Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Makalah teori belajar pemrosesan informasi

16,425 views

Published on

Published in: Design

Makalah teori belajar pemrosesan informasi

  1. 1. makalah teori belajar pemrosesan informasiTEORI BELAJAR PEMROSESAN INFORMASIDiajukan Untuk Memenuhi Salah Satu TugasMata Kuliah Teori BelajarDosen Pengampu : Drs. Sukirman, M.SiDrs. IstyariniKELOMPOK VIIDisusun Oleh :Bachtiar Dwi y (1102410006)Fatikhatun Najikhah ( 1102410043)Abdul Rozaq ( 1102410058)Umi Kulsum ( 1102410065)TEKNOLOGI PENDIDIKANFAKULTAS ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS NEGERI SEMARANG2010BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangBelajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Sebagai tindakan, maka belajarhanya dialami oleh siswa sendiri. Siswa adalah penentu terjadinya atau tidak terjadinya prosesbelajar. Proses belajar terjadi berkat siswa mempelajari sesuatu yang ada di lingkungan sekitar.Lingkungan yang dipelajari oleh siswa berupa keadan alam, benda-benda atau hal-hal yangdijadikan bahan belajar.Tindakan belajar dari suatu hal tersebut nampak sebagai perilaku belajar yang nampak dari luar.Pengertian dari belajar sangat beragam, banyak dari para ahli yang mengartikan secara berbeda-beda definisi dari belajar. Sebagaimana kita ketahui bahwa belajar merupakan hal yang pentingdalam bidang pendidikan. Tentu saja dalam proses belajar terdapat teori – teori yangmemunculkan adanya belajar.Dari zaman dahulu, para ilmuwan terus mengembangkan teori – teori belajar sebagai temuanmereka untuk mengembangkan pemikiran belajar mereka. Era globalisasi telah membawaberbagai perubahan yang memunculkan adanya teori – teori belajar yang baru gunamenyempurnakan teori – teori yang telah ada sebelumnya. Akan tetapi, kita sebagai insan takbisa bertolak dengan adanya teori belajar yang telah ada sebelumnya. Adapun teori belajar selalubertolak dari sudut pandangan psikologi belajar tertentu.Maka psikologi dalam pendidikan menjadi berkembang sangat pesat. Dengan bermunculnyateori – teri yang baru akan menyempurnakan teori – teori yang sebelumnya. Berbagai teoribelajar dapat dikaji dan diambil manfaat dengan adanya teori tersebut. tentunya setiap teori
  2. 2. belajar memiliki keistimewaan tersendiri. Bahkan, tak jarang dalam setiap teori belajar jugaterdapat kritikan – kritikan untuk penyempurnaan teori tersebut. dalam hal ini, penulis akanmengkaji salah teori belajar pemrosesan informasi.B. Rumusan Masalah• Sejarah teori belajar Robert Gagne muncul?• Teori Pemrosesan Informasi dari Robert gagne.C. TujuanAdapun tujuan dengan disusunnya makalah ini adalah untuk menambah wawasan pengetahuanmahasiswa / mahasiswi tentang pemikiran teori pemrosesan informasi lebih mendalam tentangteori belajar yang dikemukakan oleh Robert Gagne.D.ManfaatDengan disusunnya makalah ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan kitamengenai teori – teori belajar yang ada saat ini, khususnya teori belajar pemrosesan informasidari Robert Gagne.BAB IIPEMBAHASANA. Sejarah Teori Belajar Robert GagneRobert Mills Gagne dilahirkan pada 21 Ogos 1916 di North Andover, Sejarah modelpemprosesan maklumat (MENGIKUT PANDANGAN TOKOH) model pengajaranpemerosesan. Peringkat-peringkat Robert Gagne (1985) adalah seperti rumusan tentangpengertian Teknologi Pembelajaran telah mengalami beberapa perubahan, sejalan dengan sejarahdan perkembangan dari teknologi pembelajaran itu sendiri.Robert M. Gagne, Menurut gagne belajar dipandang sebagai proses pengolahan informasi,Gagne adalah seorang psikolog pendidikan berkebangsaan amerika yang terkenal denganpenemuannya berupa condition of learning. Gagne pelopor dalam instruksi pembelajaran yangdipraktekkannya dalam training pilot AU Amerika. Ia kemudian mengembangkan konsep RobertM Gagne, Jerome Seymour Bruner, Albert Bandura dan Lev Vygotsky merupakan tokoh-tokohpenting yang telah mencetuskan berbagai teori pembelajaran dan memberi sumbangan yangbesar dalam dunia pendidikan.
  3. 3. Teori informasi psikologi muncul dari temuan dan modifikasi dari teori matematika, yangdisusun oleh para peneliti untuk menilai dan meninngkatkan penggiriman pesan. Pembelajaran dikelas merupakan teori proses informasi yang berkaitan secaara langsung dengan proses kognitif.Teori informasi memberikan persfektif baru pada pengolahan pembelajaran yang akanmenghasilkan belajar yang efektif. Dalam teori pengolahan informasi terdapat persepsi,pengkodean, dan penyimpanan di dalam memori jangka panjang. Teori ini mengajarkan kepadasiswa siasat untuk memecahkan masalah.Gagne pelopor dalam instruksi pembelajaran yang dipraktekkannya dalam training Adalah EdgarDale dan James Finn merupakan dua tokoh yang berjasa dalam pengembangan TeknologiPembelajaran modern. Edgar Dale mengemukakan tentang Kerucut Pengalaman (Cone ofExperience). Kolaborasi Robert Gagne dengan Leslie Briggs telah menggabungkan keahlianpsikologi pembelajaran dengan bakat dalam desain sistem yang membuat konsep desainpembelajaran menjadi semakin hidup.Robert Gagne merupakan salah satu tokoh pencetus teori ini. Teori ini memandang bahwabelajar adalah proses memperoleh informasi, mengolah informasi, menyimpan informasi, sertamengingat kembali informasi yang dikontrol oleh otak. (Pada titik ini sejarah psikologi mencatatpertama kalinya sejak jaman filsafat Yunani terjadi penolakan total terhadap konsep soul danmind.B. Teori Pemrosesan Informasi dari Robert GagneAsumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangatpenting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran.Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untukkemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesaninformasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternalindividu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapaihasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalahrangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu, (1) motivasi; (2)pemahaman; (3) pemerolehan; (4) penyimpanan; (5) ingatan kembali; (6) generalisasi; (7)perlakuan dan (8) umpan balik.Teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan,penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak (Slavin, 2000: 175). Teori inimenjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalamwaktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yangdapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera. Komponenpertama dari sistem memori yang dijumpai oleh informasi yang masuk adalah registrasipenginderaan. Registrasi penginderaan menerima sejumlah besar informasi dari indera danmenyimpannya dalam waktu yang sangat singkat, tidak lebih dari dua detik. Bila tidak terjadisuatu proses terhadap informasi yang disimpan dalam register penginderaan, maka dengan cepatinformasi itu akan hilang. Keberadaan register penginderaan mempunyai dua implikasi pentingdalam pendidikan.Pertama, orang harus menaruh perhatian pada suatu informasi bila informasi itu harus diingat.Kedua, seseorang memerlukan waktu untuk membawa semua informasi yang dilihat dalamwaktu singkat masuk ke dalam kesadaran, (Slavin, 2000: 176).Interpretasi seseorang terhadaprangsangan dikatakan sebagai persepsi.Persepsi dari stimulus tidak langsung seperti penerimaan stimulus, karena persepsi dipengaruhi
  4. 4. status mental, pengalaman masa lalu, pengetahuan, motivasi, dan banyak faktor lain.Informasiyang dipersepsi seseorang dan mendapat perhatian, akan ditransfer ke komponen kedua darisistem memori, yaitu memori jangka pendek.Memori jangka pendek adalah sistem penyimpananinformasi dalam jumlah terbatas hanya dalam beberapa detik. Satu cara untuk menyimpaninformasi dalam memori jangka pendek adalah memikirkan tentang informasi itu ataumengungkapkannya berkali-kali.Memori jangka panjang merupakan bagian dari sistem memori tempat menyimpan informasiuntuk periode panjang.Tulving (1993) dalam (Slavin, 2000: 181) membagi memori jangka panjang menjadi tiga bagian:1. memori episodik, yaitu bagian memori jangka panjang yang menyimpan gambaran daripengalaman-pangalaman pribadi kita,2. memori semantik, yaitu suatu bagian dari memori jangka panjang yang menyimpan fakta danpengetahuan umum,3. memori prosedural adalah memori yang menyimpan informasi tentang bagaimana melakukansesuatu.Komponen pemrosesan informasi dipilah berdasarkan perbedaan fungsi, kapasitas, bentukinformasi, serta proses terjadinya “lupa”. Ketiga komponen tersebut adalah :1. Sensory Receptor (SR) Sensory Receptor (SR) merupakan sel tempat pertama kali informasiditerima dari luar. Di dalam SR informasi ditangkap dalam bentuk aslinya, bertahan dalam waktusangat singkat, dan informasi tadi mudah terganggu atau berganti.2.Working Memory (WM) Working Memory (WM) diasumsikan mampu menangkap informasiyang diberi perhatian oleh individu. Karakteristik WM adalah memiliki kapasitas terbatas(informasi hanya mampu bertahan kurang lebih 15 detik tanpa pengulangan) dan informasi dapatdisandi dalam bentuk yang berbeda dari stimulus aslinya. Artinya agar informasi dapat bertahandalam WM, upayakan jumlah informasi tidak melebihi kapasitas disamping melakukanpengulangan.3.Long Term Memory (LTM) Long Term Memory (LTM) diasumsikan; 1) berisi semuapengetahuan yan telah dimiliki individu, 2) mempunyai kapasitas tidak terbatas, 3) sekaliinformasi disimpan di dalam LTM ia tidak akan pernah terhapus atau hilang. Persoalan lupa padatahapan ini disebabkan oleh kesulitan atau kegagalan memunculkan kembali informasi yangdiperlukan.Sejalan dengan teori pemrosesan informasi, Ausubel (1968) mengemukakan bahwa perolehanpengetahuan baru merupakan fungsi srtuktur kognitif yang telah dimiliki individu. Reigeluth danStein (1983) mengatakan pengetahuan ditata didalam struktur kognitif secara hirarkhis. Iniberarti pengetahuan yang lebih umum dan abstrak yang diperoleh lebih dulu oleh individu dapatmempermudah perolehan pengetahuan baru yang rinci Proses pengolahan informasi dalamingatan dimulai dari proses penyandian informasi (encoding), diikuti dengan penyimpananinformasi (storage), dan diakhiri dengan mengungkapkan kembali informasi-informasi yangtelah disimpan dalam ingatan (retrieval). Ingatan terdiri dari struktur informasi yang terorganisasidan proses penelusuran bergerak secara hirarkhis, dari informasi yang paling umum dan inklusifke informasi yang paling umum dan rinci, sampai informasi yang diinginkan diperoleh.Teori belajar pemrosesan informasi mendeskripsikan tindakan belajar merupakan proses internalyang mencakup beberapa tahapan. Sembilan tahapan dalam peristiwa pembelajaran sebagai cara-cara eksternal yang berpotensi mendukung proses-proses internal dalam kegiatan belajar adalah :1.Menarik perhatian
  5. 5. 2. Memberitahukan tujuan pembelajaran kepada siswa3. Merangsang ingatan pada pra syarat belajar4. Menyajikan bahan peransang5. Memberikan bimbingan belajar6. Mendorong unjuk kerja7. Memberikan balikan informative8. Menilai unjuk kerja9. Meningkatkan retensi dan alih belajar Keunggulan strategi pembelajaran yang berpijak padateori pemrosesan informasi :a. Cara berpikir yang berorientasi pada proses leboh menonjolb. Penyajian pengetahuan memenuhi aspekc. Kapabilitas belajar dapat disajikan lebih lengkapd. Adanya keterarahan seluruh kegiatan belajar kepada tujuan yang ingin dicapaie. Adanya transfer belajar pada lingkungan kehidupan yang sesungguhnyaf. Kontrol belajar memungkinkan belajar sesuai irama masing-masing individug. Balikan informativ memberikan rambu-rambu yang jelas tentang tingkat unjuk kerja yangtelah dicapai dibandingkan dengan unjuk kerja yang diharapkan.BAB IIIPENUTUPKesimpulan:Adanya psikologi proses informasi tidak bisa dilepaskan dari pada teori-teori belajarsebelumnya, baik itu asosianistik, kognitif maupun yang lain. Namun pada kenyataannya dalamteori psikologi prosesn informasi ini secara jelas menyatakan dengan jelas tentang aspek kognitifdari pada aspek behavioristiknya. Terbukti dalam bukunya Olson dan Hergenhahn inimenunjukkan proses informasi itu sendiri yang terdiri dari input, proses dan output. Dan prosesini lebih menunjukkan pengolahan pada proses yang terjadi dalam memory. Sehingga kemudiankekuatan memory ini dibagi menjadi dua yaitu memory jangka pendek dan memory jangkapanjang. Ini kemudian muncul bahwa dalam suatu memory ada yang hanya mampu menampung
  6. 6. informasi dalam jangka waktu tertentuDAFTAR PUSTAKADabutan, Jelarwin. 2008 .Srategi Pembelajaran Quantum Teaching dan Quantum Learning.Online. http://www.e-dukasi.net/artikel/index.php?id=75.C. Asri Budiningsih. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta : FIP UNYSuciati. 2001. Teori Belajar dan Motivasi. Jakarta : Unversitas Terbuka (PAU-PPAI-UT)Artikel Catatan Kuliah Ari Perwira http://kuliah.ariperwira.co.cc

×