9 2. sistem reproduksi

6,722 views

Published on

Chapter 2 Semester 1 Grade 9

Published in: Education
0 Comments
7 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
6,722
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
284
Comments
0
Likes
7
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

9 2. sistem reproduksi

  1. 1. SISTEM REPRODUKSI 1. Manusia 2. Hewan 3. Tumbuhan
  2. 2. SISTEM REPRODUKSI pada manusia
  3. 3. What is reproduction ?   
  4. 4. Reproduksi pada manusia Manusia melakukan reproduksi secara seksual Melibatkan alat reproduksi & ditandai dengan fertilisasi Fertilisasi / Pembuahan : penyatuan gamet jantan (sperma) dan gamet betina (ovum)
  5. 5. Fertilisasi a. Fertilisasi Eksternal penyatuan sel sperma dan sel ovum terjadi di luar tubuh induk betina ex. Ikan, katak, dll b. Fertilisasi Internal penyatuan sel sperma dan sel ovum terjadi di dalam tubuh induk betina ex. Manusia, burung, dll
  6. 6. The male reproductive system
  7. 7. testis  Testis ada 2 (sepasang), (jamak = testes)  Di dalam testis terdapat saluran-saluran yang disebut tubulus seminiferus, yang dapat menghasilkan gamet jantan yang disebut sperma  Testes juga menghasilkan hormon seksual, testosteron, (yang bertanggung jawab pada perkembangan ciri-ciri kelamin sekunder)  Testes terletak diluar tubuh dan dibungkus oleh kantung yang disebut skrotum (harus berada di bawah temperatur tubuh karena sperma hanya dapat berkembang dibawah suhu tubuh)
  8. 8. epididimis Epididimis, menyimpan sperma yang belum aktif, sebelum sperma menuju vas deferens.
  9. 9. Vas deferens Vas deferens, menghubungkan testis dengan uretra  Setelah sperma dilepaskan dari testis dan disimpan di epididimis, selanjutnya sperma akan menuju vas deferens
  10. 10. Kelenjar reproduksi Vesikula seminalis, menghasilkan larutan alkali & fruktosa sebagai makanan bagi sperma untuk perjalanannya Kelenjar Prostat, menghasilkan larutan asam berwarna putih Kelenjar Cowper's, menghasilkan larutan alkali untuk menetralkan suasana asam dalam uretra Dalam perjalanannya menuju uretra, sperma bercampur dengan larutan-larutan tersebut Sperma dan larutan-larutan ini disebut Semen
  11. 11. uretra Uretra, saluran yang keluar dari vesika urinaria Semen dan urine keluar dari tubuh melalui uretra tetapi tidak pada saat yang bersamaan Hal ini terjadi karena adanya otot sirkuler yang disebut otot sfingter di dasar kantung kemih. Otot sfingter dapat mencegah urine keluar dari vesika urinaria ketika ejakulasi terjadi Jaringan pada penis memiliki banyak sekali ruangan kosong yang dapat diisi darah
  12. 12. The female reproductive system
  13. 13. Ovary Ovarium ada 2 Setiap ovarium menghasilkan sel telur atau Ovum dan hormon seksual seperti estrogen dan progesteron (bertanggung jawab pada perkembangan ciri kelamin sekunder) Ketika Ovum telah matang maka akan dikeluarkan dari ovarium, disebut ovulasi
  14. 14. oviduct  Oviduk atau tuba fallopii, adalah saluran ovum  Bagian ujung berbentuk seperti jari untuk memudahkan bagi ovum masuk ke dalamnya, disebut fimbriae  Menghubungkan ovarium dengan Uterus  Fertilisasi biasanya terjadinya di 1/3 bagian tuba fallopii
  15. 15. Uterus Rahim atau uterus, tempat dimana fetus berkembang selama kehamilan Bentuk uterus seperti buah pir terbalik dengan otot yang elastis. Jaringan otot uterus yang licin akan berkontraksi untuk mendorong bayi pada proses kelahiran Lapisan sebelah dalam rahim yang lembut dan licin disebut endometrium. Tempat implantasi embrio Setiap bulan endometrium luruh bersamaan dengan pecahnya pembuluh darah, hal ini disebut menstruasi.
  16. 16. Cervix Cervix atau leher rahim, bagian dasar uterus dan menghubungkan uterus dengan vagina
  17. 17. Vagina  Bagian ujung dari serviks adalah vagina.  Merupakan saluran yang menghubungkan uterus dengan tubuh bagian luar  Berfungsi sebagai jalan keluar bayi ketika dilahirkan  Lubang vagina disebut vulva
  18. 18. PUBERTY is the stage of human growth and development in which a person becomes physically mature In Boys • Facial hair starts to grow and hair appears in the pubic region and under armpits • The penis and testicles increase in size • Production of sperms starts, we will learn more in spermatogenesis • Larynx enlarges and voice deepens In Girls • Hair appears in the pubic region and under armpits • The breasts and uterus enlarge, and hips broaden • Production of eggs starts, we will learn more in oogenesis • Menstruation and ovulation start
  19. 19. Spermatogenesis
  20. 20. Testis
  21. 21. Struktur sperma
  22. 22. Head Panjang sperma 60 µm atau 0,06 mm Diameter kepala 2,5 µm atau 0,0025 mm Berisi :  Nukleus dan sitoplasma, nukleus membawa 1 set kromoson haploid Acrosome adalah kantung berisi enzim, yang berfungsi merusak bagian membran sel telur sehingga sel sperma dapat menembus sel telur selama fertilisasi.
  23. 23. Middlepiece The middle piece atau bagian tubuh berisi banyak mitokondria Mitokondria berfungsi menyediakan energi bagi sperma untuk berenang menuju ovum
  24. 24. Tail Ekor atau flagel berfungsi memungkinkan sperma agar mudah ketika bergerak menuju ovum Sperma disebut motil, karena dapat bergerak dengan sendirinya.
  25. 25. Bentuk sperma
  26. 26. Komposisi semen 10% sperma dan cairan testikular 30% sekresi prostat 60% sekresi vesikula seminalis − Fruktosa menyediakan energi bagi sperma − Enzim koagulasi membantu mengubah semen menjadi bolus sehingga siap dimasukkan ke vagina − prostaglandin meningkatkan kekentalan cairan cerviks dan merangsang gerak peristaltik uterus
  27. 27. Oogenesis
  28. 28. Ovarium
  29. 29. fertilisasi
  30. 30. Penetrasi sperma
  31. 31. the idol …
  32. 32. Perkembangan Embrio  Ovum yang telah bersatu dengan sperma disebut zigot .  Zigot membelah secara mitosis menjadi morula - blastula - gastrula - embrio  Embrio akan tertanam di dinding uterus, disebut dengan implantasi .  Embrio dikelilingi oleh struktur seperti jari yang disebut Villi .  Permukaan villi saling berikatan membentuk struktur disebut plasenta
  33. 33. Fungsi Plasenta  sebagai jalan pemberian sari makanan dari ibu ke janin  sebagai jalan pembuangan sisa-sisa metabolisme dari janin ke ibu  melindungi janin dari penyakit dan racun tertentu  mencegah bahan kimia masuk ke dalam tubuh janin  sebagai jalan pemberian antibodi dari tubuh ibu ke janin agar janin terhindar dari penyakit
  34. 34. Lanjutan perkembangan embrio  Setelah beberapa minggu embrio tumbuh menjadi janin / fetus  Janin melekat pada plasenta dan dihubungkan oleh tali pusar  Janin dilindungi oleh kantung amnion yang di dalamnya terdapat cairan amnion (air ketuban)  Amnion berfungsi melindungi janin dari kekeringan dan guncangan  Video tentang perkembangan embrio 1 2
  35. 35. Penyakit dan Kelainan • HIV/AIDS • Sifilis • Gonorrhoe • Kanker Serviks/HPV • Herpes Genitalis • Keputihan • Dll
  36. 36. Sistem Reproduksi pada Hewan
  37. 37. a. Reproduksi Generatif/Seksual 1. IKAN/PISCES  ovipar , ovovivipar, vivipar  alat kelamin jantan ; testes, vas deferens, lubang urogenital  alat kelamin betina ; ovarium, oviduk, lubang urogenital  fertilisasi eksternal
  38. 38. 2. KATAK/AMPHIBIA  Ovipar  Fertilisasi eksternal Alat kelamin jantan ; testes, vas efferens, kloaka Alat kelamin betina ; ovarium, oviduk, kloaka
  39. 39. 3. REPTIL  Ovipar, ovovivipar  Fertilisasi internal  Alat kelamin jantan ; testes, epididimis, vas deferens, kloaka, hemipenis Alat kelamin betina ; ovarium, oviduk, kloaka
  40. 40. 4. BURUNG/AVES  Ovipar  Fertilisasi internal  alat kelamin jantan ; testes, vas deferens, kloaka  alat kelamin betina ; ovarium, oviduk, kloaka  susunan telur ; cangkang, albumen, kuning telur, kalaza
  41. 41. 5. MAMALIA  Vivipar, (Platipus -> ovipar)  alat kelamin jantan ; testes, vas deferens, penis  alat kelamin betina ; ovarium, oviduk, uterus, vagina  betina mengalami masa kehamilan
  42. 42. b. Reproduksi Vegetatif/Aseksual 1. Pertunasan/Budding pembentukan tunas contoh ; Hydra, Ubur-ubur 2. Fragmentasi pembentukan individu baru dari bagian tubuh induk contoh ; Cacing pita, Bintang laut, Planaria 3. Parthenogenesis pembentukan individu baru berasal dari sel telur tanpa dibuahi oleh sel sperma contoh ; Lebah, kutu daun
  43. 43. •Reproduksi generatif •Reproduksi vegetatif (alami dan buatan)
  44. 44. Morfologi Bunga
  45. 45. BUNGA • Bunga Lengkap : jika memiliki kelopak, mahkota, putik, benang sari • Bunga Tak Lengkap : jika tidak memiliki salah satu bagian bunga • Bunga Sempurna : jika memiliki putik dan benang sari • Bunga Tak Sempurna : jika hanya memiliki putik saja atau benang sari saja
  46. 46. megasporofil ; daun buah (karpela) megasporangia ; bakal biji megaspora ; kandung lembaga (kantung embrio) mikrosporofil ; benang sari mikrosporangia ; kantung serbuk sari mikrospora ; serbuk sari Struktur pada bunga
  47. 47. REPRODUKSI GENERATIF PENYERBUKAN=POLINASI (PERSARIAN)  jatuhnya serbuk sari pada kepala putik Yang dipengaruhi oleh : 1. Cara penyerbukan 2. Perantara penyerbukan 1. CARA PENYERBUKAN menurut asal serbuk sari dibedakan atas : a. AUTOGAMI serbuk sari jatuh pada kepala putik bunga itu sendiri). Bila terjadi pada saat bunga belum mekar disebut kleistogami.
  48. 48. b. GEITONOGAMI (penyerbukan tetangga) serbuk sari jatuh pada kepala putik bunga lain pada satu pohon/satu tumbuhan)
  49. 49. c. Alogami /XENOGAMI (penyerbukan silang) Bila serbuk sari berasal dari bunga pohon lain yang masih satu spesies/sejenis.
  50. 50. d. Hybridogami /bastar (lain jenis)
  51. 51. 2. Penyerbukan dapat terjadi dengan berbagai perantara : a.Perantara angin disebut anemogami, dapat terjadi bila butir serbuknya amat ringan, kecil dan kering. Contoh : pada pinus, damar, rumput-rumputan. b.Perantara air disebut hidrogami. Contoh : pada tanaman air. c.Perantara hewan disebut zoidiogami. Bila: - serangga  entomogami - burung  ornitogami - siput malakogami - kelelawar kiropterogami - Manusia  antropogami
  52. 52. Anemogami
  53. 53. Entomogami ornitogami
  54. 54. Antropogami
  55. 55. Kadang-kadang terjadi kegagalan penyerbukan dan pada beberapa jenis tumbuhan tidak mungkin terjadi autogami. Penyebabnya adalah sebagai berikut : a. Dikogami Bila waktu masaknya putik dan serbuk sari tidak bersamaan, hal ini disebabkan karena: 1. Protandri ; Serbuk sari masak lebih dulu daripada putiknya. Contoh : seledri, bawang Bombay, jagung 2. Protogini ; Putik masak lebih dahulu daripada serbuk sari.
  56. 56. b. Dioseus Bila pada satu spesies, alat kelamin jantan dan betinanya terpisah. Contoh : salak (Zalacca edulis) dan melinjo (Gnetum gnemon). c. Heterostili Bila panjang antara tangkai benang sari dan tangkai putik tidak sama dan berbeda jauh. Contoh : kopi, kina dan kaca piring. d. Herkogami Bila bentuk bunga tidak memungkinkan serbuk sari jatuh ke kepala putik. Contoh : vanili
  57. 57. Pembentukan Sel Kelamin (GAMET) • Sel  Nukleus  Kromosom  Gen  DNA • Organisme tingkat tinggi, sel tubuhnya mengandung sepasang kromosom yang diterima dari kromosom homolog kedua induknya. • Karenanya jumlah kromosom dalam sel tubuh (somatis/autosom) adalah diploid (2n) • Sedangkan jumlah kromosom dalam sel kelamin (gonosom) adalah haploid (n)
  58. 58. • Autosom/Somatis ; tidak menentukan jenis kelamin • Gonosom ; menentukan jenis kelamin • Jumlah kromoson yang dimiliki berbagai sel organisme tidak sama. • Misal jagung memiliki 20 kromosom, manusia memiliki 46 kromosom. • Dari 46 kromosom terdapat 44 autosom dan 2 gonosom (xx pada perempuan dan xy pada laki- laki)
  59. 59. Pembelahan Sel • Dibedakan 2 ; MITOSIS dan MEIOSIS 1. MITOSIS  terjadi pada sel somatis  tiap sel induk yang diploid (2n) menghasilkan 2 sel anak yang diploid  Jumlah kromosom anak = jumlah kromosom sel induk  Tahapannya ; profase, metafase, anafase, telofase
  60. 60. 2. MEIOSIS  Disebut juga pembelahan reduksi  Hanya terjadi pada pembelahan sel kelamin (gamet)  Terjadi 2 kali pembelahan sel secara berturut-turut tanpa diselingi interfase (meiosis I dan meiosis II)  Satu sel induk yang diploid (2n) menghasilkan 4 sel anak yang masing- masing haploid
  61. 61. Proses FERTILISASI / Pembuahan  Penyerbukan ; serbuk sari menempel pada kepala putik  membentuk buluh serbuk sari (2 inti yaitu: inti vegetatif dan inti generatif)  inti vegetatif berjalan ke arah mikrofil (pintu kandung lembaga)  inti generatif membelah jadi 2 inti sperma  sampai di mikrofil, inti vegetatif mati  satu inti sperma membuahi sel telur membentuk embrio  Satu inti sperma lain membuahi inti kandung lembaga sekunder membentuk endosperma (makanan cadangan bagi embrio).  Karena pembuahannya berlangsung dua kali maka pembuahan pada Angiospermae disebut pembuahan ganda.
  62. 62. • Embrio pada tumbuhan berbiji tertentu dapat terbentuk karena beberapa sebab. yaitu : 1.Melalui peleburan sperma dan ovum (amfimiksis) 2.Tidak melalui peleburan sperma dan ovum (apomiksis), yang dapat dibedakan atas: a. Apogami embrio yang terbentuk berasal dari kandung lembaga. Misalnya : dari sinergid dan antipoda. b. Partenogenesis embrio terbentuk dari sel telur yang tidak dibuahi. c. Embrio adventif merupakan embrio yang terbentuk dari sel nuselus, yaitu bagian selain kandung lembaga
  63. 63. Gymnospermae • Alat reproduksi berupa strobilus dengan strobilus jantan dan betina • Pembuahan tunggal • Akar tunggang Angiospermae • Alat reproduksi berupa bunga dengan benang sari dan putik • Pembuahan ganda • Akar tunggang dan serabut Perbedaan gymnos dan angios
  64. 64. Pembuahan Tunggal
  65. 65. Bagian-bagian biji
  66. 66. Buah dan Biji
  67. 67. PEMENCARAN TUMBUHAN Tanpa Bantuan faktor luar : • Mekanisme letupan • Gerak higroskopis Dengan bantuan faktor luar: • Anemokori (biji ringan, kecil, buah- biji bersayap buah- biji berjambul) • Hidrokori (memiliki lapisan, Bj lebih kecil, vivipari)
  68. 68. Anemokori Pemencaran biji dengan bantuan angin. Biji dapat terpencar jauh dari induknya, alat pemencaran mempunyai ciri sebagai berikut :  biji kecil dan ringan, contoh : biji anggrek dan spora jamur  biji berbulu atau berambut, contoh : alang-alang (Imperata cylindrica) dan kapok (Ceiba pentandra)  biji bersayap, contoh : mahoni (Sweitenia mahagoni) dan damar (Agathis alba) buah bersayap, contoh : meranti (Shorea sp) dan tanaman suku Dipterocarpaceae  biji terpencar karena tangkainya tergoyang angin, contoh : Opium (Popover somniferum)
  69. 69. Hidrokori Pemencaran biji dengan bantuan air.  Bijinya mempunyai ciri ringan dan embrio/lembaganya mempunyai pelindung yang baik.  Tanaman yang disebarkan dengan cara ini biasanya mempunyai struktur buah dengan 3 lapis kulit ; eksokarp (lapisan terluar), licin dan berkilat dan kedap air, mesokarp (lapisan tengah), tebal dan banyak rongga udara sehingga mengapung di air, endokarp (lapisan dalam) yang keras dan kuat sebagai pelindung lembaga/embrio. Contohnya : kelapa (Cocos nucifera), nyamplung (Calophylum sp).
  70. 70. Zookori Pemencaran dengan perantaraan hewan  Ornitokori : pemencaran dengan perantaraan burung. Biasanya biji tanaman ini tidak dapat dicerna dan akan keluar bersama kotoran burung. Contoh : beringin (Ficus benjamina), benalu (Loranthus sp).  Kiroptorokori : pemencaran dengan perantaraan kelelawar. Contoh : jambu biji (Psidium guajava), pepaya (Carica papaja).  Entomokori : pemencaran dengan perantaraan serangga. Contoh : wijen (Sesamum sp), tembakau (Nicotiana tabacum).  Mammokori : pemencaran dengan perantara mamalia. Contoh : kopi (Coffea sp), delima.
  71. 71. Antropokori Pemencaran dengan perantaraan manusia. Pemencaran secara sengaja. Contoh : kelapa sawit dari Afrika ke Indonesia. Pemencaran secara tidak sengaja. Contoh : biji rumput-rumputan yang menempel pada baju/celana
  72. 72. REPRODUKSI VEGETATIF A. ASEKSUAL ALAMI 1. SPORA (lumut dan paku) 2. TUNAS (pisang, palem, bambu) 3. TUNAS ADVENTIF (cocor bebek) 4. SRISIP (tunas yang berkembang dari pangkal tumbuhan, rumput) 5. STOLON (strawberry) 6. RHIZOMA (jahe, kencur, kunyit, lengkuas) 7. UMBI BATANG (kentang, ubi) 8. UMBI LAPIS (bawang, tulip) B. ASEKSUAL BUATAN 1. MENCANGKOK (mangga, berbagai jenis jeruk, jambu dll) 2. MERUNDUK (apel, bunga melati, mawar pagar) 3. MENYETEK - setek cabang atau batang ( kedondong, jambu air dll) - setek daun (cocor bebek, begonia) 4. TEMPEL 5. MENYAMBUNG
  73. 73. Reproduksi Vegetatif Alami 1. Pembentukan spora
  74. 74. 2. Pembentukan Tunas (anakan) •Terjadi pada batang yang memiliki bakal tunas, yang tumbuhnya dipengaruhi suhu, pH, kelembaban dan cadangan makanan yang cukup pada bakal tunas. Saccharin officinarum (tebu) Musa paradisiaca (pisang)
  75. 75. 3. Tunas adventif (tunas liar) •Tunas yang tumbuh dari daun atau akar
  76. 76. 4. srisip Tunas yang berkembang dari pangkal tumbuhan. Berasal dari kuncup ketiak daun yang akan menghasilkan cabang baru.Umumnya muncul sebelum pembungaan.
  77. 77. 5. Stolon (geragih) Batang yang tumbuh secara horizontal di atas tanah. Buku- buku/nodus stolon yang mengarah ke atas menumbuhkan tunas baru, yang mengarah ke bawah menumbuhkan akar (akar serabut). Pada tapak liman, stroberi, rumput teki (stolon merayap di bawah tanah)
  78. 78. 6. Rhizoma/akar tinggal Sansevierra (lidah mertua) • batang beserta daun yang tumbuh mendatar di dalam tanah dan bercabang-cabang. • beruas-ruas, ada sisik-sisik, ada kuncup2, tumbuh ke atas.
  79. 79. Zingiber officinale (jahe) Alpinia galanga (laos)
  80. 80. 7. Umbi batang Solanum tuberosum (kentang) Ipomoea batatas ( ketela rambat) • umbi = bagian tumbuhan yang membengkak dengan bentuk bulat, kerucut, tidak beraturan, yang merupakan tempat penimbunan makanan •Umbi batang = umbiyang berasal dari modifikasi batang
  81. 81. 8. Umbi lapis Umbi yang berasal dari modifikasi batang dan daun. Yang susunannya berlapis-lapis, berupa daun- daun yang menebal, lunak dan berdaging, sebagai penyimpan zat cadangan makanan. Batang hanya merupakan bagian kecil pada bagian pangkal (bawah) umbi lapis. Umbi lapis terdiri dari - cakram = diskus=subang=bagian batang - sisik=tunica=squama=modifikasi daun yang menjadi tebal. - kuncup=gemma=kuncup pokok dan kuncup samping - akar serabut
  82. 82. 9. Umbi akar Manihot esculenta (singkong) umbi akar dahlia
  83. 83. 1. Merunduk Reproduksi Vegetatif buatan
  84. 84. 2. Menyetek a. Setek cabang atau batang • Bambu, ketela pohon, jambu air, kedondong dll
  85. 85. b. Stek Daun
  86. 86. 3. KOPULASI (menyambung)
  87. 87. 4. Menempel (okulasi)
  88. 88. 5. Mencangkok

×