Hukum kontrak

4,079 views

Published on

slide ini di buat dalam perkuliahan hukum kontrak atau contract drafting, pada masa perkuliahan semester 7 tahun 2011, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Jurusan HUKUM BISNIS SYARIAH

Published in: Education
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
  • thank's atas bantuannya ...
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
4,079
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
157
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hukum kontrak

  1. 1. Kapasitas professional para pihak dalam Konsiderans Kontrak Bisnis
  2. 3. PENYUSUNAN KONTRAK BISNIS <ul><li>Pengenalan dan pemahaman akan para pihak </li></ul><ul><ul><li>harus mengenal mitranya dengan baik. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengenalan mitra dengan baik, para pihak akan mengetahui ‘identifikasi mitra’, sehingga dapat diketahui apa usaha yang dimilikinya, seberapa canggih kemampuan profesionalnya, berapa besar pangsa pasar yang dikuasainya, pengalamannya. </li></ul></ul><ul><ul><li>Dengan mengetahui secara baik, barulah para pihak dapat bekerjasama. </li></ul></ul>
  3. 4. Kapasitas Professional Para Pihak
  4. 7. Menimbang 1. Bahwa penjual adalah pemilik sah dari satu set mesin kompresor tipe 3 AT buatan fabriek B.V., Paiton tahun 1999 (selanjutnya “ kompresor ” ), dan penjual bermaksud menjualnya; 2. Bahwa ……………………………………………………………… 3. Bahwa ……………………………………………………………… Maka karena itu berdasarkan kesepakatan dan prinsip-prinsip tersebut, para pihak dengan ini setuju untuk membuat kontrak jual beli ini dengan tunduk pada ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat berikut ini.
  5. 9. <ul><li>Undang-undang yang berlaku tidak memungkinkan investasi pada subjek tunggal. Misalnya undang-undang No. 1tahun 1995 tentang perseroan terbatas yang mensyaratkan adanya paling sedikit dua pemegang saham dalam perusahaan. </li></ul><ul><li>Subjek bisnis yang hendak melakukan investasi tidak cukup memeliki atau tidak hendak menceburkan modalnya sendirian. </li></ul><ul><li>Subjek bisnis hendaknya memikul risiko kegagalan proyeknya sendirian </li></ul>
  6. 10. Ketika usaha berkembang, seorang pengusaha kemudian mencari akses untuk mendapatkan modal yang lebih besar dengan cara meminta bantuan kepada keluarga dan teman. Selanjutnya pengusaha yang berhasil mengembangkan usaha akan mencari lebih banyak saluran untuk mencari modal, seperti berhubungan dengan bank dan investor perorangan diluar perusahaan. Pengusaha yang berpandangan prospektif memenfaatkan tiga sumber pendanaan awal:
  7. 11. <ul><li>Teknologi adalah suatu fenomen yang bekerja mirip seperti rumus kimia yang menentukan kapan air bisa dirubah menjadi emas. Padahal pengembangan teknologi itu hampir selalu menguras intelegensia, dana dan waktu yang tidak sedikit. Karena itu, pemilik teknologi biasanya merasa perlu melindungi hasil jerih payahnya dan kemudian memasang kuda-kuda yang kuat dalam bentuk perjanjian kerahasiaan (confidentiality agreement), kontrak lisensi, keagenan, proteksi merek dagang dan sebagainya sebagai bagian dari suatu kontrak kerja sama (atau perjanjian usaha patungan / joint venture agreement) yang merupakan kontrak utama. </li></ul>
  8. 12. <ul><li>Indonesia pada umumnya menduduki posisi lemah dalam soal supremasi teknologi ini, karena dua sebab: pertama kita memang merupakan Negara dengan jumlah penduduk terbanyak kelima di dunia, namun dengan kualitas yang relative rendah. Akibatnya adalah kedua, warga Indonesia menduduki posisi tertinggal dalam urutan prestasi teknologi </li></ul>
  9. 14. Penguasaan pangsa pasar sebagai leverage salah satu pihak yang dapat dituangkan dalam perjanjian pemasaran, distribusi, franchise . Penguasaan atas pangsa pasar semakin banyak ditentukan oleh perusahaan-perusahaan dagang karena kegiatan ini untuk menjamin kelancaran jalur pemasokan dan distribusi. Sebagai dasar penilaiannya adalah berkemampuan secara trampil dan cepat untuk mengidentifikasi siapa yang merupakan penghasil dan pemakai signifikan dari suatu barang dan jasa serta keberadaannya, termasuk besar volume pemasokannya
  10. 16. Pengalaman yang andal merupakan leverage yang terbentuk dalam kurun waktu panjang. Pemikiran dan ketrampilan dalam menjalani kegiatan bisnisnya sebagai keunggulan yang dapat dijadikan tolok ukur dalam melakukan negosiasi kontrak. Di dalam praktik, pengalaman yang andal menjadi barang modal yang dapat ditransaksikan sebagai goodwill.
  11. 17. Jaringan Kerja Informasi Jaringan kerja informasi merupakan leverage yang dapat dinegosiasikan oleh salah satu pihak sebagai keunggulan yang dapat memberikan kemanfaatan yang besar bagi keberlangsungan kontrak yang akan dilaksanakan.
  12. 18. Thanks For your Attentions We Apologize If Many Mistakes Occur in Out Explanations <ul><li>Delivered By: </li></ul><ul><li>Primita Anggraeni, Indah Nailufar, Yunizar Prajamufti, </li></ul><ul><li>Erry fitriya, Nur Hotimah, Ira Chandra, Satria wardani </li></ul>
  13. 19. Pertanyaan dalam forum <ul><li>Dalam konsideran tertuang dalam kata “menimbang”, “mendengar”, “mengingat” dan sebagainya (sebagai pertimbangan dalam menyusun kontrak). Bagaiman bentuk dari mendengar dalam kontrak? (Dede) </li></ul><ul><li>(dalam semua peraturan harus ada pertimbangannya, baik dalam perundangan maupun suatu kontrak. Mengingat dan menimbang, dibedakan bahwa menimbang adalah fakta-fakta yang ditemukan di lapangan, sedangkan mengingat adalah ketentuan dalam peraturan atau landasan hukum. Pertimbangan dalam kontrak biasanya dijelaskan sebelum penjelasan istilah. Dalam kontrak perusahaan biasanya konsideran tidak dinyatakan, tetapi dalam kontrak yang rumit, biasanya dijelaskan secara eksplisit. Kata “menimbang”, “mendengar”, “mengingat” bukan merupakan suatu bentuk baku. ) </li></ul>
  14. 20. <ul><li>Bila kelima kapasitas tersebut harus ada dalam kontrak, tolong berikan contohnya. (Dede) </li></ul><ul><li>(lebih tepatnya bukan harus ada tetapi harus dijabarkan dalam suatu kontrak baik secara jelas ataupun secara eksplisit terutama dalam suatu kontrak bernilai besar.) </li></ul><ul><li>Manfaat yang dapat diambil oleh para pihak dalam konsideran tersebut??? (Riz-q Amalia) </li></ul><ul><li>(untuk mengetahui dan mengenal para pihak dan meningkatkan kepercayaan para pihak terhadap pihak yang diajak bekerjasama.) </li></ul>
  15. 21. <ul><li>Apa bedanya antara komparisi dengan konsideran? (Pak Ernu) </li></ul><ul><li>(Komparisi adalah identitas para pihak, sedangkan konsideran adalah pertimbangan-pertimbangan.) </li></ul>

×