Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
1 
MAKALAH 
“Pemahaman Hukum Islam” 
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah 
Studi Hukum Islam 
Penyusun : 
Nur Alfiyat...
2 
PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang 
Dalam kehidupan, manusia mempunyai dua akhlak yaitu akhlak mahmudah dan 
akhlak madzmum...
3 
PEMBAHASAN 
A. Pengertian Akhlak Madzmumah 
إِنَّ اللَََّّ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالِْْحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَ...
4 
Dalam beberapa kamus dan ensiklopedia, dihimpun pengertian buruk sebagai berikut: 
1. Rusak atau tidak baik, jahat tida...
Artinya: “Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari 
kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan...
6 
3. Nafsu Muthmainnah (Nafsu fitrah Manusia) 
Nafsu Muthmainnah adalah jiwa yang mendapat tuntunan, bimbingan dan 
pemel...
Menurut bahasa dengki berarti benci, tidak suka karena sesuatu yang sangat baik 
berupa keberuntungan jatuh pada orang lai...
8 
Artinya : “Sesungguhnya usahamu berbeda-beda.” (QS. Al-Lail ayat 4) 
Iri hati adalah merasa kurang senang melihat keleb...
Artinya : “Dan jangnlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan 
janganlah kamu berjalan di muka bumi ini ...
Artinya : “Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya 
dengan rasa angkuh dan dengan maksu...
d. Dengan niat yang baik maka semua masalah akan terselesaikan dengan baik 
11 
juga 
e. Banyak berdoa dan merasa takut da...
e. Jangan mencari-cari kebenaran perkataan yang disampaikan terkecuali jika 
12 
perkataan itu tentang kemaslahatan. 
Lida...
13 
http://otakabg.blogspot.com/2011/10/akhlak-mahmudah-dan-akhlak-madzmumah.html 
QS. Asy-Syam ayat 8-9 
QS. Al-Fajr ayat...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Akhlak Madzmumah

6,721 views

Published on

Ahlak Tasawuf

Published in: Education
  • Be the first to comment

Akhlak Madzmumah

  1. 1. 1 MAKALAH “Pemahaman Hukum Islam” Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Studi Hukum Islam Penyusun : Nur Alfiyatur Rochmah (B06213037) Kelas : Ilmu Komunikasi 2-F4 Dosen Pengampu : Drs. Syahroni Ahmad Jaswadi, M. Ag PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA 2014 BAB I
  2. 2. 2 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam kehidupan, manusia mempunyai dua akhlak yaitu akhlak mahmudah dan akhlak madzmumah. Akhlak mahmudah adalah akhlak terpuji, sedangkan akhlak madzmudah adalah akhlak tercela. Akan tetapi, umat manusia didunia ini banyak melakukan akhlak madzmumah daripada akhlak mahmudah, karena banyak umat manusia yang tergoda oleh hasutan setan. Untuk mengetahui lebih dalam tentang akhlak madzmumah dan macam-macamnya, akan kita dibahas dan kita dijelaskan pada pembahasan makalah ini. B. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian akhlak madzmumah? 2. Apa macam-macam akhlak madzmumah? 3. Bagaimana cara untuk menghindari akhlak madzmumah? C. Tujuan Untuk masyarakat mengetahui dan mempelajari akhlak madzmumah dan cara untuk menghindari akhlak madzmumah. BAB II
  3. 3. 3 PEMBAHASAN A. Pengertian Akhlak Madzmumah إِنَّ اللَََّّ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالِْْحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبََ وَيَ نْ هَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَ غْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”(QS. An-Nahl ayat 90) Pengertian dari Akhlaq Madzmumah adalah perangai buruk yang tercermin dari tutur kata, tingkah laku dan sikap yang tidak baik dari seseorang. Dan adapun tiang utama dari akhlaq madzmumah adalah nafsu jahat. Sedangkan beberapa bentuk dari bentuk akhlaq madzmumah adalah membuat kecurangan, kezaliman dan kesengsaraan keluarga dan masyarakat. Akhlaq buruk adalah calon-calon kerak neraka karena selalu membuat hati orang sakit. Untuk menghilangkan akhlaq madzmumah, maka sejak kecil, dalam diri seseorang harus ditanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Iman adalah suatu kepercayaan atau keyakinan terhadap adanya Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, nabi dan rasul, dan yakin kepada takdir baik dan buruk. Sedangkan takwa adalah perangai, tingkah laku baik yang tidak berubah-rubah, menjalankan semua perintah Allah dan meninggalkan segala larangan- Nya. Oleh sebab itu, perbanyaklah iman dan takwa kepada Allah, agar terjauh dari sifat-sifat buruk (akhlaq madzmumah), karena akhlak buruk merupakan sumber maksiat dan menjadi kufur nikmat. Akhlaq madzmumah cenderung jauh dari pendidikan, jauh dari hikmah dan jauh dari kebenaran Allah. Manusia secara fitrah memiliki akhlaq yang baik namun jika keluarganya bertabiat kurang baik, lingkungan buruk, pendidikan yang tidak baik, dapat menghasilkan akhlak yang buruk.
  4. 4. 4 Dalam beberapa kamus dan ensiklopedia, dihimpun pengertian buruk sebagai berikut: 1. Rusak atau tidak baik, jahat tidak menyenangkan, tidak elok, jelek. 2. Perbuatan yang tidak sopan, kurang ajar, jahat, tidak menyenangkan. 3. Segala yang tercela, perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma agama dan adat. Kata dosa (adz-dzanbu) dalam bahasa arab berarti al-itsm, al-jurm, dan al-ma’shiyah. Makna dosa dalam syariat Islam ialah melakukan sesuatu yang dilarang, meninggalkan sesuatu yang diperintahkan. Adapun pembagian dosa adalah: 1. Dosa kecil, yaitu segala sesuatu yang keluar dari batas-batas minimal dosa-dosa besar. Contoh: melihat ke arah wanita yang bukan mahram, meludahi mesjid, menoleh ketika shalat dan sebagainya. 2. Dosa besar (al-kabirah), yakni sebutan yang dikenakan terhadap setiap dosa besar yang diancam dengan siksa yang besar. Contoh: menyekutukan Allah (syirik), durhaka kepada orang tua, memberikan kesaksian palsu, khianat, membunuh tanpa sebab yang dibenarkan agama, dan sejenisnya. B. Pembagian Nafs / Jiwa Manusia Nafsu dalam ensklopedi Indonesia, berarti diri seseorang, roh, jiwa, tubuh, nyawa, niat dan kehendak. Maka secara istilah nafsu adalah pendorong yang mewujudkan berbagai keinginan seperti keinginan makan, minum, berpakaian, bersenang-senang, berumah tangga, hubungan biologis, ingin pangkat, jabatan atau kemewahan dunia. Adapun rem untuk nafsu adalah ajaran agama, sebab agama memberi petunjuk kepada kebaikan yang berguna dan bermanfaat. Selain itu Islam memberi peringatan tentang larangan mengikuti hawa nafsu, sebagai mana dalam al-Qur’an surat an-nisa’ ayat 135 yang berbunyi: فَلََ تَتبَِّعُوا الْهَوَىٰ أَن تَعْدِلُوا وَإِن تَلْوُوا أَوْ تعُْرِضُوا فَإِنَّ اللَََّّ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
  5. 5. Artinya: “Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.” Nafsu adalah organ rohani yang bersar pengaruhnya dan paling banyak di antara anggota rohani yang mengeluarkan instruksi kepada anggota jasmani untuk berbuat atau bertindak. Jika nafsu seseorang itu baik, maka ia akan melahirkan akhlak yang baik. Sebaliknya jika nafsu seseorang itu buruk maka ia akan melahirkan akhlak yang buruk pula. 5 Adapun dorongan-dorongan nafsu itu ada tiga macam, yaitu sebagai berikut: 1. Nafsu Amanrah (Nafs Syaithaniyah) Nafsu amarah adalah jiwa yang belum mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, belum memperoleh tuntunan, belum menentukan mana yang manfaat, mana yang mudarat. Allah berfinman dalam surat as-sajadah ayat 13: وَلَوْ شِئْنَا لََتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا وَلََٰكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِِّي لَََمْلَََنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ Artinya: Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap- tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari padaKu: "Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama." 2. Nafsu Lawwamah (Nafsu Hewaniah) Nafsu lawwamah adalah jiwa yang mempunyai rasa insaf dan menyesal sesudah melakukan sesuatu pelanggaran. Nafsu lawwamah dapat melihat dirinya dengan keadaan sadar, dapat membedakan baik dan buruk, hanya rentan dengan kejahatan. Sebagaimana allah berfirman dalam surat asy-syam ayam 8-9: فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا Artinya: “maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu.”
  6. 6. 6 3. Nafsu Muthmainnah (Nafsu fitrah Manusia) Nafsu Muthmainnah adalah jiwa yang mendapat tuntunan, bimbingan dan pemeliharaan yang baik. Ia dapat mendatangkan ketenangan jiwa, perbuatan baik dan membentengi serangan kekejian dan kejahatan. Allah berfirman dalam surat al-Fajr ayat 27- 30: يَا أَيَّ تهَُا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّة ارْجِعِي إِلَىَٰ رَبِِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّة فَادْخُلِي فِي عِبَادِي وَادْخُلِي جَنَّتِي Artinya: “Hai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.” C. Sifat-Sifat Tercela Selain menjaga akhlak mahmudah, seorang muslim juga harus menghindari akhlak madzmumah yang meliputi: tergesa-gesa, riya (melakukan sesuatu dengan tujuan ingin menunjukkan kepada orang lain), dengki (hasad), takabbur (membesarkan diri), ujub (kagum dengan diri sendiri), bakhil, buruk sangka, tamak dan pemarah.1 Sifat-sifat buruk dalam kehidupan manusia bergambar dari perkataan dan perbuatan. Sifat-sifat buruk itu secara umum sebagai berikut : 1. Sifat Dengki (hasad) أَمْ يََْسُدُونَ النَّاسَ عَلَىٰ مَا آتَاهُمُ اللََُّّ مِنْ فَضْلِهِ Artinya : “Mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah berikan kepadanya.” (QS. An-Nisa’ ayat 54 ) 1 http://otakabg.blogspot.com/2011/10/akhlak-mahmudah-dan-akhlak-madzmumah.html, 12 April 2014
  7. 7. Menurut bahasa dengki berarti benci, tidak suka karena sesuatu yang sangat baik berupa keberuntungan jatuh pada orang lain. Secara istilah, dengki adalah rasa benci dalam hati terhadapa kenikmatan orang lain dan disertai maksud agar nikmat itu hilang atau pindah kepadanya. Hukumnya sifat dengki itu haram. Orang dengki tidak segan-segan mencari tipu daya untuk menghilangkan nikmat orang lain dan merebutnya. Biasanya orang yang dengki, hidup mereka tidak tenang selalu dirasuki perasaan yang was-was dan tidak lepas dari azab dunia maupun akhirat. 7 Adapun tanda-tanda orang yang bersifat dengki, antara lain : a. Tidak senang mendapatkan orang lain kebahagiaan. b. Suka mengumpat, mencela, dan menfitnah orang lain. c. Bila berbicara, ucapannya selalu membuat orang lain sakit hati. d. Suka mencaci maki, bersifat angkuh, congkak, sombong dalam ucapan dan perbuatannya. Bahaya akibat sifat dengki, antara lain : a. Hati yang merasa gusar dan tidak tentram. b. Perasaan iri hati yang terus menerus, apabila diketahui yang bersangkutan dapat menimbulkan percecokkan c. Biasanya pelaku sering bohong akibat perbuatannya. Adapun cara untuk menghindari penyakit dengki,2 antara lain : a. Menjauhi semua penyebabnya b. Mewaspadai bahayanya c. Membiasakan diri untuk memberikan dukungan posotif terhadap apa yang dialami orang lain d. Mempererat tali persaudaraan e. Selalu berdzikir Mengobati sifat dengki yaitu dengan ta’awwudz. Jika hal itu tidak berhasil maka berwudlulah dan mandilah dengan air dingin. Oarang yang sering dengki maka berbanayk lah istighfar . 2. Sifat Iri Hati إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتىَّٰ 2 http://otakabg.blogspot.com/2011/10/akhlak-mahmudah-dan-akhlak-madzmumah.html, 12 April 2014
  8. 8. 8 Artinya : “Sesungguhnya usahamu berbeda-beda.” (QS. Al-Lail ayat 4) Iri hati adalah merasa kurang senang melihat kelebihan dan kesuksesan orang lain. Hukumnya haram. Bahayanya iri hati secara umum anatara lain : a. Merasa tidak tentram b. Akan mengakibatkan streess c. Apabila diketahui orang lain maka nama baik kita tercemar d. Akan timbul permusuhan e. Akan mengakibatkan keresahan f. Menandakan orang lain tersebut tidak bersyukur atas nikmat Allah g. Jika iri hati dilakukan terus menerus akan mengakibatkan dosa besar h. Membawa pada maksiat dan kejahatan i. Merusak ketaatan kepada Allah j. Membutakan hati sampai membutakan hukum-hukum Allah k. Menimbulkan kesusahan dan kelelahan yang tidak ada gunanya. Tuntunan untuk menghindari sifat iri hati antara lain : a. Harus menyadari keburukan dan bahaya iri hati b. Sifat iri hati akan menjadikan dirinya menderita, streess, dan lain sebagainya c. Selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita d. Menyadari bahwa nasib orang lain itu berbeda-beda e. Menghormati dan menghargai hak orang lain f. Mengembangkan sifat cinta dan kasih sayang ke sesama manusia g. Bebanyaknya amal sholeh serta selalu meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. 3. Sifat Sombong (takabur) وَلََ تُصَع ر خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلََ تََشِ فِِ الََرضِ مَرَحًا اِنَّ ا للََّ لََ يَُِبُّ كُلَّ مُُتَالٍ فَخُورٍ وَاقصِد فِِ مَشيِكَ وَاغضُض مِن صَوتِكَ اِنَّ اَنكَرَ الََصوَاتِ لَصَوتُ الحَمِيِ
  9. 9. Artinya : “Dan jangnlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruknya suara adalah suara keledai.” (QS. Lukman ayat 18-19) Sombong (angkuh) adalah sikap yang menganggap dirinya lebih daripada yang lain sehingga ia berusaha menutupi dan tidak mau mengakui kekurangan dirinya. Biasanya orang yang seperti ini memandang orang lain itu buruk, lebih rendah dan tidak mau mengakui kelebihannya orang lain tersebut. 9 Penyebab orang menjadi sombong, antara lain : a. Sombong karena ilmu b. Sombong karena memiliki amal dan ibadah yang banyak c. Sombong karena keturunan bangsawan d. Sombong karena kecantikannya sehingga banyak disukai lawan jenis e. Sombong karena kedudukan, harta dan relasi f. Sombong karena kekuasaan dan kekuatan g. Sombong terhadap bawahan, pengikut dan pembantu-pembantunya Akibat yang ditimbulkan dari sombong ini, antara lain : a. Suka menyakiti orang lain b. Memutuskan kasih sayang c. Mencerai-beraikan hubungan hati manusia d. Membuat orang lain merasa benci kepadanya dan sepakat untuk menyakitinya e. Orang yang sombong sulit untuk diajak ke jalan yang benar f. Orang yang sombong tidak dapat menahan amarah g. Orang yang sombong tidak pernah bersikap lemah lembut apabila menasehati orang lain. 4. Sifat Riya’ وَلََ تَكُونُوا كَالَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بَطَرًا وَرِئَاءَ النَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللََِّّ وَاللََُّّ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيط
  10. 10. Artinya : “Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya’ kepada manusia serta menghalangi orang dari jalan Allah. Sesungguhnya ilmu Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al- Anfal ayat 47) Riya’ adalah amal yang dikerjakan dengan niatan untuk dipuji oleh orang lain. Riya’ merupakan penyakit rohani yang biasanya dilakukan sebab ingin mendapat pujian tetapi dapat menghalang-halangi manusia dari jalan Allah. Sifat riya’ dibagi atas dua bagian, yaitu : a. Riya’ al-‘adah adalah memperkerjakan suatu amal karena menjadi kebiasaan dengan tidak memoerlihatkan makna, rahasia, faedahnya dan tidak pula mencari keridlhaan Allah. 10 b. Riya’ al-nafa’ adalah mengerjakan sesuatu amal semata untuk dilihat orang. Ada lima yang termasuk kategori riya’, antara lain : a. Pelaku ibadah yang memperlihatkan malan kebajikan. b. Pemimpin yang ingin mendapat sanjungan dari bahawahannya. c. Dosen atau guru yang merasa lebih pandai dari muridnya. d. Siswa atau mahasiswa yang merasa ilmunya sudah banyak. e. Ilmuan yang ingin dihormati. Adapun golongan yang tergolong kelompok riya’, anatar lain : a. Riya’ yang soal kepercayaan. b. Riya’ dalam soal ibadah. c. Riya’ dalam amalan sunnah. d. Orang-orang yang menyebutkan dan menceritakan amalan-amalannya. e. Riya’ dengan sikap dan gaya. Berikut cara untuk menhindari sifat riya’,3 antara lain : a. Hindari beramal didepan orang lain b. Sering-seringlah melakukan sedekah sirri, yaitu sedekah dengan cara rahasia c. Ingatlah bahwa Allah tidak melihat seberapa banyak amal yang kamu lakukan tetapi seberapa baik amal yang kamu kerjakan 3 http://ansharmuslim.wordpress.com/2013/05/31/5-tips-menghindari-sifat-riya/, 12 April 2014
  11. 11. d. Dengan niat yang baik maka semua masalah akan terselesaikan dengan baik 11 juga e. Banyak berdoa dan merasa takut dari perbuatan riya’ D. Penyakit Lidah يَا يََُّ هَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِ جَاءكَُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَ تَبَ يَّ نُوا تُصِيبُوا قَ وْمًا بَِِهَالَةٍ فَ تُصْبِحُوا عَلَى مَا فَ عَلْتُمْ نَادِمِيَ Artinya : “Hai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat ayat 6) Penyakit lidah ini pemnyebabnya dari diri mereka sendiri. Apabila lidah tidak dipelihara dengan benar maka penyakit pun akan datang. Peneyakit lidah ini dapat merusak keteguhan iman dan takwa manusia kepada tuhannya. Adapun cara mengobati penyakit lidah denga jalan diam karena diam merupakan obat yang ampuh untuk orang yang mempunyai penyakit lidah.penyakit lidah dapat meliputi kesalahan pembicaraan, berbohong, ghibah, memfitnah, munafik, bermusuhan, lancang bicara, menceritakan cacat orang lain dan kecabulan. Macam-macam penyakit lidah, anatara lain : a. Menghina dengan berlaku sombong. b. Menghina dengan memperlihatkan sikap baik dengan isyarat. c. Memberi gelar buruk. d. Mengumpat e. Memfitnah Apabila seseorang membawa fitnah atau kabar yang tidak menyenangkan, hendaklah kita menerimanya dengan sikap-sikap sebagai berikut : a. Tetap menghargai, tetapi jangan dibenarkan keran orang yang membawa fitnahan itu termasuk golongan yang fasik. b. Memberikan nasehat kepada orang yang menfitnah itu c. Membencinya karena Allah d. Jangan menaruh sangka jahat kepada orang yang menyampaikan perkataan itu
  12. 12. e. Jangan mencari-cari kebenaran perkataan yang disampaikan terkecuali jika 12 perkataan itu tentang kemaslahatan. Lidah termasuk nikmat Allah yang besar dan diantaranya dijadikan oleh Allah sebagia halus dan ganjil. Hakekatnya lidah itu kecil bentuknya namun besar ketaatan dan kemanfaatannya. Dosa kufur dan iman tidak akan terang selain dengan kesaktian lidah. E. Peranan Dalam Masyarakat Sifat tercelah yaitu kondisi batin yang dapat merugikan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Perbuatan tercela biasanya dilandaskan pada nafsu atau jiwa yang tidak baik. Sifat ini disenangi oleh iblis, karena siapa yang memiliki sifat tercela berarti orang tersebut sudah mendengar bisikan iblis. Oleh karenan itu sifat tercela harus kita hindarkan. Cara untuk menghindari sifat tercela yaitu dengan memperdalam ilmu keagamaan, mengamalkannya, dan berserah diri kepada Allah. Melakukan perbuatan yang tercela akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Contoh perbuatan yang tercela, sebagi berikut : 1. Jika seseorang suka mencaci maki, maka suatu ketika ia akan dicaci orang pula. 2. Jika suka berdusta, suatu saat yang disampaikan benar, tetapi, orang tetap tidak percaya dan dia akan dibohongi oleh orang lain pula. 3. Hatinya yang tidak pernah tentram dan bahagia karena kesalahan dan keserakahannya takut terbongkar oleh orang lain. 4. Apa yang dicita-citakan tidak terkabul. DAFTAR PUSTAKA Tualeka, Hamzah, Zn. 2013. Akhlak Tasawuf. Surabaya : UIN Sunan Ampel Press QS. An-Nahl ayat 90 QS. An-Nisa’ ayat 135 QS. As-Sajadah ayat 13
  13. 13. 13 http://otakabg.blogspot.com/2011/10/akhlak-mahmudah-dan-akhlak-madzmumah.html QS. Asy-Syam ayat 8-9 QS. Al-Fajr ayat 27-30 QS. An-Nisa’ ayat 54 http://ansharmuslim.wordpress.com/2013/05/31/5-tips-menghindari-sifat-riya/ QS. Al-Lail ayat 4 QS. Lukman ayat 18-19 QS. Al-Anfal ayat 47 QS. Al-Hujurat ayat 6

×