AZAS DASAR ILMU LINGKUNGAN Pertemuan VIII
Azas Dasar Ke 1 <ul><li>Semua energi yang memasuki organisme hidup populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi y...
Azas Dasar Ke 2 <ul><li>Tidak ada sistem pengubahan energi yang betul-betul efisien. </li></ul><ul><li>Syarah / komentar  ...
Azas Dasar Ke 3 <ul><li>Materi, energi, ruang, waktu dan keaneka-ragaman, semuanya termasuk sumber daya alam. </li></ul><u...
Syarah / komentar  3 : <ul><li>Waktu berkaitan erat dengan ketersediaan sumber pangan (sesuai musim), jumlah energi yang d...
Azas Dasar Ke 4 <ul><li>Untuk semua kategori sumber daya alam, kalau pengadaanya sudah mencapai optimum, pengaruh unit ken...
Syarah / komentar  : <ul><li>Jumlah spesies yang melimpah (populasi besar) dalam waktu tertentu pada akhirnya akan menurun...
Azas Dasar Ke 5 <ul><li>Ada dua jenis sumber daya alam dasar, yaitu  sumber daya alam yang pengadaannya dapat merangsang p...
Azas Dasar Ke 6 <ul><li>Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan dari pada saingannya, cenderung berhasi...
Azas Dasar Ke 7 <ul><li>Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi, di alam lingkungan yang “mudah diramal” </...
Azas Dasar Ke 8 <ul><li>Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson, bergantung kepada bagaimana nici...
Azas Dasar Ke 9 <ul><li>Keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan  biomassa dibagi produktivitas. </li></ul><ul><...
Azas Dasar Ke 10 <ul><li>Pada lingkungan yang stabil perbandingan antara biomassa dengan  produktivitas, dalam perjalanan ...
Azas Dasar Ke 11 <ul><li>Sistem yang sudah mantap (dewasa) mengeksploitasi sistem yang belum mantap (belum dewasa). </li><...
Azas Dasar Ke 12 <ul><li>Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat bergantung kepada kepentingan relatifnya di dalam k...
Azas Dasar Ke 13 <ul><li>Lingkungan yang secara fisik mantap memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi dal...
Azas Dasar Ke 14 <ul><li>Derajat pola keteraturan naik-turunnya populasi bergantung pada jumlah keturunan dalam sejarah po...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Azas dasar ilmu lingkungan

4,663 views

Published on

1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
4,663
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
139
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Azas dasar ilmu lingkungan

  1. 1. AZAS DASAR ILMU LINGKUNGAN Pertemuan VIII
  2. 2. Azas Dasar Ke 1 <ul><li>Semua energi yang memasuki organisme hidup populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, tetapi tidak dapat dihilangkan, dihancurkan atau diciptakan. </li></ul><ul><li>Syarah / komentar : </li></ul><ul><li>Hakekatnya adalah hukum Termodinamika I atau hukum konservasi energi </li></ul><ul><li>Sistem kehidupan dapat dianggap sebagi sistem pengubah energi, sehingga di dalamnya juga terkandung strategi untuk transformasi energi (untuk metabolisme internal, bergerak, panas tubuh, tumbuh / disimpan dalam lemak, berbiak, tercuri oleh parasit, terbuang) </li></ul>
  3. 3. Azas Dasar Ke 2 <ul><li>Tidak ada sistem pengubahan energi yang betul-betul efisien. </li></ul><ul><li>Syarah / komentar : </li></ul><ul><li>Hakikatnya adalah hukum Termodinamika II </li></ul><ul><li>Energi memang tidak dapat dihilangkan, tetapi dapat berubah kedalam bentuk yang kurang bermanfaat (atau sementara tidak bermanfaat) </li></ul><ul><li>Implikasi dalam kehidupan adalah hadirnya sampah atau limbah </li></ul>
  4. 4. Azas Dasar Ke 3 <ul><li>Materi, energi, ruang, waktu dan keaneka-ragaman, semuanya termasuk sumber daya alam. </li></ul><ul><li>Syarah / komentar : </li></ul><ul><li>Pengubahan energi oleh sistem biologi harus berlangsung pada kecepatan yang sebanding dengan adanya materi dan energi. </li></ul><ul><li>Ruang dapat berkorelasi dengan proses pembiakan (jarak antar individu dan kepadatan), spesies dengan sumber makanan. Merupakan analogi meteri dan energi. </li></ul>
  5. 5. Syarah / komentar 3 : <ul><li>Waktu berkaitan erat dengan ketersediaan sumber pangan (sesuai musim), jumlah energi yang dibutuhkan untuk memangsa. </li></ul><ul><li>Keanekaragaman sumber pangan berkorelasi dengan tingkat ketahanan / keberlangsungan hidup spesies. Spesies yang makan hanya dengan satu jenis pangan akan cepat punah. </li></ul><ul><li>Harper & White (1977), Carrying capacity ( C ) suatu lingkungan bagi keanekaragaman spesies tumbuhan dirumuskan C= W. p 3/2 , dimana W = berat rata-rata individu dalam populasi, dan p = kepadatan atau kereapatan populasi. </li></ul><ul><li>DISKUSIKAN : bagaimana kedudukan “Informasi” ? apakah juga termasuk sumber daya alam? </li></ul>
  6. 6. Azas Dasar Ke 4 <ul><li>Untuk semua kategori sumber daya alam, kalau pengadaanya sudah mencapai optimum, pengaruh unit kenaikkanya sering menurun dengan penambahan sumberdaya alam itu sampai ke tingkat maksimum. Melampaui batas maksimum ini tak akan ada pengaruh yang menguntungkan lagi. Untuk semua kategori sumber daya alam (kecuali keaneka-ragaman dan waktu) kenaikan pengadaanya yang melampaui batas maksimum, bahkan akan berpengaruh merusak karena kesan peracunan. Ini adalah asas penjenuhan. Untuk banyak gejala sering berlaku kemungkinan penghancuran yang disebabkan oleh pengadaan sumber daya alam yang sudah mendekati batas maksimum. </li></ul>
  7. 7. Syarah / komentar : <ul><li>Jumlah spesies yang melimpah (populasi besar) dalam waktu tertentu pada akhirnya akan menurun dengan sendirinya </li></ul><ul><li>Sumber pangan yang besar, merangsang pertumbuhan populasi yang besar, memicu persaingan, populasi dapat menurun. </li></ul><ul><li>Disebut juga fenomena pengaturan populasi yang bergantung pada faktor kepadatan ( density dependent factor ). </li></ul><ul><li>Implikasi : perlu perjuangan hidup lebih intensif bila sumber daya alam menipis. </li></ul>
  8. 8. Azas Dasar Ke 5 <ul><li>Ada dua jenis sumber daya alam dasar, yaitu sumber daya alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan seterusnya dan yang tidak mempunyai daya rangsang penggunaan. </li></ul><ul><li>Syarah / komentar : </li></ul><ul><li>penggunaan BBM dapat terus memicu ekploitasi dan ekplorasi yang menggila (?). </li></ul><ul><li>parasit Nasonia vitrivenis tidak bertambah (tidak terangsang untuk banyak makan) meskipun kepompong Musca domestica yang merupakan makanannya melimpah. </li></ul><ul><li>Implikasi : Perlu dicari sumber daya alternatif </li></ul>
  9. 9. Azas Dasar Ke 6 <ul><li>Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan dari pada saingannya, cenderung berhasil mengalahkan saingannya itu. </li></ul><ul><li>Syarah / komentar : </li></ul><ul><li>Hakikatnya adalah teori Darwin & Wallace. </li></ul><ul><li>Jasad hidup yang lebih adaptif akan lebih banyak mampu bertahan dalam menghasilkan keturunan. </li></ul><ul><li>Implikasinya : hati-hati dalam memperkenalkan / melepaskan jenis spesies baru (transgenik) ke lingkungan. </li></ul>
  10. 10. Azas Dasar Ke 7 <ul><li>Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi, di alam lingkungan yang “mudah diramal” </li></ul><ul><li>Syarah / komentar : </li></ul><ul><li>Mudah diramal dapat berarti bisa diperhitungkan, diprediksi, diasumsi, diestimasi sehingga dapat diantisipasi. Hal ini karena adanya pola keteraturan keteraturan pada lingkungan yang stabil. </li></ul><ul><li>Lingkungan yang tidak bisa diramal (karena berubah sedemikian rupa eksrim), spesies tertentu bisa punah, keanekaragaman berubah / menurun. </li></ul><ul><li>Implikasi : waspada dengan “proyek baru” </li></ul>
  11. 11. Azas Dasar Ke 8 <ul><li>Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson, bergantung kepada bagaimana nicia dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson tersebut. </li></ul><ul><li>Syarah / komentar : </li></ul><ul><li>spesies satu dengan yang lain dapat hidup berdampingan bila punya fungsi yang berbeda di lingkungan tersebut, sebaliknya salah satu bisa punah atau menyingkir bila mempunyai fungsi yang sama (sumber makanan sama). </li></ul><ul><li>Tumbuhan dan serangga memiliki kebutuhan amat terbatas dalam lingkungan, sehingga lebih responsif terhadap perubahan sekecil apapun. Berbeda dengan hewan (?) dan Manusia (?) </li></ul>
  12. 12. Azas Dasar Ke 9 <ul><li>Keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomassa dibagi produktivitas. </li></ul><ul><li>Syarah / komentar : </li></ul><ul><li>Biomassa adalah berat total populasi, yaitu berat rata-rata invidu dalam populasi dikalikan dengan jumlah individu dalam populasi. </li></ul><ul><li>Produktivitas adalah jumlah jaringan hidup yang dihasilkan oleh populasi dalam kurun waktu tertentu. </li></ul><ul><li>Kompleksitas organisasi suatu sistem sebanding dengan jumlah waktu penggunaan materi. </li></ul><ul><li>Implikasi : Efisiensi penggunaan energi akan meningkat sesuai dengan kompleksitas organisasi (sistem biologi). </li></ul>
  13. 13. Azas Dasar Ke 10 <ul><li>Pada lingkungan yang stabil perbandingan antara biomassa dengan produktivitas, dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot. </li></ul><ul><li>Syarah / komentar : </li></ul><ul><li>sistem biologi mengalami evolusi mengarah pada efisiensi penggunaan energi dalam lingkungan yang stabil. </li></ul>
  14. 14. Azas Dasar Ke 11 <ul><li>Sistem yang sudah mantap (dewasa) mengeksploitasi sistem yang belum mantap (belum dewasa). </li></ul><ul><li>Syarah / komentar : </li></ul>
  15. 15. Azas Dasar Ke 12 <ul><li>Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat bergantung kepada kepentingan relatifnya di dalam keadaan suatu lingkungan. </li></ul><ul><li>Syarah / komentar : </li></ul>
  16. 16. Azas Dasar Ke 13 <ul><li>Lingkungan yang secara fisik mantap memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi dalam ekosistem yang mantap, yang kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi lebih lanjut. </li></ul><ul><li>Syarah / komentar : </li></ul>
  17. 17. Azas Dasar Ke 14 <ul><li>Derajat pola keteraturan naik-turunnya populasi bergantung pada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang nanti akan mempengaruhi populasi itu. </li></ul><ul><li>Syarah / komentar : </li></ul>

×