Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Penilaian status gizi

970 views

Published on

Midwifery at UIN Alauddin Makassar

Published in: Healthcare
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Penilaian status gizi

  1. 1. Penilaian Status Gizi JUSNIANI ANDI NURFAHMI UMMUL NURHAYATI GENI LISKANTARI NURHAERATIH RATNA AYU DINAR INDAH PERMATA SARI
  2. 2. Dalam membahas observasi/pemantauan status gizi perlu dipahami beberapa pengertian yang berkaitan dengan hal tersebut al: Status Gizi, Keadaan Gizi, Malnutrisi dan Kurang Energi Protein (KEP). Pemantauan Status Gizi
  3. 3. Status gizi merupakan suatu tampilan keadaan keseimbangan atau perwujudan nutrien dengan variabel spesifik, sebagai contoh: gondok endemik, merupakan keadaan ketidakseimbangan pemasukan dan pengeluaran yaodium dalam tubuh. Status Gizi
  4. 4. Keadaan gizi merupakan suatu keadaan akibat dari keseimbangan antara konsumsi dan penyerapan zat gizi dan penggunaannya, atau keadaan fisiologik akibat dari tersedianya zat gizi dalam seluler tubuh. Keadaan Gizi
  5. 5. Malnutrisi Malnutrisi atau nutrisi salah merupakan keadaan patologis yang diakibatkan karena kelebihan atau kekurangan satu atau lebih zat gizi, dikenal beberapa bentuk Malnutrisi : o Under nutrition atau kekurangan konsumsi pangan untuk periode tertentu. o Over nutrition atau kelebihan konsumsi pangan untuk periode tertentu. o Spesific deficiency atau kekurangan gizi tertentu, misalnya vit. D, vit. E, Fe dll.
  6. 6. • Gizi Kurang ( Under Nutrition): Keadaan tidak sehat secara patologis yang disebabkan karena kurang makan, kurang konsumsi energi dan kurang konsumsi satu atau lebih zat gizi. Berat badan yg terus menurun  kurang gizi • Gizi Lebih (Over Nutrition): Keadaan tidak sehat karena kebanyakan makan, mengkonsumsi energi lebih banyak dari pada yang diperlukan tubuh dalam jangka waktu yang lama Kegemukan  tanda pertama dari gizi lebih
  7. 7. PENDAPATAN PENDIDIKAN KETERSEDIAAN PANGAN STATUS GIZI • cara bertani •Jenis tanaman •Faktor lingkungan •Luas lahan •Pola tanam •Rangsangan berproduksi •Peranan sosial PENGGUNAAN PANGAN •Pola makan •Cara pemasakan •Distribusi mkn •Jml anggota kel. •Keadaan kesehatan •Budaya dan agama •Status sosial Faktor yang berpengaruh terhadap status gizi
  8. 8. Merupakan defisiensi gizi yang paling berat dan meluas terutama pada balita. Hal ini disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari ataupun gangguan suatu penyekit. Umumnya penderita KEP berasal dari keluarga dengan penghasilan sangat terbatas. Kurang Energi Protein (KEP)
  9. 9. Faktor yg Mempengaruhi Timbulnya Masalah Gizi Zat Gizi dlm Mkn Konsumsi Makanan Status Gizi Mkn dr luar kel. Daya beli kel. Kebiasaan Makan Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan Kesehatan Baik Buruk Sehat Sakit
  10. 10. Faktor yang berpengaruh terhadap status gizi Kebiasaan Makan Baik Status Gizi Baik Jelek Status Gizi Jelek 1. KKP 2. Anemi zat besi 3. Kurang Vit.A 4. GAKY 5. dll 1. Jantung Koroner 2. Hipertensi 3. Diabetes Melitus 4. Obesitas 5. Kanker 6. dll Sehat Gizi Kurang Gizi Lebih
  11. 11. • Menimbang BB • Mengukur TB • Dihubungkan dengan umur • Pada anak gunakan KMS untuk mencatat untuk menilai perkembangan BB anak. • Pada orang dewasa dengan membandingkan BB/TB atau IMT Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui gejala:
  12. 12. • Pengukuran langsung → Antropometri, → Klinis → Biokimia → Biofisik • Pengukuran tidak langsung → Survey konsumsi → Statistik vital → Faktor ekologi Pengukuran Status Gizi dikelompokkan sbb:
  13. 13. • Dari sudut pandang gizi, antropometri berhubungan dengan pengukuran dimensi dan komposisi tubuh pada berbagai tingkat umur. • Digunakan untuk melihat ketidak seimbangan asupan protein dan energi yang terlihat pada pola pertumbuhan fisik serta proporsi jaringan tubuh spt lemak dan otot. Antropometri:
  14. 14. • Metode pemeriksaan klinis didasarkan atau perubahan- perubahan yang terjadi pada jaringan epitel seperti mata, kulit, rambut dan mukosa. • Penggunaan metode klinis dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda-tanda kekurangan zat gizi, dengan melakukan antara lain pemeriksaan fisik riwayat penyakit Klinis:
  15. 15. • Pemeriksaan secara lab untuk berbagai macam jaringan tubuh, mis: darah urine, feses, hati, otot. • Banyak gejala klinis yang tidak spesifik sehingga diperlukan pemeriksaan kimia saat yang diharapkan dapat menentukan kekurangan gizi yang lebih tepat Biokimia:
  16. 16.  Penggunaan metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi dan perubahan struktur jaringan.  Pada umumnya digunakan pada situasi tertentu, mis: kejadian buta senja epidemik dengan tes adaptasi gelap. Biofisik
  17. 17. • Merupakan penentuan status gizi dengan melihat jumlah dan macam zat gizi yang dikonsumsi. • Pengumpulan data konsumsi makanan pada masyarakat, keluarga memberikan gambaran. Konsumsi berbagai zat gizi yang dapat mengidentifikasikan kelebihan dan kekurangan zat gizi Survey Konsumsi:
  18. 18. • Dengan analisis beberapa data statistik kesehatan seperti angka kesakitan dan kematian karena penyakit tertentu. • Angka kematian berdasarkan umur atau data lain yang berhubungan dengan gizi Statistik Vital:
  19. 19. • Pengukuran faktor ekologi penting untuk mengetahui penyebab malnutrisi. • Keadaan malnutrisi merupakan hasil interaksi beberapa faktor fisik, biologis dan lingkungannbudaya. • Bahan makanan yang tersedi tergantung pada keadaan ekologi spt: tanah, iklim atau pengairan Faktor ekologi:

×