Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Think with black box metode by anandatrisiana

3,446 views

Published on

Published in: Design
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Think with black box metode by anandatrisiana

  1. 1. PENGANTAR DESAIN INTERIOR Nama : Ananda Trisiana Nim :1603144167 Kelas : C_D Telkom University
  2. 2. Thinking Black-Box
  3. 3. • Pengertian black box adalah kotak hitam. Persepsi kita terhadap kotak hitam berarti kotak tersebut gelap berwarna hitam, tidak terlihat apa-apa. Ini menunjukkan pada arsitektur tradisional pada masa itu yang tahu bagaimana proses kreatif hasil karya hanya arsiteknya saja.
  4. 4. Model ini berkeyakinan bahwa proses desain yang paling utama sebenarnya terletak di dalam proses berpikir melalui tukar pikiran secara bebas kemudian di transformasikan secara sistematis. Proses berpikir itu dapat pula dilakukan secara sintetis dengan mengkaji permasalahan sebagai umpan, kemudian menganalogikan secara sistematis dalam black-box keluaran yang dihasilkan dengan cara itu telah diolah berdasarkan perjalanan.
  5. 5. Yang paling penting pada proses desain black box adalah apa yang keluar dari pemikiran desainer/ perancang yang merupakan bagian yang tidak terjangkau dari kontrol kesadarannya.
  6. 6. Poin-poin dari perancangan dengan metode Black-Box • Menciptakan perancang sebagai empu pencipta bangunan, ahli sulap, atau manusia setengah dewa, yang sebuah benda atau sebuah bangunan hasil ciptaannya hanya untuk dipuji atau dicela dan tidak untuk didiskusikan. • Tidak dapat dibicarakan bagaimana proses terjadi atau proses kreatifnya.
  7. 7. CIRI METODE BLACK -BOX • Hasil perancangan dikendalikan oleh masukan yang diterima terdahulu dan lebih dominan berdasarkan pengalaman. • Hasil perancangan dapat dipercepat tetapi akan mengakibatkan keputusan acak untuk suatu periodetertentu. • Kapasitas produksi perancang sangat relevan dengan ketersediaan waktu karena lebih banyak menggunakan imajinasi. sering merupakan lompatan pemahaman yang sulit ditransformasikan. • Kontrol intelegensi mengenai struktur masalah dapat mengakibatkan kesempatan memperoleh hasil yang lebih relevan dengan masalah perancangan
  8. 8. Di dalam black box, proses kreatif yang terjadi justru lebih mirip proses kreatif seniman (terutama seniman di bidang seni murni), karya yang terjadi tidak begitu jelas langkah-langkahnya. Arsitek atau seniman seperti mendapat ilham dari langit, lalu jadilah sebuah karya, proses di dalamnya menjadi misteri, gelap dan hitam sehingga disamakan dengan black box. Proses kreatif sebenarnya juga memiliki sisi misteri tak terungkap, yang memang tidak bisa dipelajari sebagai ilmu yang terstruktur. Sama seperti kalau kita melihat seniman, proses kreatifnya lebih banyak berpangkal dari intuisi, bukan pada pemikiran yang saintifik.
  9. 9. Intuisi jelas bukan ilmu formal yang bisa diajarkan. Namun, mempertajam rasa di dalam diri untuk memperkuat kemampuan intuitif masih bisa dilakukan. Jadi, di sini yang ditekankan adalah kepekaan, empati dan rasa yang hanya bisa dicari dengan pengalaman diri, tidak bisa hanya dengan membaca buku atau melihat gambar. Mengapa mahasiswa perlu mendatangi karya-karya arsitek yang terkenal,itu dikarenakan apa yang ada di dalam glass box mungkin sudah dipelajarinya di bangku kuliah, tetapi “jiwa” karya itu yang muncul dari intuisi black box sang arsitek perlu latihan intensif untuk bisa menangkapnya langsung, sehingga bisa menambah kekuatan intuitif dalam dirinya.
  10. 10. Perbedaan antara glass box dan black box mungkin hampir sama dengan perbedaan antara proses berpikir di otak kiri dan otak kanan manusia. Otak kiri berpikir secara kognitif, sedangkan otak kanan berpikir secara intuitif. Posisi arsitektur yang memang berada di antara sains dan seni, jelas memerlukan kekuatan kedua box tersebut. Yang dibutuhkan barangkali sebuah box yang campuran, yang berada di antara glass box dan black box. Jadi, bisa saja ini justru malah menjadi box yang ketiga: bless box.Yang biasanya para desainer secara tidak sadar memakai metode ini dalam proses arsitektur.

×