keterampilan konseling

5,250 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,250
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
10
Actions
Shares
0
Downloads
289
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

keterampilan konseling

  1. 1. KETERAMPILAN KONSELING DIREKTORAT BINA PELAYANAN KESEHATAN JIWA DIREKTORAT JENDERAL BINA PELAYANAN MEDIK - DEPKES RI
  2. 2. APA ITU KONSELING?
  3. 3. PENGERTIAN KONSELING <ul><li>KONSELING </li></ul><ul><li>Merupakan suatu proses dimana seseo rang membantu orang lain dlm menyele s aikan permasalahan atau membuat keputusan dengan memahami fakta-fakta dan emosi yang terli b at. </li></ul><ul><li>KONSELOR </li></ul><ul><li>seorang yang memberikan konseling. </li></ul><ul><li>KLIEN </li></ul><ul><li>seorang yang mendapat konseling. </li></ul>
  4. 4. PENGERTIAN KONSELING <ul><li>Bekerja sama dlm usaha membantu klien menolong dirinya sendiri </li></ul><ul><li>Konselor tak memberi nasihat , tapi membantu mengerti perasaannya </li></ul><ul><li>Gunakan komunikasi utk menemukan dan menyelesaikan masalah bagi klien </li></ul><ul><li>Menguasai berbagai cara pende katan yg tepat utk individu ttt </li></ul>
  5. 5. TUJUAN KONSELING <ul><li>Mengembalikan fungsi seseorang </li></ul><ul><li>Menghilangkan/mengurangi gejala </li></ul><ul><li>Menemukan cara lain untuk menyelesaikan masalah. </li></ul><ul><li>Mempelajari teknik menghadapi dan menyelesaikan masalah. </li></ul><ul><li>Menimbulkan pemahaman dan pengertian diri  menemukan jalan keluar bagi masalahnya </li></ul>
  6. 6. SEORANG KONSELOR <ul><li>Menjaga privasi & kerahasiaan </li></ul><ul><li>Memperlihatkan ketulusan , perha tian & penghargaan kepada klien </li></ul><ul><li>Mendukung klien utk menceritakan kisahnya dan memahami penderi taan atau kesedihan yang dialami oleh klien </li></ul><ul><li>Mendengarkan dan menunjukkan secara aktif bahwa konselor memahami klien. </li></ul>
  7. 7. SYARAT MENJADI KONSELOR YANG BAIK?
  8. 8. SEORANG KONSELOR <ul><li>Membantu klien menggali kembali masalahnya </li></ul><ul><li>Merefleksikan kembali kpd klien apa yg dipahami oleh konselor  klien dapat melihat permasalahan secara lebih jelas atau melihat dari sudut pandang yang berbeda </li></ul><ul><li>Perhatian terpusat pada klien (non direktif) </li></ul>
  9. 9. SEORANG KONSELOR <ul><li>Membantu memahami perasaan klien dan apa yg menyebabkan munculnya perasaan itu. </li></ul><ul><li>Menunjukkan respek terhadap klien dan masalahnya secara tulus </li></ul><ul><li>Tidak menghakimi atau mengkritik . </li></ul><ul><li>Berempati </li></ul>
  10. 10. SYARAT MENJADI KONSELOR <ul><li>Menerima klien apa adanya </li></ul><ul><li>Bersifat optimis </li></ul><ul><li>Mampu simpan rahasia </li></ul><ul><li>Sensitif menilai </li></ul><ul><li>Mampu beri informasi </li></ul><ul><li>Fleksibel </li></ul><ul><li>Dpt menghargai orang lain </li></ul><ul><li>Mampu jadi tem-pat bergantung </li></ul><ul><li>Terbuka dan Jujur </li></ul><ul><li>Bersikap tidak menilai </li></ul><ul><li>Percaya diri </li></ul><ul><li>Punya rasa humor </li></ul><ul><li>Pendengar yg baik </li></ul><ul><li>Terampil dlm membantu </li></ul><ul><li>Dapat berempati </li></ul>
  11. 11. PERSIAPAN SESI KONSELING PERTAMA <ul><li>1. Sebelum memulai sesi konseling </li></ul><ul><ul><li>Persiapkan ruangan yang nyaman dan terjaga kerahasiaanny a, </li></ul></ul><ul><ul><li>Hindari adanya interupsi seperti orang yang lalu lalang, bunyi telepon, dan lain-lain. </li></ul></ul><ul><ul><li>Persiapkan waktu selama 1 (satu) jam, disarankan untuk memberitahukan kepada klien bahwa konseling akan berlangsung selama ½ jam. </li></ul></ul>
  12. 12. <ul><li>1.   SELAMA SESI KONSELING </li></ul><ul><ul><li>Berpatokan pd wkt yg telah ditentukan (kira-kira ½ jam). Konseling yg terlalu lama akan sangat melelahkan bagi konselor pemula </li></ul></ul><ul><ul><li>Beritahu klien 10 menit sebelum konseling berakhir. Dg cara membatasi waktu, mungkin klien akan memilih utk mengatakan hal yang penting. </li></ul></ul><ul><ul><li>Mulai dengan cara memperkenalkan diri & menjelaskan bahwa keberadaan anda adalah untuk menolong dan mendengarkan klien. </li></ul></ul>
  13. 13. <ul><li>2.   SELAMA SESI KONSELING </li></ul><ul><ul><li>Usahakan agar klien merasa nyaman, tanyakan bagaimana keadaannya saat ini, apakah klien ingin dibantu, apakah ia ingin membicarakan sesuatu dengan anda, serta apa yang ingin dibicarakannya. </li></ul></ul><ul><ul><li>Akan sangat membantu bila anda menyimpulkan kembali apa yg dikemukakan klien di akhir pertemuan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Jadwalkan waktu pertemuan berikutnya sblm klien pulang </li></ul></ul>
  14. 14. <ul><li>3. SETELAH SESI KONSELING </li></ul><ul><ul><li>Bila merasa tertekan secara emosional ,pergilah berjalan-jalan ke luar ruangan sejenak atau mengobrol dg teman atau melakukan kegiatan yg dpt membuat anda merasa segar kembali. </li></ul></ul><ul><ul><li>Buatlah catatan yang penting tentang pembicaraan klien segera setelah sesi konseling berakhir. Tuliskan pula ide-ide untuk pertemuan berikutnya </li></ul></ul>
  15. 15. PROSES KONSELING <ul><li>1. Perkenalan dan memberi salam </li></ul><ul><li>Sebaiknya konselorlah yg terlebih dulu memberi salam dan memperkenalkan diri. Pakailah bahasa yg mudah dimengerti oleh klien, temponya sesuaikan dg keadaan klien, jangan terburu-buru . </li></ul><ul><li>2.Bina hubungan saling mempercayai </li></ul><ul><li>Konselor tidak secara spontan dipercaya oleh klien, tapi perlu dibina melalui sikap & perilaku konselor. Berempati dan mengerti perasaan mereka . </li></ul>
  16. 16. PROSES KONSELING <ul><li>3.Menjadi pendengar yang efektif </li></ul><ul><li>Seringkali orang mulai merasa lebih baik, apabila mereka diberi kesempatan utk bicara dan yakin bahwa mereka didengarkan. </li></ul><ul><li>Masalah depresi, kecemasan, ketakutan yang tak dapat diatasi, sakit dan nyeri yang tak ditemukan gangguan fisiknya, dan berbagai gejala lainnya, dapat disebabkan oleh perasaan yg ditekan dan tidak diekspresikan. </li></ul>
  17. 17. <ul><li>CARA MENJADI PENDENGAR </li></ul><ul><li>YANG EFEKTIF </li></ul><ul><li>Duduk berhadapan dan membungkuk ke arah klien </li></ul><ul><li>Membuat kontak mata </li></ul><ul><li>Rileks dan sikap terbuka </li></ul><ul><li>Memberi perhatian sepenuhnya </li></ul><ul><li>Tidak memotong pembicaraan </li></ul><ul><li>Menganggukkan kepala dan mengatakan “Ya, saya mengerti” sehingga klien tahu bahwa anda mendengarkan </li></ul>
  18. 18. <ul><li>MENDENGARKAN: TINGKATAN </li></ul><ul><li>Memperhatikan perkataan klien </li></ul><ul><li>Memperhatikan nada suara </li></ul><ul><li>Mengamati gerak tubuh saat bicara </li></ul><ul><li>Memperhatikan keheningan dan apa yg tidak dikatakan oleh klien </li></ul><ul><li>Memperhatikan makna dr kata-kata klien </li></ul><ul><li>Memperhatikan perasaan klien </li></ul>
  19. 19. <ul><li>4. MENELUSURI INFORMASI </li></ul><ul><ul><li>Ajukan pertanyaan dg tenang dan perlahan </li></ul></ul><ul><ul><li>Jangan memaksa dan hindari suara seperti menginterogasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Pertanyaan terbuka </li></ul></ul><ul><ul><li>Memahami perilaku, pemikiran dan perasaan klien </li></ul></ul>
  20. 20. <ul><ul><li>5. BERI DORONGAN & RASA NYAMAN </li></ul></ul><ul><ul><li>Gunakan suara yg lembut </li></ul></ul><ul><ul><li>Duduk dekat dg klien dan lihat gerak tubuh lainnya </li></ul></ul><ul><ul><li>Tunjukkan kepedulian melalui raut wajah </li></ul></ul><ul><ul><li>Bila memungkinkan, tepuklah bahu klien </li></ul></ul><ul><ul><li>Bereaksi thd perasaan klien </li></ul></ul><ul><ul><li>Kepedulian anda jangan sampai membuat klien tak nyaman </li></ul></ul>
  21. 21. <ul><li>6. PENEGUHAN KEGUNAAN DIRI </li></ul><ul><li>Tunjukkan bahwa anda yakin akan kemampuan klien untuk menolong diri sendiri </li></ul><ul><li>Bantu klien menemukan kembali kekuatannya </li></ul><ul><li>Bantu klien untuk menolong diri sendiri </li></ul>
  22. 22. <ul><li>7. MENILAI MASALAH </li></ul><ul><li>Pertimbangkan perilaku, pemikiran & perasaan klien, bagaimana semua itu mempengaruhi masalah klien </li></ul><ul><li>Pertimbangkan situasi kehidupan klien dan kesulitan yg akan dihadapi dlm membuat perubahan yg perlu </li></ul><ul><li>Pertimbangkan keluarga klien dan masyarakat sekitar </li></ul><ul><li>Berlaku fleksibel, samakan pengertian dg klien </li></ul>
  23. 23. <ul><li>8. KEMBANGKAN RENCANA AKSI </li></ul><ul><ul><li>Tentukan masalah dg jelas </li></ul></ul><ul><ul><li>Tetapkan tujuan yg akan dicapai </li></ul></ul><ul><ul><li>Pilih masalah yg akan ditangani lebih dulu </li></ul></ul><ul><ul><li>Tentukan rencana aksi </li></ul></ul><ul><ul><li>Buat laporan klien menggunakan rencana aksi itu untuk perbaikan diri </li></ul></ul>
  24. 24. <ul><li>9. MENGAKHIRI KONSELING </li></ul><ul><ul><li>Evaluasi bersama klien apakah tujuan awal sudah tercapai </li></ul></ul><ul><ul><li>Apakah ada tujuan lain yg harus dicapai </li></ul></ul><ul><ul><li>Buat kesimpulan dan sampaikan kepada klien </li></ul></ul><ul><ul><li>Tanyakan perbedaan apa yg mereka rasakan </li></ul></ul><ul><ul><li>Apa yg akan dilakukan dimasa mendatang </li></ul></ul>
  25. 25. <ul><li>10. TINDAK LANJUT </li></ul><ul><ul><li>Bervariasi tergantung kasus: ada yang perlu konseling jangka panjang, ada yg cukup sekali </li></ul></ul><ul><ul><li>Buat skedul pertemuan </li></ul></ul><ul><ul><li>Katakan kpd klien bhw mereka boleh datang kembali bila perlu </li></ul></ul><ul><ul><li>Tekankan bahwa keberhasilan adalah akibat usaha klien </li></ul></ul>
  26. 26. LANGKAH-LANGKAH <ul><li>LANGKAH I: mengerti permasalahan </li></ul><ul><li>Cari informasi masalah apa yg menyebabkan mereka datang minta pertolongan: susah tidur, rasa cemas, sedih, keluhan somatik dll </li></ul><ul><li>Usahakan memilah masalah dan fokuskan pada masalah yg mendesak </li></ul>
  27. 27. LANGKAH-LANGKAH <ul><li>LANGKAH II: </li></ul><ul><li>CARI CARA PEMECAHAN MASALAH </li></ul><ul><li>Diskusikan setiap masalah dan pikirkan bersama berbagai cara pemecahan </li></ul><ul><li>Beri kesempatan klien untuk mencari jalan keluar dan hargai pendapatnya </li></ul><ul><li>Bila buntu tawarkan beberapa cara yg dapat dilakukan </li></ul>
  28. 28. LANGKAH-LANGKAH <ul><li>LANGKAH III: </li></ul><ul><li>MEMUTUSKAN JALAN KELUAR TERBAIK </li></ul><ul><li>Cari setiap kemungkinan dan bantu klien untuk mempertimbangkan segi baik buruknya </li></ul><ul><li>Tunjukkan apa yg kira-kira akan menjadi pilihan mereka </li></ul><ul><li>Diskusikan apa yg harus mereka lakukan </li></ul>
  29. 29. LANGKAH-LANGKAH <ul><li>LANGKAH IV: telusuri langkah yg harus dilakukan untuk solusi </li></ul><ul><li>Bantu klien mencari berbagai cara yg dpt dilakukan </li></ul><ul><li>Diskusikan pendapat dan perasaan mereka sampai mereka dpt memutuskan cara yg dianggap paling baik </li></ul>
  30. 30. MENCEGAH KEJENUHAN <ul><li>Jangan paksakan diri </li></ul><ul><li>Lebih baik sedikit klien, namun mampu bertahan lama </li></ul><ul><li>Rujuk kasus yg sulit </li></ul><ul><li>Bicarakan dg konselor lain perasaan tertekan yg anda alami </li></ul><ul><li>Tanyakan kepada konselor lain mengenai perasaan mereka </li></ul><ul><li>Anda butuh supervisi </li></ul>
  31. 31. CONTOH KONSELING AWAL <ul><li>Ko: Assalamualaikum, silakan duduk. </li></ul><ul><li>Saya ibu Mega </li></ul><ul><li>Kl: Terima kasih </li></ul><ul><li>Ko: Yanti kan? Apa yg dpt ibu bantu? </li></ul><ul><li>atau apa yang Yanti alami? </li></ul><ul><li>Kl: Saya sulit tidur, sering bermimpi </li></ul><ul><li>buruk </li></ul><ul><li>Ko: Mimpi buruk? Bisa Yanti cerita </li></ul><ul><li>lebih lanjut </li></ul>
  32. 32. CONTOH BILA KLIEN DIAM <ul><li>Ko: Ada yang bisa bapak bantu? </li></ul><ul><li>Kl: ( Klien menunduk, menangis ) </li></ul><ul><li>Ko: Nampaknya Kartini mengalami masalah </li></ul><ul><li>yang sangat menekan. Dapatkah </li></ul><ul><li>ceritakan kepada bapak ? Bapak akan </li></ul><ul><li>membantu Kartini </li></ul><ul><li>Kl: ( Tetap diam dan memandang Ko ) </li></ul><ul><li>Ko: Rupanya Kartini masih ragu thd bapak, </li></ul><ul><li>mungkin karena ini pertemuan kita yg </li></ul><ul><li>pertama. Bapak akan memegang rahasia apa yang Kartini ceritakan kepada bapak </li></ul><ul><li>Kl: ( Tetap diam ) </li></ul><ul><li>Ko: Kalau sekarang blm bisa, bapak tunggu </li></ul>
  33. 33. KATA-KATA KUNCI <ul><li>Kata yg diucapkan berulangkali </li></ul><ul><li>Kata yg diucapkan dg nada emosional </li></ul><ul><li>Diucapkan dg tata bahasa yg tak layak </li></ul><ul><li>Justru tidak diucapkan </li></ul><ul><li>Kata kunci perlu diperhatikan dan </li></ul><ul><li>dieksplorasi, karena akan membawa </li></ul><ul><li>klien kepada masalah yg mengganggu </li></ul><ul><li>atau dipendam </li></ul>
  34. 34. Terima Kasih

×