Successfully reported this slideshow.
Makalah  Sistem Informasi AkuntansiNama : Rangga SetiagaNPM : 15110636Kelas : 3KA13    UNIVERSITAS GUNADARMA           PTA...
KATA PENGANTAR     Makalah ini saya susun dengan tujuan untuk mengerjakan tugasmatakuliah Sistem Informasi Akuntansi dari ...
DAFTAR ISICover .............................................................................................................
BAB 1                                 PENDAHULUAN1.1 Pengertian Sistem Informasi AkuntansiSistem Informasi Akuntansi (SIA)...
1.2 Cara KerjaUntuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa pertanyaansebagai berikut :   •   Bagaim...
2                                              BAB 2                                     PEMBAHASAAN2.1 E-BusinessE-Busine...
7. Komunikasi instan. Terus mengikuti perkembangan dari calon pembeli atau pelanggan tetap      untuk menjaga kepercayaan ...
Kerahasiaan dan PribadiKerahasiaan adalah sejauh mana suatu bisnis menyediakan informasi pribadi yang tersedia        untu...
Tanpa PenyangkalanHal ini berkaitan dengan adanya bukti dalam transaksi. Sebuah bisnis harus memiliki jaminanbahwa pihak y...
termasuk daerah di keamanan fisik, penyimpanan data, transmisi data, pengembanganaplikasi, dan sistem administrasi.Keamana...
itu, informasi hanya harus disimpan untuk jangka waktu yang singkat, dan setelah tidak lagidiperlukan harus dihapus untuk ...
Solusi KeamananKetika datang ke solusi keamanan, ada beberapa tujuan utama yang harus dipenuhi. Tujuan       ini adalah da...
masa mendatang, terbuka kemungkinan adanya penggunaan media jaringan lain selaininternet dalam e-commerce. Jadi pemikiran ...
1.   Electronic Markets (EMs)     EMs adalah sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi     untuk m...
Internet commerce adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi    informasi dan komunikasi untuk perdagangan. Kegiat...
2.2.5 Produk digital dan non digitalProduk-produk digital seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat d...
Business to Business (B2B) adalah sistem komunikasi bisnis on-line antar pelaku   bisnis, sedangkan Business to Consumer (...
Kontrak melalui e-mail adalah salah satu kontrak on-line yang sangat populer karena       pengguna e-mail saat ini sangat ...
Contoh Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis                                              152.3 ...
Mencapai keamanan dan pengendalian yang memadai atas sumber daya informasi organisasi,harus menjadi prioritas pihak manaje...
Bagi setiap prinsip keandalan di atas, tiga kriteria berikut ini dikembangkan untukmengevaluasi pencapaian prinsip-prinsip...
•   Kegagalan hardware              •   Kesalahan atau terdapat kerusakan pada software, kegagalan sistem operasi,        ...
6.    Pencurian atau kecurangan pendistribusian pembayaran7.    Kehilangan atau tidak terotorisasi data pembayaran8.    Pe...
Otorisasi atas transaksi; Pengamanan yang memadai; Cek independen atas kinerja         rekan sekerja; Penilaian (valuation...
•   Pemisahan tugas   •   Pengendalian fisik   •   Review terhadap kinerjaPENGENDALIAN UMUMMeliputi:   •   Pengendalian or...
Dokumentasi yang baik berguna untuk efisiensi dalam perbaikan bug sistem, untuk efisiensi   dalam pengembangan tambahan ap...
PENGENDALIAN APLIKASIMeliputi:   • Pengendalian otorisasi,   • Pengendalian input, dapat berupa edit test pada saat data d...
Proses Pengendalian Internal :Proses Pengendalian Internal adalah sebuah proses yang dirancang untuk memastikan bahwatujua...
•   Informasi dan Komunikasi   •   Monitoring                                              24LINGKUNGAN PENGENDALIAN INTER...
dengan baik. Perubahan terhadap sistem informasi mesti dilakukan melalui persetujuantertulis.                             ...
Beberapa ancaman menunjukkan resiko yang lebih besar karena probabilitas kemunculannyalebih besar, misalnya :    • Perusah...
•   tindak kekerasan dan bencana alamPaparan terhadap risiko dipengaruhi oleh:   • Frekuensi kejadian. Contoh: penjualan. ...
•   Semua transaksi yang valid mesti direkam dan diinputkan tepat waktu dengan cukup       .detail sehingga transaksi dapa...
29                              DAFTAR PUSTAKAKrismiaji. 2002. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta. UPP AMP YYKPNSkrips...
Makalah Sistem Informasi Akuntansi
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Makalah Sistem Informasi Akuntansi

42,623 views

Published on

Tugas Sistem Informasi Akuntansi

Published in: Technology
  • Be the first to comment

Makalah Sistem Informasi Akuntansi

  1. 1. Makalah Sistem Informasi AkuntansiNama : Rangga SetiagaNPM : 15110636Kelas : 3KA13 UNIVERSITAS GUNADARMA PTA 2012 / 2013
  2. 2. KATA PENGANTAR Makalah ini saya susun dengan tujuan untuk mengerjakan tugasmatakuliah Sistem Informasi Akuntansi dari berbagai refrensi lainnya. Pada makalah ini diberikan materi tentang e-business, e-commercial,system informasi dan computer, dan pengendalian system informasi dan SIA. Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dansangat jauh dari sempurna, baik dari segi isi, susunan, maupun bahasa. Untukitu segala tegur sapa dan kritik membangun dari segenap pembaca sangatPenyusun harapan. Mohon maaf apabila dalam makalah ini masih banyak tulisan yang salahdan banyak menggunakan kata-kata yang tidak baku. Dan tidak lupa kepada Allah SWT yang telah mengijinkan saya untukmenyusun makalah ini, semoga pembaca dapat menikmati makalah yang sayatulis ini terimakasih. Depok, 3 Oktober 2012 Rangga Setiaga i
  3. 3. DAFTAR ISICover ...............................................................................................................................Kata Pengantar................................................................................................................. iDaftar Isi.......................................................................................................................... iiBAB I PENDAHULUAN 1.1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi..................................................... 1 1.2. Cara Kerja.................................................................................................. 2 1.3. Manfaat ..................................................................................................... 2BAB II PEMBAHASAAN 2.1. E-Business.................................................................................................. 3 2.2. E-Commercial ........................................................................................... 9 2.1. Pengendalian Sistem Informasi dan Komputer.......................................... 16 2.2. Pengendalian Sistem Informasi dan Ancaman SIA .................................. 18DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... ii
  4. 4. BAB 1 PENDAHULUAN1.1 Pengertian Sistem Informasi AkuntansiSistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segalasesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuahsistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain : • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi. • Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yangsecara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.SIA terdiri dari 3 subsistem: • Sistem pemrosesan transaksimendukung proses operasi bisnis harian. • Sistem buku besar/ pelaporan keuanganmenghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalianpajak. • Sistem pelaporan manajemenyang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khususserta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporankinerja, serta laporan pertanggungjawaban. 1
  5. 5. 1.2 Cara KerjaUntuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa pertanyaansebagai berikut : • Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan dengan aktivitas dan transaksi organisasi? • Bagaimana mentransformasi data kedalam informasi sehingga manajemen dapat menggunakan untuk menjalankan organisasi? • Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?1.3 ManfaatSebuah SIA menambah nilai dengan cara: • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien. • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan • Meningkatkan efisiensi • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan • Meningkatkan sharing knowledge • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
  6. 6. 2 BAB 2 PEMBAHASAAN2.1 E-BusinessE-Business atau Electronic business dapat didefinisikan sebagai aktivitas yang berkaitan secaralangsung maupun tidak langsung dengan proses pertukaran barang dan/atau jasa denganmemanfaatkan internet sebagai medium komunikasi dan transaksi, dan salah satu aplikasi teknologiinternet yang merambah dunia bisnis internal, melingkupi sistem, pendidikan pelanggan,pengembangan produk, dan pengembangan usaha. Secara luas sebagai proses bisnis yang bergantungpada sebuah sistem terotomasi. Pada masa sekarang, hal ini dilakukan sebagian besar melaluiteknologi berbasis web memanfaatkan jasa internet. Terminologi ini pertama kali dikemukakan olehLou Gerstner, CEO dari IBM.Marketspace adalah arena di internet, tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli secarabebas seperti layaknya di dunia nyata (marketplace). Mekanisme yang terjadi di marketspace padahakekatnya merupakan adopsi dari konsep “pasar bebas” dan “pasar terbuka”, dalam arti kata siapasaja terbuka untuk masuk ke arena tersebut dan bebas melakukan berbagai inisiatif bisnis yangmengarah pada transaksi pertukaran barang atau jasa.Seluruh perusahaan, tanpa perduli ukuran dan jenisnya, dapat menerapkan konsep e-Business, karenadalam proses penciptaan produk maupun jasanya, setiap perusahaan pasti membutuhkan sumber dayainformasi.7 strategi taktis untuk sukses dalam e-Business 1. Fokus. Produk-produk yang dijual di internet harus menjadi bagian yang fokus dari masing- masing manajer produk. 2. Banner berupa teks, karena respons yang diperoleh dari banner berupa teks jauh lebih tinggi dari banner berupa gambar. 3. Ciptakan 2 level afiliasi. Memiliki distributor penjualan utama dan agen penjualan kedua yang membantu penjualan produk/bisnis. 4. Manfaatkan kekuatan e-mail. E-mail adalah aktivitas pertama yang paling banyak digunakan di Internet, maka pemasaran dapat dilakukan melalui e-mail atas dasar persetujuan. 5. Menulis artikel. Kebanyakan penjualan adalah hasil dari proses edukasi atau sosialisasi, sehingga produk dapat dipasarkan melalui tulisan-tulisan yang informatif. 6. Lakukan e-Marketing. Sediakan sebagian waktu untuk pemasaran secara online.
  7. 7. 7. Komunikasi instan. Terus mengikuti perkembangan dari calon pembeli atau pelanggan tetap untuk menjaga kepercayaan dengan cara komunikasi langsung. 32.1.2 Model e-Business 1. Portal. 2. E-tailer. 3. Lelang. 4. Barter. 5. Penyedia Konten. 6. Komunitas. 7. Afiliasi 8. Broker transaksi2.1.3 Sistem Keamanan e-BusinessSecara alami, sistem keamanan e-Business lebih beresiko dibandingkan bisnis tradisional, oleh karenaitu penting untuk melindungi sistem keamanan e-Business dari resiko-resiko yang ada. Jumlah orangyang dapat mengakses e-Business melalui internet jauh lebih besar dibanding yang mengakses bisnistradisional. Pelanggan, pemasok, karyawan, dan pengguna lain banyak menggunakan sistem e-Business tertentu setiap hari dan mengharapkan rahasia dari informasi mereka tetap aman. Hackeradalah salah satu ancaman besar bagi keamanan e-Business. Beberapa hal yang menjadi perhatianpada keamanan sistem e-Business adalah pribadi dan rahasia, keabsahan data, dan integritas data.Beberapa metode untuk melindungi keamanan e-Business dan menjaga informasi tetap aman adalahmenjaga keamanan fisik serta penyimpanan data, transmisi data, perangkat lunak anti-virus, firewall,dan enkripsi.2.1.4 Masalah Keamanan e-Business
  8. 8. Kerahasiaan dan PribadiKerahasiaan adalah sejauh mana suatu bisnis menyediakan informasi pribadi yang tersedia untuk bisnis lain dan individu lain. Bisnis apapun harus menjaga kerahasiaan informasi agar tetap aman dan hanya dapat diakses oleh penerima yang dimaksud. Untuk menjaga informasi tetap aman dan terjaga, setiap catatan transaksi dan berkas lain perlu dilindungi dari akses yang tidak sah, serta memastikan transmisi data dan penyimpanan informasi yang aman. Cara enkripsi dan firewall adalah yang mengatur sistem ini. 4Keabsahan DataTransaksi e-Business memiliki tantangan yang lebih besar untuk membangun keabsahankarena data dari internet sangat mudah untuk diubah dan disalin. Kedua belah pihak yangterkait dalam e-Business sama-sama ingin memastikan keaslian masing-masing rekan,terutama jika salah satu pihak akan melakukan pemesanan dan transaksi pembayaranelektronik. Salah satu cara yang umum untuk memastikan hal ini adalah dengan membatasiakses ke jaringan Internet dengan menggunakan teknologi Virtual Private Network.Pembuktian keabsahan yang lebih rumit adalah dengan adanya kata kunci rahasia atau pin,kartu kredit, dan pengenalan suara. Sebagian besar transaksi e-Business diverifikasi denganmemeriksa kartu kredit dan nomor kartu kredit pembeli.Integritas DataIntegritas data menjawab pertanyaan "Dapatkah informasi diubah atau dirusak dengan berbagai cara?". Hal ini mengarah pada jaminan kesamaan pesan yang diterima dengan pesan yang dikirim. Sebuah bisnis perlu merasa yakin bahwa data tidak diubah dalam perjalanan, baik sengaja atau karena kecelakaan. Untuk membantu integritas data, firewall melindungi data yang disimpan terhadap akses yang tidak sah, seraya menyimpan data cadangan yang mungkin berguna untuk pemulihan data.
  9. 9. Tanpa PenyangkalanHal ini berkaitan dengan adanya bukti dalam transaksi. Sebuah bisnis harus memiliki jaminanbahwa pihak yang menerima atau pembeli tidak dapat menyangkal bahwa transaksi telahterjadi, dan ini berarti memiliki bukti yang cukup untuk membuktikan transaksi. Salah satucara untuk mengatasi penyangkalan ini adalah menggunakan tanda tangan digital. Sebuahtanda tangan digital tidak hanya memastikan bahwa pesan atau dokumen elektronik telahditandatangani oleh seseorang, tapi karena tanda tangan digital hanya dapat dibuat oleh satuorang, juga menjamin bahwa orang ini tidak dapat menyangkal di kemudian waktu bahwamereka memberikan tanda tangan mereka. 5Kontrol AksesKetika suatu sumber data dan informasi elektronik hanya terbatas pada beberapa individuyang berwenang, pelaku bisnis dan pelanggannya harus memiliki jaminan bahwa tidak adaorang lain dapat mengakses informasi tersebut. Ada beberapa teknik untuk mengatur kontrolakses ini, yaitu firewall, hak akses, identifikasi pengguna dan teknik otentikasi (sepertipassword dan sertifikat digital), Virtual Private Network (VPN), dan banyak lagi.Ketersediaan LayananHal ini secara khusus berhubungan dengan penyediaan layanan dan informasi bagi pelangganbisnis. Pesan harus disampaikan dalam cara yang dapat diandalkan dan tepat waktu, daninformasi harus dapat disimpan dan diambil sesuai kebutuhan. Karena ketersediaan layananpenting untuk semua website e-Business, langkah-langkah tertentu harus diambil untukmencegah gangguan layanan oleh peristiwa-peristiwa seperti listrik padam dan kerusakaninfrastruktur fisik. Contohnya, tersedianya data cadangan, sistem pemadaman api, sistemUninterrupted Power Supply (UPS), perlindungan virus, serta memastikan bahwa adakapasitas yang memadai untuk menangani kesibukan yang ditimbulkan oleh lalu lintasjaringan yang berat.2.1.5 Keamanan Umum untuk Sistem e-BusinessBerbagai bentuk keamanan ada untuk e-Business. Beberapa pedoman keamanan umum
  10. 10. termasuk daerah di keamanan fisik, penyimpanan data, transmisi data, pengembanganaplikasi, dan sistem administrasi.Keamanan FisikMeskipun e-Business dilakukan secara online, tetapi perlu ada langkah-langkah keamananfisik yang diambil untuk melindungi bisnis secara keseluruhan, gedung tempat server dankomputer harus dilindungi dan memiliki akses terbatas pada karyawan dan orang lain.Misalnya, ruangan tersebut hanya memungkinkan pengguna yang berwenang untuk masuk,dan harus memastikan bahwa jendela, langit-langit, saluran udara yang besar, dan lantaibertingkat tidak mengizinkan akses mudah ke orang yang tidak sah. 6Lebih baik untuk menyimpan unit-unit penting di ruangan tertutup yang ber-AC. Berjaga-jagaterhadap lingkungan sama pentingnya dengan menjaga keamanan fisik dari pengguna yangtidak sah. Ruangan dapat melindungi peralatan terhadap banjir dengan menjaga semuaperalatan tidak bersentuhan langsung dengan lantai. Selain itu, ruangan harus tersedia sistempemadam api jika terjadi kebakaran. Organisasi harus memiliki rencana penanganankebakaran jika muncul situasi yang seperti ini. Selain menjaga keamanan server dankomputer, keamanan fisik dari informasi yang bersifat rahasia juga penting. Informasi klienseperti nomor kartu kredit, cek, nomor telepon, dan juga termasuk semua informasi pribadiorganisasi. Mengunci salinan fisik dan elektronik di laci atau lemari merupakan salah satutambahan keamanan. Pintu dan jendela yang mengarah ke daerah ini juga harus amanterkunci. Karyawan yang mempunyai akses menggunakan informasi ini hanyalah sebagaibagian dari pekerjaan mereka.Penyimpanan DataMenyimpan data dengan cara yang aman adalah sangat penting untuk semua bisnis, tetapiterutama untuk e-Business di mana sebagian besar data yang disimpan secara elektronik.Data yang bersifat rahasia tidak boleh disimpan pada server e-Business, tapi sebaiknyadipindahkan ke komputer lain untuk disimpan. Jika perlu, mesin ini tidak boleh langsungterhubung ke internet, dan juga harus disimpan di tempat yang aman. Informasi tersebutharus disimpan dalam format yang terenkripsi. Setiap informasi yang sangat sensitif tidakboleh disimpan jika mungkin. Jika ada data yang tidak terlalu penting, simpanlah di beberapamesin atau sistem yang tidak mudah diakses. Langkah-langkah keamanan tambahan harusdiambil untuk melindungi informasi ini (seperti kunci pribadi) jika memungkinkan. Selain
  11. 11. itu, informasi hanya harus disimpan untuk jangka waktu yang singkat, dan setelah tidak lagidiperlukan harus dihapus untuk mencegah jatuh ke tangan yang salah. Demikian pula,cadangan data dan salinan informasi harus disimpan yang aman dengan langkah-langkahkeamanan yang sama seperti informasi yang asli. Setelah cadangan tidak lagi diperlukan,harus dihancurkan secara hati-hati dan menyeluruh. 7Transmisi Data dan Pengembangan AplikasiSemua informasi penting yang akan dikirim harus dienkripsi. Pihak pebisnis dapat memilihuntuk menolak klien yang tidak dapat menerima tingkat enkripsi. Informasi rahasia dansensitif sebaiknya juga tidak pernah dikirim melalui e-mail. Jika itu harus, maka harusdienkripsi juga. Mentransfer dan menampilkan informasi yang aman harus dijaga seminimalmungkin. Hal ini dapat dilakukan dengan tidak menampilkan nomor kartu kredit secarapenuh. Hanya beberapa nomor yang dapat ditampilkan, dan perubahan informasi ini dapatdilakukan tanpa menampilkan nomor lengkap. Hal ini juga harus memungkinkan penggunauntuk mengambil informasi secara online.Sistem AdministrasiKeamanan pada sistem operasi dasar harus cepat ditingkatkan. Tambahan dan pembaharuanperangkat lunak harus diterapkan secara tepat waktu. Perubahan sistem konfigurasi semuaharus disimpan dalam daftar berkas dan segera diperbarui. Sistem administrator harus terusmengawasi kegiatan yang mencurigakan dalam bisnis dengan memeriksa daftar berkas danmeneliti berulang-ulang kegagalan yang tercatat dalam berkas. Mereka juga bisa memantausistem e-Business mereka dan mencari setiap celah di keamanan.Hal ini penting untukmenguji apakah rencana keamanan sudah tepat dan bisa benar-benar bekerja.
  12. 12. Solusi KeamananKetika datang ke solusi keamanan, ada beberapa tujuan utama yang harus dipenuhi. Tujuan ini adalah data integritas, otentikasi kuat, dan privasi. 82.2 E-CommercialPerdagangan sebenarnya merupakan kegiatan yang dilakukan manusia sejak awalperadabannya. Sejalan dengan perkembangan manusia, cara dan sarana yang digunakanuntuk berdagang senantiasa berubah. Bentuk perdagangan terbaru yang kian memudahkanpenggunanya kini ialah e-commerce. Makhluk apa sesungguhnya e-commerce itu, bagaimanaia dapat mempermudah penggunanya, serta peran pentingnya akan dibahas dalam tulisan ini.2.2.1 Pengertian E-CommerceElectronic Commerce (Perniagaan Elektronik), sebagai bagian dari Electronic Business(bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission), oleh para ahli danpelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce dapat didefinisikansebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods andservice) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan diatas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis.Kesimpulannya, “e-commerce is a part of e-business”.Media elektronik yang dibicarakan di dalam tulisan ini untuk sementara hanya difokuskandalam hal penggunaan media internet. Pasalnya, penggunaan internetlah yang saat ini palingpopuler digunakan oleh banyak orang, selain merupakan hal yang bisa dikategorikan sebagaihal yang sedang ‘booming’. Perlu digarisbawahi, dengan adanya perkembangan teknologi di
  13. 13. masa mendatang, terbuka kemungkinan adanya penggunaan media jaringan lain selaininternet dalam e-commerce. Jadi pemikiran kita jangan hanya terpaku pada penggunaanmedia internet belaka. Penggunaan internet dipilih oleh kebanyakan orang sekarang inikarena kemudahan-kemudahan yang dimiliki oleh jaringan internet, yaitu:Internet sebagai jaringan publik yang sangat besar (huge/widespread network), layaknya yangdimiliki suatu jaringan publik elektronik, yaitu murah, cepat dan kemudahan akses.Menggunakan electronic data sebagai media penyampaian pesan/data sehingga dapatdilakukan pengiriman dan penerimaan informasi secara mudah dan ringkas, baik dalambentuk data elektronik analog maupun digital. 9Dari apa yang telah diuraikan di atas, dengan kata lain; di dalam e-commerce, para pihakyang melakukan kegiatan perdagangan/perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringanpublik (public network) yang dalam perkembangan terakhir menggunakan media internet.E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers),manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries)dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (komputer networks) yaitu internet.Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, mengemukakan bahwa e-commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki artiyang berbeda bagi orang yang berbeda.Sedangkan Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip pendapatnya David Baum,menyebutkan bahwa: “e-commerce is a dynamic set of technologies, aplications, andbusiness procces that link enterprises, consumers, and communities through electronictransaction and the electronic exchange of goods, services, and information”. Bahwa e-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yangmenghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik danperdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.E-commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu denganperusahaan yang lain, antara perusahaan dengan pelanggan (customer), atau antaraperusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan public. Jika diklasifikasikan,sistem e-commerce terbagi menjadi tiga tipe aplikasi, yaitu:
  14. 14. 1. Electronic Markets (EMs) EMs adalah sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan/menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan. Keuntungan fasilitas EMs bagi pelanggan adalah terlihat lebih nyata dan efisien dalam hal waktu. Sedangkan bagi penjual, ia dapat mendistribusikan informasi mengenai produk dan service yang ditawarkan dengan lebih cepat sehingga dapat menarik pelanggan lebih banyak. 102. Electronic Data Interchange (EDI). EDI adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi reguler yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial. Secara formal EDI didefinisikan oleh International Data Exchange Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disetujui yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain dengan menggunakan media elektronik”. EDI sangat luas penggunaannya, biasanya digunakan oleh kelompok retail yang besar ketika melakukan bisnis dagang dengan para supplier mereka. EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer yang satu ke sistem komputer yang lain tanpa memerlukan hardcopy, faktur, serta terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia. Keuntungan dalam menggunakan EDI adalah waktu pemesanan yang singkat, mengurangi biaya, mengurangi kesalahan, memperoleh respon yang cepat, pengiriman faktur yang cepat dan akurat serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik.3. Internet Commerce
  15. 15. Internet commerce adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk perdagangan. Kegiatan komersial ini seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirim melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual. Penggunaan internet sebagai media pemasaran dan saluran penjualan terbukti mempunyai keuntungan antara lain untuk beberapa produk tertentu lebih sesuai ditawarkan melalui internet; harga lebih murah mengingat membuat situs di internet lebih murah biayanya dibandingkan dengan membuka outlet retail di berbagai tempat; internet merupakan media promosi perusahaan dan produk yang paling tepat dengan harga yang relatif lebih murah; serta pembelian melalui internet akan diikuti dengan layanan pengantaran barang sampai di tempat pemesan. 112.2.2 Karakteristik E-Commerce.Berbeda dengan transaksi perdagangan biasa, transaksi e-commerce memiliki beberapakarakteristik yang sangat khusus, yaitu :2.2.3 Transaksi tanpa batasSebelum era internet, batas-batas geografi menjadi penghalang suatu perusahaan atauindividu yang ingin go-international. Sehingga, hanya perusahaan atau individu denganmodal besar yang dapat memasarkan produknya ke luar negeri.Dewasa ini dengan internetpengusaha kecil dan menengah dapat memasarkan produknya secara internasional cukupdengan membuat situs web atau dengan memasang iklan di situs-situs internet tanpa bataswaktu (24 jam), dan tentu saja pelanggan dari seluruh dunia dapat mengakses situs tersebutdan melakukan transaksi secara on line.2.2.4 Transaksi anonimPara penjual dan pembeli dalam transaksi melalui internet tidak harus bertemu muka satusama lainnya. Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang mengenaipembayarannya telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan, yangbiasanya dengan kartu kredit.
  16. 16. 2.2.5 Produk digital dan non digitalProduk-produk digital seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat digitaldapat dipasarkan melalui internet dengan cara mendownload secara elektronik. Dalamperkembangannya obyek yang ditawarkan melalui internet juga meliputi barang-barangkebutuhan hidup lainnya. 122.2.6 Produk barang tak berwujudBanyak perusahaan yang bergerak di bidang e-commercen dengan menawarkan barang takberwujud separti data, software dan ide-ide yang dijual melalui internet.Implementasi e-commerce pada dunia industri yang penerapannya semakin lama semakinluas tidak hanya mengubah suasana kompetisi menjadi semakin dinamis dan global, namuntelah membentuk suatu masyarakat tersendiri yang dinamakan Komunitas Bisnis Elektronik(Electronic Business Community). Komunitas ini memanfaatkan cyberspace sebagai tempatbertemu, berkomunikasi, dan berkoordinasi ini secara intens memanfaatkan media daninfrastruktur telekomunikasi dan teknologi informasi dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari. Seperti halnya pada masyarakat tradisional, pertemuan antara berbagai pihak denganberagam kepentingan secara natural telah membentuk sebuah pasar tersendiri tempatbertemunya permintaan (demand) dan penawaran (supply). Transaksi yang terjadi antarademand dan supply dapat dengan mudah dilakukan walaupun yang bersangkutan beradadalam sisi geografis yang berbeda karena kemajuan dan perkembangan teknologi informasi,yang dalam hal ini adalah teknologi e-commerce.Secara umum e-commerce dapat diklasifasikan menjadi dua jenis yaitu : 1. Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C).
  17. 17. Business to Business (B2B) adalah sistem komunikasi bisnis on-line antar pelaku bisnis, sedangkan Business to Consumer (B2C) merupakan mekanisme toko on-line (electronic shopping mall), yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer Dalam Business to Business pada umumnya transaksi dilakukan oleh para trading partners yang sudah saling kenal dengan format data yang telah disepakati bersama. Sedangkan dalam Business to Customer sifatnya terbuka untuk publik, sehingga setiap individu dapat mengaksesnya melalui suatu web server. Dalam kajian ini, untuk selanjutnya yang akan dibahas adalah Business to Customer.2. Mekanisme E-Commerce. Transaksi elektronik antara e-merchant (pihak yang menawarkan barang atau jasa melalui internet) dengan e-customer (pihak yang membeli barang atau jasa melalui internet) yang terjadi di dunia maya atau di internet pada umumnya berlangsung secara paperless transaction, sedangkan dokumen yang digunakan dalam transaksi tersebut bukanlah paper document, melainkan dokumen elektronik (digital document). 13 Kontrak on line dalam e-commerce menurut Santiago Cavanillas dan A. Martines Nadal, seperti yang dikutip oleh Arsyad Sanusi memiliki banyak tipe dan variasi yaitu :1. Kontrak melalui chatting dan video conference.2. Kontrak melalui e-mail.3. Kontrak melalui web atau situs. Chatting dan Video Conference adalah alat komunikasi yang disediakan oleh internet yang biasa digunakan untuk dialog interaktif secara langsung. Dengan chatting seseorang dapat berkomunikasi secara langsung dengan orang lain persis seperti telepon, hanya saja komunikasi lewat chatting ini adalah tulisan atau pernyataan yang terbaca pada komputer masing-masing. Sesuai dengan namanya, video conference adalah alat untuk berbicara dengan beberapa pihak dengan melihat gambar dan mendengar suara secara langsung pihak yang dihubungi dengan alat ini. Dengan demikian melakukan kontrak dengan menggunakan jasa chatting dan video conference ini dapat dilakukan secara langsung antara beberapa pihak dengan menggunakan sarana komputer atau monitor televisi.
  18. 18. Kontrak melalui e-mail adalah salah satu kontrak on-line yang sangat populer karena pengguna e-mail saat ini sangat banyak dan mendunia dengan biaya yang sangat murah dan waktu yang efisien. Untuk memperoleh alamat e-mail dapat dilakukan dengan cara mendaftarkan diri kepada penyedia layanan e-mail gratis atau dengan mendaftarkan diri sebagai subscriber pada server atau ISP tertentu. Kontrak e-mail dapat berupa penawaran yang dikirimkan kepada seseorang atau kepada banyak orang yang tergabung dalam sebuah mailing list, serta penerimaan dan pemberitahuan penerimaan yang seluruhnya dikirimkan melalui e-mail. Di samping itu kontrak e-mail dapat dilakukan dengan penawaran barangnya diberikan melalui situs web yang memposting penawarannya, sedangkan penerimaannya dilakukan melalui e-mail. Kontrak melalui web dapat dilakukan dengan cara situs web seorang supplier (baik yang berlokasi di server supplier maupun diletakkan pada server pihak ketiga) memiliki diskripsi produk atau jasa dan satu seri halaman yang bersifat self- contraction, yaitu dapat digunakan untuk membuat kontrak sendiri, yang memungkinkan pengunjung web untuk memesan produk atau jasa tersebut. 14Para konsumen harus menyediakan informasi personal dan harus menyertakan nomor kartukredit. Selanjutnya, mekanismenya adalah sebagai berikut: • untuk produk on line yang berupa software, pembeli diizinkan untuk men-download- nya; • untuk produk yang berwujud fisik, pengiriman barang dilakukan sampai di rumah konsumen. • untuk pembelian jasa, supplier menyediakan untuk melayani konsumen sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam perjanjian. Mekanisme transaksi elektronik dengan e-commerce dimulai dengan adanya penawaran suatu produk tertentu oleh penjual (misalnya bertempat kedudukan di USA) di suatu website melalui server yang berada di Indonesia (misalnya detik.com). Apabila konsumen Indonesia melakukan pembelian, maka konsumen tersebut akan mengisi order mail yang telah disediakan oleh pihak penjual.
  19. 19. Contoh Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis 152.3 Pengendalian Sistem Informasi dan Komputer2.3.1 Pengendalian Sistem Informasi Berdasarkan KomputerDi dunia saat ini, makin banyak perusahaan yang bergantung pada teknologi informasi (TI)untuk memproses informasi bisnisnya secara elektronis. Organisasi menggunakan TI untukmenjalankan bisnisnya, produksinya, dan melaksanakan pelayanannya. Perusahaan tidakdapat lagi membangun penghalang di sekeliling sistem informasinya serta mengunci semuaorang di luar. Sebaliknya, mereka harus berbagi informasi dan menggunakan TI untukmenghubungkan sistem informasinya dengan pihak-pihak yang sering berinteraksi denganmereka, yaitu: pelanggan, vendor, pegawai, mitra bisnis, pemegang saham, dan lembagapemerintah. Peningkatan hubungan ini membuat sistem informasi lebih rentan terhadapmasalah.
  20. 20. Mencapai keamanan dan pengendalian yang memadai atas sumber daya informasi organisasi,harus menjadi prioritas pihak manajemen puncak. Oleh karena sistem informasi berkembang,begitu pula dengan sistem pengendalian internal. Ketika bisnis bergeser dari sistem manualke sistem komputer utama, pengendalian baru harus dikembangkan untuk menurunkan ataumengendalikan risiko yang dibawa oleh sistem informasi berdasarkan komputer yang baruini. Oleh karena adanya pergeseran ke lingkungan e-commerce berdasarkan Internet,pengendalian baru perlu dikembangkan untuk mengendalikan munculnya risiko-risiko baru.Untungnya, perkembangan dalam sistem informasi dan dalam TI juga memberikankesempatan bagi organisasi untuk meningkatkan pengendalian internalnya.2.3.2 Apa yang Terdapat dalam Sistem Andal?Ada 4 prinsip secara umum untuk menetapkan apakah suatu sistem andal atau tidak, yaitu: 1. Ketersediaan (availability). Sistem tersebut tersedia untuk dioperasikan dan digunakan dengan mencantumkannya pada pernyataan atau perjanjian tingkat pelayanan. 2. Keamanan (security). Sistem dilindungi dari akses fisik maupun logis yang tidak memiliki otorisasi. Hal ini akan membantu mencegah: a) penggunaan yang tidak sesuai, pemutarbalikan, penghancuran atau pengungkapan informasi dan software, serta, b) pencurian sumber daya sistem. 16 3. Dapat dipelihara (maintainability). Sistem dapat diubah apabila diperlukan tanpa mempengaruhi ketersediaan, keamanan, dan integritas sistem. Hanya perubahan dokumen yang memiliki otorisasi dan teruji sajalah yang termasuk dalam sistem dan data terkait. Bagi seluruh perubahan yang telah direncanakan dan dilaksanakan, harus tersedia sumber daya yang mengelola, menjadwalkan, mendokumentasikan, dan mengkomunikasikan perubahan ke pihak manajemen dan para pemakai yang memiliki otorisasi. 4. Integritas (integrity). Pemrosesan sistem bersifat lengkap, akurat, tepat waktu dan diotorisasi. Sebuah sistem dikatakan memiliki integritas apabila dapat melaksanakan fungsi yang diperuntukkan bagi sistem tersebut secara keseluruhan dan bebas dari manipulasi sistem, baik yang tidak diotorisasi maupun yang tidak disengaja.
  21. 21. Bagi setiap prinsip keandalan di atas, tiga kriteria berikut ini dikembangkan untukmengevaluasi pencapaian prinsip-prinsip tersebut, yaitu: 1. Entitas memiliki tujuan kinerja (performance objective), kebijakan, dan standar yang telah ditetapkan, didokumentasikan, dan dikomunikasikan, dan telah memenuhi tiap prinsip keandalan. Tujuan Kinerja didefinisikan sebagai tujuan umum yang ingin dicapai entitas. Kebijakan adalah peraturan-peraturan yang memberikan arah formal untuk mencapai tujuan, dan mendorong kinerja. Standar merupakan prosedur yang dibutuhkan dalam implementasi, agar sesuai dengan kebijakan. 2. Entitas menggunakan prosedur, sumber daya manusia, software, data dan infrastruktur untuk mencapai setiap prinsip keandalan, dengan berdasarkan pada kebijakan dan standar yang telah ditetapkan. 3. Entitas mengawasi sistem dan mengambil tindakan untuk mencapai kesesuaian dengan tujuan, kebijakan, dan standar, untuk setiap prinsip keandalan.2.3.3 Pengendalian yang Berhubungan dengan Beberapa Prinsip KeandalanPengendalian berikut ini sesuai untuk beberapa prinsip keandalan, yaitu: perencanaanstrategis dan penganggaran, mengembangkan rencana keandalan sistem, dan melaksanakandokumentasi. 172.4 Pengendalian Sistem Informasi Dan SiaAncaman-ancaman atas SIA 1. Salah satu ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kehancuran karena bencana alam dan politik, seperti : • Kebakaran atau panas yang berlebihan • Banjir, gempa bumi • Badai angin, dan perang 2. Ancaman kedua bagi perusahaan adalah kesalahan pada software dan tidak berfungsinya peralatan, seperti :
  22. 22. • Kegagalan hardware • Kesalahan atau terdapat kerusakan pada software, kegagalan sistem operasi, gangguan dan fluktuasi listrik. • Serta kesalahan pengiriman data yang tidak terdeteksi. 3. Ancaman ketiga bagi perusahaan adalah tindakan yang tidak disengaja, seperti : • Kecelakaan yang disebabkan kecerobohan manusia • Kesalahan tidak disengaja karen teledor • Kehilangan atau salah meletakkan • Kesalahan logika • Sistem yang tidak memenuhi kebutuhan perusahaan 4. Ancaman keempat yang dihadapi perusahaan adalah tindakan disengaja, seperti : • Sabotase • Penipuan computer • Penggelapan 18Beberapa ancaman (threats) lainnya adalah :1. Merekrut karyawan yang tidak kualified Hiring of unqualified2. Pelanggaran hukum oleh karyawan (Violation of employment law)3. Perubahan yang tidak diotorisasi opada file induk pembayaran (master payroll file)4. Ketidakakuratan data waktu (Inaccurate time data)5. Ketidakakuratan proses pembayaran
  23. 23. 6. Pencurian atau kecurangan pendistribusian pembayaran7. Kehilangan atau tidak terotorisasi data pembayaran8. Performansi jelek Mengapa ancaman-ancaman SIA meningkat? • Peningkatan jumlah sistem klien/server memiliki arti bahwa informasi tersedia bagi para pekerja yang tidak baik. • Oleh karena LAN dan sistem klien/server mendistribusikan data ke banyak pemakai, mereka lebih sulit dikendalikan daripada sistem komputer utama yang terpusat. • WAN memberikan pelanggan dan pemasok akses ke sistem dan data mereka satu sama lain, yang menimbulkan kekhawatiran dalam hal kerahasiaan. Lingkungan Pengendalian • Lingkungan pengendalian terdiri dari faktor-faktor berikut ini : 1. Komitmen atas integritas dan nilai-nilai etika 2. Filosofi pihak manajemen dan gaya beroperasi 3. Struktur organisasional 4. Badan audit dewan komisaris 5. Metode untuk memberikan otoritas dan tanggung jawab 6. Kebijakan dan praktik-praktik dalam sumber daya manusia 7. Pengaruh-pengaruh eksternal 19 AKTIVITAS PENGENDALIAN Aktivitas pengendalian bertujuan untuk mengarahkan karyawan agar karyawan dapat bertindak sesuai dengan arahan manajer. • Aktivitas yang terkait dengan pelaporan keuangan. Meliputi: Perancangan dokumen yang baik dan penggunaan dokumen bernomor urut tercetak; Pemisahan tugas;
  24. 24. Otorisasi atas transaksi; Pengamanan yang memadai; Cek independen atas kinerja rekan sekerja; Penilaian (valuation) atas jumlah yang mesti dicatat yang tepat • Aktivitas yang terkait dengan pemrosesan informasi, meliputi pengendalian umum dan pengendalian aplikasi. Aktivitas ini membantu memastikan reliabilitas dan integritas sistem informasi yang memproses informasi keuangan maupun informasi non keuangan. Aktivitas pengendalian yang lain yang relevan dengan pelaporan keuangan adalah review atas kinerja, yang meliputi: 1. Membandingkan anggaran dan nilai aktual 2. Menganalisis kaitan antar data, melakukan investigasi dan tindakan korektif 3. Review atas kinerja fungsional atau area tertentuAktivitas Pengendalian • Secara umum, prosedur-prosedur pengendalian termasuk dalam satu dari lima kategori berikut ini : 1. Otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai 2. Pemisahan tugas 3. Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai 4. Penjagaan aset dan catatan yang memadai 5. Pemeriksaan independen atas kinerja20Aktivitas pengendalian dapat berupa:Pengendalian pengolahan informasi mencakup: • Otorisasi semestinya terhadap transaksi • Dokumen dan catatan • Pengecekan independen
  25. 25. • Pemisahan tugas • Pengendalian fisik • Review terhadap kinerjaPENGENDALIAN UMUMMeliputi: • Pengendalian organisasi. • Pengendalian dokumentasi. • Pengendalian akuntabilitas aktiva. • Pengendalian praktik manajemen. • Pengendalian operasi pusat informasi • Pengendalian otorisasi • Pengendalian aksesPENGENDALIAN ORGANISASIOrganisasi menetapkan hubungan kerja antara karyawan dan unit organisasi. Strukturorganisasi dirancang sedemikian rupa sehingga menghasilkan organisasi yang independen.Organisasi yang independen adalah struktur organisasi yang memisahkan wewenang dantanggung jawab sedemikian rupa sehingga fungsi yang tidak kompatibel dipisahkan. Selainmelalui pemisahan tugas, pengendalian juga dicapai dengan monitoring.Dalam sistem manual, karyawan yang menangani aktiva mesti dipisahkan dari karyawanyang memiliki otorisasi untuk melaksanakan suatu transaksi dan karyawan yang bertanggungjawab untuk mencatat transaksi.Sistem informasi memiliki tanggung jawab untuk merekam dan memproses data. Oleh karenaitu sistem informasi mesti independen dari semua departemen yang menggunakan data daninformasi tersebut. Departemen pengguna adalah departemen yang memiliki tanggung jawabuntuk menginisiasi dan mengotorisasi transaksi. Selain itu, fungsi pengembangan sistemmesti dipisahkan dari sistem pemrosesan transaksi. 21PENGENDALIAN DOKUMENTASI
  26. 26. Dokumentasi yang baik berguna untuk efisiensi dalam perbaikan bug sistem, untuk efisiensi dalam pengembangan tambahan aplikasi baru, serta untuk pelatihan karyawan dalam mengenalkan sistem aplikasi. Dokumentasi yang diperlukan meliputi: • Kebijakan terkait dengan sistem, seperti kebijakan pengembangan sistem, kebijakan pengujian sistem, kebijakan operasi computer, dan kebijakan penanganan bencana dan keamanan sistem.Dokumentasi aplikasi sistem, seperti flowchart, data flow diagram, kode rekening, deskripsi prosedur, prosedur koreksi kesalahan, prosedur pengendalian, deskripsi file (termasuk kamus data), format output sistem, dan deskripsi input output sistem. • Dokumentasi program. • Dokumentasi data • Dokumentasi operasi • Dokumentasi untuk pengguna. PENGENDALIAN AKUNTABILITAS AKTIVA Sumber daya perusahaan (aktiva) perlu dijaga. Cara menjaga aktiva tersebut antara lain: • Penggunaan buku pembantu dalam catatan akuntansi • Rekonsiliasi (seperti rekonsiliasi kas dan persediaan) • Prosedur acknowledgement sebagai bentuk wujud pertanggungjawaban atas aktiva yang ditangani oleh seseorang atau suatu bagian. • Penggunaan log dan register • Review oleh pihak independent PENGENDALIAN PRAKTIK MANAJEMEN Meliputi kebijakan dan praktik sumber daya manusia, komitmen terhadap kompetensi, praktik perencanaan, praktik audit, dan pengendalian pengembangan sistem aplikasi (prosedur perubahan sistem dan prosedur pengembangan sistem baru). 22
  27. 27. PENGENDALIAN APLIKASIMeliputi: • Pengendalian otorisasi, • Pengendalian input, dapat berupa edit test pada saat data diinputkan ke dalam layar komputer (validity check, limit check, field check, relationship check), dapat berupa batch control total (amount control total, hash total dan record count) jika data diinputkan secara batch. • Pengendalian proses, dapat berupa manual cross check dan pengendalian proses yang lain. • Pengendalian output. Output mesti didistribusikan ke pihak yang tepat.Tinjauan menyeluruh konsep-konsep pengendalianApakah definisi dari pengendalian internal itu ? Pengendalian internal adalah rencanaorganisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga aset, memberikan informasiyang akurat dan andal, mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, sertamendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan. 1. Apakah pengendalian manajemen itu ? 2. Pengendalian manajemen meliputi tiga keutamaan : • Merupakan bagian tanggung jawab manajemen yang utuh. • Dirancang untuk mengurangi kesalahan, ketidak teraturan, dan mencapai tujuan organisasi. • Berorientasi dan berusaha untuk membantu karyawan mencapai tujuan perusahaan. TUJUAN PENGENDALIAN INTERNAL: 3. Efektivitas dan efisiensi operasi 4. Reliabilitas pelaporan keuangan 5. Kesesuaian dengan aturan dan regulasi yang berlaku 23
  28. 28. Proses Pengendalian Internal :Proses Pengendalian Internal adalah sebuah proses yang dirancang untuk memastikan bahwatujuan-tujuan organisasi dapat dicapai, yaitu : • Pelaporan keuangan yang handal • Efektivitas dan efisiensi operasional organisasi • Dipatuhinya semua hukum dan peraturan-peraturan yang diterapkan. • Apakah unsur-unsur dari pengendalian internal? • Lingkungan pengendalian • Penetapan risiko • Aktivitas pengendalian • Informasi dan komuniaksi • Monitoring/supervise • Apakah terdapat pemisahan fungsi dan tugas pada bagian akuntansi? • Tidak ada perangkapan fungsi / tugas oleh satu individu atau satu departemen. • Apakah dilaksanakan audit internal? • Audit internal sebagai aktivitas evaluasi secara independen dalam organisasi.Klasifikasi pengendalian internalProsedur-prosedur pengendalian khusus yang digunakan dalam sistem pengendalian internaldan pengendalian manajemen mungkin dikelompokkan menggunakan empat kelompokpengendalian internal berikut ini: 1. Pengendalian untuk Pencegahan, Pengendalian untuk Pemeriksaan, dan Pengendalian Korektif 2. Pengendalian umum dan Pengendalian aplikasi 3. Pengendalian Administrasi dan Pengendalian Akuntansi 4. Pengendalian Input, proses, dan outputSTRUKTUR PENGENDALIAN INTERNAL • Struktur pengendalian internal menurut COSO • Lingkungan Pengendalian Internal • Penaksiran Risiko • Aktivitas Pengendalian
  29. 29. • Informasi dan Komunikasi • Monitoring 24LINGKUNGAN PENGENDALIAN INTERNALLingkungan pengendalian internal merefleksikan seluruh sikap dan kesadaran dewan direksi,komite audit, manager, pemilik, dan karyawan mengenai pentingnya pengendalian internalsebuah perusahaan. Lingkungan pengendalian merupakan dasar dari seluruh komponenpengendalian internal yang lain. Lingkungan pengendalian meliputi:Filosofi manajemen dan gaya operasi. Manajer perlu menjadi contoh perilaku etis denganmentaati kode etik perusahaan. Manajer perlu menyusun kode etik secara formal. Manajermesti menekankan pentingnya pengendalian internal dan memperlakukan setiap personeldengan wajar dengan dengan penuh respek.Integritas dan nilai-nilai etika. Perilaku etis dan tidak etis manajer dan seluruh karyawan akanberdampak besar terhadap keseluruhan struktur pengendalian internal, menciptakan suasanayang secara signifikan mempengaruhi validitas proses pelaporan keuangan. Manajemen mestisecara proaktif memastikan bahwa semua karyawan benar-benar sadar dengan standard etikaperusahaan. Manajemen juga mesti membuat kebijakan yang mendukung karyawan untukmencapai tujuan jangka panjang dan bukan tujuan jangka pendek.Komitmen terhadap kompetensi. Perusahaan mesti merekrut karyawan yang kompenen dandapat dipercaya yang memiliki inisiatif dan kreativitas untuk bereaksi secara cepat terhadapkondisi bisnis yang dinamis. Perusahaan mesti memilih personil yang memiliki pengetahuandan ketrampilan yang memadai untuk menyelesaikan setiap tanggung jawab yang diberikankepada karyawan tersebut.Dewan direksi atau komite audit. Dewan direksi semestinya menunjuk komite audit untukmengawasi praktik dan kebijakan akuntansi dan pelaporan keuangan perusahaan. Komiteaudit merupakan perantara antara dewan direksi dan auditor internal/eksternal.Struktur organisasi. Struktur organisasi merupakan rerangka hubungan formal antar personilperusahaan untuk mencapai tujuan organsisasi.Pemberian wewenang dan tanggung jawab. Perusahaan mesti memiliki deskripsi pekerjaanuntuk setiap karyawan. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab mesti dilakukan
  30. 30. dengan baik. Perubahan terhadap sistem informasi mesti dilakukan melalui persetujuantertulis. 25Kebijakan dan praktik sumber daya manusia. Setiap karyawan baru mesti dikenalkan denganpengendalian internal, kebijakan etika dan kode etik perusahaan. Perusahaan mesti perdulidengan undang-undang dan peraturan ketenagakerjaan yang ditetapkan oleh pemerintah.Perusahaan mesti memastikan terwujudnya lingkungan kerja yang aman dan sehat.Perusahaan dapat menyelenggarakan sarana konseling untuk karyawan yang bermasalah.Perusahaan punya prosedur yang baik untuk karyawan yang berhenti bekerja.Penilaian ResikoPerusahaan menghadapi jenis-jenis ancaman berikut ini : 1. Strategis — melakukan hal yang salah 2. Operasional ── melakukan hal yang benar, tetapi dengan cara yang salah 3. Keuangan — adanya kerugian sumber daya keuangan, pemborosan, pencurian atau pembuatan kewajiban yang tidak tepat 4. informasi — menerima informasi yang salah atau tidak relevan, sistem yang tidak andal, dan laporan yang tidak benar atau menyesatkanPerusahaan yang menerapkan sistem EDI harus mengidentifikasi ancaman-ancaman yangakan dihadapi oleh sistem tersebut, yaitu : 1. Pemilihan teknologi yang tidak sesuai 2. Akses sistem yang tidak diotorisasi 3. Penyadapan transmisi data 4. Hilangnya integritas data 5. Transaksi yang tidak lengkap 6. Kegagalan sistem 7. Sistem yang tidak kompatibel
  31. 31. Beberapa ancaman menunjukkan resiko yang lebih besar karena probabilitas kemunculannyalebih besar, misalnya : • Perusahaan lebih mungkin menjadi korban penipuan komputer daripada serangan teroris • Resiko dan penyingkapan harus diperhitungkan bersama-sama 26PENAKSIRAN RISIKOManajemen mesti mengidentifikasi dan menaksir risiko yang relevan yang dapat mencegahperusahaan mencapai tujuan organisasi. Manajer juga mesti menyusun rencana untukmengelola risiko yang telah diidentifikasi. • Mengidentifikasi risiko internal yang signifikan. • Mengidentifikasi risiko eksternal yang signifikan. • Menyusun analisis risiko. • Manajemen risiko yang relevan.MONITORINGTujuan monitoring adalah menaksir kualitas struktur pengendalian internal dari waktu kewaktu melalui aktivitas monitoring. Contoh aktivitas monitoring: supervisi atas aktivitaskaryawan dari hari ke hari dan audit atas catatan akuntansi.PAPARAN RISIKOSetiap perusahaan menghadapi paparan risiko. Paparan risiko dapat berasal dari pihakinternal maupun eksternal perusahaan, seperti dari karyawan, konsumen, hacker, pelakucriminal dan bencana alam.Tipe risiko • kesalahan yang tidak disengaja • kesalahan yang disengaja • pencurian aktiva • menjebol keamanan perusahaan
  32. 32. • tindak kekerasan dan bencana alamPaparan terhadap risiko dipengaruhi oleh: • Frekuensi kejadian. Contoh: penjualan. • Kerentanan sebuah aktiva. Contoh kas sangat rentan. • Besarnya nilai rupiah. 27Masalah yang memperbesar paparan risiko yang dihadapi perusahaan: • Kolusi • Kurangnya penegakan disiplin • Kejahatan komputerContoh kejahatan komputer: • Pencurian hardware dan software • penggunaan komputer tanpa otorisasi untuk kepentingan personal • modifikasi atau penggunaan program untuk melakukan kejahatanKomputer rentan terhadap tindak kejahatan karena: • Komputer mengakibatkan pemusatan data dan pemrosesan data • jejak audit dalam lingkungan SIA tidak sejelas dalam lingkungan manual • Komputer powerful tetapi kompleks dan rentanDalam menerapkan pengendalian, perusahaan mesti mempertimbangkan manfaat dan biayauntuk menerapkan pengendalian tersebut.Informasi dan KomunikasiMengidentifikasi dan merekam informasi yang relevan untuk pelaporan keuanganmengkomunikasikan informasi yang relevan dengan format yang sesuai • Harus dipastikan bahwa SIA menghasilkan pelaporan keuangan yang andal. • Semua transaksi yang diproses adalah transaksi yang valid dan terotorisasi.
  33. 33. • Semua transaksi yang valid mesti direkam dan diinputkan tepat waktu dengan cukup .detail sehingga transaksi dapat diklasifikasikan dengan semestinya. • Semua data input akurat dan lengkap. • Semua transaksi yang telah diinput diproses dengan baik. • Semua output yang diperlukan disajikan sesuai dengan aturan yang ada untuk .menghasilkan informasi yang akurat dan andal. • Semua transaksi dicatat dalam periode akuntansi yang tepat. 28Akuntan harus memahami berikut ini : 1. Bagaimana transaksi diawali 2. Bagaimana data didapat dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin atau data diubah dari dokumen sumber ke bentuk yang dapat dibaca oleh mesin 3. Bagaimana file komputer diakses dan diperbarui 4. Bagaimana data diproses untuk mempersiapkan sebuah informasi 5. Bagaimana informasi dilaporkanHal-hal tersebut membuat sistem dapat melakukan jejak audit (audit trail). Jejak auditmuncul ketika transaksi suatu perusahaan dapat dilacak di sepanjang sistem mulai dariasalnya sampai tujuan akhirnya pada laporan keuangan.
  34. 34. 29 DAFTAR PUSTAKAKrismiaji. 2002. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta. UPP AMP YYKPNSkripsi. Makassar. UIT MakassarMulyadi. 2001. Sistem Akuntansi, Edisi ke-3. Jakarta. Salemba Empatwww.google.com, Search artikel tentang Sistem Penggajian dan Pengupahanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi

×