak terikat transferin akan diabsorbsi oleh magnesium carbonate, kemudian kadar besi serum diukur.
  26. 26. reagen Basic magnesium carbonate Saturating solution (100 μmol Fe/L).  Tambahkan 17,7 ml deionized water, 100 μL HCl 1mol/L, 100 μL larutan standar. Saturating iron solution mengandung 5,6 μg Fe/mL  Campur  Stabil dalam 2 bulan pada suhu ruangan.
  27. 27. Cara kerja0,5 ml 100 mg Campur dan magnesiusaturatin diamkan 15 mg iron menit pada carbonatsolution suhu ruangan kocok 0,5 ml serum Diamkan selama 30 menit, sekali-kali dikocokPeriksa Sentrifugasi, 13.000 gseperti Ambil 0,5 ml supernatan selama 4 menitSI
  28. 28. Pemeriksaan Total Iron BindingCapacity (TIBC) di Lab. PK Metode : Saturasi Prinsip : TIBC dievaluasi setelah saturasi transferin oleh larutan besi, dan kelebihan besi akan diabsorbsi oleh magnesium hydroxide carbonate. Setelah disentrifus, konsentrasi besi dalam supernatan diukur.
  29. 29. Lanjutan.... Reagen : R1 : Iron saturating solution 500 μg/dL R2 : Magnesium hydroxide carbonate (1 sendok=100 mg) Sampel : Serum, plasma heparin
  30. 30. Cara kerja 1 sendok1 ml takar reagenreagen R1 R2 Inkubasi 20 menit, sekali-kali dikocok 0,5 ml samp el Sentrifus 3000 rpm, 10 menit Periksa supernatan seperti pada SI Ambil supernatan Dengan supernatan : reagen = 1:3
  31. 31.  Nilai rujukan :  Laki-laki dewasa : 2,6 - 3,9 mg/L (46,5 – 69,8 μmol/L)  Wanita dewasa : 2,1 – 3,4 mg/L (37,6 – 60,9 μmol/L) Saturasi Transferin : SI (μg/dL) X 100 % TIBC (μg/dL Nilai normal : 20-45 %
  32. 32. Hal yang perlu diperhatikan Menghentikan terapi oral Fe sedikitnya 12 jam sebelum sampling. Hindari terjadinya hemolisis
  33. 33. Interpretasi SI dan TIBC SI :  Normal fluktuasi lebar dan memperlihatkan variasi diurnal  Tidak terpengaruh sampai cadangan besi habis.  Pada anemia kronik, penurunan SI diikuti dengan peningkatan cadangan besi TIBC :  Penurunan TIBC dan saturasi TIBC lebih besar pada defisiensi besi karena penyakit sistemik dibanding pada defisiensi besi.
  34. 34. Pemeriksa meningkat menurunanSI kelebihan besi defisiensi besi penyakit hati chronic alkoholism infeksi/inflamasi anemia hipoplastik hemolisis/ineffecti anemia penyakit ve erythropoiesis kronikTIBC defisiensi besi kelebihan besi kehamilan infeksi/inflamasi kontrasepsi oral anemia penyakit kronik
  35. 35. TERIMAKASIH

×