P RL E INDUNGAN P  ASIE ANAK                   N  DAN DOSIS E E T P             F K IF ADA   PM    E ANFAAT AN RADIASI    ...
Dasar hukum :• UU no 23 tahun 2002 [1] tentang Perlindungan Anak   pasal 1.  (1) Anak adalah seseorang yang belum berusia ...
Faktor yang mempengaruhitumbuh kembang anak [2] :• Hereditas• Lingkungan• Hormonal [2] Alimul H, A Aziz, 2008, Pengantar I...
PENANGANAN PASIEN ANAKDI RUANG RADIOLOGI :Anak lebih sensitif [3]. :•   Fisik : dalam masa pertumbuhan•   Psikologi : butu...
Sensitivitas dan Resiko• Sensitivitas jaringan pada anak – anak  lebih tinggi dari orang dewasa, yang  mengakibatkan fakto...
kemungkinan terjadinya efek tertunda                                dari paparan radiasi untuk anak-anak                  ...
Dosis efektif (Eô)Tingkat kepekaan organ atau jaringan tubuh terhadap efek stokastik akibatradiasi disebut faktor bobot or...
EFEK STOKHASTIK DAN DETERMINISTIK [9].      Gambar 1. Kurva dosis respon  •   Kurva A – Deterministik / non stokhastik :  ...
Efek Stokastik :adalah efek yang penyebab timbulnya merupakanfungsi dosis radiasi dan diperkirakan tidak mengenaldosis amb...
Efek Deterministik(non-stokastik) :adalah efek yang kualitas keparahannya bervariasimenurut dosis dan hanya timbul bila do...
Efek radiasi terhadap DNA [10]    Gambar 2.                                                     11    Efek paparan radiasi...
Beberapa data kejadian pasien kanker       karena terpapar radiasi [10]:•   Di Jepang,    Efek radiasi dari bom atom Hiros...
Efek radiasi :Gambar 3. seorang anak post-treatment dan efek over exposureradioterapi tumor otak [11]11. ACCIDENTAL OVEREX...
Table II. Typical dose levels in paediatric       radiology [NRPB-W14] [12]                                               ...
RISET :     DOSIS RADIASI PASIEN RADIOLOGI ANAK     PADA PEMERIKSAAN TORAK DI KOTA     PADANG [13]      Data pasien anak h...
Riset :Siegel et al, 2004 , dosis radiasi pada CT Pediatric :efek perubahan faktor ekspose dan ukuran phantom [14]  Gambar...
RISET :PENGARUH PENGGUNAAN TEKNIK KV TINGGI PADAPEMERIKSAAN THORAK ANAK TERHADAP KUALITASGAMBAR DAN DOSIS RADIASI [15] Per...
Entrance surface dose [15] :                       Tebal              ESD kV              ESD Teknik kVNo   Pesawat       ...
Pertimbangan secara Teknis [16]• Detail yang baik dari gambaran dapat dicapai dengan  menggunakan bidang fokus (focal spot...
Pertimbangan secara Teknis [16]• Kombinasi screen-film kecepatan tinggi harus digunakan  untuk mengurangi waktu radiasi, r...
Pertimbangan secara Teknis [16]• Radiasi harus dibatasi dengan kolimasi [BSS  II.16(b).iv]• Perlengkapan/alat pelindung (d...
Pertimbangan secara Teknis [16]          Pertimbangan Lainnya• Luas ruangan pemeriksaan : selain pertimbangan untuk  radia...
UU no 44 tahun 2009tentang Rumah Sakit [17]Pasal 6(1) Pemerintah dan pemerintah daerah    bertanggung jawab untuk :d. memb...
UU no 44 tahun 2009tentang Rumah Sakit [17]Pasal 16(1)Persyaratan peralatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal   7 ayat (1) ...
PP 33 tahun 2007 TENTANG    KESELAMATAN RADIASI PENGION DAN    KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF [18]•   Pasal 39(1) Praktisi med...
PERKA BAPETEN NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANGUJI KESESUAIAN PESAWAT SINAR-X RADIOLOGIDIAGNOSTIK DAN INTERVENSIONAL [19]Pasal2  ...
Peraturan Menteri Kesehatan No. 363 tahun 1998tentang Pengujian dan Kalibrasi pada saranapelayanan kesehatan [20]• Pasal 4...
Contoh Uji kesesuaian dental x rayTerjadi kebocoran tabung   Tanpa conus                                         28
ICRP-ISR “smart” message forpediatrics                               29
Daftar Pustaka :1. UU no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak2. Alimul H, A Aziz, 2008, Pengantar Ilmu Kesehatan Anak u...
Daftar Pustaka :8. ICRP No. 60 (1990)9. Chember, Herman and Johnson, Thomas (2009), Introduction to    Health Physics four...
Daftar Pustaka :14. Siegel et al, 2004, Radiation Dose and Image Quality in Pediatric CT:    Effect of Technical Factors a...
2. FDA, 2011, Radiology & children : extra care required• Terima kasih                                                 33
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Perlindungan pasien anak dan dosis efektif pada pemanfaatan radiasi pengion

2,681 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,681
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
71
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Perlindungan pasien anak dan dosis efektif pada pemanfaatan radiasi pengion

  1. 1. P RL E INDUNGAN P ASIE ANAK N DAN DOSIS E E T P F K IF ADA PM E ANFAAT AN RADIASI P NGION E OLEH : AGUNG N.O, ST, MSi ( agung_nokt@yahoo.co.id ) 1
  2. 2. Dasar hukum :• UU no 23 tahun 2002 [1] tentang Perlindungan Anak pasal 1. (1) Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. (2) Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. 2
  3. 3. Faktor yang mempengaruhitumbuh kembang anak [2] :• Hereditas• Lingkungan• Hormonal [2] Alimul H, A Aziz, 2008, Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan , Salemba Medika, Jakarta 3
  4. 4. PENANGANAN PASIEN ANAKDI RUANG RADIOLOGI :Anak lebih sensitif [3]. :• Fisik : dalam masa pertumbuhan• Psikologi : butuh pendamping .FDA, 2011, Radiology & children : extra care required, [3] 4
  5. 5. Sensitivitas dan Resiko• Sensitivitas jaringan pada anak – anak lebih tinggi dari orang dewasa, yang mengakibatkan faktor resiko timbulnya kanker akibat radiasi pada anak – anak juga lebih tinggi dari orang dewasa.• Faktor resiko timbulnya kanker pada anak – anak antara 2 sampai 3 kali lebih besar dari orang dewasa [4].[4] IAEA Training Material on Radiation Protection in Diagnostic and Interventional Radiology :RADIATION PROTECTION IN DIAGNOSTIC AND INTERVENTIONAL RADIOLOGYL 21: Optimization of Protection in Pediatric Radiology 5
  6. 6. kemungkinan terjadinya efek tertunda dari paparan radiasi untuk anak-anak adalah 2 — 3 kali lebih besar dari orang dewasa dan risiko kanker dari paparan radiasi pada anak-anak 2 — 4 lebih besar dari orang dewasa per unit dosisnya [5,6,7].• [5,6,7].•UNSCEAR (United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation), Sources, Effects and Risks of Atomic Radiation. Vol II,New York, NY: United Nations, 2000:13, (2000).•ICRP 60, International Commission on Radiological Protection, 1990Recommendations of the International Commission on Radiological Protection. Oxford: Pergamon Press, (1990).•BEIR-V. Committee on the Biological Effects of Ionizing Radiations. Health effects of exposure to low levels of ionizing radiation. BEIR VReport. Washington: National Academy Press, (1990). 6
  7. 7. Dosis efektif (Eô)Tingkat kepekaan organ atau jaringan tubuh terhadap efek stokastik akibatradiasi disebut faktor bobot organ atau faktor bobot jaringan tubuh, Tabel I Nilai Faktor Bobot Berbagai Organ Tubuh [8]. No Organ atau Jaringan Tubuh WT 1 Gonad 0,20 2 Sumsum Tulang 0,12 3 Colon 0,12 4 Lambung 0,12 5 Paru-paru 0,12 6 Ginjal 0,05 7 Payudara 0,05 8 Liver 0,05 9 Oesophagus 0,05 10 Kelenjar Gondok (Tiroid) 0,05 11 Kulit 0,01 12 Permukaan tulang 0,01 13 Organ atau jaringan tubuh lainnya 0,05 7 Catatan: Harga WT berdasarkan ICRP No. 60 (1990)
  8. 8. EFEK STOKHASTIK DAN DETERMINISTIK [9]. Gambar 1. Kurva dosis respon • Kurva A – Deterministik / non stokhastik : Merupakan suatu bentuk khas suatu efek biologis yang memperlihatkan dosis ambang – titik a. Rentangan kurva dari titik ambang a hingga respon 100% dianggap disebabkan oleh ’variabilitas biologis’ di sekitar dosis rata-rata titik c, yang disebut dosis 50%. • Kurva B –stokhastik : menyajikan ambang ’nol’ atau respon linier, titik b menyajikan dosis 50% bagi efek biologis ambang ’nol’ 8 (Chember, 2009)
  9. 9. Efek Stokastik :adalah efek yang penyebab timbulnya merupakanfungsi dosis radiasi dan diperkirakan tidak mengenaldosis ambang.• Tidak mengenal dosis ambang• Timbul setelah melalui masa tenang yang lama• Keparahannya tidak bergantung pada dosis radiasi• Tidak ada penyembuhan spontan• Efek ini meliputi : kanker, leukemia (efek somatik), dan penyakit keturunan (efek genetik). 9
  10. 10. Efek Deterministik(non-stokastik) :adalah efek yang kualitas keparahannya bervariasimenurut dosis dan hanya timbul bila dosis ambangdilampaui.• Mempunyai dosis ambang• Umumnya timbul beberapa saat setelah radiasi• Adanya penyembuhan spontan (tergantung keparahan)• Tingkat keparahan tergantung terhadap dosis radiasi• Efek ini meliputi : luka bakar, sterilitas / kemandulan, katarak (efek somatik) 10
  11. 11. Efek radiasi terhadap DNA [10] Gambar 2. 11 Efek paparan radiasi (langsung dan tidak langsung) pada DNA
  12. 12. Beberapa data kejadian pasien kanker karena terpapar radiasi [10]:• Di Jepang, Efek radiasi dari bom atom Hiroshima dan Nagasaki; 120.000 orang dilakuan perawatan intensif, diantaranya 50.000 terpapar 0.005 Sv. Pada tahun 1990 6.000 orang meninggal karena kanker. Bahan radioaktif yang memapar Nagasaki adalah emisi α dengan sejumlah neuton. Di Hiroshima terpapar radiasi γ dan nutron.• Di Ingris antara tahun 1935 – 1944 Terjadi kasus spondylitis berkaitan dengan efek pemberian radioterapi terhadap spine pasien dengan kasus leukimia.• Sebelum tahun 1922 Banyak terjadi kasus leukimia yang mengenai radiolog karena belum adanya standar keamanan radiasi• Kejadian kanker thyroid pada saat observasi radioterapi pasien anak-anak dengan kasus pembesaran kelenjar thymus.• Pada tahun 1955, Terjadi kasus epilate pada anak-anak karena penggunaan sinar x dari pemeriksaan tinea capitis. Kanker Thyroid dilaporkan sebagai efek pertama kali terjadi di Israel. Selain itu juga terjadi tumor otak, tumor salivary gland, kanker kulit dan leukimia di daerah Afrika Utara. Di New york, Tumor kulit hanya ditemukan pada anak-anak kulit putih, dan tidak terjadi pada anak-anak kulit hitam .• Di Nova Scotia Dilaporkan adanya pasien kanker payudara yang terjadi disebabkan expose 12 berkali-kali dalam pemeriksaan TBC
  13. 13. Efek radiasi :Gambar 3. seorang anak post-treatment dan efek over exposureradioterapi tumor otak [11]11. ACCIDENTAL OVEREXPOSURE OF RADIOTHERAPY PATIENTS IN SAN JOSE,COSTA RICA, INTERNATIONAL ATOMIC ENERGY VIENNA, 1998 13
  14. 14. Table II. Typical dose levels in paediatric radiology [NRPB-W14] [12] Entrance surface dose (µGy) Examination Age 0 1 5 10 15Abdomen AP 110 340 590 860 2010Chest PA/AP 60 80 110 70 110Pelvis AP 170 350 510 650 1300Skull AP / 600 1250 / /Skull LAT / 340 580 / / Dose Area Product (mGy.cm2)MCU 430 810 940 1640 3410Barium Meal 760 1610 1620 3190 5670Barium Swallow 560 1150 1010 2400 3170 12. NATIONAL RADIOLOGICAL PROTECTION BOARD, Doses to Patient from Medical X Ray Examinations in the UK: 2000 review, NRPB-W14, Chilton (2002). 14 http://rpop.iaea.org/RPOP/RPoP/Content/SpecialGroups/2_Children/index.htm#ref3
  15. 15. RISET : DOSIS RADIASI PASIEN RADIOLOGI ANAK PADA PEMERIKSAAN TORAK DI KOTA PADANG [13] Data pasien anak hasil penelitian yang menerima dosis di atas batas NRPB Arus Waktu Berat Badan Tegangan (mAs) Jarak DosisNo. Usia (Kg) (kVp) (cm) (uGy) 1 4 bulan 3,9 55,0 10,00 91,0 484,80 2 9 bulan 7,9 54,0 12,50 89,0 346,30 3 19 bulan 8,7 58,0 12,50 90,0 455,20 4 11 tahun 16,0 47,0 8,00 89,0 254,30 5 11 tahun 45,0 58,0 0,05* 129,0 201,40 6 12 tahun 25,0 56,0 0,06* 131,0 425,40 7 13 tahun 39,0 87,5 18,00 148,0 582,6013. Prosiding Seminar Nasional Keselamatan Kesehatan dan Lingkungan V Depok, 14 Oktober 152009 Note= waktu (s) yang digunakan untuk penyinaran, tidak termasuk data untuk arus (mA)
  16. 16. Riset :Siegel et al, 2004 , dosis radiasi pada CT Pediatric :efek perubahan faktor ekspose dan ukuran phantom [14] Gambar : terjadi penurunan dosis radiasi jika kV diturunkan dengan mA tetap 14. Siegel et al, 2004, Radiation Dose and Image Quality in Pediatric CT: 16 Effect of Technical Factors and Phantom Size and Shape, Radiology , UK
  17. 17. RISET :PENGARUH PENGGUNAAN TEKNIK KV TINGGI PADAPEMERIKSAAN THORAK ANAK TERHADAP KUALITASGAMBAR DAN DOSIS RADIASI [15] Perbandingan Incident air kerma : • Pada Pesawat A : kV standar : 40 – 54 kV, 6,25 mAs kV tinggi : 60- 76 kV; 0,82 – 1,36 mAs incident Air kerma turun dengan rentang dari 57.975% hingga 61.007%, • Pesawat B : kV standar : 40 – 54 kV, 6,4 mAs kV tinggi : 60- 76 kV; 0,84 – 1,39 mAs incident air turun dengan rentang dari 36.492% hingga 40.197%15. Euphrat, Datu; Seno K, Dwi ; Prasetio, Heru, 2011, Pengaruh PenggunaanTeknik kV Tinggi pada Pemeriksaan Thorak Anak terhadap kualitas Gambar danDosis Radiasi, UI 17
  18. 18. Entrance surface dose [15] : Tebal ESD kV ESD Teknik kVNo Pesawat pasien standar tinggi (cm) (mGy) (mGy)1 A 10 - 12 0.143 0.0422 A 24 – 26 0.349 0.2453 B 13 – 14 0.081 0.0184 B 24 – 26 0.386 0.355 15. Euphrat, Datu; Seno K, Dwi ; Prasetio, Heru, 2011, Pengaruh Penggunaan Teknik kV Tinggi pada Pemeriksaan Thorak Anak terhadap kualitas Gambar dan Dosis Radiasi, UI 18
  19. 19. Pertimbangan secara Teknis [16]• Detail yang baik dari gambaran dapat dicapai dengan menggunakan bidang fokus (focal spot) ukuran kecil dan waktu eksposi yang sesingkat mungkin.• Grid (anti-hamburan) tidak diperlukan pada radiologi anak, walaupun dengan alasan untuk kepentingan kualitas radiograf. Tidak dibenarkan penggunaannya karena akan menaikan dosis yang diterima pasien, kecuali untuk anak – anak usia belasan yang mungkin karena bentuk tubuhnya akan mengakibatkan hamburan semakin meningkat. [BSS II.16(b).iii] 16. BAPETEN, 2010, Radiologi Anak. 19
  20. 20. Pertimbangan secara Teknis [16]• Kombinasi screen-film kecepatan tinggi harus digunakan untuk mengurangi waktu radiasi, resolusi yang berkurang tidaklah terlalu penting untuk kebanyakan (majority) indikasi klinis. [BSS II.16(b).ii]• Penggunaan Kendali Ekspose Otomatis (Automatic Exposure Control (AEC)) pada anak – anak tidaklah tepat karena (ukuran dan geometri) dari sensornya secara normal dirancang untuk orang dewasa. Sebagai gantinya, tabel ekspose yang sesuai dengan teknik radiografis, ketebalan pasien dan penggunaan dengan grid atau tidak adalah lebih aman dan mudah digunakan. 16. BAPETEN, 2010, Radiologi Anak. 20
  21. 21. Pertimbangan secara Teknis [16]• Radiasi harus dibatasi dengan kolimasi [BSS II.16(b).iv]• Perlengkapan/alat pelindung (dari radiasi) diletakkan pada posisi yang tepat untuk melindungi jaringan tubuh dan hindari terjadinya pengulangan pemeriksaan (penyinaran radiasi). BSS II.16(f)]• Jika diperlukan dan memungkinkan, alat immobilisasi (dengan alat khusus ) dapat digunakan. http://rpop.iaea.org/RPOP/RPoP/Content/SpecialGroups/2_Children/index.htm#ref3 16. BAPETEN, 2010, Radiologi Anak. 21
  22. 22. Pertimbangan secara Teknis [16] Pertimbangan Lainnya• Luas ruangan pemeriksaan : selain pertimbangan untuk radiasi hambur, juga mempertimbangan psikologi anak sehingga ia tidak merasa di ruangan sempit yang dapat menimbulkan rasa cemas atau takut.• Interior ruangan juga di desain sesuai dengan kejiwaan anak, sehingga ia merasa betah dan nyaman.• Komunikasi yang baik antara radiografer dengan pasien (anak) dan pendamping sangat membantu pada proses pemeriksaan (penyinaran). 16. BAPETEN, 2010, Radiologi Anak. 22
  23. 23. UU no 44 tahun 2009tentang Rumah Sakit [17]Pasal 6(1) Pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab untuk :d. memberikan perlindungan kepada Rumah Sakit agar dapat memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dan bertanggung jawab; e. memberikan perlindungan kepada masyarakat pengguna jasa pelayanan Rumah Sakit sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan; 23
  24. 24. UU no 44 tahun 2009tentang Rumah Sakit [17]Pasal 16(1)Persyaratan peralatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) meliputi peralatan medis dan nonmedis harus memenuhi standar pelayanan, persyaratan mutu, keamanan, keselamatan dan laik pakai.(2) Peralatan medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diuji dan dikalibrasi secara berkala oleh Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan dan/atau institusi pengujian fasilitas kesehatan yang berwenang.(3) Peralatan yang menggunakan sinar pengion harus memenuhi ketentuan dan harus diawasi oleh lembaga yang berwenang 24
  25. 25. PP 33 tahun 2007 TENTANG KESELAMATAN RADIASI PENGION DAN KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF [18]• Pasal 39(1) Praktisi medik wajib menggunakan Tingkat Panduan untuk Paparan Medik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 pada saat melaksanakan prosedur radiologi diagnostik dan intervensional, dan kedokteran nuklir untuk mengoptimumkan proteksi terhadap pasien• Pasal 40(1) Untuk memastikan bahwa Tingkat Panduan untuk Paparan Medik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 sampai dengan Pasal 39 dipatuhi, uji kesesuaian wajib dilakukan terhadap pesawat sinar-X untuk radiologi diagnostik dan intervensional. 25
  26. 26. PERKA BAPETEN NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANGUJI KESESUAIAN PESAWAT SINAR-X RADIOLOGIDIAGNOSTIK DAN INTERVENSIONAL [19]Pasal2 Uji Kesesuaian Pesawat Sinar-X sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk mewujudkan pengoperasian Pesawat Sinar-X yang andal dan aman bagi pasien, pekerja dan masyarakat. 26
  27. 27. Peraturan Menteri Kesehatan No. 363 tahun 1998tentang Pengujian dan Kalibrasi pada saranapelayanan kesehatan [20]• Pasal 4 : Kalibrasi alat kesehatan dilakukan oleh institusi penguji secara berkala, sekurang - kurangnya satu kali dalam setahun• Pasal 7 : Setiap alat kesehatan yang telah dilakukan kalibrasi dengan hasil yang memenuhi standar diberikan sertifikat dan tanda yang menyatakan alat tersebut layak pakai oleh institusi penguji 27
  28. 28. Contoh Uji kesesuaian dental x rayTerjadi kebocoran tabung Tanpa conus 28
  29. 29. ICRP-ISR “smart” message forpediatrics 29
  30. 30. Daftar Pustaka :1. UU no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak2. Alimul H, A Aziz, 2008, Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan , Salemba Medika, Jakarta3. FDA, 2011, Radiology & children : extra care required4. IAEA Training Material on Radiation Protection in Diagnostic and Interventional Radiology : Radiation Protection in Diagnostic and Intervensional Radiology L 21: Optimization of Protection in Pediatric Radiology5. UNSCEAR (United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation), 2000:13, Sources, Effects and Risks of Atomic Radiation. Vol II, New York, NY: United Nations6. ICRP 60, 1990, International Commission on Radiological Protection, Recommendations of the International Commission on Radiological Protection. Oxford: Pergamon Press.7. BEIR-V. Committee on the Biological Effects of Ionizing Radiations, (1990).. Health effects of exposure to low levels of ionizing radiation. 30 BEIR V Report. Washington: National Academy Press
  31. 31. Daftar Pustaka :8. ICRP No. 60 (1990)9. Chember, Herman and Johnson, Thomas (2009), Introduction to Health Physics fourth edition, The McGraw-Hill Companies, New York10. Johns, Harold E & Cunningham, John R, 1983, The Physics of Radiology 4th edition, Charles Thomas Publisher, USA11. International Atomic Energy, 1998, Accidental Overexposure of Radiotherapy Patiens in San Jose, Costarica , Vienna12. National Radiological Protection Board, 2002, Doses to Patient from Medical X Ray Examinations in the UK: 2000 review13. Sofyan, Hasnel; Yuliati, Helfi; Milvita, Dian; dan Nengsih,Sri; 2009, Dosis Radiasi Pasien Radiologi Anak pada Pemeriksaan torak di Kota Padang, Prosiding Seminar Nasional Keselamatan Kesehatan dan Lingkungan V Depok. 31
  32. 32. Daftar Pustaka :14. Siegel et al, 2004, Radiation Dose and Image Quality in Pediatric CT: Effect of Technical Factors and Phantom Size and Shape, Radiology , UK15. Euphrat, Datu; Seno K, Dwi ; Prasetio, Heru, 2011 Pengaruh Penggunaan Teknik kV Tinggi pada Pemeriksaan Thorak Anak terhadap kualitas Gambar dan Dosis Radiasi, UI16. BAPETEN, 2010, Radiologi Anak17. UU no 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit18. PP 33 tahun 2007 tentang Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan Sumber Radioaktif.19. Peraturan Kepala BAPETEN No. 9 tahun 2011 tentang Uji Kesesuaian Pesawat Sinar X Radiologi Diagnostik dan Intervensional20. Peraturan Menteri Kesehatan No. 363 tahun 1998 tentang Pengujian dan Kalibrasi pada sarana pelayanan kesehatan 32
  33. 33. 2. FDA, 2011, Radiology & children : extra care required• Terima kasih 33

×