Prinsip dasar ekonomi syariah

2,485 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,485
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
222
Actions
Shares
0
Downloads
99
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Prinsip dasar ekonomi syariah

  1. 1. Hatta Syamsuddin, LcPelatihan KJKS Bina Insan MandiriSolo, 26 Januari 2011
  2. 2. 1. Urgensi Muamalat / Ekonomi Syariah2. Prinsip Dasar Muamalat3. Rambu-rambu dalam Muamalat4. Pengertian & Ragam Macam Akad Syariah secara umum
  3. 3. dan memahami ekonomi syariah
  4. 4.  Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu (QS al Baqoroh 208)
  5. 5. -  - Nabi SAW : “ Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian. (HR Muslim)
  6. 6.  “ Barang siapa yang Allah menginginkan kebaikan ada padanya, maka akan dipahamkan dalam masalah agama. Sesungguhnya Ilmu itu dengan belajar “ (HR Bukhori)
  7. 7. “ Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS al baqoroh 275)
  8. 8. Tidak boleh berdagang di pasar ini kecuali orang yangmemahami (fiqh muamalah),Jika ia tidak mengerti fiqhmuamalah, maka ia akan memakan riba, suka atautidak suka
  9. 9. Sayyidina Ali Ra, berkata," Siapa yang berbisnistanpa mengetahui fiqh (muamalah),maka iapasti terjerumus ke dalam riba, kemudianlebih terjerumus lagi dan terus terjerumusmakin dalam pada praktek riba
  10. 10.  Rasulullah S.A.W. mengingatkan : "Riba mempunyai 72 pintu. Riba yang paling ringan (dosanya) seperti seorang lelaki berzina dengan ibunya." (al-Tabrani, 7/158, al-Hakim). Dari Jabir ra bahwasanya Rasulullah SAW melaknat para pemakan riba, yang meberikannya, para pencatatnya dan saksi- saksinya.” Kemudian beliau bersabda, “Mereka semua adalah sama”. (HR. Muslim).
  11. 11. 1. Al Hurriyyah (fredom of making contract)2. Al Musaawah (equality)3. Al Adalah (justice)4. Al Ridha (willingness)5. As Shidqu (faithful)6. Al Kitabah (documentation)
  12. 12.  Kompromi (damai) boleh antara kaum muslimin, kecuali yang mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang harom. Kaum muslimin bergantung pada persyaratan yang mereka buat sendiri, kecuali syarat yang mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram “ (HR Abu Daud dan Tirmidzi)
  13. 13.  Kompromi (damai) boleh antara kaum muslimin, kecuali yang mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang harom. Kaum muslimin bergantung pada persyaratan yang mereka buat sendiri, kecuali syarat yang mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram “ (HR Abu Daud dan Tirmidzi)PRAKTEK : Syarat kelebihan diharamkan
  14. 14.  – Malik Mengatakan : Telah sampai kepadaku Abu Hurairah mengatakan: “bagi budak (berhak) mendapatkan makanan dan pakaian secara makruf ( baik sesuai kebiasaan)” (HR Muwattho’) PRAKTEK : Secara umum dalam setiap akad (termasuk tabarru’), secara khusus dalam akad Tijary
  15. 15.  Jika yang berutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakan, maka hendaklah walinya mengimlakan dengan jujur (Al-Baqoroh 282) PRAKTEK : Keadilan antara penjual dan pembeli, bahkan juga produsen dan konsumen akhir
  16. 16.  Hai orang-orang yang beriman, janganlah  kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu (QS An-Nisa 29) PRAKTEK : jenis akad, harga, barang dan pelayanan
  17. 17.  “ kedua belah pihak (penjual dan pembeli) masih dalam tenggang pemilihan (khiyar) selama belum berpisah, jika mereka berdua jujur dan telah menjelaskan dengan baik, maka diberkahi bagi keduanya, jika berdusta dan menyembunyikan, maka dihapus keberkahan itu” (HR Bukhori Muslim) PRAKTEK : Manipulasi dan Kolusi
  18. 18.  dan janganlah kamu jemu menulis utang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu,: (1) lebih adil di sisi Allah dan (2) lebih dapat menguatkan persaksian dan (3) lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu,,
  19. 19. Kaedah Fiqh Tentang Akad Artinya: Menurut ketentuan asal bahwa akad- akad dan syarat-syarat adalah dibolehkan dansahih; tidak ada yang diharamkan atau dianggap batal kecuali apa-apa yang dinyatakan haramdan batal oleh Syariah.” (Ibnu Taymiyah, Qaidah Nuranniyah,131)
  20. 20. 1. Maisir (Spekulasi dan Judi)2. Aniaya (zhalim)3. Gharar (tidak jelas underlying)4. Haram5. Riba6. Iktinaz (Penimbunan Uang)7. Bathil (Tidak memenuhi rukun dan syarat )
  21. 21.  Keterikatan antara ijab dan qabul dengan cara yang sesuai syariat yang menimbulkan akibat hukum pada objek akad.
  22. 22.  Wahai orang-orang yang beriman , penuhilah akad-akad itu (QS Al-Maidah 1)
  23. 23. UNSUR-UNSUR (RUKUN) AKAD/KONTRAK Ijab & QabulPelaku Kontrak (A’qidain) 1.Ada Ketika Kontrak Dikecualikan: berlangsung salam Obyek Akad 2.Sah Menurut(Ma’qud Alaih) istisna Hukum Islam Jual Beli 3.Dapat Diserahkan Secara Ketika Akad Madhu-’u l Hutang Akad (Tujuan Akad)
  24. 24. TABARRU’ TIJARAH Tabarru’ dapat Menjadi TijariyQaradh Natural Certainty Natural Uncertain Wakalah Wadiah Contract ty Contract Kafalah Teori Pertukaran Teori Percampuran Hawalah 1. Murabahah Rahn Musyarakah 2. Salam, 3. Istisna Mudharabah 4. Ijarah dan Muzara’ah 5. Ijaraj Muntahiyah Musaqah Bit Tamlik
  25. 25.  Wakalah (pendelegasian wewenang) Wadi’ah (titipan) Kafalah (penjaminan) Hiwalah (pemindahan hutang) Rahn.(Gadai)
  26. 26.  Lanjutkan slide yang lain
  27. 27. Hatta Syamsuddin, Lcwww.indonesiaoptimis.com sirohcenter@gmail.com 081329078646

×