Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENGUKUR
KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN
(Studi Kasus Pada Leader Supermarket, Dili Timor-Lest...
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK
MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN
(Studi Kasus Pada Leader Supermarket, Dili Timor-Lest...
HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK
MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN
(Studi Kasus Pada Leade...
HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK
MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN
(Studi Kasus Pada Leader S...
i
Kegagalan bukanlah akhir dari
segalanya,
Tetapi kegagalan adalah awal
dari sebuah keberhasilan.
Belajarlah dari kegagala...
ii
PERSEMBAHAN
Atas bimbingan dan motivasi baik berupa materil maupun moril serta tenaga
spiritual dari keluarga besarku, ...
iii
semangat dalam belajar dan berusaha menghadapi semua tantangan yang
kutemui.
7. Pacarku tercinta Cristiana do Rosario ...
iv
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat dan rahmat-Nya sehingg...
v
7. Rekan-rekan mahasiswa/i khususnya jurusan akuntansi yang turut memberikan
dukungan kepada peneliti dalam menyelesaika...
vi
ABSTRACT
This research was conducted at the company Leader Supermarket which is a trading
company located in Rua Martir...
vii
ABSTRAKSI
Penelitian ini dilakukan pada perusahaan Leader Supermarket yang merupakan
perusahaan dagang dan berlokasi d...
viii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING
HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI
MOTTO ..................
ix
BAB 2 LANDASAN TEORI ....................................................................................8
2.1 Defenisi...
x
BAB 3 METODE PENELITIAN.............................................................................42
3.1 Jenis Penelit...
xi
4.1.8.1 Klasifikasi Karyawan Menurut Jenis Kelamin.....................................55
4.1.8.2 Klasifikasi Karyawan ...
xii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Konseptual ........................................................... 40
...
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu.............................................................................
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Laporan Keuangan Perusahaan Leader Supermarket
Lampiran 2 Surat Penarikan Penelitian
1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan perekonomian Timor-Leste dari tahun ke tahun mulai
membangkitk...
2
periode selanjutnya. Sukses atau tidak manager perusahaan biasanya diukur
dengan laba yang diperoleh perusahaan. Pada mu...
3
mengetahui kondisi keuangan perusahaan tersebut. Bagi pihak pemilik dan
manajemen tujuan utama analisis laporan keuangan...
4
dengan aktivitas yang yang dijalankan agar informasi dari laporan keuangan
tersebut dapat digunakan untuk mengukur kiner...
5
Bertolak dari permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka peneliti
tertarik untuk memilih judul: “Analisis Laporan Ke...
6
2. Sejauh manakah laporan keuangan dipakai untuk mengukur kinerja
keuangan?.
1.4 Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan...
7
2. Bagi Akademik
Dapat dipergunakan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan atau
perluasan pandangan tentang pelajaran yang...
8
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Definisi dan Nalar Konsep
2.1.1 Laporan Keuangan
2.1.1.1 Pengertian Laporan Keuangan
Laporan ke...
9
Farid dan Siswanto (2011:2), yang mengatakan laporan keuangan
merupakan informasi yang diharapkan mampu memberikan bantu...
10
pada suatu saat dan perubahan posisi keuangan atau kemajuan-kemajuan suatu
perusahaan melalui laporan keuangan yang ber...
11
perubahan posisi keuangan suatu perusahan yang bermanfaat bagi sejumlah besar
pemakai dalam pengambilan keputusan ekono...
12
2. Menyeluruh
Artinya laporan keuangan disusun sesuai dengan standar yang telah ditetapk
an.
2.1.1.4 Fungsi Laporan Keu...
13
2.1.1.5 Keterbatasan Laporan Keuangan
Kasmir (2012:15), Laporan keuangan yang telah disusun sedemikian rupa
terlihat se...
14
2.1.1.6 Jenis - Jenis Laporan Keuangan
Setelah diketahui pengertian laporan keuangan dan fungsi laporan
keuangan maka a...
15
dengan mengunakan dua bentuk (format) yaitu bentuk rekening (skontro)
dan bentuk laporan (stafel).
Munawir (2002:21), l...
16
Kewajiban merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah
neraca, Keberadaannya biasanya ada di sebelah kanan pada ...
17
Munawir (2002:14), mengatakan elemen-elemen aktiva lancar terdiri
dari :
a. Kas
Adalah uang tunai yang dapat digunakan ...
18
2. Laporan Laba Rugi (income statement)
Laporan laba rugi merupakan suatu laporan yang sistematis mengenai
penghasilan,...
19
harus dilaporkan di neraca. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa
laporan perubahan modal seringkali dipandang s...
20
terbesar adalah pembayaran untuk pembelian persediaan, gaji,
pajak, bunga, sewa dan beban. Jumlah kas bersih yang diter...
21
c. Aktivitas Pendanaan (Financing Activities)
Termasuk dalam aktivitas pendanaan adalah transaksi dan kejadian
di mana ...
22
membaca laporan keuangan dengan tepat, seseorang dapat melakukan tindakan
ekonomi menyangkut lembaga perusahaan yang di...
23
4. Manajer
Manajer ingin mengetahui situasi ekonomis perusahaan yang dipimpinnya.
Seorang manajer selalu dihadapkan kep...
24
8. Supplier
Laporan keuangan bisa menjadi informasi untuk mengetahui apakah
perusahaan layak untuk diberikan fasilitas ...
25
2.1.1.8 Analisis Laporan Keuangan
Prastowo dan Juliaty (2002:24), analisis laporan keuangan merupakan
suatu proses anal...
26
1. Screening
Analisis dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi
perusahaan dari laporan keuangan tan...
27
periode sebelumnya, perusahaan sejenis, industrial norm (rasio rata-rata
industri).
3. Menilai angka-angka : kenaikan, ...
28
Harahap (2006:297), rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari
hasil perbandingan dari suatu pos laporan keuangan ...
29
b. Cash Ratio,yaitu kemampuan perusahaan untuk membayar utang
jangka pendek dengan diuangkan.
2) Rasio Solvabilitas
Ras...
30
b. Fixed Asset Turnover, yaitu mengukur tingkat penggunaan
harta tetap dinyatakan dalam rasio antara penjualan bersih t...
31
2.1.2 Kinerja Keuangan Perusahaan
2.1.2.1 Pengertian Kinerja Keuangan Perusahaan
Kinerja keuangan perusahaan merupakan ...
32
Secara umum dapat dikatakan bahwa kinerja keuangan adalah
prestasiyang dapat dicapai oleh perusahaan dibidang keuangan ...
33
Tampubolon (2005:20), pengertian kinerja yaitu: Pengukuran kinerja
perusahaan yang ditimbulkan sebagai akibat dari pros...
34
2. Untuk mengetahui tingkat solvabilitas yaitu menunjukkan kemampuan
perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya, a...
35
dilakukan penilaian atas kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka
pendeknya, tingkat efektivitas penggunaan asset...
36
3. Reliabilitas (reliability)
Reliabilitas dalam konteks ini berarti konsistensi penilaian. Dengan kata lain
sekalipun ...
37
2.2 Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti-
peneliti sebelumnya denga...
38
sebesar 13%,
sedangkan untuk tahun
3 terjadi kenaikan
dibandingkan dengan
tahun Sebelumnya
sebesar 54%.
2 Silvani
Inand...
39
(2013) keuangan
untuk
menilai
kinerja
perusahaan
pada
PT.
Admiral
Lines
Cabang
Tanjung
Pinang
yang laporan dan
rasio li...
40
2.3 Kerangka Pemikiran Konseptual
Kerangka pemikiran ini merupakan penjelasan sementara terhadap gejala-
gejala yang me...
41
Dari kerangka pemikiran diatas dapat dijelaskan bahwa dari laporan
keuangan yang terdiri dari neraca, laba rugi, peruba...
42
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yang berrsifat
kuan...
43
Populasi dalam penelitian ini adalahdata aktual pada Perusahaan
Leader Supermarket.
3.2.2 Sampel
Sampel merupakan sebag...
44
Tabel 3.1
Definisi Operasional Variabel
Variabel Definisi Skala
Laporan keuangan
(X)
Munawir (2007:2), laporan keuangan...
45
1. Data Kualitatif
Suriyono (2003:13), data kualitatif adalah data yang berbentuk kata,
kalimat, skema, dan gambar.
2. ...
46
1. Wawancara (Interview)
Teknik interview dilakukan dengan jalan mengadakan wawancara secara
langsung dengan pimpinan p...
47
1. Rasio likuiditas
Adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban jangka pendek tepat pad...
48
4. Rasio Profitabilitas
Rasio ini mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang
ditunjukan besar kecilnya ting...
49
BAB 4
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian
4.1.1 Lokasi Penelitian
Peneliti melakukan pen...
50
seluas-luasnya, yaitu dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Cina, Australia dan
Portugal.
4.1.3 Visi Dan Misi Perusahaan...
51
melihat bagaimana organisasi disusun, sehingga masing-masing mengetahui
tugasnya secara jelas, serta jika terdapat pers...
52
4.1.5 Tugas dan Tanggung Jawab Struktur Perusahaan Leader Supermarket
Struktur sebuah organisasi harus dibuat dan dipel...
53
2. General Manager
Tugasnya adalah melakukan perencanaan, pengkoordinasian dan
pengarahan serta pengawasan kegiatan keu...
54
6. Supermarket Manager
Tugasnya adalah menjaga satabilitas stock barang yang berada di rak,
mengkoordinir staff pramuni...
55
dalam program pemerintah untuk memaksimalkan penggunaan tenaga kerja
lokal. Tenaga kerja yang ada di Leader Supermarket...
56
Tabel 4.1
Klasifikasi Karyawan Menurut Jenis Kelamin
No. Jenis kelamin Jumlah Presentase
1. Pria 80 64%
2. Wanita 44 36...
57
Tabel 4.2
Klasifikasi Karyawan Menurut Tingkat Pendidikan
No. Tingkat Pendidikan Jumlah Presentase
1. Sarjana 7 6%
2. D...
58
4.2 Analisis Laporan Keuangan Perusahaan Leader Supermarket
4.2.1 Laporan Laba Rugi Leader Supermarket
Laporan laba rug...
59
Biaya Penyusutan
Biaya Transportasi
Biaya Pemeliharaan Peralatan
Biaya Pemeliharaan Kendaraan
Biaya Pemeliharaan Bangun...
60
4.2.2 Laporan Neraca Leader Supermarket
Laporan neraca merupakan suatu daftar yang disusun secara sistematis
mengenai h...
61
Peralatan Kerja
Generator, Container & Pendingin
Akumulasi Penyusutan
Total Aktiva Tetap
TOTAL AKTIVA
PASIVA :
Hutang L...
62
4.3 Hasil Penelitian dan Pembahasan
4.3.1 Hasil Perhitungan dan Pembahasan Rasio Likuditas Tahun 2010-2012
Rasio likudi...
63
ℎ		 	2011 =
2,476.14 + 0
126,777.10
x	100%
= 1.95%
ℎ		 	2012 =
6,712.22 + 0
232,535.50
x	100%
= 2.88%
Tabel 4.5
Hasil P...
64
perhitungan rasio lancarnya sebesar 4.13% yang artinya setiap 1 dollar
hutang akan di jamin dengan 4.13% aktiva lancar ...
65
Berdasarkan perhitungan rasio likuiditas menunjukkan hasil 9.46%
dan terlihat bahwa dengan nilai rasio yang ada, maka p...
66
2. ij†kl	“’or”	wxorty	oŒv•r•r–	“’or”	š’•r” =
“’or”	ˆŒ—r˜p™rt
“’or”	›œxpor‰
z{||%
	Total	Hutang	terhadap	Total	Modal	201...
67
1. Rasio Total Hutang terhadap Total Aset (Debt to Asset Ratio)
Debt to Asset Ratio yaitu rasio total kewajiban terhada...
68
sebesar 24.19%. Dari nilai tersebut dijelaskan bahwa terjadi peningkatan
dalam DER dengan peningkatan setiap tahunnya b...
69
1. •feždhjejg	Ÿlhj 	¡¢hk£j =
¤Œt˜xr”rt
Ÿlhj 	¡¢hk£j
C D 	E F	GH I 	2010 =
1,422,211.00
903,793.81
= 1.57
C D 	E F	GH I ...
70
Tabel 4.7
Hasil Perhitungan Rasio Aktivitas
(Satuan Kali)
No Rasio
Tahun Kinerja
Keuangan2010 2011 2012
1. Perputaran
T...
71
penurunan sebesar 1.02 kali. Terlihat bahwa rasio perputaran total aktiva
yang paling tinggi adalah pada tahun 2011 seb...
72
Berdasarkan hasil rasio perputaran total aktiva, tahun 2010 sebesar 5.32
kali memiliki angka yang paling rendah. Jadi, ...
73
X 	C Y 	Z [ 	2011 =
781,018.52
3,358,484.00
x	100%
= 23.25%
X 	C Y 	Z [ 	2012 =
539,368.52
2,621,926.00
x	100%
= 20.57%...
74
	] 	G 	2012 =
388,947.21
1,193,729.36
x	100%
= 32.58%
4. ifhdeg	ªg	«¬dkh- =
sr™r	‹Œv‰p•
“’or”	š’•r”
z	{||%
	] 	^_ `	201...
75
Tabel 4.8
Hasil Perhitungan Rasio Profitabilitas
No Rasio
Tahun Kinerja
Keuangan2010 2011 2012
1. Gross Profit
Margin
2...
Skripsi laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan
Skripsi laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan
Skripsi laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan
Skripsi laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan
Skripsi laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan
Skripsi laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan
Skripsi laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan
Skripsi laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan
Skripsi laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan
Skripsi laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan
Skripsi laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan
Skripsi laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan
Skripsi laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan
Skripsi laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan
Skripsi laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan
Skripsi laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan
Skripsi laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan
Skripsi laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Skripsi laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan

58,469 views

Published on

Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas dari perusahaan tersebut.”

Published in: Education
  • Halo, Aku Mrs. Maureen Kurt, kreditor pinjaman swasta, apakah Anda secara finansial sedang jatuh? Mencari pinjaman untuk menumbuhkan bisnis Anda, melunasi tagihan dan hutang Anda, pernahkah Anda ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? Saya memberikan pinjaman kepada lokal dan internasional untuk semua pihak yang membutuhkan pinjaman dan dapat membayar kembali dengan tingkat bunga rendah sebesar 2%. Saya terdaftar dan disetujui oleh Kerajaan Inggris untuk mengendalikan institusi keuangan di seluruh dunia. Saya memberikan pinjaman melalui transfer rekening atau cek bank dan tidak memerlukan banyak dokumen. Anda dapat menghubungi kami via Email: (maureenkurtfinancialservice@gmail.com). Datanglah kepada kita dan kita akan memperbaiki hidupmu.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Skripsi laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan

  1. 1. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi Kasus Pada Leader Supermarket, Dili Timor-Leste) SKRIPSI OLEH ALBINO DE ARAUJO 10.01.02.069 FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSIDADE DA PAZ (UNPAZ) 2014
  2. 2. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi Kasus Pada Leader Supermarket, Dili Timor-Leste) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Perkuliahan Kurikulum Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi Universidade da Paz (UNPAZ) Disusun Oleh: ALBINO DE ARAUJO 10.01.02.069 FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSIDADE DA PAZ DILI 2014
  3. 3. HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi Kasus Pada Leader Supermarket, Dili Timor-Leste) Oleh: ALBINO DE ARAUJO NIM: 10.01.02.069 Telah Disetujui Oleh Pembimbing utama Pembimbing kedua Filinto Tai Boe, Lic.Eco;MM Feliciana Guterres Barros,Lic.Eco Mengetahui Ketua Jurusan Akuntansi (Yohanes Sri Guntur, SE;Msi)
  4. 4. HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi Kasus Pada Leader Supermarket, Dili Timor-Leste) UJIAN SKRIPSI DAN KONPREHENSIP PadaTanggal 27 Oktober2014 TEAM PENGUJI TANDA TANGAN 1. Penguji I Caetano C. Correia, Lic.Eco;M.Ak (………………………………) 2. Penguji II Herminio da Cruz de Jesus Lic.Eco (……………………………....) 3. Penguji III Filinto Tai Boe, Lic.Eco;MM (………………………………) Mengetahui Dekan Fakultas Ekonomi Universidade da Paz Dr. Elidio de Araujo, Lic.Ec;MM
  5. 5. i Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, Tetapi kegagalan adalah awal dari sebuah keberhasilan. Belajarlah dari kegagalan Untuk mengapai keberhasilan yang telah tertunda.
  6. 6. ii PERSEMBAHAN Atas bimbingan dan motivasi baik berupa materil maupun moril serta tenaga spiritual dari keluarga besarku, sehingga saya bisa menyelesaikan impiannku. Dengan keberhasilan yang ku tempuh di hari ini, maka dengan rendah hati saya mempersembahkan dengan tulus kepada: 1. Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha pengasih. 2. Ayahanda Mariano Laka Suri de Araujo dan ibunda Martinha Gouveia Leite yang tak pernah letih menberiku doa, dengan kesabaran menberiku semangat, dan dengan keteduhan menberiku kenyamanan. 3. Om dan tanteku tersayang Fernando Vieira Amaral dan Adelaide Moreira yang juga telah berusaha menyekolahkanku dan mendidikku selama saya berada di bangku sekolah dasar hingga sekarang dengan penuh kasih sayang. 4. Om dan tante kutersayang Manuel Freitas dan Balbina Martins yang telah merawat dan membesarkanku serta menyekolahkanku dari sekolah dasar hingga sekarang dengan penuh kasih sayang. 5. Om dan tanteku tersayang Antonio Guterres De Carvalho dan Ervina Martins yang telah memberiku motivasi dan idea untuk tetap berusaha. 6. Kakakku Marciano De Araujo dan kedua adikku Noella Gouveia Leite Araujo dan Ricardo De Araujo serta adik sepupuku Francisca dos Santos dan Nelsia Martins de Araujo yang sering memberiku semangat dan dorongan untuk tetap
  7. 7. iii semangat dalam belajar dan berusaha menghadapi semua tantangan yang kutemui. 7. Pacarku tercinta Cristiana do Rosario Ramos da Graca yang telah memotivasi, mendoakan dan memberiku semangat untuk menyelesaikan skripsi ini dengan baik. 8. Saudara/I sepupuku yang tidak kusebutkan yang selama ini telah member motivasi dan semangat kepadaku hingga har iini. 9. Teman-teman terbaikku yakni Aben, Ano, Alvez, Dede, Elvin, Frans, Ibra, Ina, Joni, Lana, Neta, dan Mami Octa yang sering memotivasi dan memberi masukan- masukan serta semangat kepadaku hingga selesainya skripsi ini. 10. Almamaterku Tercinta Universidade da Paz (UNPAZ). 11. Tanah Air ku Rebública Democratic de Timor Leste (RDTL).
  8. 8. iv KATA PENGANTAR Puji dan syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ Analisis Laporan Keuangan untuk Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan ” dengan baik dan tepat pada waktunya. Di samping itu peneliti tidak lupa mengucapkan rasa terima kasih kepada: 1. Prof. Dr. Lucas da Costa, SE;M.Si selaku Rektor Universidade da Paz (UNPAZ) yang bertanggungjawab sepenuhnya atas lembaga tersebut. 2. Dr.Elido de Araujo, Lic.Eco;MM selaku Dekan Fakultas Ekonomi. 3. Yohanes Sri Guntur, SE;Msi selaku ketua Jurusan Akuntansi. 4. Filinto Tai Boe, Lic.Eco;MM selaku Dosen Pebimbing utama (I) yang senantiasa merelakan waktu untuk memberikan bimbingan dan arahan kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. Feliciana Guterres Barros, Lic.Eco selaku Dosen Pebimbing Kedua (II) yang senantiasa meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan motivasi kepada peneliti untuk mempersiapkan diri pada hari esok. 6. Semua dosen UNPAZ khususnya Fakultas Ekonomi, yang memberikan masukan dan saran kepada peneliti.
  9. 9. v 7. Rekan-rekan mahasiswa/i khususnya jurusan akuntansi yang turut memberikan dukungan kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini hingga selesai walaupun banyak kekurangannya yang tidak di harapkan. Mengingat karena keterbatasan refrensi maka peneliti mohon maaf apabila isi dari pada skripsi ini tidak sempurna sesuai dengan yang ditentukan dan diinginkan. Peneliti menyadari bahwa dalam penulisan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu peneliti sangat mengharapkan kritikan dan saran dari para pembaca lebih-lebih dosen pembimbing yang bersifat konstruktif demi kesempurnaan skripsi ini. Dili,…./….2014 Peneliti
  10. 10. vi ABSTRACT This research was conducted at the company Leader Supermarket which is a trading company located in Rua Martires da Patria Aveninda Comoro Dili, Timor-Leste. This study aims to determine the financial statements in measuring the financial performance of the company. The population in this study is the data of actual companies and samples taken are the financial statements for 2010-2012 as well as data analysis technique used is the financial ratios (liquidity, solvency, activity and profitability). Liquidity ratios used consisted of two ratios ie, the ratio current assets in 2010 at 1.43%, 6.26% in 2011 and 4.13% in 2012. While the cash ratio in 2010 amounted to 11.74%, 1.95% in 2011 and 2.88% in 2012. Solvency ratios used consisted of two ratios ie, the ratio of total debt to total assets in 2010 amounted to 4.92%, 12.13% in 2011 and 19.47% in 2012. While the ratio of total debt to total capital in 2010 amounted to 5.7%, 13.80% in 2011 and 24.19% in 2012. Activity ratio used consisted of two ratios ie, the ratio of total asset turnover in 2010 amounted to 1.57 times, 3.21 times in 2011 and 2.19 times 2012. While the fixed asset turnover ratio in 2010 of 5.32 times, 13.41 time in 2011 and 11.23 time in 2012. Profitability ratios used consisted of four ratios ie, GPM in 2010 amounted to 23.94%, 23.25 % in 2011 and 20.57% in 2012. NPM in 2010 amounted to 20.25%, 9.83% in 2011 and 14.83% in 2012. ROA in 2010 amounted to 32.32%, 31.59% in 2011 and 32.58% in 2012. While ROE in 2010 amounted to 33.99%, 35.96% in 2011 and 40.46% in 2012. Keywords: Financial Statements and Financial Performance
  11. 11. vii ABSTRAKSI Penelitian ini dilakukan pada perusahaan Leader Supermarket yang merupakan perusahaan dagang dan berlokasi di Rua Aveninda Martires da Patria Comoro Dili, Timor-Leste. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laporan keuangan dalam mengukur kinerja keuangan perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah data actual perusahaan dan sampel yang diambil adalah laporan keuangan tahun 2010-2012 serta teknik analisis data yang digunakan adalah rasio keuangan (likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas). Rasio likuditas yang digunakan terdiri dari dua rasioyaknirasiolancartahun2010 sebesar 1.43%, tahun 2011 6.26% dan tahun 2012 4.13%. Sedangkan rasio kas tahun 2010 sebesar 11.74%, tahun 2011 1.95% dan tahun 2012 2.88%. Rasio solvabilitas yang digunakan terdiri dari dua rasio yakni, rasio total hutang terhadap total asset pada tahun 2010 sebesar 4.92%, tahun 2011 12.13% dan tahun 2012 19.47%. Sedangkan rasio total hutang terhadap total modal tahun 2010 sebesar 5.17%, tahun 2011 13.80% dan tahun 2012 24.19%. Rasio aktivitas yang digunakan terdiri dari dua rasio yakni, rasio perputaran total aktiva pada tahun 2010 sebesar 1.57 kali, tahun 2011 3.21 kali dan tahun 2012 2.19 kali. Sedangkan rasio perputaran aktiva tetap pada tahun 2010 sebesar 5.32 kali, tahun 2011 13.41 kali dan tahun 2012 11.23 kali. Rasio profitabilitas yang digunakan terdiri dari empat rasio yakni, GPM pada tahun 2010 sebesar 23.94%, tahun 2011 23.25% dan tahun 2012 20.57%. NPM pada tahun 2010 sebesar 20.25%, tahun 2011 9.83% dan tahun 2012 14.83%. ROA pada tahun 2010 sebesar 32.32%, tahun 2011 31.59% dan tahun 2012 32.58%. Sedangkan ROE pada tahun 2010 sebesar 33.99%, tahun 2011 35.96% dan tahun 2012 40.46%. Kata Kunci :Laporan Keuangan dan Kinerja Keuangan
  12. 12. viii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI MOTTO ...................................................................................................................... i PERSEMBAHAN ...................................................................................................... ii KATA PENGANTAR...............................................................................................iv ABSTRACT................................................................................................................ vi ABSTRAKSI .............................................................................................................vii DAFTAR ISI..............................................................................................................viii DAFTAR GAMBAR.................................................................................................xii DAFTAR TABEL .....................................................................................................xiii DAFTAR LAMPIRAN........................................................................................... xiv BAB 1 PENDAHULUAN .........................................................................................1 1.1 Latar Belakang Masalah....................................................................................1 1.2 Identifikasi Masalah ..........................................................................................5 1.3 Perumusan Masalah...........................................................................................5 1.4 Tujuan Penelitian...............................................................................................6 1.5 Manfaat Penelitian.............................................................................................6
  13. 13. ix BAB 2 LANDASAN TEORI ....................................................................................8 2.1 Defenisi Dan Nalar Konsep...............................................................................8 2.1.1 Laporan Keuangan.......................................................................................8 2.1.1.1 Pengertian Laporan Keuangan .............................................................8 2.1.1.2 Tujuan Laporan Keuangan ...................................................................10 2.1.1.3 Sifat Laporan Keuangan.......................................................................11 2.1.1.4 Fungsi Laporan Keuangan....................................................................12 2.1.1.5 Keterbatasan Laporan Keuangan..........................................................13 2.1.1.6 Jenis-Jenis Laporan Keuangan .............................................................14 2.1.1.7 Pemakai Laporan Keuangan.................................................................21 2.1.1.8 Analisis Laporan Keuangan .................................................................25 2.1.1.9 Teknik Analisis Laporan Keuangan .....................................................26 2.1.1.10Rasio Keuangan....................................................................................27 2.1.2 Kinerja Keuangan Perusahaan .....................................................................31 2.1.2.1 Pengertian Kinerja Keuangan Perusahaan .............................................31 2.1.2.2 Tujuan Kinerja Keuangan ......................................................................33 2.1.2.3 Pengukuran Kinerja Keuangan ..............................................................34 2.1.2.4 Peranan Penilaian Kinerja Keuangan.....................................................36 2.2 Penelitian Terdahulu..........................................................................................37 2.3 Kerangka Pemikiran Konseptual.......................................................................40
  14. 14. x BAB 3 METODE PENELITIAN.............................................................................42 3.1 Jenis Penelitian..................................................................................................42 3.2 Populasi dan Sampel .........................................................................................42 3.2.1 Populasi........................................................................................................42 3.2.2 Sampel..........................................................................................................43 3.3 Definisi Operasional Variabel...........................................................................43 3.4 Jenis dan Sumber Data ......................................................................................44 3.4.1 Jenis Data.....................................................................................................44 3.4.2 Sumber Data.................................................................................................45 3.5 Teknik Pengumpulan Data................................................................................45 3.6 Teknik Analisis Data.........................................................................................46 BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN...........................................49 4.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian ................................................................49 4.1.1 Lokasi Penelitian ........................................................................................49 4.1.2 Sejarah Perusahaan Leader Supermarket ...................................................49 4.1.3 Visi Dan Misi Perusahaan Leader Supermarket.........................................50 4.1.4 Struktur Perusahaan Leader Supermarket ..................................................50 4.1.5 Tugas Dan Tanggung Jawab Struktur Perusahaan Leader Supermarket ...52 4.1.6 Sumber Daya Manusia ...............................................................................54 4.1.7 Supplier Pendukung ...................................................................................55 4.1.8 Klasifikasi Karyawan Pada Perusahaan Leader Supermarket....................55
  15. 15. xi 4.1.8.1 Klasifikasi Karyawan Menurut Jenis Kelamin.....................................55 4.1.8.2 Klasifikasi Karyawan Menurut Tingkat Pendidikan............................56 4.2 Analisis Laporan Keuangan Leader Supermarket .............................................58 4.2.1 Laporan Laba Rugi Leader Supermarket ...................................................58 4.2.2 Laporan Neraca Leader Supermarket.........................................................60 4.3 Hasil Perhitungan Dan Pembahasan ..................................................................62 4.3.1 Hasil Perhitungan dan Pembahasan Rasio Likuiditas Tahun 2010-2012...62 4.3.2 Hasil Perhitungan dan Pembahasan Rasio Solvabilitas Tahun 2010- 2012............................................................................................................65 4.3.3 Hasil Perhitungan dan Pembahasan Rasio Aktivitas Tahun 2010-2012 ....68 4.3.4 Hasil Perhitungan dan Pembahasan Rasio Profitabilitas Tahun 2010- 2012............................................................................................................72 BAB 5 PENUTUP .....................................................................................................79 5.1 Kesimpulan.......................................................................................................79 5.2 Saran.................................................................................................................82 5.3 Implikasi Hasil Penelitian ................................................................................83 5.3.1 Implikasi Teoritis........................................................................................83 5.3.2 Implikasi Praktis.........................................................................................83 5.4 Rekomendasi Penelitian ...................................................................................84 5.4.1 Rekomendasi Kepada Perusahaan..............................................................84 5.4.2 Rekomendasi Penelitian Yang Akan Datang .............................................84
  16. 16. xii DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Konseptual ........................................................... 40 Gambar 4.1 Struktur Organisasi Leader Supermarket............................................... 51
  17. 17. xiii DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu.................................................................................. 37 Tabel 3.1 Definisi Operasional .................................................................................. 44 Tabel 4.1 Klasifikasi Karyawan Menurut Jenis Kelamin .......................................... 56 Tabel 4.2 Klasifikasi Karyawan Menurut Tingkat Pendidikan.................................. 57 Tabel 4.3 Laporan Laba Rugi Leader Supermarket................................................... 58 Tabel 4.4 Laporan Neraca Leader Supermarket ........................................................ 60 Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Rasio Likuiditas ........................................................... 63 Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Rasio Solvabilitas......................................................... 66 Tabel 4.7 Hasil Perhitungan Rasio Aktivitas............................................................. 70 Tabel 4.8 Hasil Perhitungan Rasio Profitabilitas....................................................... 75
  18. 18. xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Laporan Keuangan Perusahaan Leader Supermarket Lampiran 2 Surat Penarikan Penelitian
  19. 19. 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan perekonomian Timor-Leste dari tahun ke tahun mulai membangkitkan gairah dalam iklim usaha di Negara ini, maka perkembangan usaha pada perusahaan-perusahaan yang berorientasi profit dalam kegiatan usahanya semakin kompleks. Agar dapat mewujudkan perekonomian masyarakat dalam negara ini maka, selain dari sektor pemerintah, sektor swasta juga sangat berperan penting dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi dalam negara ini. Perusahaan dengan kinerja keuangan yang baik dapat membantu meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakat negara Timor-Leste. Sehubungan dengan hal ini maka manajer perusahaan dituntut agar dapat mengevaluasi dan menganalisis laporan keuangan pada setiap periode untuk mengetahui apakah kinerja keuangan perusahaan dalam keadaan baik atau tidak. Laporan keuangan pada prinsipnya merupakan hasil dari suatu proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk memberi informasi mengenai data keuangan suatu perusahaan. Laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan laporan arus kas. Informasi dari laporan keuangan dapat diungkapkan dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan sebagai landasan perencanaan bagi operasi perusahaan untuk masa atau
  20. 20. 2 periode selanjutnya. Sukses atau tidak manager perusahaan biasanya diukur dengan laba yang diperoleh perusahaan. Pada mulanya laporan keuangan bagi perusahaan hanyalah sebagai alat penguji dari pekerjaan bagian pembukuan, selanjutnya laporan keuangan sebagai dasar untuk mengukur kinerja keuangan suatu perusahaan. Perkembangan posisi keuangan mempunyai arti yang sangat penting bagi perusahaan untuk melihat baik tidaknya suatu perusahaan tidak hanya dinilai dari keadaan fisiknya saja namun faktor terpenting adalah untuk dapat melihat perkembangan suatu perusahaan terletak dalam unsur keuangannya. Karena dari unsur tersebut, manajer dapat mengevaluasi apakah kebijakan yang ditempuh dalam perusahaan sudah tepat atau tidak. Analisis laporan keuangan perusahaan pada dasarnya merupakan perhitungan rasio-rasio untuk mengukur keadaan keuangan perusahaan, setelah laporan keuangan disusun berdasarkan data yang relevan, serta dilakukan dengan prosedur akuntansi dan pengukuran yang benar, akan terlihat kondisi keuangan yang dimaksud adalah diketahuinya berapa jumlah harta, kewajiban serta modal dalam neraca yang dimiliki. Kemudian, juga akan diketahui jumlah pendapatan yang diterima dan jumlah biaya yang dikeluarkan selama suatu periode tertentu. Dengan demikian, dapat diketahui bagaimana hasil usaha yang diperoleh selama periode tertentu dari laporan laba rugi yang disajikan. Laporan keuangan lebih berarti jika dapat dipahami dan dimengerti oleh berbagai pihak, oleh karena itu perlu dilakukan analisis laporan keuangan untuk
  21. 21. 3 mengetahui kondisi keuangan perusahaan tersebut. Bagi pihak pemilik dan manajemen tujuan utama analisis laporan keuangan adalah untuk mengetahui posisi laporan keuangan dalam setiap periode. Dengan mengetahui posisi keuangan, setelah dilakukan analisis laporan keuangan secara mendalam, akan terlihat apakah perusahaan dapat mencapai target yang telah direncanakan sebelumnya atau tidak. Hasil analisis laporan keuangan juga akan memberikan informasi mengenai kelemahan dan kekuatan yang dimiliki perusahaan. Dengan mengetahui kelemahan ini, manajemen akan dapat memperbaiki atau menutupi kelemahan tersebut. Kemudian, kekuatan yang dimiliki perusahaan harus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. Kekuatan ini dapat dijadikan modal selanjutnya ke depan. Dengan adanya kelemahan dan kekuatan yang dimiliki, akan tergambar kinerja manajemen selama ini. Bagi pihak pemilik dan manajemen, dengan mengetahui posisi keuangan dapat merencanakan dan mengambil keputusan yang tepat tentang apa yang harus dilakukan kedepan. Dengan cara menutupi kelemahan yang ada, mempertahankan posisi yang sudah sesuai dengan yang diinginkan dan berupaya untuk menigkatkan lagi kekuatan yang sudah diperolehnya selama ini. Salah satu alat yang dipakai untuk mengetahui kondisi kinerja keuangan dalam hal ini adalah laporan keuangan yang disusun pada setiap akhir periode yang berisi pertanggungjawaban dalam bidang keuangan atas berjalannya suatu usaha. Untuk itu laporan keuangan yang disusun atau disajikan harus sesuai
  22. 22. 4 dengan aktivitas yang yang dijalankan agar informasi dari laporan keuangan tersebut dapat digunakan untuk mengukur kinerja keuangan pada perusahaan Leader Supermarket. Tujuan utama perusahaan dalam kegiatan usahanya adalah menghasilkan laba, dengan laba yang diperoleh, maka perusahaan Leader Supermarket ini akan lebih mampu meningkatkan kegiatan perdagangannya terutama dapat meningkatkan volume penjualannya, sehingga tingkat rentabilitasnya semakin meningkat. Jadi dengan meningkatnya rentabilitas itu maka perusahaan akan lebih mampu membagikan deviden pada pemilik perusahaan (pemegang saham) yang telah menginvestasikan dananya pada perusahaan itu. Perusahaan Leader Supermarket dengan kegiatan perdagangannya selalu membutuhkan informasi laporan keuangan yang dilaporkan atau yang disajikan harus sesuai dengan aktivitas yang berjalan serta efisien dan efektif. Karena hal tesebut jika tidak sesuai dengan aktivitas yang berjalan maka dapat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Dengan demikian diperlukan manajemen yang baik untuk mengelola dana dan menyajikan laporan keuangan secara efektif dan efisien agar dapat menjamin laba perusahaan. Jadi, untuk mengukur kinerja keuangan pada perusahaan Leader Supermarket ini maka, akan digunakan empat rasio yaitu rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas sehingga dapat diketahui apakah kinerja keuangan perusahaan Leader Supermarket tersebut setiap tahunnya sangat baik, baik atau kurang baik.
  23. 23. 5 Bertolak dari permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka peneliti tertarik untuk memilih judul: “Analisis Laporan Keuangan untuk Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan “Studi Kasus Pada Leader Supermarket, Dili Timor-Leste”. 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti mengidentifikasi masalah adalah sebagai berikut: 1. Laporan keuangan yang disajikan harus transparan dan sesuai dengan aktivitas yang dijalankan sehingga dapat menunjukan kinerja keuangan yang baik oleh perusahaan Leader Supermarket, Dili Timor-Leste. 2. Kinerja keuangan yang baik dapat dilihat dari penyajian laporan keuangan yang efisien dan efektif dalam perusahaan Leader Supermarket, Dili Timor- Leste. 1.3 Perumusan Masalah` Bertolak dari identifikasi masalah di atas, maka masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Sejauh manakah laporan keuangan dapat menunjukkan efisiensi dan efektivitas kinerja keuangan yang baik oleh perusahaan Leader Supermarket?.
  24. 24. 6 2. Sejauh manakah laporan keuangan dipakai untuk mengukur kinerja keuangan?. 1.4 Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui dan menganalisis laporan keuangan dapat menunjukkan efisiensi dan efektivitas kinerja keuangan yang baik oleh perusahaan Leader Supermarket. 2. Untuk mengetahui dan menganalisis laporan keuangan yang di pakai untuk mengukur kinerja keuangan oleh perusahaan Leader Supermarket. 1.5 Manfaat Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian di atas, maka manfaat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi Perusahaan Hasil penelitiann diharapkan dapat dijadikan penilaian kinerja perusahaan sehingga dapat menentukan kebijakan dalam meningkatkna kinerja terutama dalam menjaga kesehatan perusahaan dan sebagai acuan referensi informasi dalam kebijakan bidang operasional perusahaan berjalan dengan optimal.
  25. 25. 7 2. Bagi Akademik Dapat dipergunakan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan atau perluasan pandangan tentang pelajaran yang didapat dari bangku kuliah dan memperdalam pengetahuan terutama dalam bidang yang dikaji serta sebagai referensi ilmiah bagi para peneliti berikutnya. 3. Bagi Peneliti Penelitian ini sebagai bahan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan penelitian guna menerapkan teori yang telah didapat dengan praktek yang sebenarnya dan hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan tambahan pengetahuan yang bermanfaat bagi peneliti dan pihak lain yang berkepentingan.
  26. 26. 8 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Definisi dan Nalar Konsep 2.1.1 Laporan Keuangan 2.1.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan sebagai alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan adanya keinginan pihak-pihak tertentu yang berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut. Laporan keuangan akan lebih berarti bagi pihak-pihak yang berkepentingan apabila dianalisa lebih lanjut, sehingga diperoleh informasi yang dapat mendukung kebijakan yang akan diambil. Munawir (2007:2), laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas perusahaan dengan pihak yang berkepentingan terhadap data atau aktivitas perusahaan. Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) (2004:2), dalam Standar Akuntansi Keuangan menyebutkan bahwa laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan, yang meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
  27. 27. 9 Farid dan Siswanto (2011:2), yang mengatakan laporan keuangan merupakan informasi yang diharapkan mampu memberikan bantuan kepada pengguna untuk membuat keputusan ekonomi yang bersifat finansial. Harahap (2007:105), laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau j2angka waktu tertentu. Adapun jenis laporan keuangan yang lazim dikenal adalah neraca atau laporan laba/rugi, atau hasil usaha, laporan arus kas, laporan perubahan posisi keuangan. Mamduh (2003:12), laporan keuangan pada dasarnya ingin melaporkan kegiatan-kegiatan pendanaan, dan kegiatan operasional sekaligus sebagai evaluasi keberhasilan strategi perusahaan untuk mencapai tujuan. Mamduh (2003:69), laporan keuangan merupakan informasi yang dapat dipakai untuk pengambilan keputusan, mulai dari investor atau calon investor sampai dengan manajemen perusahaan itu sendiri. Laporan keuangan akan memberikan informasi mengenai profitabilitas, risiko, timing aliran kas, yang kesemuanya akan mempengaruhi harapan pihak-pihak yang berkepentingan. Ridwan dan Barlian (2003:76), mengatakan laporan keuangan adalah suatu laporan yang mengambarkan hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat komunikasi antara data keuangan atau aktivitas perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data-data atau aktivitas tersebut. Analisa atas laporan keuangan pada hakekatnya adalah untuk mengadakan penilaian atas keadaan keuangan atau posisi keuangan perusahaan
  28. 28. 10 pada suatu saat dan perubahan posisi keuangan atau kemajuan-kemajuan suatu perusahaan melalui laporan keuangan yang bersangkutan. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah laporan hasil proses akuntansi yang dapat memberi informasi yang akurat tentang keadaan perusahaan dan hasil yang telah dicapai secara kuantitatif pada semua pihak-pihak yang berkepentingan dalam perusahaan. Laporan keuangan secara tidak langsung memperlihatkan informasi mengenai posisi keuangan perusahan, yang akan digunakan sebagai acuan perusahaan dimasa yang akan datang. 2.1.1.2 Tujuan Laporan Keuangan Harahap (2002:131), mengatakan Tujuan utama dari laporan keuangan adalah memberikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan yang ekonomis. Para pemakai laporan akan menggunakannya untuk meramalkan, menbandingkan, dan menilai dampak keuangan yang timbul dari keputusan ekonomi yang diambilnya, informasi mengenai dampak keuangan yang timbul tadi sangat berguna bagi pemakai untuk meramalkan, membandingkan dan menilai arus kas. Laporan keuangan akan lebih bermanfaat apabila yang melaporkan tidak saja aspek – aspek kuantitatif, tapi mencakup penjelasan – penjelasan lainnya yang dirasakan dan informasi ini harus factual dan dapat diukur secara abjektif. Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) (2011:6), tujuan laporan keuangan adalah mengediakan informasi yang mengankut posisi keuangan, kinerja serta
  29. 29. 11 perubahan posisi keuangan suatu perusahan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Standar Akuntansi Keuangan (2004:4), tujuan laporan keuangan adalah sebagai berikut: 1. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. 2. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Berdasarkan beberapa teori diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi keuangan perusahan bagi pihak- pihak yang berkepentingan untuk mengambil keputusan investasi dan kredit serta membandingkan keuangan yang timbul dari keputusan ekonomis yang diambil. 2.1.1.3 Sifat Laporan Keuangan Kasmir (2012:11), pencatatan yang dilakukan dalam penyusunan laporan keuangan harus dilakukan dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Demikian pula dalamhal penyusunan laporan keuangan didasarkan kepada sifat laporan keuangan itu sendiri. Dalam praktisnya sifat laporan keuangan dibuat: 1. Bersifat historis Artinya bahwa laporan keuangan dibuat dan disusun dari data masa lalu atau masa yang sudah lewat dari masa sekarang.
  30. 30. 12 2. Menyeluruh Artinya laporan keuangan disusun sesuai dengan standar yang telah ditetapk an. 2.1.1.4 Fungsi Laporan Keuangan Laporan keuangan yang disusun dan disajikan kepada semua pihak yang berkepentingan dengan eksistensi suatu perusahaan pada hakekatnya merupakan alat komunikasi artinya laporan keuangan itu adalah suatu alat yang digunakan untuk mengkonsumsikan informasi keuangan dari suatu perusahaan dan kegiatan-kegiatannya kepada mereka yang berkepentingan dengan perusahaan tersebut. Harnanto (2002:11), laporan keuangan dari manajemen dapat memperoleh informasi yang berfungsi untuk : 1. Merumuskan, melaksanakan dan mengadakan penilaian terhadap kebijakan- kebijakan yang dianggap perlu. 2. Mengorganisasi dan mengendalikan kegiatan atau aktivitas dalam perusahaan. 3. Merencanakan dan mengendalikan kegiatan atau aktivitas sehari-hari dalam perusahaan. 4. Mempelajari aspek, tahap - tahap kegiatan tertentu dalam perusahaan. 5. Menilai keadaan atau posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan.
  31. 31. 13 2.1.1.5 Keterbatasan Laporan Keuangan Kasmir (2012:15), Laporan keuangan yang telah disusun sedemikian rupa terlihat sempurna dan meyakinkan. Dalam praktiknya hal dan jumlah yang dilaporkan dalam neraca belum tentu menunjukkan nilai yang realisasi (likuidasi), hal ini disebabkan karena penyusunan laporan keuangan tidak terlepas dari pendapat pribadi, baik oleh manajemen maupun akuntan. Laporan keuangan juga bukan laporan final bersifatnya hanya sementara waktu saja. Oleh karena itu, setiap laporan keuangan yang disusun pasti memiliki keterbatasan tertentu antara lain: 1. Pembuatan laporan keuangan disusun berdasarkan sejarah (historis), dimana data-data yang diambil dari data masalalu. 2. Laporan keuangan dibuat umum, artinya untuk semua orang bukan hanya untuk pihak tertentu saja. 3. Proses penyusunan tidak terlepas dari taksiran-taksiran dan pertimbangan- pertimbangan tertentu. 4. Laporan keuangan bersifat konserbatif dalam menghadapi situasi tidak pastian. 5. Laporan keuangan selalu berpegang teguh kepada sudut pandang ekonomi dalam memandang peristiwa yang terjadi bukan kepada sifat formalnya.
  32. 32. 14 2.1.1.6 Jenis - Jenis Laporan Keuangan Setelah diketahui pengertian laporan keuangan dan fungsi laporan keuangan maka akan dijelaskan lebih lanjut mengenai jenis-jenis laporan keuangan. Laporan keuangan terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan keterangan yang ada di dalamnya. Tetapi, semua jenis laporan keuangan tersebut merupakan satu kesatuan yang dibutuhkan dan berguna bagi para pemakai. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan empat jenis laporan keuangan yang ada, yaitu: 1. Neraca (balance sheet) Munawir (2002:13), mengatakan neraca adalah laporan yang sistimatis tentang aktiva, hutang serta modal dari suatu perusahan pada suatu saat tertentu. Prastowo dan Julianty (2002:16), mengatakan bahwa neraca adalah laporan keuangan yang memberikan informasi mengenai laporan keuangan (aktiva, kewajiban, dan ekuitas) perusahaan tertentu. Dilihat dari kedua definisi diatas maka di tarik kesimpulan bahwa neraca adalah laporan keuangan yang memuat aktiva, kewajiban, dan ekuitas pada periode tertentu. Dalam prakteknya setiap perusahan menyajikan neracanya dalam bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan kebijakan perusahan itu sendiri. Hal ini diperbolekan asal saja tidak menyimpang dari jenis-jenis neraca yang sudah ditetapkan. Prastowo dan Julianty (2002:18), neraca dapat disajikan
  33. 33. 15 dengan mengunakan dua bentuk (format) yaitu bentuk rekening (skontro) dan bentuk laporan (stafel). Munawir (2002:21), laporan keuangan terdiri dari : a. Bentuk skontrol Dimana semua aktiva tercantum di kiri atau debet dan hutang serta modal tercantum di sebelah kanan atau kredit. b. Bentuk stafel Dalam bentuk ini semua aktiva tampak di bagian atas yang selanjutnya diikuti oleh hutang jangka pendek, hutang jangka panjang dan modal. Berdasarkan kajian neraca di atas dapat dilihat bahwa neraca pada intinya memiliki tiga elemen yaitu : aktiva biasanya berada di sebelah kiri pada sebuah neraca skontro atau juga berada di urutan pertama di dalam sebuah neraca stafel. Prastowo dan Julianty (2002:17), aktiva merupakan sumber daya yang dikuasai perusahaan. Munawir (2002:14), mengatakan aktiva tidak terbatas pada kekayaan perusahaan yang berwujud saja, tetapi juga termasuk pengeluaran- pengeluaran yang belum dialokasikan pada penghasilan di masa yang akan datang, serta aktiva tidak berwujud lainnya. Kesimpulannya aktiva adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang berupa harta berwujud dan tidak berwujud.
  34. 34. 16 Kewajiban merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah neraca, Keberadaannya biasanya ada di sebelah kanan pada neraca skontro atau di bawah aktiva jika pada sebuah neraca stafel. Prastowo dan Julianty (2002:17), mengatakan Kewajiban merupakan utang perusahaan masa kini. Munawir (2002:18), mengatakan hutang adalah semua kewajiban keuangan perusahaan ke pihak lain yang belum terpenuhi, dimana hutang ini merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditor. Kesimpulannya kewajiban atau hutang adalah semua kewajiban keuangan perusahaan ke pihak lain yang belum terpenuhi. Modal Posisi di dalam sebuah neraca skontro ada pada sebelah kanan yaitu sama dengan kewajiban atau di posisi paling terakhir pada sebuah neraca stafel. Prastowo dan Julianty (2002:18), mengatakan bahwa Ekuitas (modal) merupakan bagian hak pemilik dalam perusahaan yang merupakan selisih antara aktiva dan kewajiban yang ada. Munawir (2002:19), mengatakan modal adalah merupakan hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditujukan dalam pos modal (modal saham), surplus dan laba yang ditahan. Kesimpulannya modal adalah milik perusahaan yang merupakan selisih antara aktiva dengan kewajiban.
  35. 35. 17 Munawir (2002:14), mengatakan elemen-elemen aktiva lancar terdiri dari : a. Kas Adalah uang tunai yang dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan. b. Investasi Jangka Pendek Adalah investasi yang sifatnya sementara untuk memanfaatkan uang kas yang tidak terpakai. c. Piutang Wesel Adalah tagihan perusahaan akibat dari penjualan barang secara kredit. d. Piutang Dagang Adalah tagihan perusahaan ke pihak lain sebagai Investasi jangka pendek. e. Persediaan Adalah semua barang yang ada di gudang yang belum terjual. f. Piutang Penghasilan Adalah penghasilan yang sudah menjadi hak perusahaan karena perusahaan telah memberikan jasa atau prestasinya. g. Biaya dibayar dimuka Merupakan pengeluaran untuk memperoleh jasa atau barang tetapi belum dinikmati perusahaan.
  36. 36. 18 2. Laporan Laba Rugi (income statement) Laporan laba rugi merupakan suatu laporan yang sistematis mengenai penghasilan, biaya, rugi laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu. Sama halnya dengan neraca, laporan laba rugi juga memiliki beberapa bentuk. Munawir (2002:26), mengatakan bahwa bentuk laporan laba rugi terdiri dari: a. Bentuk Single Step Pada bentuk ini semua penghasilan yang diperoleh dari berbagai penghasilan dikelompokkan menjadi satu kelompok yaitu penghasilan sedangkan untuk semua beban dikelompokkan menjadi satu nama yaitu beban. b. Bentuk Multiple Step Dalam bentuk ini dilakukan pengelompokkan penghasilan dan beban yang lebih teliti. 3. Laporan perubahan modal (Statement of Owner’s Equity) Fess (2005:24), laporan perubahan modal merupakan suatu ikhtisar perubahan modal pemilik yang terjadi selama periode tertentu, misalnya sebulan atau setahun. Laporan tersebut dipersiapkan setelah laporan laba rugi, karena laba bersih atau rugi bersih periode berjalan harus dilaporkan dalam laporan ini. Demikian juga laporan perubahan modal dibuat sebelum mempersiapkan neraca, karena jumlah modal pemilik pada akhir periode
  37. 37. 19 harus dilaporkan di neraca. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa laporan perubahan modal seringkali dipandang sebagai penghubung antara laporan rugi laba dengan neraca. Bertambahnya modal suatu perusahaandapat disebabkan oleh Penambahan Investasi oleh pemilik, dan laba bersih yang diperoleh perusahaan. Sedangkan berkurangnya modal dapat disebabkan oleh : Pengambilan Prive oleh pemilik dan Perusahaan menderita kerugian. 4. Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flow) Skousen(2004:319), laporan arus kas menjelaskan perubahan pada kas (cash equivalent) dalam periode tertentu. Setara kas adalah investasi jangka pendek yang amat likuid yang bisa segera ditukar dengan kas. Untuk dapat dikatakan setara kas, suatu unsur haruslah dapat segera ditukar dengan kas ketika diperlukan dan sangat dekat dengan masa jatuh temponya sehingga kecil risiko terjadinya perubahan nilai akibat perubahan tingkat suku bunga. Dari definisi diatas dapat disimpulkkan bahwa arus kas masuk dan arus kas keluar digolongkan dan dilaporkan menurut tiga kategori : a. Aktivitas Operasi (Operating Activities) Termasuk ke dalam aktivitas operasi adalah transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang akan menentukan laba bersih. Penerimaan kas dari penjualan barang atau pemberian jasa adalah arus kas masuk utama bagi kebanyakan bisnis. Penerimaan kas lainnya berasal dari bunga, dividen, dan pos yang serupa. Pengeluaran kas
  38. 38. 20 terbesar adalah pembayaran untuk pembelian persediaan, gaji, pajak, bunga, sewa dan beban. Jumlah kas bersih yang diterima dari atau dikeluarkan untuk aktivitas operasi merupakan angka utama dalam laporan arus kas. Halnya dengan laba bersih yang digunakan untuk mengikhtisarkan segala sesuatu pada laba rugi, kas bersih dari aktivitas operasi merupakan hal yang paling penting atau bagian bawah (bottom line) dari laporan arus kas. Walaupun arus kas dari bunga atau dividen secara logis dapat diklasifikasikan sebagai aktivitas investasi atau pendanaan, namun FASB memutuskan untuk mengklasifikasikan keduanya sebagai aktivitas operasi. Prinsip dasarnya adalah aktivitas operasi berisikan arus dari pendapatan dan beban yang ada di laporan laba rugi. b. Aktivitas Investasi (Investing Activities) Aktivitas investasi yang utama adalah pembelian dan penjualan tanah, bangunan peralatan dan aktiva lainnya yang tidak dibeli untuk dijual kembali. Aktivitas investasi juga termasuk pembelian dan penjualan instrumen keuangan yang tidak ditujukan untuk diperdagangkan, seperti halnya memberi dan menagih pinjaman. Aktivitas-aktivitas tersebut terjadi secara rutin dan menyebabkan adanya penerimaan dan pengeluaran kas, tetapi sebagai aktivitas operasi karena hanya berhubungan secara tidak langsung dengan aktivitas operasi bisnis yang berjalan.
  39. 39. 21 c. Aktivitas Pendanaan (Financing Activities) Termasuk dalam aktivitas pendanaan adalah transaksi dan kejadian di mana kas diperoleh untuk dibayarkan kembali kepada para pemilik (pendanaan dengan ekuitas atau modal) dan para kreditor (pendanaan dengan utang). Contohnya kas yang dihasilkan dari penerbitan saham dan obligasi akan diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan. Contoh lainnya adalah pembayaran untuk saham yang diperoleh kembali (saham treasuri) atau untuk melunasi obligasi dan pembayaran dividen juga diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan. Sifat aktivitas pendanaan adalah sama, apapun jenis industrinya, tetapi aktivitas operasi dan aktivitas investasi berbeda untuk masing- masing jenis industri. Sebagai contoh, aktivitas operasi dan investasi dari sebuah jaringan supermaket sangat berbeda dibandingkan dengan perusahaan penjual pasir dan batu kerikil. Tetapi proses peminjaman uang, penjualan saham, pembayaran dividen kas dan pembayaran pinjaman adalah hampir sama bagi kedua jenis perusahaan tersebut. 2.1.1.7 Pemakai Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan komoditi yang bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, karena dapat memberikan informasi yang dibutuhkan para pemakainya dalam dunia bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan. Dengan
  40. 40. 22 membaca laporan keuangan dengan tepat, seseorang dapat melakukan tindakan ekonomi menyangkut lembaga perusahaan yang dilaporkan dan diharapkan akan menghasilkan keuntungan baginya. Harahap (2007:120-124), para pemakai laporan keuangan beserta kegunaannya dapat dilihat sebagai berikut : 1. Pemegang Saham Pemegang saham ingin mengetahui kondisi keuangan perusahaan, aset, utang, modal, hasil, biaya, dan laba. Pemegang saham ingin melihat prestasi perusahaan dalam pengelolaan manajemen yang diberikan amanah, ingin mengetahui jumlah deviden yang diterima, jumlah pendapatan per saham, jumlah laba yang ditahan, dan ingin mengetahui perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu, perbandingan dengan usaha sejenis, dan perusahaan lainnya. 2. Investor Investor ingin melihat kemungkinan potensi keuntungan yang akan diperoleh dari perusahaan yang dilaporkan. 3. Analis Pasar Modal Analis pasar modal ingin mengetahui nilai perusahaan, kekuatan dan posisi keuangan perusahaan.
  41. 41. 23 4. Manajer Manajer ingin mengetahui situasi ekonomis perusahaan yang dipimpinnya. Seorang manajer selalu dihadapkan kepada seribu satu masalah yang memerlukan keputusan cepat dan setiap saat. Untuk sampai pada keputusan yang tepat, ia harus mengetahui selengkap-lengkapnya kondisi keuangan perusahaan baik posisi semua pos neraca, laba/rugi, likuiditas, rentabilitas, solvabilitasdan laba kotor. 5. Karyawan dan Serikat Pekerja Karyawan perlu mengetahui kondisi keuangan perusahaan untuk menetapkan apakah ia masih terus bekerja atau pindah dan untuk bisa menilai apakah penghasilan yang diterimanya adil atau tidak. 6. Instansi Pajak Instansi pajak dapat menggunakan laporan keuangan sebagai dasar untuk menentukan kebenaran perhitungan pajak, pembayaran pajak, pemotongan pajak, restitusi, dan juga dasar untuk penindakan. 7. Pemberi Dana (Kreditur) Sama dengan pemegang saham, investor, lender seperti bank, investment fund, perusahaan leasing, juga ingin mengetahui informasi tentang situasi dan kondisi perusahaan baik yang sudah diberi pinjaman maupun yang akan diberi pinjaman.
  42. 42. 24 8. Supplier Laporan keuangan bisa menjadi informasi untuk mengetahui apakah perusahaan layak untuk diberikan fasilitas kredit, seberapa lama akan diberikan, dan sejauh mana potensi resiko yang dimiliki perusahaan. 9. Pemerintah atau Lembaga Pengatur Resmi Pemerintah ingin mengetahui apakah perusahaan telah mengikuti peraturan yang telah ditetapkan. 10. Langganan atau Lembaga Konsumen Dengan konsep ekonomi pasar dan ekonomi persaingan, konsumen sangat diuntungkan. Konsumen berhak mendapat layanan memuaskan dengan harga equilibrium, dalam kondisi ini konsumen terlindungi dari kemungkinan praktik yang merugikan baik dari segi kualitas, kuantitas, harga dan lain sebagainya. 11. Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Swadaya Masyarakat membutuhkan laporan keuangan untuk menilai sejauhmana perusahaan merugikan pihak tertentu yang dilindunginya. 12. Peneliti/Akademisi/Lembaga Peringkat Bagi peneliti maupun akademisi laporan keuangan sangat penting, sebagai data primer dalam melakukan penelitian terhadap topik tertentu yang berkaitan dengan laporan keuangan atau perusahaan.
  43. 43. 25 2.1.1.8 Analisis Laporan Keuangan Prastowo dan Juliaty (2002:24), analisis laporan keuangan merupakan suatu proses analisis terhadap laporan keuangan, dengan tujuan untuk memberikan tambahan informasi kepada para pemakai laporan keuangan untuk pengambilan keputusan ekonomi, sehingga kualitas keputusan yang diambil akan menjadi lebih baik. Munawir (2007:36), ada dua metode analisis yang digunakan oleh setiap penganalisa laporan keuangan, yaitu analisis horizontal dan analisis vertikal. Analisis horizontal adalah analisis dengan mengadakan pembandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat, sehingga akan diketahui perkembangannya. Metode horizontal ini disebut pula sebagai metode analisis dinamis. Analisis vertikal yaitu apabila laporan keuangan yang dianalisis hanya meliputi satu atau satu saat saja, yaitu dengan memperbandingkan antara pos yang satu dengan pos yang lainnya dalam laporan keuangan tersebut, sehingga hanya akan diketahui keadaan keuangan atau hasil operasi pada saat itu saja. Analisis vertikal ini disebut juga sebagai metode analisis yang statis karena kesimpulan yang dapat diperoleh hanya untuk periode itu saja tanpa mengetahui perkembangannya. Bernstein (1983) dalam Harahap (2007:18), analisis laporan keuangan dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :
  44. 44. 26 1. Screening Analisis dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi perusahaan dari laporan keuangan tanpa pergi langsung ke lapangan. 2. Understanding Memahami perusahaan, kondisi keuangan, dan hasil usahanya. 3. Forecasting Analisis digunakan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan di masa yang akan datang. 4. Diagnosis Analisis dimaksudkan untuk melihat kemungkinan adanya masalah-masalah yang terjadi baik dalam manajemen, operasi, keuangan atau masalah lain dalam perusahaan. 5. Evaluation Analisis dilakukan untuk menilai prestasi manajemen dalam mengelola perusahaan. 2.1.1.9 Teknik Analisis Laporan Keuangan Harahap (2007:209), kegiatan yang selalu lazim dilakukan dalam analisis laporan keuangan dari berbagai teknik yang akan dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Menghitung rasio, indeks, perbedaan, kenaikan, penurunan, atau persentase. 2. Membandingkan laporan keuangan baik dengan menggambarkannya, membuat indeks, membuat angka asli. Angka ini dibandingkan dengan :
  45. 45. 27 periode sebelumnya, perusahaan sejenis, industrial norm (rasio rata-rata industri). 3. Menilai angka-angka : kenaikan, perbedaan dengan lainnya, penurunan atau rasio lainnya. 4. Menganalisis hubungan satu sama lain atau mencari kemungkinan penyebab persoalan yang menyebabkan perbedaan penurunan/kenaikan. 5. Menghubungkan antara satu data dengan data lain baik antara data kuantitatif dengan data kualitatif misalnya antara kenaikan penjualan dengan kenaikan biaya. Antara data kuantitatif dengan data kualitatif misalnya antara angka penjualan dengan kondisi ekonomi nasional. 6. Menggunakan model atau rumus-rumus tertentu dengan menggunakan metode interpelasi, mengujinya sekaligus melihat hasilnya dan membandingkannya dengan kenyataan yang terjadi. 2.1.1.10 Rasio Keuangan 1. Pengertian Rasio Keuangan Rasio keuangan merupakan suatu bentuk rumusan matamatis yang menunjukkan hubungan diantara angka-angka tertentu. Dalam analisis keuangan angka-angka berasal dari data-data keuangan, analisis rasio mampu menjelaskan hubungan antara variabel-variabel yang bersangkutan sehingga dapat digunakan untuk menilai kondisi keuangan. Margaretha (2005;17), rasio adalah perbandingan unsur-unsur atau elemen-elemen atau pos-pos dari laporan keuangan.
  46. 46. 28 Harahap (2006:297), rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari suatu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan. Fraser dan Ormiston (2008:346), rasio keuangan adalah perhitungan yang dilakukan untuk menstandarisasikan, menganalisis, dan membandingk- an data keuangan yang dinyatakan hubungan. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa rasio keuangan merupakan angka yang diperoleh dari suatu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan perhitungan yang dilakukan untuk menstandarisasikan, menganalisis dan membandingkan data keuangan dari hubungan tersebut. 2. Jenis-Jenis Rasio Keuangan Fraser dan Ormiston (2008:21), mengatakan rasio keuangan terdiri dari empat rasio, yaitu: 1) Rasio Likuiditas Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan kas ketika kebutuhan tersebut meningkat atau menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban financial yang berjangka pendek tepat pada waktunya. Ada dua rasio yang digunakan dalam rasio ini, yaitu: a. Current Ratio, yaitu kemampuan untuk membayar hutang yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar.
  47. 47. 29 b. Cash Ratio,yaitu kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka pendek dengan diuangkan. 2) Rasio Solvabilitas Rasio yang mengukur sejauh mana pendanaan perusahaan dengan hutang relative terhadap ekuitas dan kemampuan untuk membayar bunga dan beban tetap lainnya atau menunjukkan kapasitas perusahaan untuk memenuhi kewajiban baik itu jangka pendek maupun jangka panjang. Ada dua rasio yang digunakan dalam rasio ini, yaitu: a. Total debt to total assets, yaitu rasio yang digunakan untuk menunjukkan berapa total aktiva yang disediakan untuk menjamin hutang perusahaan. b. Total debt to equity ratio, yaitu rasio yang digunakan untuk menggambarkan sejauh mana modal pemilik dapat menutupi hutang-hutang kepada pihak luar. semakin kecil rasio ini maka semakin baik. 3) Rasio Aktivitas Rasio yang mengukur likuiditas aktiva tertentu dan efisensi dalam mengelola aktiva atau menunjukkan sejauh mana efisiensi perusahaan dalam menggunakan assets untuk memperoleh pinjaman. Ada dua rasio yang digunakan dalam rasio ini, yaitu: a. Total Assets Turnover (ATO), yaitu rasio antara penjualan terhadap jumlah harta keseluruhan.
  48. 48. 30 b. Fixed Asset Turnover, yaitu mengukur tingkat penggunaan harta tetap dinyatakan dalam rasio antara penjualan bersih terhadap harta tetap bersih (setelah dikurangi akumulasi penyusutan). 4) Rasio Profitabilitas Rasio yang mengukur kinerja keseluruhan sebuah perusahaan dan efisiensinya dalam mengelola aktiva, kewajiban dan ekuitas atau dapat mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba baik hubungannya dengan penjualan, assets maupun laba bagi modal sendiri. Ada empat rasio yang digunakan dalam rasio ini, yaitu: a. Net Profit Margin (NPM), yaitu digunakan untuk mengukur besarnya laba bersih yang dicapai dari sejumlah penjualan tertentu. b. Gross Profit Margin (GPM), yaitu rasio ini digunakan untuk mengukur berapa besar laba kotor yang dihasilkan dibanding dengan total nilai penjualan bersih. c. Return On Assets (ROA), yaitu kemampuan manajemen perusahaan dalam mengelola aktiva yang dikuasai untuk menghasilkan berbagai pendapatan atau laba. d. Return On Equity (ROE), yaitu kemampuan perusahaan dalam menghasilkan net income (laba bersih sebelum pajak) ditinjau dari sudut modal yan dimiliki perusahaan.
  49. 49. 31 2.1.2 Kinerja Keuangan Perusahaan 2.1.2.1 Pengertian Kinerja Keuangan Perusahaan Kinerja keuangan perusahaan merupakan prestasi yang dicapai oleh perusahaan pada saat tertentu dengan menggunakan perhitungan berdasarkan tolak ukur analisis rasio yang didasarkan pada laporan keuangan. Pengukuran kinerja sangat penting dilakukan dengan tujuannya untuk menilai efektivitas dan efesiensi perusahaan. Kinerja keuangan merupakan hasil nyata yang dicapai suatu badan usaha dalam suatu periode tertentu yang dapat mencerminkan tingkat kesehatan keuangan badan usaha tertentu dan dipergunakan untuk menunjukkan dicapainya hasil yang positif. Pihak-pihak yang berkepentingan dalam evaluasi kinerja keuangan perusahaan adalah pemilik perusahaan tentunya, dalam hal ini ialah invesror, para manajer, kreditor, pemerintah dan masyarakat. Mereka inilah yang akan menilai perusahaan dengan ukuran-ukuran tertentu sesuai dengan tujuannya. Muchlis (2000:44), kinerja keuangan adalah prestasi keuangan yang tergambar dalam laporan keuangan perusahaan yaitu neraca rugi-laba dan kinerja keuangan menggambarkan usaha perusahaan (operation income).Profitability suatu perusahaan dapat diukur dengan menghubungkan keuntungan yang diperoleh dari kegiatan pokok perusahaan dengan kekayaan asset yang digunakan untukmenghasilkan keuntungan.
  50. 50. 32 Secara umum dapat dikatakan bahwa kinerja keuangan adalah prestasiyang dapat dicapai oleh perusahaan dibidang keuangan dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan perusahaan. Disisi lain kinerja keuangan menggambarkan kekuatan struktur keuangan suatu perusahaan dan sejauh mana asset yang tersedia, perusahaan sanggup meraih keuntungan. Hal ini berkaitan erat dengan kemampuan manajemen dalam mengelola sumber dayayang dimiliki perusahaan secara efektif dan efisien. Mulyadi(1997:419),kinerja keuangan adalah penentuan secara periodic efektifitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi dan karyawannya berdasarkan sasaran, standar dan kriteria yang ditetapkan sebelumnya. Karena organisasi pada dasarnya dijalankan oleh manusia maka penilaian kinerja sesungguhnya merupakan penilaian atas prilaku manusia dalam melaksanakan peran yang mereka mainkan dalam organisasi. Sedangkan pengertian kinerja keuangan adalah penentuan ukuran-ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba. Dalam mengukur kinerja perusahaan perlu dikaitkan antara organisasi perusahaan dengan pusat pertanggungjawaban. Dalam melihat organisasi perusahaan dapat diketahui besarnya tanggungjawab manajer yang diwujudkan dalam bentuk prestasi kerja keuangan. Namun demikian mengatur besarnya tanggungjawab sekaligus mengukur prestasi keuangan tidaklah mudah sebab ada yang dapat diukur dengan mudah dan ada pula yang sukar untuk diukur.
  51. 51. 33 Tampubolon (2005:20), pengertian kinerja yaitu: Pengukuran kinerja perusahaan yang ditimbulkan sebagai akibat dari proses pengambilan keputusan manajemen karena menyangkut pemanfaatan modal, efisiensi dan rentabilitas dari kegiatan perusahaan. Kinerja keuangan yaitu alat untuk mengukur prestasi kerja keuangan perusahaan melalui struktur permodalannya. Penilaian kinerja perusahaan harus diketahui output maupun inputnya. Output adalah hasil dari suatu kinerja karyawan atau perusahaan, sedangkan input adalah keterampilan atau alat yang digunakan untuk mendapatkan hasil tersebut. Dari definisi para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan adalah suatu hasil yang dicapai oleh suatu perusahaan dalam mengelola sumber daya yang ada dalam perusahaan secara efektif dan efisien dengan tujuan dapat memotivasi karyawan yang ada dalam perusahaan tersebut untuk mencapai sasaran dan mematuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya agar membuahkan hasil yang diinginkan oleh perusahaan. 2.1.2.2 Tujuan Kinerja Keuangan Munawir (2002:31), tujuan kinerja Keuangan adalah mengetahui likuiditas, solvabilitas, rentabilitas dan stabilitas dalam membayar kewajibannya. Adapun tujuan pengukuran kinerja antara lain: 1. Untuk mengetahui tingkat likuiditas yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih.
  52. 52. 34 2. Untuk mengetahui tingkat solvabilitas yaitu menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya, apabila perusahaan tersebut dilikuiditas baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang. 3. Untuk mengetahui tingkat profitabilitas yaitu menunjukkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba selama periode tertentu. 4. Untuk mengetahui stabilitas yaitu kemampuan perusahaan untuk melakukan usahanya dengan stabil yang diukur dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayar cicilan secara teratur kepada pemegang saham tanpa mengalami hambatan. 2.1.2.3 Pengukuran Kinerja Keuangan Sartono (2001:111), bahwa alat analisis kinerja yang selama ini banyak digunakan antara lain adalah rasio keuangan, rasio metode radar, balanced scorecard dan Economic Value Added. Pada pengukuran kinerja dengan menggunakan rasio keuangan, tolok ukur yang digunakan antara lain yaitu: pertama rasio profitabilitas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas, rasio likuiditas. Namun penggunaan konsep tersebut belum dapat memuaskan keinginan pihak manajemen khususnya bagi penyandang dana (investor). Dalam penelitian ini penilaian kinerja perusahaan dilakukan dengan menggunakan analisis laporan keuangan, hal tersebut didasarkan atas pertimbangan bahwa dengan melakukan analisis laporan keuangan mampu memberikan input (informasi) yang dipakai dalam rangka pengambilan keputusan secara lebih lengkap. Melalui analisis laporan keuangan dapat
  53. 53. 35 dilakukan penilaian atas kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya, tingkat efektivitas penggunaan asset perusahaan, kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjang, kemampuan untuk menghasilkan laba dan perkembangan nilai perusahaan. Pengukuran kinerja keuangan dengan menggunakan konsep balanced scorecard, tolok ukur yang digunakan ada empat perspektif yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses internal bisnis serta belajar dan berkembang. Namun proses balanced scorecard tidak memasukkan unsur biaya modal, dimana biaya modal menunjukkan besarnya kompensasi yang dituntut oleh investor atas modal yang diinvestasikan. Cascio (2003:336-337), pengukuran kinerja keuangan adalah sebagai berikut: 1. Relevan (relevance) Relevan mempunyai makna terdapat kaitan yang erat antara standar untuk pekerjaan tertentu dengan tujuan organisasi, dan terdapat keterkaitan yang jelas antara elemen-elemen kritis suatu pekerjaan yang telah diidentifikasi melalui analisis jabatan dengan dimensi-dimensi yang akan dinilai dalam form penilaian. 2. Sensitivitas (sensitivity) Sensitivitas berarti adanya kemampuan sistem penilaian kinerja dalam membedakan pegawai yang efektif dan pegawai yang tidak efektif.
  54. 54. 36 3. Reliabilitas (reliability) Reliabilitas dalam konteks ini berarti konsistensi penilaian. Dengan kata lain sekalipun instrumen tersebut digunakan oleh dua orang yang berbeda dalam menilai seorang pegawai, hasil penilaiannya akan cenderung sama. 4. Akseptabilitas (acceptability) Akseptabilitas berarti bahwa pengukuran kinerja yang dirancang dapat diterima oleh pihak-pihak yang menggunakannya. 5. Praktis (practicality) Praktis berarti bahwa instrumen penilaian yang disepakati mudah dimenegerti oleh pihak-pihak yang terkait dalam proses penilaian tersebut. 2.1.2.4 Peranan Penilaian Kinerja Keuangan Munawir (2002:3), penilaian kinerja keuangan mempunyai beberapa peranan bagi perusahaan, yaitu meliputi: 1. Dapat mengukur tingkat biaya dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh perusahaan. 2. Untuk menentukan atau mengukur efisiensi setiap bagian, proses atau produksi serta untuk menentukan derajat keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. 3. Untuk menilai dan mengukur hasil kerja pada tiap-tiap bagian individu yang telah diberikan wewenang dan tanggung jawab. 4. Untuk menentukan perlu tidaknya digunakan kebijaksanaan atau prosedur yang baru untuk mencapai hasil yang lebih baik.
  55. 55. 37 2.2 Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti- peneliti sebelumnya dengan variabel yang sama dengan peneliti sekarang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu No Nama Peneliti Thn Judul Persamaan Perbedaan Hasil penelitian 1 Praytino (2010) Peranan Analisa Laporan Keuangan dalam Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Kasus pada PT. X) Laporan keuangan dan kinerja keuangan perusahaan. . Kinerja keuangan perusahaan menunjukk an ketidakseimbangan antara pendapatan dan biaya serta pengeluara n keuangan hal ini menyebabkan terjadinya fluktuasi pada pos-pos laba rugi mengalami kenaikan untuk setiap tahunnya, dan diimbangi oleh naiknya biaya produksi, untuk laba bersih sebelum pajak mengalami penurunan dari tahun 2 ke tahun 1
  56. 56. 38 sebesar 13%, sedangkan untuk tahun 3 terjadi kenaikan dibandingkan dengan tahun Sebelumnya sebesar 54%. 2 Silvani Inanda (2007) Analisa Laporan Keuangan sebagai alat penilaian Kinerja Keuangan PT. Pertamina Ep. area rantau Aceh – Tamiang Laporan keuangan dan kinerja keuangan Dari penelitian yang telah penulis lakukan ternyata diketahui bahwa kinerja keuangan PT. PERTAMINA EP. Area Rantau Aceh Tamiang dari Tahun 2003 dan Tahun 2004, nilai kinerja Keuanga n yang paling baik terjadi pada tahun 2004 sebesar 59,50 atau 85% dari total skor, sedangkan kinerja keuangan pada tahun 2003, yaitu sebesar 50,35 atau 72% dari total skor. 3 Nana Rubianti Analisis laporan Laporan keuangan Kinerja perusahaan Dari hasil analisa terhadap data-data
  57. 57. 39 (2013) keuangan untuk menilai kinerja perusahaan pada PT. Admiral Lines Cabang Tanjung Pinang yang laporan dan rasio likuiditas perusahaan diatas 200%. Sedangkan Pada rasio aktivitas, kinerja perusahaan kurang baik karena menurun setiap tahunnya sebesar 2%. Kinerja dalam hal penagiha n piutang masih kurang baik, dilihat dari hasil analisa menurun dari tahun 2009 sampai 2001 sebesar 5%. Rasio profitabilitas Tetap setiap tahunnya yaitu 11%, kinerja perusah aan tetap harus ditingkatkan apabila perusahaan ingin terus bertahan dan meningk atkan keuntungan usaha perusahaan.
  58. 58. 40 2.3 Kerangka Pemikiran Konseptual Kerangka pemikiran ini merupakan penjelasan sementara terhadap gejala- gejala yang menjadi obyek dalam penelitian ini. Kerangka berpikir ini adalah kerangka model konseptual yang dibuat atau didesain untuk memberikan gambaran penelitian yang akan dilakukan yaitu mengenai analisis laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan. Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat digambarkan kerangka berpikir konseptual dalam penelitian ini adalah sebagai berikut Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Konseptual Laporan Keuangan Kinerja Keuangan Perusahaan Likuiditas Solvabilitas Aktivitas Profitabilitas BaikSangat Baik Kurang Baik Arus KasPerubahan ModalLaba RugiNeraca Rasio
  59. 59. 41 Dari kerangka pemikiran diatas dapat dijelaskan bahwa dari laporan keuangan yang terdiri dari neraca, laba rugi, perubahan modal dan arus kas akan dianalisis dengan mengunakan rasio keuangan yang terdiri dari empat rasio yaitu : Rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas, untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan pada akhir tahun dalam Leader Supermarket apakah kinerja keuangannya meningkat, berfluktuasi atau menurun.
  60. 60. 42 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yang berrsifat kuantitatif dan kualitarif karena penelitian ini berkaitan dengan angka serta objek penelitian yaitu pada perusahaan dengan kurun waktu tertentu dengan mengumpulkan data dan informasi yang berkaitan dengan perusahaan dan disesuaikan dengan tujuan penelitian. 3.2 Populasi dan Sampel 3.2.1 Populasi Populasi merupakan keseluruhan obyek yang hendak diteliti, dianalisis dan disimpulkan agar kesimpulan tersebut benar-benar mewakili. Dengan demikian keseluruhan dari kelompok di daerah atau di tempat tertentu yang akan dijadikan obyek dari suatu penelitian akan mendapatkan kesimpulan dari penelitian yang dimaksud sehingga di jadikan bahan atau referensi dalam meenghadapi masalah yang akan dikaji tersebut. Arikunto (2002:130), yang memberikan pengertian populasi adalah keseluruhan obyek penelitian. Sedangkan Riduwan (2008:55), mengatakan populasi adalah keseluruhan dari karakteristik atau unit pengukuran yang menjadi obyek peneliti.
  61. 61. 43 Populasi dalam penelitian ini adalahdata aktual pada Perusahaan Leader Supermarket. 3.2.2 Sampel Sampel merupakan sebagian dari populasi yang diteliti, namun semua elemen dalam populasi memiliki kesempatan menjadi perwakilan dari populasi yang ada. Riyanto (1996:52), memandang sampel sebagai bagian dari populasi. Selanjutnya Hasan (2005:90), sampel adalah bentuk sampling random yang populasinya menjadi kelompok dengan menggunakan aturan- aturan tertentu, dengan cara pengambilan sampel diambil dari kelompok yang terpilih. Sejalan dengan pandangan diatas mengatakan bahwa sampel adalah bagian dari populasi yang mempuyai ciri- ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti. Berdasarkan populasi di atas maka sampel yang peneliti ambil untuk mewakili populasi tersebut adalah laporan keuangan Perusahaan Leader Supermarket untuk Tahun2010-2012. 3.3 Definisi Operasional Variabel Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel laporan keuangan (X) dan variabel kinerja keuangan perusahaan (Y). Berikut definisi dari kedua variabel tersebut:
  62. 62. 44 Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel Variabel Definisi Skala Laporan keuangan (X) Munawir (2007:2), laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas perusahaan dengan pih ak yang berkepentingan terhadap data atau aktivitas perusahaan. Rasio Kinerja keuangan Perusahaan (Y) Muchlis (2000:44), kinerja keuangan adalah prestasi keuangan yang tergambar dalam laporan keuangan perusahaan yaitu neraca rugi- laba dan kinerja keuangan menggambarkan usa ha perusahaan (operation income). Rasio 3.4 Jenis dan Sumber Data 3.4.1 Jenis Data Arikunto (2002:96), data adalah segala fakta dan angka yang dapat dijadikan bahan untuk menyusun suatu informasi. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data yang bersifat kualitatif dan data yang bersifat kuantitatif.
  63. 63. 45 1. Data Kualitatif Suriyono (2003:13), data kualitatif adalah data yang berbentuk kata, kalimat, skema, dan gambar. 2. Data kuantitatif Suriyono (2003:13),data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka, atau data kualitatif yang dibuat dalam bentuk angka. 3.4.2 Sumber Data Cooper dan Emory (1997:256), ada dua macam sumber data, yaitu : 1. Data Primer Data yang berasal dari sumber secara langsung, tanpa melalui media perantara. 2. Data Sekunder Data yang telah tersedia di obyek penelitian seperti laporan keuangan dan sumber lain yang dapat mempermudah peneliti dalam mengumpulkan data. 3.5 Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang akurat dan valid dalam suatu penelitian membutuhkan teknik-teknik yang relavan dengan obyek penelitian yang ingin diteliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis yaitu :
  64. 64. 46 1. Wawancara (Interview) Teknik interview dilakukan dengan jalan mengadakan wawancara secara langsung dengan pimpinan perusahaan, kepala bagian produksi dan sejumlah personil yang berhubungan dengan penulisan skripsi ini. 2. Pengamatan (Observasi) Anas sudjiono (2001:76), observasi adalah cara menghimpun bahan keterangan atau data yang dilakukan dengan menggunakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang di jadikan sasaran pengamatan. 3. Dokumen (Dokumentasi) Arikunto(2002:158), metode dokumentasi yaitu pengumpulan data dimana peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan - peraturan, dan sebagainya. Metode ini digunakan untuk memperoleh data dari laporan keuangan suatu perusahan. 3.6 Teknik Analisis Data Penelitian kali ini menggunakan teknik analisis deskriptif, artinya data yang diperoleh di lapangan diolah sedemikian rupa sehingga memberikan data yang sistematis, aktual dan akurat mengenai permasalahan yang diteliti. Teknik analisis deskriptif yang digunakan untuk menganalisis data yaitu dengan menggunakan rasio yang terdiri dari:
  65. 65. 47 1. Rasio likuiditas Adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek tepat pada waktunya. Rasio yang digunakan dalam rasio likuiditas ini ada tiga, yaitu: a. = × 100% b. = !"# $% & x 100%% 2. Rasio solvabilitas Adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Rasio yang digunakan dalam rasio ini ada tiga rasio, yaitu: a. Rasio Total Hutang Thdp Total Aset = 9: ; %< = > 9: ; x 100% b. Total Hutang Trhdp Total Modal = 9: ; %< = > 9: ; AB ! x 100% 3. Rasio Aktivitas Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efektivitas pemanfaatan sumberdaya perusahaan. Rasio yang digunakan dalam rasio ini ada empat rasio, yaitu: c. C D E F GH I = J% = ; KLMNO PQMRSN d. Perputaran Aktiva Tetap = J% = ; 9% W
  66. 66. 48 4. Rasio Profitabilitas Rasio ini mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditunjukan besar kecilnya tingkat keuntungan yang di peroleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi. Rasio yang digunakan ada lima rasio, yaitu: a. X C Y Z [ = > : : J% = ; x 100% b. C Y Z [ = > $% ! & J% = ; x 100% c. ] G = > $% ! & 9: ; !!% x 100% d. ] ^_ ` = > $% ! & 9: ; a:b ; x 100%
  67. 67. 49 BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian 4.1.1 Lokasi Penelitian Peneliti melakukan penelitian di perusahaan Leader Supermarket yang berlokasi di Rua Aveninda Martires Da Patria Comoro Dili, Timor-Leste. 4.1.2 Sejarah Perusahaan Leader Supermarket Leader Supermarket adalah perusahaan yang bergerak sebagai pengecer (Supermarket). Leader Supermarket dulunya adalah milik Mr. Tony Jape, karena dalam pengelolaan manajemen mengalami banyak kendala dan diperkirakan oleh Mr. Tony Jape perkembangannya akan tersendat-sendat maka pada bulan April tahun 2005 Mr. Tony Jape menawarkan Leader Supermarket kepada Mr. Foo Hau Kiun. Sebagai pengusaha lokal yang sudah tahu banyak karakter masyarakat Timor-Leste dan mampu membaca peluang bisnis yang ada maka pada bulan Juni 2005 Mr. Foo Hau Kiun resmi membeli Leader Supermarket. Sebagai pemilik baru Mr. Foo Hau Kiun melakukan perubahan manajemen yang sebelumnya manajemen lama yang hanya terfokus pada sistem administrasi secara manual, maka diganti dengan sistem administrasi komputerisasi yang integrated, membuka jalur hubungan dengan supplier
  68. 68. 50 seluas-luasnya, yaitu dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Cina, Australia dan Portugal. 4.1.3 Visi Dan Misi Perusahaan Leader Supermarket 1. Visi Visi dari perusahaan Leader Supermarket adalah sebagai berikut: 1. Melaksanakan manajemen perusahaan secara professional. 2. Didukung dengan sumber daya manusia yang handal. 3. Memberi kualitas ketepatan waktu dalam pelaksanaan pekerjaan. 4. Menciptakan lapangan kerja baru. 5. Siap menghadapi era globalisasi. 2. Misi Misi dari perusahaan Leader Supermarket adalah sebagai berikut: 1. Mengikuti pelelangan sesuai ketentuan dan peraturan perundang- undangan. 2. Melaksanakan pekerjaan sesuai persyaratan pelelangan dengan kualitas yang baik dan waktu yang ditentukan. 3. Meningkatkan kinerja perusahaan dan perorangan sesuai sistem manajemen mutu. 4.1.4 Struktur Perusahaan Leader Supermarket Salah satu cara untuk mencapai kemampuan mengelola suatu perusahaan yang baik adalah menentukan struktur formal organisai. Adanya struktur organisasi yang jelas akan memudahkan para anggota organisasi
  69. 69. 51 melihat bagaimana organisasi disusun, sehingga masing-masing mengetahui tugasnya secara jelas, serta jika terdapat persoalan yang ingin dipecahkan penyelesaiannya lebih mudah didapat. Berikut ini adalah gambar struktur organisasi perusahaan Leader Supermarket: Gambar 4.1 Struktur Organisasi Leader Supermarket Direktur Personel And Legal Manager General Manager Perijinan Ware House Manager Supermarket Manager Whole Sale Manager Tax Import Administrasi Finance And Accounting Manager Admnistrasi Gudang Pramuniaga Gudang Bond Store Gudang whole Store Kasir Admnistrasi Akuntansi Adm Hutang Piutang Pengisian Rak Penerimaan Barang Pengeluaran Barang Penataan di Rak
  70. 70. 52 4.1.5 Tugas dan Tanggung Jawab Struktur Perusahaan Leader Supermarket Struktur sebuah organisasi harus dibuat dan dipelihara, yaitu struktur tentang berbagai peran yang harus dijalankan oleh orang-orang yang harus bekerja sama dalam melaksanakan semua rencana dan mencapai sasaran yang ditentukan. Dalam struktur formal ditetapkan tingkat-tingkat wewenang dan tanggungjawab, yang merupakan mekanisme yang mengaitkan tugas, jabatan dan cara pengoperasian. Deskripsi jabatan dan pekerjaan sangat diperlukan dalam rangka bisa mengidentifikasikan pekerjaan-pekerjaan kunci, tujuan jabatan yang juga merupakan tanggungjawab pekerja, dan kegiatan-kegiatan apa yang akan dilakukan sesuai dengan tujuan jabatannya. Manajemen organisasi Leader Supermarket dipimpin oleh seorang direktur dan dibantu oleh general manajer yang membawahi beberapa manajer dalam fungsi dan tugasnya masing- masing. Berdasarkan struktur yang disusun secara sistematis diatas, maka tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian dalam struktur organisasi adalah sebagai berikut: 1. Direktur Tugasnya adalah memimpin perusahaan dan bertanggungjawab meningkatkan kekayaan pemegang saham.
  71. 71. 53 2. General Manager Tugasnya adalah melakukan perencanaan, pengkoordinasian dan pengarahan serta pengawasan kegiatan keuangan perusahaan, kegiatan supermarket, stabilitas stock baik di bond store maupun di ware house dan pemasaran, serta mewakili perusahaan dilingkungan eksternal. Sehingga pemangku jabatan ini bertanggungjawab penuh terhadap kelancaran operasional perusahaan. 3. Finance and Accounting Manager Tugasnya adalah mengkoordinasikan kegiatan keuangan perusahaan dan pengawasan serta pencatatan atas kegiatan keuangan. 4. Purchase Manager Tugasnya adalah merencanakan pembelian barang-barang dari supplier sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati berdasarkan permintaan bagian gudang dan bagian penjualan. 5. Ware House Manager Tugasnya adalah mengkoordinir staff untuk melayani order dari supermarket maupun dari pihak ektern, mengatur penerimaan barang dan pengeluaran barang, menjaga stabilitas stock yang berada di ware house secara kuantitas dan menjaga kualitas barang baik yang mempunyai jangka waktu penggunaan maupun tidak.
  72. 72. 54 6. Supermarket Manager Tugasnya adalah menjaga satabilitas stock barang yang berada di rak, mengkoordinir staff pramuniaga, bagian pengisian barang dirak, menjaga suasana kenyamanan customer berbelanja baik pada saat mencari barang yang diinginkan maupun pada saat melakukan pembayaran di kasir sampai pelayanan mengantar barang sampai dalam kendaraan customer. 7. Personel and Legal Manager Tugasnya adalah melakukan pengkoordinasian, pengarahan, pengawasan atas pelaksanan kegiatan personalia, pekerjaan umum perusahaan yang menunjang tercapainya tujuan perusahaan. 4.1.6 Sumber Daya Manusia Tenaga kerja merupakan bagian yang terpenting dari keseluruhan kegiatan perusahaan yang dijalankan tahap demi tahap. Leader Supermarket dalam menentukan tenaga kerja dibutuhkan yang mempunyai ketrampilan, ketelitian dan kedisiplinan. Tenaga kerja sebagian besar menggunakan tenaga kerja lokal yang sudah berpengalaman terutama bagian di took dan minimum berpendidikan setingkat SMA sebagai pramuniaga, untuk bagian administrasi minimum berpendidikan setingkat SMA yang mempunyai sertifikat ketrampilan khusus yaitu komputer dan setidaknya cukup mengerti pembukuan. Dengan tetap menjaga mutu pelayanan kepada customer dengan menunjukkan profesionalisme kerja yang tinggi, Leader Supermarket ingin berpartisipasi
  73. 73. 55 dalam program pemerintah untuk memaksimalkan penggunaan tenaga kerja lokal. Tenaga kerja yang ada di Leader Supermarket adalah untuk jabatan Finance Dan Accounting Manager Mr. Sukani yang cukup lama berkecimpung dalam bidangnya dan jabatan Ware House Manager Mr. Rully. Tenaga kerja lokal sampai saat ini berjumlah sebanyak 96 orang dengan jam kerja sebagai berikut: Senin s/d jum’at jam kerja 08.30 – 17.00 Sabtu jam kerja 08.30 – 12.30 4.1.7 Supplier Pendukung Leader Supermarket merupakan perusahaan distributor dan sekaligus juga sebagai Supermarket di Dili dan berpengalaman dalam pengadaan barang-barang impor karena didukung oleh para supplier luar negeri seperti: 1. Indonesia 2. Australia 3. Singapura 4. Cina 5. Malaysia 6. Portugal 4.1.8 Klasifikasi Karyawan Pada Perusahaan Leader Supermarket 4.1.8.1 Klasifikasi Karyawan Menurut Jenis Kelamin Jumlah Karyawan yang ada pada Perusahaan Leader Supermarket sebanyak 124 orang dengan perincian sebagai berikut; pria sebanyak 80 orang dan wanita sebanyak 44 orang. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut ini:
  74. 74. 56 Tabel 4.1 Klasifikasi Karyawan Menurut Jenis Kelamin No. Jenis kelamin Jumlah Presentase 1. Pria 80 64% 2. Wanita 44 36% Total 124 100% Sumber Leader Supermarket Dari tabel diatas dapat menunjukkan bahwa karyawan pada Perusahaan Leader Supermarket, pria sebanyak 80 orang dengan presentase 64% dan wanita sebanyak 44 orang dengan presentase 36%. Hasil penelitian menujukkan karyawan di dominasi oleh pria sebayak 80 orang dengan tingkat presentase sebesar 64%. Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan di Leader Supermarket lebih banyak membutuhkan pria karena tergolong pekerjaan berat. 4.1.8.2 Klasifikasi Karyawan Menurut Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor untuk menentukan berhasil tidaknya suatu perusahaan. Perusahaan memiliki karyawan- karyawan yang mempunyai kemampuan yang baik maka harapan perusahaan akan tercapai. Jumlah karyawan yang ada pada perusahaan Leader Supermarket dengan tingkat pendidikan berkisar antara SD sampai dengan Universitas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
  75. 75. 57 Tabel 4.2 Klasifikasi Karyawan Menurut Tingkat Pendidikan No. Tingkat Pendidikan Jumlah Presentase 1. Sarjana 7 6% 2. Diploma 2 2% 3. SMA 80 64% 4. SMP 26 21% 5. SD 9 7% Total 124 100% Sumber data Leader Supermarket Dari tabel diatas menunjukan bahwa tingkat pendidikan karyawan pada perusahaan Leader Supermarket yang tertinggi adalah SMA sebanyak 80 orang dengan presentase 64%, SMP sebanyak 26 orang dengan presentase 21%, SD sebanyak 9 orang dengan presentase 7%, Sarjana sebanyak 7 orang dengan presentase 6% dan Diploma sebanyak 2 orang dengan presentase 2%. Total karyawan sebanyak 124 orang dan tingkat pendidikan di dominasi oleh SMA sebanyak 80 orang dengan presentase sebesar 64%.
  76. 76. 58 4.2 Analisis Laporan Keuangan Perusahaan Leader Supermarket 4.2.1 Laporan Laba Rugi Leader Supermarket Laporan laba rugi merupakan suatu laporan yang dibuat secara sistematis berisikan gambaran singkat tentang penghasilan-penghasilan dan beban dalam periode tertentu dari suatu perusahaan. Laporan ini menunjukkan laba yang di peroleh perusahaan setiap tahunnya. Perusahaan Leader Supermarket dalam melakukan kegiatan perdagangannya juga membuat laporan keuangan laba rugi setiap tahunnya, untuk mengetahui laba yang diperoleh perusahaan. Untuk mengetahui laporan laba rugi perusahaan Leader Supermarket lebih jelas dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4.3 Laporan Laba Rugi Leader Supermarket (Dalam Dollar) Keterangan Tahun 2010 2011 2012 Penjualan Persediaan Awal Pembelian Dan Biaya Barang Yang Siap Dijual Persediaan Penutup Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Biaya Operasional: Biaya Gaji Biaya Alat Tulis Kantor 1,422,211.00 724,957.46 960,000.00 + 1,684,957.46 603,252.98 - 1,081,704.48 - 340,506.52 194,620.00 1,393.00 3,358,484.00 603,252.98 2,700,000.00 + 3,303,252.98 725,787.50 – 2,577,465.48 – 781,018.52 240,785.00 1,210.00 2,621,926.00 725,787.50 2,220,000.00 + 2,945,787.50 863,230.02 – 2,082,557.48 - 539,368.52 280,988.00 4,876.00
  77. 77. 59 Biaya Penyusutan Biaya Transportasi Biaya Pemeliharaan Peralatan Biaya Pemeliharaan Kendaraan Biaya Pemeliharaan Bangunan Biaya Telpon Biaya Listrik Biaya Iklan Dan Pemasaran Biaya Bank Total Biaya Operasional Laba Sebelum Pajak Pajak Yang Harus Di Bayar: Pajak 10% Laba Bersih 16,946.55 - 5,082.00 18,578.00 - 16,598.00 45,048.00 - + 298,265.55 – 42,240.97 4,224.10 - 38,016.87 16,946.55 265,448.00 5,265.00 47,086.00 21,514.00 17,126.00 98,135.00 2,200.00 - + 715,715.55 - 65,302.97 6,530.30 – 58,772.67 16,946.55 19,399.00 8,989.00 51,795.00 36,106.00 5,638.00 59,755.00 6,989.00 - + 491,481.55 – 47,886.97 4,788.70 - 43,098.27 Sumber Leader Supermarket Berdasarkan laporan laba rugi diatas dapat diketahui bahwa laba yang diperoleh perusahaan Leader Supermarket pada tahun 2010 sebesar $ 38,016.87 dan tahun 2011 meningkat menjadi $ 58,772.67 dengan peningkatan sebesar $ 20,755.80 dan tahun 2012 menurun menjadi $ 43,098.27 dengan penurunan sebesar $ 15674.40. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2011 penjualan perusahaan sangat maksimal sehingga memperoleh laba yang cukup memuaskan walaupun mengeluarkan biaya yang lebih besar dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2012 laba perusahaan ini menurun karena penjualan menurun tapi masih lebih baik dari tahun 2010.
  78. 78. 60 4.2.2 Laporan Neraca Leader Supermarket Laporan neraca merupakan suatu daftar yang disusun secara sistematis mengenai harta, kewajiban dan modal pada periode tertentu. Laporan ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui posisi laporan keuangan perusahaan. Perusahaan Leader Supermarket juga setiap tahunnya membuat laporan neraca untuk mengetahui posisi keuangannya. Untuk mengetahui laporan neraca perusahaan leader supermarket lebih jelas dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4.4 Laporan Neraca Leader Supermarket (Dalam Dollar) Keterangan Tahun 2010 2011 2012 AKTIVA : Aktiva Lancar : Kas Dan Bank Piutang Persediaan Barang Dagangan Uang Muka Pajak Total Aktiva Lancar Aktiva Tetap : Tanah Bangunan Kendaraan Bermotor Inventaris Kantor 5,224.82 20,976.29 603,252.98 7,111.06 + 636,565.14 80,000.00 - 134,323.54 56,888.50 2,476.14 49,534.51 725,787.50 16,792.42 + 794,590.57 80,000.00 - 134,323.54 56,888.50 6,712.22 77,341.92 863,230.02 13,109.63 + 960,393.79 80,000.00 - 134,232.54 56,888.50
  79. 79. 61 Peralatan Kerja Generator, Container & Pendingin Akumulasi Penyusutan Total Aktiva Tetap TOTAL AKTIVA PASIVA : Hutang Lancar : Hutang Usaha Hutang Pajak Hutang Bunga Pajak Total Hutang Lancar Hutang Jangka Panjang : Pinjaman Total Hutang Jangka Panjang Modal Dan Laba/Rugi : Modal Laba/Rugi Usaha Ditahan Laba/Rugi Usaha Berjalan Total Modal TOTAL PASIVA 11,396.80 53,138.00 (68,518.17) + 267,228.67 + 903,793.81 40,246.80 4,224.10 - + 44,470.90 - 0.00 529,148.38 292,157.67 38,016.87 + 859,322.92 + 903,793.81 11,396.80 53,138.00 (85,464.72) + 250,282.12 + 1,044,872.69 120,246.80 6,530.30 - + 126,777.10 - 0.00 529,148.38 330,174.54 58,772.67 + 918,095.59 + 1,044,872.69 11,396.80 53,138.00 (102,411.27) + 233,335.57 + 1,193,729.36 227,746.80 4,788.70 - + 232,535.50 - 0.00 529,148.38 388,947.21 43,098.27 + 961,193.87 + 1,193,729.36 Sumber leader supermarket Berdasarkan laporan neraca diatas dapat dijelaskan bahwa posisi keuangan perusahaan Leader Supermarket dalam tiga periode tersebut semakin baik dengan meningkatnya kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan. Hal tersebut karena manajemen dengan baik mengelolah kekayaannya sehingga kinerja keuangan perushaan dalam tiga periode tersebut terus meningkat, walaupun dengan peningkatan yang tidak terlalu besar dan berbeda-beda.
  80. 80. 62 4.3 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.3.1 Hasil Perhitungan dan Pembahasan Rasio Likuditas Tahun 2010-2012 Rasio likuditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendeknya pada saat ditagih. Berikut hasil perhitungan dan pembahasannya: 1. cdeefgh ijhkl = mnopqr srturv wxorty srturv z {||% 2010 = 636,565.14 44,470.90 x 100% = 1.43% 2011 = 794,590.57 126,777.10 x 100% = 6.26% 2012 = 960,393.79 232,535.50 x 100% = 4.13% 2. cj†‡ ijhkl = ˆr‰"Šxvro ‹Œv•rvyr wxorty srturv z {||% ℎ 2010 = 5,224.82 + 0 44,470.90 x 100% = 11.74%
  81. 81. 63 ℎ 2011 = 2,476.14 + 0 126,777.10 x 100% = 1.95% ℎ 2012 = 6,712.22 + 0 232,535.50 x 100% = 2.88% Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Rasio Likuditas No Rasio Tahun Kinerja Keuangan2010 2011 2012 1. Current Ratio 1.43% 6.26% 4.13% Baik 2. Cash Ratio 11.74% 1.95% 2.88% Baik Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel diatas, maka dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Rasio Lancar (Current Ratio) Rasio lancar, yaitu kemampuan aktiva lancar perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Berdasarkan hasil perhitungan di atas, pada tahun 2010 di peroleh rasio lancar sebesar 1.43%. Nilai ini digambarkan bahwa setiap 1 dollar kewajiban dijamin dengan 1.43% aktiva lancar perusahaan, pada tahun 2011 hasil perhitungan rasio lancarnya sebesar 6.26% yang berarti 1 dollar hutang lancer akan di jamin dengan 6.26% aktiva lancar perusahaan. Sedangkan pada tahun 2012, hasil
  82. 82. 64 perhitungan rasio lancarnya sebesar 4.13% yang artinya setiap 1 dollar hutang akan di jamin dengan 4.13% aktiva lancar perusahaan. Dari perbandingan (3) periode tersebut, terlihat bahwa rasio lancarnya tidak tetap, tetapi menunjukkan kinerja keuangan yang baik. Pada tahun 2011 rasio ini meningkat dengan tingkat peningkatan sebesar 4.83% dan pada tahun 2012 rasio ini menurun dengan tingkat penurunan sebesar 2.13%. Semakin tinggi rasio lancar maka semakin baik kemampuan perusahaan dalam membayar hutang jangka pendeknya. Jadi, rata-rata dari rasio ini adalah 3.94%. 2. Rasio Kas (Cash Ratio) Rasio kas merupakan kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka pendek dengan diuangkan. Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel diatas rasio kas tahun 2010 sebesar 11.74% yang berarti kemampuan perusahaan untuk membayar hutang lancarnya dijamin dengan kas yang ada sebesar 11.74%. Dari kas perusahaan nilai yang lebih besar dibandingkan dengan tahun 2011-2012 yang masing-masing sebesar 1.95% dan 2.88% yang nilainya lebih sedikit dari tahun 2010 karena hutang lancar yang dimiliki nilainya lebih besar dibandingkan dengan aktiva lancar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan baik walaupun setiap tahun rasio ini tidak tetap, karena pada tahun 2011 rasio ini menurun sebesar 9.79% dan tahun 2012 meningkat sebesar 0.93%. Jadi, rata-rata dari rasio ini adalah 5.52%.
  83. 83. 65 Berdasarkan perhitungan rasio likuiditas menunjukkan hasil 9.46% dan terlihat bahwa dengan nilai rasio yang ada, maka perusahaan baik untuk mengelola atau memanfaatkan aktiva yang ada. Dengan demikian untuk memperbaiki kinerja yang lebih baik lagi, seharusnya manajemen mengurangi atau mengendalikan utang jangka pendek agar dapat meningkatkan atau memperbaiki kenerja perusahaan berdasarkan profitabilitas yang ada. 4.3.2 Hasil Perhitungan dan Pembahasan Rasio Solvabilitas Tahun 2010-2012 Rasio ini digunakan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang, rasio ini menunjukkan indikasi tingkat keamanan dari para pemberi pinjaman (Bank). Berikut hasil perhitungan dan pembahasannya: 1. ‘r‰p’ “’or” wxorty oŒv•r•r– “’or” m‰Œo = “’or” ˆŒ—r˜p™rt “’or” mnopqr z {||% Rasio Total Hutang terhadap Total Aset 2010 = 44,470.90 903,793.81 x 100% = 4.92% Rasio Total Hutang terhadap Total Aset 2011 = 126,777.10 1,044,872.69 x 100% = 12.13% Rasio Total Hutang terhadap Total Aset 2012 = 232,535.50 1,193,729.36 x 100% = 19.47%
  84. 84. 66 2. ij†kl “’or” wxorty oŒv•r•r– “’or” š’•r” = “’or” ˆŒ—r˜p™rt “’or” ›œxpor‰ z{||% Total Hutang terhadap Total Modal 2010 = 44,470.90 859,322.92 x 100% = 5.17% Total Hutang terhadap Total Modal 2011 = 126,777.10 918,095.59 x 100% = 13.80% Total Hutang terhadap Total Modal 2012 = 232,535.50 961,193.87 x 100% = 24.19% Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Rasio Solvabilitas No Rasio Tahun Kinerja keuangan2010 2011 2012 1. Rasio Total Hutang Terhadap Total Aset 4.92% 12.13% 19.47% Kurang Baik 2. Rasio Total Hutang Terhadap Total Modal 5.17% 13.80% 24.19% Kurang Baik Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel diatas, maka dapat dijelaskan sebagai berikut:
  85. 85. 67 1. Rasio Total Hutang terhadap Total Aset (Debt to Asset Ratio) Debt to Asset Ratio yaitu rasio total kewajiban terhadap asset. Rasio ini menekankan pentingya pendanaan hutang dengan jalan menunjukan prsentase aktiva perusahaan yang didukung oleh hutang. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai rasio DAR sebesar 4.92% untuk tahun 2010, 12.13% untuk tahun 2011, dan 19.47% untuk tahun 2012. Maksud dari rasio tersebut adalah bahwa untuk tahun 2010 presentase aktiva yang didanai untuk hutang adalah 4.94%, tahun 2011 sebesar 12.13% dan untuk tahun 2012 adalah sebesar 19.47%. Terjadinya peningkatan dalam DAR setiap tahunnya dengan peningkatan yang berbeda-beda. Pada tahun 2011 rasio ini meningkat dengan presentase peningkatan sebesar 7.19% dan tahun 2012 meningkat sebesar 7.34%. Hal ini menunjukan bahwa kinerja perusahaan semakin menurun dengan semakin meningkatnya porsi hutang dalam pendanaan aktiva. Dengan semakin besarnya nilai rasio DAR menunjukan bahwa sebagian besar investasi didanai oleh laba perusahaan. Jadi, rata-rata dari rasio ini adalah 36.52%. 2. Rasio Total Hutang terhadap Total Modal (Debt to Equity Ratio) Rasio ini menunjukan bahwa persentase penyediaan dana oleh pemegang saham terhadap pemberi pinjaman. Semakin tinggi rasio ini, semakin rendah pendanaan perusahaan yang disediakan oleh pemegang saham. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai DER untuk tahun 2010 sebesar 5.17%, untuk tahun 2011 sebesar 13.80% dan untuk tahun 2012
  86. 86. 68 sebesar 24.19%. Dari nilai tersebut dijelaskan bahwa terjadi peningkatan dalam DER dengan peningkatan setiap tahunnya berbeda yakni pada tahun 2011 meningkat dengan presentase sebesar 8.63% dan tahun 2012 meningkat dengan presentase sebesar 10.39%. Hal ini berarti porsi pemegang saham semakin kecil dalam menjamin investasi kreditor. Sejalan dengan hasil perhitungan pada rasio hutang dibandingkan aktiva yang mengalami peningkatan menunjukkan bahwa sebagian besar investasi yang dilakukan oleh perusahaan didanai dari profitabilitas perusahaan dan menyebabkan kinerja keuangan perusahaan kurang baik karena meningkatnya porsi utang. Jadi, rata-rata rasio ini adalah 43.16%. Berdasarkan perhitungan rasio solbabilitas menunjukkan hasil 39.84% dan hal ini berarti kinerja keuangan perusahaan menurun dengan meningkatnya porsi hutang. Dengan demikian untuk memperbaikinya perusahaan harus mengendalikan utang jangka panjangnya agar kinerja keuangan lebih baik lagi. 4.3.3 Hasil Perhitungan dan Pembahasan Rasio Aktivitas Tahun 2010-2012 Rasio aktivitas adalah Rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya. Berdasarkan perhitungan rasio perputaran total aktiva yakni Rasio yang mengukur efisiensi perusahaan dalam memakai total aktivanya untuk menghasilkan penjualan, rasio ini dapat dilihat dengan rumus yaitu :
  87. 87. 69 1. •feždhjejg Ÿlhj ¡¢hk£j = ¤Œt˜xr”rt Ÿlhj ¡¢hk£j C D E F GH I 2010 = 1,422,211.00 903,793.81 = 1.57 C D E F GH I 2011 = 3,358,484.00 1,044,872.69 = 3.21 C D E F GH I 2012 = 2,621,926.00 1,193,729.36 = 2.19 2. ¤Œv–xorvrt mnopqr “Œor– = ¤Œt˜xr”rt mnopqr “Œor– Perputaran Aktiva Tetap 2010 = 1,422,211.00 267,228.67 = 5.32 Perputaran Aktiva Tetap 2011 = 3,358,484.00 250,282.12 = 13.41 Perputaran Aktiva Tetap 2012 = 2,621,926.00 233,335.57 = 11.23
  88. 88. 70 Tabel 4.7 Hasil Perhitungan Rasio Aktivitas (Satuan Kali) No Rasio Tahun Kinerja Keuangan2010 2011 2012 1. Perputaran Total Aktiva 1.57 3.21 2.19 Baik 2. Perputaran Aktiva Tetap 5.32 13.41 11.23 Baik Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel diatas, maka dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Perputaran Total Aktiva Rasio perputaran total aktiva yaitu rasio yang mengukur efisiensi perusahaan dalam memakai total aktivanya untuk menghasilkan penjualan. Perputaran total aktiva semakin tinggi rasio ini akan semakin baik kemampuan perusahaan dalam perputaran total aktiva yang dimiliki. Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel diatas pada tahun 2010 perputaran total aktiva sebesar 1.57 kali, tahun 2011 sebesar 3.21 kali dan tahun 2012 sebesar 2.19 kali. Perputaran aktiva tetap ini setiap tahun berfluktuasi dengan nilai yang berbeda-beda yakni pada tahun 2011 meningkat sebesar 1.64 kali dan pada tahun 2012 menurun dengan
  89. 89. 71 penurunan sebesar 1.02 kali. Terlihat bahwa rasio perputaran total aktiva yang paling tinggi adalah pada tahun 2011 sebesar 3.21 kali yang berarti, karena adanya hasil dari perputaran aktiva tetap yang baik sehingga penjualan meningkat lebih besar pertumbuhannya dibandingkan dengan pertumbuhan aktiva tetap. Berdasarkan hasil rasio perputaran total aktiva, tahun 2010 memiliki angka yang paling rendah sebasar 1.57 kali. Hal ini berarti pemanfaatan total aktiva yang dimiliki perusahaan kurang baik dibandingkan dengan tahun 2012 yang sebesar 2.19 kali. Jadi, rata-rata dari rasio perputaran total aktiva ini adalah 2.32 kali. 2. Perputaran Aktiva Tetap Rasio Perputaran aktiva tetap yakni Rasio yang mengukur efektivitas penggunaan dana yang tertanam pada harta tetap dalam rangka menghasilkan penjualan. Dari hasil perhitungan diatas rasio perputaran aktiva tetap pada tahun 2010 sebesar 5.32 kali, tahun 2011 sebesar 13.41 kali dan tahun 2012 sebesar 11.23 kali. Terlihat dari hasil perhitungannya rasio ini setiap tahun berfluktuasi dengan nilai yang berbeda-beda yakni pada tahun 2011 rasio ini meningkat dari tahun 2010 dengan peningkatan sebesar 8.09 kali dan tahun 2012 rasio ini menurun dengan penurunan dari tahun 2011 sebesar 2.18 kali. Berdasarkan hasil tersebut perputaran aktiva tetap yang paling tinggi terjadi pada tahun 2011, karena adanya hasil dari perputaran aktiva tetap yang baik sehingga penjualan meningkat lebih besar pertumbuhannya dibandingkan dengan pertumbuhan aktiva tetap.
  90. 90. 72 Berdasarkan hasil rasio perputaran total aktiva, tahun 2010 sebesar 5.32 kali memiliki angka yang paling rendah. Jadi, rata-rata dari perputaran aktiva tetap ini adalah 9.98 kali. Hal ini berarti bagaimana pemanfaatan total aktiva yang dimiliki perusahaan yang kurang baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dalam analisis aktivitas terutama berhubungan dengan assets perusahaan atau penjualan yang dilakukan oleh perusahaan lebih cenderung berusaha untuk memanfaatkan aset tetap yang ada secara optimal dan semaksimal mungkin untuk menutupi utang perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan rasio aktivitas menunjukkan hasil 6.15 kali dan hal ini berarti kinerja keuangan perusahaan baik dalam tiga periode tersebut. 4.3.4 Hasil Perhitungan dan Pembahasan Rasio Profitabilitas Tahun 2010- 2012 Rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan, profitabilitas suatu perusahaan mewujudkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba. Berikut hasil perhitungan dan pembahasannya: 1. ¥el†† •el¦kh §je¨kg = sr™r ˆ’o’v ¤Œt˜xr”rt z {||% X C Y Z [ 2010 = 340,506.52 1,422,211.00 x 100% = 23.94%
  91. 91. 73 X C Y Z [ 2011 = 781,018.52 3,358,484.00 x 100% = 23.25% X C Y Z [ 2012 = 539,368.52 2,621,926.00 x 100% = 20.57% 2. ©fh •el¦kh §je¨kg = sr™r ‹Œv‰p• ¤Œt˜xr”rt z {||% C Y Z [ 2010 = 292,157.67 1,422,211.00 x 100% = 20.25% C Y Z [ 2011 = 330,174.54 3,358,484.00 x 100% = 9.83% C Y Z [ 2012 = 388,947.21 2,621,926.00 x 100% = 14.83% 3. ifhdeg ªg ¡††fh† = sr™r ‹Œv‰p• “’or” m‰‰Œo z {||% ] G 2010 = 292,157.67 903,793.81 x 100% = 32.32% ] G 2011 = 330,174.54 1,044,872.69 x 100% = 31.59%
  92. 92. 74 ] G 2012 = 388,947.21 1,193,729.36 x 100% = 32.58% 4. ifhdeg ªg «¬dkh- = sr™r ‹Œv‰p• “’or” š’•r” z {||% ] ^_ ` 2010 = 292,157.67 859,322.92 x 100% = 33.99% ] ^_ ` 2011 = 330,174.54 918,095.59 x 100% = 35.96% ] ^_ ` 2012 = 388,947.21 961,193.87 x 100% = 40.46
  93. 93. 75 Tabel 4.8 Hasil Perhitungan Rasio Profitabilitas No Rasio Tahun Kinerja Keuangan2010 2011 2012 1. Gross Profit Margin 23.94% 23.25% 20.57% Kurang Baik 2. Net Profit Margin 20.25% 9.83% 14.83% Baik 3. Return On Asset 32.32% 31.59% 32.58% Baik 4. Return On Equity 33.99% 35.96% 40.46% Sangat Baik Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel diatas, maka dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Gross Profit Margin Rasio ini berguna untuk mengetahui keuntungan kotor perusahaan dari setiap barang yang dijual. Jadi dengan mengetahui rasio ini, kita tahu bahwa untuk setiap satu barang yang terjual, perusahaan memperoleh keuntungan kotor sebesar x dollar. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai GPM untuk tahun 2010 sebesar 23.94% yang berarti bahwa untuk setiap barang yang dijual, perusahaan mendapatkan margin kotor sebesar 23.94%,

×