Penemuan penderita malaria

4,073 views

Published on

Published in: Health & Medicine, Business
  • Be the first to comment

Penemuan penderita malaria

  1. 2. PENEMUAN PENDERITA <ul><li>Passive Case Detection (ACD) </li></ul><ul><li>Survey-survey : </li></ul><ul><li>-Mass Fever Survey (MFS) </li></ul><ul><li>-Mass Blood Survey (MBS) </li></ul><ul><li>-Surveilans Migrasi </li></ul><ul><li>-Survei Kontak </li></ul><ul><li>-Malariometric Survey (MS) </li></ul><ul><li>POSMALDES </li></ul><ul><li>Active Case Detection(PCD) </li></ul>
  2. 3. 1. Passive Case Detection (PCD)
  3. 4. <ul><li>Pengertian : </li></ul><ul><ul><li>Adalah penemuan penderita malaria oleh petugas kesehatan di Unit Pelayanan Kesehatan dengan menunggu kunjungan penderita </li></ul></ul><ul><li>Sasaran : </li></ul><ul><ul><li>Semua penderita malaria klinis, baik akut maupun kronis dan penderita gagal pengobatan yang datang ke Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) </li></ul></ul><ul><li>Metoda : </li></ul><ul><li>Pengambilan SD tebal terhadap semua penderita malaria klinis dan penderita gagal pengobatan yang datang ke UPK </li></ul><ul><li>Waktu : </li></ul><ul><li>Setiap hari kerja UPK </li></ul>
  4. 5. 2.a. Mass Fever Survey (MFS)
  5. 6. <ul><li>Pengertian : </li></ul><ul><ul><li>Adalah penemuan penderita malaria melalui survei yang ditujukan pada seluruh penduduk daerah fokus dengan gejala demam, yang diikuti dengan pemberian pengobatan klinis </li></ul></ul><ul><li>Tujuan : </li></ul><ul><li>- Memastikan bahwa desa yang kasusnya nol atau rendah, memang benar-benar telah mempunyai tingkat transmisi yang rendah </li></ul><ul><li>- Mengintensifkan pencarian dan pengobatan penderita agar reservoir parasit di lapangan dapat dikurangi </li></ul><ul><li>- Konfirmasi KLB </li></ul><ul><li>Sasaran : </li></ul><ul><li>Semua penderita demam yang ditemukan di dukuh yang melaporkan peningkatan penderita malaria klinis dan diikuti dengan pengobatan penderita secara massal (MFT) </li></ul><ul><li>Metoda : </li></ul><ul><li>Pengambilan SD pada semua penderita demam, diikuti pemberian pengobatan klinis & radikal pada penderita positif. </li></ul><ul><li>Waktu : </li></ul><ul><ul><ul><li>- Sebelum puncak fluktuasi malaria (cegah KLB) </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>- Pada puncak fluktuasi malaria (kegiatan khusus) </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>- Konfirmasi KLB, saat terjadi KLB </li></ul></ul></ul>
  6. 7. 2.b. Mass Blood Survey (MBS)
  7. 8. <ul><li>Pengertian : </li></ul><ul><li>Adalah upaya pencarian & penemuan penderita malaria melalui survei di daerah endemis malaria tinggi yang penduduknya tidak lagi menunjukkan gejala spesifik malaria </li></ul><ul><li>Tujuan : </li></ul><ul><li>- Pencarian penderita malaria di daerah endemisitas tinggi yang sudah tidak bisa menunjukkan adanya gejala klinis yang spesifik pada masyarakat </li></ul><ul><li>- Menurunkan sumber penularan dengan melakukan pengobatan radikal terhadap semua penderita positif malaria </li></ul><ul><li>Sasaran : </li></ul><ul><li>Seluruh penduduk di wilayah tertentu dg endemisitas tinggi </li></ul><ul><li>Cara pelaksanaan : </li></ul><ul><li>Seluruh penduduk sasaran diambil SD nya & diperiksa langsung di tempat, penderita positif diberi pengobatan radikal </li></ul><ul><li>Waktu : </li></ul><ul><li>Pada saat puncak kasus </li></ul>
  8. 9. 2.c. Surveilans Migrasi
  9. 10. <ul><li>Sasaran : </li></ul><ul><li>Orang-orang yang menunjukkan gejala klinis malaria yang baru datang dari daerah endemis, kegiatan ini dilakukan terutama di desa yang reseptif dan diketahui penduduknya banyak melakukan migrasi ke daerah endemis malaria </li></ul><ul><li>Metoda : </li></ul><ul><li>Pengambilan SD terhadap penduduk dengan gejala malaria klinis, bila positif diberikan pengobatan radikal </li></ul><ul><li>Waktu : </li></ul><ul><li>Sesuai dengan jadwal Juru Malaria Desa atau setiap hari kerja UPK dengan memperhatikan pola musim migrasi penduduk </li></ul>
  10. 11. 2.d. Survei Kontak
  11. 12. <ul><li>Pengertian : </li></ul><ul><li>Merupakan bagian dari kegiatan penyelidikan epidemiologi atas penderita malaria yang ditemukan positif dan diberi pengobatan radikal pada ACD </li></ul><ul><li>Tujuan : </li></ul><ul><li>Untuk mengetahui apakah kasus positif yang ditemukan telah menularkan penyakitnya pada orang yang tinggal serumah atau tinggal berdekatan dengan rumah penderita </li></ul><ul><li>Metode : </li></ul><ul><li>Melakukan pengambilan SD dari penghuni 5 rumah di sekitar rumah penderita ( + 25 orang) </li></ul>
  12. 13. 2.e. Malariometric Survey (MS)
  13. 14. <ul><li>1) Malariometrik Survey Dasar (MSD) </li></ul><ul><li>Pengertian : </li></ul><ul><li>Adalah kegiatan pemeriksaan SD jari pada 100 anak kelompok usia 0 – 9 th & limpa pada kelompok usia 2 – 9 th </li></ul><ul><li>Tujuan : </li></ul><ul><ul><li>Untuk mengukur tingkat endemisitas & prevalensi malaria pada daerah yang belum tercakup kegiatan pemberantasan vektor </li></ul></ul><ul><li>2) Malariometrik Survey Evaluasi (MSE) </li></ul><ul><li>Pengertian : </li></ul><ul><li>Adalah kegiatan pemeriksaan SD jari pada 100 anak usia 0 – 9 th </li></ul><ul><li>Tujuan : </li></ul><ul><ul><li>Untuk mengukur dampak kegiatan pemberantasan vektor, didaerah yang tidak dilakukan pemantauan parasit secara rutin </li></ul></ul>
  14. 15. 3. Penemuan Penderita oleh Masyarakat melalui POSMALDES
  15. 16. <ul><li>Tujuan : </li></ul><ul><li>- Terbentuknya POSMALDES di daerah endemis malaria yang jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan </li></ul><ul><li>- Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta pemenuhan sarana prasarana kader malaria </li></ul><ul><li>- Meningkatkan cakupan penemuan dan pengobatan penderita malaria </li></ul><ul><li>Prinsip : </li></ul><ul><li>POSMALDES dari, oleh dan untuk masyarakat </li></ul><ul><li>Tempat : </li></ul><ul><li>Disesuaikan dengan kondisi setempat </li></ul><ul><li>Sasaran : </li></ul><ul><li>Semua penderita malaria klinis, khususnya diwilayah yang tidak terjangkau pelayanan kesehatan </li></ul><ul><li>Kegiatan : </li></ul><ul><li>- Penemuan penderita </li></ul><ul><li>- Pengobatan </li></ul><ul><li>- Rujukan kasus </li></ul><ul><li>- Penyuluhan </li></ul><ul><li>- Pemetaan </li></ul>
  16. 17. 4. Active Case Detection
  17. 18. <ul><li>Pengertian : </li></ul><ul><ul><li>Adalah penemuan penderita tersangka malaria secara aktif (contoh oleh Juru Malaria Desa/JMD) melalui kunjungan dari rumah ke rumah </li></ul></ul><ul><li>Tujuan : </li></ul><ul><ul><li>* Menemukan penderita secara dini </li></ul></ul><ul><ul><li>* Memberikan pengobatan setepat mungkin </li></ul></ul><ul><ul><li>* Memantau fluktuasi malaria </li></ul></ul><ul><ul><li>* Kewaspadaan dini untuk terjadinya KLB </li></ul></ul><ul><li>Sasaran : </li></ul><ul><li>Semua penderita klinis </li></ul><ul><li>Metoda : </li></ul><ul><li>Pengambilan Sediaan Darah (SD) tebal pada semua penderita malaria klinis yang ditemukan pada kunjungan JMD dari rumah ke rumah penduduk </li></ul><ul><li>Siklus Kunjungan Rumah : </li></ul><ul><li>* HCI : 2 minggu sekali kunjungan rumah </li></ul><ul><li>* MCI : 1 bulan sekali kunjungan rumah </li></ul><ul><li>* LCI : 1 bulan sekali kunjungan dukuh/kampung </li></ul>
  18. 19. JADWAL KUNJUNGAN JMD TGL KAMPUNG KASUS DITEMUKAN TGL KAMPUNG KASUS DITEMUKAN TGL KAMPUNG KASUS DITEMUKAN                                   KLINIS Pf Pv     KLINIS Pf Pv     KLINIS Pf Pv 1 Pamotan 1       11 Selaawi 3       21 ISTIRAHAT       2 Pamotan 2       12 Panyiriban 1       22 Ciawitali Baru       3 Cimandala 1       13 Panyiriban 2       23 Pelatar Agung       4 Cimandala 2       14 ISTIRAHAT       24 Majingklak 1       5 Cimandala 3       15 Ciawitali 1       25 Majingklak 2       6 Cimandala 4       16 Ciawitali 2       26 Majingklak 3       7 ISTIRAHAT       17 Ciawitali 3       27 Kampung Lain       8 Cimandala 5       18 Ciawitali 4       28 ISTIRAHAT       9 Selaawi 1       19 Ciawitali 5       29 Kampung Lain       10 Selaawi 2       20 Ciawitali 6       30 Kampung Lain       31 Kampung Lain      

×