MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

IDENTITAS NASIONAL

KELOMPOK 1
MUHAMMAD IQBAL ( 31112120
TRY GINA RAMADHANI ( 31112120...
DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Sistematika Uraian
D. Batasan Masalah

BAB II
PEMBAH...
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Identitas berarti ciri-ciri, sifat khas yang melekat pada suatu hal sehingga menunjuk...
C. Sistemtika Uraian
1. Mengetahui pengertian identitas nasional
2. Mengetahui sejarah lahirnya nasionalisme di Indonesia
...
BAB 11
PEMBAHASAN

1. Pengertian Identitas Nasional
Istilah identitas nasional secara terminologis adalah souatu ciri yang...
melalui interaksi dari berbagai faktor yang ada didalamnya, hasil interaksi tersebut melahirkan
proses pembentukan masyara...
Masuknya golongan terpelajar
Pada awal abad ke XX , pendidikan mendapatkan perhatian yang lebih dari
pemerintah kolonial. ...
Undang- Undang Dasar 1945 dalam pasal 35-36C. Identitas nasional yang menunjukkan
jati diri Indonesia diantaranya adalah :...
5. Semboyan Negara yaitu Bhineka Tunggal Ika
Bhineka Tunggal Ika berisi konsep pluralistik dan multikulturalistik dalam ke...
menurut sifat dan fungsinya adalah suatu naskah yang memaparkan karangan dan
tugas pokok cara kerja badan tersebut, UUD me...
kehancuran. Disamping itu kehancuran juga disebabkan karena kerajaan tradisonal
tersebut belum memahami konsep kebangsaan ...
suatu perasaan silidaritas sosial pada suatu masyarakat suatu wilayah tertentu. Suuatu
identitas bersama menujukkan bahwa ...
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Identitas nasional dalah sebuah kesatuan yang terikat oleh wilayah dan selalu
memiliki wilayah...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Identitas Nasional

3,674 views

Published on

Makalah KWN tentang Identitas Nasional

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
3,674
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
148
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Identitas Nasional

  1. 1. MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN IDENTITAS NASIONAL KELOMPOK 1 MUHAMMAD IQBAL ( 31112120 TRY GINA RAMADHANI ( 31112120 RISKA SELVIANA ( 3111212015 ) POLITEKNIK NEGERI BATAM
  2. 2. DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Sistematika Uraian D. Batasan Masalah BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Identitas Nasional 2. Sejarah Kelahiran Nasionalisme Indonesia 3. Identitas Nasional sebagai Karakter Bangsa 4. Proses Berbangsa dan Bernegara BAB III PENUTUP Kesimpulan
  3. 3. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Identitas berarti ciri-ciri, sifat khas yang melekat pada suatu hal sehingga menunjukkan keunikan serta membedakan dengan hal-hal lain. Sedangkan nasional berasal dari kata “nation” yang memiliki arti bangsa, menunjukkan kesatuan komunitas sosio-kultural serta memiliki semangat, cita-cita, tujuan dan ideologi bersama. Identitas nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofi membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain. Berdasarkan pengertian yang demikian ini maka setiap bangsa didunia ini akan memiliki identitas sendiri-sendiri sesuai dengan keunikan, sifat, ciri-ciri serta karakter dari bangsa tersebut. Berdasarkan hakikatnya identitas nasional suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan kepribadian bangsa itu sediri. Bangsa adalah sekelompok besar manusia yang mempunyai persamaan nasib dalam proses sejarahnya, sehingga mempunyai persamaan watak atau karakter yang kuat untuk bersatu dan hidup bersama serta mendiami suatu wilayah tertentu sebagai suatu kesatuan nasional. Penyusunan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dan dapat digunakan guna mengangkat tema dengan tujuan dapat membantu mengatasi masalah tentang identitas nasional dan dapat di terapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. B. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian identitas nasional? 2. Bagaimana sejarah kelahiran nasionalisme di Indonesia? 3. Apa yang dimaksud dengan identitas nasional sebagai karakter bangsa? 4. Bagaimana proses berbangsa dan bernegara yang baik?
  4. 4. C. Sistemtika Uraian 1. Mengetahui pengertian identitas nasional 2. Mengetahui sejarah lahirnya nasionalisme di Indonesia 3. Mengetahui maksud identitas nasional sebagai karakter suatu bangsa 4. Mengetahui proses berbangsa dan bernegara D. Batasan Masalah Batasan – batasan masalah hanya membahas tentang 1. Pengertian identitas nasional 2. Sejarah kelahiran sikap nasionalisme di Indonesia 3. Proses berbangsa dan bernegara
  5. 5. BAB 11 PEMBAHASAN 1. Pengertian Identitas Nasional Istilah identitas nasional secara terminologis adalah souatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebtu dengan bangsa lain. Berdasarkan pengertian ini maka setiap bangsa di dunia ini akan memiliki identitas sendiri – sendiri sesuai dengan keunikan, sifat, ciri-ciri serta karakter dari bangsa tersebut. Jadi Identitas Nasional adalah sebuah kesatuan yang terikat dengan wilayah dan selalu memiliki wilayah ( tanah tumpah darah mereka sendiri ), kesamaan sejarah, sistem hukum / perundang-undangan, hak dan kewajiban serta pembagian kerja berdasarkan profesi. Berdasarkan pengertian diatas maka identitas nasional suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan jati diri / kepribadian suatu bangsa. Manusia sebagai individu sulit dipahami jika terlepas dari manusia lainnya. Oleh karena itu manusia dalam melakukan interaksi dengan individu lainnya senantiasa memiliki suatu sifat kebiasaan, tingkah laku, serta karakter yang khas yang membedakan manusia tersebut. Namun demikian pada umumnya pengertian atau istilah kepribadian sebagai suatu identitas adalah kesuluruhan atau totalitas dari faktor – faktor biologis, psikologis dan sosiologis yang mendasari tingkah laku individu. Tingkah laku tersebut terdiri atas kebiasaan, sikap, sifat-sifat serta karakter yang berada pada seseorang sehingga seseorang tersebut berbeda dengan orang lainnya. Oleh karena itu kepribadian adalah keseluruhan tingkah laku seseorang dalam hubungan dengan manusia lain. Faktor pendukung lahirnya identitas nasional Lahirnya identitas nasional suatu bangsa tidak dapat lepas dari dukungan faktor objektif, yaitu faktor-faktor yang berhubungan dengan geografis-ekologis dan demografis, dan faktor subjektif yaitu faktor-faktor historis, politik, sosial dan kebudayaan yang dimilki bangsa tersebut. Kondisi geografis-ekologis yang membentuk bangsa Indonesia sebagai daerah kepulauan yang beriklim tropis mempengaruhi perkembangan kehidupan demografis, ekonomis, sosial dan kultural bangsa Indonesia. Selain itu faktor historis yang dimiliki bangsa Indonesia ikut mempengaruhi proses pembentukan masyarakat dan bangsa Indonesia beserta identitasnya,
  6. 6. melalui interaksi dari berbagai faktor yang ada didalamnya, hasil interaksi tersebut melahirkan proses pembentukan masyarakat, bangsa dan negara beserta identitas bangsa Indonesia. Robert de Ventos, sebagaimana dikutip Manuel Castells dalam bukunya “The Power of Identity”( Suryo,2002 ), mengemukakan teori tentang munculnya identitas nasional suatu bangsa sebagai hasil interaksi historis antara empat faktor penting, yaitu faktor primer, faktor pendorong, faktor penarik dan faktor reaktif. 2. Sejarah Kelahiran Nasionalisme Indonesia Bangsa adalah sekelompok manusia yang mendiami wilayah tertentu dan memiliki hasrat untuk bersatu karena adanya persamaan nasib, cita-cita dan kepentingan bersama. Menurut Han Kohn adalah suatu paham yang menempatkan kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada negara dan bangsa. Bangkitnya nasionalisme di Indonesia didorong oleh faktor intern dan faktor ekstern. a. Faktor Intern Faktor-faktor intern yang menyebabkan lahir dan berkembangnya nasionalisme Indonesia adalah : Kejayaan bangsa Indonesia sebelum kedatangan bangsa barat Sebelum kedatangan bangsa barat, di wilayah nusantara sudah berdiri kerajaankerajaan besar seperti Sriwijaya, Mataram dan Majapahit. Kejayaan masa lampau itu menjadi sumber inspirasi untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Penderitaan rakyat akibat Politik Drainage ( Pengerukan Kekayaan ) Politik Degraine itu mencapai puncaknya ketika diterapkannya sistem tanam paksa yang dilanjutkan dengan sistem ekonomi liberal. Adanya diskriminasi rasial Diskriminasi merupakan hal menonjol yang diterapkan oleh pemerinta kolonial Belanda dalam kehidupan sosial pada awal abad ke XX dalam bidang pemerintahan, tidak semua jabatan tersedia bagi kaum pribumi.
  7. 7. Masuknya golongan terpelajar Pada awal abad ke XX , pendidikan mendapatkan perhatian yang lebih dari pemerintah kolonial. Hal itu sejalan dengan diterapkannya politik etis. Melalui penguasaan bahasa asing yang diajarkan di sekolah-sekolah modern, mereka dapat mempelajarai berbagai ide-ide dan paham-paham baru yang berkembang di Barat, seperti ide HAM, liberalisme, nasionalisme dan demokrasi. b. Faktor Ekstern Lahir dan berkembangnya nasionalisme juga didorong oleh faktor-faktor ekstern, antara lain: Kemenangan Jepang terhadap Rusia ( 1904 – 1905 ) Kemenangan Jepang dalam perang Rusia – Jepang telah berhasil mengguncang dunia. Kemenangan tersebut berhasil menggugah kesadaran bangsa-bangsa Asia dan Afrika untuk melawan penjajahan bangsa-bangsa kulit putih. Kebangkitan nasionalisme negara-negara Asia-Afrika Kebangkitan nasional bangsa-bangsa Asia-Afrika memberika dorongan kuat bagi bangsa Indonesia untuk bangkit melawan penindasan pemerintah kolonial. Revolusi Tiongkok ( 1911 ) dan pembentukan partai Kuomintang oleh Sun Yan Set yang berhasil menjadika Cina sebagai negera mereka pada tahun 1912. Masuknya paham-paham baru Paham-paham baru seperti liberialisme, demokrasi dan nasionalisme muncul setelah terjadinya Revolusi Amerika dan Revolusi Perancis. Hubungan antara Asia dan Eropa menyebabkan paham-paham itu menyebar dari Eropa ke Asia, termasuk Indonesia. 3. Identitas Nasional sebagai Karakter Bangsa Identitas nasional Indonesia merupakan ciri-ciri yang membedakan negara Indonesia dengan negara lain. Identitas nasional Indonesia dibuat dan disepakati oleh para pendiri negara Indonesia. Identitas nasional Indonesia tercantum dalam konstitusi Indonesia yaitu
  8. 8. Undang- Undang Dasar 1945 dalam pasal 35-36C. Identitas nasional yang menunjukkan jati diri Indonesia diantaranya adalah : 1. Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia Bahasa merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. Bahasa dipahami sebagai sistem perlambang secara arbiter dibentuk atas unsur-unsur ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana interaksi antar manusia. Dan di Indonesia menggunakan bahassa Indonesia sebagai bahasa nasional. Karena di Indonesia ada berbagai macam bahasa daerah dan memiliki ragam bahasa yang unik sebagai bagian dari khas daerah masing-masing. 2. Bendera Negara yaitu Sang Merah Putih Bendera adalah sebagai salah satu identitas nasional, karena bendera merupakan simbol suatu negara agar berbeda dengan negara lain. Seperti yang sudah tertera dalam UUD 1945 pasal 35 yang menyebutkan bahwa “ Bendera negara Indonesia adalah Sang Merah Putih”. Warna merah dan putih juga memilik arti. Merah berarti berani dan putih artinya suci. 3. Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya Lagu Indonesia Raya ( diciptakan tahun 1924 ) pertama kali dimainkan pada Kongres Pemuda ( Sumpah Pemuda ) tanggal 28 Oktober 1928. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, lagu yang diciptakan oleh Wage Rudolf Soepratman ini dijadikan lagu kebangsaan. Ketika mempublikasikan lagu Indonesia Raya tahun 1928, WR.Soepratman dengan jelas menuliskan “lagu kebangsaan” di bawah judul Indonesia Raya. 4. Lambang Negara yaitu Burung Garuda Seperti yang dijelaskan dalam UUD 1945 Pasal 36A bahwa lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila. Garuda Pancasila disini yang dimaksud adalah burung garuda yang melambangkan kekuatan bangsa Indonesia. Burung garuda sebagai lambang Indonesia memiliki warna emas yang melambangkan kejayaan Indonesia, sedangkan perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia.
  9. 9. 5. Semboyan Negara yaitu Bhineka Tunggal Ika Bhineka Tunggal Ika berisi konsep pluralistik dan multikulturalistik dalam kehidupan yang terikat dalam suatu kesatuan. Pluralistik bukan pluralisme, suatu paham yang membiarkan keanekaragaman seperti apa adanya. Bhineka Tunggal Ika bersifat konvergen, yang bermakna perbedaan yang terjadi dalam keanekaragaman tidak untuk dibesar-besarkan, tetapi dicari titik temu, dalam bentuk kesepakatan bersama. 6. Dasar Falsafah Negara yaitu Pancasila Pancasila adalah kumpulan nilai atau norma yang meliputi sila-sila Pancasila sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea IV yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Pada hakikatnya pengertian Pancasila dapat dikembalikan pada dua pengertian, yakni Pancasila sebagai pendangan hidup bangsa dan Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia sering disebut juga dnegan way of life, welstanshauung, wereldbershouwing, wereld en levens beschouwing (pandangan dunia, pandangan hidup, pedoman hidup, petunjuk hidup). Dalam hal ini Pancasila digunakan sebagai pancaran dari sila Pancasila karena Pancasila sebgai weltanschauung merupakan kesatuan, tidak bisa dipisah-pisahkan, keseluruhan sila dalam Pancasila merupak suatu kesatuan organis. Oleh karena itu dapat dikemukakan bahwa Pancasila sebgai pegangan hidup yang merupakan pandangan hidup bangsa, dalam pelaksanaan hidup sehari-hari tidak boleh bertentangan dengan norma-norma hukum yang berlaku. Pancasila sebagai dasar negara, dalam hal ini Pancasila mempunyai kedudukan istimewa dalam hidup kenegaraan dan hukum bangsa Indonesia. Fungsi pokok Pancasila adalah sebagai dasar negaea, sesuai dengan pembukaan UUD 1945, sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber dari tertib hukum sebagaiman tertuang dalam Ketetapan MPRS No. XX/-MPRS/1996 ( Darji, 1991:16 ) 7. Konstitusi Negara yaitu UUD 1945 UUD adalah peraturan perundang-undangan yang tertinggi dalam negara dan merupakan hukum dasar tertulis yang mengikat berisi aturann yang harus ditaaati. Hukum dasar negara meliputi kesuluruhan sistem ketatanegaraan yang berupa kumpulan peraturan yang membentuk negara dan mengatur pemerintahannya. UUD
  10. 10. menurut sifat dan fungsinya adalah suatu naskah yang memaparkan karangan dan tugas pokok cara kerja badan tersebut, UUD menentukan cara-cara bagaimana pusat kekuasaan itu bekerja sama dan menyesuaikan diri satu sama lainnya. 8. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Berkadaulatan Rakyat 9. Konsepsi Wawasan Nusantara Wawasan nusantara dapat diartikan sebagai cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan ide nasionalmnya yang dilandasi Pancasila dan UUD 1945 yang merupakan aspirasi bangsa yang merdeka, berdaulat, bertmartabat sert menjiwai tata hidup dan tindak kebijaksanaannya dalam mencapai tujuan nasional. Wawasan nusantara adalah cara pandang, cara memahami, cara menghayati, cara bersikap, cara berpikir, cara bertingkah laku bangsa Indonesia sebagai interaksi proses psikologis, sosiokultural dengan aspek astagatra ( kondisi geografis, kekayaan alam, dan kemampuan alam serta ipoleksosbud hankam ). 10. Kebudayaan Daerah yang telah diterima sebagai Kebudayaan Nasional Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan secara kolektif digunakan untuk pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan dan pedoman untuk bertindak sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Kebudayaan dapat dimaknai sebagai suatu budi dan daya manusia yang tidak ternilai harganya dan mempunyai manfaat bagi kehidupan umat manusia. 4. Proses Berbangsa dan Bernegara a. Masa Sebelum Kemerdekaan Proses berbangsa dan bernegara pada zaman sebelum kemerdekaan lebih berorientasi pada perjuangan dalam melawan penjajah. Dari tinjauan sejarah zaman Sriwijaya pada abad VII dan kerajaan Majapahit pada abada XIII telah ada upaya untuk menyatukan nusantara. Namun para penguasa belum memiliki kemampuan yang cukup untuk mempertahankan kejayaan yang telah dicapai yang menyebabkan
  11. 11. kehancuran. Disamping itu kehancuran juga disebabkan karena kerajaan tradisonal tersebut belum memahami konsep kebangsaan dalam arti luas. Proses kehidupan berbangsa dan bernegara mulai berkembang sejak Sumpah Pemuda dikumandangkan ke seluruh nusantara. Dalam periode selanjutnya secara nyata mulai dipersiapkan kemerdekaan Indonesia pada masa pendudukan Jepang, yaitu dengan dibentuknya Badan Penyelidik Usaha-Usaha Pesiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dan puncaknya adalah ketika Proklamasi Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. b. Proses Berbangsa dan Bernegara pada Masa Sekarang Proses berbangsa dan bernegara pada masa sekarang erat kaitannya dengan hakikat pendidikan kewarganegaraan, yaitu upaya sadar dan terencana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bagi warga negara dengan menumbuhkan jati diri dan moral bangsa sebagai landasan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam bela negara, demi kelangsungan kehidupan dan kejayaan bangsa dan negara. Sehingga dengan mencerdaskan kehidupan bangsa, memberi ilmu tentang tata negara, menumbuhkan kepercayaan terhadap jati diri bangsa serta moral bangsa maka takkan sulit untuk menjaga kelangsungan kehidupan dan kejayaan Indonesia dalam proses berbangsa dan bernegara. Negara Indonesia merupakan negara yang berkembang dan negara yang akan melangkah maju membutuhkan daya dukung besar dari masyarakat, membutuhkan tenaga kerja yang lebih berkualitas dengan semangat loyalitas yang tinggi. Negara didorong untuk menggugah masyarakat agar dapat tercipta rasa persatuan dan kesatuan serta rasa turut memiliki. Masyarakat harus disadarkan untuk segera mengabdikan dirinya pada negaranya, bersatu padu dalam rasa yang sama untuk menghadapi krisi budaya, kepercayaan, moral dan lain-lain. Dalam upaya untuk memahami proses berbangsa dan bernegara, merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan kehidupan masyarakat. Kesadaran terhadap sejarah menjadi penting ketika suatu masyarakat mulai menyadari bagaimana posisinya sekarang dan seperti apa jati diri atau identitasnya serta apa yang dilakukan ke depan. Penciptaan suatu identitas bersama berkisar pada perkembangan keyakinan dan nilai-nilai yang dianut bersama yang dapat memberi
  12. 12. suatu perasaan silidaritas sosial pada suatu masyarakat suatu wilayah tertentu. Suuatu identitas bersama menujukkan bahwa individu-individu tersebut setuju atas pendefinisian diri mereka yang saling diakui, yakni satu kesadaran mengenai perbedaan dengan orang lain dan suatu perasaan akan harga diri.
  13. 13. BAB III PENUTUP Kesimpulan Identitas nasional dalah sebuah kesatuan yang terikat oleh wilayah dan selalu memiliki wilayah, kesamaan sejarah, sistem hukum / perundang-undangan, hak dan kewajiban serta pembagian kerja berdasarkan profesi. Identitas nasional dapat diartikan sebagai jati diri nasional seperti yang tercantum dalam konstitusi Indonesia yaitu UUD 1945 dalam pasal 35-36C. Impelementasi atau penerapan tentang identitas nasional harus tercermin pada pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi atau kelompok.

×