SlideShare a Scribd company logo
1 of 22
BIAYA
KELOMPOK 5
YUNITA TRI ANDRA YANI
(13061)
REZYA FRISKA AMANDA
(98615)
AGUS RIANTO
VALENTINO GRAVANDI
(98648)

(13025)
Subpokok
Bahasan:
PENGERTIAN BIAYA
• APB menjelaskan bahwa seperti pendapatan, biaya
timbul hanya dalam kaitannya dengan kegiatan
penciptaan laba yang mengakibatkan perubahan
ekuitas. Pengiriman barang (direprentasi dengan kos
barang terjual) dalam transaksi penjualan merupakan
biaya karena hasil bersih (net result) penjualan tersebut
adalah perubahan ekuitas. Dilain pihak, timbulnya
kewajiban untuk pembelian asset merupakan biaya
karena ekuitas tidak dapat berubah pada saat
pembelian tersebut.
Lanjutan…
• Dengan makna yang hampir sama, IAI (IASC)
mendefenisikan
biaya
dalam
standar
akuntansi keuangan (2002) sebagai:
• Penurunan manfaat ekonomi selama suatu
perioda ekuntansi dalam bentuk arus keluar
atau berkurangnya aktiva atau terjadinya
kewajiban yang mengakibatkan penurunan
ekuitas yang tidak menyangkut pembagian
kepada penanaman modal.
KARAKTERISTIK BIAYA
Karakteristik utama:
1. Penurunan asset
Untuk dapat mengatakan bahwa biaya timbul, harus terjadi
transaksi atau kejadian yang menurunkan asset atau
menimbulkan aliran keluar asset atau sumber ekonomik. Asset
dalam hal ini harus diartikan sebagai semua asset perusahaan
sebagai semua asset perusahaan sebagai suatu kesatuan.
2. Operasi utama yang menerus
Agar menjadi biaya konsumsi tersebut harus berkaitan dengan
kegiatan utama atau sentral kesatuan usaha. Yang dimaksud
dengan kegiatan utama adalah kegiatan penciptaan pendapatan
(laba) yang direpresentasikan dalam kegiatan memproduksi/
mengirim barang atau menyerahkan/ melaksanakan jasa.
Karakteristik pendukung:

1. Kenaikan kewajiban
Alasannya adalah agar makna biaya cukup luas untuk
mencakupi pula pos-pos yang timbul dalam penyesuaian
akhir tahun. Bila barang dan jasa telah dimanfaatkan oleh
perusahaan tetapi perusahaan tidak mengakuinya sebagai
asset sebelumnya atau perusahaan belum mengakui
kewajiban atas penggunaan barang dan jasa yang dikuasai
pihak lain, perusahaan mempunyai keharusan untuk
membayar atau melakukan pengorbanan sumber
ekonomik dimasa dating sehingga kewajiban timbul.
Sebagai contoh adalah tariff (fee) pengiriman barang oleh
perusahaan ekspedisi yang belum dibayar perusahaan.
Jasa pengiriman telah dikonsumsi dan menimbulkan
pendapatan sehingga biaya harus timbul diikuti dengan
keneikan kewajiban.
Lanjutan….
2. Penurunan ekuitas
Defenisi APB dan IAI secara eksplisit menyebutkan
bahwa penurunan aset akhirnya akan mengubah
ekuitas atau menurunkan ekuitas. Penurunan ekuitas
lebih menegaskan pengertian biaya karena tidak
setiap penurunan asset mengakibatkan penurunan
ekuitas. Misalnya pembagian dividen kas merupakan
penurunan asset tetapi tidak dapat disebut sebagai
biaya. Jadi, penurunan ekuitas hanya merupakan
karakteristik pendukung makna biaya.
ALIRAN FISIS ATAU MONETER
• FASB memisahkan antara pengertian biaya dan pengukuran biaya.
Bahwa biaya timbul dari penyerahan/ produksi barang atau dari
pelaksanaan jasa member isyarat bahwa FASB memaknai biaya
(penurunan asset) sebagai kejadian fisis. Secara semantic, biaya
seharusnya didefenisikan sebagai perubahan atau penurunan nilai
sehingga timbulnya biaya harus merupakan kejadian moneter.
Defenisi kam dilandasi oelh pemikiran bahwa biaya merupakan
kejadian moneter yaitu perubahan nilai asset, kewajiban, atau
ekuitas. Nilai ini diukur dengan kos barang dan jasa yang dapat
dikuasai dan dimanfaatkan kesatuan usaha melalui penyerahan
asetm(pembelian tunai), penimbulan kewajiban (pembelian kredit),
dan peningkatan ekuitas (pembelian dengan saham perusahaan
sebagai penghargaan).
• Defenisi Kam mengisyaratkan bahwa pemanfaatan barang dan jasa
meruakan upaya kesatuan usaha dalam rangkamenghasilkan
pendapatan. Upaya tersebut diukur dengan kos barang danjasa untuk
menciptakan pendapatan. Keunggulan defenisi Kam disbanding FASB
adalah pemasukan perioda sekarang sebagai wadah atau takaran
untuk menghubungkan pendapatan dengan biaya.
Rugi
kunci yang melekat pada pengertian rugi adalah:
• Penurunan ekuitas (asset bersih)
• Transaksi peripheral atau incidental
• Selain apa yang didefenisikan sebagai biaya atau selain
distribusi ke pemilik
Rugi perlu didefenisi sebagai elemen dan dibedakan dengan
biaya oleh FASB karena sifat terjadinya sebagaimana disebut
dalam karakteristik (2) di atas. Untuk disebut rugi, kejadian
yang menimbulkan harus peripheral atau incidental atau di
luar kendali manajemen.
Empat sumber rugi yang diidentifikasi FASB adalah:
• Periferal dan insidental: misalnya penjualan investasi dalam suratsurat berharga, penjualan asset tetap, pelunasan utang obligasi
sebelum jatuh tempo.
• Transfer nontimbal-balik dengan pihak lain: misalnya pencurian dan
pembayaran ganti rugi dari kekalahan dalam tuntutan perkara
hokum.
• Penahanan asset: misalnya penurunan harga sekuritas
investasi, penurunan nialai tukar valuta asing, dan penurunan harga
karena penahanan sediaan.
• Faktor lingkungan: misalnya ganti rugi asuransi musibah alam yang
lebih rendah daari kos asset yang rusak. Contoh lain adalah
lenyapnya manfaat asset yang tidak diasuransikan akibat kebakaran.
Kos yang telah dikorbankan tetapi tidak ada imbalan barang atau jasa
yang diterima (tidak dapat dihubungkan dengan pendapatan) tidak
dapat dianggap sebagai rugi begitu saja
PENGAKUAN BIAYA
• Pengakuan biaya tidak dibedakan dengan pengakuan rugi.
Pengakuan menyangkut masalah criteria pengakuan yaitu apa
yang harus dipenuhi agar penurunan nilai asset yang
memenuhi defenisi biaya tau rugi dapat diakui dan masalah
saat pengakuan yaitu peristiwa atau kejadian apa yang
menandai bahwa criteria pengakuan telah dipenuhi.
KRITERIA PENGAKUAN BIAYA
Biaya dan rugi pada umumnya diakui bila mana salah satu dari dua
criteria berikut dipenuhi (SFAC No. 5, prg. 85):
1. Konsumsi manfaat
Biaya atau rugi diakui bila mana manfaat ekonomik yang dikuasai
suatu entitas telah dimanfaatkan atau dikonsumsi dalam
pengiriman atau pembuatanbarang, penyerahan atau pelaksanaan
jasa, atau kegiatan lain yang merepresentasikan operasi utama atau
sentral entitas tersebut.
2. Lenyapnya atau berkurangnya manfaat masa datang
Biaya atau rugi diakui bila mana asset yang telah diakui sebelumnya
diperkirakan telah berkurang manfaat ekonomiknya atau tidak lagi
mempunyai manfaat ekonomik.
KAIDAH ATAU SAAT PENGAKUAN
FASB
• Konsumsi manfaat
Konsumsi manfaat ekonomik selama suatu perioda
dapat diakui langsung pada saat terjadinya atau diakui
bersamaan dengan pengakuan pendapatan yang
berkaitan.
• Lenyapnya atau berkurangnya manfaat masa datang
Biaya atau rugi diakui bila telah menjadi nyata atau
jelas bahwa manfaat ekonomik masa dating suatu
asset yang diakui sebelumnya telah berkurang atau
lenyap atau bahwa kewajiban timbul atau bertambah
tanpa adanya manfaat.
KAIDAH ATAU SAAT PENGAKUAN
APB
1. Mengasosiasikan sebab dan akibat. Beberapa kos
diakui sebagai biaya atas dasar asosiasi langsung
dengan pendapatan tertentu.
2. Alokasi sistemantik dan rasional. Bila tidak ada cara
langsung untuk mengasosiasikan sebab dan
akibat, beberapa kos diasosiasikan dengan perioda
sebagai biaya atas dasar usahauntuk mengalokasikan
kos secara sistemantik dan rasional ke beberapa
perioda yang diperkirakan menikmati manfaat.
3. Pengakuan segera. Beberapa kos diasosiasikan
dengan perioda berjalan dengan biaya
Proses dan Konsep Penandingan
• Proses penandingan adalah proses penentuan laba
dengan cara mengukur atau menakar dahulu pendapatan
untuk suatu perioda dan barulah kemudian menentukan
biaya yang berkaitan dengan pendapatan tersebut
• Konsep atau prinsip penandingan adalah dasar pemikiran
untuk menghubungkan pendapatan dan biaya sehingga
laba yang dihasilkan bermakna.
• Konsep penandingan menyatakan bahwa untuk
mendapatkan laba periodik yang bermakna maka
pendapatan yang diakui untuk suatu perioda harus
ditandingkan (diasosiasi) dengan biaya yang dianggap
telah menciptakan pendapatan tersebut.
SAAT PENGAKUAN BIAYA
• Karena pendapatan suatu perioda ditentukan
terlebih dahulu, prinsip penandingan juga
menentukan saat pengakuan biaya. Kaidah atau saat
pengakuan FASB dan APB dikembangkan atas dasar
konsep penandingan untuk menentukan laba
periodik secara tepat. Tiap ketentuan diasarkan atas
pertimbangan berikut:
1) Hubungan atau asosiasi dengan pendapatan.
2) Biaya diakui/ dilaporkan dalam perioda yang sama
dengan perioda diakui dilaporkannya pendapatan
BASIS ASOSIASI ANTARA BIAYA DAN
PENDAPATAN
1. Asosiasi Sebab dan Akibat
2. Alokasi Sistemantik dan Rasional
3. Pembebanan arbitrer
1. Asosiasi Sebab dan Akibat
Konsep upaya dan capaian menyatakan bahwa
biaya merupakan upaya dalam rangka mendapatkan
capaian berupa pendapatan. Ini berarti ada
hubungan sebab akibat antara biaya dan
pendapatan. Oleh karena itu, basis penandingan
yang paling tidak masuk akal adalah sebab akibat
walaupun basis ini lebih merupakan asumsi dari pada
kenyataan karena dalam banyak hal sulit dibuktikan
secara meyakinkan bahwa biaya menyebabkan
pendapatan.
2. Alokasi Sistemantik dan Rasional
Alokasi sistemantik dan rasional merupakan
proses penandingan dengan perioda sebagai penakar
pendapatan dan biaya. Proses ini sering disebut
penandingan perioda. Dalam pengakuan biaya,
diasumsikan bahwa yang menerima manfaat dari
potensi jasa adalah perioda bukannya produk.
3. Pembebanan arbitrer
Kalau tidak ada alasan yang kuat untuk menunda
pembebanan kos untuk mencapai penandingan
sebab akibat dan juga tidak ada dasar alokasi yang
layak, suatu kos biasanya akan langsung dibebankan
dalam perioda terjadinya. Ini berarti bahwa kos
ditandingkan dengan pendapatan secara arbitrer.
Penandingan arbitrer tidak selalu berkaitan dengan
pengakuan rugi. Kos suatu potensi jasa akan segera
diakui sebagai biaya atau rugi kalau terbukti bahwa
manfaat ekonomiknya menjadi lenyap atau
berkurang.
Biaya

More Related Content

What's hot

Kunci jawaban bab 9 teori akuntansi suwardjono
Kunci jawaban bab 9 teori akuntansi suwardjonoKunci jawaban bab 9 teori akuntansi suwardjono
Kunci jawaban bab 9 teori akuntansi suwardjonoHerna Ferari
 
Perekayasaan pelaporan keuangan
Perekayasaan pelaporan keuanganPerekayasaan pelaporan keuangan
Perekayasaan pelaporan keuanganRatna Agnezious
 
Bab 5 kertas kerja pemeriksaan
Bab 5 kertas kerja pemeriksaanBab 5 kertas kerja pemeriksaan
Bab 5 kertas kerja pemeriksaansony4de
 
Akuntansi Pendapatan PEMDA
Akuntansi Pendapatan PEMDAAkuntansi Pendapatan PEMDA
Akuntansi Pendapatan PEMDAMahyuni Bjm
 
Akuntansi Keuangan 2 - Ekuitas
Akuntansi Keuangan 2 - EkuitasAkuntansi Keuangan 2 - Ekuitas
Akuntansi Keuangan 2 - EkuitasLusi Mei
 
Contoh soal dan jawaban akuntansi joint venture
Contoh soal dan jawaban akuntansi joint ventureContoh soal dan jawaban akuntansi joint venture
Contoh soal dan jawaban akuntansi joint ventureWahyu Hidayat
 
Kunci jawaban bab 8 teori akuntansi suwardjono
Kunci jawaban bab 8 teori akuntansi suwardjonoKunci jawaban bab 8 teori akuntansi suwardjono
Kunci jawaban bab 8 teori akuntansi suwardjonoHerna Ferari
 
Pembentukan persekutuan AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 1
Pembentukan persekutuan AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 1Pembentukan persekutuan AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 1
Pembentukan persekutuan AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 1Falanni Firyal Fawwaz
 
Penyelesaian audit
Penyelesaian auditPenyelesaian audit
Penyelesaian auditagunghery19
 
Akuntansi kombinasi bisnis
Akuntansi kombinasi bisnisAkuntansi kombinasi bisnis
Akuntansi kombinasi bisnisMalang
 
Rangkuman Materi Akuntansi Keuangan Menengah Kas dan Piutang (Cash and Receiv...
Rangkuman Materi Akuntansi Keuangan Menengah Kas dan Piutang (Cash and Receiv...Rangkuman Materi Akuntansi Keuangan Menengah Kas dan Piutang (Cash and Receiv...
Rangkuman Materi Akuntansi Keuangan Menengah Kas dan Piutang (Cash and Receiv...Muhammad Rafi Kambara
 
Akuntansi positif dan akuntansi normatif
Akuntansi positif dan akuntansi normatifAkuntansi positif dan akuntansi normatif
Akuntansi positif dan akuntansi normatifneeaem
 
Wesel bayar jangka panjang
Wesel bayar jangka panjangWesel bayar jangka panjang
Wesel bayar jangka panjangFirdha Aryati
 
Kantor Pusat, Cabang, dan Kas
Kantor Pusat, Cabang, dan KasKantor Pusat, Cabang, dan Kas
Kantor Pusat, Cabang, dan KasIcha Widya
 
Bab 10 evaluasi pusat investasi
Bab 10 evaluasi pusat investasi Bab 10 evaluasi pusat investasi
Bab 10 evaluasi pusat investasi apryani rahmawati
 

What's hot (20)

Kunci jawaban bab 9 teori akuntansi suwardjono
Kunci jawaban bab 9 teori akuntansi suwardjonoKunci jawaban bab 9 teori akuntansi suwardjono
Kunci jawaban bab 9 teori akuntansi suwardjono
 
Laba
LabaLaba
Laba
 
Perekayasaan pelaporan keuangan
Perekayasaan pelaporan keuanganPerekayasaan pelaporan keuangan
Perekayasaan pelaporan keuangan
 
Bab 5 kertas kerja pemeriksaan
Bab 5 kertas kerja pemeriksaanBab 5 kertas kerja pemeriksaan
Bab 5 kertas kerja pemeriksaan
 
Akuntansi Pendapatan PEMDA
Akuntansi Pendapatan PEMDAAkuntansi Pendapatan PEMDA
Akuntansi Pendapatan PEMDA
 
Akuntansi Keuangan 2 - Ekuitas
Akuntansi Keuangan 2 - EkuitasAkuntansi Keuangan 2 - Ekuitas
Akuntansi Keuangan 2 - Ekuitas
 
Contoh soal dan jawaban akuntansi joint venture
Contoh soal dan jawaban akuntansi joint ventureContoh soal dan jawaban akuntansi joint venture
Contoh soal dan jawaban akuntansi joint venture
 
Kunci jawaban bab 8 teori akuntansi suwardjono
Kunci jawaban bab 8 teori akuntansi suwardjonoKunci jawaban bab 8 teori akuntansi suwardjono
Kunci jawaban bab 8 teori akuntansi suwardjono
 
Pembentukan persekutuan AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 1
Pembentukan persekutuan AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 1Pembentukan persekutuan AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 1
Pembentukan persekutuan AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 1
 
Penyelesaian audit
Penyelesaian auditPenyelesaian audit
Penyelesaian audit
 
PPh 23
PPh 23PPh 23
PPh 23
 
Akuntansi kombinasi bisnis
Akuntansi kombinasi bisnisAkuntansi kombinasi bisnis
Akuntansi kombinasi bisnis
 
Kewajiban Hukum Auditor
Kewajiban Hukum AuditorKewajiban Hukum Auditor
Kewajiban Hukum Auditor
 
Rangkuman Materi Akuntansi Keuangan Menengah Kas dan Piutang (Cash and Receiv...
Rangkuman Materi Akuntansi Keuangan Menengah Kas dan Piutang (Cash and Receiv...Rangkuman Materi Akuntansi Keuangan Menengah Kas dan Piutang (Cash and Receiv...
Rangkuman Materi Akuntansi Keuangan Menengah Kas dan Piutang (Cash and Receiv...
 
Akuntansi positif dan akuntansi normatif
Akuntansi positif dan akuntansi normatifAkuntansi positif dan akuntansi normatif
Akuntansi positif dan akuntansi normatif
 
Wesel bayar jangka panjang
Wesel bayar jangka panjangWesel bayar jangka panjang
Wesel bayar jangka panjang
 
Analisis Laporan Keuangan
Analisis Laporan KeuanganAnalisis Laporan Keuangan
Analisis Laporan Keuangan
 
Kantor Pusat, Cabang, dan Kas
Kantor Pusat, Cabang, dan KasKantor Pusat, Cabang, dan Kas
Kantor Pusat, Cabang, dan Kas
 
Penggabungan usaha
Penggabungan usahaPenggabungan usaha
Penggabungan usaha
 
Bab 10 evaluasi pusat investasi
Bab 10 evaluasi pusat investasi Bab 10 evaluasi pusat investasi
Bab 10 evaluasi pusat investasi
 

Viewers also liked

Bab xi konsep biaya
Bab xi   konsep biayaBab xi   konsep biaya
Bab xi konsep biayaAbi Bie
 
Bab xii konsep laba
Bab xii  konsep labaBab xii  konsep laba
Bab xii konsep labaAbi Bie
 
Akuntansi biaya bab 1.konsep dan terminologi biaya
Akuntansi biaya bab 1.konsep dan terminologi biayaAkuntansi biaya bab 1.konsep dan terminologi biaya
Akuntansi biaya bab 1.konsep dan terminologi biayaSelfia Dewi
 
Konsep Ekuitas (Teori Akuntansi)
Konsep Ekuitas (Teori Akuntansi)Konsep Ekuitas (Teori Akuntansi)
Konsep Ekuitas (Teori Akuntansi)Dyah A Fitria
 
Konsep Biaya dan perilaku Biaya
Konsep Biaya dan perilaku BiayaKonsep Biaya dan perilaku Biaya
Konsep Biaya dan perilaku BiayaFutmalia93
 
TEORI AKUNTANSI (LABA) bab.10
TEORI AKUNTANSI (LABA) bab.10TEORI AKUNTANSI (LABA) bab.10
TEORI AKUNTANSI (LABA) bab.10Enchii Enchii
 
Ringkasan teori akuntansi Suwardjono
Ringkasan teori akuntansi SuwardjonoRingkasan teori akuntansi Suwardjono
Ringkasan teori akuntansi Suwardjonoxyrces
 

Viewers also liked (12)

Bab xi konsep biaya
Bab xi   konsep biayaBab xi   konsep biaya
Bab xi konsep biaya
 
Konsep biaya
Konsep biayaKonsep biaya
Konsep biaya
 
Bab xii konsep laba
Bab xii  konsep labaBab xii  konsep laba
Bab xii konsep laba
 
Konsep biaya
Konsep biayaKonsep biaya
Konsep biaya
 
konsep biaya
konsep biayakonsep biaya
konsep biaya
 
Akuntansi biaya bab 1.konsep dan terminologi biaya
Akuntansi biaya bab 1.konsep dan terminologi biayaAkuntansi biaya bab 1.konsep dan terminologi biaya
Akuntansi biaya bab 1.konsep dan terminologi biaya
 
Konsep Ekuitas (Teori Akuntansi)
Konsep Ekuitas (Teori Akuntansi)Konsep Ekuitas (Teori Akuntansi)
Konsep Ekuitas (Teori Akuntansi)
 
Bab 2 konsep biaya
Bab 2    konsep biayaBab 2    konsep biaya
Bab 2 konsep biaya
 
Konsep Biaya dan perilaku Biaya
Konsep Biaya dan perilaku BiayaKonsep Biaya dan perilaku Biaya
Konsep Biaya dan perilaku Biaya
 
TEORI AKUNTANSI (LABA) bab.10
TEORI AKUNTANSI (LABA) bab.10TEORI AKUNTANSI (LABA) bab.10
TEORI AKUNTANSI (LABA) bab.10
 
Konsep laba
Konsep labaKonsep laba
Konsep laba
 
Ringkasan teori akuntansi Suwardjono
Ringkasan teori akuntansi SuwardjonoRingkasan teori akuntansi Suwardjono
Ringkasan teori akuntansi Suwardjono
 

Similar to Biaya

Pertemuan 11_Biaya Kelompok 5 (11).pptx
Pertemuan 11_Biaya Kelompok 5  (11).pptxPertemuan 11_Biaya Kelompok 5  (11).pptx
Pertemuan 11_Biaya Kelompok 5 (11).pptxRiaMennita
 
COSTS AND RELATED CONCEPTS.pptx
COSTS AND RELATED CONCEPTS.pptxCOSTS AND RELATED CONCEPTS.pptx
COSTS AND RELATED CONCEPTS.pptxSteven948168
 
Analisis laporan keuangan - analisis aktivitas investasi
Analisis laporan keuangan - analisis aktivitas investasiAnalisis laporan keuangan - analisis aktivitas investasi
Analisis laporan keuangan - analisis aktivitas investasist r.y
 
Hal dasar dalam_akuntansi
Hal dasar dalam_akuntansiHal dasar dalam_akuntansi
Hal dasar dalam_akuntansiGeoffree Rengku
 
Karakteristik laba
Karakteristik labaKarakteristik laba
Karakteristik labaAmy Cuex
 
AUDIT PEMERIKSAAN ATAS PERKIRAAN LABA RUGI
AUDIT PEMERIKSAAN ATAS PERKIRAAN LABA RUGIAUDIT PEMERIKSAAN ATAS PERKIRAAN LABA RUGI
AUDIT PEMERIKSAAN ATAS PERKIRAAN LABA RUGIEDIS BLOG
 
7. Laporan Keuangan Neraca.pptx
7. Laporan Keuangan Neraca.pptx7. Laporan Keuangan Neraca.pptx
7. Laporan Keuangan Neraca.pptxMinangOutdoor
 
Ppt tak chapter 9 revenue
Ppt tak chapter 9 revenuePpt tak chapter 9 revenue
Ppt tak chapter 9 revenuerayhanayyubi
 
Kelompok 12 TA_Ch-10 (Expense) (1).pptx
Kelompok 12 TA_Ch-10 (Expense) (1).pptxKelompok 12 TA_Ch-10 (Expense) (1).pptx
Kelompok 12 TA_Ch-10 (Expense) (1).pptxroyhanbayu
 
Akutansi laporan keuangan
Akutansi laporan keuanganAkutansi laporan keuangan
Akutansi laporan keuanganmuhamadanas
 
3 pelaporan dan analisis keuangan ch 2
3 pelaporan dan analisis keuangan ch 23 pelaporan dan analisis keuangan ch 2
3 pelaporan dan analisis keuangan ch 2reidjen raden
 
Instrumen keuangan,kas,dan piutang
Instrumen keuangan,kas,dan piutangInstrumen keuangan,kas,dan piutang
Instrumen keuangan,kas,dan piutangRahmatia Azzindani
 
Expense (beban)
Expense (beban)Expense (beban)
Expense (beban)Icha Icha
 
Struktur teori akuntansi
Struktur teori akuntansiStruktur teori akuntansi
Struktur teori akuntansiDyah A Fitria
 

Similar to Biaya (20)

Pertemuan 11_Biaya Kelompok 5 (11).pptx
Pertemuan 11_Biaya Kelompok 5  (11).pptxPertemuan 11_Biaya Kelompok 5  (11).pptx
Pertemuan 11_Biaya Kelompok 5 (11).pptx
 
COSTS AND RELATED CONCEPTS.pptx
COSTS AND RELATED CONCEPTS.pptxCOSTS AND RELATED CONCEPTS.pptx
COSTS AND RELATED CONCEPTS.pptx
 
Laporan laba rugi
Laporan laba rugiLaporan laba rugi
Laporan laba rugi
 
Teori Pendapatan
Teori PendapatanTeori Pendapatan
Teori Pendapatan
 
Analisis laporan keuangan - analisis aktivitas investasi
Analisis laporan keuangan - analisis aktivitas investasiAnalisis laporan keuangan - analisis aktivitas investasi
Analisis laporan keuangan - analisis aktivitas investasi
 
Rerangka konseptual sak (kdpplk)
Rerangka konseptual sak (kdpplk)Rerangka konseptual sak (kdpplk)
Rerangka konseptual sak (kdpplk)
 
Hal dasar dalam_akuntansi
Hal dasar dalam_akuntansiHal dasar dalam_akuntansi
Hal dasar dalam_akuntansi
 
Ch 07 kas & piutang
Ch 07 kas & piutangCh 07 kas & piutang
Ch 07 kas & piutang
 
Karakteristik laba
Karakteristik labaKarakteristik laba
Karakteristik laba
 
AUDIT PEMERIKSAAN ATAS PERKIRAAN LABA RUGI
AUDIT PEMERIKSAAN ATAS PERKIRAAN LABA RUGIAUDIT PEMERIKSAAN ATAS PERKIRAAN LABA RUGI
AUDIT PEMERIKSAAN ATAS PERKIRAAN LABA RUGI
 
7. Laporan Keuangan Neraca.pptx
7. Laporan Keuangan Neraca.pptx7. Laporan Keuangan Neraca.pptx
7. Laporan Keuangan Neraca.pptx
 
Ppt tak chapter 9 revenue
Ppt tak chapter 9 revenuePpt tak chapter 9 revenue
Ppt tak chapter 9 revenue
 
Kelompok 12 TA_Ch-10 (Expense) (1).pptx
Kelompok 12 TA_Ch-10 (Expense) (1).pptxKelompok 12 TA_Ch-10 (Expense) (1).pptx
Kelompok 12 TA_Ch-10 (Expense) (1).pptx
 
Kewajiban dan ekuitas
Kewajiban dan ekuitasKewajiban dan ekuitas
Kewajiban dan ekuitas
 
Akutansi laporan keuangan
Akutansi laporan keuanganAkutansi laporan keuangan
Akutansi laporan keuangan
 
3 pelaporan dan analisis keuangan ch 2
3 pelaporan dan analisis keuangan ch 23 pelaporan dan analisis keuangan ch 2
3 pelaporan dan analisis keuangan ch 2
 
Instrumen keuangan,kas,dan piutang
Instrumen keuangan,kas,dan piutangInstrumen keuangan,kas,dan piutang
Instrumen keuangan,kas,dan piutang
 
Expense (beban)
Expense (beban)Expense (beban)
Expense (beban)
 
Struktur teori akuntansi
Struktur teori akuntansiStruktur teori akuntansi
Struktur teori akuntansi
 
LABA (INCOME)
LABA (INCOME)LABA (INCOME)
LABA (INCOME)
 

More from Yunita Tri Andra Yani

Tugas akhir (laporan audit), Audit Kinerja Manajemen
Tugas akhir (laporan audit), Audit Kinerja ManajemenTugas akhir (laporan audit), Audit Kinerja Manajemen
Tugas akhir (laporan audit), Audit Kinerja ManajemenYunita Tri Andra Yani
 
Pt arga karya prima industri tbk, Analisis Informasi Keuangan
Pt arga karya prima industri tbk, Analisis Informasi KeuanganPt arga karya prima industri tbk, Analisis Informasi Keuangan
Pt arga karya prima industri tbk, Analisis Informasi KeuanganYunita Tri Andra Yani
 
Audit sistem kepastian kualitas (bab 8), Audit Kinerja Manajemen
Audit sistem kepastian kualitas (bab 8), Audit Kinerja ManajemenAudit sistem kepastian kualitas (bab 8), Audit Kinerja Manajemen
Audit sistem kepastian kualitas (bab 8), Audit Kinerja ManajemenYunita Tri Andra Yani
 
Audit produksi dan operasi (bab 7), Audit Kinerja Manajemen
Audit produksi dan operasi (bab 7), Audit Kinerja ManajemenAudit produksi dan operasi (bab 7), Audit Kinerja Manajemen
Audit produksi dan operasi (bab 7), Audit Kinerja ManajemenYunita Tri Andra Yani
 
Audit pemasaran (bab 6), Audit Kinerja Manajemen
Audit pemasaran (bab 6), Audit Kinerja ManajemenAudit pemasaran (bab 6), Audit Kinerja Manajemen
Audit pemasaran (bab 6), Audit Kinerja ManajemenYunita Tri Andra Yani
 
Komunikasi dan teknologi infomasi, pengantar manajemen,
Komunikasi dan teknologi infomasi, pengantar manajemen,Komunikasi dan teknologi infomasi, pengantar manajemen,
Komunikasi dan teknologi infomasi, pengantar manajemen,Yunita Tri Andra Yani
 
Komunikasi dan teknologi informasi, pengantar manajemen
Komunikasi dan teknologi informasi, pengantar manajemenKomunikasi dan teknologi informasi, pengantar manajemen
Komunikasi dan teknologi informasi, pengantar manajemenYunita Tri Andra Yani
 
Tanggung jawab sosial dan etika bisnis, pengeantar manajemen,
Tanggung jawab sosial dan etika bisnis, pengeantar manajemen,Tanggung jawab sosial dan etika bisnis, pengeantar manajemen,
Tanggung jawab sosial dan etika bisnis, pengeantar manajemen,Yunita Tri Andra Yani
 
DASAR-DASAR INTELEGENSI BISNIS : BASIS DATA DAN MANAJEMEN INFORMASI
DASAR-DASAR INTELEGENSI BISNIS : BASIS DATA DAN MANAJEMEN INFORMASIDASAR-DASAR INTELEGENSI BISNIS : BASIS DATA DAN MANAJEMEN INFORMASI
DASAR-DASAR INTELEGENSI BISNIS : BASIS DATA DAN MANAJEMEN INFORMASIYunita Tri Andra Yani
 
Makalah KEWARGANEGARAAN TENTANG GLOBALISASI DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEWARGANEG...
Makalah KEWARGANEGARAAN TENTANG GLOBALISASI DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEWARGANEG...Makalah KEWARGANEGARAAN TENTANG GLOBALISASI DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEWARGANEG...
Makalah KEWARGANEGARAAN TENTANG GLOBALISASI DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEWARGANEG...Yunita Tri Andra Yani
 
MAKALAH PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN TENTANG PERMAINAN BOLA BERANTING ANT...
MAKALAH PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN TENTANG PERMAINAN BOLA BERANTING ANT...MAKALAH PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN TENTANG PERMAINAN BOLA BERANTING ANT...
MAKALAH PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN TENTANG PERMAINAN BOLA BERANTING ANT...Yunita Tri Andra Yani
 

More from Yunita Tri Andra Yani (14)

Tugas akhir (laporan audit), Audit Kinerja Manajemen
Tugas akhir (laporan audit), Audit Kinerja ManajemenTugas akhir (laporan audit), Audit Kinerja Manajemen
Tugas akhir (laporan audit), Audit Kinerja Manajemen
 
Pt arga karya prima industri tbk, Analisis Informasi Keuangan
Pt arga karya prima industri tbk, Analisis Informasi KeuanganPt arga karya prima industri tbk, Analisis Informasi Keuangan
Pt arga karya prima industri tbk, Analisis Informasi Keuangan
 
Audit sistem kepastian kualitas (bab 8), Audit Kinerja Manajemen
Audit sistem kepastian kualitas (bab 8), Audit Kinerja ManajemenAudit sistem kepastian kualitas (bab 8), Audit Kinerja Manajemen
Audit sistem kepastian kualitas (bab 8), Audit Kinerja Manajemen
 
Audit produksi dan operasi (bab 7), Audit Kinerja Manajemen
Audit produksi dan operasi (bab 7), Audit Kinerja ManajemenAudit produksi dan operasi (bab 7), Audit Kinerja Manajemen
Audit produksi dan operasi (bab 7), Audit Kinerja Manajemen
 
Audit pemasaran (bab 6), Audit Kinerja Manajemen
Audit pemasaran (bab 6), Audit Kinerja ManajemenAudit pemasaran (bab 6), Audit Kinerja Manajemen
Audit pemasaran (bab 6), Audit Kinerja Manajemen
 
Komunikasi dan teknologi infomasi, pengantar manajemen,
Komunikasi dan teknologi infomasi, pengantar manajemen,Komunikasi dan teknologi infomasi, pengantar manajemen,
Komunikasi dan teknologi infomasi, pengantar manajemen,
 
Komunikasi dan teknologi informasi, pengantar manajemen
Komunikasi dan teknologi informasi, pengantar manajemenKomunikasi dan teknologi informasi, pengantar manajemen
Komunikasi dan teknologi informasi, pengantar manajemen
 
Tanggung jawab sosial dan etika bisnis, pengeantar manajemen,
Tanggung jawab sosial dan etika bisnis, pengeantar manajemen,Tanggung jawab sosial dan etika bisnis, pengeantar manajemen,
Tanggung jawab sosial dan etika bisnis, pengeantar manajemen,
 
DASAR-DASAR INTELEGENSI BISNIS : BASIS DATA DAN MANAJEMEN INFORMASI
DASAR-DASAR INTELEGENSI BISNIS : BASIS DATA DAN MANAJEMEN INFORMASIDASAR-DASAR INTELEGENSI BISNIS : BASIS DATA DAN MANAJEMEN INFORMASI
DASAR-DASAR INTELEGENSI BISNIS : BASIS DATA DAN MANAJEMEN INFORMASI
 
Makalah KEWARGANEGARAAN TENTANG GLOBALISASI DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEWARGANEG...
Makalah KEWARGANEGARAAN TENTANG GLOBALISASI DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEWARGANEG...Makalah KEWARGANEGARAAN TENTANG GLOBALISASI DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEWARGANEG...
Makalah KEWARGANEGARAAN TENTANG GLOBALISASI DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEWARGANEG...
 
MAKALAH PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN TENTANG PERMAINAN BOLA BERANTING ANT...
MAKALAH PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN TENTANG PERMAINAN BOLA BERANTING ANT...MAKALAH PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN TENTANG PERMAINAN BOLA BERANTING ANT...
MAKALAH PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN TENTANG PERMAINAN BOLA BERANTING ANT...
 
Penyajian laporan keuangan
Penyajian laporan keuanganPenyajian laporan keuangan
Penyajian laporan keuangan
 
ANALISIS SIA CV DAFAKO MOTOR
ANALISIS SIA  CV DAFAKO MOTORANALISIS SIA  CV DAFAKO MOTOR
ANALISIS SIA CV DAFAKO MOTOR
 
Asset 3
Asset 3Asset 3
Asset 3
 

Biaya

  • 2. KELOMPOK 5 YUNITA TRI ANDRA YANI (13061) REZYA FRISKA AMANDA (98615) AGUS RIANTO VALENTINO GRAVANDI (98648) (13025)
  • 4. PENGERTIAN BIAYA • APB menjelaskan bahwa seperti pendapatan, biaya timbul hanya dalam kaitannya dengan kegiatan penciptaan laba yang mengakibatkan perubahan ekuitas. Pengiriman barang (direprentasi dengan kos barang terjual) dalam transaksi penjualan merupakan biaya karena hasil bersih (net result) penjualan tersebut adalah perubahan ekuitas. Dilain pihak, timbulnya kewajiban untuk pembelian asset merupakan biaya karena ekuitas tidak dapat berubah pada saat pembelian tersebut.
  • 5. Lanjutan… • Dengan makna yang hampir sama, IAI (IASC) mendefenisikan biaya dalam standar akuntansi keuangan (2002) sebagai: • Penurunan manfaat ekonomi selama suatu perioda ekuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanaman modal.
  • 6. KARAKTERISTIK BIAYA Karakteristik utama: 1. Penurunan asset Untuk dapat mengatakan bahwa biaya timbul, harus terjadi transaksi atau kejadian yang menurunkan asset atau menimbulkan aliran keluar asset atau sumber ekonomik. Asset dalam hal ini harus diartikan sebagai semua asset perusahaan sebagai semua asset perusahaan sebagai suatu kesatuan. 2. Operasi utama yang menerus Agar menjadi biaya konsumsi tersebut harus berkaitan dengan kegiatan utama atau sentral kesatuan usaha. Yang dimaksud dengan kegiatan utama adalah kegiatan penciptaan pendapatan (laba) yang direpresentasikan dalam kegiatan memproduksi/ mengirim barang atau menyerahkan/ melaksanakan jasa.
  • 7. Karakteristik pendukung: 1. Kenaikan kewajiban Alasannya adalah agar makna biaya cukup luas untuk mencakupi pula pos-pos yang timbul dalam penyesuaian akhir tahun. Bila barang dan jasa telah dimanfaatkan oleh perusahaan tetapi perusahaan tidak mengakuinya sebagai asset sebelumnya atau perusahaan belum mengakui kewajiban atas penggunaan barang dan jasa yang dikuasai pihak lain, perusahaan mempunyai keharusan untuk membayar atau melakukan pengorbanan sumber ekonomik dimasa dating sehingga kewajiban timbul. Sebagai contoh adalah tariff (fee) pengiriman barang oleh perusahaan ekspedisi yang belum dibayar perusahaan. Jasa pengiriman telah dikonsumsi dan menimbulkan pendapatan sehingga biaya harus timbul diikuti dengan keneikan kewajiban.
  • 8. Lanjutan…. 2. Penurunan ekuitas Defenisi APB dan IAI secara eksplisit menyebutkan bahwa penurunan aset akhirnya akan mengubah ekuitas atau menurunkan ekuitas. Penurunan ekuitas lebih menegaskan pengertian biaya karena tidak setiap penurunan asset mengakibatkan penurunan ekuitas. Misalnya pembagian dividen kas merupakan penurunan asset tetapi tidak dapat disebut sebagai biaya. Jadi, penurunan ekuitas hanya merupakan karakteristik pendukung makna biaya.
  • 9. ALIRAN FISIS ATAU MONETER • FASB memisahkan antara pengertian biaya dan pengukuran biaya. Bahwa biaya timbul dari penyerahan/ produksi barang atau dari pelaksanaan jasa member isyarat bahwa FASB memaknai biaya (penurunan asset) sebagai kejadian fisis. Secara semantic, biaya seharusnya didefenisikan sebagai perubahan atau penurunan nilai sehingga timbulnya biaya harus merupakan kejadian moneter. Defenisi kam dilandasi oelh pemikiran bahwa biaya merupakan kejadian moneter yaitu perubahan nilai asset, kewajiban, atau ekuitas. Nilai ini diukur dengan kos barang dan jasa yang dapat dikuasai dan dimanfaatkan kesatuan usaha melalui penyerahan asetm(pembelian tunai), penimbulan kewajiban (pembelian kredit), dan peningkatan ekuitas (pembelian dengan saham perusahaan sebagai penghargaan). • Defenisi Kam mengisyaratkan bahwa pemanfaatan barang dan jasa meruakan upaya kesatuan usaha dalam rangkamenghasilkan pendapatan. Upaya tersebut diukur dengan kos barang danjasa untuk menciptakan pendapatan. Keunggulan defenisi Kam disbanding FASB adalah pemasukan perioda sekarang sebagai wadah atau takaran untuk menghubungkan pendapatan dengan biaya.
  • 10. Rugi kunci yang melekat pada pengertian rugi adalah: • Penurunan ekuitas (asset bersih) • Transaksi peripheral atau incidental • Selain apa yang didefenisikan sebagai biaya atau selain distribusi ke pemilik Rugi perlu didefenisi sebagai elemen dan dibedakan dengan biaya oleh FASB karena sifat terjadinya sebagaimana disebut dalam karakteristik (2) di atas. Untuk disebut rugi, kejadian yang menimbulkan harus peripheral atau incidental atau di luar kendali manajemen.
  • 11. Empat sumber rugi yang diidentifikasi FASB adalah: • Periferal dan insidental: misalnya penjualan investasi dalam suratsurat berharga, penjualan asset tetap, pelunasan utang obligasi sebelum jatuh tempo. • Transfer nontimbal-balik dengan pihak lain: misalnya pencurian dan pembayaran ganti rugi dari kekalahan dalam tuntutan perkara hokum. • Penahanan asset: misalnya penurunan harga sekuritas investasi, penurunan nialai tukar valuta asing, dan penurunan harga karena penahanan sediaan. • Faktor lingkungan: misalnya ganti rugi asuransi musibah alam yang lebih rendah daari kos asset yang rusak. Contoh lain adalah lenyapnya manfaat asset yang tidak diasuransikan akibat kebakaran. Kos yang telah dikorbankan tetapi tidak ada imbalan barang atau jasa yang diterima (tidak dapat dihubungkan dengan pendapatan) tidak dapat dianggap sebagai rugi begitu saja
  • 12. PENGAKUAN BIAYA • Pengakuan biaya tidak dibedakan dengan pengakuan rugi. Pengakuan menyangkut masalah criteria pengakuan yaitu apa yang harus dipenuhi agar penurunan nilai asset yang memenuhi defenisi biaya tau rugi dapat diakui dan masalah saat pengakuan yaitu peristiwa atau kejadian apa yang menandai bahwa criteria pengakuan telah dipenuhi.
  • 13. KRITERIA PENGAKUAN BIAYA Biaya dan rugi pada umumnya diakui bila mana salah satu dari dua criteria berikut dipenuhi (SFAC No. 5, prg. 85): 1. Konsumsi manfaat Biaya atau rugi diakui bila mana manfaat ekonomik yang dikuasai suatu entitas telah dimanfaatkan atau dikonsumsi dalam pengiriman atau pembuatanbarang, penyerahan atau pelaksanaan jasa, atau kegiatan lain yang merepresentasikan operasi utama atau sentral entitas tersebut. 2. Lenyapnya atau berkurangnya manfaat masa datang Biaya atau rugi diakui bila mana asset yang telah diakui sebelumnya diperkirakan telah berkurang manfaat ekonomiknya atau tidak lagi mempunyai manfaat ekonomik.
  • 14. KAIDAH ATAU SAAT PENGAKUAN FASB • Konsumsi manfaat Konsumsi manfaat ekonomik selama suatu perioda dapat diakui langsung pada saat terjadinya atau diakui bersamaan dengan pengakuan pendapatan yang berkaitan. • Lenyapnya atau berkurangnya manfaat masa datang Biaya atau rugi diakui bila telah menjadi nyata atau jelas bahwa manfaat ekonomik masa dating suatu asset yang diakui sebelumnya telah berkurang atau lenyap atau bahwa kewajiban timbul atau bertambah tanpa adanya manfaat.
  • 15. KAIDAH ATAU SAAT PENGAKUAN APB 1. Mengasosiasikan sebab dan akibat. Beberapa kos diakui sebagai biaya atas dasar asosiasi langsung dengan pendapatan tertentu. 2. Alokasi sistemantik dan rasional. Bila tidak ada cara langsung untuk mengasosiasikan sebab dan akibat, beberapa kos diasosiasikan dengan perioda sebagai biaya atas dasar usahauntuk mengalokasikan kos secara sistemantik dan rasional ke beberapa perioda yang diperkirakan menikmati manfaat. 3. Pengakuan segera. Beberapa kos diasosiasikan dengan perioda berjalan dengan biaya
  • 16. Proses dan Konsep Penandingan • Proses penandingan adalah proses penentuan laba dengan cara mengukur atau menakar dahulu pendapatan untuk suatu perioda dan barulah kemudian menentukan biaya yang berkaitan dengan pendapatan tersebut • Konsep atau prinsip penandingan adalah dasar pemikiran untuk menghubungkan pendapatan dan biaya sehingga laba yang dihasilkan bermakna. • Konsep penandingan menyatakan bahwa untuk mendapatkan laba periodik yang bermakna maka pendapatan yang diakui untuk suatu perioda harus ditandingkan (diasosiasi) dengan biaya yang dianggap telah menciptakan pendapatan tersebut.
  • 17. SAAT PENGAKUAN BIAYA • Karena pendapatan suatu perioda ditentukan terlebih dahulu, prinsip penandingan juga menentukan saat pengakuan biaya. Kaidah atau saat pengakuan FASB dan APB dikembangkan atas dasar konsep penandingan untuk menentukan laba periodik secara tepat. Tiap ketentuan diasarkan atas pertimbangan berikut: 1) Hubungan atau asosiasi dengan pendapatan. 2) Biaya diakui/ dilaporkan dalam perioda yang sama dengan perioda diakui dilaporkannya pendapatan
  • 18. BASIS ASOSIASI ANTARA BIAYA DAN PENDAPATAN 1. Asosiasi Sebab dan Akibat 2. Alokasi Sistemantik dan Rasional 3. Pembebanan arbitrer
  • 19. 1. Asosiasi Sebab dan Akibat Konsep upaya dan capaian menyatakan bahwa biaya merupakan upaya dalam rangka mendapatkan capaian berupa pendapatan. Ini berarti ada hubungan sebab akibat antara biaya dan pendapatan. Oleh karena itu, basis penandingan yang paling tidak masuk akal adalah sebab akibat walaupun basis ini lebih merupakan asumsi dari pada kenyataan karena dalam banyak hal sulit dibuktikan secara meyakinkan bahwa biaya menyebabkan pendapatan.
  • 20. 2. Alokasi Sistemantik dan Rasional Alokasi sistemantik dan rasional merupakan proses penandingan dengan perioda sebagai penakar pendapatan dan biaya. Proses ini sering disebut penandingan perioda. Dalam pengakuan biaya, diasumsikan bahwa yang menerima manfaat dari potensi jasa adalah perioda bukannya produk.
  • 21. 3. Pembebanan arbitrer Kalau tidak ada alasan yang kuat untuk menunda pembebanan kos untuk mencapai penandingan sebab akibat dan juga tidak ada dasar alokasi yang layak, suatu kos biasanya akan langsung dibebankan dalam perioda terjadinya. Ini berarti bahwa kos ditandingkan dengan pendapatan secara arbitrer. Penandingan arbitrer tidak selalu berkaitan dengan pengakuan rugi. Kos suatu potensi jasa akan segera diakui sebagai biaya atau rugi kalau terbukti bahwa manfaat ekonomiknya menjadi lenyap atau berkurang.