Karakter

8,784 views

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
8,784
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
183
Actions
Shares
0
Downloads
379
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Karakter

  1. 1. MENUMBUHKAN MENUMBUHKANKECERDASAN EMOSIONAL ANAK KECERDASAN EMOSIONAL PADA PADA ANAK Disajikan Oleh :
  2. 2. LAPISAN KEPRIBADIAN 2
  3. 3.  Setiap orang memiliki “KECERDASAN” dasariah, yakni untuk bertahan hidup (living values). Nilai kehidupan itulah yang membuat setiap orang (individu) mampu bertahan hidup dan bertumbuh menjadi dewasa. Bahkan dalam diri hewan sekalipun, nilai kehidupan itu telah ditanam oleh PENCIPTA berupa “naluri kehidupan”
  4. 4. Dalam filem ini, kita akan menyaksikan bagaimana “AkarKecerdasan Emosional” itu tertanam dalam kodrat setiapmakhkuk (seperti hewan) sekalipun. Mereka mampuberempati pada sesamanya yang membutuhkanbantuan. Mereka cerdas secara emosional.
  5. 5.  Dalam filem berikut ini, kita akan menyaksikan bagaimana setiap anak burung, didorong oleh naluri kehidupan yang ada di dalam dirinya, saling berbagi satu dengan yang lain. Demikian mereka bisa bertumbuh, kuat dan menjadi dewasa…
  6. 6. Setiap Anak, lahir ke duniaini… Dengan membawa nilai-nilai kehidupan… Setiap anak, pada dasarnya sangat jujur… mempunyai rasa keadilan… penuh kasih sayang, … yang ditanam oleh PENCIPTA di dalam kodrat setiap orang. Setiap orang dilengkapi oleh POTENSI bawaan (untuk berpikir, merasa & mampu berprilaku) baik …
  7. 7. Namun demikian, … Bagaimana seorang anak mengembangkan watak suka berbohong… perilaku- perilaku negatif (seperti suka marah, mengamuk, keras kepala, suka mengejek dan memukul temannya…?)
  8. 8. LIMA SISTEM EKOLOGI MENURUT BRONFENBRENNER
  9. 9. Perilaku yang terus diulang-ulang, makin lama makin tertanamdalam, menjadi kebiasaan, kemudian menjadi sifat … dan menjadibagian dari kepribadian…
  10. 10. Upaya penanaman nilai, yang terus-menerus tanpa henti-henti dalam kebersamaan … pelan-pelan akan berhasil tertanam makin lama makin dalam, membentuk sifat, kebiasaan dan kepribadian
  11. 11. Etika hanya dapat ditumbuhkan dari dalamdiri anak, melalui pengalaman langsung (baik di rumah, pun di sekolah) Hingga anak memiliki kepekaan (etika)misalnya cara minta sesuatu, “selalu dengan mengatakan minta tolong…” Membuang sampah, selalu pada tempat sampah
  12. 12. Tuduhan n Hu e la n aa ku Ra Om sa w m b ce an ers e ala Kek h n Kem araha Kekerasa * * n * * * * *Rekaman bawah sadar yang negatif, menyebabkan seseorang gelisah, tidak bisakonsentrasi dan tidak bisa berpikir alternatif. Makanya anak yang sering ditegur,menjadi suka bingung dan pelupa. Orang yang lagi emosi tidak bisa berpikirjernih… dan menjadi tidak perduli lagi dengan dirinya sekalipun.
  13. 13. SUASANA PENUHPerhatianPenghargaanPositifAman SUASANA YG Mempermalukan Menakuti Mengancam Menghukum
  14. 14. SEKIAN TERIMADAN… KASIH DENGAN KONSISTEN MELAKUKAN PEMBIASAAN PERILAKU BERBASIS NILAI KEHIDUPAN DALAMKELUARGA
  15. 15. 7 Hari MembentukKARAKTER Positif Anak, Bisakah ???
  16. 16. Bagaimana respons Anda jika berada dalam situasi ini?• Ardi baru saja memecahkan hiasan milik ibunya, sedangkan saat itu tidak ada sama sekali yang melihat…• Ifa naik angkot ke sekolah dan memberi uang kepada pak supir…• Joko sedang letih sekali dan memutuskan naik bis AC. Ia dapat tempat duduk yang terakhir. Ternyata setelah dirinya duduk ada seorang wanita muda yang naik dan harus berdiri di atas bis itu….
  17. 17. RESPONS ANDAMENUNJUKKAN KARAKTER ANDA SESUNGGUHNYA
  18. 18. Kasus 1Edo dikenal sebagai anak yang bodoh di kelasnya. Teman-teman selalu menjuluki dirinya sebagai OLEM alias OtakLemot. Namun di rumah, Ortunya tetap memperlakukannyadengan patut. Suatu saat ketika ia sedang berjalan denganibunya di suatu pasar, Ia tiba-tiba melepaskan gandengantangan ibunya dan berlari ke suatu tempat. Ternyata iamelihat ada seekor anak kucing yang berjalan tertatih-tatih ditengah jalan raya dan hampir saja tertabrak sebuah truksekolah. Edo secara refleks menghentikan mobil yang tengahberjalan dengan kecepatan yang lumayan itu dan buru-burumenyelamatkan kucing tanpa menghiraukan orang lain disekitarnya yang kaget dengan perilakunya itu. Kucing itukemudian dibawa ke pinggir jalan dan dibelainya dengansayang.Kemudian ia melepaskan kucing itu di tempat yangaman seraya berbicara dengan sang kucing untuk hati-hati dijalan
  19. 19. Kasus 2Ryan dikenal sebagai anak yang berprestasi dancerdas. Ibunya selalu memaksa dirinya untuk selalubelajar setiap waktu. Sebagai kompensasinya, Ryandiberi fasilitas belajar yang lengkap di dalam rumahnya.Salah satunya internet yang dimaksudkan sebagaisarana media informasi. Akhir-akhir ini ibunya seringmendapati Ryan bangun di tengah malam karenalampu kamarnya yang terus menyala. Ketika diperiksadi kamar ternyata Ryan sedang asyik berdoa dan sujuddi atas sajadah. Ibunya bersyukur akan hal ini. Tapilama kelamaan penasaran juga. Suatu malam, saatRyan juga bangun, tak sengaja ibunya mengintip darilubang kunci. Apa yang terjadi? Didapati ibunya,terdapat sajadah tergelar dan Al quran di atas sajadah,tidak berapa jauh dari komputer. Dan didapati juga,Ryan sedang asyik melihat SITUS PORNO
  20. 20. Apa itu KARAKTER??• Respons langsung seseorang terhadap suatu situasi secara sadar• Tidak dipengaruhi oleh stimulan dari luar (external) tetapi muncul dari dalam diri (internal)
  21. 21. Pengajaran KARAKTER• Pengayaan HEART• Pengayaan HAND• Pengayaan HEAD• Pengayaan HEALTH (selimut akan seluruh pengayaan di atas)
  22. 22. 2 Model Pendidikan KARAKTER• STERILISASI = anak dijauhkan dari realitas. Selalu mengatakan “jangan” Tidak efektif dan menjadikan anak munafik• IMUNISASI = anak didekatkan kepada realitas. Diberikan pemahaman konsekuensi  Anak kokoh dalam berbagai situasi.
  23. 23. Aspek KARAKTER• Knowledge  Thinking• Attitude  Feeling• Skill  Doing
  24. 24. Tahapan Pembentukan ERASING (jika buruk)SEEING  COPYING RECORDING (jika baik)
  25. 25. Metode Pembentukan KARAKTER1. Curiousity : timbulkan rasa ingin tahu anak2. Share : ajak berdiskusi3. Planning : apa yang akan dilakukan4. Action : anak melakukan rencana yang disusun5. Reflection : anak mengevaluasi apa yang telah ia lakukan
  26. 26. Kiat Mengajarkan Karakter• Ajak anak melihat di sekitarnya dan ajak ia berpikir• Tanyakan kepada anak jika ia berada dalam situasi sebagai pelaku sesuai dengan apa yang dilihatnya• Manfaatkan Golden Opportunity• Ajari anak keahlian yang menunjang karakter• Minta anak untuk melakukan suatu pekerjaan atau perbuatan sesuai kemampuannya• Biasakan anak melakukan perbuatan atau pekerjaan tersebut secara konsisten• Orang tua atau pendidik sekali-kali perlu terlibat dalam kegiatan anak• Berikan teladan yang baik setiap waktu
  27. 27. Mengenal 20 karakter dasarPara ahli telah menjabarkan setidaknya ada 20 karakter dasar yang sangat dibutuhkan oleh anak demi kesuksesannya di masa depan, di antaranya : Suka Empati Peduli menolon Hormat Setia g Sopan Bijak Percaya diri Berani Semangat Tanggung Inspiratif Humoris Adil Sabar jawab Jujur Disiplin Kerjasama Mandiri Toleran
  28. 28. Jangan malu untuk memulaidari SEKARANG !!!
  29. 29. Suatu kata yang bernuansa abstrak danPengertian dapat digunakan untuk mengelompokan Konsep ide, benda, atau peristiwa (Bruner, 1996)
  30. 30. CIRI-CIRI KONSEP• Memiliki nama (HAM anak di masyarakat)• Contoh positif (anak berhak mendapat pendidikan dari tri pusat pendidikan)• Contoh negatif (ada oknum masyarakat yang melakukan trafficking)• Atribut/ciri (menghargai hak anak, lembaga pemerintah yang melindungi hak anak, ada LSM, dll.)
  31. 31. Pengertian NilaiNilai (Value) adalah harga, makna, isi dan pesan, semangat,atau jiwa yang tersurat dan tersirat dalam fakta, konsep, danTeori sehingga bermakna secara fungsional (Djahiri, 1999)Pendidikan Nilai adalah pendidikan yang mensosialisasikan Dan menginternalisasikan nilai-nilai dalam diri siswa
  32. 32. Pengertian Moral Moral adalah ukuran baik-buruknya seseorang, baik sebagaiPribadi maupun sebagai warga masyarakat, dan warga negara (Frans Magnis Suseno, 1998)Pendidikan moral adalah pendidikan untuk menjadikan anak Manusia bermoral baik dan manusiawi
  33. 33. Lickona mengacu pada pemikiran Filosof Micahel Novak Pendidikan Karakter Berpendapat bahwa watak atauMenurut Lickona (1992) Karakter seseorang dibentuk melalui Tiga aspek, yaitu: Konsep moral (moral Knowing), sikap moral (moral feeling), perilaku moral (moral behavior)
  34. 34. KONSEP MORAL: SIKAP MORAL: Kesadaran Moral Kata HatiPengetahuan Nilai Moral Rasa Percaya Diri Pandangan ke Depan Empati Penalaran Moral Cinta KebaikanPengambilan Keputusan Pengendalian Diri Pengetahuan Diri Kerendahan Hati Karakter/Watak PERILAKU MORAL: Kemampuan Kemauan Kebiasaan
  35. 35. Contoh Penerapan Pemikiran Lickona • Standar Kompetensi: Menampilkan sikap demokratis • Kompetensi Dasar: Mengenal kegiatan musyawarah Menghargai suara terbanyak (mayoritas) Menampilkan sikap mau menerima kekalahan
  36. 36. ASPEK KONSEP MORAL (MORAL KNOWING)Kesadaran Moral : Kesadaran Hidup Berdemokrasi(Moral Awarness)Pengetahuan Nilai Moral : Pemahaman Materi Demokrasi(Knowing Moral Value)Pandangan ke Depan : Manfaat Demokrasi ke Depan(Perspective Taking)Penalaran Moral : Alasan Senang Demokrasi(Moral Reasoning)Pengambilan Keputusan : Bagaimana Cara Hidup Demokratis(Decision Making)Pengetahuan Diri : Introspeksi Diri(Self Knowledge)
  37. 37. ASPEK SIKAP MORAL (MORAL FEELING)Kata Hati : Kata Hati Tentang Hidup Bebas(Conscience)Rasa Percaya Diri : Rasa Percaya Diri Kita Pada Bebas Berpendapat(Self Esteem)Empati : Empati Kita Pada Orang Yang Tertekan(Emphaty)Cinta Kebaikan : Cinta Kita Terhadap Musyawarah(Loving The Good)Pengendalian Diri : Pengendalian Diri Kita Terhadap Kebebasan(Self Control)Kerendahan Hati : Menjunjung Tinggi dan Hormati Pendapat Lain( Humility)
  38. 38. ASPEK PERILAKU MORAL (MORAL BEHAVIOR)Kemampuan : Kemampuan Menghormati Hidup Demokrasi(Competence)Kemauan : Kemauan untuk Hidup Berdemokrasi(will)Kebiasaan : Kebiasaan Berdemokrasi dengan Teman(Habbit)
  39. 39. Pengetian Norma Norma adalah aturan yang berisi rambu-rambu yang menggambarkan ukuran tertentu yang di dalamnya terkandung nilai benar/salah.Norma juga bisa diartikan sebagai kaidah atau petunjuk hidup yang digunakan untuk mengatur perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat maupun bernegara
  40. 40. SK : Menampilkan sikap cinta lingkunganKonsep Menerapkan hidup mencintai lingkungan (suka merawat tanaman, penghijauan, menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, berkebun, dll.) Nilai Hidup penuh dengan keindahan dan estetikaMoral Untuk menciptakan keindahan dituntut untuk berlaku bersih dan rajinNorma Untuk menumbuhkan perilaku indah, diperlukan norma kebiasaan dan agama, baik di rumah maupun di sekolahTujuan Membentuk warga negara yang baik dengan membiasakan mencintai lingkungan hidupnya
  41. 41. PENDEKATAN DAN METODEPENGEMBANGAN MORAL
  42. 42. PENDEKATAN• Proses, perbuatan atau cara untuk mendekati suatu aktivitas tertentu• Pendekatan mungkin cocok dipergunakan untuk kalangan tertentu, namun belum tentu sesuai untuk kalangan lain• Pendekatan lebih menekankan pada proses berjalannya upaya untuk menyampaikan sesuatu• Metode memiliki makna sebagai suatu cara kerja yang bersistem, yang memudahkan pelaksanaan kegiatan
  43. 43. PENENTUAN PENDEKATAN YANG TEPAT DALAM KBM• Pengetahuan tentang belajar dan perkembangan anak• Pengetahuan tentang kekuatan, minat, dan kebutuhan setiap individu anak di dalam kelompoknya• Pengetahuan tentang konteks sosial kultural dimana anak hidup
  44. 44. Esensi dalam menentukan pendekatan yang tepat adalah pengetahuan tentang teknik membentuk tingkah laku anak• Memahami Tingkah laku anak harus dipahami guru dengan sewajarnya walaupun tampak mengesalkan (ex: berteriak)• Mengabaikan Tingkah laku yang tidak pantas, dihilangkan dengan cara mengabaikan (misal: merengek)
  45. 45. Lanjutan … • Mengalihkan perhatian Caranya: mengajukan pertanyaan ke arah lain, mengajak melakukan sesuatu dan menyuruh melakukan kegiatan lain • Keteladanan Keteladanan lebih efektif dari kata-kata. Anak lebih memerlukan teladan daripada kritik • Hadiah Caranya dengan memberitahu secara langsung dan secara tidak langsung
  46. 46. Lanjutan … • Perjanjian Tuntutan akan lebih jelas dan berisi syarat tingkah laku dan hadiah • Membentuk Mengubah tingkah laku anak yang cukup kompleks (ex: anak memakai seragam sendiri dengan rapi) • Memuji Dorongan yang cukup kuat pada setiap orang adalah ingin dianggap penting (ex: warna lukisanmu bagus dan serasi)
  47. 47. Lanjutan …• Mengubah lingkungan rumah Mencegah tingkah laku negatif lebih efektif daripada memperbaikinya (ex: menambah/mengurangi dan merapikan kembali lingkungan di sekitar anak)• Mengajak Caranya mempengaruhi anak untuk melakukan sesuatu yang membangkitkan perasaan, dorongan, cita-cita. Strategi yang dapat dilakukan dengan menghimbau, dramatisasi.
  48. 48. Lanjutan …• Menantang Bila anak tidak mengalami benturan dengan lingkungan maka tidak ada motivasi dan perkembangannya tidak maju. Dalam bersaing kalah atau menang tidak perlu malu• Menggunakan akibat yang wajar dan alamiah Membiarkan anak untuk belajar mengalami sendiri konsekuensi wajar dari kesalahan mereka
  49. 49. Lanjutan …• Sugesti Memasukan sesuatu pikiran ke dalam jiwa anak. Sugesti positif akan mengarhkan pada tingkah laku positif dan sebaliknya bila sugesti negatif.• Meminta Menghimbau anak untuk melakukan sesuatu bagi orang tua. Orang tua yang bijak akan lebih sedikit menggunakan perintah dan lebih sering menggunakan permintaan, sugesti atau ajakan.
  50. 50. Lanjutan …• Peringatan atau isyarat Biasanya berupa verbal atau non verbal. Peringatan bersifat objektif, sedangkan omelan bersifat emosional• Kerutinan dan kebiasaan Merupakan penanaman disiplin sehari-hari. Harus dilaksanakan konsisten, dan penyimpangan terhadap aturan jangan ditolerir• Menghadapkan suatu problem Beritahu anak secara jelas bahwa tingkah laku mereka menimbulkan masalah yang tidak menyenangkan orang lain
  51. 51. Lanjutan …• Memecahkan perselisihan Penyelesaian konflik lebih efektif dengan argumentasi yang logis, daripada dengan berkelahi. Mintakan argumentasi terhadap poin masalah dan cari penyebab yang lebih mengena• Menentukan batas-batas aturan Jangan terlalu banyak pembatasan. Batasan harus jelas dan spesifik
  52. 52. Lanjutan …• Menimpakan hukuman Terdiri dari hukuman saat melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan, pencabutan suatu kesenangan dan menimpakan kesakitan baik kejiwaan maupun fisik.• Penentuan waktu dan jumlah hukuma Hukuman lebih baik segera dijatuhkan bila anak melakukan kesalahan.• Menggunakan pengendalian secara fisik Digunakan jika segala teknik yang telah dilakukan menemui kegagalan
  53. 53. METODE PENGEMBANGAN MORAL ANAK TK• Penentuan metode untuk pembelajaran nilai dan moral sangat erat hubungannya dengan proses pengenalan tingkah laku yang dapat diterima oleh masyarakat dan diharapkan mampu dilakukan anak.• Misal: ketika anak belajar mengendalikan diri dalam melakukan sosialisasi, ia akan mendapatkan keterampilan sosial yang bermanfaat
  54. 54. BERCERITA• Merupakan cara untuk mewariskan budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya• Bercerita dapat dijadikan sebagai media untuk menyampaikan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat• Pendongeng yang baik akan menjadikan cerita sebagai sesuatu yang menarik dan hidup
  55. 55. MAKNA PENTING BERCERITA• Mengkomunikasikan nilai-nilai budaya• Mengkomunikasikan nilai-nilai sosial• Mengkomunikasikan nilai-nilai agama• Menanamkan etos kerja, etos waktu, dan etos alam• Membantu mengembangkan fantasi anak• Membantu mengembangkan dimensi kognitif siswa• Membantu mengembangkan dimensi bahasa anak
  56. 56. STRATEGI BERCERITA• Membagi anak dalam kelompok-kelompok kecil (4 kelompok)• Anak yang mengikuti kegiatan bercerita duduk di lantai mengelilingi ibu guru sambil duduk di kursi kecil• Tiga kelompok yang lain, duduk di kursi meja dengan kegiatan yang berbeda• Anak-anak yang mendengarkan cerita pada gilirannya akan mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh tiga kelompok yang lain (menggambar, dll.)
  57. 57. TEKNIK-TEKNIK BERCERITA• Membacakan cerita langsung dari buku (story reading) Teknik ini sangat bagus apabila guru mempunyi puisi atau prosa yang sesuai untuk dibacakan kepada anak TK.• Bercerita menggunakan ilustrasi buku Bila cerita terlalu panjang, guru dapat menambahkan ilustrasi gambar dari buku yang dapat menarik perhatian anak
  58. 58. Lanjutan …• Teknik menceritakan dongeng Dongeng merupakan cara mewarsikan budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya• Bercerita dengan papan flanel Guru dapat membuat papan flanel yang ditempeli gambar-gambar tokoh yang mewakili perwatakan dalam ceritanya Gambar itu dapat dibeli di pasar, atau dikreasi sendiri oleh guru sesuai dengan tema atau pesan yang ingin disampaikan
  59. 59. Lanjutan …• Bercerita dengan menggunakan boneka Tergantung pada usia dan pengalaman anak. Biasanya boneka terdiri dari ayah, ibu, anak laki-laki dan anak perempuan, nenek, kakek, dll. Boneka yang dibuat masing-masing menunjukkan perwatakan pemegang peran tertentu Misal: ayah penyabar, ibu cerewet, anak laki-laki yang pemberani, anak perempuan yang manja
  60. 60. KARYAWISATA• Kegiatan pembelajaran dengan cara mengamati dunia sesuai dengan kenyataan yang ada secara langsung.• Bagi anak TK karyawisata berarti memperoleh kesempatan untuk mengobservasi, memperoleh informasi, atau mengkaji sesuatu secara langsung• Metode ini dapat memperkaya lingkup program kegiatan belajar anak yang tidak mungkin dihadirkan di kelas
  61. 61. MANFAAT KARYAWISATA• Dapat merangsang minat anak terhadap sesuatu• Memperluas informasi yang telah diperoleh di kelas• Memberikan pengalaman mengenai kenyataan yang ada• Dapat menambah wawasan Karya wisata dapat menjadi batu loncatan untuk melakukan kegiatan yang lain (ex: menggambar, dll.)
  62. 62. TUJUAN KARYA WISATA• Pengembangan aspek perkembangan anak TK yang sesuai dengan kebutuhannya. Meliputi:• Pengembangan kognitif• Pengembangan bahasa• Pengembangan kreativitas• Pengembangan emosi• Pengembangan kehidupan bermasyarakat• Penghargaan karya dan jasa orang lain
  63. 63. BERNYANYI• Menyanyi dan anak adalah dua sisi yang tidak dapat untuk dipisahkan• Anak diarahkan pada situasi dan kondisi psikis untuk membangun jiwa yang bahagia, senang menikmati keindahan, mengembangkan rasa melalui ungkapan kata dan nada, serta ritmik yang memperindah suasana pembelajaran
  64. 64. KRITERIA LAGU YANG BAIK• Syair/kalimatnya tidak terlalu panjang• Mudah dihafal oleh anak• Ada misi pendidikan• Sesuai karakter dan dunia anak• Nada yang diajarkan mudah dikuasai anak Bernyanyi dapat diterapkan pada saat pengembangan pembelajaran nilai moral melalui penyisipan makna yang ada pada syair lagu
  65. 65. SAJAK• Sajak memiliki kesamaan dengan syair (dalam bahasa arab), memiliki makna kumpulan kata-kata yang memiliki persamaan bunyi (ritme) terutama pada akhir baris.• Melalui sajak anak bisa kita bawa ke dalam suasana indah, halus, dan menghargai arti sebuah seni.• Anak juga diperkenalkan untuk menikmati untaian kata yang indah sebagai perwujudan dari gagasan dan perasaan kebatinan seseorang
  66. 66. METODE PENGEMBANGANMORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA
  67. 67. Pola Orientasi Moral Anak Taman Kanak-kanakPola = bentuk (struktur) yang tetap.Dari pola ini kita dapat membentuk berbagai model apapun sesuai yangkita kehendaki.Sebaik apapun bentuk yang dibuat secara prinsip harus tetapberpedoman pada pola standar awal yang kita lihat.Pada usia TK anak telah memiliki pola moral yang harus dilihat dandipelajari dalam rangka pengembangan moralitasnya.Mereka telah memiliki standar baku prinsip-prinsip moral yang universal
  68. 68. Landasan Orientasi Pola Perkembangan Moral• Mengandung makna suatu hal yang mendasari perhitungan ketaatan dan kepatuhan seseorang terhadap sesuatu (nilai moral)• Orientasi moral menurut Peter (1979) disamakan dengan moral position atau ketepatan hati• Moral position terhadap suatu nilai moral didasari dua landasan/perhitungan nilai:1. Cognitif motivation aspects (suatu perhitungan antisipatif terhadap resiko yang mungkin muncul jika dirinya menentukan suatu hal)2. Affective motivation aspects (suatu perhitungan emosi yang akan diakibatkan dari sebuah keputusan yang diambil oleh seseorang)
  69. 69. Kajian Teori Perkembangan Moral• Teori-teori yang dipelajari kita pada umumnya bersumber dari dunia barat• Hal itu berarti bahwa setiap teori yang dikembangkan didasarkan pada pola berpikir, objek studi, dan landasan teoritis yang banyak dipengaruhi oleh jati diri para pakar tersebut• Ketika kita mempelajari berbagai teori tentang perkembangan moral anak juga harus berhati- hati karena memungkinkan adanya variabel penentu yang berbeda dalam beberapa hal, seperti: manusianya, kondisi lingkungan, dan landasan filosofi pengembangan teori tersebut.
  70. 70. Perkembangan Moral John Dewey• Tahap perkembangan moral seseorang melewati tiga fase sebagai berikut:1. Fase Pre Moral (Pre Conventional). Pada fase ini sikap dan perilaku manusia banyak dilandasi oleh impuls biologis dan sosial2. Fase Konvensional. Pada fase ini banyak didasari oleh sikap kritis kelompoknya3. Fase Otonomi (autonomous). Pada fase ini perkembangan moral manusia banyak dilandaskan pada pola pikirnya sendiri
  71. 71. Lanjutan … • Pada dasarnya manusia memiliki kesamaan pola perkembangan moral, seperti pada awal kehidupannya manusia tidak memiliki konsep berkehidupan yang mencerminkan nilai moral. • Pendidikan memiliki peran strategis, tanpa landasan pendidikan manusia akan banyak dikendalikan oleh dorongan kebutuhan biologisnya belaka ketika hendak menentukan segala sesuatu • Ketika seorang anak yang dibesarkan di lingkungan jalanan, jauh dari suasana keharmonisan, sepi dari suasana saling menghargai, hampa dari rasa persaudaraan, dsb. Maka sikap dan kepribadian yang muncul juga menunjukan sikap yang kurang baik, seperti: tidak sopan ketika meminta- minta di lampu merah, tidak mengenal tata krama, dan hampir tidak dapat membedakan perbuatan baik dan buruk • Pada fase berikutnya seiring bertambahnya usia, faktor lingkungan sangat besar memberikan pola dalam menentukan sikap dan perilakunya. • Pada fase ketiga, manusia sudah mampu menentukan berbagai pilihan sikap dan kepribadiannya dengan dasar pola berpikirnya sendiri. Itulah tahap kedewasaan seorang manusia.
  72. 72. Perkembangan Moral Piaget• Ada dua fase perkembangan moral yaitu:1. Heteronomuous (2-6 tahun)• Manusia pada saat awal kehidupannya belum memiliki pendirian kuat dalam menentukan sikap dan perilaku. Dalam menentukan sikap dan perilaku masih dilandasi oleh aneka ragam dan sering bertukarnya ketentuan dan kepentingan.2. Autonomous (12 tahun)• Pada tahap ini seorang anak manusia telah memiliki kemampuan sendiri dalam menentukan segala keputusan sikap dan perilaku moralitasnya.
  73. 73. Lanjutan … • Fase heteronomous perlu mendapatkan fokus perhatian karena pada fase ini anak masih sangat labil, mudah terbawa arus, mudah terpengaruh, dan dalam rangka pendidikan moral mereka sangat membutuhkan bimbingan, proses latihans serta pembiasaan yang terus menerus. • Menurut early childhood education and development center, 2003 (pusat pengembangan dan pendidikan AUD) menyatakan bahwa anak membutuhkan latihan dan rutinitas • Melakukan sesuatu secara berulang-ulang adalah suatu keharusan dan kesenangan bagi anak usia dini. • Anak usia TK berada pada awal tahun kehidupannya, karena itu penting untuk memberikan pendidikan dan pengembangan moralitasnya. • Pada tahun awal-awal kehidupanya seorang anak dibentuk oleh nilai-nilai orang dewasa, bahkan sebelum seorang anak dilahirkan (Robert Cloes, 2000).
  74. 74. Moralitas Anak TK• Seiring perkembangan kognitif anak yang dapat dilihat dari perkembangan bahasanya, anak pada usia tersebut diharapkan mulai memahami aturan dan norma yang dikenalkan oleh orang tua melalui penjelasan-penjelasan verbal dan sederhana• Orang tua atau orang dewasa di sekitarnya sudah mulai mengenalkan, mengajarkan, dan membentuk sikap dan perilaku anak.• Komunikasi dan interaksi antara orang tua dan anak dalam hal ini menjadi sangat penting keberadaannya.• Upaya penanaman dan pengembangan perilaku moral yang dilakukan orang tua pada anak tidak dapat dipisahkan dari proses sosialisasi yang terjadi antara mereka
  75. 75. Sikap dan Cara Berhubungan dengan Orang Lain (Sosialisasi)• Minat anak untuk berhubungan dengan orang lain mulai terlihat sejalan dengan perkembangan fisik, motorik, dan bahasanya.• Setelah anak berusia 2 tahun ruang geraknya sudah luas• Pada saat itulah kebutuhan untuk menjalin hubungan dengan orang lain mulai berkembang, tidak hanya sebatas orang tuanya saja, tetapi juga dengan orang lain.• Saat inilah orang tua mulai mengajarkan aturan, nilai, norma yang berlaku di masyrakat sekitar agar anak dapat menjalin hubungan dan dapat diterima oleh lingkungan sosial sekitar dengan baik• Orang tua mengajarkan nilai moral tersebut dengan penjelasan verbal dan sederhana, sambil memberi contoh secara nyata
  76. 76. Lanjutan … • Keterbatasan anak dalam perkembangan bahasa menyebabkan ia masih selalu butuh contoh-contoh nyata agar ia dapat lebih memahami maksud pembicaraan orang tua. • Apabila anak tidak melakukan apa yang dikatakan maka orang tua perlu melakukan koreksi atas perilaku anak • Koreksi sebaiknya disampaikan dengan cara yang baik, dengan pendekatan yang lebih bersifat persuasif (membujuk) karena perilaku tidak pantas yang ditunjukan anak mungkin tidak disadarinya. • Perlu proses dan waktu untuk pembentukan dan pembiasaan sikap, serta perilaku moral pada anak. • Untuk itu dibutuhkan kesabaran pendidik (orang tua dan guru) dalam memberikan penjelasan dan contoh pada anak
  77. 77. Lanjutan … • Pendidik harus banyak memberikan penjelasan dan contoh nyata tentang apa yang harus dilakukan anak dan bagaiamana cara ia melakukan sesuatu tersebut • Pendidik harus mampu menunjukkan sikap taat asas (konsisten) terhadap anak untuk memudahkan anak mempelajari dan memahami apa yang diharapkan darinya • Pentingya pujian dan contoh dalam membentuk perilaku moral sangat sesuai dengan apa yang disampaikan Kohlberg dan pandangan aliran perilaku (behaviorist) • Menurut Kohlberg pada awalnya anak berperilaku baik agar ia mendapatkan pujian dan terhindar dari hukuman, dan agar ia diterima oleh lingkungan sekitar dan terhindar dari kecaman orang lain • Menurut aliran behaviorist perilaku moral adalah hasil dari pemberian reinforcement (penguatan), berupa hukuman dan model dari orang tua
  78. 78. Lanjutan …• Pada anak yang lebih muda usia (2 atau 3 tahun) hukuman sedapat mungkin tidak diberikan, kalaupun orang tua perlu melakukan koreksi terhadap perilaku anak yang tidak pantas, dianjurkan dengan cara yang lebih persuasif mengingat pada usia itu anak baru mulai mengenal aturan, nilai dan norma.• Kekeliruan yang dibuat anak pada usia itu dilakukan bukan karena disengaja tetapi karena ia tidak atau belum tahu cara yang diharapkan oleh lingkungannnya.• Bila orang tua menghukumnya, ia belum mengerti mengapa orang tua menghukumnya.• Tetapi apabila kekeliruan terjadi berulang kali, boleh saja orang tua menghukumnya, dalam arti memberikan reaksi atau sikap yang membuat anak mengerti bahwa perilaku yang ia lakukan tidak diharapkan oleh orang tuanya.• Seiring dengan bertambahnya usia anak hukuman yang diberikan dapat bervariasi dan proporsional
  79. 79. Cara Berpakaian dan Berpenampilan• Penampilan dan cara berpakaian seseorang dapat memberi kesan tentang perilaku moral seseorang• Individu yang berpenampilan, berpakaian, ataupun bergaya hidup yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat sekitar, akan dinilai sebagai individu yang berperilaku moral kurang baik• Pada anak TK hal-hal seperti itu harus mulai dikenalkan dan diajarkan.• Kesempatan untuk mengajarkan hal-hal seperti itu sering kali tergantung dari kejadian atau pengalaman yang terjadi kepada anak• Anak perempuan seringkali melihat ibunya berdandan dan biasanya anak akan meniru, saat itulah seorang ibu harus menjelaskan kepada anaknya tentang berdandan.
  80. 80. Sikap dan Kebiasaan Makan• Ada tata cara tertentu (table manner) yang diatur oleh lingkungan sekitar dalam melakukan kegiatan makan, yang berpengaruh pada penyesuaian diri individu dalam lingkungan sosial sekitarnya.• Tata cara tersebut harus sudah dikenalkan dan diajarkan kepada anak sejak usia dini, agar menjadi kebiasaan yang baik dan mengarahkannya pada perilaku moral yang baik.• Seiring dengan bertambahnya usia nilai dan norma yang berkaitan dengan tata cara makan ini dapat diperluas, misalnya: tata cara makan dengan orang yang lebih tua• Di TK salah satu kegiatan yang perlu diprogramkan adalah “makan bersama”, guru memegang peran penting dalam mengajarkan cara makan kepada anak. Selama acara makan guru mengamati tiap-tiap anak dan membantu meningkatkan keterampilan mereka dalam kegiatan ini.
  81. 81. Lanjutan …• Selain berkaitan langsung dengan tata cara makan, anak juga harus diajari hal-hal yang harus dilakukannya sebelum dan setelah makan.• Anak juga perlu diberi pengetahuan tentang manfaat makanan tersebut bagi dirinya, selain untuk mengatasi rasa lapar juga bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan dirinya.• Banyak anak seusia ini mengalami masalah dan kesulitan yang berhubungan dengan makan.• Pendidik perlu menyadari pentingya suasana makan untuk merangsang nafsu dan selera makan kepada anak dan menghindari timbulnya masalah atau kesulitan makan anak• Menghadapi anak yang mengalami masalah atau sulit makan orang tua atau guru perlu untuk mencari penyebabnya
  82. 82. Sikap dan Perilaku Anak yang Memperlancar Hubungannya dengan Orang Lain• Banyak orang yang tidak menyadari bahwa sikap dan perilakunya merugikan atau menyakitkan orang lain sehingga mengambat kelancaran hubungannya dengan orang lain• Pada dasarnya hal itu dipengaruhi oleh sikap egois dan acuh tak acuh terhadap kepentingan orang lain.• Banyaknya berbagai kasus yang dipengaruhi oleh faktor egoisme ini membuktikan pentingya penanaman moral anak sejak dini.• Seiring dengan perkembangan berbahasa dan berpikirnya, berbagai informasi yang dilihat dan didengarnya dapat merupakan pelajaran bagi anak.• Perilaku anak TK yang mengarah kepada perilaku moral yang kurang baik, dapat kita lihat pada kehidupan sehari2.
  83. 83. Lanjutan … • Kemajuan di bidang teknologi merupakan nara sumber yang jauh lebih sarat informasi bagi anak dibandingkan informai yang diperoleh dari orang tua atau gurunya. • Masuknya informasi kepada anak sudah sulit dibendung dan dibatasi. • Salah satu cara untuk menhgindari dampak negatif dari berbagai informasi tersebut adalah dengan menanamkan moral secara lebih intensif dan efektif. • Pendidik harus mampu bersikap lebih terbuka dalam memberi informasi dan menanggapi pertanyaan anak, dan dalam setiap kesempatan yang tepat berusaha memasukan nilai dan norma yang dapat mengarahkannya kepada perilaku positif. • Pendidik dituntut untuk membekali dirinya dengan berbagai informasi yang luas dan dapat dipertanggungjawabkan
  84. 84. Lanjutan … • Pendidik juga harus lebih banyak melakukan pendekatan yang bersifat demokratis, dengan memberi peluang bagi anak untuk berdiskusi dengan tetap memperhatikan tatakrama dan sopan santun. • Pendidik yang masih bersikap otoriter yang cenderung memaksakan pendapat dan kehendak kepada anak akan kehilangan kesempatan untuk membina hubungan yang baik dengan anaknya, bahkan akan menjauhkannya dari anak • Bila anak menjadi jauh dari pendidik maka ia akan mencoba mencari nara sumber lain untuk mendapatkan informasi melalui media dan teman-teman sebaya yang masih dangkal pengetahuan dan cara berpikirnya. • Penanaman moral kepada anak TK dapat menggunakan pendekatan yang bersifat individual, perusasif, dan informal (santai dan penuh keakraban)
  85. 85. Tujuan dan Pengembangan Moral Anak Menurut Adler (1974)• Tujuannya adalah dalam rangka pembentukan kepribadian yang harus dimiliki oleh manusia seperti:1. Dapat beradaptasi pada berbagai situasi dalam relasinya dengan orang lain dan dalam hubungannya dengan berbagai kultur2. Selalu dapat memahami sesuatu yang berbeda dan menyadari bahwa dirinya memiliki dasar pada identitas kulturnya3. Mampu mejaga batas yang tidak kaku pada dirinya, bertanggungjawab terhadap bentuk batasan yang dipilihnya sesaat dan terbuka pada perubahan
  86. 86. TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA MOHON MAAF APABILA ADASALAH DAN KEKURANGAN……..
  87. 87. TAHAPPERKEMBANGANMORAL ANAK TK Mukhamad Murdiono, M. Pd. Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta
  88. 88. POLA PERKEMBANGAN MORAL ANAK• Tinjauan teoretis terhadap tahapan-tahapan perkembangan moral anak biasa dikenal dengan pola perkembangan anak• Pada saat lahir seorang bayi tidak memiliki skala nilai, sehingga bayi yang baru lahir dapat dianggap amoral atau non moral• Letak kemuliaan manusia dibanding mahluk lain adalah adanya keagungan manusia yang menjunjung tinggi moralitas kehidupannya
  89. 89. Perkembangan Moral Piaget• Memfokuskan pada aspek cara berpikir anak tentang isu-isu moral• Mengamati dan mewawancarai kelompok anak usia 4-12 tahun• Ia mempelajari bagaimana anak-anak itu menggunakan dan memandang aturan yang ada dalam permainan tersebut• Pertanyaan yang diajukan berkisar tentang isu- isu moral seperti pencurian, berbohong, hukuman, dan keadilan
  90. 90. 2 Tahap Perkembangan Moral1. Tahap Heteronomous Morality (Moralitas Heteronomus) Pada tahap ini anak menganggap keadilan dan aturan sebagai sifa-sifat dunia (lingkungan) yang tidak berubah dan lepas dari kendali manusia2. Tahap Autonomous Morality (Moralitas Otonomus) Anak sudah menyadari bahwa aturan-aturan dan hukum diciptakan oleh manusia
  91. 91. PERBANDINGAN• Anak menimbang akibat • Maksud atau niat dari perilaku yang dia pelaku dibalik lakukan, bukan dari tindakannya maksud pelaku. dipandang lebih• Anak meyakini bahwa penting dari sekedar aturan ditentukan oleh akibatnya para pemegang otoritas • Aturan hanya berupa yang memiliki kekuatan kesepakatan belaka, sehingga tidak dapat yang dapat diubah diubah. melalui konsensus• Keadilan sebagai • Hukuman sebagai alat sesuatu yang tetap ada, sosial yang bisa jika aturan dilanggar dialami dan bisa pula maka hukuman akan tidak, tergantung ditimpakan dengan kondisinya. segera• (immanent justice)
  92. 92. Perkembangan Moral Kohlberg• Mempelajari alasan-alasan yang mendasari respons-respons moral• Merancang serangkaian cerita imajinatif yang memuat dilema moral untuk mengukur penalaran moral• Respon apa yang dipilih tidak begitu penting, yang terpenting adalah penalaran yang digunakan untuk menyelesaikan konflik• Kepada responden ditanyakan tentang apa yang sebaiknya dilakukan, dan mengapa memilih untuk melakukan itu
  93. 93. LEVEL PERKEMBANGAN MORAL• Penalaran Moral Prakonvensional 1. Orientasi hukuman dan kepatuhan 2. Orientasi individualisme dan orientasi hukum dan aturan• Penalaran Moral Konvensional 1. Orientasi konformitas interpersonal 2. Orientasi hukum dan aturan• Penalaran Moral Pascakonvensional 1. Orientasi kontrak sosial 2. Orientasi etis universal
  94. 94. PENALARAN MORAL PRAKONVENSIONAL• Anak belum menunjukkan internalisasi nilai-nilai moral• Penalaran moral anak dikendalikan oleh faktor eksternal yaitu ganjaran dan hukuman yang bersifat fisik• Pertimbangan moral anak didasarkan pada akibat-akibat yang bersifat fisik dan hedonistik• Sesuatu dianggap benar atau baik jika menghasilkan sesuatu yang menguntungkan dirinya dan menyenangkan secara fisik
  95. 95. ORIENTASI HUKUMAN DAN KEPATUHAN• Mengacu pada kepatuhan atau hukuman oleh figur-figur yang berkuasa• Tindakan dinilai benar atau salah tergantung dari akibat hukuman yang berkaitan dengan kegiatan tersebut• Misal: seorang anak akan mengatakan bahwa bermain di tempat tidur itu tidak baik, karena ibu melarangnya dan ibu akan marah kalau ia melakukan hal itu.• Dokter bisa dianggap jahat oleh anak kalau dipersepsi sebagai orang yang suka menyakiti (menyuntik)
  96. 96. ORIENTASI INDIVIDUALISME DAN TUJUAN INSTRUMENTAL• Acuan moral anak masih terhadap peristiwa- persitiwa eksternal fisik.• Suatu tindakan dinilai benar bila berkaitan dengan kejadian eksternal yang memuaskan kebutuhan dirinya atau kebutuhan orang lain yang sangat dekat dengan dirinya• Meskipun mencuri itu salah karena berasosiasi dengan hukuman tetapi mencuri dapat dibenarkan bila dilakukan saat dia sangat lapar
  97. 97. Lanjutan … • Pendidikan yang dikembangkan harus memperhatikan perkembangan dan cara belajar anak • Kurikulum yang dikembangkan sesuai dengan perkembangan anak (developmentally appropiated curriculum) • Pendidikan yang berorientasi pada perkembangan anak ini memungkinkan para fasilitator untuk merencanakan berbagai pengalaman yang dapat menumbuhkan minat anak, merangsang keingintahuan anak, melibatkan anak secara emosional maupun intelektual, dan membuka daya imajinasi mereka
  98. 98. 4 area perkembangan yang perlu ditingkatkan dalam kegiatan pengembangan anak TK • Perkembangan fisik • Perkembangan sosial emosional • Perkembangan kognitif • Perkembangan bahasa
  99. 99. Perkembangan sosial emosional• Mengetahui diri sendiri dan hubungannya dengan orang lain, yaitu teman sebaya dan orang dewasa• Bertanggungjawab terhadap diri sendiri maupun orang lain• Berperilaku sesuai dengan perilaku baik yang berkembang di masyarakat (prososial)
  100. 100. Tujuan dan Pengembangan Moral Anak Menurut Adler (1974)• Tujuannya adalah dalam rangka pembentukan kepribadian yang harus dimiliki oleh manusia seperti:1. Dapat beradaptasi pada berbagai situasi dalam relasinya dengan orang lain dan dalam hubungannya dengan berbagai kultur2. Selalu dapat memahami sesuatu yang berbeda dan menyadari bahwa dirinya memiliki dasar pada identitas kulturnya3. Mampu mejaga batas yang tidak kaku pada dirinya, bertanggungjawab terhadap bentuk batasan yang dipilihnya sesaat dan terbuka pada perubahan
  101. 101. TUGAS• Cobalah lakukan sebuah pengamatan/observasi kepada 5 orang anak usia TK. Hal yang harus anda catat selama observasi tersebut adalah:1. Bagaimana tingkat konsistensi anak dalam berperilaku selama 1 pekan!2. Tanyakan kepada mereka secara terpisah dan menggunakan interval waktu, apa yang menjadi cita-citanya (tanya 3 kali dalam kurun waktu 1 bulan)!3. Tuliskan datanya secara kuantitatif lalu simpulkan!(Lihat latihan di Kegiatan Belajar 1 Modul 1, halaman 1.23)
  102. 102. FORMAT OBSERVASINama Jenis Usia Hari/tanggal Jawaban Keterangan KelaminJoko L 2 th Senin Pon,25- dokter 7-07Sri P 3 th Rabu Kliwon, Guru 30-7-07Fafa L 1,5 Kamis Legi, 2- dokter 8-07
  103. 103. TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA MOHON MAAF APABILA ADASALAH DAN KEKURANGAN……..

×