<ul><li>Merupakan organisme eukariot heterotrof. </li></ul><ul><li>Pada umumnya bersifat saprofit dan parasit dan simbioti...
<ul><li>Tiga hal yang diperlukan fungi untuk invasi: </li></ul><ul><ul><li>Kontak dengan inang </li></ul></ul><ul><ul><li>...
 
<ul><li>Multiseluler (kapang) dan uniseluler (ragi) </li></ul><ul><ul><li>Ukuran sel kapang (D 5 – 10 um, P 5 – 30 um) </l...
Hifa Miselium Badan Buah Sel Penghasil Spora
<ul><li>Reproduksi secara seksual atau aseksual </li></ul><ul><li>Habitat tempat yang lembab dan ternaung </li></ul><ul><l...
1. Saprofit. 2. Parasit. 3. Simbiosis. Menguraikan sisa bagian makhluk hidup yang sudah mati. Mengambil nutrisi dari makhl...
<ul><li>Aseksual </li></ul><ul><ul><li>Pembelahan </li></ul></ul><ul><ul><li>Penguncupan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemben...
 
<ul><li>Spora aseksual </li></ul><ul><ul><li>Konidiospora </li></ul></ul><ul><ul><li>Sporangiospora </li></ul></ul><ul><ul...
<ul><li>Spora seksual </li></ul><ul><ul><li>Askospora </li></ul></ul><ul><ul><li>Basidiospora </li></ul></ul><ul><ul><li>Z...
CIRI CENDAWAN BAKTERI pH optimum 3,8 – 5,6 6,5 – 7,5 Suhu optimum 22 – 30 0 C (saprofit) 30 – 37 0 C  (parasit) Psikrofil ...
Phylum Nama Umum Karakteristik Contoh Zygomicota Ascomycota Basidiomycota Deutromycota  Jamur roti Ragi  Jamur makroskopis...
<ul><li>Ciri-ciri umum: </li></ul><ul><ul><li>Heterotrof saprofit </li></ul></ul><ul><ul><li>Tubuh disusun oleh hifa dan m...
Rhizopus   REPRODUKSI  ASEKSUAL Hifa Penyebaran  Spora MEIOSIS KONJUGASI Key Haploid ( n ) Heterokaryotic ( n  +  n ) REPR...
 
<ul><li>Ciri-ciri umum: </li></ul><ul><ul><li>Heterotrof saprofit </li></ul></ul><ul><ul><li>Ada yang uniseluler (mis :  S...
10   m Anggota Jamur  Ascomicotina. (a)   Ascomicotina dengan tubuh buah  of  Aleuria aurantia . (b)  Tubuh buah  Morchel...
Siklus Hidup Jamur Ascomicotina Key Konjugasi Inti melebur Meiosis Siklus hidup Neurospora Haploid (1n) Heterokaryotic (1n...
<ul><li>Ciri-ciri umum: </li></ul><ul><ul><li>Heterotrof saprofit </li></ul></ul><ul><ul><li>Multiseluler. </li></ul></ul>...
a. Amanita muscaria ),  jamur yang sangat beracun b.   Dictyphora   sp c. Jamur kayu,  tumbuh pada kayu Yang sudah mati d....
Key Konjugasi Peleburan Inti Meiosis Haploid (1n) Heterokaryotic (1n + 1n) Diploid (2n) Reproduksi Seksual Hifa (+) Hifa (...
Bawah tudung jamur Basidiomicotina inilah spora dihasilkan oleh sel basidium Sel Basidium Spora
<ul><li>Yaitu kelompok jamur yang belum diketahui cara reproduksi seksualnya. </li></ul><ul><li>Semua jamur yang belum dik...
<ul><li>Fungi jenis tertentu dapat bersimbiosis dengan algae uniseluler membentuk lichen (lumut kerak). </li></ul><ul><li>...
<ul><li>Mikoriza merupakan simbiosis antara fungi dengan akar tanaman. </li></ul><ul><li>Simbiosis ini menguntungkan bagi ...
<ul><li>Peranan Menguntungkan </li></ul><ul><li>Sebagai pengurai. </li></ul><ul><li>Dapat dikonsumsi. </li></ul><ul><li>Me...
 
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Fungi

7,485 views

Published on

Fungi

Published in: Education, Technology
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
7,485
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
56
Actions
Shares
0
Downloads
240
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Fungi

  1. 3. <ul><li>Merupakan organisme eukariot heterotrof. </li></ul><ul><li>Pada umumnya bersifat saprofit dan parasit dan simbiotik. </li></ul><ul><li>Pada ekosistem fungi berperan penting sebagai dekomposer. </li></ul><ul><li>Dalam ilmu kesehatan fungi berperan sebagai organisme parasit fakultatif. </li></ul><ul><li>Proses pembiakan di laboratorium memerlukan waktu 2 – 4 minggu. </li></ul>
  2. 4. <ul><li>Tiga hal yang diperlukan fungi untuk invasi: </li></ul><ul><ul><li>Kontak dengan inang </li></ul></ul><ul><ul><li>Kemampuan penetrasi ke dalam tubuh inang </li></ul></ul><ul><ul><li>Kemampuan untuk mencerna dan mengabsorbsi nutrisi dari sel inang </li></ul></ul>
  3. 6. <ul><li>Multiseluler (kapang) dan uniseluler (ragi) </li></ul><ul><ul><li>Ukuran sel kapang (D 5 – 10 um, P 5 – 30 um) </li></ul></ul><ul><ul><li>Ukuran sel ragi (D 1 – 5 um, P 5 – 30 um) </li></ul></ul><ul><li>Tubuh buah disebut talus (hifa dan spora) </li></ul><ul><li>Dinding sel disusun oleh selulosa dan khitin </li></ul>1. Eukariotik (memiliki inti sel)
  4. 7. Hifa Miselium Badan Buah Sel Penghasil Spora
  5. 8. <ul><li>Reproduksi secara seksual atau aseksual </li></ul><ul><li>Habitat tempat yang lembab dan ternaung </li></ul><ul><li>Sel hifa kebanyakan fungi memiliki satu atau dua nukleus. 3 macam morfologi hifa: </li></ul><ul><ul><li>Aseptat </li></ul></ul><ul><ul><li>Septat dengan sel uninukleat </li></ul></ul><ul><ul><li>Septat dengan sel multinukleat </li></ul></ul>
  6. 9. 1. Saprofit. 2. Parasit. 3. Simbiosis. Menguraikan sisa bagian makhluk hidup yang sudah mati. Mengambil nutrisi dari makhluk yang masih hidup. Hidup bersama makhluk hidup lainnya. Jamur Parasit Hifa Cacing Nematoda Lichen, Simbiosis Jamur dengan Algae
  7. 10. <ul><li>Aseksual </li></ul><ul><ul><li>Pembelahan </li></ul></ul><ul><ul><li>Penguncupan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pembentukan spora </li></ul></ul><ul><li>Seksual </li></ul><ul><ul><li>Peleburan dua nukleus dari dua sel induk </li></ul></ul>
  8. 12. <ul><li>Spora aseksual </li></ul><ul><ul><li>Konidiospora </li></ul></ul><ul><ul><li>Sporangiospora </li></ul></ul><ul><ul><li>Oidium </li></ul></ul><ul><ul><li>Klamidospora </li></ul></ul><ul><ul><li>Blastospora </li></ul></ul>
  9. 13. <ul><li>Spora seksual </li></ul><ul><ul><li>Askospora </li></ul></ul><ul><ul><li>Basidiospora </li></ul></ul><ul><ul><li>Zigospora </li></ul></ul><ul><ul><li>Oospora </li></ul></ul>
  10. 14. CIRI CENDAWAN BAKTERI pH optimum 3,8 – 5,6 6,5 – 7,5 Suhu optimum 22 – 30 0 C (saprofit) 30 – 37 0 C (parasit) Psikrofil Mesofil Termofil Gas Aerobik obligat (kapang) Fakultatif (ragi) Aerobik Anaerobik Cahaya (untuk tumbuh) Tidak Beberapa kelompok fotosintetik Kadar gula dalam medium laboratoris 4 – 5% 0,5 – 1% Karbon Organik Anorganik/ organik Komponen struktur dinding sel Kitin, selulosa, dan glukan Peptidoglikan Kerentanan terhadap antibiotik Resisten terhadap penisilin, tetrasiklin, kloramfenikol; peka terhadap griseofulvin Resisten terhadap griseofulvin; peka terhadap penisilin, tetrasiklin, kloramfenikol
  11. 15. Phylum Nama Umum Karakteristik Contoh Zygomicota Ascomycota Basidiomycota Deutromycota Jamur roti Ragi Jamur makroskopis Fungi imperfecti Memperlihatkan konjungasi Menghasilkan askus dan askospora selama reproduksi seksual Menghasilkan basidium dan basidiospora Tahap seksual tidak diketahui Rhizopus dan jamur roti yang lain Neurospora , Penicillium , Saccharomyces , dan ragi yang lain Candida , Trichophyton , dan beberapa jenis patogen lain Amanita dan jamur buah yang lain; Claviceps , Cryptococcus Pada organisme tanah, dan beberapa patogen pada manusia
  12. 16. <ul><li>Ciri-ciri umum: </li></ul><ul><ul><li>Heterotrof saprofit </li></ul></ul><ul><ul><li>Tubuh disusun oleh hifa dan miselium. </li></ul></ul><ul><ul><li>Hifa tidak bersekat. </li></ul></ul><ul><ul><li>Spora dihasilkan oleh sporangium. </li></ul></ul><ul><ul><li>Reproduksi menghasilkan spora dilakukan melalui 2 cara : </li></ul></ul><ul><li>Aseksual : dilakukan saat kondisi lingkungan mendukung. </li></ul><ul><li>Seksual : dilakukan bila kondisi lingkungan kurang mendukung. </li></ul>Contohnya : Jamur tempe / Rhizopus orizae .
  13. 17. Rhizopus REPRODUKSI ASEKSUAL Hifa Penyebaran Spora MEIOSIS KONJUGASI Key Haploid ( n ) Heterokaryotic ( n + n ) REPRODUCTION SEKSUAL Hifa (+) Hifa (  ) 50  m Sporangium Siklus Hidup Jamur Rhizopus Zygosporangium Dewasa Melakukan Konjugasi 1 Hasil konjugasi menghasilkan Zigospora 2 Zigospora tumbuh menjadi Zigospora dewasa 3 Sporangium memancarkan spora. 7 5 Tumbuh dan berkecambah Membentuk sporangium seksual Spora berkecambah menjadi hifa 8
  14. 19. <ul><li>Ciri-ciri umum: </li></ul><ul><ul><li>Heterotrof saprofit </li></ul></ul><ul><ul><li>Ada yang uniseluler (mis : Saccharomyces ) dan multiseluler. </li></ul></ul><ul><ul><li>Tubuh disusun oleh hifa dan miselium, dan ada yang memiliki tubuh buah. </li></ul></ul><ul><ul><li>Hifa bersekat. </li></ul></ul><ul><ul><li>Spora dihasilkan oleh konidiospora bila secara aseksual dan sel askus bila spora dihasilkan secara seksual. </li></ul></ul><ul><ul><li>Reproduksi menghasilkan spora dilakukan melalui 2 cara : </li></ul></ul><ul><li>Aseksual </li></ul><ul><li>Seksual </li></ul>Contohnya : Jamur oncom / Neurospora crassa .
  15. 20. 10  m Anggota Jamur Ascomicotina. (a) Ascomicotina dengan tubuh buah of Aleuria aurantia . (b) Tubuh buah Morchella esculenta, biasanya tumbuh dekat dengan anggrek. (c) Tuber melanosporum (d) Neurospora crassa atau jamur oncom (SEM).
  16. 21. Siklus Hidup Jamur Ascomicotina Key Konjugasi Inti melebur Meiosis Siklus hidup Neurospora Haploid (1n) Heterokaryotic (1n + 1n) Diploid (2n) Reproduksi Seksual Reproduksi Aseksual Hifa (+) Hifa (-) Sel Ascus menghasilkan spora Sel Ascus
  17. 22. <ul><li>Ciri-ciri umum: </li></ul><ul><ul><li>Heterotrof saprofit </li></ul></ul><ul><ul><li>Multiseluler. </li></ul></ul><ul><ul><li>Tubuh disusun oleh hifa dan miselium dan tubuh buah. </li></ul></ul><ul><ul><li>Hifa bersekat. </li></ul></ul><ul><ul><li>Spora dihasilkan oleh sel basidium melalui reproduksi secara seksual. </li></ul></ul><ul><ul><li>Reproduksi menghasilkan spora dilakukan melalui 2 cara : </li></ul></ul><ul><li>1 . Aseksual </li></ul><ul><li>2. Seksual </li></ul>Contoh : Jamur Merang / Volvariella volvachea
  18. 23. a. Amanita muscaria ), jamur yang sangat beracun b. Dictyphora sp c. Jamur kayu, tumbuh pada kayu Yang sudah mati d. Puffballs memancarkan sporanya Contoh Anggota Jamur Basidiomicotina.
  19. 24. Key Konjugasi Peleburan Inti Meiosis Haploid (1n) Heterokaryotic (1n + 1n) Diploid (2n) Reproduksi Seksual Hifa (+) Hifa (-) Sel Basidium dgn basidiospora Basidiocarp Siklus Hidup Jamur Basidiomicotina Sel Basidium , penghasil spora
  20. 25. Bawah tudung jamur Basidiomicotina inilah spora dihasilkan oleh sel basidium Sel Basidium Spora
  21. 26. <ul><li>Yaitu kelompok jamur yang belum diketahui cara reproduksi seksualnya. </li></ul><ul><li>Semua jamur yang belum diketahui cara reproduksi seksualnya dimasukkan ke dalam kelompok ini. </li></ul>
  22. 27. <ul><li>Fungi jenis tertentu dapat bersimbiosis dengan algae uniseluler membentuk lichen (lumut kerak). </li></ul><ul><li>Simbiosis ini bersifat menguntungkan. </li></ul><ul><li>Bagi algae : mendapatkan suplai air dan mineral. </li></ul><ul><li>Bagi Fungi : mendapatkan hasil fotosintesis berupa nutrisi. </li></ul>
  23. 28. <ul><li>Mikoriza merupakan simbiosis antara fungi dengan akar tanaman. </li></ul><ul><li>Simbiosis ini menguntungkan bagi keduanya. </li></ul><ul><li>Bagi tanaman : meningkatkan penyerapan air dan mineral. </li></ul><ul><li>Bagi fungi : mendapatkan nutrisi dari tanaman. </li></ul>
  24. 29. <ul><li>Peranan Menguntungkan </li></ul><ul><li>Sebagai pengurai. </li></ul><ul><li>Dapat dikonsumsi. </li></ul><ul><li>Menghasilkan obat-obatan. </li></ul><ul><li>Dapat meningkatkan kesuburan tanaman. </li></ul><ul><li>Peran Merugikan </li></ul><ul><li>Menyebabkan penyakit pada manusia. </li></ul><ul><li>Menyebabkan kerusakan pada tanaman. </li></ul>

×