VARIABEL SAMPLING UNTUK
PENGUJIAN SUBSTANTIF

Penyusun :

Budi Utomo
Dina
Fahlevi Rahmat

( 201-11-009)
( 201-11-017)
( 20...
Pengertian
• Variabel sampling adalah tehnik statistik yang
digunakan oleh auditor untuk menguji
kewajaran suatu jumlah at...
KETIDAKPASTIAN, RISIKO SAMPLING, DAN RISIKO
AUDIT
Auditor dimungkinkan untuk menerima
sejumlah ketidakpastian dalam penguj...
VARIABEL SAMPLING UNTUK UJI
HIPOTESIS
Dalam pengambilan sampel terdapat
dua cara yaitu :
1. Sampling Statistik
2. Sampling...
PENDEKATAN SAMPLING STATISTIK
Ada dua pendekatan sampling statistik yang bisa
digunakan oleh auditor dalam pengujian
subta...
SAMPLING PPS/PPU (PROBABILITY
PROPORTIONAL TO SIZE)
Menentukan Tujuan Rencana Sampling
Tujuan rencana sampling PPS pada u...
Menetapkan

Populasi

dan

Unit

Sampling

Populasi terdiri dari kelompok transaksi atau saldo akun
yang diuji. Untuk set...
Menentukan Ukuran Sampel
Rumus untuk menentukan ukuran sampel dalam
sampling PPS adalah :
n=
BV X RF
TM – (AM X EF)
BV = ...
Menentukan

Metode

Pemilihan

Sampel

Metode pemilihan sampel yang paling banyak
digunakan dalam sampling PPS adalah pem...
Melaksanakam

Rencana

sampling

Dalam fase perencanaan, auditor memakai prosedur
auditing yang sesuai untuk menentukan n...
Mengevaluasi Hasil Sampel
Dalam mengevaluasi hasil sampel, auditor
memperhitungkan batas atas salah saji
(upper misstatem...
SAMPLING VARIABEL KLASIK
Dalam pendekatan ini, teori distribusi
normal digunakan dalam pengevaluasian
karakteristik popula...
Estimasi Mean Per Unit (MPU)
Sampling
estimasi
MPU
mencakup
penentuan nilai audit untuk setiap item
dalam sampel. Rata-ra...
Estimasi Diferensiasi
Dalam
sampling
estimasi
diferensiasi
perbedaan dihitung untuk setiap item sampel
dari nilai audit i...
 Estimasi Rasio
Dalam sampling estimasi rasio, pertama
auditor menentukan nilai audit untuk setiap
item dalam sampel. Ber...
2. SAMPLING NONSTATISTIK
DALAM PENGUJIAN SUBTANTIF
Perbedaan besar antara sampling statistik
dan sampling nonstatistik ada...
Menentukan Ukuran Sampel
Agar dapat dilakukan evaluasi secara tepat
atas sampel yang ukurannya ditetapkan
melalui pertimb...
Evaluasi Hasil Sampel
Dalam sampling non statistik auditor harus
(1) memproyeksi salah saji yang dijumpai
dalam sampel ke...
Ada dua metoda yang lazim digunakan untuk
memproyeksi salah saji dalam sampling
nonstatistik yaitu:
1. Membagi jumlah tota...
SEKIAN TERIMA KASIH
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Variable sampling untuk pengujian substantif stain salatiga

4,100 views

Published on

auditing

Published in: Education
0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,100
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
78
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Variable sampling untuk pengujian substantif stain salatiga

  1. 1. VARIABEL SAMPLING UNTUK PENGUJIAN SUBSTANTIF Penyusun : Budi Utomo Dina Fahlevi Rahmat ( 201-11-009) ( 201-11-017) ( 201-11-027)
  2. 2. Pengertian • Variabel sampling adalah tehnik statistik yang digunakan oleh auditor untuk menguji kewajaran suatu jumlah atau saldo dan untuk mengestimasi jumlah rupiah suatu saldo akun atau kuantitas yang lain.
  3. 3. KETIDAKPASTIAN, RISIKO SAMPLING, DAN RISIKO AUDIT Auditor dimungkinkan untuk menerima sejumlah ketidakpastian dalam pengujian subtantif, apabila waktu dan biaya untuk memeriksa unsur-unsur dalam populasi menurut pertimbangannya akan lebih besar daripada akibat kemungkinan menyatakan pendapat yang keliru dari hasil pemeriksaan hanya pada data sampel.
  4. 4. VARIABEL SAMPLING UNTUK UJI HIPOTESIS Dalam pengambilan sampel terdapat dua cara yaitu : 1. Sampling Statistik 2. Sampling nonstatistik
  5. 5. PENDEKATAN SAMPLING STATISTIK Ada dua pendekatan sampling statistik yang bisa digunakan oleh auditor dalam pengujian subtantif, yaitu: (1) sampling probabilitas proporsional dengan ukuran (PPU), dan (2) Sampling variabel klasik.
  6. 6. SAMPLING PPS/PPU (PROBABILITY PROPORTIONAL TO SIZE) Menentukan Tujuan Rencana Sampling Tujuan rencana sampling PPS pada umumnya adalah untuk memperoleh bukti bahwa saldo akun yang dicatat tidak salah saji secara material. Auditor perlu melaksanakan pengujian lain pada sampel atau itemitem dalam populasi sebelum menyimpulkan bahwa seluruh asersi yang berkaitan dengan akun tersebut telah bebas dari salah saji yang material.
  7. 7. Menetapkan Populasi dan Unit Sampling Populasi terdiri dari kelompok transaksi atau saldo akun yang diuji. Untuk setiap populasi, auditor harus memutuskan apakah seluruh item tersebut akan diikutkan. Unit sampling dalam sampling PPS adalah rupiah itu sendiri, dan populasinya adalah jumlah rupiah yang sama dengan jumlah total rupiah pada populasi tersebut. Meskipun setiap rupiah tersebut merupakan dasar pemilihan sampel, namun yang diuji auditor adalah akun, transaksi, dokumen, atau itemitem sejenis yang berkaitan dengan rupiah yang dipilih.
  8. 8. Menentukan Ukuran Sampel Rumus untuk menentukan ukuran sampel dalam sampling PPS adalah : n= BV X RF TM – (AM X EF) BV = nilai buku populasi yang diuji RF = faktor reliabilitas untuk resiko kesalahan penerimaan TM = salah saji yang dapat ditoleransi AM = salah saji yang diantisipasi EF = faktor ekspansi untuk salah saji yang diantisipasi
  9. 9. Menentukan Metode Pemilihan Sampel Metode pemilihan sampel yang paling banyak digunakan dalam sampling PPS adalah pemilihan sistematis. Metode ini memisahkan total populasi dalam rupiah ke interval yang sebanding dengan rupiah
  10. 10. Melaksanakam Rencana sampling Dalam fase perencanaan, auditor memakai prosedur auditing yang sesuai untuk menentukan nilai audit setiap unit logis yang ada dalam sampel. Ketika terjadi perbedaan, auditor mencatat nilai buku dan nilai auditnya dalam kertas kerja. Informasi ini kemudian digunakan untuk memproyeksikan salah saji total dalam populasi.
  11. 11. Mengevaluasi Hasil Sampel Dalam mengevaluasi hasil sampel, auditor memperhitungkan batas atas salah saji (upper misstatement limit – UML) dari data sampel dan membandingkannya dengan salah saji yang dapat ditoleransi tertentu dalam perancangan sampel
  12. 12. SAMPLING VARIABEL KLASIK Dalam pendekatan ini, teori distribusi normal digunakan dalam pengevaluasian karakteristik populasi berdasarkan hasil sampel yang digambarkan dari populasinya. Sampling variabel klasik bermanfaat bagi auditor pada saat tujuan audit berkaitan dengan kemungkinan kurang saji atau lebih saji dari saldo akun, dan keadaan lain ketika sampling PPS tidak tepat atau tidak efektif.
  13. 13. Estimasi Mean Per Unit (MPU) Sampling estimasi MPU mencakup penentuan nilai audit untuk setiap item dalam sampel. Rata-rata nilai audit ini kemudian dihitung dan dikalikan dengan jumlah unit dalam populasi yang ditemukan pada estimasi total nilai populasi.
  14. 14. Estimasi Diferensiasi Dalam sampling estimasi diferensiasi perbedaan dihitung untuk setiap item sampel dari nilai audit item tersebut dikurangi nilai bukunya. Rata-rata perbedaan ini kemudian digunakan untuk memperoleh estimasi nilai total populasi, dan variabilitas perbedaan digunakan untuk menentukan cadangan resiko sampling yang dicapai.
  15. 15.  Estimasi Rasio Dalam sampling estimasi rasio, pertama auditor menentukan nilai audit untuk setiap item dalam sampel. Berikutnya, rasio dihitung dengan membagi jumlah nilai audit dengan jumlah nilai buku untuk item sampel tersebut. Rasio ini dikalikan dengan total nilai buku untuk mendapatkan estimasi nilai populasi total.
  16. 16. 2. SAMPLING NONSTATISTIK DALAM PENGUJIAN SUBTANTIF Perbedaan besar antara sampling statistik dan sampling nonstatistik adalah dalam tahapan-tahapan penentuan ukuran sampel dan evaluasi atas hasil sampel. Sampling statistik lebih obyektif, sedangkan nonstatistik lebih subyektif.
  17. 17. Menentukan Ukuran Sampel Agar dapat dilakukan evaluasi secara tepat atas sampel yang ukurannya ditetapkan melalui pertimbangan subyektif, auditor bisa menggunakan table statistik, walaupun hal itu tidak merupakan keharusan.
  18. 18. Evaluasi Hasil Sampel Dalam sampling non statistik auditor harus (1) memproyeksi salah saji yang dijumpai dalam sampel ke populasi, dan (2) mempertimbangkan risiko sampling dalam mengevaluasi hasil sampel.
  19. 19. Ada dua metoda yang lazim digunakan untuk memproyeksi salah saji dalam sampling nonstatistik yaitu: 1. Membagi jumlah total rupiah salah saji dalam smapel dengan bagian dari total rupiah dalam populasi yang termauk dalam sampel. 2. Mengalikan rata-rata selisih antara nilai audit dengan nilai buku dari unsur-unsur sampel dengan jumlah unit dalam populasi.
  20. 20. SEKIAN TERIMA KASIH

×