Propinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah
sekitar 5.632,86 Km2 merupakan daerah
berkembang pesat dengan pariwisata
sebagai ...
Saat ini kebutuhan air bersih Kabupaten
Tegal untuk keperluan domestik dan industri
adalah sebesar 15 m3.det-1 (PDAM Kota
...
Pembangunan proyek Waduk Cacaban ini
membutuhkan investasi yang cukup besar, maka
sebelum dilaksanakan harus diperhatikan
...
Pemanfaatan air sebagai air minum merupakan
tingkatan tertinggi dalam pemanfaatan air. Hal ini
berdasarkan kenyataan bahwa...
Adapun batasan-batasan masalah dalam kajian
ini adalah sebagai berikut:
1. Besarnya kebutuhan air bersih untuk keperluan
d...
4. Penentuan harga air irigasi per m3 dari
debit air yang dapat dihasilkan.
5. Penentuan harga listrik per kWh dari daya
l...
Rumusan Masalah
Dengan memperhatikan batasan- batasan masalah, maka
permasalahan dalam kajian ini dapat dirumuskan sebagai...
Maksud dan Tujuan
Maksud dari kajian ini adalah untuk
mengetahui
besaran
manfaat
modal
diperoleh dari air yang dijual, ser...
METODE PENELITIAN
Sistematika pembahasan penetapan harga
air baku ini secara umum dapat dijelaskan
sebagai berikut:
1. Dari data teknis Wadu...
5. Menghitung
kebutuhan
air
baku
terhadap debit sumber air yang ada, apakah
debit sumber tersebut mencukupi untuk
memenuhi...
Sistematika pembahasan penetapan harga air
irigasi dalam studi ini secara umum dapat
dijelaskan sebagai berikut :
1. Mengh...
Sistematika pembahasan simulasi dan optimasi
harga air dalam studi ini secara umum dapat
dijelaskan sebagai berikut :
1. M...
Pembangunan
terletak
di,
direncanakan
kebutuhan air
berdasarkan
diperoleh.

Bendungan Cacaban
Kabupaten
Tegal
untuk memenu...
Perhitungan proyeksi penduduk pada studi ini
menggunakan tiga metode, yaitu metode
aritmatik, metode eksponensial dan meto...
Contoh perhitungan pertumbuhanpenduduk
tahun 2011:
P0 = 857.960 jiwa (Tahun 2010)
N = 2 (proyeksi tahun ke-n)
r = 6,698% (...
Tabel 1. Proyeksi Pertumbuhan Penduduk
Kabupaten Tegal dengan Metode Eksponensial

No

Tahun

1.

2011

Jumlah
Penduduk
91...
Uji Kesesuaian Metode Proyeksi
Perhitungan uji kesesuaian metode proyeksi yaitu
dengan menggunakan angka koefisien korelas...
Analisa Ekonomi
Benefit Cost Ratio (B/C)
Dalam perhitungan Benefit
Cost Ratio ini
dilakukan dengan tingkat suku bunga yang...
Adapun Contoh perhitungan BCR untuk
Konstruksi Waduk Cacaban adalah sebagai
berikut :
1. Komponen biaya (Cost)
- Total bia...
2. Komponen Manfaat (benefit)
- Total manfaat air bersih (6 s/d 60)
= Rp. 130,680,082,750
- Faktor Konversi (P/A, 12, 60):...
Karena B/C Waduk Cacaban ini >1
maka dapat dikatakan bahwa proyek
ini layak secara ekonomi, atau lebih
tepatnya proyek ini...
Net Present Value (NPV atau B-C)
Metode kedua dalam evaluasi ekonomi ini adalah
analisa
ekonomi dengan menggunakan selisih...
Contoh perhitungan NPV proyek rencana
untuk tingkat suku bunga 12 % adalah
sebagai berikut :
-

-

Nilai sekarang total ma...
Internal Rate of Return (IRR)
Internal Rate of Return didefinisikan sebagai
tingkat suku bunga yang membuat manfaat
dan bi...
dimana :
I’
NPV positif
I”
NPV negatif
NPV’
NPV”

= suku bunga memberikan nilai
= 14%
= suku bunga memberikan nilai
= 15%
...
Sehingga :
90,725,222,039
IRR = 14%(90,725,222,039) (7,083,128,664) (14% - 15%)
= 14% + 0.93% = 14,93%
> 12% bunga yang di...
Analisa Sensivitas
Analisis
sensivitas
dimaksudkan untuk
mengetahui apa yang terjadi dengan hasil
proyek apabila terjadi k...
Dalam
analisis
perhitungan terhadap :
•
•

•
•

ini

dilakukan

Komponen biaya (cost) naik 10%, manfaat
(benefit) tetap
Ko...
Penetapan Harga Air Baku
Dalam kajian
ini penetapan harga air
berdasarkan kondisi paling kritis yaitu pada saat
manfaat tu...
Pada kondisi manfaat turun 10% dan biaya naik
10%, maka harga jual air dihitung sebagai berikut
:









Nilai B/...
Total Alokasi Air Baku

Harga Air Baku =

Kebutuhan Air Baku X (P / A,12,60) X (P / F,12,5)
Rp. 256.754.029.530

Harga Air...
PLN Kota Tegal
Pelayanan
listrik
di
Kabupaten Tegal
dilaksanakan oleh Perusahaan Listrk Negara (PLN)
Kota Singaraja. sumbe...
Biaya operasi dan pemeliharaan
proyek PLTA Waduk Cacaban
diperkirakan (BWS Jawa Tengah
Penida)
sebesar
=
Rp.1,752,065,073
Nilai Depresiasi
Nilai depresiasi dipengaruhi oleh nilai SFF
yang ditentukan berdasarkan tabel dari hubungan
besarnya bung...
Perhitungan
biaya
tahunan
yang dilakukan
adalah perhitungan biaya tahunan konstan dalam
artian
analisa dilakukan berdasark...
Perhitungannya adalah sebagai berikut :
1. Bunga 12 % x 11,425,875,700 = 1,371,105,084,2. Depresiasi
= 1,485,363,3. Biaya ...
Perhitungan Tarif Rata-Rata
Perhitungan diambil dengan cara mengambil
nilai rata-rata dari tiap pelanggan

Sosial =

123 +...
Bisnis =

254 + 420 + 795 + 905 + 1420

= 758,8

5

Industri =

160 + 315 + 765 + 790 + 915
5

Pemerintah dan Penerangan J...
Maka Nilai Rata-rata Total =
466,6 + 708,81 + 758,80 + 589,0 + 792,0

= 663,042

5

Dengan perhitungan Tarif Dasar diatas ...
Contoh
langkah
harga jual energi listrik

perhitungan penetapan

Diketahui:
Usia guna proyek PLTA Cacaban: 60 tahun
Tingka...
Perhitungannya adalah :
1. Produksi Energi Tahunan : Kwh
(sumber Skripsi : Studi Penetapan Harga Energi Listrik
Terhadap K...
5. Tarif harga jual energi listrik Rp. 663,042 (cara rerata
tarif dasar listrik pada Blok I)
6. Manfaat energi listrik per...
Keuntungan Pertanian
Keuntungan
Benefit)

yang

Dapat

Dihitung

(Tangible

Keuntungan proyek didapatkan dari pertambahan
...
Keuntungan yang Tidak
(Intangible Benefit)

Dapat

Dihitung

Dengan
adanya
proyek
wadukCacaban ini
secara langsung akan me...
Benefit Cost Ratio
Dalam perhitungan Benefit Cost Ratio
ini
masing-masing komponen manfaat dan biaya
dijadikan nilai sekar...
Adapun Contoh perhitungan BCR untuk Konstruksi
Waduk Cacaban adalah sebagai berikut :

1. Komponen biaya (Cost)
- Total bi...
2. Komponen manfaat (benefit)
- Total manfaat air irigasi (6 s/d 60)
: Rp. 154,150,729,909
- Faktor Konversi (P/A, 12, 60)...
Sehingga :

BCR=

Rp.1.283.150.675.758

= 1,656 > 1

Rp. 774.848.487.402

Karena
B/C
Waduk
Cacaban
ini
>1, maka dapat dika...
Net Present Value (NPV atau B-C)
Metode
kedua
dalam
evaluasi ekonomi ini
adalah analisa ekonomi dengan menggunakan selisih...
Contoh perhitungan NPV proyek rencana untuk
tingkat suku bunga 12 % adalah sebagai berikut :
Nilai sekarang total manfaat ...
Internal Rate of Return (IRR)
Internal Rate of Return didefinisikan sebagai
tingkat
suku
bunga
yang membuat
manfaat
dan
bi...
Perhitungan IRR untuk proyek Pembangunan
Waduk Cacaban ini adalah sebagai berikut:

IRR = I’

NPV ‘
NPV ‘ NPV “

(I “ - I’...
Sehingga :
Analisa Sensivitas
Analisis
sensivitas
dimaksudkan
untuk
mengetahui apa yang terjadi
dengan hasil proyek apabila terjadi
k...
Dalam analisis ini dilakukan perhitungan
terhadap :
 Komponen biaya (cost) naik 10%,
(benefit) tetap
 Komponen biaya (co...
Penetapan Harga Air Irigasi
Dalam kajian ini penetapan harga air
berdasarkan kondisi paling kritis yaitu
pada saat manfaat...
Pada kondisi manfaat turun 10% dan
biaya naik 10%, maka harga jual air
dihitung sebagai berikut :






Nilai B/C
= 1...
Harga Air Irigasi
Total Alokasi Air Irigasi
=

Kebutuhan Irigasi X (P / A,9,50) x (P / F,9,2)

Harga Air Irigasi
Rp. 449.7...
Simulasi
Operasi Waduk
dan
Optimasi Harga Air Bersih Waduk dengan
Program Solver Kapasitas
Tampungan
dan Luas Genangan.

K...
Hubungan antara elevasi dengan kapasitas waduk dan
luas tampungan
Debit inflow pada analisa kapasitas
tampungan efektif menggunakan debit
andalan Q80. Sedangkan debit outflow
untuk irigasi...
Persamaan umum untuk
tampungan efektif sbb:

dimana,
C
=
St
=
S(t-1) =
It
=
Ot
=
Et
=

Lt

kapasitas

kapasitas tampungan ...
Dari
hasil
analisa
tampungan efektif
didapatkan kapasitas tampungan efektif
untuk Waduk Cacaban sebesar 10,37 x 106 m3
dan...
Optimasi Harga Air dan
Keadalan Waduk Cacaban

Simulasi

Optimasi harga untuk waduk adalah optimasi yang
dilakukan hanya p...
Kendala :
X i ≥ besaran volume kebutuhan
n

i =1 X

i ≤ besaran volume tertentu

Y i…….≤ ratio model
Bi

= Benefit per m3
...
Hasil perhitungan layanan maksimum waduk
untuk masing-masing awal tanam adalah sebagai
berikut : Simulasi tampungan Waduk ...
Kegagalan dari simulasi tampungan
waduk
ditentukan
dengan
angka
prosentase jumlah kegagalan dari total
periode simulasi ma...
Awal Tanam 1 Januari
 Inflow waduk=101,388,636 m3
 Irigasi Saba = i. MT I:1396,4 ha,
ii. MT II :1186,94 ha,
iii. MT III ...
Tabel. Hasil Optimasi Harga Air Simulasi (a1)
Grafik Alokasi dan Harga Air (a1)
Awal Tanam 16 Januari
 Inflow waduk=100,999,374 m3
 Irigasi Saba = i. MT I:1396,4 ha,
ii. MT II :1186,94 ha,
iii. MT III...
Tabel. Hasil Optimasi Harga Air Simulasi (b1)
Grafik Alokasi dan Harga Air (b1)
Harga Air Baku Waduk Cacaban
Berdasarkan hasil analisa data maka harga air
baku dapat disimpulkan hal sebagai berikut :
1....
2. Besarnya nilai B-C, B/C dan IRR pada kondisi cost
naik 10%, benefit turun 10% yaitu: B-C sebesar Rp
256,754,029,530, B/...
Harga Air Irigasi Waduk Cacaban
Berdasarkan hasil analisa data dapat
Irigasi sebagai berikut :

disimpulkan

Harga

Air

1...
 Bagi petani
Adanya rasa aman, sehingga tidak muncul
kekhawatiran kekeringan yang akan berdampak pada
kegagalan panen. Pa...
Harga Air Hasil Simulasi
Cacaban Kabupaten Tegal

Waduk

Dari hasil analisa perbandingan maka dapat diketahui
bahwa harga ...
Tarif Listrik Kabupaten Tegal
Perhitungan tarif rata-rata dilakukan sebagai berikut :
Sosial =

123 + 200 + 605 + 650 + 75...
Industri =

160 + 315 + 765 + 790 + 915

= 589,0

5

Pemerintah dan Penerangan Jalan Umum =
575 + 600 + 880 + 885 + 1020

...
1. Ketersediaan
air
pada
musim kemarau
sangat terbatas, sehingga perlu dilakukan
pendekatan kepada petani agar
mau
melaksa...
EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG
EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG
EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG
EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG
EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG
EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG
EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG
EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG
EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG
EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG
EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG
EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG
EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG
EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG
EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG
EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG
EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG
EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG
EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG
EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG
EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG

4,326 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,326
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
156
Actions
Shares
0
Downloads
220
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

EKONOMI TEKNIK (STUDI KELAYAKAN WADUK) BAHAN AJAR KULIAH MAGISTER TEKNIK SIPIL UNISSULA SEMARANG

  1. 1. Propinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah sekitar 5.632,86 Km2 merupakan daerah berkembang pesat dengan pariwisata sebagai sektor andalan. Sektor Pariwisata secara tidak langsung mendorong arus pembaharuan dan kemajuan sehingga Jawa Tengah menjadi penunjang devisa yang besar bagi Indonesia. Perkembangan yang pesat ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan air bersih, baik untuk keperluan domestik maupun untuk air industri.
  2. 2. Saat ini kebutuhan air bersih Kabupaten Tegal untuk keperluan domestik dan industri adalah sebesar 15 m3.det-1 (PDAM Kota Tegal) dan diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan perkembangan Kabupaten Tegal di masa yang akan datang. Untuk mengantisipasi maka dilakukan upaya alternatif, yaitu dengan memanfaatkan alur sungai Tukad Saba sebagai tampungan memanjang (long storage) sebagai penampung air baku. Tampungan memanjang ini dibuat dengan membangun Waduk Cacaban di bagian hilir sungai Tukad Saba.
  3. 3. Pembangunan proyek Waduk Cacaban ini membutuhkan investasi yang cukup besar, maka sebelum dilaksanakan harus diperhatikan faktor yang dapat membatalkan pelaksanaannya. Salah satu faktor diantaranya adalah kelayakan ekonomi proyek. Hal ini disebabkan karena pada setiap investasi akan ditemui permasalahan antara biaya yang dikeluarkan dan manfaat yang dihasilkan. Perbandingan antara keduanya merupakan salah satu faktor penting yang sangat mempengaruhi kelayakan ekonomi proyek tersebut.
  4. 4. Pemanfaatan air sebagai air minum merupakan tingkatan tertinggi dalam pemanfaatan air. Hal ini berdasarkan kenyataan bahwa penggunaan air sebagai air minum (dalam kondisi normal) harus disertai dengan syarat kualitas air yang sangat ketat sehingga air tersebut layak untuk dikonsumsi (diminum). Seperti diketahui bahwa kebutuhan air untuk irigasi dan air baku tidak dapat diganggu gugat. Dengan adanya proyek Bendungan Cacaban ini dapat dipergunakan untuk melihat kemungkinan pemanfaatan air yang berlimpah pada musim penghujan dengan menampungnya dan dipergunakan pada saat-saat kekurangan air.
  5. 5. Adapun batasan-batasan masalah dalam kajian ini adalah sebagai berikut: 1. Besarnya kebutuhan air bersih untuk keperluan domestik, dan irigasi Kabupaten Tegal 2. Dalam perhitungan biaya konstruksi didasarkan pada harga yang berlaku pada akhir tahun 2009. 3. Penentuan harga air per m3 dari debit air yang dapat dihasilkan
  6. 6. 4. Penentuan harga air irigasi per m3 dari debit air yang dapat dihasilkan. 5. Penentuan harga listrik per kWh dari daya listrik yang dapat dihasilkan oleh PLN. 6. Analisa simulasi optimasi harga air keseluruhan per m3 dari debit outflow waduk. 7. Tidak membahas analisis konstruksi Waduk Cacaban Kabupaten Tegal Propinsi Jawa Tengah.
  7. 7. Rumusan Masalah Dengan memperhatikan batasan- batasan masalah, maka permasalahan dalam kajian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Berapakah besarnya biaya proyek pembanganunan Waduk Cacaban 2. Berapakah manfaat yang didapat dari air irigasi dan air baku 3. Berapakah besarnya perbandingan antara manfaat dan biaya (benefit cost ratio/BCR) serta tingkat pengemJawa Tengahan internal (internal rate of return/IRR)? 4. Mengetahui besaran harga air dan simulasi harga bagi para pengguna (Irigasi, PLTA, dan Air Baku).
  8. 8. Maksud dan Tujuan Maksud dari kajian ini adalah untuk mengetahui besaran manfaat modal diperoleh dari air yang dijual, serta perbandingan yang dibutuhkan dari biaya (cost), manfaat (benefit), dan (internal rate of return/IRR) serta mensimulasi dan mengoptimasi harga air bersih dari proyek Waduk Cacaban Kabupaten Tegal Propinsi Jawa Tengah yang selanjutnya dapat digunakan sebagai acuan dalam menetapkan tarif harga jual air bersih.
  9. 9. METODE PENELITIAN
  10. 10. Sistematika pembahasan penetapan harga air baku ini secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Dari data teknis Waduk Cacaban, menghitung biaya konstruksi. 2. Dari biaya konstruksi, biaya operasi dan pemeliharaan, dan usia guna bangunan dilakukan analisa biaya. 3. Dari data jumlah penduduk dihitung proyeksi jumlah penduduk sampai dengan tahun 2025. 4. Menghitung besarnya kebutuhan air baku berdasarkan proyeksi jumlah penduduk.
  11. 11. 5. Menghitung kebutuhan air baku terhadap debit sumber air yang ada, apakah debit sumber tersebut mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air bersih sampai dengan tahun 2025. 6. Menghitung besarnya produksi air dari tingkat pemakaian air penduduk di Kecamatan Binangun, sehingga diperoleh nilai manfaat. 7. Setelah mengetahui besarnya manfaat dan biaya selanjutnya dilakukan analisa ekonomi yaitu B-C, B/C, IRR, Analisa sensivitas. 8. Menetapkan harga air bersih per m3 dari hasil analisa ekonomi.
  12. 12. Sistematika pembahasan penetapan harga air irigasi dalam studi ini secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Menghitung total biaya proyek Waduk Cacaban (Biaya Konstruksi, Biaya Operasional dan Pemeliharaan). 2. Menghitung keuntungan / manfaat selama umur ekonomi proyek. 3. Menghitung B/C, B-C, IRR dan analisa sensivitas. 4. Menghitung harga air irigasi.
  13. 13. Sistematika pembahasan simulasi dan optimasi harga air dalam studi ini secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Menghitung total biaya (Biaya Konstruksi dan Biaya O&P). 2. Menghitung keuntungan / manfaat selama umur ekonomi proyek. 3. Menghitung B/C, B-C, IRR dan analisa sensivitas. 4. Menghitung analisa simulasi dan optimasi harga air.
  14. 14. Pembangunan terletak di, direncanakan kebutuhan air berdasarkan diperoleh. Bendungan Cacaban Kabupaten Tegal untuk memenuhi baku, air irigasi, dan dari data primer yang ini akan PLTA yang
  15. 15. Perhitungan proyeksi penduduk pada studi ini menggunakan tiga metode, yaitu metode aritmatik, metode eksponensial dan metode geometrik. Setelah diketahui hasil perhitungan dari masing-masing metode, maka digunakan metode penentuan nilai koefisien korelasi untuk menentukan metode perhitungan yang akan digunakan dalam perhitungan proyeksi kebutuhan air. Kriteria penentuan metode proyeksi penduduk yang dipilih berdasarkan pada nilai koefisien korelasi yang terbesar mendekati +1.
  16. 16. Contoh perhitungan pertumbuhanpenduduk tahun 2011: P0 = 857.960 jiwa (Tahun 2010) N = 2 (proyeksi tahun ke-n) r = 6,698% (rata-rata tingkat pertumbuhan penduduk) Maka perhitungan proyeksi jumlah penduduk untuk tahun 2011 adalah sebagai berikut : Pn = P0 . er.n = 857,960 2,7182818 0,06698 . 3 = 917,400 jiwa
  17. 17. Tabel 1. Proyeksi Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Tegal dengan Metode Eksponensial No Tahun 1. 2011 Jumlah Penduduk 917,400 No Tahun 10. 2020 Jumlah Penduduk 1,676,425 2. 2012 980,958 11. 2021 1,792,569 3. 2013 1,048,920 12. 2022 1,916,759 4. 2014 1,121,589 13. 2023 2,049,554 5. 2015 1,199,294 14. 2024 2,191,548 6. 2016 1,282,382 15. 2024 2,343,380 7. 2017 1,371,226 8. 2018 1,466,225 9. 2019 1,567,807 Sumber : Perhitungan
  18. 18. Uji Kesesuaian Metode Proyeksi Perhitungan uji kesesuaian metode proyeksi yaitu dengan menggunakan angka koefisien korelasi pada persamaan. Dari hasil perhitungan koefisien korelasi pada ketiga metode tersebut, diperoleh hasil bahwa metode eksponensial memiliki koefisien korelasi terbesar dan mendekati +1. Dengan demikian metode yang dipilih untuk proyeksi jumlah penduduk pada Kabupaten Tegal hingga tahun 2020 adalah metode eksponensial karena metode ini mendekati perkembangan penduduk sesungguhnya.
  19. 19. Analisa Ekonomi Benefit Cost Ratio (B/C) Dalam perhitungan Benefit Cost Ratio ini dilakukan dengan tingkat suku bunga yang dipakai dalam kajian ini adalah 12% (Indonesia,Bank 2008:178) dan usia guna waduk Cacaban adalah 60 tahun.
  20. 20. Adapun Contoh perhitungan BCR untuk Konstruksi Waduk Cacaban adalah sebagai berikut : 1. Komponen biaya (Cost) - Total biaya Konstruksi (tahun 1 s/d 5) = Rp 428,716,771,000 - Faktor Konversi (F/P, 12) = 1,761 - Nilai sekarang biaya konstruksi = Rp 754,970,233,731 - Total O&P (tahun 6 s/d 60) = Rp 2,388,065,073 - Faktor Konversi (P/A, 12, 60) = 8,324 - Nilai sekarang biaya konstruksi OP = Rp 754,970,233,731 - Total Biaya sekarang : = Rp754,970,233,731+Rp19,878,253,671 = Rp 774,848,487,402
  21. 21. 2. Komponen Manfaat (benefit) - Total manfaat air bersih (6 s/d 60) = Rp. 130,680,082,750 - Faktor Konversi (P/A, 12, 60): 8,324 - Nilai sekarang biaya konstruksi = Rp.1,087,781,008,814 Sehingga:
  22. 22. Karena B/C Waduk Cacaban ini >1 maka dapat dikatakan bahwa proyek ini layak secara ekonomi, atau lebih tepatnya proyek ini melebihi nilai impas.
  23. 23. Net Present Value (NPV atau B-C) Metode kedua dalam evaluasi ekonomi ini adalah analisa ekonomi dengan menggunakan selisih benefit dan cost (B-C). Dalam evaluasi proyek ini nilai pada NPV pada tingkat suku bunga yang berlaku harus mempunyai harga >0. Jika nilai NPV=0 maka proyek tersebut mempunyai manfaat yang senilai dengan biaya investasinya. Jika NPV < 0 maka proyek tersebut dari segi ekonomi tidak layak dibangun.
  24. 24. Contoh perhitungan NPV proyek rencana untuk tingkat suku bunga 12 % adalah sebagai berikut : - - Nilai sekarang total manfaat (B) = Rp 1,087,781,008,814 Nilai sekarang total biaya (C) = Rp 774,848,487,402 B-C = Rp 214,043,338,793
  25. 25. Internal Rate of Return (IRR) Internal Rate of Return didefinisikan sebagai tingkat suku bunga yang membuat manfaat dan biaya mempunyai nilai yang sama atau BC=0 atau tingkat suku bunga yang membuat B/C = 1 (Kodoatie,1995:112).
  26. 26. dimana : I’ NPV positif I” NPV negatif NPV’ NPV” = suku bunga memberikan nilai = 14% = suku bunga memberikan nilai = 15% = NPV positif = 90,725,222,039 = NPV negatif = -7,083,128,664
  27. 27. Sehingga : 90,725,222,039 IRR = 14%(90,725,222,039) (7,083,128,664) (14% - 15%) = 14% + 0.93% = 14,93% > 12% bunga yang digunakan dalam kegiatan.
  28. 28. Analisa Sensivitas Analisis sensivitas dimaksudkan untuk mengetahui apa yang terjadi dengan hasil proyek apabila terjadi kemungkinan perubahan dalam penentuan nilai-nilai untuk biaya dan manfaat masih merupakan suatu estimasi (perkiraan), sehingga bila terjadi asumsi - asumsi yang tidak sama dengan keadaan sebenarnya.
  29. 29. Dalam analisis perhitungan terhadap : • • • • ini dilakukan Komponen biaya (cost) naik 10%, manfaat (benefit) tetap Komponen biaya (cost) turun10%, manfaat (benefit) tetap Komponen biaya (cost) tetap, manfaat (benefit) naik 10% Komponen biaya (cost) tetap, manfaat (benefit) naik 10% Komponen biaya (cost) naik 10%, manfaat (benefit) turun10%, Komponen biaya (cost) turun 10%, manfaat (benefit) naik 10%
  30. 30. Penetapan Harga Air Baku Dalam kajian ini penetapan harga air berdasarkan kondisi paling kritis yaitu pada saat manfaat turun 10% sedangkan biaya naik 10%, sehingga harga jual air berdasarkan kondisi yang paling minimum yang dapat dikenakan pada konsumen agar proyek Pembangunan Waduk Cacaban benar-benar layak.
  31. 31. Pada kondisi manfaat turun 10% dan biaya naik 10%, maka harga jual air dihitung sebagai berikut :        Nilai B/C = 1.126 B-C = Rp 256,754,029,530 IRR = 15.203% Bunga bank = 12% Kebutuhan rata - rata air baku = 0.493 m3/dt Kebutuhan baku /tahun = 0.493 x 365 hari x 24 jam x 60 menit x 60 detik = 15.547.248 m3/tahun Manfaat air baku = Harga air baku x Kebutuhan air baku x (P/A,12,60) x (P/F,12,5)
  32. 32. Total Alokasi Air Baku Harga Air Baku = Kebutuhan Air Baku X (P / A,12,60) X (P / F,12,5) Rp. 256.754.029.530 Harga Air Baku = 15.547.248 X (8.324) X (1.1761) = Rp. 1127 / m3
  33. 33. PLN Kota Tegal Pelayanan listrik di Kabupaten Tegal dilaksanakan oleh Perusahaan Listrk Negara (PLN) Kota Singaraja. sumber pasokan listrik ke PLN Tegal merupakan interkoneksi dari beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) maupun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang ada dalam sistem interkoneksi pembangkit listrik JawaJawa Tengah.
  34. 34. Biaya operasi dan pemeliharaan proyek PLTA Waduk Cacaban diperkirakan (BWS Jawa Tengah Penida) sebesar = Rp.1,752,065,073
  35. 35. Nilai Depresiasi Nilai depresiasi dipengaruhi oleh nilai SFF yang ditentukan berdasarkan tabel dari hubungan besarnya bunga dan umur proyek. Dari bunga 12 % dan umur proyek 60 tahun didapat nilai SFF = 0.00013 Maka besarnya depresiasi adalah = 0,00013 x Rp. 11,425,875,700 = Rp.1,485,363.-
  36. 36. Perhitungan biaya tahunan yang dilakukan adalah perhitungan biaya tahunan konstan dalam artian analisa dilakukan berdasarkan atas biaya tahunan yang tetap sepanjang usia proyek bukan berdasarkan biaya tahunan yang tidak tetap.
  37. 37. Perhitungannya adalah sebagai berikut : 1. Bunga 12 % x 11,425,875,700 = 1,371,105,084,2. Depresiasi = 1,485,363,3. Biaya O&P = 1,752,065,073,Total biaya tahunan = 3.124.655.520,-
  38. 38. Perhitungan Tarif Rata-Rata Perhitungan diambil dengan cara mengambil nilai rata-rata dari tiap pelanggan Sosial = 123 + 200 + 605 + 650 + 755 = 466,6 5 Rumah Tangga = 169 + 275 + 790 + 795 + 890 + 1330 5 = 708,81
  39. 39. Bisnis = 254 + 420 + 795 + 905 + 1420 = 758,8 5 Industri = 160 + 315 + 765 + 790 + 915 5 Pemerintah dan Penerangan Jalan Umum = 575 + 600 + 880 + 885 + 1020 5 = 792,0 = 589,0
  40. 40. Maka Nilai Rata-rata Total = 466,6 + 708,81 + 758,80 + 589,0 + 792,0 = 663,042 5 Dengan perhitungan Tarif Dasar diatas maka untuk pemakaian pada Blok I diperkirakan PLN mendapat pemasukan Rp. 663,042 per kWh tiap bulannya. Sehingga pemasukan selama 1 tahun sebesar 12 x Rp 663,042 = Rp 7,956. per kWh.
  41. 41. Contoh langkah harga jual energi listrik perhitungan penetapan Diketahui: Usia guna proyek PLTA Cacaban: 60 tahun Tingkat suku bunga (i): 12 %
  42. 42. Perhitungannya adalah : 1. Produksi Energi Tahunan : Kwh (sumber Skripsi : Studi Penetapan Harga Energi Listrik Terhadap Kelayakan Ekonomi Teknik Pada Proyek PLTA Kesamben Blitar; Sidik Budi Sayogyo NIM 9001060387-64) 2. Biaya Proyek PLTA Waduk Cacaban dan penunjangnya : Rp. 11,425,875,700.00 3. Biaya Tahunan PLTA Waduk Cacaban: = (A/P, 12, 60) * Rp. 11,425,875,700 ,= Rp. 1,372,642,4444. Biaya energi listrik per Kwh: = Rp.1,372,642,444 567,943 = Rp. 2416,-
  43. 43. 5. Tarif harga jual energi listrik Rp. 663,042 (cara rerata tarif dasar listrik pada Blok I) 6. Manfaat energi listrik per Kwh = Tarif Harga jual - Biaya energi per KWh = Rp. 2416 - Rp. 663,042= Rp.1752,7. Manfaat energi listrik per tahun = Manfaat energi listrik per Kwh * Produksi Energi Tahunan = Rp. 1752 x 567,943.00 = Rp 995,036,136.00 Manfaat energi listrik PLTA Cacaban = Rp 995,036,136.00
  44. 44. Keuntungan Pertanian Keuntungan Benefit) yang Dapat Dihitung (Tangible Keuntungan proyek didapatkan dari pertambahan produksi pertanian dari hasil produksi pertanian sebelum adanya proyek dan sesudah adanya proyek Bendungan Cacaban. Pola tanam yang direncanakan di daerah studi adalah : Padi – PalawijaAngggur Sedangkan curah hujan efektif yang digunakan dengan tingkat keandalan 50% serta alternatif awal tanam ditentukan pada 1 November.
  45. 45. Keuntungan yang Tidak (Intangible Benefit) Dapat Dihitung Dengan adanya proyek wadukCacaban ini secara langsung akan mempengaruhi ketersediaan air irigasi pada musim kemarau, sehingga panen akan lebih banyak dan perekonomian masyarakat meningkat
  46. 46. Benefit Cost Ratio Dalam perhitungan Benefit Cost Ratio ini masing-masing komponen manfaat dan biaya dijadikan nilai sekarang (present value). Hal ini dilakukan untuk mempermudah perhitungan. Tingkat suku bunga yang dipakai dalam kajian ini adalah 12% (Indonesia,Bank 2008:178) Dan usia guna waduk Cacaban adalah 60 tahun.
  47. 47. Adapun Contoh perhitungan BCR untuk Konstruksi Waduk Cacaban adalah sebagai berikut : 1. Komponen biaya (Cost) - Total biaya Konstruksi (tahun 1 s/d 5) : Rp 428,716,771,000 - Faktor Konversi (F/P, 12, 5) : 1,761 - Nilai sekarang biaya konstruksi : Rp. 722,387,759,135 - Total O&P(tahun 6 s/d 60) : Rp 2,388,065,073 - Faktor Konversi (P/A, 12, 60): 8,324 - Nilai sekarang biaya konstruksi OP : Rp 19,878,253,671 - Total Biaya sekarang =Rp754,970,233,731+Rp19,878,253,671 = Rp 744,848,487,402
  48. 48. 2. Komponen manfaat (benefit) - Total manfaat air irigasi (6 s/d 60) : Rp. 154,150,729,909 - Faktor Konversi (P/A, 12, 60) : 8,324 - Nilai sekarang biaya konstruksi : Rp1,283,150,675,758.
  49. 49. Sehingga : BCR= Rp.1.283.150.675.758 = 1,656 > 1 Rp. 774.848.487.402 Karena B/C Waduk Cacaban ini >1, maka dapat dikatakan bahwa proyek ini layak secara ekonomi, atau lebih tepatnya proyek ini melebihi nilai impas.
  50. 50. Net Present Value (NPV atau B-C) Metode kedua dalam evaluasi ekonomi ini adalah analisa ekonomi dengan menggunakan selisih benefit dan cost (B-C). Dalam evaluasi proyek ini nilai pada NPV pada tingkat suku bunga yang berlaku harus mempunyai harga >0. Jika nilai NPV=0 maka proyek tersebut mempunyai manfaat yang senilai dengan biaya investasinya. Jika NPV < 0 maka proyek tersebut dari segi ekonomi tidak layak dibangun.
  51. 51. Contoh perhitungan NPV proyek rencana untuk tingkat suku bunga 12 % adalah sebagai berikut : Nilai sekarang total manfaat (B) = Rp 1,283,150,675,758 Nilai sekarang total biaya (C) = Rp 774,848,487,402 B-C = Rp 508,302,188,356
  52. 52. Internal Rate of Return (IRR) Internal Rate of Return didefinisikan sebagai tingkat suku bunga yang membuat manfaat dan biaya mempunyai nilai yang sama atau B-C=0 atau tingkat suku bunga yang membuat B/C = 1 (Kodoatie,1995:112).
  53. 53. Perhitungan IRR untuk proyek Pembangunan Waduk Cacaban ini adalah sebagai berikut: IRR = I’ NPV ‘ NPV ‘ NPV “ (I “ - I’) dimana : I’ = suku bunga, nilai NPV positif = 15% I” = suku bunga, nilai NPV negatif = 20% NPV’ = NPV positif = 149,348,734,645 NPV” = NPV negatif = -307,834,002,072
  54. 54. Sehingga :
  55. 55. Analisa Sensivitas Analisis sensivitas dimaksudkan untuk mengetahui apa yang terjadi dengan hasil proyek apabila terjadi kemungkinan perubahan dalam penentuan nilai-nilai untuk biaya dan manfaat masih merupakan suatu estimasi (perkiraan), sehingga bila terjadi asumsi-asumsi yang tidak sama dengan keadaan sebenarnya.
  56. 56. Dalam analisis ini dilakukan perhitungan terhadap :  Komponen biaya (cost) naik 10%, (benefit) tetap  Komponen biaya (cost) turun10%, (benefit) tetap  Komponen biaya (cost) tetap, manfaat naik 10%  Komponen biaya (cost) tetap, manfaat naik 10%  Komponen biaya (cost) naik 10%, (benefit) turun10%, manfaat manfaat (benefit) (benefit) manfaat
  57. 57. Penetapan Harga Air Irigasi Dalam kajian ini penetapan harga air berdasarkan kondisi paling kritis yaitu pada saat manfaat turun 10% sedangkan biaya naik 10%, sehingga harga jual air berdasarkan kondisi yang paling minimum yang dapat dikenakan pada konsumen agar proyek ini benar-benar layak.
  58. 58. Pada kondisi manfaat turun 10% dan biaya naik 10%, maka harga jual air dihitung sebagai berikut :      Nilai B/C = 1.55 B=C = Rp.449,776,631,758 IRR = 16,648% Bunga bank = 12% Kebutuhan air irigasi total = 407,652,010.26 m3/tahun  Manfaat air irigasi = Harga air irigasi x Kebutuhan air irigasi x (P/A,12,60) x (P/F,12,5)
  59. 59. Harga Air Irigasi Total Alokasi Air Irigasi = Kebutuhan Irigasi X (P / A,9,50) x (P / F,9,2) Harga Air Irigasi Rp. 449.776.631.758 = 407.652.010 X (8,324) x (1,761) = Rp. 88,69 m3/tahun
  60. 60. Simulasi Operasi Waduk dan Optimasi Harga Air Bersih Waduk dengan Program Solver Kapasitas Tampungan dan Luas Genangan. Kapasitas tampungan Waduk Cacaban dihitung berdasarkan peta hasil pengukuran. Elevasi kontur tertinggi pada elevasi +162,00 m.
  61. 61. Hubungan antara elevasi dengan kapasitas waduk dan luas tampungan
  62. 62. Debit inflow pada analisa kapasitas tampungan efektif menggunakan debit andalan Q80. Sedangkan debit outflow untuk irigasi menggunakan alternatif terpilih ditambah dengan air baku dan besarnya evaporasi pada bendungan.
  63. 63. Persamaan umum untuk tampungan efektif sbb: dimana, C = St = S(t-1) = It = Ot = Et = Lt kapasitas kapasitas tampungan efektif kapasitas tampungan pada periode waktu t kapasitas tampungan pada periode waktu t-1 debit masuk (inflow) pada waktu ke t debit kebutuhan pada periode waktu ke t penguapan yang terjadi pada tampungan pada periode waktu ke t = kehilangan air pada periode waktu ke t
  64. 64. Dari hasil analisa tampungan efektif didapatkan kapasitas tampungan efektif untuk Waduk Cacaban sebesar 10,37 x 106 m3 dan volume tampungan total sebesar 12,795 juta m3.
  65. 65. Optimasi Harga Air dan Keadalan Waduk Cacaban Simulasi Optimasi harga untuk waduk adalah optimasi yang dilakukan hanya pada satu waduk tanpa hubungan dengan waduk lain. Fungsi Tujuan Memaximumkan Total Net Benefit Pengguna (Model R1)
  66. 66. Kendala : X i ≥ besaran volume kebutuhan n i =1 X i ≤ besaran volume tertentu Y i…….≤ ratio model Bi = Benefit per m3 Z= n i =1 Xi Y i Z = Total biaya waduk
  67. 67. Hasil perhitungan layanan maksimum waduk untuk masing-masing awal tanam adalah sebagai berikut : Simulasi tampungan Waduk Cacaban digunakan untuk mengetahui hubungan antara : 1. Perubahan volume tampungan elevasi waduk, sepanjang tahun 2. Keandalan waduk 3. Menentukan Pola Operasi Waduk dan
  68. 68. Kegagalan dari simulasi tampungan waduk ditentukan dengan angka prosentase jumlah kegagalan dari total periode simulasi maksimal 20 % atau prosentase angka kepercayaan 80%. Perhitungan simulasi waduk disajikan pada bab ini. Contoh rekapitulasi elevasi waduk hasil simulasi dengan awal tanam 1 Januari dan 6 Januari.
  69. 69. Awal Tanam 1 Januari  Inflow waduk=101,388,636 m3  Irigasi Saba = i. MT I:1396,4 ha, ii. MT II :1186,94 ha, iii. MT III :1256,76 ha  Irigasi Puluran = i. MT :398,42 ha, ii. MT II :338,657 ha, iii. MT III :358,578 ha  Suplesi Air Baku = 0,526 m3/detik  Vol. Tampungan Total = 12,795 juta m3  Vol. Tampungan Eff = 10,37 juta m3  El. MAW maksimum = El. 156 m  Maintenance Flow = 0,29 m3/detik  QPLTA/Suplesi interkoneksi = 0.77m3/detik  Dayamax PLTA = 3.15 MW  DayaminPLTA = 1.36 MW
  70. 70. Tabel. Hasil Optimasi Harga Air Simulasi (a1)
  71. 71. Grafik Alokasi dan Harga Air (a1)
  72. 72. Awal Tanam 16 Januari  Inflow waduk=100,999,374 m3  Irigasi Saba = i. MT I:1396,4 ha, ii. MT II :1186,94 ha, iii. MT III :1256,76 ha  Irigasi Puluran = i. MT :398,42 ha, ii. MT II :338,657 ha, iii. MT III :358,578 ha  Suplesi Air Baku = 0,526 m3/detik  Vol. Tampungan Total = 12,795 juta m3  Vol. Tampungan Eff = 10,37 juta m3  El. MAW maksimum = El. 156 m  Maintenance Flow = 0,29 m3/detik  QPLTA/Suplesi interkoneksi = 0.77m3/detik  Daya max PLTA = 3.18 MW  Daya min PLTA = 1.32 MW
  73. 73. Tabel. Hasil Optimasi Harga Air Simulasi (b1)
  74. 74. Grafik Alokasi dan Harga Air (b1)
  75. 75. Harga Air Baku Waduk Cacaban Berdasarkan hasil analisa data maka harga air baku dapat disimpulkan hal sebagai berikut : 1. Alokasi biaya proyek Pembangunan Waduk Cacaban - Biaya Konstruksi Waduk Cacaban : Rp 428,716,771,000 - Biaya Operasional dan Pemeliharaan (pertahun) : Rp 2,388,065,073. Manfaat yang diperoleh setelah adanya proyek Waduk Cacaban : - Manfaat yang dapat dihitung (tangible Benefit) : Rp 130,680,082,750 - Manfaat yang tidak dapat dihitung (Intangible Benefit)
  76. 76. 2. Besarnya nilai B-C, B/C dan IRR pada kondisi cost naik 10%, benefit turun 10% yaitu: B-C sebesar Rp 256,754,029,530, B/C sebesar 1,31 dan IRR sebesar 15,203 %. 3. Harga air baku pada kondisi cost naik 10%, benefit turun 10%, biaya sebesar Rp 256,754,029,530 dan harga air (m3) sebesar Rp 1, 127
  77. 77. Harga Air Irigasi Waduk Cacaban Berdasarkan hasil analisa data dapat Irigasi sebagai berikut : disimpulkan Harga Air 1. Alokasi biaya proyek Pembangunan Waduk Cacaban - Biaya Konstruksi (perbaikan) : Rp 428,716,771,000 - Biaya Operasional dan Pemeliharaan (pertahun) : Rp 2,388,065,073. Manfaat yang diperoleh setelah adanya proyek Waduk Cacaban : - Manfaat yang dapat dihitung (tangible Benefit) : Rp 154,150,729,909 - Manfaat yang tidak dapat dihitung (Intangible Benefit)
  78. 78.  Bagi petani Adanya rasa aman, sehingga tidak muncul kekhawatiran kekeringan yang akan berdampak pada kegagalan panen. Panen melimpah sehingga tingkat perekonomian masyarakat meningkat.  Bagi pemerintah Pertambahan Pendapatan asli daerah dari sektor pertanian. 1. Besarnya nilai B-C,B/C dan IRR pada kondisi cost naik 10%, benefit turun 10% yaitu B-C sebesar Rp. 449,776,631,758, B/C sebesar 1,55 dan IRR sebesar 16,648%. 2. Harga air irigasi pada kondisi cost naik 10%, benefit turun 10%, biaya sebesar Rp 529,946,667,935.31 dan harga air sebesar Rp 88,69.
  79. 79. Harga Air Hasil Simulasi Cacaban Kabupaten Tegal Waduk Dari hasil analisa perbandingan maka dapat diketahui bahwa harga air mimimum eksisting sebesar Rp 800/m³ dan harga air maksimum sebesar 5500/m³, sedangkan dari hasil simulasi didapat harga air minimum sebesar Rp.982/m³ dan harga air maksimum sebesar 5695/m³ sehingga didapat bahwa untuk mendapakan nilai B/C > 1 maka pihak pengelola air dapat menerapkan harga air yang sudah di analisa.
  80. 80. Tarif Listrik Kabupaten Tegal Perhitungan tarif rata-rata dilakukan sebagai berikut : Sosial = 123 + 200 + 605 + 650 + 755 = 466,6 5 Rumah Tangga = 169 + 275 + 790 + 795 + 890 + 1330 5 Bisnis = 254 + 420 + 795 + 905 + 1420 5 = 758,8 = 708,81
  81. 81. Industri = 160 + 315 + 765 + 790 + 915 = 589,0 5 Pemerintah dan Penerangan Jalan Umum = 575 + 600 + 880 + 885 + 1020 = 792,0 5 Maka Nilai Rata-rata Total = 466,6 + 708,81 + 758,80 + 589,0 + 792,0 = 663,042 5 Sehingga pemasukan selama 1 tahun sebesar 12 x Rp 663,042 = Rp 7,956. per kWh.
  82. 82. 1. Ketersediaan air pada musim kemarau sangat terbatas, sehingga perlu dilakukan pendekatan kepada petani agar mau melaksanakan pola tata tanam yang sudah di jadwalkan. 2. Hendaknya pihak-pihak terkait selalu meninjau dan turut serta dalam pemeliharaan Waduk Cacaban agar waduk dapat beroperasi secara optimal sesuai usia gunanya serta terjaga keefektifitasannya. 3. Harga air yang sudah dipehitungkan hendaknya dibayarkan tepat waktu agar waduk Cacaban dapat terpelihara dengan baik

×