Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Teknologi Dan Rekayasa

Mengelas tingkat lanjut dengan proses
las busur manual
Pemeriksaan sambungan secara
visual


Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari topik ini, siswa dapat :
1. Mengidentifik...
Pemeriksaan sambungan secara
visual
A. Pengenalan Cacat Las
Yang dimaksud dengan cacat las adalah
kerusakan
hasil
las
yang...
Pemeriksaan sambungan secara
visual
1.

Retak (crack)
yaitu celah atau gap
yang memutuskan atau
memisahkan hasil las
yang ...
Pemeriksaan sambungan secara
visual
2.

Terak terperangkap
( inlusion )
yaitu
suatu
benda
asing(bahan
logam/
kotoran)
yang...
Pemeriksaan sambungan secara
visual
3.

Lubang pada akhir
jalur las (crater)
yaitu suatu titik atau
beberapa titik lubang
...
Pemeriksaan sambungan secara
visual
4.

Jalur las terlalu lebar.
yaitu kelebihan ukuran
lebar
jalur
pada
sambungan tumpul,...
Pemeriksaan sambungan secara
visual
5.

Ukuran kaki las tidak
sama
yaitu kelebihan dan/atau
kekurangan
ukuran
salah satu a...
Pemeriksaan sambungan secara
visual
6.

Undercut
yaitu suatu alur yang
terjadi pada kaki las
(toe), hal ini dapat
terjadi
...
Pemeriksaan sambungan secara
visual
7.

Overlap
yaitu kelebihan logam las
pada bagian tepi yang
menempel logam dasar
dan
t...
Pemeriksaan sambungan secara
visual
8.

Cekungan pada akar las
(root concavity)
yaitu suatu alur yang terjadi
pada jalur p...
Pemeriksaan sambungan secara
visual
9.

Pengisian jalur kurang.
yaitu suatu alur atau celah
panjang
kontinyu
atau
terputus...
Pemeriksaan sambungan secara
visual
10. Keropos

(porosity)
yaitu satu atau beberapa
lubang
udara
yang
terdapat di antara ...
Pemeriksaan sambungan secara
visual
11. Kurang

penetrasi
yaitu
tidak
terjadinya
perpaduan di antara logam
yang
disambung
...
Pemeriksaan sambungan secara
visual
12.

Kelebihan penetrasi
yaitu akar las pada
sambungan tumpul yang
terlalu
tinggi/meno...
Pemeriksaan sambungan secara
visual
13.

Bentuk
penguat/
jalur
las
tidak
simetris
yaitu sudut yang di
bentuk
antara
permuk...
Pemeriksaan sambungan secara
visual
14.

Kelebihan pengisian
yaitu jalur pengisian/
penguat
pada
sambungan
tumpul
terlalu ...
Pemeriksaan sambungan secara
visual


Kerusakan lain yang tidak
berhubungan dengan logam las,
akan tetapi termasuk pada
k...
Pemeriksaan sambungan secara
visual
15.

Bekas pukulan
yaitu
kerusakan
permukaan
benda
kerja di luar jalur las
yang diseba...
Pemeriksaan sambungan secara
visual
16.

Penyimpangan
sudut/distorsi
yaitu perubahan bentuk
pada dua bagian yang
disambung...
Pemeriksaan sambungan secara
visual
17.

Tidak segaris lurus
yaitu hasil pengelasan
di mana dua bagian
yang disambung tida...
Pemeriksaan Hasil Las Secara Visual


Pemeriksaan hasil las bertujuan untuk
mengetahui kualitas suatu konstruksi.
Konstru...
Pemeriksaan Hasil Las Secara Visual


Seluruh
konstruksi
harus
sering
diperiksa selama proses pembuatan/
fabrikasi. Selan...
Pemeriksaan Hasil Las Secara Visual



Tujuan pemeriksaan adalah untuk
mengetahui apakah hasil pekerjaan
telah sesuai den...
Pemeriksaan Hasil Las Secara Visual




Pemeriksaan hasil las secara visual (visual
inspection) adalah salah satu metode...
Pemeriksaan Hasil Las Secara Visual
Contoh pemeriksaan hasil las :
Pemeriksaan Hasil Las Secara Visual
Gambar : Pemeriksaan Tinggi Rigi Las (reinforcement)
Pemeriksaan Hasil Las Secara Visual
Gambar : Pemeriksaan Panjang Rigi Las
Pemeriksaan Hasil Las Secara Visual
Gambar : Pemeriksaan Tinggi Rigi Las
Las busur lanjut_kd_3_(30)
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Las busur lanjut_kd_3_(30)

1,324 views

Published on

Published in: Automotive
  • Be the first to comment

Las busur lanjut_kd_3_(30)

  1. 1. Teknologi Dan Rekayasa Mengelas tingkat lanjut dengan proses las busur manual
  2. 2. Pemeriksaan sambungan secara visual  Tujuan Pembelajaran : Setelah mempelajari topik ini, siswa dapat : 1. Mengidentifikasi cacat pengelasan bagian luar yang terdapat pada beberapa hasil las. 2. Memahami semua dokumen tentang pemeriksaan kerusakan/cacat las. 3. Memahami perkakas dan teknik pemeriksaan kerusakan/cacat las. 4. Memeriksa kerusakan/cacat las pada hasil pengelasan sambungan sudut dan sambungan tumpul secara visual
  3. 3. Pemeriksaan sambungan secara visual A. Pengenalan Cacat Las Yang dimaksud dengan cacat las adalah kerusakan hasil las yang pada umumnya dapat diamati / dilihat secara visual.
  4. 4. Pemeriksaan sambungan secara visual 1. Retak (crack) yaitu celah atau gap yang memutuskan atau memisahkan hasil las yang dapat terjadi pada jalur las atau pertemuan jalur las atau pada daerah pengaruh panas, hal ini disebabkan oleh pendinginan atau tegangan, jenis elektroda yang tidak sesuai dengan logam dasar.
  5. 5. Pemeriksaan sambungan secara visual 2. Terak terperangkap ( inlusion ) yaitu suatu benda asing(bahan logam/ kotoran) yang terperangkap dan berada di antara logam las. Hal ini dapat disebabkan oleh persiapan yang kurang baik atau teknik pengelasan yang salah/ tidak sesuai ketentuan.
  6. 6. Pemeriksaan sambungan secara visual 3. Lubang pada akhir jalur las (crater) yaitu suatu titik atau beberapa titik lubang yang biasanya terjadi pada akhir jalur las, ini akibat oksidasi dari oksigen udara luar terhadap cairan logam atau sudut elektroda yang salah pada ujung jalur las.
  7. 7. Pemeriksaan sambungan secara visual 4. Jalur las terlalu lebar. yaitu kelebihan ukuran lebar jalur pada sambungan tumpul, ini dapat terjadi apabila gerakan/ayunan elektroda terlalu jauh atau tarikan elektroda terlalu pelan atau arus terlalu besar atau gabungan dari hal-hal diatas.
  8. 8. Pemeriksaan sambungan secara visual 5. Ukuran kaki las tidak sama yaitu kelebihan dan/atau kekurangan ukuran salah satu atau kedua kaki las pada sambungan sudut, hal ini di mungkinkan oleh sudut pengelasan yang tidak sesuai dengan ketentuan.
  9. 9. Pemeriksaan sambungan secara visual 6. Undercut yaitu suatu alur yang terjadi pada kaki las (toe), hal ini dapat terjadi antara lain karena penggunaan arus yang tidak sesuai atau gerakan/ ayunan elektroda yang terlalu cepat.
  10. 10. Pemeriksaan sambungan secara visual 7. Overlap yaitu kelebihan logam las pada bagian tepi yang menempel logam dasar dan tidak terjadi perpaduan antara logam las. Hal ini dapat terjadi karena arus yang terlalu rendah, sudut atau ayunan/ gerakan elektroda yang salah.
  11. 11. Pemeriksaan sambungan secara visual 8. Cekungan pada akar las (root concavity) yaitu suatu alur yang terjadi pada jalur penetrasi ( root ) sambungan tumpul yang diakibatkan oleh penggunaan jenis elektroda yang kurang sesuai, pengisian yang tidak sempurna, sudut elektroda yang salah atau karena arc length yang terlalu jauh.
  12. 12. Pemeriksaan sambungan secara visual 9. Pengisian jalur kurang. yaitu suatu alur atau celah panjang kontinyu atau terputus-putus pada sambungan tumpul yang disebabkan terutama oleh pengisian yang terlalu cepat dan ayunan/ gerakan elektroda yang salah.
  13. 13. Pemeriksaan sambungan secara visual 10. Keropos (porosity) yaitu satu atau beberapa lubang udara yang terdapat di antara logam las. Hal ini dapat disebabkan terutama oleh faktor elektroda, a.l: terlalu lembab, berkarat atau tidak sesuai dengan jenis bahan yang dilas..
  14. 14. Pemeriksaan sambungan secara visual 11. Kurang penetrasi yaitu tidak terjadinya perpaduan di antara logam yang disambung yang terdapat pada dasar logam yang disebabkan karena arus pengelasan terlalu rendah, persiapan kampuh yang salah/ gap terlalu kecil, arc length terlalu jauh, atau karena gerakan elektroda terlalu cepat.
  15. 15. Pemeriksaan sambungan secara visual 12. Kelebihan penetrasi yaitu akar las pada sambungan tumpul yang terlalu tinggi/menonjol yang disebabkan oleh arus pengelasan terlalu tinggi, persiapan kampuh yang salah/ gap terlalu besar atau karena gerakan elektroda terlalu lambat.
  16. 16. Pemeriksaan sambungan secara visual 13. Bentuk penguat/ jalur las tidak simetris yaitu sudut yang di bentuk antara permukaan benda kerja dan garis singgung pada sisi penguat tidak sama, hal ini dimungkinkan karena sudut elektroda tidak sama.
  17. 17. Pemeriksaan sambungan secara visual 14. Kelebihan pengisian yaitu jalur pengisian/ penguat pada sambungan tumpul terlalu tinggi. Hal ini dapat disebabkan karena arus pengelasan agaK rendah atau pengelasan terlalu lambat.
  18. 18. Pemeriksaan sambungan secara visual  Kerusakan lain yang tidak berhubungan dengan logam las, akan tetapi termasuk pada kelompok cacat las adalah :
  19. 19. Pemeriksaan sambungan secara visual 15. Bekas pukulan yaitu kerusakan permukaan benda kerja di luar jalur las yang disebabkan oleh pukulan saat membersihkan terak atau saat persiapan.
  20. 20. Pemeriksaan sambungan secara visual 16. Penyimpangan sudut/distorsi yaitu perubahan bentuk pada dua bagian yang disambung sehingga membentuk sudut. Ini disebabkan oleh disrorsi yang tidak terkontrol saat pengelasan atau persiapan yang kurang memperhitungkan distorsi yang akan terjadi.
  21. 21. Pemeriksaan sambungan secara visual 17. Tidak segaris lurus yaitu hasil pengelasan di mana dua bagian yang disambung tidak satu bidang/level atau seperti paralel. Hal ini terutama disebabkan oleh persiapan yang salah atau distorsi saat pengelasan.
  22. 22. Pemeriksaan Hasil Las Secara Visual  Pemeriksaan hasil las bertujuan untuk mengetahui kualitas suatu konstruksi. Konstruksi dengan kualitas yang jelek akan menyebabkan penambahan biaya untuk mengerjakan ulang, kehilangan kepuasan langganan dan beresiko terhadap keselamatan.
  23. 23. Pemeriksaan Hasil Las Secara Visual  Seluruh konstruksi harus sering diperiksa selama proses pembuatan/ fabrikasi. Selanjutnya tergantung pada penggunaan komponen tersebut dan mungkin memerlukan tes khusus. Misalnya bahan benda kerja dan hasil las perlu dites baik secara merusak maupun dengan tidak merusak.
  24. 24. Pemeriksaan Hasil Las Secara Visual  Tujuan pemeriksaan adalah untuk mengetahui apakah hasil pekerjaan telah sesuai dengan standar yang diakui.
  25. 25. Pemeriksaan Hasil Las Secara Visual   Pemeriksaan hasil las secara visual (visual inspection) adalah salah satu metode untuk memeriksa hasil las dengan cara tanpa merusak (non destructive) Dalam pemeriksaan secara visual ini, operator atau petugas pemeriksa perlu menggunakan alat-alat bantu sederhana, yakni untuk melakukan pemeriksaan cacat las, ukuran hasil las, bentuk rigi las, dll.
  26. 26. Pemeriksaan Hasil Las Secara Visual Contoh pemeriksaan hasil las :
  27. 27. Pemeriksaan Hasil Las Secara Visual Gambar : Pemeriksaan Tinggi Rigi Las (reinforcement)
  28. 28. Pemeriksaan Hasil Las Secara Visual Gambar : Pemeriksaan Panjang Rigi Las
  29. 29. Pemeriksaan Hasil Las Secara Visual Gambar : Pemeriksaan Tinggi Rigi Las

×