Makalah efektivitas komunikasi bisnis

22,845 views

Published on

5 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
22,845
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
8
Actions
Shares
0
Downloads
414
Comments
5
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah efektivitas komunikasi bisnis

  1. 1. BAB I Pendahuluan1.1 Latar BelakangPengantar Komunikasi BisnisKomunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan atau informasidiantara dua orang atau lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang positif ataumenimbulkan efek tertentu yang diharapkan. Komunikasi adalah persepsi danapresiasi.Memasuki millenium baru, dunia usaha banyak menghadapi masalah kompleks.Bukan saja karena cakupan bisnisnya yang semakin beragam, melainkan juga karenaskala bisnis sudah menjadi problem yang sangat luas. Sejumlah ahli mengatakanbisnis sudah menjadi masalah global. Mengapa sampai demikian? o Pertama, karena semakin pesatnya kemajuan di bidang sain dan teknologi, sehingga merangsang terciptanya sistem dan proses produksi yang efisien. Produksi barang dan jasa sudah melampaui batas kebutuhan pasar dalam negeri, sehingga perlu di ekspor. o Kedua, karena teknologi telah mempercepat pembangunan sarana dan prasarana transportasi, sehingga mobilitas sosial menjadi semakin cepat dan tinggi. o Ketiga, bersamaan dengan itu, kemajuan di bidang transformasi informasi [komunikasi] juga berlangsung sangat pesat, sehingga informasi tentang keadaan tertentu dapat disampaikan tanpa tergantung pada jarak geografis. Bukan itu saja, kemajuan di bidang komunikasi [media massa] telah mempengaruhi pola-pola bisnis antarmanusia.Fenomena inilah yang menyadarkan banyak orang betapa pentingnya memahamigejala komunikasi dalam rangka memahami gejala bisnis. 1|Administrasi Bisnis/III
  2. 2. Jika kita melihat bisnis dan komunikasi sebagai sama-sama suatu proses sosial, kitaakan sampai pada kesimpulan bahwa komunikasi adalah bisnis dan, sebaliknya, bisnisadalah komunikasi. Artinya, pada tingkatan gejala [fenomena], antara komunikasi danbisnis merupakan gejala yang terintegrasi. Tidak bisa dipisah-pisahkan.Bisnis dan komunikasi sama-sama memulai kegiatannya dengan melakukan prosesproduksi. Lebih jelasnya bisa dijelaskan sbb : o Dalam komunikasi, yang diproduksi dinamakan informasi; sedangkan dalam bisnis, yang diproduksi adalah barang dan jasa. Dalam konteks tertentu, informasi juga termasuk barang dan jasa. Misalnya : informasi lewat surat kabar, majalah, televisi, dll. o Kemudian, bisnis dan komunikasi menyampaikan produk tsb kepada pihak lain. Dalam komunikasi, pihak lain bisa disebut communicator, audience, destination, dst. Sementara dalam kegiatan bisnis pihak lain sering disebut konsumen, klien, buyer, dst. o Komunikasi dan bisnis sama-sama menimbulkan reaksi tertentu dan mempunyai hambatan-hambatan yang spesifik.Dengan cara berpikir di atas, kita akan berusaha menjelajahi kajian-kajian yangrelevan tentang hubungan bisnis dengan komunikasi. Ada tiga kajian yang bisa kitatelaah : o Kajian tentang kegiatan bisnis dari perspektif komunikasi. Bagaimana sudut pandangan komunikasi menerangkan gejala bisnis. o Kajian tentang kegiatan komunikasi dari perspektif bisnis. Bagaimana sudut pandang bisnis dalam menerangkan kegiatan komunikasi. Atau, secara sederhana, komunikasi sebagai bisnis. o Kajian tentang faktor-faktor eksternal dari keduanya yang turut terlibat dalam proses komunikasi maupun bisnis.Penyelenggaraan Komunikasi dengan PasarDengan timbulnya situasi ” Ekonomic Of Relatife Plenty ” dewasa ini pengusahaharus berusaha untuk menutup jurang yang terbentang antara produsen dengan 2|Administrasi Bisnis/III
  3. 3. masyarakat konsumen selaku pembeli atau pemakai barang dan jasa yang dihasilkan.Menjadi tugas dan tanggung jawabnya selaku seorang pengusaha untuk selalu dapatmempengaruhi besarnya permintaan akan barang produksi perusahaannya, selaluberusaha untuk mencari pembeli yang dihasilkannya. Sebagai pengusaha dia harusmemberitakan penyempurnaan- penyempurnaan produksi yang telah dicapinya,dimana barang yang di hasilkan dapat di peroleh masyarakat konsumen. Setiappengusaha harus memelihara konsumen dengan pasar.Penyelenggaran komunikasi dengan pasar, merupakan suatu syarat mutlak bagi setiapprodusen yang menghasilkan produk secara besar-basaran yang ditunjukan kepadapara konsumen yang tidak dikenalnya. Penyelenggaraan komunikasi dengan pasarjuga dapat disebut suatu syarat mutlak bagi pengusaha yang ingin menjaminkelangsungan hidup perusahaannya dan terus maju berkembang.Dalam lingkungan bisnis ada aneka sarana komunikasi perdagangan yang dapatdipergunakan para pengusaha untuk berkomunikasi dengan konsumen. Sarana-saranakomunikasi perdagangan yang tersedia antara lain dalam wujud pengirimin surat,pengiriman kawat, percakapan telepon, kunjungan pribadi dll.Jenis-jenis sarana komunikasi perdagangan yang disebut tadi hanya sesuai bilamanadipergunakan dalam daerah pemasaran barang dan jasa yang ruang lingkupnyaterbatas.Untuk berkomunikasi dalam daerah pemasaran yang sangat luas, dimana calonkonsumen kita jumlahnya beribu-ribu bahkan mungkin mencapai jutaan dan puluhanjuta. Kita memerlukan sarana komunikasi yang khusus seperti periklanan. Karenaperiklanan dalam rangkaian usaha yang dilakukan setiap pengusaha merupakan suatualat pemasaran yang bidang geraknya justru bergerak dalam komunikasi masa.Peranan KomunikasiKomunikasi merupakan aktivitas dasar manusia. Dengan berkomunikasi, manusiadapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan sehari-hari di rumahtangga, di tempat pekerjaan, di pasar, dalam masyarakat atau di mana saja manusiaberada. Tidak ada manusia yang tidak akan terlibat dalam komunikasi. Pentingnyakomunikasi bagi manusia tidaklah dapat dipungkiri begitu juga halnya bagi suatuorganisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik suatu organisasi dapat berjalan 3|Administrasi Bisnis/III
  4. 4. dengan lancar dan berhasil dan begitu pula sebaliknya, kurangnya atau tidak adanyakomunikasi organisasi dapat macet dan berantakan. Misalnya bila dalam suatusekolah kepala sekolah tidak memberi informasi kepada guru-guru mengenai kapansekolah dimulai sesudah libur semester dan apa bidang studi yang harus diajarkanoleh masing-masing guru, maka besar kemungkinannya guru tidak datang mengajar.Akibatnya, murid-murid tidak belajar. Hal ini menjadikan sekolah tidak berfungsisebagaimana mestinya. Dari contoh itu kelihatan, bahwa dengan kelupaan memberiinformasi saja sudah memberikan efek yang lebih besar bagi sekolah. Karenapentingnya komunikasi dalam organisasi maka perlu menjadi perhatian pengelolaagar dapat membantu dalam pelaksanaan tugasnya. Komunikasi yang efektif adalahpenting bagi semua organisasi. Oleh karena itu, para pemimpin organisasi dan parakomunikator dalam organisasi perlu memahami dan menyempurnakan kemampuankomunikasi mereka (Kohler 1981).1.2 Tujuan Komunikasi Ada empat tujuan atau motif komunikasi yang perlu dikemukakan di sini. Keempat tujuan tersebut adalah : a. penemuan diri (personal discovery) Dengan berbicara tentang diri kita sendiri dengan orang lain kita memperoleh umpan balik yang berharga mengenai perasaan, pemikiran, dan perilaku kita. Dari perjumpaan seperti ini kita menyadari, misalnya bahwa perasaan kita ternyata tidak jauh berbeda dengan perasaan orang lain. Pengukuhan positif ini membantu kita merasa “normal.” Cara lain di mana kita melakukan penemuan diri adalah melalui proses perbandingan sosial, melalui perbandingan kemampuan, prestasi, sikap, pendapat, nilai, dan kegagalan kita dengan orang lain. Artinya, kita mengevaluasi diri sendiri sebagian besar dengan cara membanding diri kita dengan orang lain. Dengan berkomunikasi kita dapat memahami secara lebih baik diri kita 4|Administrasi Bisnis/III
  5. 5. sendiri dan diri orang lain yang kita ajak bicara. Tetapi, komunikasi juga memungkinkan kita untuk menemukan dunia luar—dunia yang dipenuhi objek, peristiwa, dan manusia lain. b. untuk berhubungan dan memelihara hubungan dengan orang lain Kita menghabiskan banyak waktu dan energi komunikasi kita untuk membina dan memelihara hubungan sosial. Berkomunikasi dengan teman dekat di sekolah, di kantor, dan barangkali melalui telepon berbincang-bincang dengan orangtua, anak-anak, dan saudara, serta berinteraksi dengan mitra kerja. c. untuk meyakinkan Media masa ada sebagian besar untuk meyakinkan kita agar mengubah sikap dan perilaku kita. Media dapat hidup karena adanya dana dari iklan, yang diarahkan untuk mendorong kita membeli berbagai produk. d. Untuk bermain Kita menggunakan banyak perilaku komunikasi kita untuk bermain dan menghibur diri. Kita mendengarkan pelawak, pembicaraan, musik, dan film sebagian besar untuk hiburan. Demikian pula banyak dari perilaku komunikasi kita dirancang untuk menghibur orang lain (menceritakan lelucon mengutarakan sesuatu yang baru, dan mengaitkan cerita-cerita yang menarik).1.3 Analisis Masalah 1. Bagaimana cara membangun komunikasi yang baik dalam berbisnis? 2. Bagaimana proses komunikasi bisnis dalam perusahaan? 3. Pentingkah memiliki kemampuan komunikasi bisnis? 4. Apakah kendala dalam membangun komunikasi bisnis yang efektif? 5|Administrasi Bisnis/III
  6. 6. 5. Strategi apa yang dilakukan untuk mencapai komunikasi bisnis yang efektif agar dapat melewati kendala/hambatan dalam berkomunikasi? BAB II Pembahasan2.1 Efektivitas Komunikasi BisnisEfektivitas komunikasi bisnis, seperti halnya jenis komunikasi lainnya ditentukanbeberapa hal : 1. Persepsi. Komunikator harus dapat memprediksi apakah message yang disampaikan dapat diterima komunikan. 2. Ketepatan. Komunikan atau audience memiliki kerangka pikir. Agar komunikasi yang dilakukan tepat sasaran, komunikator perlu mengeksperikan hal yang ingin disampaikan sesuai dengan kerangka pikir komunikan. 3. Kredibilitas. Dalam berkomunikasi, komunikator perlu memiliki suatu keyakinan bawah komunikan dapat dipercaya. Sebaliknya dia juga harus bisa mendapatkan kepercayaan dari komunikan. 4. Pengendalian. Dalam komunikasi, komunikan memberikan reaksi/umpan balik/feedback terhadap pesan yang disampaikan. Reaksi ini harus bisa diantisipasi sekaligus dikendalikan oleh komunikator sehingga tidak melenceng dari target komunikasi yang diharapkan. 5. Kecocokan. Komunikator yang baik selalu dapat menjaga hubungan persahabatan yang menyenangkan dengan komunikan.Sementara Keterampilan meningkatkan efektivitas komunikasi bisa dilakukan denganberbagai cara menyangkut komunikasi verbal non verbal, lisan maupun tulisan. 1. Reading 2. Listening 6|Administrasi Bisnis/III
  7. 7. 3. Speaking dengan membuat dan atau melakukan percakapan menarik, melakukan wawancara, kontak dengan kelompok-kelompok lain, membiasakan diri berpidato dan atau melakukan presentasi 4. Writing dengan menulis surat, memo dan laporan.Disadari ataupun tidak, setiap hari kita melakukan, paling tidak, satu dari keempathal tersebut diatas dengan lingkungan kita. Seperti juga pernafasan, komunikasisering dianggap sebagai suatu kejadian otomatis dan terjadi begitu saja, sehinggaseringkali kita tidak memiliki kesadaran untuk melakukannya secara efektif.Aktivitas komunikasi adalah aktivitas rutin serta otomatis dilakukan, sehingga kitatidak pernah mempelajarinya secara khusus, seperti bagaimana menulis ataupunmembaca secara cepat dan efektif ataupun berbicara secara efektif serta menjadipendengar yang baik.Menurut Stephen Covey, komunikasi merupakan keterampilan yang pentingdalam hidup manusia. Unsur yang paling penting dalam berkomunikasi adalahbukan sekedar apa yang kita tulis atau yang kita katakan, tetapi karakter kita danbagaimana kita menyampaikan pesan kepada penerima pesan. Penerima pesan tidakhanya sekedar mendengar kalimat yang disampaikan tetapi juga membaca danmenilai sikap kita. Jadi, syarat utama dalam komunikasi yang efektif adalahkarakter kokoh yang dibangun dari fondasi etika serta integritas pribadi yangkuat.Tidak peduli seberapa berbakatnya seseorang, betapapun unggulnya sebuah tim atauseberapapun kuatnya kasus hukum, keberhasilan tidak akan diperoleh tanpapenguasaan keterampilan komunikasi yang efektif. Keterampilan melakukankomunikasi yang efektif akan berperan besar dalam mendukung pencapaian tujuandari seluruh aktivitas. Untuk dapat melakukan komunikasi yang efektif, makakemampuan untuk mengirimkan pesan atau informasi yang baik, kemampuan untukmenjadi pendengar yang baik, serta keterampilan menggunakan berbagai media ataualat audio visual merupakan bagian yang sangat penting. 7|Administrasi Bisnis/III
  8. 8. 2.2 Proses Komunikasi Bisnis dalam PerusahaanAda lima komponen penting untuk diperhatikan dalam proses komunikasi, yaitu :a. Pengirim pesan (sender atau komunikator)b. Pesan yang dikirimkan (message)c. Bagaimana pesan tersebut disampaikan (delivery channel atau media)d. Penerima pesan (receiver atau komunikan); dane. Umpan balik (feedback) atau effectProses komunikasi diawali oleh sumber (source) baik individu ataupun kelompokyang berusaha berkomunikasi dengan individu atau kelompok lain, sebagai berikut:1. Langkah pertama yang dilakukan sumber adalah ideation yaitu penciptaan satugagasan atau pemilihan seperangkat informasi untuk dikomunikasikan. Ideation inimerupakan landasan bagi suatu pesan yang akan disampaikan.2. Langkah kedua dalam penciptaan suatu pesan adalah encoding, yaitu sumbermenerjemahkan informasi atau gagasan dalam wujud kata-kaya, tanda-tanda ataulambang-lambang yang disengaja untuk menyampaikan informasi dan diharapkanmempunyai efek terhadap orang lain.3. Langkah ketiga dalam proses komunikasi adalah penyampaian pesan yang telahdisandi (encode). Sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan caraberbicara, menulis, menggambar ataupun melalui suatu tindakan tertentu. Padalangkah ketiga ini, kita mengenal istilah channel atau saluran, yaitu alat-alat untukmenyampaikan suatu pesan. Saluran untuk komunikasi lisan adalah komunikasi tatapmuka, radio dan telepon. Sedangkan saluran untuk komunikasi tertulis meliputi setiapmateri yang tertulis ataupun sebuah media yang dapat mereproduksi kata-kata tertulisseperti: televisi, kaset, video atau OHP (overheadprojector). Sumber berusaha untukmebebaskan saluran komunikasi dari gangguan ataupun hambatan, sehingga pesandapat sampai kepada penerima seperti yang dikehendaki. 8|Administrasi Bisnis/III
  9. 9. 4. Langkah keempat , perhatian dialihkan kepada penerima pesan. Jika pesan itubersifat lisan, maka penerima perlu menjadi seorang pendengar yang baik, karena jikapenerima tidak mendengar, pesan tersebut akan hilang. Dalam proses ini, penerimamelakukan decoding, yaitu memberikan penafsiran interpretasi terhadap pesan yangdisampaikan kepadanya. Pemahaman (understanding) merupakan kunci untukmelakukan decoding dan hanya terjadi dalam pikiran penerima. Akhirnyapenerimalah yang akan menentukan bagaimana memahami suatu pesan danbagaimana pula memberikan respons terhadap pesan tersebut.5. Proses terakhir dalam proses komunikasi adalah feedback atau umpan balik yangmemungkinkan sumber mempertimbangkan kembali pesan yang telahdisampaikannya kepada penerima. Respons atau umpan balik dari penerima terhadappesan yang disampaikan sumber dapat berwujud kata-kata ataupun tindakan-tindakantertentu. Penerima bisa mengabaikan pesan tersebut ataupun menyimpannya. Umpanbalik inilah yang dapat dijadikan landasan untuk mengevaluasi efektivitaskomunikasi.2.3 Pentingnya Kemampuan Komunikasi BisnisTantangan seorang manajer di masa depan relatif akan semakin sulit, yang menuntutkemampuan untuk mengkomunikasikan ide gagasan dan tujuan dalam lingkunganorganisasinya serta bagaimana menyampaikan produk atau jasa yang dimilikinyakepada pelanggan. Di sisi lain, proses manajemen, adalah suatu aktivitas komunikasi.Terdapat 6 kendala yang mungkin muncul saat manajer mengkomunikasikan bisnisorganisasinya, yaitu :a. Struktur komunikasi yang burukStruktur komunikasi adalah faktor esensial, yang menentukan baik-buruknyakomunikasi bisnis. Tidak penting apakah audiencenya hanya satu orang atau ribuanorang dan sekalipun di tengah bisingnya lingkungan bisnis dan pemasaran, pesanyang disampaikan haruslah terdengar dan dimengerti. Struktur komunikasi yang baik,mengikuti pola :- pembukaan 9|Administrasi Bisnis/III
  10. 10. - isi- penutupselanjutnya : Umum à Detil à Umum atau Global à Detil à Globalb. Penyampaian yang lemahTidak menjadi masalah, apakah pesan itu penting atau impresif. Namun apabiladisampaikannya tanpa “sentuhan yang kuat”, hasilnya tidak akan dapat menyakinkanorang lain sesuai harapan. Disamping itu, meskipun telah dilakukan “sentuhan “ yangsudah tepat ternyata seringkali juga masih memerlukan waktu untuk mendapatkanrespons. Dengan demikian, pesan yang kuat, tidak boleh seperti lawakan yang tidaklucu. Pesan yang disampaikan haruslah ‘menyentuh’ secara kuat dan telak, tidaksekedar mengelus-elus atau mengingatkan.c. Penggunaan media yang salahPerlu untuk mempertimbangkan siapa, dari kalangan atau status sosial mana dankarakteristik unik lainnya dari sasaran yang kita tuju, sehingga kita dapat memilihmedia yang tepat. Jika pesan yang disampaikan sangat kompleks, berikanlah ruangagar audience kita dapat mencerna pesan tersebut secara lebih leluasa, sesuaikecepatan mereka.d. Pesan yang campur adukPesan yang campur aduk, hanya akan menimbulkan kebingungan atau bahkancemoohan dari audience. Seperti, larangan untuk memberikan hadiah kepada klien,tetapi pada saat yang sama memberikan pengecualian untuk klien-klien baru ataupelanggan VIP yang berpotensi besar pada bisnis perusahaan. Sementara, kriteria dariklien potensial atau pelanggan VIP tersebut tidak dirinci secara jelas.e. Salah AudienceTopik yang dipilih hendaknya relevan dan sesuai dengan ekspektasi audience.Sebagai contoh, misalnya dalam event pertemuan antara wakil dari Pemerintah danPengusaha, namun dalam presentasi disajikan tentang analisis situasi politik danpemerintahan, sedangkan para pengusaha, sebenarnya lebih mengharapkan penjelasanbagaimana tindakan atau langkah-langkah konkrit yang diambil pemerintah untukmenciptakan iklim usaha yang kondusif. 10 | A d m i n i s t r a s i B i s n i s / I I I
  11. 11. f. Lingkungan yang menggangguLingkungan yang mengganggu jelas merupakan kendala dalam komunikasi, sehinggapesan yang disampaikan tidak dapat diterima / didengar secara optimal. Seperti Suarapenyaji yang tidak cukup terdengar oleh Audience, Suara keras dari luar ruangan,(seperti raungan sirine ambulan atau suara lalu lintas yang padat ), Bunyi handphonedari kantong audience, Interupsi, Sesi bicara yang menegangkan, dsb.Oleh karena itu, perlunya pemilihan tempat yang tepat serta upaya agar audiencefokus dengan pesan yang disampaikan.Kendala komunikasi bisnis dapat bermacam-macam, namun dengan kehati-hatianserta kecermatan, sebagian kendala tersebut akan dapat diatasi. Presentasi yangdisampaikan akan lebih bermakna dengan kendala yang diminimalisir, sehingga pesanyang disampaikan dapat memberikan efek yang diharapkan.Seiring dengan perkembangan teknologi dan sistim informasi, komunikasiberkembang menjadi suatu bisnis tersendiri. Perkembangan sistim informasi danteknologi mempercepat proses Globalisasi, sehingga proses komunikasi terjadi setiapsaat tanpa berhenti dan berlangsung pada saat yang hampir bersamaan di seluruhbelahan dunia. Informasi dengan mudah dan cepat menyebar, bahkan nyaris tanpapenghalang apapun .Perkembangan teknologi yang semakin pesat, memungkinkan orang untukberkomunikasi melalui berbagai macam media. Tantangan ke depan, bukan sajasekedar menjual produk & jasa perusahaan, tetapi bagaimana menyampaikan pesanbahwa produk atau jasa yang ditawarkan dapat memberikan manfaat kepada banyakorang dari berbagai ragam budaya, latar belakang, dan sebagainya. Prosespenyampaian pesan atau informasi tersebut, dapat dilakukan secara satu arah, sepertimelalui media elektronik atau media cetak juga dapat dilakukan secara dua arah(interaktif) melalui jaringan internet.2.4 Tantangan Kompetensi Komunikasi bisnis 11 | A d m i n i s t r a s i B i s n i s / I I I
  12. 12. Komunikasi seringkali terganggu atau bahkan dapat menjadi buntu sama sekali.Faktor hambatan yang biasanya terjadi dalam proses komunikasi, dapat dibagi dalam3 jenis sebagai berikut :-Hambatan TeknisHambatan jenis ini timbul karena lingkungan yang memberikan dampak pencegahanterhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi,keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang denganadanya temuan baru di bidang teknologi komunikasi dan sistem informasi, sehinggasaluran komunikasi dalam media komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien.-Hambatan SemantikGangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atauidea secara efektif. Definisi semantik adalah studi atas pengertian, yang diungkapkanlewat bahasa. Suatu pesan yang kurang jelas, akan tetap menjadi tidak jelasbagaimanapun baiknya transmisi.Untuk menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harusmemilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya, sertamelihat dan mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap kata-kata yang digunakannya.- Hambatan ManusiawiHambatan jenis ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan.2.5 Strategi Komunikasi dalam Mencapai Efektivitas KomunikasiBisnisDalam proses komunikasi semua pesan atau informasi yang dikirim akan diterimadengan berbagai perbedaan oleh penerima pesan/informasi, baik karena perbedaanlatar belakang, persepsi, budaya maupun hal lainnya. Untuk itu, suatu pesan atau 12 | A d m i n i s t r a s i B i s n i s / I I I
  13. 13. informasi yang disampaikan hendaknya memenuhi 7 syarat atau dikenal juga dengan7 C, yaitu :1. Completeness (Lengkap)Suatu pesan atau informasi dapat dikatakan lengkap, bila berisi semua materi yangdiperlukan agar penerima pesan dapat memberikan tanggapan yang sesuai denganharapan pengirim pesan2. Conciseness (Singkat)Suatu pesan dikatakan concise bila dapat mengutarakan gagasannya dalam jumlahkata sekecil mungkin (singkat, padat tetapi jelas) tanpa mengurangi makna, namuntetap menonjolkan gagasannya.3. Consideration (Pertimbangan)Penyampaian pesan, hendaknya menerapkan empati dengan mempertimbangkan danmengutamakan penerima pesan.4. Concreteness (konkrit)Penyampaian pesan hendaknya disampaikan dengan bahasa yang gambling, pasti danjelas.5. Clarity (Kejelasan)Pesan hendaknya disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan mudahdiinterpretasikan serta memiliki makna yang jelas.6. Courtessy (Kesopanan)Pesan disampaikan dengan gaya bahasa dan nada yang sopan, akan memupukhubungan baik dalam komunikasi bisnis. 13 | A d m i n i s t r a s i B i s n i s / I I I
  14. 14. 7. Correctness (ketelitian)Pesan hendaknya dibuat dengan teliti, dan menggunakan tata bahasa, tanda baca danejaan dengan benar (formal atau resmi). BAB III PenutupKomunikasi bisnis adalah proses pertukaran pesan atau informasi untuk mencapaiefektivitas dan efisiensi produk kerja di dalam struktur dan sistem organisasi. Dalamkegiatan komunikasi bisnis, pesan hendaknya tidak hanya sekedar informatif tetapijuga haruslah Persuasif, agar pihak lain bersedia menerima suatu paham ataukeyakinan atau melakukan suatu perbuatan atau kegiatan.Di era globalisasi ini, tantangan seorang manajer di masa depan relatif akan semakinsulit, karena dunia bisnis menghadapi lingkungan persaingan yang cenderung semakinketat. Para manajer perlu membekali diri dengan keterampilan lintas budaya, berupakemampuan berinteraksi dengan berbagai ragam budaya, gaya manajemen / bisnisbangsa lain, maupun kerjasama tim, baik intern maupun dalam suatu aliansi strategisdengan mitra bisnis. Disini peran komunikasi bisnis menjadi semakin sangat penting,yaitu kemampuan membaca, menafsirkan laporan dan informasi dari lingkungan.Disamping menyampaikan gagasan, baik lisan maupun tertulis secara sistematik.Di era e-bisnis, Komunikasi berkembang menjadi suatu bisnis tersendiri.Perkembangan sistim informasi dan teknologi mempercepat proses Globalisasi danmemberikan peluang bagi dunia usaha di Indonesia untuk mengembangkan usahanya,melalui berbagai kesempatan menjalin relasi bisnis, pemasaran produk ataupunlainnya. 14 | A d m i n i s t r a s i B i s n i s / I I I

×