Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
SAMPLING DESIGN
PENGERTIAN <ul><li>Populasi adalah keseluruhan atau himpunan obyek dengan ciri yang sama </li></ul><ul><li>Target populati...
PENGERTIAN <ul><li>Problem population adalah populasi yang menjadi obyek penelitian, kepada siapa hasil penelitian diberla...
POPULASI DAN SAMPEL <ul><li>Beberapa pengertian populasi : </li></ul><ul><li>POPULASI  : HIMPUNAN DARI UNIT/ INDIVIDU YANG...
SAMPEL <ul><li>SAMPEL  : bagian dari populasi dari mana data atau informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh  secara langsu...
POPULASI SAMPEL PARAMETER STATISTIK     x  s s 2   r SAMPLING GENERALISASI/ INFERENSI
ALASAN SAMPLING (1)  <ul><li>1. Jika pengambilan sampel didasarkan atas  azas probabilitas, maka penggunaan data dari samp...
ALASAN SAMPLING (2) <ul><li>4. Jika populasi jumlahnya tak terbatas, pemakaian populasi adalah sesuatu yang tidak mungkin ...
PERSYARATAN SAMPLING <ul><li>1. Digunakan azas probabilitas ( random sampling ) </li></ul><ul><li>2. Jumlah sampel memadai...
KEUNTUNGAN SAMPLING <ul><li>1. Kesimpulan umum tentang populasi diperoleh dengan murah, cepat, akurat dan dapat dipertangg...
REPRESENTATIVITAS SAMPEL <ul><li>Homogenitas Populasi </li></ul><ul><li>2. Jumlah Sampel yang Dipilih </li></ul><ul><li>3....
CARA PEMILIHAN SAMPEL <ul><li>Probability Sampling 1. Simple Random Sampling 2. Sistematik Random Sampling 3. Stratified R...
TEKNIK SAMPLING <ul><li>1.  Probability sampling  atau  random sampling </li></ul><ul><li>2.  Non Probability sampling  at...
RANDOM SAMPLING <ul><li>adalah sampel yang diperoleh secara random </li></ul><ul><li>1.  Unrestricted random sampling , te...
SIMPLE RANDOM SAMPLING <ul><li>Populasi dianggap homogen </li></ul><ul><li>Tersedia daftar (list) dari seluruh populasi, b...
SIMPLE RANDOM SAMPLING *  *  *  * *  *  *  *  *  * *  *  *  *  *  *  *  * *  *  *  *  *  *  *  * *  *  *  *  *  *  *  * * ...
SYSTEMATIC RANDOM SAMPLING <ul><li>Cara ini digunakan untuk populasi yang dianggap homogen </li></ul><ul><li>Tersedia daft...
STRATIFIED RANDOM SAMPLING <ul><li>Cara ini digunakan jika populasinya heterogen </li></ul><ul><li>Dlm populasi yang heter...
STRATIFIED RANDOM SAMPLING -  +  *  -  +  * *  *  -  +  +  -  * *  -  -  *  +  +  - +  +  +  *  -  *  - *  -  -  *  *  *  ...
CLUSTER RANDOM SAMPLING atau AREA RANDOM SAMPLING <ul><li>Dilakukan bila populasi heterogen </li></ul><ul><li>Dlm populasi...
CLUSTER/AREA RANDOM SAMPLING - + * + * - - * * - + - + - - - + + + * * * - + * - + * * + - + - + * * - + - + + - - - + * *...
MULTISTAGE RANDOM SAMPLING <ul><li>Merupakan kombinasi dari  simpel - stratified - cluster random sampling </li></ul><ul><...
NON PROBABILITY SAMPLING (Non Random Sampling) <ul><li>1.  Convenience atau Accidental Sampling </li></ul><ul><li>2.  Purp...
NON PROBABILITY SAMPLING (1) <ul><li>1. Convenience atau Accidental Sampling : - Sampel yg terdiri dari unit / individu ya...
NON PROBABILITY SAMPLING (2) <ul><li>3. Judgment Sampling : - Sampel ditentukan oleh petugas pengumpul data    saat pengum...
SAMPLE SIZE (1) <ul><li>Untuk menentukan jumlah sampel, harus dapat menjawab 3 pertanyaan : </li></ul><ul><li>1. Harga ata...
SAMPLE SIZE (2) <ul><li>Syarat penting untuk suatu generalisasi atau inferensi </li></ul><ul><li>Semakin homogen populasi,...
PENENTUAN BESAR SAMPEL (SAMPLE SIZE) <ul><li>Perlu adanya teori sampling </li></ul><ul><li>Melibatkan rumus statistik    ...
KETENTUAN UMUM UNTUK MENAKSIR BESAR SAMPEL <ul><li>Untuk menaksir parameter atau menguji hipotesis. </li></ul><ul><li>Data...
HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN  <ul><li>Jenis dan rancangan penelitian </li></ul><ul><li>Tujuan penelitian/analisis </li></ul...
JUMLAH SAMPEL UNTUK PENELITIAN SURVEI (DISKRIPTIF)-1 <ul><li>1. Meneliti harga mean (rata-rata) </li></ul><ul><li>a. Untuk...
JUMLAH SAMPEL UNTUK PENELITIAN SURVEI (2) <ul><li>b. Untuk unit populasi yang finitive : </li></ul><ul><li>N. z 2 . δ 2  <...
JUMLAH SAMPEL UNTUK PENELITIAN SURVEI (3) <ul><li>1. Meneliti harga proporsi (p) </li></ul><ul><li>a. Untuk unit populasi ...
JUMLAH SAMPEL UNTUK PENELITIAN SURVEI (4) <ul><li>b. Untuk unit populasi yang finitive : </li></ul><ul><li>N. z 2 . p. q  ...
JENIS PENELITIAN OBSERVASIONAL EKSPERIMENTAL ESTIMASI UJI HIPOTESIS 1 POPULASI 2 POPULASI KOMPARASI KORELASI CLUST. R.S. S...
VARIABEL
VARIABEL (1) <ul><li>Variabel adalah  - Konsep yang mempunyai variabilitas  - Segala sesuatu yang bervariasi. </li></ul><u...
VARIABEL (2) <ul><li>B. Variabel tak Bebas = var. tergantung = var. efek - Variabel yang berubah karena variabel bebas </l...
VARIABEL (3)   <ul><li>D. Variabel Pendahulu : </li></ul><ul><li>- Variabel bebas yang berpengaruh pada variabel tergantun...
VARIABEL (4)   <ul><li>E. Variabel Pra Kondisi : - Variabel yang keberadaannya merupakan pra syarat bagi bekerjanya suatu ...
CONTOH  : <ul><li>Tingkat Pendidikan </li></ul><ul><li>Status Ekonomi </li></ul><ul><li>Sanitasi Lingkungan </li></ul><ul>...
HUBUNGAN ANTAR VARIABEL <ul><li>Ada 3 macam hubungan : 1. Hubungan Simetris 2. Hubungan Asimetris 3. Hubungan Timbal Balik...
TINGKAT PENGUKURAN VARIABEL <ul><li>1. Variabel Nominal ( Skala Nominal ) : </li></ul><ul><li>- variabel yang variasinya t...
TINGKAT PENGUKURAN VARIABEL <ul><li>4. Variabel Rasio ( Skala Rasional) : </li></ul><ul><li>- Disamping intervalnya jelas,...
DEFINISI OPERASIONAL <ul><li>Setiap variabel yang terlibat dalam penelitian HARUS di definisi operasionalkan. </li></ul><u...
lanjut ke PENGUMPULAN DATA
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Metpen 3 Sampling

27,399 views

Published on

Published in: Education, Technology, Design

Metpen 3 Sampling

  1. 1. SAMPLING DESIGN
  2. 2. PENGERTIAN <ul><li>Populasi adalah keseluruhan atau himpunan obyek dengan ciri yang sama </li></ul><ul><li>Target population adalah kepada siapa (about which) kesimpulan akan diberlakukan atau digeneralisasikan </li></ul><ul><li>Sampel adalah himpunan bagian atau sebagian dari populasi </li></ul><ul><li>Sample population adalah darimana (from which) sampel diambil </li></ul>
  3. 3. PENGERTIAN <ul><li>Problem population adalah populasi yang menjadi obyek penelitian, kepada siapa hasil penelitian diberlakukan atau digeneralisasi (biasanya sudah tercermin pada rumusan permasalahan penelitian) </li></ul><ul><li>Data population adalah populasi darimana data diperoleh melalui sampelm populasi tsb </li></ul><ul><li>Idealnya problem population identik dg data population atau mewakili </li></ul>
  4. 4. POPULASI DAN SAMPEL <ul><li>Beberapa pengertian populasi : </li></ul><ul><li>POPULASI : HIMPUNAN DARI UNIT/ INDIVIDU YANG MEMPUNYAI CIRI-CIRI YANG SAMA </li></ul><ul><li>Populasi : keseluruhan subyek penelitian. </li></ul><ul><li>Populasi : kumpulan semua elemen atau individu dari mana data atau informasi akan dikumpulkan </li></ul><ul><li>Populasi dinyatakan dengan memasukkan tiga unsur, isi ( content ), luas ( extent ) dan waktu ( time ). </li></ul>
  5. 5. SAMPEL <ul><li>SAMPEL : bagian dari populasi dari mana data atau informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh secara langsung </li></ul><ul><li>Besaran, nilai atau harga yang dimiliki atau diperoleh dari sampel disebut statistik </li></ul><ul><li>Statistik dilambangkan dengan huruf Latin (  x, s, s 2 , r) </li></ul><ul><li>Proses pengambilan sampel dari populasi disebut sampling </li></ul>
  6. 6. POPULASI SAMPEL PARAMETER STATISTIK     x s s 2 r SAMPLING GENERALISASI/ INFERENSI
  7. 7. ALASAN SAMPLING (1) <ul><li>1. Jika pengambilan sampel didasarkan atas azas probabilitas, maka penggunaan data dari sampel untuk pengambilan kesimpulan tentang populasi dapat dipertanggungjawabkan </li></ul><ul><li>2. Jika populasi homogen, sampel adalah identik dengan populasinya </li></ul><ul><li>3. Jika observasi atau eksperimentasi bersifat merusak unit sampel, maka jika digunakan populasi akan sangat merugikan </li></ul>
  8. 8. ALASAN SAMPLING (2) <ul><li>4. Jika populasi jumlahnya tak terbatas, pemakaian populasi adalah sesuatu yang tidak mungkin </li></ul><ul><li>5. Jika ada keterbatasan waktu, tenaga dan biaya </li></ul><ul><li>6. Jika diperlukan adanya kontrol atau pengaturan thd variabel-variabel tertentu atas populasi </li></ul><ul><li>7. Lingkup penelitian dapat diperluas &diperdalam oleh karena jumlah yang diobservasi dan diberi perlakukan lebih sedikit, shg informasi yang diperoleh akan lebih teliti </li></ul>
  9. 9. PERSYARATAN SAMPLING <ul><li>1. Digunakan azas probabilitas ( random sampling ) </li></ul><ul><li>2. Jumlah sampel memadai </li></ul><ul><li>3. Ciri-ciri populasi dipenuhi secara ketat </li></ul><ul><li>4. Variasi antar unit populasi sekecil mungkin </li></ul><ul><li>Pengambilan kesimpulan penelitian pada hakekatnya adalah generalisasi dari sampel menuju populasi </li></ul>
  10. 10. KEUNTUNGAN SAMPLING <ul><li>1. Kesimpulan umum tentang populasi diperoleh dengan murah, cepat, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan </li></ul><ul><li>2. Tingkat kesalahan pada kesimpulan umum dapat diperhitungkan, yaitu sampling error </li></ul><ul><li>3. Validitas informasi atau validitas pengukuran dapat ditingkatkan, karena dapat dilakukan kontrol terhadap variabel-variabel tertentu, sehingga hasilnya lebih teliti </li></ul>
  11. 11. REPRESENTATIVITAS SAMPEL <ul><li>Homogenitas Populasi </li></ul><ul><li>2. Jumlah Sampel yang Dipilih </li></ul><ul><li>3. Banyaknya Karakteristik Subyek yang akan Dipelajari </li></ul><ul><li>4. Adekuatitas Tehnik Pemilihan Sampel </li></ul>
  12. 12. CARA PEMILIHAN SAMPEL <ul><li>Probability Sampling 1. Simple Random Sampling 2. Sistematik Random Sampling 3. Stratified Random Sampling 4. Cluster Random Sampling 5. Multistage Random Sampling </li></ul><ul><li>B. Non Probability Sampling 1.Convenience atau accidental Sampling 2.Purposive Sampling 3.Judgment Sampling 4. Expert Sampling 5. Quota Sampling </li></ul>
  13. 13. TEKNIK SAMPLING <ul><li>1. Probability sampling atau random sampling </li></ul><ul><li>2. Non Probability sampling atau Non Random sampling </li></ul><ul><li>Pada random sampling tiap unit atau individu populasi mempunyai kesempatan atau probabilitas yang sama untuk menjadi sampel </li></ul><ul><li>Random sampling merupakan asumsi dasar pemakaian statistik inferensial/ induktif </li></ul><ul><li>Non random sampling maka statistik inferensial perlu dipertanyakan keabsahannya </li></ul>
  14. 14. RANDOM SAMPLING <ul><li>adalah sampel yang diperoleh secara random </li></ul><ul><li>1. Unrestricted random sampling , terdiri atas : </li></ul><ul><li>a. Simple random sampling </li></ul><ul><li>b. Systematic random sampling </li></ul><ul><li>2. Restricted random sampling , terdiri atas : </li></ul><ul><li>a. Stratified random sampling </li></ul><ul><li>b. Cluster / area random sampling </li></ul><ul><li>c. Multistage random sampling </li></ul>
  15. 15. SIMPLE RANDOM SAMPLING <ul><li>Populasi dianggap homogen </li></ul><ul><li>Tersedia daftar (list) dari seluruh populasi, berikut nomer urut dari seluruh unit populasi </li></ul><ul><li>Pengambilan sampel bisa menggunakan lotere atau bilangan random </li></ul><ul><li>Keuntungannya : harga rata-rata sampel merupakan estimator rata-rata populasi yang ‘unbiased’ dan pelaksanaannya mudah </li></ul><ul><li>Kelemahan : sampel bisa menyebar/mengumpul </li></ul>
  16. 16. SIMPLE RANDOM SAMPLING * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * POPULASI LOTRE/ BILANGAN RANDOM SAMPEL
  17. 17. SYSTEMATIC RANDOM SAMPLING <ul><li>Cara ini digunakan untuk populasi yang dianggap homogen </li></ul><ul><li>Tersedia daftar dari seluruh unit populasi, berikut nomer urutnya </li></ul><ul><li>Pengambilan sampel nomer satu (pertama) dilakukan sama dengan simple random sampling sedang untuk kedua dan seterusnya ditentukan secara sistematik, yaitu meloncat ke nomer berikutnya dengan jarak tertentu </li></ul>
  18. 18. STRATIFIED RANDOM SAMPLING <ul><li>Cara ini digunakan jika populasinya heterogen </li></ul><ul><li>Dlm populasi yang heterogen tsb, terdiri dari strata atau lapisan yang homogen </li></ul><ul><li>Jika jumlah tiap unit dalam setiap strata sama, maka dipakai ‘ simple stratified random sampling’ </li></ul><ul><li>Jika jumlah unit dalam tiap strata tidak sama, maka digunakan ‘ proportional stratifief random sampling’ </li></ul><ul><li>Dalam setiap stratum harus homogen, atau harus jelas perbedaannya </li></ul>
  19. 19. STRATIFIED RANDOM SAMPLING - + * - + * * * - + + - * * - - * + + - + + + * - * - * - - * * * * * * * - - - - - - - + + + + + + + + - + * * - - * + + - - STRATIFIKASI RANDOMISASI
  20. 20. CLUSTER RANDOM SAMPLING atau AREA RANDOM SAMPLING <ul><li>Dilakukan bila populasi heterogen </li></ul><ul><li>Dlm populasi yang heterogen tsb, terdiri atas kelompok-kelompok (clusters) yang didalamnya masih mengandung unit populasi yg heterogen </li></ul><ul><li>Heterogenitas dalam cluster sama dg populasi </li></ul><ul><li>Dari cluster-cluster diambil secara random </li></ul><ul><li>Dari cluster terpilih, diambil unit populasi secara random </li></ul><ul><li>Heterogenitas sampel sama dg populasinya </li></ul>
  21. 21. CLUSTER/AREA RANDOM SAMPLING - + * + * - - * * - + - + - - - + + + * * * - + * - + * * + - + - + * * - + - + + - - - + * * * * + + - - + * * - - + + - - + * + + + - - + - * * + - + * + - - + * * + - - + + * * + - - - * * + + * * - - + - - - - + + + * * * - + * - + + - - - * * + + * * - - + - + + - - * * - * + - * RANDOMISASI CLUSTER RANDOMISASI UNIT SAMPEL SAMPEL 1 8 7 6 5 4 3 2 8 2
  22. 22. MULTISTAGE RANDOM SAMPLING <ul><li>Merupakan kombinasi dari simpel - stratified - cluster random sampling </li></ul><ul><li>Sampel ditarik dari kelompok populasi, tetapi tidak semua anggota kelompok populasi menjadi anggota sampel </li></ul><ul><li>Dilakukan dg equal probability atau proportional probability </li></ul><ul><li>Equal prob = kelompok memp prob sama untuk dimasukkan ke dalam sampel </li></ul><ul><li>Proport prob = kelompok memp prob sebanding </li></ul>
  23. 23. NON PROBABILITY SAMPLING (Non Random Sampling) <ul><li>1. Convenience atau Accidental Sampling </li></ul><ul><li>2. Purposive Sampling 3. Judgment Sampling 4. Expert Sampling 5. Quota Sampling </li></ul>
  24. 24. NON PROBABILITY SAMPLING (1) <ul><li>1. Convenience atau Accidental Sampling : - Sampel yg terdiri dari unit / individu yang mudah ditemui. - Metode ini tidak mempermasalahkan apakah sampel yg diambil mewakili populasi atau tidak. - Dirancang untuk melihat fenomena di masyarakat secara mudah. </li></ul><ul><li>2. Purposive Sampling : - Sampling yang dilakukan berdasarkan keputusan peneliti, yang menurut pendapatnya nampak mewakili populasi. </li></ul>
  25. 25. NON PROBABILITY SAMPLING (2) <ul><li>3. Judgment Sampling : - Sampel ditentukan oleh petugas pengumpul data saat pengumpulan di lapangan. </li></ul><ul><li>4. Expert Sampling : - Penentuan sampel dilakukan oleh sejumlah pakar - karena kepakarannya mereka dianggap dapat memilihkan sampel. </li></ul><ul><li>5. Quota sampling : - Jumlah atau besar sampel ditentukan dahulu tanpa perhitungan statistik. - Jatah. </li></ul>
  26. 26. SAMPLE SIZE (1) <ul><li>Untuk menentukan jumlah sampel, harus dapat menjawab 3 pertanyaan : </li></ul><ul><li>1. Harga atau parameter apa yang akan diteliti atau dicari (rata-rata, proporsi, atau jumlah) </li></ul><ul><li>2. Berapa harga alpha (size of test) dan atau 1-ß (power of test) yang akan digunakan dalam penelitiannya (level of significance) </li></ul><ul><li>3. Berapa besarnya penyimpangan yang masih ditolerir dlm penelitiannya (confidence interval) </li></ul>
  27. 27. SAMPLE SIZE (2) <ul><li>Syarat penting untuk suatu generalisasi atau inferensi </li></ul><ul><li>Semakin homogen populasi, semakin kecil sampel, semakin heterogen populasi, semakin besar sampel </li></ul><ul><li>Tujuan penentuan besar sampel : </li></ul><ul><li>1. mewakili populasi ( representativeness ) </li></ul><ul><li>2. keperluan analisis </li></ul>
  28. 28. PENENTUAN BESAR SAMPEL (SAMPLE SIZE) <ul><li>Perlu adanya teori sampling </li></ul><ul><li>Melibatkan rumus statistik  tetapi tidak semua penelitian. </li></ul><ul><li>Pada Penelitian Deskriptif  bisa menggunakan Non Probability Sampling ( Tak perlu rumus statistik ) </li></ul><ul><li>Penelitian Analitik / Experimental /Inferensial  menggunakan Probability Sampling ( Perlu rumus Statistik) </li></ul>
  29. 29. KETENTUAN UMUM UNTUK MENAKSIR BESAR SAMPEL <ul><li>Untuk menaksir parameter atau menguji hipotesis. </li></ul><ul><li>Data yang digunakan mrpk kontinyu atau kategorikal / diskrit. </li></ul><ul><li>Untuk penelitian Observasional atau Experimental </li></ul><ul><li>Berapa Presisi yang dikehendaki </li></ul><ul><li>Adakah nilai parameter populasi yang diketahui. </li></ul>
  30. 30. HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN <ul><li>Jenis dan rancangan penelitian </li></ul><ul><li>Tujuan penelitian/analisis </li></ul><ul><li>Jumlah populasi </li></ul><ul><li>Karakteristik populasi/cara pengambilan sampel (teknik sampling) </li></ul><ul><li>Jenis (skala pengukuran) data </li></ul>
  31. 31. JUMLAH SAMPEL UNTUK PENELITIAN SURVEI (DISKRIPTIF)-1 <ul><li>1. Meneliti harga mean (rata-rata) </li></ul><ul><li>a. Untuk unit populasi yang infinitive (populasi </li></ul><ul><li>tidak dapat ditentuan sebelumnya) : </li></ul><ul><li>z 2 . δ 2 </li></ul><ul><li>n = --------- </li></ul><ul><li>d 2 </li></ul>
  32. 32. JUMLAH SAMPEL UNTUK PENELITIAN SURVEI (2) <ul><li>b. Untuk unit populasi yang finitive : </li></ul><ul><li>N. z 2 . δ 2 </li></ul><ul><li>n = --------------------- di mana : </li></ul><ul><li>d 2 . (N-1) + z 2 . δ 2 </li></ul><ul><li>n = juml sampel d = penyimpangan yg </li></ul><ul><li>δ 2 = varians populasi ditolerir </li></ul><ul><li>z = harga standar normal N = juml unit populasi </li></ul><ul><li>(tergantung harga alpha) </li></ul>
  33. 33. JUMLAH SAMPEL UNTUK PENELITIAN SURVEI (3) <ul><li>1. Meneliti harga proporsi (p) </li></ul><ul><li>a. Untuk unit populasi yang infinitive (populasi </li></ul><ul><li>tidak dapat ditentuan sebelumnya) : </li></ul><ul><li>z 2 . p. q </li></ul><ul><li>n = --------- </li></ul><ul><li>d 2 ( q = 1 - p ) </li></ul>
  34. 34. JUMLAH SAMPEL UNTUK PENELITIAN SURVEI (4) <ul><li>b. Untuk unit populasi yang finitive : </li></ul><ul><li>N. z 2 . p. q </li></ul><ul><li>n = ------------------------ di mana : </li></ul><ul><li>d 2 . (N-1) + z 2 . p. q </li></ul><ul><li>n = juml sampel d = penyimpangan yg </li></ul><ul><li>δ 2 = varians populasi ditolerir </li></ul><ul><li>z = harga standar normal N = juml unit populasi </li></ul><ul><li>(tergantung harga alpha) q = 1 - p </li></ul><ul><li>p = estimator proporsi populasi </li></ul>
  35. 35. JENIS PENELITIAN OBSERVASIONAL EKSPERIMENTAL ESTIMASI UJI HIPOTESIS 1 POPULASI 2 POPULASI KOMPARASI KORELASI CLUST. R.S. STRA. R.S. SIMPLE/ SYST. R.S. 2 POPULASI 1 POPULASI K P K P K P K P CROSS SECT CASE CTRL CO-HORT CROSS SECT CASE CTRL CO-HORT K P K P
  36. 36. VARIABEL
  37. 37. VARIABEL (1) <ul><li>Variabel adalah - Konsep yang mempunyai variabilitas - Segala sesuatu yang bervariasi. </li></ul><ul><li>Macam Variabel : 1. Variabel yang mempengaruhi 2. Variabel yang dipengaruhi. </li></ul><ul><li>A. Variabel Bebas = Var.pengaruh = var.perlakuan - Variabel yg bila dalam suatu saat berada bersama dengan variabel lain, variabel lain tersebut berubah dalam variasinya. </li></ul>
  38. 38. VARIABEL (2) <ul><li>B. Variabel tak Bebas = var. tergantung = var. efek - Variabel yang berubah karena variabel bebas </li></ul><ul><li>Var. Bebas Var. Tergantung </li></ul><ul><li>C. Variabel Perantara = Var. Interviening = Penghubung </li></ul><ul><li>- Variabel yang menjebatani pengaruh variabel bebas dengan variabel tergantung. </li></ul><ul><li>Var. Bebas Var. antara Var. tergantg </li></ul>
  39. 39. VARIABEL (3) <ul><li>D. Variabel Pendahulu : </li></ul><ul><li>- Variabel bebas yang berpengaruh pada variabel tergantung, tetapi sekaligus berpengaruh pula pada variabel bebas lainnya. </li></ul><ul><li>Var.Pendahulu </li></ul><ul><li>Var Bebas Var. Tergantg </li></ul>
  40. 40. VARIABEL (4) <ul><li>E. Variabel Pra Kondisi : - Variabel yang keberadaannya merupakan pra syarat bagi bekerjanya suatu variabel bebas terhadap variabel tergantung. </li></ul><ul><li>Var. Pra Kondisi </li></ul><ul><li>Var. Bebas Var. Tergantg </li></ul>
  41. 41. CONTOH : <ul><li>Tingkat Pendidikan </li></ul><ul><li>Status Ekonomi </li></ul><ul><li>Sanitasi Lingkungan </li></ul><ul><li>Status Gizi anak </li></ul><ul><li>Angka diare anak </li></ul><ul><li>A D II. </li></ul><ul><li>A D </li></ul><ul><li>B E C C B E </li></ul><ul><li>A </li></ul><ul><li>B C D E </li></ul>
  42. 42. HUBUNGAN ANTAR VARIABEL <ul><li>Ada 3 macam hubungan : 1. Hubungan Simetris 2. Hubungan Asimetris 3. Hubungan Timbal Balik </li></ul><ul><li>1. Hub. Simetris : </li></ul><ul><li>- Hubungan antar 2 variabel, tetapi tdk ada mekanisme pengaruh mempengaruhi / masing-2 mandiri. </li></ul><ul><li>2. Hub. Asimetris : </li></ul><ul><li>- Hubungan 2 variabel dimana variabel yang satu mempengaruhi variabel lainnya. </li></ul><ul><li>3. Hub. Timbal-Balik : </li></ul><ul><li>- Hubungan 2 variabel yang saling pengaruh mempengaruhi. </li></ul>
  43. 43. TINGKAT PENGUKURAN VARIABEL <ul><li>1. Variabel Nominal ( Skala Nominal ) : </li></ul><ul><li>- variabel yang variasinya tidak menunjukkan perurutan atau kesinambungan ( Berdiri sendiri ) </li></ul><ul><li>- Misal : gol. Darah , jenis kelamin , suku bangsa dll. </li></ul><ul><li>2. Variabel Ordinal ( Skala Ordinal ) : </li></ul><ul><li>- Variabel yang batas variasi nilai satu ke yang lain tidak jelas, sehingga yg dapat dibandingkan hanya penjenjangan ( lebih tinggi, sama, lebih rendah ) </li></ul><ul><li>- Misal : tingkat pendidikan, tingkat kesembuhan dll. </li></ul><ul><li>3. Variabel Interval ( Skala Interval ) : </li></ul><ul><li>- Variabel yg batas variasi nilai satu dg yang lain JELAS, jarak SAMA dan bisa dibandingkan </li></ul><ul><li>- memiliki sifat-sifat nominal, ordinal tetepi tidak punya nilai NOL absolut </li></ul><ul><li>- Misal : Suhu badan, IQ dll. </li></ul>
  44. 44. TINGKAT PENGUKURAN VARIABEL <ul><li>4. Variabel Rasio ( Skala Rasional) : </li></ul><ul><li>- Disamping intervalnya jelas, dan mempunyai nilai NOL Absolut. </li></ul><ul><li>- Misal : Usia, panjang jalan, Berat dll. </li></ul>√ √ √ √ Rasio - √ √ √ Interval - - √ √ Ordinal - - - √ Nominal Nol Absol Jarak Jenjang Beda Tk. Ukuran
  45. 45. DEFINISI OPERASIONAL <ul><li>Setiap variabel yang terlibat dalam penelitian HARUS di definisi operasionalkan. </li></ul><ul><li>Definisi meliputi : Pengertian , Cara pengukuran, Alat ukur, Hasil pengukuran, Skala ukur variabel. </li></ul><ul><li>Haruslah dibuat sebelum formulir pengumpulan data dikembangkan. </li></ul><ul><li>Gunakan cara pengukuran dan alat ukur standar yang validitas dan reliabilitasnya sudah terjamin. </li></ul><ul><li>Sedapat mungkin gunakan variabel kontinyu. </li></ul>
  46. 46. lanjut ke PENGUMPULAN DATA

×