Tinjauan Pustaka Divisi Imunologi KlinikTOKSOPLASMOSIS PADA     KEHAMILAN      Oleh : Djoko Siswantoro, drPembimbing : End...
PENDAHULUAN• Toksoplasmosis :  - penyakit infeksi disebabkan T.gondii,  - tersebar di seluruh dunia,  - menyerang semua sp...
PENDAHULUAN 2• Dua kelompok individi berisiko berat, px  imunodefisiensi dan ♀ hamil → kongenital.• Frekuensi kejadian tok...
PENDAHULUAN 3• Toksoplasmosis kongenital :  - prevalensi 400-4000/th (di Amerika),  - 90% asimtomatis saat kelahiran,  - c...
PENDAHULUAN 4• Gejala klinis minimal/mirip penyakit lain →dx  lambat ditegakkan → pemeriksaan penunjang,  penting.• Banyak...
SIKLUS HIDUP• Siklus hidup T.gondii :  - seksual, pada sel epitel hospes definitif  - aseksual, jaringan ekstra epitelial ...
SIKLUS HIDUP 2Gambar 1. Siklus hidup Toxoplasma gondii                    7
PATOGENESIS• Tiga cara penularan ; direk, indirek dan  transplasenta (juga parenteral).• Ookista (tertelan)→sporozoit (pen...
PATOGENESIS 2• Proliferasi parasit di jaringan:  - kerusakan jaringan (sel membengkak,   sebagian nekrosis → dikelilingi l...
PATOGENESIS 3• T.gondii → pembentukan antibodi IgM,IgG,  IgA dan IgE.• Antibodi memegang peranan parsial (sebagian  kecil)...
PATOGENESIS 4• IgM diproduksi mulai minggu 1, mencapai  puncak 1-2 bulan, menurun setelah 4 bulan.• IgA diproduksi akhir b...
PATOGENESIS 5Keterangan: IgM              IgG               IgAGambar 2. Pola titer antibodi terhadap infeksi T.gondii.4  ...
PATOGENESIS 6• T.gondii juga merangsang sel Limfosit T CD4  dan CD8.• Untuk mengontrol parasit, tubuh  mengerahkan CD4 Th1...
PATOGENESIS 7• IL-12 dan IFN-γ akan mengaktifkan makrofag  dengan ↑ ekspresi molekul permukaan sel,  ↑ fagositosis dan mem...
PATOGENESIS 8• Ibu hamil yang terinfeksi sebelum kehamilan  jarang mentrasmisikan ke janin.• Ibu hamil yang terinfeksi pri...
PATOGENESIS 9Gambar 3. Hubungan antara waktu kejadian infeksi primer T.gondii pada ibu hamil dengan frekuensi transmisi da...
MANIFESTASI KLINIS• Toksoplasmosis pada ibu hamil : Biasanya asimtomatis. Kecurigaan berdasarkan riwayat infertilitas, ab...
MANIFESTASI KLINIS 2• Toksoplasmosis kongenital Gejala klinis sangat beragam. Gejala lebih berat dibanding  toksoplasmosi...
DIAGNOSIS•  Macam-macam metode pemeriksaan   toksoplasmosis.1. Pemeriksaan Histologik.     - Takizoit dalam jaringan/caira...
DIAGNOSIS 22. Isolasi parasit/kultur.     Isolasi dari biopsi/otopsi (infeksi kronis) dan     cairan tubuh (infeksi akut)....
DIAGNOSIS 34. Deteksi antibodia. Sabin Fieldman Dye TestPrinsip:Ag+Ab+C → Ag-Ab-C+Biru me len →lisis (pos)                ...
DIAGNOSIS 4b. Uji Hemaglutinasi tidak langsung (IHA)Prinsip:Ag larut+sdm→Ag-sdm+serum(Ab)→Ab-Ag-sdm                       ...
DIAGNOSIS 5c. Uji Fiksasi Komplemen (CFT)PrinsipAg+serum(Ab)+C →Ag-Ab-C+sensitized ery   → dak lisis (pos)Ag+serum+C →Ag+C...
DIAGNOSIS 6d. Uji Fluoresens tidak langsung (IFA)PrinsipAg+serum(Ab)→Ag-Ab+AHG-F→Ag-Ab-AHG-F                              ...
DIAGNOSIS 7e. ElisaPrinsipAg+Ab+AHG-E→ Ag-Ab-AHG-E+ Substrat  berkromogen → produk berwarna                               ...
DIAGNOSIS 8f. IgM ElisaPrinsipAHIgM+IgM→AHIgM-IgM+ Ag-E →AHIgM-IgM-Ag-E+ substrat berkromogen →    Produk berwarna        ...
DIAGNOSIS 9g. Ig AvidityPrinsipStrip referens:Ag+Ab→Ag-IgG+AHIgG-E →Ag-IgG-AHIgG-E+  substrat fluorescein →produk berfluor...
DIAGNOSIS 10h. IgM IsagaPrinsip  AHIgM+IgM→AHIgM-IgM+ Ag-sdm → AHIgM-  IgM-Ag-sdm → aglu nasi (pos)                       ...
DIAGNOSIS 11Gambar 4. Pembentukan antibodi pada toksoplasmosis                                                     29
DIAGNOSIS 12• Diagnosis Prenatal pada ibu hamil IgG-, IgM- :  Belum pernah terinfeksi. Sangat berisiko terkena infeksi  →...
DIAGNOSIS 13IgG+, IgM+ : Dua kemungkinan; Infeksi primer atau infeksi lama dg IgM menetap. Konfirmasi dg IgG avidity. Pem...
DIAGNOSIS 14Gambar 5. Manajemen infeksi primer T.gondii pada kehamilan.                                                   ...
DIAGNOSIS 15•   Diagnosis prenatal pada janin1. Serologi, untuk deteksi antibodi dalam   darah/amnion janin.2. USG, dilaks...
DIAGNOSIS 16Gambar 6. Monitoring serologi toksoplasmosis pada wanita hamil   34
DIAGNOSIS 17• Diagnosis post natal Gx klinis toksoplasmosis kongenital pada neonatus  amat beragam, lebih sulit ditegakka...
DIAGNOSIS 18Lanjutan dx post natalPemeriksaan selanjutnya terutama ditujukan  mendeteksi adanya sekuele terutama  koriore...
DIAGNOSIS 19Gambar 7. Kadar imunoglobulin dalam serum janin danbayi baru lahir.                                           ...
PENCEGAHAN• Pencegahan toksoplasmosis pada kehamilan  (CDC and Prevention, 2000) Makanan harus dimasak sampai suhu aman (...
PENCEGAHAN 2Lanjutan pencegahan.Bak sampah harus dibuang (sampahnya) tiap  hari.Kucing tidak boleh diberi daging mentah....
RINGKASAN• Toksoplasmosis : penyakit infeksi karena T.gondii.• Dua kelompok individu berisiko terjadi px berat bila  terke...
TERIMAKASIH              41
Tabel 1. Laboratory diagnostic test for congenital toxoplasmosis                                                          ...
Lanjutan tabel 1                   43
Lanjutan tabel 1                   44
45
+   +C→         C + Biru me len →Lisis                      (tidak menyerap warna)    Gambar prinsip reaksi SFDT          ...
Strip referens            E          E    +     →      +    →          →Strip tes DA           E             E    +    →  ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Rkk21

1,183 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,183
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Rkk21

  1. 1. Tinjauan Pustaka Divisi Imunologi KlinikTOKSOPLASMOSIS PADA KEHAMILAN Oleh : Djoko Siswantoro, drPembimbing : Endang Retnowati, dr, SpPK BAGIAN PATOLOGI KLINIK FK UNAIR / RSU DR SOETOMO SURABAYA 1 Agustus 2007 1
  2. 2. PENDAHULUAN• Toksoplasmosis : - penyakit infeksi disebabkan T.gondii, - tersebar di seluruh dunia, - menyerang semua spesies vertebrata, - angka kejadian 15% (♀ amerika), 53% (♀Indonesia), - infeksi primer ♀ hamil 1-10/1000. 2
  3. 3. PENDAHULUAN 2• Dua kelompok individi berisiko berat, px imunodefisiensi dan ♀ hamil → kongenital.• Frekuensi kejadian toksoplasmosis kongenital tergantung risiko infeksi area setempat, status imun ibu dan program preventif.• Gejala klinis sering asimtomatis, tetapi pada ibu hamil berakibat serius. 3
  4. 4. PENDAHULUAN 3• Toksoplasmosis kongenital : - prevalensi 400-4000/th (di Amerika), - 90% asimtomatis saat kelahiran, - cacat okuler 45%, cacat neurologis 20% pada bulan/tahun berikutnya, - gejala klinik→ trias klasik (hidrosefalus, korioretinitis dan kalsifikasi) dan gejala lainnya (hepatomegali, slenomegali, limfadenopati, ikterus, anemia, epilepsi, tuli dsb). 4
  5. 5. PENDAHULUAN 4• Gejala klinis minimal/mirip penyakit lain →dx lambat ditegakkan → pemeriksaan penunjang, penting.• Banyak jenis pemerisaan untuk diagnosis, paling sering digunakan diagnosis berdasar pemeriksaan serologi. 5
  6. 6. SIKLUS HIDUP• Siklus hidup T.gondii : - seksual, pada sel epitel hospes definitif - aseksual, jaringan ekstra epitelial kucing dan hospes perantara (Gambar 1).• Tiga bentuk selama sikluis hidup; ookista, tropozoit dan kista. 6
  7. 7. SIKLUS HIDUP 2Gambar 1. Siklus hidup Toxoplasma gondii 7
  8. 8. PATOGENESIS• Tiga cara penularan ; direk, indirek dan transplasenta (juga parenteral).• Ookista (tertelan)→sporozoit (penetrasi sel gastro intestinal) → takizoit (membelah diri →kerusakan sel) → aliran darah/limfe keseluruh jaringan → penetrasi & proliferasi di se ap sel → kista (bertahan lama). 8
  9. 9. PATOGENESIS 2• Proliferasi parasit di jaringan: - kerusakan jaringan (sel membengkak, sebagian nekrosis → dikelilingi limfosit, monosit dan sel plasma), - diikuti reaksi imunitas seluler dan humoral. 9
  10. 10. PATOGENESIS 3• T.gondii → pembentukan antibodi IgM,IgG, IgA dan IgE.• Antibodi memegang peranan parsial (sebagian kecil) dalam mengontrol infeksi T.gondii tapi diproduksi terus selama infeksi. 10
  11. 11. PATOGENESIS 4• IgM diproduksi mulai minggu 1, mencapai puncak 1-2 bulan, menurun setelah 4 bulan.• IgA diproduksi akhir bulan pertama, menca- pai puncak 2-3 bulan, menghilang 4-7 bulan.• IgG diproduksi beberapa minggu setelah IgM mencapai puncaknya setelah 4 bulan, bertahan titer tinggi bertahun-tahun, lalu turun perlahan dan menetap seumur hidup dengan kadar rendah. (Gambar 2) 11
  12. 12. PATOGENESIS 5Keterangan: IgM IgG IgAGambar 2. Pola titer antibodi terhadap infeksi T.gondii.4 12
  13. 13. PATOGENESIS 6• T.gondii juga merangsang sel Limfosit T CD4 dan CD8.• Untuk mengontrol parasit, tubuh mengerahkan CD4 Th1 (walau CD4 Th2 juga terangsang).• IL-12 membangkitkan respon imun yang protektif dengan ↑ produksi IFN-γ dan menimbulkan respon imun CD4 Th1. 13
  14. 14. PATOGENESIS 7• IL-12 dan IFN-γ akan mengaktifkan makrofag dengan ↑ ekspresi molekul permukaan sel, ↑ fagositosis dan memproduksi reactive oxigen intermediates (ROIs) dan reactive nitrogen intermeiates (RNIs) yang merupakan bahan mikrobisidal efektif. 14
  15. 15. PATOGENESIS 8• Ibu hamil yang terinfeksi sebelum kehamilan jarang mentrasmisikan ke janin.• Ibu hamil yang terinfeksi primer/reaktifasi dapat mentransmisikan ke janin.• Risiko terjadinya toksoplamosis kongenital dan derajad beratnya penyakit saat kehamilan terilustrasi seperti gambar 3. 15
  16. 16. PATOGENESIS 9Gambar 3. Hubungan antara waktu kejadian infeksi primer T.gondii pada ibu hamil dengan frekuensi transmisi dan derajadkeparahannyan pada janin. 16
  17. 17. MANIFESTASI KLINIS• Toksoplasmosis pada ibu hamil : Biasanya asimtomatis. Kecurigaan berdasarkan riwayat infertilitas, abortus, lahir mati, kelainan kongenital dan adanya riwayat memelihara kucing. Gejala yang umum; limfadenopati dan lesu tanpa panas. Kelenjar yang paling umum terkena ; kel servikal, oksipetal supra klavikular, axilar dan inguonal. 17
  18. 18. MANIFESTASI KLINIS 2• Toksoplasmosis kongenital Gejala klinis sangat beragam. Gejala lebih berat dibanding toksoplasmosis didapat dan angka kematian lebih tinggi. Paparan infeksi saat awal kehamilan, gx klinis makin berat, transmisi makin kecil. Paparan infeksi saat akhir kehamilan, gx klinis makin ringan, transmisi makin besar. Hubungan saat infeksi, transmisi dan gejala terangkum pada gambar 2. 18
  19. 19. DIAGNOSIS• Macam-macam metode pemeriksaan toksoplasmosis.1. Pemeriksaan Histologik. - Takizoit dalam jaringan/cairan tubuh → diamati dg pengecatan peroksidase-antiperoksidase. - Kista dalam jaringan - Perubahan histologik pada limfadenitis toksoplasmik 19
  20. 20. DIAGNOSIS 22. Isolasi parasit/kultur. Isolasi dari biopsi/otopsi (infeksi kronis) dan cairan tubuh (infeksi akut). Perlu waktu lama (5 hari- 6 minggu).3. Deteksi Antigen Toxoplasma antigenemia dengan Elisa. Bahan lain : CSF atau amnion 20
  21. 21. DIAGNOSIS 34. Deteksi antibodia. Sabin Fieldman Dye TestPrinsip:Ag+Ab+C → Ag-Ab-C+Biru me len →lisis (pos) tidak berwarnaAg+C → Ag+C+Biru me len → dak lisis (neg) berwarna 21
  22. 22. DIAGNOSIS 4b. Uji Hemaglutinasi tidak langsung (IHA)Prinsip:Ag larut+sdm→Ag-sdm+serum(Ab)→Ab-Ag-sdm aglutinasi (pos)Ag larut+sdm→Ag-sdm+ serum→Ag-sdm tidak aglutinasi (neg) 22
  23. 23. DIAGNOSIS 5c. Uji Fiksasi Komplemen (CFT)PrinsipAg+serum(Ab)+C →Ag-Ab-C+sensitized ery → dak lisis (pos)Ag+serum+C →Ag+C+sensitized ery → C- sensitized ery → lisis (neg) 23
  24. 24. DIAGNOSIS 6d. Uji Fluoresens tidak langsung (IFA)PrinsipAg+serum(Ab)→Ag-Ab+AHG-F→Ag-Ab-AHG-F berfluoresensi (dg mikroskop Fluoresens) 24
  25. 25. DIAGNOSIS 7e. ElisaPrinsipAg+Ab+AHG-E→ Ag-Ab-AHG-E+ Substrat berkromogen → produk berwarna 25
  26. 26. DIAGNOSIS 8f. IgM ElisaPrinsipAHIgM+IgM→AHIgM-IgM+ Ag-E →AHIgM-IgM-Ag-E+ substrat berkromogen → Produk berwarna 26
  27. 27. DIAGNOSIS 9g. Ig AvidityPrinsipStrip referens:Ag+Ab→Ag-IgG+AHIgG-E →Ag-IgG-AHIgG-E+ substrat fluorescein →produk berfluoresensiStrip tes:Ag+Ab →Ag-IgG+ dissociating agent →Ag-IgG high avidity →Ag-IgGha+AHIgG-E →substrat fluorescein →produk berfluoresensiIndex avidity = IgGha (Strip tes) / IgG (Strip reverens) 27
  28. 28. DIAGNOSIS 10h. IgM IsagaPrinsip AHIgM+IgM→AHIgM-IgM+ Ag-sdm → AHIgM- IgM-Ag-sdm → aglu nasi (pos) 28
  29. 29. DIAGNOSIS 11Gambar 4. Pembentukan antibodi pada toksoplasmosis 29
  30. 30. DIAGNOSIS 12• Diagnosis Prenatal pada ibu hamil IgG-, IgM- : Belum pernah terinfeksi. Sangat berisiko terkena infeksi →perlu monitor terus sampai akhir kehamilan. Adanya serokonversi (positif) menunjukkan infeksi akut. IgG+, IgM- : Infeksi sebelum hamil, konfirmasi dg IgG avidity (IgG avidity tinggi menyingkirkan infeksi baru, IgG avidity rendah → infeksi < 4 bulan). Perlu pemeriksan ulang 3 minggu kemudian. 30
  31. 31. DIAGNOSIS 13IgG+, IgM+ : Dua kemungkinan; Infeksi primer atau infeksi lama dg IgM menetap. Konfirmasi dg IgG avidity. Pemeriksaan setelah pertengahan TM2 dg IgG aviditas tinggi lihat titer IgG, jika tinggi →lama, jika rendah →baru. Perlu ulangan 3 minggu lagi. IgG aviditas rendah menunjukkan infeksi baru (<4 bln), ulang 3 minggu lagi. (Gambar 4, 5 dan 6) 31
  32. 32. DIAGNOSIS 14Gambar 5. Manajemen infeksi primer T.gondii pada kehamilan. 32
  33. 33. DIAGNOSIS 15• Diagnosis prenatal pada janin1. Serologi, untuk deteksi antibodi dalam darah/amnion janin.2. USG, dilaksanakan serial untuk mendeteksi pembesaran ventrikel serebral.3. Kultur, dilaksanakan setelah umur kehamilan lebih 18 minggu, secara invivo/invitro dengan sampel dari amniosentesis.4. PCR, umum digunakan untuk diagnosis toksoplasmosis kongenital dengan sampel dari amniosentesis. 33
  34. 34. DIAGNOSIS 16Gambar 6. Monitoring serologi toksoplasmosis pada wanita hamil 34
  35. 35. DIAGNOSIS 17• Diagnosis post natal Gx klinis toksoplasmosis kongenital pada neonatus amat beragam, lebih sulit ditegakkan. Pemeriksaan meliputi; px serologi (IgM & IgA), kultur dan PCR pada plasenta. Pemeriksaan serologi yang negatif perlu ulangan tiap 2- 3 bulan sampai setahun (Gambar 7). Kultur dapat dibuat dari darah tali pusat atau darah perifer. Otopsi dapat dilakukan pada aborsi dan lahir mati. 35
  36. 36. DIAGNOSIS 18Lanjutan dx post natalPemeriksaan selanjutnya terutama ditujukan mendeteksi adanya sekuele terutama korioretinitis.Adanya sekuele korioretinitis perlu pemeriksaan serologi perifer, serologi aqueous humor dan PCR aqueous humor.Tidak dianjurkan monitoring jangka lama, karena gejala yang muncul lebih bermakna untuk diagnosisnya. 36
  37. 37. DIAGNOSIS 19Gambar 7. Kadar imunoglobulin dalam serum janin danbayi baru lahir. 37
  38. 38. PENCEGAHAN• Pencegahan toksoplasmosis pada kehamilan (CDC and Prevention, 2000) Makanan harus dimasak sampai suhu aman (71ºC). Buah/sayur harus dikupas/dimasak. Alat dapur yang kontak dg daging mentah, unggas, seafood, sayur dan buah harus dicuci dg air hangat dan sabun. Wanita hamil harus pakai sarung tangan ketika berkebun, menyentuh tanah dan memindahkan bak sampah. 38
  39. 39. PENCEGAHAN 2Lanjutan pencegahan.Bak sampah harus dibuang (sampahnya) tiap hari.Kucing tidak boleh diberi daging mentah.Pendidikan kesehatan pada bumil harus meliputi informasi pencegahan transmisi T.gondii dari makanan dan tanah.Pemerintah dan pengusaha daging harus terus berupaya menekan adanya T.gondii pada daging pasaran. 39
  40. 40. RINGKASAN• Toksoplasmosis : penyakit infeksi karena T.gondii.• Dua kelompok individu berisiko terjadi px berat bila terkena toksoplasmosis : Individu imunodefisiensi dan bumil.• Gejala klinik sering minimal →laboratorik pen ng.• Pemeriksaan laboratorik paling banyak digunakan/ penting : serologi.• Toksoplasmosis bumil→toksoplasmosis kongenital.• Diagnosis : prenatal dan post natal.• Penyakit endemis →pencegahan pen ng. 40
  41. 41. TERIMAKASIH 41
  42. 42. Tabel 1. Laboratory diagnostic test for congenital toxoplasmosis 42
  43. 43. Lanjutan tabel 1 43
  44. 44. Lanjutan tabel 1 44
  45. 45. 45
  46. 46. + +C→ C + Biru me len →Lisis (tidak menyerap warna) Gambar prinsip reaksi SFDT 46
  47. 47. Strip referens E E + → + → →Strip tes DA E E + → + → → Gambar prinsip reaksi Toxo IgG Avidity 47

×