SELEMBAR SAKSI SEJARAH
Pada tahap awal munculnya fotografi di dunia, foto senantiasa   bertugas sebagai alat dokumentasi, baik dokumetasi   priba...
   Agar sebuah foto bisa menjadi sebuah media dokumentasi yang    berisi informasi bisa diketahui oleh banyak pihak,     ...
   Fotojurnalistik menghentikan waktu dan memberi kita gambaran    nyata bagaimana waktu membentuk sejarah lewat sebuah  ...
   JURNALISTIK – JURNALISME :    kegiatan/pekerjaan mencari, mengumpulkan,    mengolah dan menyebarkan berita/informasi  ...
   Wilson Hick redaktur senior majalah ‗Life‘ (1937-1950) dalam buku World and Pictures (new    York, Harper and Brothers...
   Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa,    foto jurnalisik adalah suatu media sajian    informasi berupa bukti vi...
Foto Jurnalistik :Gambar/foto "biasa" yang dipadu dengan kata  tetapi memiliki nilai berita atau pesan yang   "layak" untu...
   Foto jurnalistik juga harus didukung dengan kata-kata    yang terangkum dalam kalimat yang disebut dengan teks    foto...
   Konsep utama dalam foto jurnalistik sama    dengan konsep menulis berita, yaitu mempunyai    unsur 5 W+1H :       Wha...
   Nilai berita dalam foto tentu berhubungan dengan :     Aktual     penting     Proximity atau kedekatan     Magnitu...
   Menurut World Press Photo Foundation,    penyelenggara lomba foto tahunan tentang    fotojurnalistik tingkat dunia men...
   yang terjadi tanpa perencanaan sebelumnya,    Contoh: foto bencana, kerusuhuan, teror    bom, pembunuhan, tabrakan ker...
   Foto yang telah terjadwal sebelumnya (contoh:    Sidang Umum MPR, Piala dunia, PON, Presiden    meresmikan bendungan, ...
   Adalah sebuah sajian foto tentang manusia    (orang) yang menjadi sorotan di sebuah berita.    Kecenderungan yang disa...
   Tentang segala aktifitas manusia yang mampu    menggugah perasaan dalam kesehariannya,    lebih ke human interest. Con...
   Foto yang menggambarkan tentang sosial    kehidupan masyarakat dengan lingkungan    hidupnya
   Foto yang dibuat menyangkut seni dan budaya    secara luas, seperti pertunjukkan balet,    pertunjukan yang terkait de...
   Foto yang menyangkut perkembangan    teknologi dan ilmu pengetahuan di muka    bumi. Misalnya penemuan situs purbakala...
   Foto yang menggambarkan sosok wajah    seseorang baik secara clouse up maupun    secama medium shot. Foto ditampilkan ...
   Foto-foto yang dibuat dari peristiwa olahraga    dari seluruh cabang olehraga apa saja. Baik    olahraga tradisional m...
Orang yang melakukan pemotretan untuk berita disebut pewarta   foto bukan fotografer, karena dari segi arti bila ditelaah ...
Dalam buku "Photojournalism, The Visual Approach" menyebutkan ada tiga    jenjang yang baik sebagai basis seseorang yang a...
   Perbedaan foto jurnalis adalah    terletak pada pilihan,    membuat foto jurnalistik    berarti memilih foto mana    y...
   1. Naluri Berita   2. Rasa Ingin Tahu   3. Pantang Menyerah   4. Perilaku yang Baik   5.Kecepatan   6.Wawasan dan...
   Teknis Kamera   Teknis Foto   Art of view   Art of sense   Olah Digital
A. JENIS KAMERA1. kamera berdasarkan media               2. Jenis kamera berdasarkan    penangkap cahaya                  ...
B. MENU KAMERA      Setiap kamera memiliki menu/sajian      dalam bentuk icon-icon dimana      memiliki fungsi yang pentin...
   Aperture    Atau yang sering juga disebut dengan difragma atau bukaan lensa adalah    berfungsi untuk mengatur seberap...
   Shutter Speed    Atau yang biasa disebut juga dengan speed atau kecepatan rana bertugas    untuk mengatur berapa lama ...
   ISO atau ASA    Adalah tingkat sensitifitas medium dalam menerima cahaya. Semakin tinggi    nilainya, maka akan semaki...
   White Balance (WB)    adalah istilah dalam fotografi untuk kalibrasi titik berwarna putih.    Sebagaimana dijelaskan p...
   EXPOSURE   KOMPOSISI   ANGLE   WARNA
   Exposure adalah istilah dalam fotografi yang mengacu    kepada banyaknya cahaya yang jatuh ke medium (film    atau sen...
   Perhatikan : Speed shutter, ISO, dan Diagfragma    sebelum memotret.   Gunakan ―P‖ (program) sebelum menggunakan    ―...
   Pengertian    Komposisi adalah upaya menyusun elemen-elemen    foto yang esensial seperti bentuk, nada, warna, pola   ...
   Kedua. Mengubah dan mencari                                       sudut pemotretan sehingga                           ...
   Ketiga. Menunggu saat atau    momen yang tepat sebelum    menekan tombol rana. Hal         Keempat. Memperbaiki    in...
   Ujud (shape)   Bentuk (form)   Pola (pattern)   Tekstur (texture)   Kontras (contrast)   Warna (calour)
   Format Vertikal dan Horizontal   Posisi Horizon   perulangan dan Ritme   Garis Diagonal yang Dinamis   Rule of Thi...
    Perhatikan Titik Point Fokus Berada dimana    Tempatkan Titik Point Fokus pada fokus    utama foto    Pilihlah Poin...
   Angle adalah Teknik pengambilan atau    penempatan objek agar sempurna di dalam    foto   Lebih kepada posisi fotogra...
   Warna (colour) yaitu unsur warna yang dapat membedakan    objek, menentukan mood daripada foto kita, serta    memberi ...
Bagi seorang pewarta foto untuk mendapatkan foto berita yang bagus   dan banyak terkadang si pewarta foto harus melakukan ...
1.   Kemauan : niatan melakukan sesuatu yang diwujudkan     dengan suatu tindakan atau usaha untuk mencapai tujuan.2.   Ke...
1.   Agenda atau Isu2.   Ide+Imajinasi = KONSEP3.   Pengumpulan Informasi dan Referensi4.   Pemahaman medan/kondisi lapang...
Dalam kesehariannya, pewarta foto    dihadapkan dengan jutaan moment    yang laik untuk dijadikan informasi    untuk masya...
   Observasi situasi : Melakukan pengamatan terhadap hal-hal yang    berkaitan dengan hasil akhir foto yang diharapkan. C...
Syarat yang paling utama dalam fotojurnalistik adalah foto harus mencerminkan etika    atau norma hukum, baik dari segi pe...
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Foto jurnalistik - saksi sejarah
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Foto jurnalistik - saksi sejarah

3,760 views

Published on

Materi kelas #AkberBPN10 Fotografi Jurnalistik

Published in: Education
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
3,760
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
245
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Foto jurnalistik - saksi sejarah

  1. 1. SELEMBAR SAKSI SEJARAH
  2. 2. Pada tahap awal munculnya fotografi di dunia, foto senantiasa bertugas sebagai alat dokumentasi, baik dokumetasi pribadi atau dokumen resmi sebuah institusi bahkan negara.Sebagai alat dokumentasi, foto menjadi salah satu hal penggerak perubahan dunia, bahkan hingga saat ini. Foto tetap menjadi salah satu media untuk merekam sebuah peristiwa yang terjadi dalam sebuah waktu
  3. 3.  Agar sebuah foto bisa menjadi sebuah media dokumentasi yang berisi informasi bisa diketahui oleh banyak pihak, foto membutuhkan sebuah tempat yang bernama media massa Di dalam media massa inilah foto diolah menjadi sebuah berita untuk memberi ide, gagasan, atau tindakan kepada orang lain untuk melakukan perubahan Foto yang memuat sebuah berita inilah yang acap kali dikenal dengan istilah foto jurnalistik
  4. 4.  Fotojurnalistik menghentikan waktu dan memberi kita gambaran nyata bagaimana waktu membentuk sejarah lewat sebuah kejadian. Fotojurnalistik menghubungkan manusia di seluruh dunia dengan bahasa gambarnya yang sesuai dengan fakta. Sehingga fotojurnalistik menjadi alat terbaik untuk melaporkan sebuah peristiwa yang dialami umat manusia secara ringkas dan efektif Dalam dunia fotojurnalistik, efek yang ingin ditimbulkan oleh seorang pembuat fotojurnalistik adalah efek sosial dari sebuah efek visual yang dibuatnya Dan dari dalam sebuah fotojurnalistik yang tercipta tersimpanlah sebuah cerita perubahan jaman yang di masa depan akan menjadi sebuah sejarah
  5. 5.  JURNALISTIK – JURNALISME : kegiatan/pekerjaan mencari, mengumpulkan, mengolah dan menyebarkan berita/informasi melalui media massa. FOTO : potret/gambar yang dibuat dan di hasilkan dengan sebuah alat bernama kamera dengan tujuan untuk menjadi sebuah alat penyimpan informasi (dokumentasi).
  6. 6.  Wilson Hick redaktur senior majalah ‗Life‘ (1937-1950) dalam buku World and Pictures (new York, Harper and Brothers, Arno Press 1952, 1972), foto jurnalistik adalah media komunikasi verbal dan visual yang hadir bersamaan. Henri Cartier-Bresson, salah satu pendiri agen foto terkemuka di dunia Magnum yuang terkenal dengan teori ‗Decisive Moment‘ — menjabarkan, ―foto jurnalistik adalah berkisah dengan sebuah gambar, melaporkannya dengan sebuah kamera, merekamnya dalam waktu, yang seluruhnya berlangsung seketika saat suatu citra tersembut mengungkap sebuah cerita.‖ Oscar Motuloh dalam sebuah pelatihan fotografi berpendapat fotojurnalistik adalah suatu medium sajian informasi untuk menyampaikan beragam bukti visual atas berbagai peristiwa kepada masyarakat seluas-luasnnya secara cepat. Tokoh fotojurnalistik asal Surabaya Zainuddin Nasution berpendapat, foto jurnalistik adalah jenis foto yang digolongkan foto yang bertujuan dalam pemotretannya karena keinginan bercerita kepada orang lain. Jadi foto-foto di jenis ini berkepentingan dalam menyampaikan pesan (massage) kepada orang lain dengan maksud agar orang lain melakukan sesuatu tindakan psikologis. Dan banyak pula, yang beranggapan bahwa yang dimaksud dengan fotojurnalistik itu, hanyalah foto-foto yang dihasilkan para wartawan foto saja. Padahal fotojurnalistik, sebenarnya mencakup suatu hal yang sangat luas. Foto-foto advetorial, kalender, postcard, brosur, dsb, bisa juga dikatakan sebagai jenis fotojurnalistik.
  7. 7.  Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa, foto jurnalisik adalah suatu media sajian informasi berupa bukti visual (gambar) atas berbagai peristiwa yang disampaikan kepada masyarakat seluas-luasnya dengan tempo dan waktu yang cepat.
  8. 8. Foto Jurnalistik :Gambar/foto "biasa" yang dipadu dengan kata tetapi memiliki nilai berita atau pesan yang "layak" untuk diketahui orang banyak dan disebarluaskan lewat media massa. foto yang punya nilai berita (bisa menceritakan kejadian/peristiwa)
  9. 9.  Foto jurnalistik juga harus didukung dengan kata-kata yang terangkum dalam kalimat yang disebut dengan teks foto / caption foto, dengan tujuan untuk menjelaskan gambar dan mengungkapkan pesan atau berita yang akan disampaikan ke publik. Jika tanpa teks foto maka sebuah foto hanyalah gambar yang bisa dilihat tanpa bisa diketahui apa informasi dibaliknya.
  10. 10.  Konsep utama dalam foto jurnalistik sama dengan konsep menulis berita, yaitu mempunyai unsur 5 W+1H :  What,  Who,  Where,  When  Why  How
  11. 11.  Nilai berita dalam foto tentu berhubungan dengan :  Aktual  penting  Proximity atau kedekatan  Magnitude (daya tarik)  Ketokohan (popularitas, terkenal)  Sesuatu yang gag biasa, jarang terjadi  Unik  Human interest (aspek kemanusiaan)  Empati  Konflik, kontroversial  Dramatis
  12. 12.  Menurut World Press Photo Foundation, penyelenggara lomba foto tahunan tentang fotojurnalistik tingkat dunia mengelompokkan fotojurnalistik menjadi beberapa kategori di antaranya adalah :
  13. 13.  yang terjadi tanpa perencanaan sebelumnya, Contoh: foto bencana, kerusuhuan, teror bom, pembunuhan, tabrakan kereta api, perkelaian dst.
  14. 14.  Foto yang telah terjadwal sebelumnya (contoh: Sidang Umum MPR, Piala dunia, PON, Presiden meresmikan bendungan, pembukaan pameran perumahan dll. Dalam penyajiannya lebih luas mencakup Politik, ekonomi, pertahanan, humor dsb
  15. 15.  Adalah sebuah sajian foto tentang manusia (orang) yang menjadi sorotan di sebuah berita. Kecenderungan yang disajikan lebih ke profil atau sosok seseorang . Bisa karena kelucuannya, ketokohannya, atau justru salah satu dari korban aksi teror, kurban bom dsb.
  16. 16.  Tentang segala aktifitas manusia yang mampu menggugah perasaan dalam kesehariannya, lebih ke human interest. Contohnya: seorang tua yang sedang menggendong beban yang berat, pedagang makanan dll.
  17. 17.  Foto yang menggambarkan tentang sosial kehidupan masyarakat dengan lingkungan hidupnya
  18. 18.  Foto yang dibuat menyangkut seni dan budaya secara luas, seperti pertunjukkan balet, pertunjukan yang terkait dengan masalah budaya dan musik dsb.
  19. 19.  Foto yang menyangkut perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan di muka bumi. Misalnya penemuan situs purbakala, klonning domba, pemotretan organ tubuh, proses operasi seorang pasien dsb.
  20. 20.  Foto yang menggambarkan sosok wajah seseorang baik secara clouse up maupun secama medium shot. Foto ditampilkan karena kekhasan pada wajah yang dimilikinya.
  21. 21.  Foto-foto yang dibuat dari peristiwa olahraga dari seluruh cabang olehraga apa saja. Baik olahraga tradisional maupun olahraga yang telah banyak dikenal oleh awam.
  22. 22. Orang yang melakukan pemotretan untuk berita disebut pewarta foto bukan fotografer, karena dari segi arti bila ditelaah lebih dalam akan ditemukan sebuah pembeda antara pewarta foto dan fotografer. Salah satunya adalah ―Hal terpenting bagi seorang pewarta foto adalah berpikir bahwa dia adalah seorang wartawan, yang kedua baru dia bertindak sebagai seorang fotografer.‖ Maksud dari kalimat tersebut adalah hal pertama yang dilakukan berfikir apakah objek dihadapannya bisa memberikan informasi yang laik dan mampu memberikan masukan atau inspirasi kepada dunia (lepas dari subjektifitas) hingga terjadinya perubahan ataukah tidak dan kemudian mengeksekusi objek tersebut dengan teknik foto yang dia kuasai
  23. 23. Dalam buku "Photojournalism, The Visual Approach" menyebutkan ada tiga jenjang yang baik sebagai basis seseorang yang akan memilih berkecimpung menjadi pewarta foto: Pertama, snapshot (pemotretan sekejap), adalah pemotretan yang dilakukan dengan cepat karena melihat suatu momen atau aspek menarik. Pemotretan ini dilakukan dengan spontan dan reflek yang kuat. Jenjang pertama ini masih menyangkut pendekatan yang lebih pribadi. Kedua, fotografi sebagai hobi. Dalam tahapan ini fotografer mulai menekankan faktor eksperimen dalam pemotretannya, tidak hanya sekedar melakukan snapshot saja. Dalam tahap ini biasanya fotografer mulai tertarik lebih jauh pada hal-hal yang menyangkut fotografi. Ketiga, art photography (fotografi seni), suatu jenjang yang lebih serius. Berbagai subyek pemotretan dilihat dengan interpretasi yang luas. Ekspresi subyektif terlihat dalam karya-karya pada tahapan ini. Kejelian, improvisasi, kreasi dan kepekaan terhadap subyek menjadi basis pada jenjang ini. photojournalism (pewarta foto) berada pada tahap selanjutnya. Artinya dalam mengemban profesi tersebut, maka seorang pewarta foto dianjurkan menguasai dengan fasih ketiga jenjang yang telah disebut tadi
  24. 24.  Perbedaan foto jurnalis adalah terletak pada pilihan, membuat foto jurnalistik berarti memilih foto mana yang cocok. Dia mencontohkan dalam peristiwa pernikahan, dokumentasi berarti mengambil/memotret seluruh peristiwa. Mulai dari penerimaan tamu hingga usai acara. Tapi seorang wartawan foto hanya mengambil sisi-sisi yang dianggap menarik saja. Karena memang peristiwa itu nantinya akan menjadi pilihan wartawan foto untuk dimuat di dalam medianya saja.
  25. 25.  1. Naluri Berita 2. Rasa Ingin Tahu 3. Pantang Menyerah 4. Perilaku yang Baik 5.Kecepatan 6.Wawasan dan Kreativitas 7. Tanggung Jawab kepada Perusahaan dan Pembaca 8. Penguasaan teknik Fotojurnalistik
  26. 26.  Teknis Kamera Teknis Foto Art of view Art of sense Olah Digital
  27. 27. A. JENIS KAMERA1. kamera berdasarkan media 2. Jenis kamera berdasarkan penangkap cahaya mekanisme kerja Kamera film  Kamera single lens reflect  Kamera instan Kamera polaroid Kamera digital 3. kamera berdasarkan teknologi a.Pocket Camera / Kamera Saku viewfinder b.Prosumer Camera / Kamera Semi  Kamera saku Professional  Kamera TLR c.Digital Single Lens Reflex (DSLR)  Kamera SLR (Single Lens Reflect) Professional Camera
  28. 28. B. MENU KAMERA Setiap kamera memiliki menu/sajian dalam bentuk icon-icon dimana memiliki fungsi yang penting bagi pembuatan foto dan berpengaruh pada hasilC. ISTILAH TEKNIS DASAR Penguasaan terhadap pengertian istilah teknis dasar sangat membantu dalam mengolah foto, contoh diagfragma, speed, iso/asa, metering, white balance, countinus, sinkronisasi, dllD. PERLENGKAPAN KAMERA 1. Lensa (ultra wide 10-16mm, wide 18- 24mm, tele 70-500mm, fix 50-800mm) 2. Lampu Flash/blizt 3. Filter (uv
  29. 29.  Aperture Atau yang sering juga disebut dengan difragma atau bukaan lensa adalah berfungsi untuk mengatur seberapa besar lensa akan terbuka. Fungsi ini lebih tepatnya terletak pada lensa. Logikanya, semakin besar bukaannya, maka akan semakin banyak cahaya yang akan masuk. Seperti sebuah kran air. Semakin besar kita buka keran tersebut maka akan semakin banyak air yang akan keluar. Efek Samping dari Aperture Seperti obat batuk yang memiliki efek samping, begitu juga dengan aperture. Efek sampingnya adalah semakin besar bukaan lensa, maka akan semakin kecil daerah fokusnya. Dan sebaliknya. Daerah fokus inilah yang biasa dikenal dengan DOF (Depth of Field).
  30. 30.  Shutter Speed Atau yang biasa disebut juga dengan speed atau kecepatan rana bertugas untuk mengatur berapa lama mirror terbuka lalu menutup kembali untuk membatasi berapa banyak cahaya yang akan masuk. Seperti teori keran, apabila kita membuka keran terlalu lama, maka wadah penampung air tadi akan kelebihan sehingga akan meleber keluar. Kalau dalam kasus fotografi, medium akan terbakar. Efek Samping dari Shutter Speed Seperti berpacaran yang memiliki efek samping, seperti sulit melirik wanita/pria lain, begitu juga dengan shutter speed. Semakin cepat shutter speed, maka akan gambar akan semakin terlihat diam (freeze). Dan sebaliknya, apabila speed terlalu lamban gambar akan terlihat blur dikarenakan gerakan yang terlalu cepat, sehingga objek terlihat bergerak sangat cepat.
  31. 31.  ISO atau ASA Adalah tingkat sensitifitas medium dalam menerima cahaya. Semakin tinggi nilainya, maka akan semakin tingkat sensitifitasnya. Artinya, apabila kita merubah nilai ISO atau ASA ini menjadi lebih tinggi, sedangkan aperture dan speednya tidak diubah, maka medium akan menerima cahaya lebih banyak. Dan sebaliknya. Efek Samping ISO atau ASA ISO adalah tingkat sensitifitas sensor (medium), sedangkan ASA adalah tingkat sensitifitas film (medium), jadi perbedaannya hanya dimediumnya saja. Tapi logikanya sama. Kecuali efek sampingnya. Dimana apabila menggunakan film ASA tinggi, maka gambar akan terlihat grainy (berbentuk titik kecil namun banyak). Sedangkan penggunaan ISO tinggi akan menghasilkan noise (seperti bentuk cacing namun banyak). Sedikit aja udah geli apalagi banyak =)
  32. 32.  White Balance (WB) adalah istilah dalam fotografi untuk kalibrasi titik berwarna putih. Sebagaimana dijelaskan pada bagian suhu warna / color temperature, warna yang dianggap putih dapat bervariasi tergantung pada kondisi pencahayaan. Konsep "warna putih" menjadi bukan sesuatu yang absolut.
  33. 33.  EXPOSURE KOMPOSISI ANGLE WARNA
  34. 34.  Exposure adalah istilah dalam fotografi yang mengacu kepada banyaknya cahaya yang jatuh ke medium (film atau sensor gambar) dalam proses pengambilan foto.Exposure dipengaruhi oleh tujuh hal, yaitu:1.Jenis dan intensitas sumber cahaya Tiga hal Utama :2.Respon benda terhadap cahaya3.Jarak kamera dengan benda 1. ISO4.Shutter speed. 2. Aperture5.Bukaan.6.Ukuran ISO/ASA 3. Speed Shutter7.Penggunaan filter tertentu
  35. 35.  Perhatikan : Speed shutter, ISO, dan Diagfragma sebelum memotret. Gunakan ―P‖ (program) sebelum menggunakan ―M‖ (manual) untuk mendapatkan hasil standar kamera Lakukan eksplorasi tentang metering dan ingatlah tentang hasilnya Tidak semua foto under/over itu adalah foto gagal
  36. 36.  Pengertian Komposisi adalah upaya menyusun elemen-elemen foto yang esensial seperti bentuk, nada, warna, pola dan tekstur di dalam batasan suatu ruang. Tujuan untuk mengorganisasikan berbagai komponen foto yang saling berlainan, menjadi sedemikian rupa sehingga gambar tersebut menjadi suatu kesatuan yang saling mengisi, serta mendukung satu sama lainnya dengan demikian, menjadi enak dipandang sehingga estetika foto yang diharapkan
  37. 37.  Kedua. Mengubah dan mencari sudut pemotretan sehingga dicapai suatu komposisi yang Pertama. Mengatur atau lebih baik. Ini lebih sering memberi pengarahan kepada dilaksanakan pada subjek sedemikian rupa pemotretan lanskap dan foto- sampai mantap untuk foto arsitektur. Di mana memenuhi selera/keinginan mungkin, penggunaan lensa dalam hal komposisi. Di sini dengan jarak fokus yang lebih ia bertindak seperti dan panjang daripada lensa sebagai sutradara dalam normal; secara material akan pembuatan film cerita. dapat meningkatkan komposisi melalui ―efek telephoto‖
  38. 38.  Ketiga. Menunggu saat atau momen yang tepat sebelum menekan tombol rana. Hal  Keempat. Memperbaiki ini dilakukan pada komposisi pada waktu pemotretan olahraga, tarian mencetak foto. Ini sekarang dan foto aksi lainnya yang lebih mudah dilakukan banyak mengandung gerak karena kamera dan alat adegan dan perubahan- pencetaknya sudah didukung perubahan bentuk secara teknologi digital. Lain halnya mendadak di luar dugaan. dengan film yang harus Juga pada pemotretan yang dilakukan sendiri oleh dilakukan di tempat-tempat fotografer di kamar gelap. ramai seperti jalan, pasar dan sebagainya.
  39. 39.  Ujud (shape) Bentuk (form) Pola (pattern) Tekstur (texture) Kontras (contrast) Warna (calour)
  40. 40.  Format Vertikal dan Horizontal Posisi Horizon perulangan dan Ritme Garis Diagonal yang Dinamis Rule of Third Garis Lengkung dan Curva Golden Section Segitiga Imajiner Berdasarkan Warna Berdasarkan Sudut Ambil Memanfaatkan Bayangan Framing Refleksi Golden Spiral Background dan Foreground
  41. 41.  Perhatikan Titik Point Fokus Berada dimana Tempatkan Titik Point Fokus pada fokus utama foto Pilihlah Point Fokus (one focus or avarage) Perhatikan situasi di dalam area view finder, apakah ada objek menarik Bila perlu arahkan objek pada posisi yang kita inginkan
  42. 42.  Angle adalah Teknik pengambilan atau penempatan objek agar sempurna di dalam foto Lebih kepada posisi fotografer saat melakukan pengambilan gambar Sudut pandang (perspektif) : cara memandang suatu situasi
  43. 43.  Warna (colour) yaitu unsur warna yang dapat membedakan objek, menentukan mood daripada foto kita, serta memberi nilai tambah untuk menyempurnakan daya tarik. Warna dapat ditimbulkan melalui pilihan pencahayaan serta exposure, sedikit underexposing akan memberikan hasil yang low-key, dan sedikit overexposing atau penggunaan filter warna akan memberikan hasil warna yang kontras. Idealnya, sebuah foto mempunyai satu subyek utama dan satu warna utama, sedang subyek dan warna lainnya merupakan pendukung. Sebuah komposisi yang warnanya terdiri dari tingkat warna sejenis akan menghasilkan foto yang tenang.
  44. 44. Bagi seorang pewarta foto untuk mendapatkan foto berita yang bagus dan banyak terkadang si pewarta foto harus melakukan sebuah perjalanan. Selain itu foto berita juga bisa didapatkan oleh si pewarta foto dari banyaknya informasi yang diterima oleh si pewarta foto. Adapun sumber informasi yang bisa di dapat oleh si pewarta foto untuk memperoleh informasi antara lain:1. Agenda2. Memonitor frekuensi radio3. Undangan press release4. Memelihara kontak5. Mengonsumsi media6. Bekerjasama dengan rekan7. Surfing isu di internet8. Surfing internet
  45. 45. 1. Kemauan : niatan melakukan sesuatu yang diwujudkan dengan suatu tindakan atau usaha untuk mencapai tujuan.2. Ketrampilan : panjangnya jam terbang dan penguasaan terhadap peralatan serta pengetahuan tentang dunia foto yang dimiliki seseorang3. Seni Melihat : Cara seorang memandang sesuatu dan mengimplemtasikannya4. Selera seni: pengetahuan atau rasa tentang bagaimana membuat foto yang bagus5. Subjek : bentuk subjek yang akan difoto akan mempengaruhi6. Alat : jenis alat yang digunakan pada pemotretan7. Penyelesaian : apa yang dilakukan oleh seorang fotografer setelah melihat hasil8. Jaringan : fotografer social network9. Moment : suatu keadaan/situasi yang melibatkan sebuah objek yang bisa membuat foto berbicara
  46. 46. 1. Agenda atau Isu2. Ide+Imajinasi = KONSEP3. Pengumpulan Informasi dan Referensi4. Pemahaman medan/kondisi lapangan5. Penyatuan perspektif antara si pewarta foto, redaktur, dan keinginan pembaca6. Peralatan yang tepat dan penguasaan alat7. Kesiapan fisik dan mental8. Rencana Tambahan (PLAN B)
  47. 47. Dalam kesehariannya, pewarta foto dihadapkan dengan jutaan moment yang laik untuk dijadikan informasi untuk masyarakat sebagai berita. Namun keterbatasan halaman (baik koran maupun website) menjadikan pewarta foto melakukan prioritas mana yang harus ia tampilkan terlebih dahulu.Selain itu, di dalam satu daerah, pewarta foto tak hanya ada satu, dimana berarti ada puluhan bahkan ratusan karya foto yang akan tercipta dari satu tempat yang memiliki moment. Penyebabnya adalah :1. Ide setiap orang berbeda2. Pengambilan keputusan3. Pengalaman dan jam terbang si perwata foto4. Ekspolrasi medan5. Pengetahuan6. Mengerti dan memahami aturan
  48. 48.  Observasi situasi : Melakukan pengamatan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan hasil akhir foto yang diharapkan. Contoh: meninjau spot (lokasi) foto, memeriksa exposure, jatuh cahaya, Mengumpulkan informasi : bertanya seputar kegiatan/peristiwa dengan dasar 5W1H dengan maksud agar menstimulasi otak agar memunculkan ide/konsep foto dan mereka-reka pergerakan saat pengambilan gambar Menentukan lokasi pengambilan foto dan alternatifnya Mempersiapkan alat utama (kamera) dan alat tambahan (flash, trigger, battrey, lensa, raincoat, dll) Berdiri di area paling dekat dengan lokasi utama/tempat kejadian Ambil satu-lima foto/format foto – horizontal (landsacpe) atau Vertical (potrait) Meminta ijin kepada objek foto atau orang sekitar, agar si pemotret bisa memiliki dasar hukum dalam melakukan tugasnya. Ikuti aturan dan berhati-hati
  49. 49. Syarat yang paling utama dalam fotojurnalistik adalah foto harus mencerminkan etika atau norma hukum, baik dari segi pembuatannya maupun penyiarannya. Di Indonesia, etika yang mengaturnya ada pada kode etik jurnalistik : Pasal 2 berisi pertanggungjawaban yang antara lain : wartawan Indonesia tidak menyiarkan hal-hal yang sifatnya destruktif dan dapat merugikan bangsa dan Negara, hal-hal yang dapat menimbulkan kekacauan, hal-hal yang dapat menyinggung perasaan susila, agama, kepercayaan atau keyakinan seseorang atau sesuatu golongan yang dilindungi undang-undang. Sementara pasal 3 berisi cara pemberitaan dan menyatakan pendapat, antara lain disebutkan bahwa wartawan Indonesia menempuh jalan dan cara yang jujur untuk memperoleh bahan-bahan berita. Wartawam Indonesia meneliti kebenaran suatu berita atau keterangan sebelum menyiarkannya dengan juga memperhatikan kredibilitas sumber berita. Didalam menyusun berita , wartwan Indonesia membedakan antara kejadian (fakta) dan pendapat (opini). Inti dari dua pasal tersebut adalah : 1. Sesuai kenyataan bukan opini 2. Menceritakan kebenaran permasalahan apa adanya, bukan memunculkan permasalahan baru 3. Bersifat inovatif bukan destruktif 4. Bukan rekayasa 5. Adanya perubahan

×