Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Filsafat

1,053 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Filsafat

  1. 1. LOGOwww.themegallery.com FILSAFAT ILMU
  2. 2. LOGOwww.themegallery.com ARTI KATA FILSAFAT ARTI KATA Secara etimologi filsafat dari kata “Philosophia”, (bahasa Yunani) philis/philos berarti cinta dalam arti luas, sophos/sophia berarti kebenaran, kebijaksanaan, pengertian yang mendalam. Dalam bahasa Inggris philosophy, bahasa arab falsafah, sering diterjemahkan sebagai “Cinta Kebijaksanaan”. Kata majemuk “Philosophia”, berarti suatu upaya pemikiran manusia untuk mencari kebenaran atau kebijaksanaan.
  3. 3. LOGOwww.themegallery.com PENGERTIAN FILSAFAT 0K? B. 1.Plato:, ilmu yg berminat mencapai kebenaran hakiki. 2.Aristoteles: ilmu yg meliputi kebenaran yg terkandung dlm metafisika, logika, retorika, etika, politik, & estetika. 3.Al Farabi: ilmu ttg alam maujud, hakekat yg sebenarnya. 4.Hasbullah Bakry: Ilmu yg menyelidiki segalanya dg mendalam ttg ketuhanan, alam semesta, dan manusia. 5.Poedjawijatna: Ilmu yg berusaha mencari sebab se- dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran belaka.
  4. 4. LOGOwww.themegallery.com INTINYA FILSAFAT PENGERTIAN Filsafat: ilmu yang mem pelajari segala sesuatu dengan hanya mengandal kan pikiran untuk menemukan maknanya
  5. 5. LOGOwww.themegallery.com 1. Obyek Formal: Hakikat segala sesuatu yg ada, menyeluruh, mendasar/ sedalamnya, secara umum, sehingga dapat mencapai hakikat obyek materialnya. OBYEK FILSAFAT OBYEK FILSAFAT
  6. 6. LOGOwww.themegallery.com FILSAFAT . OBYEK FILSAFAT 2. Obyek Material: Segala yg ada & mungkin ada, kongkrit (fisik & non fisik), abstrak spiritual & logis, konseptual, nilai-nilai, bahkan keberadaan Tuhan. Ada dlm pikiran, dlm kenyataan, ada dlm kemungkinan. Ada yang umum (ontology), yang bersifat khusus baik yang mutlak (theodecia) maupun tidak mutlak, yakni alam (kosmologi) dan manusia (antropologi metafisik).
  7. 7. LOGOwww.themegallery.com YA ISTIRAHAT SEJENAK? OK FILSAFAT
  8. 8. LOGOwww.themegallery.com Metode berasal dari kata methodos (bahasa Yunani), meta (melalui, mengikuti, menuju, setelah) dan hodos (jalan, arah, cara). Metode, cara bertindak menurut system aturan tertentu. FILSAFAT METODE FILSAFAT
  9. 9. LOGOwww.themegallery.com . FILSAFAT METODE Beberapa metode yang ada: 1. Metode Kritis (Socrates dan Plato): menganalisis istilah & pendapat, menjelaskan keyakinan & memperlihatkan pertentangan dengan cara berdialog, agar dapat dibedakan, dipilah-pilah, disisihkan, dan menolak yang tidak sesuai, pada akhirnya ditemukan hakikat. 2. Metode Intuitif ((plotinus dan Bergson): introspeksi intuitif, menggunakan simbol mengupayakan pembersihan intelektual, agar pikiran jadi terang , didapat pemahaman langsung tentang kenyataan. 3. Skolastik (Aristoteles dan Thomas Aquinas): sintesis-deduktif bertitik tolak dari prinsip yang jelas , lalu ditarik simpulan.
  10. 10. LOGOwww.themegallery.com FILSAFAT4. Geometris (Rene Descartes dan pengikutnya): menganlisis hal yang kompleks, mencapai intuisi akan hakikat yang sederhana, selanjutnya dideduksikan secara matematis segala pengertian lainnya. 5. Empiris (Hobes, John Locke, Berkeley, dan David Hume): membandingkan pengertian (ide-ide) dalam introspeksi dengan impresi (cerapan- cerapan) selanjutnya disusun bersama secara geometris. 6. Transendental (Imanuel Kant  Neo- Skolastik):bertitik tolak dari tepatnya pengertian tertentu, lalu dianalisis, diteliti syarat-syarat apriori untuk mendapatkan pengertian sedemikian rupa. METODE
  11. 11. LOGOwww.themegallery.com FILSAFAT 7.Metode Transendental (Husserl  Eksistensialisme), dengan cara beberapa pemotongan sistematis (reduction), kemudian merefleksi atas fenomena dalam kesadaran melihat hakikat-hakikat murni. 8.Metode Dialektis (Hegel dan Marx): mengiuti dinamika pikiran / alam, menurut priode tesis, antitesis, sintesis, lalu dicapai hakikat kenyataan. 9.Metode Analitika Bahasa (Wittgenstein): menganilisis penggunaan bahasa sehari-hari untuk menentukan sah tidaknya ucapan-ucapan filosofis. METODE
  12. 12. LOGOwww.themegallery.com FILSAFAT Secara garis besar penggunaan metode dalam filsafat dikatagorikan: 1.Analisis filosofis; bisa bersifat emik, fenomenologis, atau hermeneutik. 2.Analisis logic/ rasional; mengusahakan menentukan apakah penalaran induktif atau deduktif bersifat logis & tersusun tepat/tidak. 3.Inferensi; dapat menggunakan, logik kuantitatif, logik esensial, fungsional-operasional, teknik perhitungan dan pengukuran. METODE
  13. 13. LOGOwww.themegallery.com FILSAFAT TUJUAN: MENEMUKAN KEBENARAN SESUATU YANG SESUNGGUHNYA, BAIK YANG BERSIFAT UMUM MAUPUN YANG BERSIFAT KHUSUS TUJUAN
  14. 14. LOGO FILSAFAT CIRI-CIRI BERFIKIR FILSAFAT 1. Menyeluruh 2. Mendasar 3. Spekulatif 4. Sistemik, yakni logis, selangkah-selangkah, berkesadaran, berurutan, dan penuh tanggung jawab. Lebih lengkap meliputi: radikal, universal, konseptual, koheren/logis, sistematik,komprehensif, bebas, dan bertanggung jawab. Disederhanakan menjadi: kritis, sistematis, rasional, & komprehensif.
  15. 15. LOGO FILSAFAT Cara Filsafat Memecahkan Masalah Menelusuri sebab yang paling awal terjadinya masalah secara mendalam dan luas. Mengkaji secara mendalam, menemukan akar masalah, dan dilihat dalam hubungannya secara luas.
  16. 16. LOGO FILSAFAT . Cabang-cabang Filsafat Awalnya filsafat mempelajari hal-hal yang berkaitan: 1.Benar-salah, yang kita kenal dengan istilah epistemologi, 2.Baik-buruk yang disebut dengan istilah etika, dan 3.Indah-tidak indah dan disebut estetika. Selanjutnya mengkaji tentang ada (zat, fikiran), dan kaitan keduanya yang disebut 4. Metafisika (ontologi). Kemudian bertambah satu lagi dalam bidang 5. Politik (tentang organisasi sosial/pemerintahan) yang ideal.
  17. 17. LOGO FILSAFAT Harry Hamersma membagi cabang filsafat menjadi: 1.Filsafat pengetahuan ( epistemology, logika, kritik ilmu-ilmu). 2. Filsafat keseluruhan kenyataan, meliputi metafisika umum (ontology) & metafisika khusus (teologi metafisik, antropologi, & kosmologi).
  18. 18. LOGO FILSAFAT Secara garis besar lingkup filsafat: 1. Ontologi, ttg hakekat/intisari segala sesuatu, bertanya apa sesungguhnya hakikat realitas yang ada, bersifat tetap, atau justru yang tetap itu yang berubah-ubah, dan sejenisnya. 2. Epistemologi, cara memperoleh pengetahuan filsafat, ikhwal proses pertimbangan pengetahuan menjadi ilmu, bagaimana prosedur mendapatkan pengetahuan yang benar, apakah kebenaran itu, apa saja kriterianya, dan sejenisnya.
  19. 19. LOGO FILSAFAT . 3. Aksiologi, artinya teori yang memiliki harga/ nilai, atau teori tentang nilai yang diinginkan, membicarakan kegunaan pengetahuan filsafat. Mempertanyakan: sifat, tipe, kriteria nilai, dan sejenisnya. Setelah itu berkembang lebih spesifik seperti: Filsafat Agama, Filsafat Pendidikan, Filsafat Hukum, Filsafat Sejarah, Filsafat Matematika, Filsafat Ilmu, dan seterusnya.
  20. 20. LOGO FILSAFAT J. Aliran-aliran Filsafat 1.Aliran filsafat yang termasuk kategori filsafat dewasa ini: a.Materialisme, memndang bahwa hakikat realitas semesta (termasuk makhluk hidup) adalah materi. b.b. Idealisme, yang menentukan kehidupan manusia: ide atau spirit c. Realisme, memadukan a & b. Keberadaan salah satunya akan memberi arti jika keduanya telah menyatu, sesuai dengan kedudukan dan fungsi masing-masing. d. Naturalime, knyataan: segala sesuatu yang bersifat kealaman, yang sudah diadakan oleh Sang Pencipta.
  21. 21. LOGO FILSAFAT e.Pragmatisme, nilai akhir ide & materi: kegunaan menyelesaikan persoalan praktis, f.Eksistensialisme, bertolak pada manusia yg kongkrit, manusia sbg eksistensi yg mendahului esensi. g.Fenomenologi, manusia bukanlah pencipta nilai tingkah laku , melainkan nilai itu berlaku lepas dari manusia. Tugas kita mengakui nilai-nilai itu dan dalam hidup mengikutinya. h. Positivisme, agar masyarakat teratur, perbaiki dulu jiwa/budi yang bertingkat-
  22. 22. LOGO (PAIKEM) 2. Aliran filsafat yang masuk katagori modern: a.Rasionalisme, ragu-ragu dalam mencari kepastian dan kebenaran, cogito ergo sum, saya berfikir maka saya ada. b. Empirisme, pengeth yg benar: yg diterima melalui persentuhan indranya dengan dunia nyata. c. Kriticisme, Menghargai budi dan mengikuti rasio, juga mengakui benar keharusan pengalaman. Tanpa ada persentuhan dengan indra tidak ada pengetahuan. Untuk itu ia
  23. 23. LOGO ILMU PENGETAHUAN PENGALAMAN: Keterhubungan antara salah satu fungsi alat indra dengan realita. PENGETAHUAN: Pemahaman rasio, hati, keyakinan terhadap sesuatu realita secara terpisah-pisah tidak sistematis.
  24. 24. LOGOwww.themegallery.com ILMU PENGETAHUAN Macam pengetahuan: 1.Teoritis, yakni tentang informasi tertentu ( sesuatu terjadi, demkian adanya, memang benar), jadi berupa data dan informasi, pengetahuan ilmiah yang belum mendalam. 2. Praktis, berkaitan dengan keterampilan/keahlian & kemahiran teknis melakukan sesuatu berdasar pedoman.
  25. 25. LOGOwww.themegallery.com MODEL 3. Pengetahuan sesuatu, diperoleh via pengalaman. Cirinya:punya obyektivitas cukup tinggi bagi yang bersangkutan; subyek mampu membuat penilaian tertentu atas obyeknya; biasanya bersifat singular/berkaitan obyek khusus yang dikenal langsung. 4. Pengetahuan Ilmiah, pengetahuan berkaitan dengan “mengapa”, jadi lebih mendalam.
  26. 26. LOGO PENGETAHUAN Dilihat jenisnya: 1. Non ilmiah, diperoleh menggunakan cara bukan metode ilmiah. 2.Pengetahuan ilmiah, segenap pemahaman manusia yang diperoleh menggunakan metode ilmiah.
  27. 27. LOGOwww.themegallery.com ILMU PENGETAHUAN Suatu pengetahuan termasuk ilmu atau pengetahuan ilmiah apabila pengetahuan itu dan cara memperoleh nya telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Ilmu pengetahuan, dari kata science (Inggris) atau scientia (Latin) artinya mempelajari/ mengetahui. The Liang Gie: rangkaian penelaahan mencari penjelasan suatu metode memahami sesuatu secara rasional empiris mengenai dunia dan berbagai seginya, dan gejalanya yang ingin dimengerti manusia.
  28. 28. LOGOwww.themegallery.com ILMU PENGETAHUAN Secara lebih rinci, ilmu dapat dipahami dari kedudukan atau perannya, sebagai berikut : Ilmu sebagai aktivitas. Ilmu sebagai metoda. Ilmu sebagai pengetahuan
  29. 29. LOGOwww.themegallery.com ILMU PENGETAHUAN Persyaratan Ilmu: (1) Sistematik, (2) Bermeetode, (3) Rasional, (4) Obyektif, dan (5) General. Sedangkan Karakteristik ilmu :  Menggunakan rasio sebagai/untuk mendapatkan pengetahuan yang benar.  Memeiliki alur pikir logis & konsisten dengan pengetahuan yang telah ada.  Diuji secara empirik dan dapat sekaligus rasional, sebagai kriteria kebenaran obyektif.  Memiliki mekanisme terbuka terhadap koreksi.
  30. 30. LOGOwww.themegallery.com ILMU PENGETAHUAN SUMBER ILMU 1. Rasionalitas 2. Empiris 3.Intuisi 4.Wahyu
  31. 31. LOGOwww.themegallery.comO L E H : M A U F U R

×