BAB I                                    PENDAHULUAN1.1.   Latar BelakangPasar modal merupakan salah satu cara bagi perusa...
1.2.   Rumusan MasalahBerdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang dapat dimunculkandalam peneliti...
Penelitian Ulupui (2010) menenliti tentang pengaruh rasio likuiditas, leverage, rasioaktivitas, dan rasio profitabilitas t...
BAB II                                TINJAUAN PUSTAKA2.1 PENELITIAN SEBELUMNYABeberapa penelitian sebelumnya berkaitan de...
yang terdaftar di BEJ sejak tahun 1996—1997. Hasil penelitiannya menunjukkanbahwa    untuk perusahaan pemanufakturan infor...
kondisi keuangan perusahaan pada masa              lalu. Akan tetapi, juga harus diukurmanfaatnya dalam memprediksi kondis...
dengan total modal sendiri, sehingga hal ini akan berdampak pada semakin besar pulabeban perusahaan terhadap pihak ekstern...
hal     ini    akan    menujukkan         kinerja perusahaan semakin baik. Kinerja perusahaanyang semakin baik            ...
periode seperti: pembayaran bunga deposito, bunga obligasi, dividen dan sebagainya.Current income disebut sebagai pendapat...
KERANGKA PENELITIAN CURRENT RATIO DEBT TO EQUITY RATIO                         RETURN SAHAM TOTAL ASSETS TURNOVER RETURN O...
. BAB III                                   METODE PENELITIAN1.1.                                            Pendekatan Pe...
Data dalam penelitian ini diambil dengan teknik dokumentasi, dengan melakukan penelusuraninformasi melalui media internet ...
Total Asset Turnover : Penjualan / Total aktiva       4. Return On Equity dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan m...
Gejala autokorelasi terjadi karena adanya korelasi antara serangkaian observasi yang diurutkan    menurut urutan waktu. Ge...
Y       = Return saham ()α       = Konstantaβ1x1 = likuiditas (Current Ratio)β2x2 = leverage (DER)β3x3 = aktivitas (TAT)β4...
Jika F hitung < F tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak.
18
Madpen 2
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Madpen 2

1,591 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,591
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
27
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Madpen 2

  1. 1. BAB I PENDAHULUAN1.1. Latar BelakangPasar modal merupakan salah satu cara bagi perusahaan untuk mendapatkan modal bagiperusahaan di dalam kegiatan usahanya,salah satu syarat untuk mendapatkan modal tersebutyaitu perusahaan sudah go public Mohammad samsul (2006). Bagi perusahaan yang inginmasuk ke pasar modal perlu memperhatikan syarat-syarat yang dikeluarkan oleh Bapepamsebagai regulator pasar modal. Selain itu, perusahaan juga harus mampu meningkatkan nilaiperusahaan sehingga terjadi peningkatan penjualan sahamnya dipasar modal. Jikadiasumsikan investor adalah seorang yang rasional, maka investor tersebut pasti akan sangatmemperhatikan aspek fundamental untuk menilai ekspektasi imbal hasil yang akandiperolehnya,Laporan keuangan merupakan sebuah informasi yang penting bagi investor dalammengambil keputusan investasi. Manfaat laporan keuangan tersebut menjadi optimal bagiinvestor apabila investor dapat menganalisis lebih lanjut melalui analisis rasio keuangan(Penman, 1991). Horigan (1965) dalam (Tuasikal, 2001) menyatakan bahwa rasio keuanganberguna untuk memprediksi kesulitan keuangan perusahaan, hasil operasi, kondisi keuanganperusahaan saat ini dan pada masa mendatang, serta sebagai pedoman bagi investormengenai kinerja masa lalu dan masa mendatang.Return saham dapat didefinisikan sebagai tingkat pengembalian minimum yang dibutuhkanyang dapat menarik para investor untuk membeli atau memiliki sekuritas,dengan kata laininvestor melakukan investasi dengan harapan untuk mendapatkan tingkat pengembalianyang layak sebagai jaminan Chaerul Djakman (1997)
  2. 2. 1.2. Rumusan MasalahBerdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang dapat dimunculkandalam penelitian ini adalah : 1. Apakah Current Ratio berpengaruh signifikan terhadap return saham? 2. Apakah DER berpengaruh signifikan terhadap return saham? 3. Apakah TAT berpengaruh signifikan terhadap return saham? 4. Apakah ROE berpengaruh signifikan terhadap return saham?1.3. Tujuan PenelitianTujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahi pengaruh rasio likuiditas terhadap return saham. 2. Untuk mengetahui pengaruh rasio laverage terhadap return saham. 3. Untuk mengetahui pengaruh rasio aktivitas terhadap return saham. 4. Untuk mengetahui pengaruh rasio profitabilitas terhadap return saham.1.4. Manfaat PenelitianAdapaun manfaat penelitian ini adalah ; 1. .Sebagai sumber informasi investor untuk membuat keputusan investasi 2. Dapat digunakan untuk mengetahui profil suatu perusahaan 3. Dapat digunakan sebagai acuan bagi penelitian selanjutnya.1.5. Kontribusi Penelitian
  3. 3. Penelitian Ulupui (2010) menenliti tentang pengaruh rasio likuiditas, leverage, rasioaktivitas, dan rasio profitabilitas terhadap return saham pada perusahaan industri barangkonsumsi yang terdaftar di BEJ, penelitian tersebut hanya terbatas pada satu jenisperusahaan saja, dan dirasa kurang dapat dijadikan sebagai acuan bagi perusahaan lainkarena perbedaan karakteristik perusahaan, oleh karena itu, penelitian sekarang mencobamengambil perusahaan manufaktur yang terdafar di BEI mulai tahun 2008-2010 sebagaisampel penelitian. Selain itu juga, penelitian sekarang menggunakan ROE sebagai proksidari rasio profitabilitas, hal ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menggunakanROA.
  4. 4. BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1 PENELITIAN SEBELUMNYABeberapa penelitian sebelumnya berkaitan dengan manfaat informasi akuntansi untukmemprediksi laba atau return saham di BEJ dikemukakan berikut ini. Silalahi(1991) mengadakan penelitian terhadap 38 perusahaan yang listing di BEJ denganperiode penelitian 1989—1990. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa fluktuasi hargasaham secara nyata dan simultan dipengaruhi oleh variabel-variabel return on assets,dividend pay out ratio, volume perdagangan saham, dan tingkat bunga deposito.Sementara itu ROA ternyata mempunyai pengaruh yang dominan.Machfoedz (1994) menguji manfaat rasio keuangan dalam memprediksi perubahan labaperusahaan pada masa depan pada 89 perusahaan pemanufakturan yang terdaftar di BEJdari tahun 1989—1993. Machfoedz menunjukkan bahwa rasio keuangan tertentu dapatdigunakan untuk memprediksi laba satu tahun ke depan, tetapi tidak untuk memprediksilebih dari satu tahun.Asyik (1999) menemukan bahwa rasio neraca dan laba rugi memiliki hubungan yanglebih kuat dengan return saham dibandingkan dengan rasio arus kas. Sementara itupenelitian yang dilakukan oleh Kennedy JSP (2003) meneliti pengaruh ROA, ROE,Earnings per Share, Profit Margin, Asset Turnover, Rasio Leverage, dan Debto toEquity Ratio terhadap Return saham. Sampel yang digunakan adalah LQ 45 diBEJ tahun 2001 dan 2002. Dengan menggunakan teknik analisis regresi hasil yangdiperoleh menunjukkan hanya variabel asset turnover, ROA, ROE, leverage ratio, debtto equity ratio, dan earnings per share memberikan hubungan yang nyata dengan returnsaham. Meskipun secara individu rata-rata hubungannya rendah, secara bersama-samaberpengaruh nyata terhadap variabel dependennya.Sementara itu Tuasikal (2001) menguji manfaat informasi akutansi dalam memprediksireturn saham. Sampel yang digunakan adalah perusahaan manufaktur dan nonmanufaktur
  5. 5. yang terdaftar di BEJ sejak tahun 1996—1997. Hasil penelitiannya menunjukkanbahwa untuk perusahaan pemanufakturan informasi akuntansi dalam bentuk rasiokeuangan tidak bermanfaat dalam memprediksi return saham untuk periode satutahun ke depan. Sebaliknya, untuk memprediksi dua tahun ke depan hasilpengujiannya menunjukkan informasi akuntansi dalam bentuk rasio keuangan tertentubermanfaat dalam memprediksi return saham. Di pihak lain informasi akuntansi dalambentuk rasio keuangan tertentu memiliki kemampuan prediksi yang berbeda antaraperusahaan pemanufakturan dan nonpemanufakturan dalam memprediksi return sahamuntuk periode dua tahun ke depan.Natarsyah S. (2002) menganalisis pengaruh beberapa faktor fundamental dan risikosistematik terhadap harga saham. Penelitian ini merupakan studi terhadap 16 industribarang konsumsi yang go public di pasar modal dalam periode 8 tahun (1990—1997) dengan mengasumsikan bahwa harga saham merupakan fungsi dari ROA,ROE, beta, book value, debt/equity dan required rate of return. Setelah melakukanpengujian terhadap hipotesis diperoleh hasil bahwa faktor fundamental seperti return onassets, dividend payout ratio, debt to equity ratio, book value equity pershare, dan indeksbeta berpengaruh terhadap harga saham perusahaan. Pengujian hipotesis kedua untukmelihat apakah benar ROA— sebagai indikator earning power perusahaan, yaitu yangmencerminkan kinerja manajemen dalam menggunakan seluruh aset yang dimilikinya—mempunyai pengaruh yang dominan terhadap harga saham. Hipotesis ini tidakmendapat dukungan karena ternyata book value equity per share yang berpengaruhdominan terhadap harga saham.Parawiyati et al. (2000) pernah meneliti penggunaan informasi keuangan untukmemprediksi keuntungan investasi bagi investor di pasar modal berdasarkan datalaporan keuangan dari 48 perusahaan manufaktur yang go public yang telah terdaftar diBEJ mulai tahun1989—1994. Informasi keuangan yang digunakan adalah piutang, sediaan, biayaadminisrasi dan penjualan, serta rasio laba kotor terhadap penjualan yang digunakanuntuk mengestimasi laba atau arus kas untuk satu, dua, dan empat tahun ke depan.Hasil pengujiannya menunjukkan bahwa variabel informasi keuangan tersebutberpengaruh signifikan sebagai prediktor laba dan arus kas untuk satu, dua, dan empattahun ke depan.Pankoff dan Virgill (1970) dalam Zainudin & Jogiyanto (1999) mengemukakan bahwamanfaat laporan keuangan tidak dapat diukur hanya dari keakuratannya mencerminankan
  6. 6. kondisi keuangan perusahaan pada masa lalu. Akan tetapi, juga harus diukurmanfaatnya dalam memprediksi kondisi keuangan perusahaan pada masa yang akandatang sehingga laporan keuangan bermanfaat sebagai input dalam pengambilankeputusan investasi. Penelitian Machfoedz (1994) menemukan kekuatan prediksi rasiokeuangan untuk periode satu tahun lebih tinggi daripada dua tahun dan kekuatanprediksi rasio keuangan untuk periode dua tahun ditemukan tidak signifikan. 2.2 LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2.2.1 RATIO LIKUIDITASRasio lancar adalah ukuran dari likuiditas jangka pendek. Rasio lancar perbandinganantara aset lancar dengan kewajiban lancar. Bagi perusahaan, rasio lancar yang tinggimenunjukkan likuiditas, tetapi ia juga bisa dikatakan menunjukkan penggunaan kasdan aset jangka pendek secara tidak efisien (Ross, Westerfield, Jordan, 2008). Rasio inimenunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya.Suatu perusahaan yang mampu membayar belum tentu mampu memenuhi segalakewajiban keuangan yang harus dipenuhi (Sofyan, 2007). Karena proporsi atau distribusidari aktiva lancar yang tidak menguntungkan, misalya jumlah persediaan yang relatiftinggi dibandingkan dengan taksiran tingkat penjualan yang akan datang sehingga tingkatperputaran persediaan rendah menunjukkan adanya over investment dalampersediaan tersebut atau adanya saldo piutang yang besar yang mungkin sulit ditagih(Robert Ang, 1997). Apabila aktiva lancar untuk mengurangi jumlah hutang lancar,sedangkan hutang lancar digunakan untuk menambah aktiva lancar. Maka aktiva lancaryang dimiliki perusahaan lebih kecil daripada hutang lancar, dan perusahaanmengalami kesulitan dalam mengoperasikan perusahaannya. Ini dikarenakan terlalubanyak modal kerja mengakibatkan banyak dana yang menganggur, sehingga dapatmenurunkan laba, (Tulasi, 2006). Dengan demikian sangat dimungkinkan bahwa hubunganantara CR dengan ROE adalah negatif. Penelitian Ika Rahayu (2003) tentang pengaruhCurrent Ratio (CR) terhadap return saham perusahaan menunjukkan bahwaberpengaruh tdk signifikanH1 : Current Ratio berpengaruh signifikan terhadap return saham2.2.2 RATIO LAVERAGETingkat Debt to Equity Ratio (DER) yang tinggi menunjukkan komposisi total hutang(hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang) semakin besar apabila dibandingkan
  7. 7. dengan total modal sendiri, sehingga hal ini akan berdampak pada semakin besar pulabeban perusahaan terhadap pihak eksternal (para kreditur). Penggunaan dana dari pihakluar akan dapat menimbulkan 2 dampak, yaitu: dampak baik dengan meningkatkankedisiplinan manajemen dalam pengelolaan dana, serta dampak buruk, yaitu: munculnyabiaya agensi dan masalah asimetri informasi.Peningkatan beban terhadap kreditur akan menunjukkan sumber modal perusahaan sangattergantung dari pihak ekternal, sehingga mengurangi minat investor dalam menanamkandananya di perusahaan yang bersangkutan. Penurunan minat investor dalam menanamkandananya ini akan berdampak pada penurunan harga saham perusahaan, sehingga returnperusahaan juga semakin menurun.Semakin besar nilai Debt to Equity Ratio (DER) menandakan bahwa struktur permodalanusaha lebih banyak memanfaatkan hutang‐hutang relatif terhadap ekuitas. Semakintinggi Debt to Equity Ratio (DER) mencerminkan risiko perusahaan yang relatif tinggi,akibatnya para investor cenderung menghindari saham‐saham yang memiliki nilai Debtto Equity Ratio (DER) yang tinggi (Ang, 1997).Bhandari (1988) dalam penelitiannya yang meneliti tentang hubungan antara DER denganExpected Stock Return menunjukkan hasil bahwa DER memiliki pengaruh yang negatifdan signifikan terhadap return saham. Sedangkan Natarsyah (2000), Ratnasari (2003)dan Anastasia et al. (2003) menunjukkan bahwa DER berpengaruh positif dan signifikanpada return saham. Berdasarkan uraian di atas maka diajukan hipotesis sebagai berikut:H2 : Debt to Equity ratio berpengaruh signifikan terhadap return saham2.2.3 RATIO AKTIVITASTotal Assets Turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapaefisiennya seluruh aktiva perusahaan digunakan untuk menunjang kegiatan penjualan(Ang, 1997). Perputaran total aktiva menunjukkan bagaimana efektifitas perusahaanmenggunakan keseluruhan aktiva untuk menciptakan penjualan dalam kaitannya untukmendapatkan laba. Perusahaan dengan tingkat penjualan yang besar diharapkanmendapatkan laba yang besar pula. Nilai TATO yang semakin besar menunjukkan nilaipenjualannya juga semakin besar dan harapan memperoleh laba juga semakin besar pula. ,
  8. 8. hal ini akan menujukkan kinerja perusahaan semakin baik. Kinerja perusahaanyang semakin baik memberikan dampak pada harga saham perusahaan tersebut akansemakin tinggi dan harga saham yang tinggi memberikan harapan return yang semakinbesarH3 : Total Asset Turnover berpengaruh signifikan terhadap return saham2.2.4 RATIO PROFITABILITASReturn On Equity (ROE) digunakan untuk mengukur tingkat kembalian perusahaanatau efektivitas perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkanekuitas (shareholder’s equity) yang dimiliki oleh perusahaan(Brigham,2001).Menurut Herlambang (2003) semakin tinggi nilai ROEmenunjukkan semakin efisien perusahaan menggunakan modal sendiri untukmenghasilkan laba bagi perusahaan. Perusahaan yang semakin efisien dalammenggunakan modal sendiri dalam menghasilkan laba akan memberikan harapannaiknya return sahamnya. sehingga hubungan antara ROE dengan return saham dapatdihipotesiskan sebagai berikut : H4 : Return On Equity berpengaruh signifikan terhadap return saham2.2.5 RETURN SAHAMMenurut Elton & Gruber (1995) saham adalah menunjukkan hak kepemiilikan padakeuntungan dan aset dari suatu perusahaan. Secara sederhana, saham dapatdidefinisikan sebagai surat berharga yang menjadi bukti penyertaan atau kepemilikanindividu maupun industri dalam suatu perusahaan. Return saham adalah tingkat keuntungan yang dinikmati oleh pemodal atas suatuinvestasi saham yang dilakukan (Ang, 1997). Setiap investasi baik jangkapendek maupun jangka panjang mempunyai tujuan utama untuk mendapatkankeuntungan yang disebut return baik langsung maupun tidak langsung. Dalammelakukan investasi, investor yang rasional akan mempertimbangkan 2 (dua) hal, yaituexpected return (tingkat kembalian yang diharapkan) dan risk (resiko) yang terkandungdalam altternatif investasi yang dilakukan. Menurut Usman (2004), komponen return terdiri dari dua jenis: currentincome (pendapatan lancar), dan Capital Gain (keuntungan selisih harga). Currentincome merupakan keuntungan yang diperoleh melalui pembayaran yang bersifat
  9. 9. periode seperti: pembayaran bunga deposito, bunga obligasi, dividen dan sebagainya.Current income disebut sebagai pendapatan lancar, karena keuntungan yang diterimabiasanya dalam bentuk kas, sehingga dapat diuangkan secara cepat, seperti bunga ataujasa giro, dan dividen tunai; juga dapat dalam bentuk setara kas seperti bonus ataudividen saham yaitu dividen yang dibayarkan dalam bentuk saham dan dapatdikonversikan menjadi uang kas.Komponen kedua dari return adalah capital gain, yaitu keuntungan yang diterimakarena adnya selisih antara harga jual dengan harga beli saham suatu instrumeninvestasi. Capital gain sangat bergantung dari harga pasar instrumen investasi, yangberarti bahwa instrumen nvestasi harus diperdagangkan dipasar. Dengan adanyaperdagangan maka akan timbul perubahan nilai suatu instrumen investasi yangmemberikan captal gain. Besarnya capital gain dilakukan dengan analisis returnhistories yang terjadi pada periode sebelumnya, sehingga dapat ditentukan besarnyatingkat kembalian (expected return).
  10. 10. KERANGKA PENELITIAN CURRENT RATIO DEBT TO EQUITY RATIO RETURN SAHAM TOTAL ASSETS TURNOVER RETURN ON EQUITY
  11. 11. . BAB III METODE PENELITIAN1.1. Pendekatan PenelitianPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, Indrianto dan Supomo (2002: 12) menjelaskanbahwa penelitian kuantitatif menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabelpenelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik. Penelitian-penelitian dengan pendekatan deduktif yang bertujuan untuk menguji hipotesis.1.2. Lokasi PenelitianPenelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI mulai tahun 2008 -2010. Pengamatan dilakukan melalui media internet dengan website www.idx.co.id.1.3. Populasi dan SampelPopulasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di bursa Efek Indonesia (BEI).Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI mulaitahun 2007-2010. Sampel diambil dengan metode random sampling. Sampel diambil dengankriteria sebagai berikut :1.4. Jenis dan Sumber DataJenis data dalam penelitian ini adalah data dokumenter, karena berasal dari laporan keuanganperusahaan, sedangkan sumber datanya adalah sekunder.1.5. Teknik Pengambilan Data
  12. 12. Data dalam penelitian ini diambil dengan teknik dokumentasi, dengan melakukan penelusuraninformasi melalui media internet dengan alamat situs www.idx.co.id untuk memperoleh dataskunder.1.6. Identifikasi dan Definisi Opersaional Variabel3.6.1 Variabel DependenVariabel dependen dalam penelitian ini adalah return saham. Return saham. Dalam penelitian inimenggunakan return saham satu periode ke depan sehingga perhitungan return saham merupakanhasil bagi antara selisih harga saham periode tahun depan dengan harga saham periode saat inidibagi harga saham periode saat ini dengan rumus: Return saham = [(Rt+1) – Rt] : RtKeterangan :Rt = harga saham tahun ke dasar3.6.2. Variabel IndependenVariable independen dalam penelitian ini tardiri dari : 1. Current Ratio, dalam penelitian ini, curret ratio diukur dengan menggunakan rumus sebagai berikut : CR = hutang lancar / asset lancar 2. Selanjutnya adalah DER ( Debt Equity Ratio ) adalah variable yang didefinisikan sebagai rasio total hutang dengan modal sendiri. Rumusnya adalah : 3. Total Asset Turnover diukur dengan model sebagai berikut :
  13. 13. Total Asset Turnover : Penjualan / Total aktiva 4. Return On Equity dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan model sebagai berikut : ROE = EAT / Jumlah Modal Sendiri1.7. Teknik Analisis Data1.7.1. Perhitungan Nilai Setiap VariabelPerhitungan untuk setiap variabel diperlukan dalam analis data pada penelitian ini, yang nantinyaakan di analisis lebih lanjut dalam program SPSS 15. Adapun perhitungan tiap variabel (dependendan independen) dalam penelitian ini menggunakan rumus yang telah dijelaskan pada definisioperasional variabel, dan dapat dilihat seperti yang tertera pada lampiran kedua dalam penelitianini.1.7.2. Uji Asumsi KlasikDalam model persamaan regresi linier berganda ada tiga asumsi yang harus dipenuhi, yaitu :1. Multikolinearitas Multikolinearitas terjadi bila ada korelasi antara variabel-variabel bebas. Gejala multikolinearitas yang cukup tinggi dapat menyebabkan standar eror dari koefisien regresi masing-masing variabel bebas menjadi sangat tinggi. Ada tidaknya multikolinearitas dapat dilihat pada nilai VIF dan tolerance-nya. Apabila nilai VIF<10, dan nilai tolerance-nya>10%, maka tidak terdapat multikolinearitas pada persamaan regresi linier.2. Autokorelasi
  14. 14. Gejala autokorelasi terjadi karena adanya korelasi antara serangkaian observasi yang diurutkan menurut urutan waktu. Gejala ini banyak ditemukan pada data time series. Cara untuk mendeteksinya adalah dengan uji Durbin Watson (DW). Dengan kriteria (Ghozali, 2006: 100):a. Bila d<dL : terdapat autokorelasi negatif.b. Bila dL≤d≤dU : tanpa keputusan.c. Bila dU ≤d≤ (4-dU) : tidak terdapat autokorelasi.d. Bila (4-dU)≤d≤(4-dL) : tanpa keputusan.e. Bila d≥(4-dL) : terdapat autokorelasi positif.3. Heterokedastisitas Cara untuk mendeteksi gejala ini menurut Ghozali (2011: 139) adalah dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Deteksi ada tidaknya heterokedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED. Jika tidak ada pola yang jelas, sereta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heterokedastisitas.1.7.3. Analisis Regresi Linier BergandaBerdasarkan tujuan dan hipotesis penelitian di atas, maka variabel-variabel dalam penelitian ini,akan dianalisis dengan bantuan software SPSS, lebih lanjut model yang digunakan untukmenganalisisnya adalah Regresi Linier Berganda. Modelnya adalah sebagai berikut :Adapun :
  15. 15. Y = Return saham ()α = Konstantaβ1x1 = likuiditas (Current Ratio)β2x2 = leverage (DER)β3x3 = aktivitas (TAT)β4x4 = profitabilitas (NPM)e = Eror3.7.3. Uji Hipotesisa. Uji regresi secara simultan atau uji F : 1. Merumuskan hipotesis untuk masing-masing kelompok. H0 = berarti secara simultan atau bersama-sama tidak ada pengaruh yang signifikan antara X1, X2, X3, X4 dengan Y. H1 = berarti secara simultan atau bersama-sama ada pengaruh yang signifikan antara X1, X2, X3, X4 dengan Y. 2. Menentukan tingkat signifikan yaitu sebesar 5% (α = 0,05) 3. Membandingkan tingkat signifikan (α = 0,05) dengan tingkat signifikan F yang diketahui secara langsung dengan menggunakan program spss dengan kriteria : Nilai signifikan F > 0,05 berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Nilai signifikan F < 0,05 berarti H0 ditolak dan H1 dierima. 4. Mebandingkan F hitung dengan F tabel, dengan kriteria sebagai berikut: Jika F hitung > F tabel, maka H0 ditolak dan H1 dierima.
  16. 16. Jika F hitung < F tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak.
  17. 17. 18

×