Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Komuni Pertamaku
Kenangan Terindah
F.X. Didik Bagiyowinadi, Pr
OB 40209005
KOMUNI PERTAMAKU
Kenangan Terindah
Penulis: F.X. Didik Bagiyowinadi, Pr
© F.X. Didik Bagiyowinadi, Pr
Penerbit...
Daftar Isi
Prakata............................................................................ vii
Pendahuluan...............
6Devosi kepada Sakramen Mahakudus....................... 95
7Merayakan Sakramen Tobat........................................
Prakata
M
enyambut Komuni Pertama sungguh me­
rupakan kenangan indah yang tak mung­
kin terlupakan. Apalagi bila kita meli...
viii
Maka saya menyusun buku kecil ini bagimu sebagai
Kado dan Kenangan Syukur atas penerimaan Komuni
Pertamamu. Dalam buk...
ix
Suryanto, CP yang telah memberikan masuk­­an un­
t­uk penyempurnaan buku ini. Dan tentunya terima
kasih pula kepada Pen...
Pendahuluan
A
dik-adik terkasih, terlebih dulu saya meng­
ucap­kan Proficiat atas penerimaan Komuni
Perta­mamu. Setelah me...
menuhi persyaratannya. Apa­kah kamu masih ingat
persyaratannya untuk menyambut Komuni Kudus?
1.	 Berada dalam keadaan rahm...
Kemudian, kita akan merenungkan betapa baha­
gianya saat kita pertama kali menyambut Komuni.
Sebab dengan menyambut Komuni...
Yesus” sebagai ungkapan syukur atas penerimaan
Komuni Pertama kita. Semula lagu ”Terima Kasih
Yesus” ini akan dinyanyikan ...
bertemu dengan para penerima Komuni Pertama di
Lapangan St. Petrus, Roma, pada tahun 2005. Dengan
bahasa yang gamblang, be...
kita berdamai kembali dengan-Nya dan melimpahkan
rahmat pengampunan-Nya. Maka, di bagian akhir juga
akan di­berikan pandua...
1
Indahnya Berpartisipasi
dalam Perjamuan Tuhan
S
elama persiapan Komuni Pertama, ten­tunya
kamu telah men­dapat­kan banyak penjelas­
an tentang Perayaan Ekaristi: apa ma...
2
Bahagianya Menyambut
Komuni Pertama
34
Bersatu dengan Kristus
P
ada saat penerimaan Komuni Pertama­mu,
niscaya kamu merasa gembira dan bahagia.
Tentu bukan se...
3
Lagu Kenangan
Terindah
54
A
dik-adik terkasih, tahukah kamu apa yang di­
la­kukan oleh Tuhan Yesus dan para Rasul se­
usai Perjamuan Malam Terakh...
4
Renungan dari
Paus Yohanes Paulus II
Disampaikan dalam Misa
Penerimaan Komuni Pertama di Basilika
St. Petrus – Roma, 1 J...
63
Anak-anakku terkasih,
B
etapa besar kegembiraan saya melihat kalian
di sini, demikian banyak dan demikian penuh
antusia...
5
Ajaran Iman
Paus Benediktus XVI
tentang Komuni Kudus
Disampaikan kepada Anak-Anak
Komuni Pertama di Lapangan St. Petrus
...
78
1. 	 Andrea: Bapa Suci, apakah yang Bapa kenang
mengenai hari Komuni Pertama Bapa?
Pertama-tama saya hendak mengucapkan...
6
Devosi kepada
Sakramen Mahakudus
96
K
ita merasa bahagia karena telah diper­ke­nan­
kan menyambut Komuni Per­tama. Dengan
demikian, setiap kali meng­ikuti ...
7
Merayakan
Sakramen Tobat
108
R
asulSt.Paulusmenulis,”Olehkarenaitu,orang
yang ma­kan roti Tuhan atau minum anggur
Tuhan dengan cara yang tidak patu...
Doa-Doa Harian
Syahadat Iman/Credo Singkat
Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa,
pencipta langit dan bumi; dan akan...
F.X. Didik Bagiyowinadi, Pr lahir di Sukoreno
– Jember, 17 Desember 1974. Menempuh pendidik­an
calon imam di Seminarium Ma...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

15036936 komuni-pertamaku-kenangan-terindah

1,245 views

Published on

komuni

Published in: Data & Analytics
  • Login to see the comments

  • Be the first to like this

15036936 komuni-pertamaku-kenangan-terindah

  1. 1. Komuni Pertamaku Kenangan Terindah F.X. Didik Bagiyowinadi, Pr
  2. 2. OB 40209005 KOMUNI PERTAMAKU Kenangan Terindah Penulis: F.X. Didik Bagiyowinadi, Pr © F.X. Didik Bagiyowinadi, Pr Penerbit OBOR (Anggota IKAPI) Jl. Gunung Sahari 91 – Jakarta 10610 • Telp.: (021) 422 2396 (Hunting) • Fax.: (021) 421 9054 • E-mail: penerbit@obormedia.com; redaksi@obormedia.com • Website: www.obormedia.com Cet. 1 – April 2009 Editor – Panjibudi, Helen Fitria, Yon Lesek Setting isi – Markus M. Perwajahan – Martinus Ferianto Hak cipta dilindungi Undang-Undang. Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit OBOR. Nihil Obstat : Bosco da Cunha, O.Carm Jakarta, 03 Maret 2009 Imprimatur : Yohanes Subagyo, Pr Vikjen Keuskupan Agung Jakarta Jakarta, 06 Maret 2009 ISBN 13 : 978-979-565-509-1 ISBN 10 : 979-565-509-4 Dicetak oleh Percetakan SMK Grafika Desa Putera, Jakarta.
  3. 3. Daftar Isi Prakata............................................................................ vii Pendahuluan..................................................................... 1 1 Indahnya Berpartisipasi dalam Perjamuan Tuhan......... 7 2Bahagianya Menyambut Komuni Pertama................ 33 3Lagu Kenangan Terindah.......................................... 53 4Renungan dari Paus Yohanes Paulus II...................... 61 5Ajaran Iman Paus Benediktus XVI tentang Komuni Kudus ........................................................ 77
  4. 4. 6Devosi kepada Sakramen Mahakudus....................... 95 7Merayakan Sakramen Tobat..................................... 107 Penutup........................................................................ 121 Doa-Doa Harian........................................................... 125 Biografi Penulis............................................................. 150
  5. 5. Prakata M enyambut Komuni Pertama sungguh me­ rupakan kenangan indah yang tak mung­ kin terlupakan. Apalagi bila kita melihat- lihat kembali foto/VCD Misa Penerimaan Komuni Pertama dan pesta syukurnya. Namun, lebih dari sekadar ber­nostalgia akan momen istimewa itu, le­ bih penting lagi adalah ba­gaimana kita menghayati iman Katolik kita setelah diperkenankan menyam­but Komuni Kudus. Apakah kita semakin bersa­habat akrab dengan Tuhan Yesus? Apa­kah kita se­ma­kin tekun dan antusias me­ngikuti Misa Kudus? Apakah kita juga semakin rela me­neruskan berkat Tuhan bagi orang-orang di sekitar kita?
  6. 6. viii Maka saya menyusun buku kecil ini bagimu sebagai Kado dan Kenangan Syukur atas penerimaan Komuni Pertamamu. Dalam buku ini telah dikumpulkan aneka bacaan yang bisa kamu simak dan renungkan. Dengan harapan semoga Komuni Pertama yang telah kamu terima sungguh mempertebal imanmu dan membuahkan kasih dalam hidup sehari-hari. Atas rampungnya penulisan buku Ko­mu­ni Per­tamaku: Kenangan Terindah ini, saya me­ ngucapkan banyak terima kasih kepa­da Redaksi situs Bina Iman Katolik YESAYA yang mengizinkan saya mengutip ter­je­mahan artikel mereka sehingga bisa me­lengkapi isi buku ini. Demikian pula terima kasih kepada Panjikristo yang telah meng­izinkan kedua lirik ”Kenangan Ter­indah” yang digubahnya melengkapi buku ini. Te­rima kasih pula kepada Romo Stefanus
  7. 7. ix Suryanto, CP yang telah memberikan masuk­­an un­ t­uk penyempurnaan buku ini. Dan tentunya terima kasih pula kepada Penerbit OBOR yang berkenan menerbitkan dan men­­distribusikan buku ini sehingga bisa di­­manfaatkan oleh anak-anak Katolik di se­luruh penjuru tanah air. Tanpa bantuan mereka semua, kiranya buku kecil ini tidak akan sampai di tanganmu. Akhirnya, saya tetap menyadari bahwa buku ini masih memiliki kekurangan di sana-sini. Maka masukan, saran, dan kritik yang mem­bangun akan diterima dengan senang hati. Salam dan doa dari Kota Abadi Roma, Hari Anak Misioner, 4 Januari 2009, Rm. F.X. Didik Bagiyowinadi, Pr
  8. 8. Pendahuluan A dik-adik terkasih, terlebih dulu saya meng­ ucap­kan Proficiat atas penerimaan Komuni Perta­mamu. Setelah mem­persiap­kan diri de­ ngan aneka pembekalan materi dan persiapan batin, akhirnya kamu diper­ke­nan­kan menyambut Tuhan Yesus dalam Komuni Kudus pada Misa Penerimaan Komuni Pertamamu yang lalu. Tentulah itu ke­nang­ an indah yang tak terlupakan. Apa­­lagi bila kamu melihat-lihat kembali foto-fotomu atau VCD saat me­ nerima Komuni Pertama itu. Dan tentu saja, sekarang setiap kali mengikuti Perayaan Ekaristi kamu boleh menyambut Komuni Kudus, tentu saja bila kita me­
  9. 9. menuhi persyaratannya. Apa­kah kamu masih ingat persyaratannya untuk menyambut Komuni Kudus? 1. Berada dalam keadaan rahmat; maka jika mempunyai dosa berat secepatnya kita mesti mengaku dosa terlebih dahulu. 2. Berpuasa selama satu jam sebelum menyam­ but Komuni (hanya boleh minum air putih dan obat). Dalam buku kecil ini, saya mengajak kamu me­ ngenang dengan penuh syukur rahmat Komuni Per­ tama yang telah kamu terima. Maka pada bagian awal, kita perlu menyegarkan kembali pemaham­an kita akan Perayaan Ekaristi yang setiap minggu kita raya­ kan. Dengan memahaminya dengan baik, kita pun bisa ambil bagian secara aktif dalam perayaan iman tersebut.
  10. 10. Kemudian, kita akan merenungkan betapa baha­ gianya saat kita pertama kali menyambut Komuni. Sebab dengan menyambut Komuni Kudus, kita diper­ kenankan bersatu (communio = men­jadi satu) dengan Kristus dan dengan seluruh Gereja, termasuk dengan para kudus di Surga. Kita juga akan menyimak aneka kesaksian para kudus tentang Komuni Kudus dan kisah menarik Beata Imelda Lambertini, pelindung para penerima Komuni Pertama. Lalu, kita akan berhenti sejenak sembari me­ nyanyikan lagu ”Kenangan Terindah” (lagu dinyanyi­ kan oleh Samson), yang liriknya telah digubah oleh Panjikristo, yang tahun 2008 lalu dihadiahkan untuk para penerima Komuni Pertama dari Paroki St. Clara, Bekasi Utara, KAJ. Demikian pula Panjikristo mengajak kita mendendangkan lagu ”Terima Kasih
  11. 11. Yesus” sebagai ungkapan syukur atas penerimaan Komuni Pertama kita. Semula lagu ”Terima Kasih Yesus” ini akan dinyanyikan oleh putrinya, Angel, yang menerima Komuni Pertama tahun 2006 lalu. Namun, karena satu dan lain hal, lagu ini belum jadi dinyanyikan, dan ternyata saat ini Tuhan Yesus justru menjadikan lagu ini bisa kita nyanyikan bersama. Maka, kedua lagu ini juga menjadi hadiah spesial bagi kalian semua, para penerima Komuni Pertama. Kamu bisa menyanyikannya, bukan? Selanjutnya, kita akan menyimak renungan Paus Yohanes Paulus II ketika menerimakan Komuni Pertama kepada anak-anak di Basilika St. Petrus, Roma, pada tahun 1979. Indah sekali pesan dan nasihat beliau untuk kita. Kemudian, kita juga akan menyimak tanya-jawab Paus Benediktus XVI ketika
  12. 12. bertemu dengan para penerima Komuni Pertama di Lapangan St. Petrus, Roma, pada tahun 2005. Dengan bahasa yang gamblang, beliau menjelaskan pelbagai per­tanyaan teman-temanmu dan barang kali juga menjadi pertanyaan dan pergumulanmu. Berikutnya dipaparkan pula bagaimana kita secara pribadi bisa mengadakan kunjungan kepada Sakramen Mahakudus. Dengan demikian, kita bisa semakin akrab menjalin persahabatan dengan Yesus Ekaristik. Akhirnya, niscaya kamu akan mensyukuri rahmat Komuni Pertama ini dengan terus mengikuti Perayaan Ekaristi dan me­nyam­but Komuni. Barang kali suatu saat kamu merasa telah (banyak) berbuat dosa dan merasa tidak pantas menyambut Komuni Kudus. Akan tetapi, tak perlu kita berputus asa sebab Tuhan Yesus telah menyediakan Sakramen Tobat bagi kita. Tuhan ingin
  13. 13. kita berdamai kembali dengan-Nya dan melimpahkan rahmat pengampunan-Nya. Maka, di bagian akhir juga akan di­berikan panduan untuk merayakan Sakramen Tobat serta dilampirkan doa-doa harian yang bisa kamu manfaatkan. Untuk merayakan Sakramen Tobat ini, tidak perlu kita menunggu sampai masa Adven dan Prapaskah. Bila kamu merasa ingin mengaku dosa, jangan segan-segan mengatakannya dan meminta waktu kepada pastor parokimu. Pasti beliau akan me­ layanimu dengan senang hati. Akhirnya, saya berharap bahwa ke­nangan akan penerima­an Komuni Pertama kita tidak berhenti men­ jadi nostalgia belaka, me­lain­­kan sungguh menjadi penyemangat untuk bertumbuh dalam iman dan semakin berbuah dalam kasih.
  14. 14. 1 Indahnya Berpartisipasi dalam Perjamuan Tuhan
  15. 15. S elama persiapan Komuni Pertama, ten­tunya kamu telah men­dapat­kan banyak penjelas­ an tentang Perayaan Ekaristi: apa makna­nya dan bagaimana kita bisa berpar­tisipasi aktif dalam Perayaan Ekaristi. Kare­na Perayaan Ekaristi adalah perayaan kita bersama, diharapkan kita: • Ambil bagian aktif bersama umat lainnya dalam menjawab doa-doa, bernyanyi, mem­berikan kolekte, dan ber­sikap liturgi yang sama (duduk, berdiri, berlutut, dsb). • Juga rela ikut melayani sebagai petugas liturgi, misalnya ikut kor anak/sekolah, lektor, dan pem­ba­ wa persembahan. Dan sete­lah menerima Komuni Pertama, sekarang kamu juga bisa mendaftarkan diri menjadi anggota misdinar di parokimu. De­
  16. 16. 2 Bahagianya Menyambut Komuni Pertama
  17. 17. 34 Bersatu dengan Kristus P ada saat penerimaan Komuni Pertama­mu, niscaya kamu merasa gembira dan bahagia. Tentu bukan sekadar lantaran dipestakan, me­ nerima banyak kado dan hadiah, melainkan ter­lebih karena kamu boleh menyambut Tubuh Kristus. Dan kini setiap kali mengikuti Perayaan Ekaristi, kamu sungguh boleh meng­alami ”paket lengkap” kehadiran Kristus, yakni dalam umat yang berkumpul, imam yang memimpin Perayaan Ekaristi, Sabda Tuhan yang diwartakan, dan terlebih menyambut Kristus dalam Tubuh dan Darah-Nya. Dengan menyambut Komuni Kudus, kamu sungguh menerima Tuhan Yesus sendiri. Tuhan Yesus rela hadir dalam rupa roti dan anggur agar bisa disambut dan menyatu dengan kita. Tuhan Yesus yang hadir di hati kita akan membimbing dan
  18. 18. 3 Lagu Kenangan Terindah
  19. 19. 54 A dik-adik terkasih, tahukah kamu apa yang di­ la­kukan oleh Tuhan Yesus dan para Rasul se­ usai Perjamuan Malam Terakhir dan sebe­lum mereka berangkat ke Bukit Zaitun? Menyanyi! Ya, me­reka bersama-sama menyanyikan lagu pujian syu­ kur! Tulis St. Matius, ”Kemudian mereka menyanyikan sebuah nyanyian pujian. Dan sesudah itu mereka pergi ke Bukit Zaitun” (bdk. Mat 26:30; bdk. Mrk 14:26). Orang Yahudi biasa menyanyi untuk memuji- memuliakan Tuhan, mengung­kap­kan syukur kepada- Nya, tetapi juga untuk me­­manjat­kan permohonan. Kamu ingat akan Raja Daud bukan? Semasa muda dia pandai bermain kecapi. Dia menggubah banyak ki­ dung dan nyanyian yang kini terkumpul dalam Kitab Mazmur. Setiap Misa Hari Minggu kita mendendang­ kan nyanyian mazmur itu. Maka sangatlah tepat kita
  20. 20. 4 Renungan dari Paus Yohanes Paulus II Disampaikan dalam Misa Penerimaan Komuni Pertama di Basilika St. Petrus – Roma, 1 Juni 17
  21. 21. 63 Anak-anakku terkasih, B etapa besar kegembiraan saya melihat kalian di sini, demikian banyak dan demikian penuh antusias, untuk merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus bersama Bapa Paus. Saya sampaikan salam kepada kalian semua dan kepada setiap orang yang secara khusus dengan kelembutan yang lebih mendalam, dan dengan tulus saya ucapkan terima kasih kepada kalian yang datang untuk memperbarui Komuni Kudus kalian dengan Bapa Paus dan bagi Bapa Paus; demikian pula saya berterima kasih kepada para pastor paroki kalian yang penuh semangat dan dinamis; serta orangtua dan sanak-keluarga kalian yang telah menyiapkan dan mendampingi kalian.
  22. 22. 5 Ajaran Iman Paus Benediktus XVI tentang Komuni Kudus Disampaikan kepada Anak-Anak Komuni Pertama di Lapangan St. Petrus Roma, 1 Oktober 00
  23. 23. 78 1. Andrea: Bapa Suci, apakah yang Bapa kenang mengenai hari Komuni Pertama Bapa? Pertama-tama saya hendak mengucapkan terima kasih atas perayaan iman ini yang kalian persembahkan bagi saya, atas kehadiran kalian dan sukacita kalian. Saya menyapa kalian semua dan berterima kasih atas peluk hangat yang saya terima dari sebagian kalian, pelukan yang—tentu saja—secara simbolis mewakili kalian semua. Mengenai pertanyaanmu, tentu saja saya ingat benar hari Komuni Pertama saya. Hari itu adalah hari Minggu yang cerah di bulan Maret 1936, 69 tahun yang lalu. Matahari bersinar ceria, gereja tampak sangat indah, terdengar alunan musik .... Ada begitu banyak hal indah yang saya kenang. Ada kurang lebih tiga
  24. 24. 6 Devosi kepada Sakramen Mahakudus
  25. 25. 96 K ita merasa bahagia karena telah diper­ke­nan­ kan menyambut Komuni Per­tama. Dengan demikian, setiap kali meng­ikuti Pera­ya­an Ekaristi, kita bisa menyambut Komuni Kudus dan Tuhan Yesus sungguh berkenan bersatu dan tinggal di hati kita. Apakah hanya dalam Misa Kudus kita bisa ber­jumpa dengan Tuhan Yesus dalam Sakramen Maha­kudus? Tidak, Tuhan Yesus juga hadir di mana pun Sakramen Maha­kudus bersemayam. Biasa­­nya di gereja Sakramen Mahakudus disimpan di taber­ nakel dan lampu Tuhan di sampingnya senan­tiasa dinyalakan. Hal ini menjadi tanda bahwa ada Tuhan Yesus yang hadir dalam Sakramen Mahakudus di dalam tabernakel. Maka, saat keluar-masuk gereja, kita akan senantiasa berlutut untuk memberi hormat
  26. 26. 7 Merayakan Sakramen Tobat
  27. 27. 108 R asulSt.Paulusmenulis,”Olehkarenaitu,orang yang ma­kan roti Tuhan atau minum anggur Tuhan dengan cara yang tidak patut, orang itu berdosa terhadap Tuhan yang sudah mengurbankan tubuh dan darah-Nya. Jadi, setiap orang harus me­ me­riksa dirinya dahulu, baru ia boleh makan roti dan minum anggur itu” (bdk. 1Kor 11:27–28). Oleh ka­rena itulah, sebelum menyambut Komuni kita perlu menguji diri, apakah sedang dalam keadaan berahmat. Bila kita merasa telah berbuat dosa berat, maka di­anjurkan kita mengaku dosa terlebih dahulu. Sangat baik pula bila kita memiliki kebiasaan mengaku dosa secara teratur, tidak hanya saat ada jadwal pengakuan dosa di sekolah menjelang Natal dan Paskah. Dahulu sewaktu dibaptis, semua dosa-dosamu telah di­ampuni Tuhan. Demikian pula dosa-dosa yang
  28. 28. Doa-Doa Harian Syahadat Iman/Credo Singkat Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa, pencipta langit dan bumi; dan akan Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita, yang dikan­dung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria , yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, wafat, dan dimakamkan; yang turun ke tempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati; yang naik ke Surga, duduk di sebelah Kata-kata yang dicetak miring diucapkan sambil membungkuk. Khusus pada Hari Raya Natal: berlutut.
  29. 29. F.X. Didik Bagiyowinadi, Pr lahir di Sukoreno – Jember, 17 Desember 1974. Menempuh pendidik­an calon imam di Seminarium Marianum Dempo, Seminari Tinggi Praja Beato Giovanni XXIII dan STFT Widya Sasana di Malang. Setelah ditahbiskan menjadi imam, 5 September 2002, ditugaskan sebagai pastor pem­ban­ tu di Paroki St. Alber­tus, Blimbing – Malang. Sejak 6 Juni 2006 menunaikan tugas perutusan untuk studi lanjut di Roma, Italia. Beberapa bukunya telah dipublikasikan oleh Penerbit Dioma (Pengakuan Se­ orang Seminaris, Di Tengah Berbagai Angin Pengajaran, Siap Menyambut Komuni, Siap Diutus – Persiapan Krisma), Yayasan Pustaka Nusatama (Seri Kado Perkawinan, Menghidupi Tradisi Katolik, Beriman Katolik dari Altar sampai Pasar, Sakramen Penyembuhan, Bekal Pendamping Bina Iman Anak, Wali-Baptis: Peran dan Tanggung Jawabnya) dan Penerbit Obor (Seri Kado Bintang, Siap Menjadi Pengurus Lingkungan, Berdoa Novena ... Yuk!, dan Seri Novena Refleksi). Riwayat Penulis

×