Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Hidroponik - Aplkasi Komputer

361 views

Published on

Slide mengenai hidroponik, macam hidroponik, jenis, media tanam, alat, keuntungan, kerugian.

Published in: Technology
  • Be the first to comment

Hidroponik - Aplkasi Komputer

  1. 1. FAKULTAS PERTANIAN AGUNG DWI JULIANTO FADILLAH SEPTIANA M IKHSAN D MEGA NIKIRAHAYU RIO RINALDI SAKTI OKTAVIANI KELOMPOK 3 KELAS 2 B HIDROPONIK UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG
  2. 2. Pengenalan Hidroponik Jenis-Jenis Sistem Hidroponik Macam- macam Media Tanam Kekurangan dan Kelebihan Hidroponik
  3. 3. Hidroponik (Inggris:hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Teknik bertanam dengan hidroponik, di mana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi. Hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless
  4. 4. Nutrisi adalah sumber pasokan air dan mineral, nutrisi merupakan faktor penting untuk tumbuh kembang dan kualitas hasil tanaman hidroponik, untuk itu harus punya takaran yang tepat dari segi jumlah komposisi ion nutrisi dan suhu. Kualitas larutan nutrisi dapat diketahui dengan cara mengukur electrical conductivity pada larutan. Dalam pembuatan pupuk hidroponik dibuat dua jenis pekatan A dan B. Kedua pekatan tersebut dicampur saat akan digunakan. Pekatan A dan B tidak dapat dicampur karena apabila kation Ca dalam pekatan A bertemu dengan anion sulfat dalam pekatan B maka akan terjadi endapan kalsium sulfat sehingga unsur Ca dan S tidak dapat diserap oleh akar. Tanaman akan menunjukkan gejala defisiensi Ca dan S. Begitu pula bila kation Ca dalam pekatan A bertemu dengan anion fosfat dalam pekatan B akan terjadi endapan ferri fosfat sehingga unsur Ca dan Fe terjadi endapan kalsium fosfat, sehingga unsur Ca dan P tidak dapat diserap oleh akar. Larutan nutrisi 1. Unsur makro (C, H, O, N, S, P, K, Ca, dan Mg) 2. Unsur mikro (B, Cl, Cu, Fe, Mn, Mo dan Zn).
  5. 5. Pengenalan Hidroponik Jenis-Jenis Sistem Hidroponik Macam- macam Media Tanam Kekurangan dan Kelebihan Hidroponik
  6. 6. Rockwool adalah media tanam berbentuk busa dan mempunyai serabut halus dan beratnya sangat ringan. Mineral wool ini berasal dari batuan basalt yang telah dilelehkan dengan suhu yang sangat tinggi. Arang sekam digunakan untuk teknik hidroponik dan digunakan di dalam pot. Dengan mengunakan arang sekam pada media tanam maka akan sangat baik dan steril dari bakteri dan cendawan. Hydroton adalah media tanam yang memiliki pH yang stabil dan netral yang terbuat dari bahan dasar lempung yang dipanskan. Hydroton memiliki ukuran yang sangat kecil yakni dengan diameter 1-2,5 cm dan tekstur bulat dan berpori- pori kecil. Menggunakan media serbuk sabut kelapa ini maka mesti menambahkan media tanam lain seperti arang sekam. Hal ini bertujuan untuk dapat meningkatkan pasokan oksigen yang diperuntukkan pada akar tanaman
  7. 7. Spons merupakan media tanam hidroponik yang sangat mudah ditemukan. Bisa ditemukan pada bagian lapisan sofa maupun jok kendaraan. Keunggulan spon ialah mampu menyerap air dan juga menahan serapan yang cukup tinggi. Keunggulan lainnya sppon juga memiliki 2 fungsi lain yakni sebagai media tanam hidroponik dan media semai. Perlite adalah sejenis bebatuan yang berwarna putih dan berasal dari batu silica yang telah dipanaskan dengan suhu yang sangat tinggi. Dengan memanaskan batu silica dengan suhu yang sangat tinggi maka akan berubah bentuk menjadi cairan lalu dicetak dengan ukuran yang sangat kecil. Dengan menggunakan perlite ini maka akan menghasilkan aerasi yang cukup bagus. Dan juga nilai atau kadar keasaaman pH adalah netral atau stabil. Secara sifat vermiculite mirip dengan perlite yang sama-sama dihasilkan daerah proses pemanasan batu. Perbedaannya yaitu terletak pada daya serap yang lebih tinggi daripada perlite. Yang kedua ukuran vermiculite lebih berat dibandingkan perlite dan memiliki tekstur seperti kerang laut. Sama halnya seperti perlite untuk mendapatkan hasil yang bagus maka perlu menambahkan media tanam lain seperti arang sekam maupun cocopeat.
  8. 8. Akar pakis merupakan media tanam yang kurang baik sebab memiliki daya serap kurang baik dan mudah membusuk. Namun bukan berarti buruk keseluruhan, dalam pengaplikasiannya akar pakis bisa ditambahkan dengan arang sekam atau cocopeat sehingga dapat menghasilkan tanaman hidroponik yang baik. Kapas merupakan media tanam yang sangat baik sebagai langkah awal dalalm penyemaian benih. Dalam pengaplikasiannya yakni selain deberi air yang cukup dan juga pupuk sebagai penunjang tanaman maka akan mendapatkan hasil yang menjanjikan hingga akhirnya siap untuk dipindahkan di media tanaman lain. Dengan bentuknya yang bundar dan warna-warni maka akan membuat suasana ruang tamu menjadi lebih fresh, nyaman dan terkesan unik. Dan dengan media tanam yang ini maka bisa menggunakan ukuran tanaman yang cukup besar.
  9. 9. Pengenalan Hidroponik Jenis-jenis Sistem Hidroponik Macam- macam Media Tanam Kekurangan dan Kelebihan Hidroponik
  10. 10. • Sistem Aeroponik Teknik metode penanaman hidroponik dengan menggunakan bantuan teknologi. Prinsip kerja aeroponik sistem adalah dengan memanfaatkan air dan nutrisi yang diberikan ke tanaman dalam bentuk butiran kecil ataupun kabut. Dengan teknik akan mendapatkan dua hal yaitu nutrsi serta oksigen secara bersamaan. Petani senang dengan menggunakan teknik ini karena sayuran yang ditanam mempunyai kualitas yang baik, higenis, segar, renyah, beraroma dan disertai juga dengan citarasa yang tinggi. SISTEM AEROPONIK
  11. 11. Atur sistem pancaran atau pengabutan pada sprinkler jet spray secara intermittend. Dengan memanfaatkan tombol on-off yang telah disetting dengan menggunakan timer. Kemudian apabila proses pengabutannya mati tidak lebih dari 15 menit maka tanaman akan tetap tumbuh namun perlu diperhatikan juga apabila pompa air mati lebih dari 20 menit maka akan menyebabkan akar tanaman mongering dan akhirnya mati. Ada 9 alat dan bahan yang perlu disediakan Diantaranya: 1. Jaringan irigasi sprinkler 2. Pompa air atau jet pump (sanyo) 3. Nozzle sprinkler 4. Pipa paralon 5. Pipa etilen 6. Rockwool 7. Gabus atau Styrofoam 8. Larutan nutrisi 9. Bibit tanaman.
  12. 12. • Sistem Nutrient Film Technique (NFT) Sistem Nutrient Film Technique (NFT) adalah teknik baru di Indonesia. Sistem ini sangat tepat apabila diaplikasikan pada lahan yang tidak subur dan namun dapat diterapkan di dataran tinggi maupun rendah. Intinya tujuan akhir dari sistem ini adalah memperoleh panen yang berkualitas. SISTEM NFT PERBEDAAN AEROPNIK Terletak pada peletakan akar tanaman di atas lapisan air yang dangkal. Akan tetapi air tersebut telah mengalami proses sirkulasi dan mengandung sejumlah nutrisi sesuai dengan kebutuhan tanaman. Kelemahan • Pada pasokan listrik saat pompanya mengalami kerusakan maka akar tanaman akan cepat kering yang kemudian terganggunya nutrisi dan menyebabkan kematian. Keunggulan • Akan lebih menjamin tanaman dapat tumbuh dan berproduksi lebih maksimal dan berhasil.
  13. 13. Cara menanam Sistem Nutrient Film Technique (NFT) yaitu 1. Apabila telah selesai proses pembuatan media tanam dan pecampuran nursi beserta air, maka larutan nutrsi dipompakan ke dalam growing tray. Growing tray merupakan tempat bisa berupa keranjang maupun pot untuk tumbuhan yang umumnya adalah tabung. Jadi larutan nutrisi akan mengalir melewati akar tanaman lalu selanjutmya akan kembali lagi ke bak penampungan. Sistem ini ditempatkan pada keranjang plastik yang mana akar menggantung ke dalam larutan nutrisi.
  14. 14. Sistem Drip atau Sistem tetes adalah sistem hidroponik banyak diterapkan di rumah-rumah yang sebeneranya tujuan utamanya yaitu hanya sekedar hobi namun tidak tutup kemungkinan juga untuk dikomersilkan. Sering diaplikasikan di perumahan karena prinsip kerja yang sederhana . Hanya dengan mengalirkan air di dalam tandon yang telah dicampurkan nutrisi untuk membasahi media tanam dan akar tanaman. Lalu air yang dialirkan dengan sendirinya akan turun ke bawah yang mana telah disediakan bak penampungan (tendon). Nah, sirkulasi dari proses inilah yang dapat dipakai secara berulang-ulang sehingga dapat membasahi setiap tanaman. Sistem Drip Putar (Sirkulasi) Sistem Drip Habis (Non Sirkulasi)
  15. 15. Sistem bercocok tanam hidroponik dimana tanaman mendapatkan air, oksigen serta nutrisi melalui pemompaan bak penampung yang nantinya akan membasahi akar atau istilahnya pasang. Kemudian selang beberapa waktu nutrisi kembali lagi ke bak penampungan atau istilahnya surut. Waktu pasang atau surutnya ini bisa diatur sesuai kebutuhan tanaman sehingga tidak terjadi genangan ataupun kekurangan air.
  16. 16. Kelebihan dari teknik ini yaitu tanaman akan memperoleh nutrisi berupa air dan oksigen secara periodik. Kedua adalah oksigen yang dibawa melalui pompa mempunyai kualitas yang baik. Dan penyiraman yang dilakukan secara otomatis dapat menghemat tenaga dan waktu. Namun kekurangan menggunakan metode ini yaitu budget yang dikeluarkan cukup mahal. Tergantung pada pasokan listrik, apabila listrik padam maka tumbuhan bisa mati. Dan pemberian nutrisi berkali-kali tidak sebaik pemberian nutrisi di awal.
  17. 17. Sistem hidroponik yang meletakkan akar tanaman pada lapisan air pada kedalaman air berkisar 4-6 cm. Sama dengan sistem yang lain, sistem DFT juga membutuhkan tenaga listrik untuk mensirkulasikan air ke dalam talang-talang dengan menggunakan pompa air. Kemudian untuk menghemat listrik maka dapat menggunakan timer yang dapat atur waktu hidup dan mati. Keunggulan • Terletak pada saat listrik padam namun kebutuhan nutrisi untuk tanaman tetap tersedia. Karena sistem ini diatur ke dalam nutrisinya sampai 6 cm. Kekurangan • Akan tetapi kekurangannya adalah memerlukan kebutuhan nutrisi yang cukup banyak apabila dibandingkan dengan sistem NFT.
  18. 18. Sistem sumbu atau wicks system adalah sistem hidroponik yang paling sederhana yakni dengan memanfaatkan sumbu yang kemudian dihubungkan antara larutan nutrisi pada bak penampung dengan media tanam. Dan hal yang laing sederhana lagi yakni sistem ini bersifat pasif dalam artian tidak ada bagian yang bergerak. . 1. Pertama akar tanaman tidak dicelupkan langsung ke dalam air akan tetapi akar tersebut tumbuh dalam beberapa bahan penahan air seperti misaknya rockwool. 2. Ujung sumbu ditempatkan di dalam reservoir yang telah diisi larutan nutrisi. Kemudian ujung lainnya ditempatkan dalam media tanam. Dan bahkan lebih dekat ke akar tanaman. Media ini membutuhkan banyak air dan nutrisi. Maka sumbu disusun ke media penahan air sebagai kapiler. Dengan begitu tanaman akan mengambil larutan nutrisi melalui ujung sumbu dan efeknya media tanam yang dilewati sumbu menjadi lembab.
  19. 19. Sistem hidroponik yang ke tujuh ini merupakan sistem yang paling sederhana diantara sistem hidroponik yang aktif. Karena dengan memanfaatkan platform yang terbuat dari media tanam yang mengapung sehingga kebutuhan nutrisinya langsung didapatkan oleh akar. 7 Kebutuhan oksigen yang diperlukan akar tanaman dapat menggunakan pompa aquarium yang telah dimasukkan ke dalam bak penampung nutrisi hidroponik. Akan tetapi dengan menerapkan sistem ini tidak dapat bekerja efektif untuk tanaman dengan ukuran yang besar dan jangka panjang. Hanya tanaman kecil saja, seperti seledri, sawi dan lain-lain.
  20. 20. Sistem fertigasi adalah sistem hidroponik yang paling banyak diterapkan di dunia. Sistem ini menggunakan drip irrigation atau irigasi tetes dimana tanaman akan disiram dengan cara meneteskan air. Sistem fertigasi tidak hanya air saja yang diteteskan namun air tersebut telah dicampur larutan nutrisi. Sehingga pertumbuhan tanaman tetap terjaga. Artinya dalam satu tetes sudah mengandung nutrisi yang lengkap. Kemudian pengoperasiannya juga tergolong mudah. Kelebihan sistem ini diantaranya: (1) Dalam pemberian nutrisi dapat diatur sesuai dengan kedewasaan tanaman. (2) Aman dari penyakit dan dijamin bersih. (3) Mengatasi problem tanah. (4) Mampu meningkatkan hasil dari pendapatan. (5) Kualitas dari hasil tanam jauh lebih baik. (6) Penggunaan pupuk yang tepat sasaran dan (7) Mampu menghasilkan tanaman yang banyak (kuantitas). Kekurangan sistem ini ada empat yakni: (1) Modal yang dibutuhkan terlalu tinggi. (2) Perlu pengetahuan yang cukup untuk memulai dengan teknik ini. (3) Harus diurus secara berkala dan berkelanjutan. (4) Apabila kerusakan dalam sistem pengairan akan berpengaruh dalam hasil pertanian. 8 Sistem Fertigasi (Fertilizer and Drip Irigation System)
  21. 21. Pengenalan Hidroponik Jenis-Jenis Sistem Hidroponik Macam- macam Media Tanam Kekurangan dan Kelebihan Hidroponik
  22. 22. Keuntungan Hidroponik Tidak menggunakan tanah, cocok untuk kamu yang tidak punya lahan atau pekarangan rumah Sirkulasi air bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti akuarium Pemberikan nutrisi lebih mudah dan efisien Relatif tidak ada polusi nutrisi di lingkungan Hasilnya lebih banyak dan maksimal Panen holtikultura sayur dan buah-buahan sangat mudah, tinggal petik Bisa dipastikan steril dan bersih Tanaman bebas dari tanaman pengganggu Media tanam dapat digunakan bertahun-tahun Tumbuhan bisa berkembang dan tumbuh dengan cepat
  23. 23. Kerugian Hidroponik Modal awal yang diperlukan saat pertama kali membuat rangka hidroponik cukup mahal. Beberapa bahan baku susah diperoleh dan hanya dijual di toko-toko khusus contohnya media rockwool. Memerlukan keterampilan khusus terutama untuk membuat rangka yang terbuat dari bahan paralon serta dalam mencapur beberapa bahan kimia seperti pupuk dan juga pemberian nutrisi pada air. Tidak semua jenis tumbuhan bisa ditanam dengan sistem bercocok tanaman hidroponik. Tanaman akan gagal panen atau mati jika terjadi kesalahan dalam sistemnya.
  24. 24. Alat-Alat Pengukur Kadar Nutrisi Hidroponik EC Meter dan TDS EC atau Electrical Conductivity meter adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengukur kadar listrik pada suatu nutrisi misalnya mS/m dalam satuan mS. Alat tersebut digunakan karena sifat penyerapan nutrisi pada akar tanaman bekerja berdasarkan prinsip pertukaran ion atau ion exchange. Sehingga diperlukan agar kadar nutrisi berada pada batas optimal terjadinya pertukaran ion pada akar. Untuk mengganti EC meter, kita dapat menggunakan alat yaitu TDS meter, walaupun ada perbedaan dalam perhitungan atau pengukurannya. TDS fungsinya menghitung kadar nutrisi berdasarkan jumlah padatan yang terlarut didalamnya.
  25. 25.  pH meter pH meter fungsinya untuk mengukur kadar keasaman (pH), karena dalam berhidroponik sifat garam mineral yang terlarut dapat mempengaruhi kondisi kimiawi dari nutrisi, Setiap tanaman memerlukan kondisi keasaman yang berbeda-beda untuk dapat tumbuh dengan optimal.
  26. 26.  Dissolved Oxygen Meter (DO Meter) DO meter tidak terlalu dibutuhkan seperti pH dan EC, DO meter fungsinya untuk mengukur kadar oksigen terlarut (DO) didalam nutrisi. Semakin tinggi kadar oksigen terlarut maka semakin mudah bagi akar untuk menyerap unsur-unsur yang tersedia dalam larutan nutrisi, sehingga tanaman akan tumbuh dengan cepat dan sehat. Jika kita tidak memiliki alat DO meter, bisa juga dilihat dengan indikasi apakah tanaman yang kita miliki cukup mendapat oksigen atau tidak maka kita bisa melihat pada akarnya. Jika perakaran tanaman berwarna putih bisa diindikasikan tanaman tersebut cukup mendapatkan oksigen, Tetapi jika akar tanaman berwarna kecoklatan maka dapat dipastikan tanaman tersebut mengalami kekurangan oksigen, sehingga kita harus berupaya untuk meningkatkan kadar oksigen dalam nutrisi yaitu dengan cara menambahkan aerator atau dengan cara lainnya.
  27. 27. TERIMAKASIH

×