Rkik5

1,075 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Rkik5

  1. 1. Tinjauan Pustaka ASPEK KLINIS DAN LABORATORIS ADIPONEKTIN Djoko Siswantoro, dr / Leonita Aniwati, dr, SpPK(K) BAGIAN PATOLOGI KLINIK FK UNAIR / RSU DR SOETOMO SURABAYA Rabu, 9 Januari 2008
  2. 2. PENDAHULUAN <ul><li>Jaringan lemak: </li></ul><ul><li>- depo trigliserida </li></ul><ul><li>- peran lain (sel endokrin dinamis) </li></ul><ul><li>Adiposit mensekresi berbagai adipokin: </li></ul><ul><li>- TNF- α - leptin - dll </li></ul><ul><li>- interleukin - resistin </li></ul><ul><li>- PAI-1 - adiponektin </li></ul>
  3. 3. PENDAHULUAN 2 <ul><li>Peran adipokin-adipokin : </li></ul><ul><li>- mengatur berbagai proses regulasi </li></ul><ul><li>- efek sentral dan perifer </li></ul><ul><li>Adiponektin </li></ul><ul><li>- ditemukan pertama th 1995 </li></ul><ul><li>- nama lain; Acrp 30, AdipoQ, apM1, Gbp 28 </li></ul>
  4. 4. PENDAHULUAN 3 <ul><li>Kadar adiponektin dalam darah </li></ul><ul><li>- 0,01% protein plasma total </li></ul><ul><li>- berbanding terbalik dengan masa lemak </li></ul><ul><li>- ↓ pada obesitas (ok genetik & lingkungan), individu DM tipe 2 </li></ul><ul><li>- korelasi negatif kuat dengan indeks resistensi insulin. </li></ul><ul><li>- korelasi dg ↓fungsi vaskuler </li></ul>
  5. 5. PENDAHULUAN 4 <ul><li>Penurunan aktifitas adiponektin: </li></ul><ul><li>- karena ↓reseptor </li></ul><ul><li>- sebagai penyebab resistensi insulin, diabetes tipe 2, sindroma metabolik, aterosklerosis dll </li></ul>
  6. 6. PENDAHULUAN 5 <ul><li>Pemeriksaan adiponektin: </li></ul><ul><li>- ELISA </li></ul><ul><li>- RIA </li></ul><ul><li>- kromatografi </li></ul><ul><li>- immunoblotting </li></ul>
  7. 7. STRUKTUR DAN SINTESIS ADPONEKTIN <ul><li>Kadar dalam darah 500-30.000 µg/l </li></ul><ul><li>Adiponektin disintesis dalam adiposit, berfungsi mengatur metabolisme glukosa dan lemak. </li></ul><ul><li>Adiposit kecil mensekresi insulin sensitizing hormone </li></ul><ul><li>Adiposit besar, sekresi insulin sensitizing hormone menurun (gambar 1) </li></ul>
  8. 8. STRUKTUR DAN SINTESIS ADiPONEKTIN 2 Gambar 1. Cara kerja adiponektin dalam adiposit dan organ perifer
  9. 9. STRUKTUR DAN SINTESIS ADIPONEKTIN 3 <ul><li>Struktur adiponektin: </li></ul><ul><li>- protein dg 244 asam amino, berat 28 kDa </li></ul><ul><li>- famili protein complement factor C1q </li></ul><ul><li>- bagian; amino terminal , regio variabel, collagen-like domain dan globular head (gambar 2) </li></ul>
  10. 10. STRUKTUR DAN SINTESIS ADPONEKTIN 4 Gambar 2. Struktur dan domain adiponektin
  11. 11. STRUKTUR DAN SINTESIS ADPONEKTIN 5 <ul><li>Bentuk adiponektin: </li></ul><ul><li>- bentuk esensial; homotrimers </li></ul><ul><li>- bentuk dalam serum; kompleks trimers , hexamers disebut LMW oligomers , kompleks lebih besar HMW multimers (gambar 3) </li></ul>
  12. 12. STRUKTUR DAN SINTESIS ADPONEKTIN 6 Gambar 3. Model skematik multimerisasi adiponektin
  13. 13. FISIOLOGI ADIPONEKTIN <ul><li>Ekspresi dan sekresi adiponektin </li></ul><ul><li>Ekspresi terjadi mulai tahap intermediet adipogenesis. </li></ul><ul><li>Sekresi dari depo viseral dan subkutan </li></ul><ul><li>Ekspresi ↓ pada obesitas </li></ul><ul><li>Kadar me↑ pada BB↓, kadar pada ♂ < ♀ </li></ul>
  14. 14. FISIOLOGI ADIPONEKTIN 2 <ul><li>Ekspresi adiponektin dari sel selain adiposit </li></ul><ul><li>mRNA adiponektin banyak pada endotel v porta dan sinusoid hati. </li></ul><ul><li>Ekspresi dideteksi pada otot rangka ( cultured myotube ). Inkubasi human myotube -> ↑ kadar mRNA adiponektin </li></ul><ul><li>Berbagai faktor yang berpengaruh pada ↑ dan↓ adiponektin terlihat pada gambar 4 </li></ul>
  15. 15. FISIOLOGI ADIPONEKTIN 3 Gambar 4. Faktor penting dan kondisi yang mempengaruhi peningkatan dan penurunn adiponektin pad jaringan lemak
  16. 16. FISIOLOGI ADIPONEKTIN 4 <ul><li>Metabolisme dan ekskresi adiponektin </li></ul><ul><li>Metabolisme dan klirens adiponektin, sedikit diketahui </li></ul><ul><li>Bentuk oligomers sangat stabil </li></ul><ul><li>Waktu paruh HMW adiponectin > LMW adiponectin (9 vs 4,5 jam) </li></ul><ul><li>Bentuk rekombinan ( trimers ); > sensitif thd ensim proteolitik, > aktif secara biologis, > cepat bersihannya </li></ul>
  17. 17. FISIOLOGI ADIPONEKTIN 5 <ul><li>Kadar adiponektin di urine </li></ul><ul><li>- sepertiga kadar di serum </li></ul><ul><li>- berkorelasi dg albuminuria </li></ul><ul><li>Kadar di serum ↑ pada albuminuria -> mengurangi kerusakan mikrovaskuler pada nefropati diabetik </li></ul>
  18. 18. FISIOLOGI ADIPONEKTIN 6 <ul><li>Reseptor-reseptor adiopnektin: </li></ul><ul><li>1. reseptor Adipo R1 , ekspresinya terutama di otot rangka </li></ul><ul><li>2. reseptor Adipo R2, ekspresinya terutama di hepatosit </li></ul><ul><li>Ekspresi reseptor adiponektin dan responsibilitas multimers di berbagai target jaringan terlihat pada gambar 5 </li></ul>
  19. 19. FISIOLOGI ADIPONEKTIN 7 Gambar 5. Ekspresi reseptor adiponektin dan responsibilitas multimer di berbagai target jaringan
  20. 20. FISIOLOGI ADIPONEKTIN 8 <ul><li>Fungsi adiponektin </li></ul><ul><li>Efek metabolik </li></ul><ul><li>Inj adiponektin binatang coba DM tdk gemuk -> ↓ glukosa </li></ul><ul><li>gAd (C-terminal globular domain)-> regulasi berat badan </li></ul><ul><li>Mekanisme dalam oksidasi lipid; melibatkan regulasi produksi/aktivitas protein yang berhubungan dg metabolisme trigliserida </li></ul>
  21. 21. FISIOLOGI ADIPONEKTIN 9 <ul><li>↑ Kadar adiponektin seiring dengan ↓BB </li></ul><ul><li>↓ Kadar adiponektin berhubungan dg resistensi insulin, hiperinsulinemia, diabetes tipe 2 </li></ul><ul><li>Kadar lemak intra seluler berkorelasi negatif dengan kadar adiponektin </li></ul>
  22. 22. FISIOLOGI ADIPONEKTIN 10 <ul><li>2. Efek farmakologik </li></ul><ul><li>PPAR- γ agonist thiazolidinediones -> </li></ul><ul><li>merangsang ekspresi gene adiponektin dan meningkatkan kadar adiponektin -> </li></ul><ul><li>- meningkatkan sensitivitas insulin </li></ul><ul><li>- menurunkan kadar asam lemak plasma </li></ul>
  23. 23. FISIOLOGI ADIPONEKTIN 11 <ul><li>3. Efek aterosklerotik </li></ul><ul><li>Peran adiponektin sebagai anti aterogenik dan anti inflamasi </li></ul><ul><li>Adiponektin menghambat produksi molekul adesi sel endotel dan mencegah penempelan monosit ke dinding arteri. </li></ul><ul><li>Adiponektin mengurangi pertumbuhan TGF- β 1 pada pertumbuhan jaringan ikat </li></ul>
  24. 24. FISIOLOGI ADIPONEKTIN 12 Gambar 6. Hipotesis cara kerja adiponektin
  25. 25. ASPEK KLINIK ADIPONEKTIN <ul><li>Diabetes tipe 2 merupakan interaksi faktor genetik dan lingkungan. </li></ul><ul><li>Genome diabetes tipe 2, sindroma metabolik dan penyakit jantung koroner terletak pada locus yang sama dengan gene yang mengkode adiponektin. </li></ul><ul><li>Variasi genetik penyebab ↓ adiponektin berhubungan dengan ↑risiko diabetes tipe 2 </li></ul>
  26. 26. ASPEK KLINIK ADIPONEKTIN 2 <ul><li>Pemberian adiponektin; strategi baru untuk resistensi insulin dan diabetes tipe 2 </li></ul><ul><li>Kegunaan adiponektin sebagai obat anti diabetik; </li></ul><ul><li>- efek hipolipidemik dan anti diabetik serta anti inflamasi </li></ul><ul><li>- tidak mengakibatkan ↑ BB </li></ul>
  27. 27. ASPEK KLINIK ADIPONEKTIN 3 <ul><li>Adiponektin dan sensitivitas insulin </li></ul><ul><li>Kadar adiponektin plasma dapat untuk identifikasi sensitivitas insulin sblm diabetes berkembang jelas </li></ul><ul><li>Penurunan adiponektin mendahului perkembangan hiperglikemia </li></ul><ul><li>Kadar adiponektin berhubungan dengan kadar glukosa puasa dan indeks HOMA </li></ul><ul><li>Kadar rendah < 6,4 µg/l pada awal kehamilan, risiko ↑ gestational diabetes </li></ul>
  28. 28. ASPEK KLINIK ADIPONEKTIN 3 <ul><li>Adiponektin dan CVD </li></ul><ul><li>Kadar adiponektin rendah berhubungan dengan CAD </li></ul><ul><li>Kadar adiponektin tinggi punya risiko ↓ myocardial infarction walau dengan pengaturan kondisi kol HDL, kol LDL, BMI, riwayat diabetes dan HT. </li></ul><ul><li>Kadar adiponektin berkorelasi positif dengan kol HDL pd diabetes tipe 2, berkorelasi negatif dengan CRP dan PAI-1 </li></ul>
  29. 29. ASPEK KLINIK ADIPONEKTIN 4 Gambar 7. Hipotesis hubungan antara adiponektin dengan resistnsi insulin, sindroma metabolik dan aterosklerosis
  30. 30. ASPEK KLINIK ADIPONEKTIN 5 <ul><li>Adiponektin dan sindroma metabolik </li></ul><ul><li>Adiponektin mencegah gangguan metabolisme glukosa dan lemak yang diinduksi faktor kimia, stres mekanik, dan beban nutrisi </li></ul><ul><li>Hipoadiponektinemia diikuti ↑ TNF- α atau PAI-1 yang diinduksi akumulasi lemak viseral-> latar belakang perubahan vaskuler dan penyakit metabolik -> sindroma metabolik </li></ul>
  31. 31. ASPEK KLINIK ADIPONEKTIN6 Gambar 8. Konsep sindroma metabolik
  32. 32. PEMERIKSAAN LABORATORIUM ADIPONEKTIN <ul><li>Pemeriksan dengan metode ELISA </li></ul><ul><li>Kemampuan deteksi : 0,079 - 0,891 µg/l </li></ul><ul><li>Rentang linier 3,9 - 250 µg/l </li></ul><ul><li>Kadar normal ♂: 2,54-6,06 µg/ml </li></ul><ul><li> ♀ : 3,58-9,66 µg/ml </li></ul><ul><li>Prinsip pemeriksaan: double sandwich (gambar 9) </li></ul>
  33. 33. PEMERIKSAAN LABORATORIUM ADIPONEKTIN 2 Prosedur pemeriksaan adiponektin
  34. 34. PEMERIKSAAN LABORATORIUM ADIPONEKTIN 3 Lanjutan prosedur
  35. 35. PEMERIKSAAN LABORATORIUM ADIPONEKTIN 2 Gambar 9. Prinsip reaksi pemeriksaan dengan double sandwich ELISA
  36. 36. PEMERIKSAAN LABORATORIUM ADIPONEKTIN 3 <ul><li>Pemeriksaan dengan metode RIA </li></ul><ul><li>Penggunaan metode ini masih terbatas untuk penelitian </li></ul><ul><li>Kemampuan deteksi: 1 µg/l </li></ul><ul><li>Rentang linier 0,78- 200 µg/l </li></ul><ul><li>Prinsip pemeriksaan dengan RIA kompetitif (gambar 10). </li></ul>
  37. 37. PEMERIKSAAN LABORATORIUM ADIPONEKTIN 4 Gambar 10. Prinsip reaksi pemeriksaan dengan RIA kompetitif
  38. 38. PEMERIKSAAN LABORATORIUM ADIPONEKTIN 5 <ul><li>Sampel pemeriksaan bisa berasal dari plasma, serum dan supernatan kultur sel. </li></ul><ul><li>Sampel serum:darah dibiarkan 30 menit membeku, disentrifugasi 15 menit kecepatan 100 g. </li></ul><ul><li>Penyimpanan: sampel -80 ºC stabil 1 tahun, reagen 8 ºC , standar -20 ºC </li></ul><ul><li>Interferens: pengenceran dan waktu inkubasi tidak tepat </li></ul>
  39. 39. <ul><li>TERIMA KASIH </li></ul>

×