Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Panduan 5 s di bengkel sekolah

1,580 views

Published on

ok

Published in: Education

Panduan 5 s di bengkel sekolah

  1. 1. Abstrak Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan menghasilkan dan membentuk karakter lulusan agar siap kerja, siap mandiri dan siap berkarya dibekali kecakapan hidup (life skill) secara afektif, kognitif dan psikomotorik. Untuk menghasilkan lulusan siap kerja dibutuhkan perencanaan sejumlah input, proses dan output yang terprogram. Oleh karena itu pembelajaran di SMK sebaiknya mulai menciptakan kondisi dimana sebaiknya sudah menerapkan 5S/5R sehingga kondisi yang ada di SMK akan mendekati dengan kondisi di dunia industri, atau dunia kerja. Disamping itu dengan menerapkan nya kondisi 5S/5R di bengkel Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) akan berjalan lebih efektif baik ditinjau dari sisi waktu maupun sisi biaya. Dengan menerapkan 5S/5R juga akan mengurangi resiko terjadinya kecelakaan pada waktu pembelajaran praktik di bengkel sekolah. Istilah dari 5S sebenarnya diadopsi dari manajemen jepang yang banyak diaplikasikan di industri. dalam sejarahnya, 5S ditemukan di Jepang dan berdiri selama lima (5) Jepang yang dimulai dengan huruf ‘S’ : Seiri, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke, yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi 5R yaitu : Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. Sasaran dari penerapan 5S/5R ini adalah untuk mewujudkan tempat kerja praktik yang nyaman dan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik maupun guru yang mengeajar. Kesimpulan yang dapat diambil adalah : (1) Penerapan 5S dapat menciptakan suasana pembelajaran lebih efektif baik ditinjau dari segi waktu maupun biaya, (2) penerapan 5S dapat mewujudkan tempat kerja yang nyama dan aman bagi peserta didik maupun guru yang mengajar, (3) penerapan 5S dapat mengurangi tingkat kecelakan pada waktu pembelajaran praktik dibengekel sekolah, (4) penerapan 5S dapat memberika kontribusi yang berarti bagi peserta didik dalam praktik yang optimal. Kata kunci :5S, implemetasi 5S dibengkel sekolah, penerapan 5S
  2. 2. Pendahuluan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu lembaga pendidikan di Indonesia diharapkan dapat berperan aktif dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu misi dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menyiapkan siswanya menjadi tenaga kerja sehingga setiap lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan mempunyai bekal yang cukup untuk dapat terjun ke dunia industri atau dunia kerja, dunia usaha. Untuk mencapai itu semua maka Sekolah Menengah Kejuruan harus mulai menerapkan 5S/5R dibengkel sekolahnya masing-masing adanya menerapkan budaya 5S/5R dibengekel sekolah maka proses belajar yang ada akan berjalan lebiih efektif, baik ditijau dari sisi waktu maupun biaya yang dikeluarkan. Hal yang terpenting dalam menerapkan 5R di bengkel sekolah akan meningkatkan efektifitas pembelajaran peserta didik dan akan mengurangi kecelakaan kerja atau meminimalisir hal-hal yang tidak di inginkan pada saat pembelajaran praktik berlangsung. Guna memproleh output yang di inginkan dari sekolah dalam mencapai tujuan tersebut sekolah dan kebijakan pendidikan bertumpu pada kepala sekolah. Kepala sekolah yang diberi tugas dan tanggung jawab mengelola sekolah dan lingkungan sekolah, memanfaatkan dan menggerakan seluruh potensi yang ada dilingkungan sekolah agar tercapainya sumber daya manusia atau lulusan yang siap diterima di dunia industri, dunia kerja, dan dunia usaha. Pengembangan dan pembangunan berbagai sektor industri sangat pesat dengan adanya kemajuan teknolgi. Semakin maju suatu tenologi maka semakin maju pemikiran manusianya. Pemikiran manusia ini yang akan mengubah dan memajukan pemikiran – pemikiran yang lama menjadi pemikiran yang baru. Termasuk suatu kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dimana semakin di perketat dan di perdetailnya peraturan- peraturan agar menjadi acuan keselamatan kerja dalam bekerja yang baik dan benar. Peraturan tersebut juga diterapkan dibengkel – bengkel dimana sangat banyak peralatan yang membahayakan keselamatan kerja para praktikan, seperti mesin las, gergaji pemotong bes, dan lain-lain. Dengan adanya peraturan tentang K3 dan menerapkan 5S yaitu seiri, seiton, seiso, seiketsuke, dan shitsuke diharapkan dapat mengurangi tingkat kerjadinya kecelakaan dan mempermudah dalam hal mempergunaan alat tersebut. Di era modern sekarang ini semua bengkel di sekolah, sudah banyak yang mengimplementasikan 5S karena dengan mengimplementasikan 5S siswa maupun guru dapat dengan nyaman praktik dibengkel dan dapat mengurangi tingkat kecelekaan, mempermudah pengambilan peralatan kerja dan dapat memperpanjang umur peralatan karena peralatan dan lingkungan kerja telah dilindungi dan dijaga kebersihannya. Apabila 5S diabaikan di dalam bengkel ,besar kemungkinan akan menyebabkan penyimpanan peralatan kerja dimana saja atau penyimpanan tidak pada tempatnya ini akan sangat mengganggu apabila terjadi praktik di bengkel. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan dasar atau wadah yang sangat penting dalam pembelajaran praktik dibengekel sekolah. Kurang sadarnya peserta didik terhadap keselamatan dirinya sendiri mengakibatkan akan menimbulkan terjadinya kecelakaan pada waktu praktik di bengkel sekolah. Sesuai dengan misi Sekolah
  3. 3. Menengah Kejuruan (SMK) yaitu menciptakan lulusan menjadi manusia yang siap kerja atau dipakai di dunia industri, dunia kerja, dunia usaha. Maka pembelajaran di Sekolah berupa priktikum yang banyak dilakukan di laboratorium atau bengkel perlu memperhatikan tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) Pembelajaran di bengekel pada waktu pratikum tentu mempunyai banyak variabel yang dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan kerja pada saat praktik. Lingkungan kerja pada saat praktik atau tempat kerja praktikum yang bermutu dapat mengurangi potensi terjadinya bahaya kecelakaan pada peserta didik seperti dapat mengurangi kesulitan dalam mencari berkas atau dokumen penting, cedera karena tersandung ataupun tersengat listrik apabila kontak-kontanya sudah mengalami kerusakan. Kejadian tersebut bisa saja terjadi dikarenakan ketidakrapian atau teknisi dari bengkel tersebu lalai dalam menjaga lingkungan praktiknya. Salah satu metode untuk meminimalisir kejadian tersebu tmakan perlunya tindakan penerapan 5S/5R di bengkel-bengkel sekolah.
  4. 4. Pembahasan A. Pengertian Bengkel Pengertian dari bengkel ialah sarana penunjang dalam satu atau sebagai ilmu, teknologi atau seni tertentu sesuai dengan keperluan bidang studi yang bersangkutan. Dalam dunia pembelajaran bengkel merupakan prasana dalam melaksanakan proses belajar mengajar yang efektif yang sangat berpengaruh dalam upaya peningkatan mutu pendidikan yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan mutu lulusan yang optimal. Bengkel juga beperan penting dalam memberikan keterampilan karya ilmiah pada peserta didik serta memberia rasa percaya diri sebagai keahlian di bengkel. 1. Standar Bengkel Berdasarkan peraturan menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2008 standar bengkel yang memenuhi kelayakan yang memandai untuk praktik paling tidak memenuhi hal sebagai berikut : a) Kondisi bengkel yang baik b) Perawatan bengkel yang terjaga c) Peralatan praktik yang memadai d) Perlengkapan bahan praktik yang memadai e) Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di bengkel f) Penerapan 5R dibengkel Kenyaman dalalm praktik mempengaruhi hasil praktik itu sendiri, sehingga untuk itu di perlukan perangan bengkel yang memenuhi standart akan menghasilkan kenyaman dalam praktikum dan juga hasil praktik yang optimal. Beberapa perlengkapan yang harus di penuhi oleh bengkel atau standar bengkel sebagai berikut (P.K,Sama’mur.1987) : a) Tempat kerja 1. Terawat dengan baik 2. Tetap bersih 3. Bengkel dalam kondisi efisien 4. Bengkel dalam kondisi yang baik sebaiknya diberi system cadangan dengan pemeliharaan rencana dan pencatatan yang sesuai, sedangkan untuk pemeliharaanya meliputi : Ø Inspeksi Ø Penyetelan Ø Pembersihan seluruh peralatan dan perlengkapan bengkel
  5. 5. b) Atmosfer bengkel Meliputi beberapa syarat, yaitu : 1. Membukan jendela 2. Memasang kipas angin atau blower 3. Alarm atau pendeteksi kebakaran 4. Temperature tempat kerja c) Pencehayaan Pencahayaan di bengkel sekolah harus memadai dan mencukupi. Jika memungkinkan memanfaatkan cahaya alami. Lampu darurat harus di pasang untuk berjaga – jaga seandainya lampu utama mengalami kerusakan atau tidak mennyala dan dapat menimbulkan bahaya. d) Perawatan 1. Tempat kerja, alat – alat kerja, dan fiting harus tetap bersih. 2. Dinding, lantai dan langit – langit harus tetap bersih. 3. Lantai harus tetap bersih 4. Sampah jangan sampai menumpuk karena dapat menimbulkan resiko bahaya kesehatan 5. Jangan buang sampah sembarangan buanglah sampah pada tempatnya. e) Workstation a. harus nyaman untuk semua yang praktik. b. Memiliki pintu darurat. c. Lantai bersih dan tidak licin. d. Benda –benda kerja dan material kerja harus mudah diraih dari posisi kerja. e. Memiliki sarana drainase yang memadai jikan ada kemungkinan terkenan air. B. Pengertian 5S/5R (Takashi Osada, 2004) menjelaskan kebulatan tekad untuk mengadakan pemilihan ditempat kerja praktik, mengadakan menataan, pembersihan, pemeliharaan kondisi yang mantap danmemelihara kebiasaan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik. 5S sebenarnya diadopsi dari manajemen jepang yang banyak diaplikasikan di industri. dalam sejarahnya, 5S ditemukan di Jepang dan berdiri selama lima (5) Jepang yang dimulai dengan huruf ‘S’ : Seiri, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke, yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi 5R yaitu : Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin.
  6. 6. Pengertian 5S Menurut Yasuhiro (Monden, 2000): 1. Seiri Seiri berarti memisahkan benda yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan, kemudian menyingkirkan yang tidak diperlukan. 2. Seiton Seiton memiliki pengertian menyusun dengan rapi dan mengenali benda untuk mempermudah penggunaan. Kata Jepang “seiton” secara harfiah berarti menyusun berbagai benda dengan cara yang menarik. Dalam konteks 5S, berarti mengatur barang-barang sehingga tiap orang dapat menemukan dengan cepat. Untuk mencapai langkah ini, pelat penunjuk digunakan untuk menetapkan nama tiap barang dan tempat menyimpanannya. 3. Seiso Seiso berarti selalu membersihkan, menjaga kerapian dan kebersihan ini adalah proses pembersihan dasar dimana suatu daerah disapu kemuadian dipel dengan kain pel. Karena lantai jendela, maupun dinding harus dibersihkan agar tetap terjaga kebersihannya. Seiso disini setara dengan aktivitas pembersihan- pembersihan berskala besar yang dilakukan setiap akhir tahun diruma tangga Jepang. Meskipun pembersihan besar-besaran diseluruh perusahaan dilakukan beberpa kali dalam setahun, tiap tempat keja perlu pembersihan setiap hari. Aktivitas itu cenderung mengurangi kerusakan mesin akibat tumpahan minyak, abu, dan sampah conotohnya, kalau ada pekerja yang mengeluh akibat mesin ada yang rusak ini tidak berarti mesin itu perlu penyetelan. Sebenarnya, yang diperlukan mungkin hanya program pembersih ditempat kerja. 4. Seiketsu Seiketsuke berarti terus-menerus mempertahankan 3S di atas, yakni seir, seiton, dan seiso. Memelihara tempat kerja tetap bersih tanpa sampah atau tetesan minyak adalah aktivitas Seiketsu. 5. Shitsuke Shitsuke berarti membuat perkeja terbisa menanti aturan. Shitsuke adalah terpenting dari 5S. karena itu, orang yang menatar pekerja baru harus menjadi suri teladan Pada dasarnya “5S” merupkan proses perubahan sikap dengan menerapkan kebersihan kerja, secara umum adalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) termasuk di lingkungan bengkel sekolah menengah kejuruan sebagai mana diketahui pemeliharaan kualitas lingkungan tempat kerja yang akan dapat mengurangi tingkat terjadinya kecelakaan pada siswa seperti dibengkel elektro kecelakan kerja (siswa dapat tertimpa alat-alat kerja cedera, tersandung ), dan lainya. Jadi siswa yang memiliki kondisi fisik yang prima, pengetahuan, dan keterampilan tinggi serta sikap mental yang positif akan mampu bekerja atau prakti dengan nyaman pada tingkat produktivitas yang tinggi, efektif dan efisien.
  7. 7. 5S merupakan langkah awal dalam menjalankan budaya kebersihan di bengkel sekolah, yaitu membangung, menyortir, menyingkirkan barang-barang yang sudah tidak diperlukan lagi untuk praktik karena akan menimbulkan ruangan menjadi kurang efisien. Semua barang yang ada dilokasi praktik hanyalah barang yang benar-benar diperlukan saja untuk aktivitas siswa praktik. Tindakan dilakukan agar tempat penyimpana barang atau alat kerja menjadi lebih efisien, karena dipergunakan untuk menyimpan barang atau alat kerja yang memang penting dibutuhkan siswa praktk di sekolah, serta bertujuan juga agar tempat kerja atau bengkel terlihat lebih rapi dan tidak berantakan. C. Prinsip dari 5S/5R (seiri,seiton,seiso,sekeitsu,shitsuke) 1. Seiri Seiri merupakan prinsip paling dasar dari 5S prinsip kerja ini merupakan prinsip kerja praktik pemilihan barang-barang ada dibengkel sekolah. Sering kali banyak dijumpai diberbagai sekolah suatu lingkungan kerja praktik banyak barang yang tidak tertata rapi dan terkesan berantakan. Didalam seiri ini kita harus memilah barang-barang apa saja yang masih digunakan, dan yang tidak digunakan atau terpakai. Barang – barang tersebut harus dipilah dan pilih sesuai dengan tempat agar suasana menjadi lebih tertata dan ringkas. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam memilah dan memilih barang agar menjadi seiri atau ringkas adalah sebagai berikut: · Frekunesi penggunaan barang (jarang,sering, selalu) · Fungsi kerja barang (rusak, perlu perbaikan, bagus) Dengan melakukan seiri ini kita akan mendapatkan : 1. Area kerja praktik menjadi lebih luas dan banyak space yang bisa dimanfaatkan 2. Mengurangi jumlah penggunaan media penyimpanan dan material seperti barang yang tadinya letaknya berjauhan, karena sudaj menerapakan seiri ini menjadi lebih dekat dan mudah terjangkau. 2. Seiton Prinsip dari seiton ini merupakan kelanjutan dari seiri. Setelah barang-barang di ringkas selanjutnya barang-barang terseut dirapikan sesuai dengan penyimpanan dan juga standar penyimpanannya. Prsoses penyimpanan ini dapat dikerjan sesuai dengan metode penyimpanannya. Contohnya misal barang disimpan sesuai dengan jenis materialnya, maka barang-barangterseut harus dirapikan sesuai dengan jenis barangnya atau jenis materialnya agar pada waktu barang tersebut dicari tidak akanmengularkan banyak waktu. Manfaat yang diproleh dengan menggunakan metode seiton diantara lain : · Mempermudah pencarian barang-barang karena barang-barang sudah terletak pada tempatnya.
  8. 8. · Mempermudah pencarian barang-barang karena barang-barang sudah dirapikan pada tempatnya. · Kondisi tempat praktikum menjadi rapi dan sedap dipandang di berantakan. 3. Seiso Seiso merupakan memberihkan atau di indonesi lebih sering dikenal sebagai resik. Baik barang maupunn lingkungan sehaarusnya dalam keadaan bersih atau yang disebut resik. Contoh keadaan resik antara lain : · Tidak ada jaring laba-laba di dinding-dinding praktikum. · Tidak ada coreta apapun di dinding-dinding pratikum yang tiak perlu ataupun pintu · Alat praktik tidak boleh dalam keaadaan kotor, terutama akibat debu Manfaat yang dapat diproleh melalui seiso ini diantara lain : · Lingkungan praktikum menjadi bersih bebas dari kotoran debu-debu atau jaring laba-laba · Meningkatkan rasa ingin belajar pada peserta didik karena suasana lingkungan bersih dan nyaman. · Kualitas barang akan terjaga dan menambah umur dari barang tersebut. · Meningkatkan gambaran bahwa bengkel sekolah ini memiliki lingkungan tempat praktik yang bersih dan nyaman. 4. Sekeitsu Sekeitsu merupakan metode keempat dari prinsip 5S diatas sekeitsu disebut juga rawat atau merawat disini dimaksudkan agar kita merawat prinsip dari ke seiri,seiton seiso secara terus menerus dan kontinyu. Agar kita selalu merapikan, membersihkan lingkungan dimana tempat kita praktik secara terus berlajut. 5. Shitsuke Shitsuke merupkan metode terkrakhir dari serangkaian metode 5s metode shesuke di indonesia disebut juga sebagai rajin metode ini lebih mengarahkan kepada kita masing-masing individu untuk secara konsisten menjalan semua metode dari mulai seiso,seiton, seiri, seketsu dan shitsuke masing-masing individu dapat melaksanakan prinsip tersebut. Beberapa hal yang dapat menunjukan seseorang sudah memahami kelima prinsip ini : · Membuang sampah pada tempatnya tidak dimana saja. · Melaksanakan piket di kelas maupundi tempat praktikum · Merapikan barang tanpa haru sdisuruh oleh guru yang mengajar · Memungut sampah yang berceceran dengan hati yang iklas. Itulah ke lima prinsip dari 5S/5R (seiri, seiton, seiso, seketisu, shitsuke) yang harus kita terapkan dibengkel sekolah agar peserta didik maupun guru nyaman
  9. 9. dalam melakukan pratikum disekolah dengan lingkungan yang bersih bebas dari kotor akan dapat meningkatkankan sumber daya manusia berawal dari kesadaran diri sendiri kemudian diterapkan kepada orang lain. Teknisi bengkel harus benar-benar memahami kelima prinsip dari 5S (seiri,seiso,seiton,seikitsu, shitsuke) karena yang merawat bengkel-bengel yang berada di sekolah adalah tanggung jawab dari teknisi tersbut. Teknisi sekolah menjadi orang yang sangat berperan penting terhadap kebersihan lingkungan bengkel sekolah dan barang- barang yang terdapat dibengkel. D. Implementasi 5S/5R dibengkel sekolah Keuntungan Menerapkan 5S/5R di bengkel sekolah Takashi Osada (2004) menyatakan bahwa keuntungan yang kita peroleh bila menerapkan 5S/5R antara lain: a. Menyediakan tempat kerja yang menyenangkan. Tempat kerja yang bersih, rapi dan teratur memungkinkan kita akan lebih senang dan bersemangan untuk bekerja. b. Membantu untuk mengefisienkan pekerjaan. Tentu kita akan frustasi apabila setiap mencari barang yang dibutuhkan harus-cari dahlu, atau membongkar semua isi tempat penyimpanan. Jika setiap barang di tempat kerja telah tersusun benar pada tempatnya. Tentu akan udah menemukan bila mana diperlukan, sehingga lebih efisien. c. Memperkecil kecelakaan kerja. Lingkungan yang ber-5S/5R akan membawa kita berkerja di lingkungan yang bebas bahaya kerja. Dengan menerapkan 5R ditempat kerja kita berarti kita telah menjamin keselamatan kita dan rekan kerja kita. d. Membimbing pada kualitas produk yang telah baik dan peningkatan produktivitas. Bagi perusahaan yang telah menerapkan 5S/5R dengan sungguh – sungguh, jumlah cacat akan relative lebih rendah dari perusahaan yang belum menerapkan 5S/5R. oleh karena itu produktivitas akan meningkat, bila produktivitas meningkat maka kita semua akan mendapat bagian atas kemakmuran perusahaan. Dari keuntungan yang telah dijelaskan oleh Takashi Osada maka disini dapat ditari kesimpulan menerapkan 5S/5R dibengkel sekolah dapat menyediakan tempat praktik yang nyaman menyenangkan bagi siswa atau peserta didik yang melaksakan prakti, tempat prakti yang bersih rapi dan teratur memungkinkan siswa dapat mengembangkan skill praktinya dan bersemangat dalam melakukan praktik dibengkel sekolahnya. Tentu siswa tidak akan banyak kekurangan waktu praktik karena siswa tidak perlu mencari-cari barang, atau membongkar barang penyimpanan karena setiap tempat kerja atau barang sudah tersusun rapi benar pada tempatnya, sehingga peserta didik lebih efisien dalah hal praktik. Peserta didik pun akan terjaga dari terjadinya kecelakaan di tempat praktik akan akan terjamin keselamatan kerjanya pada saat praktik. Membimbing pada ketrampilan yang lebih baik dan peserta didik akan memiliki kompetesi yang dicapai pada saat praktik di bengkel sekolah.
  10. 10. Keuntungan yang didapat dalam menerapkan Seiri (Ringkas-Sisih_Keteratuan- Pemilihan) dibengkel sekolah anatara lain : 1. Kuantitatif: 1) Penghematan pemakaian ruangan bengkel kelas. 2) Persediaan dan produk barang yang bermutu untuk praktik. 3) Kecepatan waktu pencarian barang atau dokumen yang dibutuhkan siswa maupun guru sebagai pengajar. 2. Kualitatif: 1) Tempat praktik peserta didik lebih nyaman dan aman. 2) Suasana tempat praktik lebih nyaman. 3) Mencegah tempat/alat/bahan praktik menjadi rusak dan memperpanjang umur alat. Keuntungan yang didapat dalam menerpkana Seiton(Rapi-Susun-Kerapian-Penataan) dibengkel sekolah anatara lain : Setelah memilih semua barang atau alat kerja yang tidak dipergunakan pada saat praktik dibengkel, pastikan segala sesuatu harus diletakkan sesuai posisi yang ditetapkan, sehingga selalu siap pada saat peserta didik akan mengambil sebuah alat pada waktu praktik. Pastikan : 1. Setiap alat praktik mempunya tempat penyimpanannya. 2. Setiap tempat punya nama untuk alat-alat praktik. 3. Buat menjadi terogranisir dan sistematis. 4. Beri nama pada setiap tempat penyimpanan yang mudah diingat, dapat menggunakan kode pada tempat penyipanan : 5. Bila berbentuk barang, berikan label dan nama sebagai ciri khas. 6. Bila berbentuk file atau softcopy data atur semua folder di komputer. 7. Pastikan agar mudah mengindentifikasi, saat file, barang ataupun benda tersebut dibutuhkan oleh peserta didik atau guru, sehingga tidak perlu membuang banyak waktu untuk mencarinya. Keuntungan kualitatif dan keuntungan kuantitatif adalah : 1. Kuantitatif : 1) Kendali penyimpanan alat secara efisien. 2) Waktu pencarian yang dilakukan oleh peserta didik maupun guru lebih cepat. 3) Proses prakti yang dilakukan oleh peserta didik dan guru lebih cepat. 4) Menghdari kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik pada saat praktik dibengkel.
  11. 11. 5) Meminimalkan terjadinya kehilangan alat pada saat praktik baik oleh peserta didik maupun oleh guru. 2. Kualitatif : 1) Suasana tempat praktik peserta didik akan lebih nyaman. 2) Mendidik dan meningkatkan disiplin peserta didik maupun guru. 3) Memacu peserta didik, agar terus menghasilkan ide yang kreatif pada saat praktik dibengkel. 4) Peserta didik dan guru akan merasa nyama disekolah atau dibengkel pada saat praktik. 5) Moral peserta didik akan menjadi lebiih tinggi. Keuntungan yang didapat pada saat menerapkan Seiso(Resik-sapu-Kebersihan- pembersihan) dibengkel sekolah antara lain : Setelah menjadi bersih, langkah berikutnya adalah membersihkan tempat praktik, ruangan praktik, peralatan dan lingkungan praktik bagi peserta didik. Tumbuhkan pemikiran bahwa kebersihan merupakan hal fital dalam kehidupan, jika kita tidak menjaga kebersihan, lingkungan praktik akan menjadi kotor dan akan menjadi faktor utaam terjanya penyakit todak nyaman bagi yang melakukan pratik atau guru yang mengajar dibengkel tersebut. Akan menyebabkan berkurangnya produktivitas peserta didik dan mengakibatkan banyak kerugian bagi peserta didik yang melakukan praktik dibengkel yang kotor atau lingkungan yang kotor. Lakukanlah pembersihan harian, pemeriksaan kebersihan dan pemeliharaan kebersihan lingkungan bengkel sekolah. Keuntungan kuantitatif dan keuntungan kualitatif adalah sebagai berikut : 1. Kuantiatif 1) Meminimalkan biaya kerusakan pada peralatan yang gunakan oleh peserta didik. 2) Proses praktik cepat dan tidak akan berulang “benar pada saat melakukan praktik pertama kali” 3) Waktu melakukan kebersihan lebih cepat apabila peserta didik sudah selesai pratik di bengkel. 2. Kualitatif 1) Suasana tempat praktik lebih nyaman dan ceria peserta didik lebih dapat dengan bebas berintraksi dengan temannya. 2) Peserta didik dapat menghasilkan ide – ide yang kreatif 3) Moral peseta didik akan meningkat dan tinggi 4) Aman pada saat praktik dibengkel. Keuntungan yang di dapat pada saat menerapkan Seiketsu (Rawat-seragam-kepatuhan- pemantapan) di bengkel sekolah antara lain : Untuk menjaga ketiga tahap yang sudah dijalankan dibengkel sekolah secara rutin. Tahap ini dapat juga disebut tahap perawatan, merupakan standarisasi dan konsistensi
  12. 12. dari masing-masing peserta didik maupun guru untuk melakukan tahapan-tahapan sebelumnya. Membuat standarisasi dan semua peserta didik maupun guru harus patuh pada standarisasi yang telah dtentukan dibengkel ekolah itu. Keuntungan kuantitatif dan kualitatif antara lain adalah : 1. Kuantitatif : 1) Biaya penyelenggaraan alat operasi yang rendah. 2) Biaya pengeluaran yang dilakukan akan menjadi sangat rendah. 3) Efisien dalam hal proses meningkatkan kinerja peserta didik. 4) Kuantitas pengeluaran menurun 5) Umur alat akan menjadi panjang 2. Kualitatif : 1) Mendidik disiplin peserta didik dan guru dibengkel sekolah 2) Pesrta didik akan menghasilkan ide-ide kreatif 3) Kemahiran peserta didik akan meningkat Keuntungan yang di dapat pada saat menerapkan Shitsuke (Rajin-Senantiasa- Kedisiplinan-Pembiasaan) di bengkel sekolah diantaranya : Pemeliharaan kedisiplinan pribadi meliputi suatu kebiasaan dan pemeliharaan program 5S yang sudah berjalan, buatlah standarisasi 5S serta berikan pelatihan 5S, agar seluruh peserta didik dapat mengerti akan kegunaan dari 5S , karena dengan menerapkan 5S yang praktis dan ringkas bertujuan pada efisiensi, pelayanan yang baik, keamanan bekerja serta peningkatan produktivitas dari peserta didik. Keuntungan kuantitatif dan kualitatif antara lain adalah : 1. Kuantitatif: 1) Biaya pengeluaran prakti akan menjadi rendah rendah. 2) Produktivitas peserta didik dan guru meningkat. 3) Peserta didik dan guru akan memperoleh manfaat dari pelaksanaan 5S. 4) Meminimalkan kecelakaan pada saat praktik dibengke peserta didikpun danguru pun akan merasa nyaman dan ceria 2. Kualitatif: 1) Disiplin peserta didik akan meningkat dan inovatif. 2) Ketrampilan yang didapat peserta didik akan meningkat. 3) Kesehatan peserta didik akan bertambah baik dengan lingkungan bengekl yang menerapkan 5S. 4) Budaya antar kelompk tim yang tinggi.
  13. 13. Dalam penerapannya 5S juga dapat diterapkan dalam kehidupan pribadi, untuk menjadi pribadi unggulan, juga dapat diterapkan dalam organisasi seperti Universitas dan Sekolah, untuk menjadi Universitas dan Sekolah unggulan. Budaya Negatif seperti juga kebiasaan dan sikap negatif, haruslah diganti dengan Budaya Positif. Perlu penanaman budaya anti bullying (intimidasi), budaya anti premanisme, budaya anti narkoba, budaya anti rokok, budaya anti minuman keras, budaya toleransi dan lain-nya melalui penyuluhan, pengawasan dan hukuman tanpa pandang bulu. Kesimpulan Dengan menerapkan 5S/5R di bengkel sekolah,mampu meningkatkan mutu dan produktivitas, Menghindari kecelakaan kerja, Meningkatkan kinerja tim antar peserta didik, Peralatan atu barang-barang dan lokasi kerja praktik yang teratur, rapi dan bersih, Gugus mutu yang berjalan dengan baik, Keunggulan untuk mempunyai peserta didik yang kreatif dan berkualitas, penerapan 5S/5R mampu menciptakan suasana pembelajaran lebih efektif dan nyaman. Saran Untuk menciptakan lingkungan kerja praktik yang nyaman dan aman Sekolah perlu memperkenalkan, mensosialisasikan dan mengimplementasikan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke). Sebuah langkah awal menuju lingkungan tempat kerja praktikum yang nyaman dan aman terhindar dari kecelakaan kerja. Dalam implementasi 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke), haruslah dilakukan bertahap, harus dilakukan melalui tahapan pengenalan, perubahan sikap dan kebiasaaan para peserta didik dan guru. Perlu diadakannya juga pelatihan, menempel poster-poster serta menambah pengetahuan tentang k3.

×