Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

7 2. mikroskop dan keselamatan kerja di lab

2,678 views

Published on

Grade 7 Odd Semester
Biology Chapter 2

Published in: Education
  • DOWNLOAD FULL BOOKS, INTO AVAILABLE FORMAT ......................................................................................................................... ......................................................................................................................... 1.DOWNLOAD FULL. PDF EBOOK here { https://tinyurl.com/y6a5rkg5 } ......................................................................................................................... 1.DOWNLOAD FULL. EPUB Ebook here { https://tinyurl.com/y6a5rkg5 } ......................................................................................................................... 1.DOWNLOAD FULL. doc Ebook here { https://tinyurl.com/y6a5rkg5 } ......................................................................................................................... 1.DOWNLOAD FULL. PDF EBOOK here { https://tinyurl.com/y6a5rkg5 } ......................................................................................................................... 1.DOWNLOAD FULL. EPUB Ebook here { https://tinyurl.com/y6a5rkg5 } ......................................................................................................................... 1.DOWNLOAD FULL. doc Ebook here { https://tinyurl.com/y6a5rkg5 } ......................................................................................................................... ......................................................................................................................... ......................................................................................................................... .............. Browse by Genre Available eBooks ......................................................................................................................... Art, Biography, Business, Chick Lit, Children's, Christian, Classics, Comics, Contemporary, Cookbooks, Crime, Ebooks, Fantasy, Fiction, Graphic Novels, Historical Fiction, History, Horror, Humor And Comedy, Manga, Memoir, Music, Mystery, Non Fiction, Paranormal, Philosophy, Poetry, Psychology, Religion, Romance, Science, Science Fiction, Self Help, Suspense, Spirituality, Sports, Thriller, Travel, Young Adult,
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

7 2. mikroskop dan keselamatan kerja di lab

  1. 1. MIKROSKOP DAN KESELAMATAN KERJA DI LAB
  2. 2. Kompetensi dasar Tujuan belajar Materi pelajaran
  3. 3. KOMPETENSI DASAR 1. Menggunakan mikroskop dan peralatan pendukung lainya untuk mengamati gejala-gejala kehidupan 2. Menerapkan keselamatan kerja dalam melakukan pengamatan gejala-gejala alam
  4. 4. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menyebutkan bagian bagian dari mikroskop 2. Menggunakan mikroskop dengan benar 3. Membuat bangun tiga dimensi apabila tersedia pengamatan dua diemensi 4. Memperkirakan ukuran benda asli berdasarkan skala 5. Membuat sayatan melintang dan membujur 6. Membuat preparat basah 7. Memegang dan membawa mirkoskop dengan benar
  5. 5. FUNGSI MIKROSKOP
  6. 6. MACAM-MACAM MIKROSKOP
  7. 7. Bagian- Bagian Mikroskop
  8. 8. A. Lensa Okuler B. Tabung Mikroskop C. Revolver D. Tabung Lensa E. Lensa Objektif F. Meja Objek G. Penjepit Objek H. Kaki Mikroskop I. Cermin Cahaya J. Diafragma K. Lengan Mikroskop L. Mikrometer M. Makrometer Bagian-bagian Mikroskop
  9. 9. Fungsi Bagian - Bagian Mikroskop NO BAGIAN FUNGSI A B C D E F G H I J K L M Lensa Okuler Tabung mikroskop Revolver Tabung Lensa Lensa Objektif Meja Objek Penjepit Objek Kaki Mikroskop Cermin Cahaya Diafragma Lengan Mikroskop Mikrometer Makrometer Lensa dekat mata ,memperbesar objek yang diamati Menghubungkan lensa okuler dan objektif Tempat lensa objektif dapat diputar sesuai pembesaran Penghubung lensa okuler dan lensa objektif Lensa dekat ojek, memperbesar objek yang diamati Meletakan objek yang diamati Menjepit objek Menjaga mikroskop agar berdiri tegak Mementulkan cahaya kedalam lubang diafragma Mengatur jumlah cahaya yang diperlukan Bagian yang di pegang ketika mengangkat mikroskop Pemutar halus untk memfokuskn objek dengan lambat Pemutar kasar untk memfokuskn objek dengan cepat
  10. 10. Cara Menggunakan Mikroskop 1. Miroskop dibawa dengan tangan pertama menumpu bagian kaki mikroskop sedang yang kedua memegang bagian pegangan mikroskop 2. Dalam keadaan tersimpan posisi lensa objektif dengan pembesaran lemah dan mikroskop berdiri tegak 3. Saat melihat objek benda pertama kali dengan pembesaran lemah 4. Jika bayangn tidak jelas jangan menggunakan pembesaran kuat, gunakan pembesaran secara bertahap 5. Saat mengganti lensa objektif harus melihat jangan sampai terjadi benturan antara lensa objektif dengan specimen 6. Jangan menggunakan cermin kearah matahari secara langsung sehingga mengganggu penglihatan 7. Sebelum digunakan untuk melihat objek, sebaiknya lensa dibersihkan dengan kertas lensa
  11. 11. MENGENAL ALAT - ALAT LABORATORIUM
  12. 12. Gelas Beaker
  13. 13. LABU ERLENMEYER
  14. 14. Tabung Reaksi Dan Rak Tabung Reaksi
  15. 15. Sprayer
  16. 16. Neraca
  17. 17. Neraca Digital
  18. 18. Pinset
  19. 19. Kaca Pembesar / Lup
  20. 20.  Tata tertib Laboratorium dibuat untuk menjaga keselamatan dan kelancaran kegiatan di dalam laboratorium.  Contoh tata tertib laboratorium : 1. Apabila mengadakan kegiatan laboratorium hendaknya mengenakan jas praktikum 2. Selesai menggunakan alat-alat segera dikembalikan ke tempat semula. 3. Alat-alat yang terbuat dari gelas harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum dikembalikan 4. Kebersihan di ruangan laboratorium harus selalu dijaga, baik kebersihan diri dan laboratorium, dll.
  21. 21. 1. Eksplosif/mudah meledak  Bahan kimia bertanda seperti gambar di samping memiliki sifat mudah meledak.  Bahan dapat berbentuk padat atau cair yang apabila terjadi reaksi kimia dapat menghasilkan gas, dan pada suhu dan tekanan normal dapat menyebabkan kerusakan di daerah sekitarnya.  Jauhkan penyimpanan zat kimia itu dari panas, api, gesekan/guncangan.  Contoh : nitroselulosa, asam pikrat, dan amonium dikromat. Berikut adalah beberapa contoh lambang zat kimia berbahaya
  22. 22. 2. Toksik/beracun (T)  Bahan kimia dengan tanda seperti ini berarti bersifat racun yang umumnya berasal dari reaksi kimia atau aktivitas lain yang berskala molekul, yang pada kadar tertentu diserap oleh organisme.  Formulasi dan bahan yang ditandai dengan simbol beracun dapat menyebabkan kerusakan kesehatan akut atau kronis dan bahkan kematian pada konsentrasi yang sangat rendah jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui mulut (ingestion) atau kontak dengan kulit.  Bahan karsinogenik dapat menyebabkan kanker atau meningkatkan timbulnya kanker jika masuk ke tubuh.  Contoh : Kalium sianida, sublimat, timbal nitrat, fenol, dan nitrobenzena.
  23. 23. 3. Korosif (C)  Bahan kimia dengan tanda seperti ini berarti bahan tersebut bersifat korosif.  Zat yang bersifat korosif akan merusak dan menghancurkan zat lain apabila terjadi kontak dengannya. Jangan sampai terkena badan, pakaian, logam dan kayu secara langsung.  Biasanya zat ini memiliki pH kurang dari 2 atau lebih dari 11,5.  Contoh : HCl pekat, soda pekat, asam sulfat pekat, asam nitrat pekat.
  24. 24. 4. Berbahaya/Irritant (Xi)  Bahan kimia yang ditandai dengan gambar di samping dapat menyebabkan inflamasi/iritasi jika kontak dengan kulit atau selaput lendir.  Frase R untuk bahan atau formula irritant adalah R36, R37, R38 dan R41.  Contoh : klorofom, butanol, natrium oksalat, isopropilamina, kalsium klorida serta asam dan basa encer.
  25. 25. 5. Berbahaya/Harmful  Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya "Harmful" memiliki potensi untuk merusak kesehatan  Dapat masuk ke dalam tubuh melalui inhalasi, melalui mulut (ingestion) atau kontak dengan kulit.  Contoh : solven 1,2-etane-1, 1,2 diol atau etilen glikol (berbahaya) dan diklorometan (berbahaya, dicurigai karsinogenik). Bahan-bahan yang merusak jaringan yang meliputi sub grup bahan bahan korosif dan bahan iritan.
  26. 26. 6. Oksidatif  Bahan kimia dengan tanda ini memiliki kemampuan untuk bereaksi secara spontan dengan oksigen pada suhu ruangan atau dengan sedikit pemanasan.  Jauhkan penyimpanan zat dari api karena sifatnya yang mempercepat kebakaran.  Bahan ini akan sangat berbahaya apabila disimpan bersama-sama dengan bahan yang bersifat flammable.  Contoh : amonium nitrat, natrium peroksida, kalium permangant, dan natrium klorit
  27. 27. 7. Mudah Terbakar/Flammable (F)  Bahan kimia dengan tanda seperti ini berarti memiliki sifat mudah terbakar.  Contoh : bensin, etanol, metanol, dan aseton, eter, alkohol, dan benzena. 8. Sangat Mudah Terbakar/ Extremely Flammable  Bahan kimia dengan tanda seperti gambar di samping memiliki sifat sangat mudah terbakar.  Contoh : Dietil eter (cair), Propane (gas)
  28. 28. 9. Dangerous For Environment (Xn)  Bahan kimia dengan tanda seperti ini berarti memiliki dampak yang serius terhadap lingkungan.  Hal ini dikarenakan bahan tersebut dapat membunuh organisme yang berada di air, tanah, atau udara sehingga menyebabkan ekologi terganggu.  Contoh : tributil timah kloroda, tetraklorometan, dan petroleum hidrokarbon seperti pentana dan petroleum bensin.
  29. 29. 10. Radioaktif  Jika tidak perlu, jangan menggunakan bahan ini karena bahan ini mengandung sinar radioaktif yang dapat mematikan sel- sel tubuh.  Contoh : Karbon-14 11. Biohazard  Bahaya biologi, merujuk pada bahan biologis yang menimbulkan ancaman bagi kesehatan organisme hidup, terutama yang dari manusia.  Hal ini dapat mencakup limbah medis atau sampel dari virus, mikroorganisme atau racun (dari sumber biologis) yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia dan hewan  Contoh : Bacillus subtilis, hepatitis anjing, Escherichia coli, varisela (cacar air), serta beberapa kultur sel dan non-infeksi bakteri
  30. 30. 1. Percikan Zat 2. Luka 3. Keracunan 4. Ledakan atau kebakaran 5. Bahaya listrik 6. Bahaya yang ditimbulkan oleh hewan 7. Bahaya yang ditimbulkan oleh mikroorganisme 8. Bahaya yang ditimbulkan tumbuhan
  31. 31.  Gunakan bahan kimia secukupnya menurut petunjuk yang tertera  Hindari kontak langsung dengan bahan kimia, gunakan spatula, pipet, pipa kaca, dll.  Hindari menghirup langsung uap bahan kimia (cukup dengan mengkibaskan ke arah hidung )  Dilarang mencicipi atau mencium bahan kimia kecuali ada perintah khusus
  32. 32. TEKNIKLABORATORIUM
  33. 33. Keselamatan kerja adalah keselamatan yang berhubungan dengan penggunaan alat-alat laboratorium, bahan dan proses praktikum, tempat praktikum dan lingkungannya serta cara kerjanya.
  34. 34. LUKA BAKAR TERTELAN BAHAN KIMIA TERPATUK ULAR TERHISAP GAS BERACUN TERSTRUM ALIRAN LISTRIK
  35. 35. SEBAB AKIBAT
  36. 36. Cara mencegah Mengguna kan sarung tangan Jaga jarak dengan alat yang panas Menggunak an lap saat membuka penutup panci
  37. 37. 1 • Dinginkan daerah yang terkena luka bakar dengan menggunakan air mengalir selama 20 menit, hindari hipotermia (penurunan suhu di bawah normal, terutama pada anak dan orang tua). Cara ini efektif samapai dengan 3 jam setelah kejadian luka bakar 2 • Kompres dengan air biasa (air sering diganti agar efektif tetap memberikan rasa dingin) sebagai analgesia (penghilang rasa nyeri) untuk luka yang terlokalisasi 3 • Jangan pergunakan es karena es menyebabkan pembuluh darah mengkerut (vasokonstriksi) sehingga justru akan memperberat derajat luka dan risiko hipotermia
  38. 38. SEBAB Kurang mengetahui prosedur dalam menggunakan bahan kimia Tidak memperhatikan keselamatan kerja. Tidak menggunakan pengaman seperti masker AKIBAT Keracunan . Mengalami gangguan pernafasan, muntah- muntah bahkan pingsan Untuk beberapa bahan kimia yang yang memiliki kandungan yang berbahaya dapat menyebabkan kematian
  39. 39. Sesegera mungkin beri minum air atau susu 2-4 gelas untuk menetralisir racun yang tertelan. Namun apabila korban pingsan, jangan sekali-kali memberikan sesuatu melalui mulut. Usahakan agar korban muntah dengan segera. Cara merangsang muntah dapat dilakukan dengan berbagai cara, antar lain: memasukan jari kemulut hingga menyentuh tekak, mengerak-gerakan jari kepangkal lidah, atau memberikan air garam hangat. Ulangi pemuntahan sampai cairan menjadi jernih. Note: Jangan ulangi pemuntahan jika korban tertelan minyak tanah, bensin, asam atau alkali kuat. Berilah antidote yang cocok dengan bahan racun yang tertelan. Kalau tidak diketahui, berilah satu sendok antidote umum dalam segelas aur hangat. Bubuk antidote umum terbuat dari: 2 bagian arang aktif (roti yang gosong) 1 bagian magnesium oksida ( milk of magnesia) 1 bagian asam tannat ( teh kering )
  40. 40. •Tidak berhati-hati ketika berjalan-jalan •Kaget yang berlebihan sehingga menarik perhatian ular •Tidak memakai perlindungan kaki atau tangan SEBAB •Pusing karena racun ular •Pingsan •Kaki akan membengkak •Pada beberapa racun ular akan menyebabkan kematian AKIBAT
  41. 41. Tetap tenang. Hal ini terdengar klise, tetapi akan menyelamatkan hidup Anda. Dengan menjadi gelisah, membuat jantung Anda berdetak lebih cepat dan meningkatkan aliran darah ke daerah yang luka dan meningkatkan jumlah toksin yang dengan mudah dapat menemukan jalan ke dalam jaringan Anda. Tidak setiap gigitan ular berbisa menyuntikkan racun. Tapi jangan pernah menunggu gejala muncul terlebih dahulu untuk pergi ke ruang gawat darurat. Gejala ular berbisa bervariasi. Sebuah gigitan ular berbisa yang tidak diobati yang disuntikkan racun adalah suatu kondisi medis yang serius yang pada akhirnya menyebabkan kematian. Untuk luka gigitan ular berbisa yang dangkal, biarkan luka awal keluar dengan sendirinya. Lebih banyak darah akan keluar pada awalnya karena biasanya ada antikoagulan dalam racun. Jika gigitan ular cukup dalam untuk menyebabkan muncrat darah (yaitu pemogokan memukul arteri utama dan Anda kehilangan darah cepat), segera menerapkan tekanan pada luka dan memanggil tenaga medis darurat. Jangan mencuci luka, apapun keadaanya. Jika Anda mencuci luka, rumah sakit tidak akan mampu mengidentifikasi spesies ular yang telah menggigit Anda dengan cepat dan akurat. Dengan demikian Anda mungkin tidak akan menerima anti- racun dengan cepat. Jangan membuat sayatan "X" diatas luka gigitan atau menghisap racun oleh mulut anda. Anda kemungkinan besar akan menyebabkan perdarahan yang berlebihan atau nekrosis tambahan (kematian jaringan) dan infeksi lebih lanjut dari kuman di mulut Anda atau lingkungan sekitarnya.
  42. 42. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman terhadap sifat-sifat zat kimia, proses kimia yang terjadi, dan alat-alat yang digunakan. Tidak memakai masker, sarung tangan dan perlengkapan lain pada saat melakukan kontak dengan zat kimia. Tidak segera menutup kembali zat kimia yang dipakai saat praktikum. Kurang teliti dalam pemakaian zat kimia (tidak membaca tingkat bahaya zat kimia). Kurang berhati-hati pada saat memindahkan zat kimia yang akan digunakan SEBAB Mual dan sakit kepala Banyak keluar air liur Batuk- batuk Lemas dan kejang otot Pingsan AKIBAT
  43. 43. 1. Hilangkan atau cuci sampai bersih bahan kimia yang masih kontak atau melekat pada tubuh. 2. Pindahkan korban ke tempat yang bebas dari gas beracun. 3. Jangan memberi minuman beralkohol karena dapat mempercepat penyerapan zat beracun dalam tubuh. 4. Tidurkan terlentang dan selimutiagar suhu tubuh korbantetap hangat dan jangan sampai kedinginan. 5. Jika susah bernafas, bantu dengan pernafasan buatan dari mulut ke mulut. 6. Bila pingsan, tolonglah seperti pada pertolongan pingsan.Bila perlu beri pernapasan buatan. 7. Segera larikan ke Rumahsakit terdekat agar segera mendapatkan rawatan medis yang diperlukan. 8. Segera bawa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat.
  44. 44. SEBAB Kurang berhati-hati pada saat melakukan kegiatan di Laboratorium yang kontak langsung dengan peralatan listrik. Kurang memperhatikan faktor kebersihan di area sumber listrik. Tidak memperhatikan dan tidak melakukan pemeriksaan harian pada kabel peralatan listrik. Tidak benar dalam memegang kabel yang akan dihubungkan pada sumber listrik. Tidak memakai perlengkapan Lab Safety seperti sepatu, sarung tangan, Jas lab, Masker, Kacamata google, dll. AKIBAT Timbulnya Luka Parah. Dehidrasi Kematian
  45. 45.  Jika mungkin, matikan sumber listrik atau suruhlah orang lain untuk mematikannya.  Sangat penting untuk memindahkan korban dengan hati-hati. Pakailah alas kering seperti koran, papan, selimut, matras karet atau baju kering.  Jangan gunakan bahan-bahan dari besi dan bahan yang basah. Jangan menyentuh korban sampai ia terbebas dari sengatan.

×