Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
• AFIFAH DHANIYAH
• AFRIYANTI ZAMILI
• ANITA KRISTINA SEMBIRING
• DESVINA CHRISTIA SIANIPAR
• MASRO HARAHAP
Masjid Raya Medan atau Masjid Raya Al Mashun
merupakan sebuah masjid yang terletak di Medan,
Indonesia. Masjid ini dibangu...
Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alam sebagai
pemimpin Kesultanan Deli memulai pembangunan Masjid Raya
Al Mashun pada tangg...
Masjid ini dirancang oleh Dingemans dari Amsterdam
memiliki gaya yang diambil dari budaya Timur Tengah, India, dan
Spanyol...
Selain kubah, hiasan bulan sabit pada puncaknya
terlihat sekali pengaruh seni Islam dalam ornamentasi, baik
di dinding, la...
• Masjid Raya Al-Mashun merupakan sebuah Masjid terbesar
yang berada di Kota Medan dengan usia yang mencapai
sekitar 108 t...
Sejarah masjid Al-Mashun Medan sumatera Utara
Sejarah masjid Al-Mashun Medan sumatera Utara
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Sejarah masjid Al-Mashun Medan sumatera Utara

404 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Sejarah masjid Al-Mashun Medan sumatera Utara

  1. 1. • AFIFAH DHANIYAH • AFRIYANTI ZAMILI • ANITA KRISTINA SEMBIRING • DESVINA CHRISTIA SIANIPAR • MASRO HARAHAP
  2. 2. Masjid Raya Medan atau Masjid Raya Al Mashun merupakan sebuah masjid yang terletak di Medan, Indonesia. Masjid ini dibangun pada tahun 1906 dan selesai pada tahun 1909. Usia Masjd ini kini berusia 108 tahun. Pada awal pendiriannya, masjid ini menyatu dengan kompleks istana. Gaya arsitekturnya khas Timur Tengah, India dan Spanyol. Masjid ini berbentuk segi delapan dan memiliki sayap di bagian selatan, timur, utara dan barat. Masjid Raya Medan ini merupakan saksi sejarah kehebatan Suku Melayu sang pemilik dari Kesultanan Deli (Kota Medan).
  3. 3. Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alam sebagai pemimpin Kesultanan Deli memulai pembangunan Masjid Raya Al Mashun pada tanggal 21 Agustus 1906 (1 Rajab 1324 H). Keseluruhan pembangunan rampung pada tanggal 10 September 1909 (25 Sya‘ban 1329 H) sekaligus digunakan yang ditandai dengan pelaksanaan sholat Jum’at pertama di Masjid ini. Keseluruhan pembangunannya menghabiskan dana sebesar satu juta Gulden. Sultan memang sengaja membangun masjid kerajaan ini dengan megah, karena menurut prinsipnya hal itu lebih utama ketimbang kemegahan istananya sendiri, Istana Maimun. Pendanaan pembangunan masjid ini ditanggung sendiri oleh Sultan, namun konon Tjong A Fie, tokoh kota Medan dari etnis Tionghoa yang sezaman dengan Sultan Ma’mun Al Rasyid turut berkontribusi mendanai pembangunan masjid ini.
  4. 4. Masjid ini dirancang oleh Dingemans dari Amsterdam memiliki gaya yang diambil dari budaya Timur Tengah, India, dan Spanyol. Masjid ini dibangun dengan bentuk segi 8 dan memiliki 4 sayap yang berbentuk seperti bangunan utama namun berukuran lebih kecil. Luas keseluruhan bangunan adalah 5.000 meter. Konsep bangunan utama beserta bangunan sayap merupakan konsep bangunan masjid kuno di Timur Tengah. Hiasan di Masjid ternyata bukan berupa kaligrafi melainkan ukiran bunga dan tumbuhan. dan berbeda dengan masjid lainnya, kubah masjid ini tidak berbentuk bulat namun persegi 8 dan agak gepeng. Kubah berjumlah 5 buah, yang paling besar berada diatas bangunan utama dan 4 lainnya diatas masing2 sayap. disetiap ujung kubah terdapat ornamen bulan sabit sebagai penghias.
  5. 5. Selain kubah, hiasan bulan sabit pada puncaknya terlihat sekali pengaruh seni Islam dalam ornamentasi, baik di dinding, langit-langit, tiang, dan permukaan. Ini merupakan dekorasi floristik.Jenis dekorasi sering disebut hiasan Terawangan atau Kerawangan, selain sebagai hiasan, hiasan ini juga berfungsi sebagai ventilasi. Masjid yang menjadi identitas kota Medan ini, memang bukan sekedar bangunan antik bersejarah saja, tetapi juga menyimpan keunikan tersendiri mulai dari gaya arsitektur, bentukbangunan, kubah, menara, pilar utama, hingga ornamen-ornamen kaligrafi yang menghiasi bangunan masjid ini. Belum lagi dengan ukiran dan hiasan ornamen khas Melayu Deli pada setiap sudut bangunan, yang serta merta melahirkan nilai-nilai sakral religius yang teramat dalam bagi tiap orang yang memasukinya.
  6. 6. • Masjid Raya Al-Mashun merupakan sebuah Masjid terbesar yang berada di Kota Medan dengan usia yang mencapai sekitar 108 tahun. • Masjid Raya Al-Mashun juga termasuk Masjid yang di lindungi oleh situs Sejarah. • Arsitektur bangunan Masjid Raya Al-Mashun banyak dari interior buatan Italia • Masjid Raya Al-Mashun menjadi kebanggaan umat Islam di kota Medan (Sumatera Utara). Bahkan Masjid Raya Al- Mashun juga menjadi salah satu keunikan sejarah Islam masyarakat Melayu di Sumatera maupun di Malaysia. • Masjid Raya Al-Mashun mendapatkan peringkat 5 objek wisata terbesar di Medan

×