Kelompok 4
Nama Kelompok :
1. Abu Bakar Sidik
2. Ade Setiawan
3. Ali Mujahid
4. Fitriyanti
5. Istiqomah
6. M.Daud Virian
HOME

MATERI

PETAP
KONSEP
M ARIS
AW

PE
NGE IAN
RT

back

H
arta sbl dibagi

W
asiat
syaratnya

P
enetapan
Ahli waris
PENGERTIAN
Mawaris ialah ilmu yang mempelajari tentang
tatacara pembagian harta waris.
Mawaris disebut juga dengan faroid ...
Rukun Mawaris





Adanya orang yang mewariskan
harta
Adanya harta yang diwariskan
Adanya ahli waris yang menerima
hart...
Hal-hal Yang perlu dilakukan
sebelum harta dibagi
 Bayar

hutang kalau masih ada
 Keluarkan zakat bila sampai batas
nisa...
ASBABUL IRTSI
•

Ialah hal-hal yang menyebabkan
mendapatkan harta warisan
•
•
•
•

Karena adanya hubungan darah
Karena hub...
Pengertian dan syarat wasiat
 Wasiat:

Ialah pesan-pesan kebaikan yang
harus dilaksanakan sepeninggal si mayat.
 Syarat-...
Mawani’ul Irtsi
>ialah hal-hal yang menyebabkan
hilangnya hak waris
1. Budak yang belum dimerdekakan
2. Pembunuh keluargan...
Penetapan ahli waris (25 orang)
Laki-laki (15)
•Anak laki-laki
•Cucu laki-laki dan terus ke bawah
•Bapak
•Kakek dari bapak...
Dhawil Furudh
Dhawil Furudh: Ahli waris yang berhak
menerima harta warisan
1.Mustakhiq : Golongan yang pasti
mendapatkan w...
3.Dhawil Arkham: Ahli waris yang
mendapatkan bagian warisan karena
adanya hubungan sanak(kerabat)
4.Dhawil Ashobah: Ahli w...
Furudhl Muqoddaroh
Yaitu Ketentuan kadar pembagian
masing-masing ahli waris
a.Yang mendapatkan Nishfu ( ½)


Anak perempu...
Yang mendapat bagian
Rubu’(1/4)
Suami jika istri yang meninggal
mempunyai anak baik laki-laki atau
perempuan
atau
meningga...
Yang mendapat Tsulusain (2/3)








Dua (2) anak perempuan atau lebih
jika tidak ada anak laki-laki
Dua (2) orang an...
Yang mendapat Tsulus 1/3
•

•

Ibu jika yang meninggal tidak
mempunyai anak atau cucu dari anak
laki-laki dan tidak mening...
Yang mendapat bagian Tsumun
( 1/8 )
Istri apabila meninggalkan anak lakilaki atau perempuan atau cucu
perempuan atau cucu ...
ASOBAH
Yaitu sisa setelah harta waris dibagi

ALGARAWAIN
Yaitu dua masalah aneh karena caralahia pembagian
waris untuk ibu...
PERUNDANG-UNDANGAN
WARIS DI INDONESIA
KEPUTUSAN MENTRI AGAMA REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 154 TAHUN 1991
TENTANG PELAKSANAAN I...
Hukum mawaris.
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Hukum mawaris.

931 views

Published on

hukum mawaris

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
931
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
48
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hukum mawaris.

  1. 1. Kelompok 4 Nama Kelompok : 1. Abu Bakar Sidik 2. Ade Setiawan 3. Ali Mujahid 4. Fitriyanti 5. Istiqomah 6. M.Daud Virian
  2. 2. HOME MATERI PETAP KONSEP
  3. 3. M ARIS AW PE NGE IAN RT back H arta sbl dibagi W asiat syaratnya P enetapan Ahli waris
  4. 4. PENGERTIAN Mawaris ialah ilmu yang mempelajari tentang tatacara pembagian harta waris. Mawaris disebut juga dengan faroid yaitu ilmu yang mempelajari kadar pembagian masing-masing ahli waris.
  5. 5. Rukun Mawaris    Adanya orang yang mewariskan harta Adanya harta yang diwariskan Adanya ahli waris yang menerima harta warisan
  6. 6. Hal-hal Yang perlu dilakukan sebelum harta dibagi  Bayar hutang kalau masih ada  Keluarkan zakat bila sampai batas nisab  Keluarkan biaya perawatan dan pemakaman jenazah  Melaksanakan wasiat jenazah
  7. 7. ASBABUL IRTSI • Ialah hal-hal yang menyebabkan mendapatkan harta warisan • • • • Karena adanya hubungan darah Karena hubungan nikah yang syah Karena memerdekakan budak Karena seagama dengan simayat
  8. 8. Pengertian dan syarat wasiat  Wasiat: Ialah pesan-pesan kebaikan yang harus dilaksanakan sepeninggal si mayat.  Syarat-syarat wasiat     Dilaksanakan dalam keadaan sadar Berisikan ttg kebaikan Tidak lebih dari 1/3 jumlah seluruh harta Tidak diwasiatkan kepada ahli waris yang berhak mewarisi hartanya
  9. 9. Mawani’ul Irtsi >ialah hal-hal yang menyebabkan hilangnya hak waris 1. Budak yang belum dimerdekakan 2. Pembunuh keluarganya sendiri 3. Berbeda agama 4. Murtad atau keluar dari Islam
  10. 10. Penetapan ahli waris (25 orang) Laki-laki (15) •Anak laki-laki •Cucu laki-laki dan terus ke bawah •Bapak •Kakek dari bapak ke atas •Saudara laki-laki sekandung •Saudara laki-laki sebapak •Saudara laki-laki seibu •Anak laki-laki saudara laki-laki sekandung •Anak laki laki saudara laki-laki sebapak •Paman yang sekandung dengan bapak •Paman yang sebapak dengan bapak •Anak laki-laki paman sekandung dg bapak •Anak laki-laki paman sebapak dg bapak •Suami •Laki-laki yang memerdekakan budak Perempuan (10) •Anak perempuan •Cucu perempuan dari anak lakilaki •Ibu •Nenek dari ibu •Nenek dari bapak •Saudara perempuan sekandung •Saudara perempuan sebapak •Saudara perempuan seibu •Istri •Wanita yang memerdekakan budak
  11. 11. Dhawil Furudh Dhawil Furudh: Ahli waris yang berhak menerima harta warisan 1.Mustakhiq : Golongan yang pasti mendapatkan warisan dan kedudukanya tidak pernah bergeser dari ahli waris lain 2.Mahjubun : Seharusnya mendapat bagian tetapi tergeser dengan adanya ahli waris lain yang lebih dekat kedudukannya
  12. 12. 3.Dhawil Arkham: Ahli waris yang mendapatkan bagian warisan karena adanya hubungan sanak(kerabat) 4.Dhawil Ashobah: Ahli waris yang mendapatkan bagian warisan karena adanya sisa hasil pembagian warisan • Besar kecilnya bagian Ashobah sebab: • Banyak sedikitnya ahli waris • Banyak sedikitnya harta yang dibagikan
  13. 13. Furudhl Muqoddaroh Yaitu Ketentuan kadar pembagian masing-masing ahli waris a.Yang mendapatkan Nishfu ( ½)  Anak perempuan jika sendiri  Anak perempuan dari anak laki-laki jika tidak ada anak perempuan lain  Saudara perempuan yang seibu atau sebapak saja  Suami jika istri yang meninggal tidak mempunyai anak
  14. 14. Yang mendapat bagian Rubu’(1/4) Suami jika istri yang meninggal mempunyai anak baik laki-laki atau perempuan atau meninggalkan cucu baik laki-laki /perempuan  Istri jika suami tidak meninggalkan anak baik laki-laki atau perempuan atau cucu laki-laki atau perempuan 
  15. 15. Yang mendapat Tsulusain (2/3)     Dua (2) anak perempuan atau lebih jika tidak ada anak laki-laki Dua (2) orang anak perempuan atau lebih dari anak laki-laki (cucu) Saudara perempuan yang seibu sebapak jika berbilang Saudara perempuan yang sebapak
  16. 16. Yang mendapat Tsulus 1/3 • • Ibu jika yang meninggal tidak mempunyai anak atau cucu dari anak laki-laki dan tidak meninggalkan saudara baik laki-laki maupun perempuan yang seibu sebapak Dua orang saudara atau lebih dari saudara yang seibu, laki-laki maupun perempuan
  17. 17. Yang mendapat bagian Tsumun ( 1/8 ) Istri apabila meninggalkan anak lakilaki atau perempuan atau cucu perempuan atau cucu laki-laki maupun perempuan
  18. 18. ASOBAH Yaitu sisa setelah harta waris dibagi ALGARAWAIN Yaitu dua masalah aneh karena caralahia pembagian waris untuk ibu bapak menyalahi ketentuan umum Al-Aul Yaitu apabila jumlah begian zawil furud melebihi jumlah pokok masalahnya
  19. 19. PERUNDANG-UNDANGAN WARIS DI INDONESIA KEPUTUSAN MENTRI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 154 TAHUN 1991 TENTANG PELAKSANAAN INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1991 TANGGAL 10 JUNI T1HUN 1991 MENGENAI KOMPILASI HUKUM ISLAM DI BIDANG HUKUM PERKAWINAN, KEWARISAN, DAN PERWAKAFAN BUKU II HUKUM KEWARISAN TERDIRI DARI 5 BAB 43 PASAL AITU DARI PASAL 171 SAMPAI PASAL 214 back

×