Successfully reported this slideshow.

Zoologi invert new

2,521 views

Published on

  • Be the first to comment

Zoologi invert new

  1. 1. ZOOLOGIINVERTEBRATA
  2. 2.  IDENTITAS MATA KULIAH Mata kuliah : Zoologi Invertebrata Kode mata kuliah : Bobot SKS : 3(Tiga) Jurusan/prodi : Biologi/Biologi Semester/jenjang : 2 (Dua)/S-1 Dosen : Adriani S.Si M.Kes
  3. 3. Tujuan perkuliahan Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat memahami prinsip-prinsip nomenklatur dan klasifikasi, kehidupan invertebrata dan hubungannya dengan kehidupan manusia.
  4. 4. Deskripsi mata kuliah Mata kuliah ini membahas tentang ciri-ciri morfologi, anatomi, sistem organ, Klasifikasi dan peranan dari setiap filum invertebrata
  5. 5. EVALUASI Absensi Pemahaman Soft skill
  6. 6. MATERI1. Nomenklatur dan klasifikasi hewan2. Protozoa3. Protista4. Porifera5. Coelenterata6. Platyhelminthes7. Nemathelminthes8. Annelida9. UTS10. Mollusca11. Mollusca12. Echinodermata13. Echinoidermata14. Arthropoda15. Arthropoda16. UAS
  7. 7. MATERI 1 KLASIFIKASI DANNOMENKLATUR HEWAN
  8. 8. A. Pendahuluan Berbagai macam organisme Klasifikasi/pengelompokan ---- taksonomi Didasarkan pada ciri tertentu Ciri yg sama --- satu kelompok Ex. Sapi, kerbau, kambing --- ruminansia
  9. 9. B. Tujuan dan Manfaat Klasifikasi Mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenis, agar mudah dikenal & mudah dipelajari Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-cirinya Mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup Mempelajari evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya
  10. 10. C. Dasar-dasar klasifikasi 1. Berdasarkan persamaan ciri 2. Berdasarkan perbedaan ciri 3. Berdasarkan manfaat 4. Berdasarkan ciri morfologi dan anatominya 5. Berdasarkan ciri biokimianya
  11. 11. cont1. Berdasarkan Persamaan Ex. Kuda dan sapi  Sama-sama hewan --- bertulang belakang  Mamalia  Tetrapoda
  12. 12. cont2. Berdasarkan Perbedaan Ex. Kuda dan sapi  Jumlah jari di setiap kaki  Kuda memiliki tiga jari di setiap kaki --- ganjil atau Perisodactyla  Sapi memiliki empat jari di setiap kakinya--- berjari genap atau Artiodactyla
  13. 13. cont3. Berdasarkan Manfaat  Hewan ternak atau seafood  Dapat dilakukan oleh siapa saja  Didasarkan atas manfaat hewan tersebut
  14. 14. cont4. Berdasarkan Ciri Morfologi dan Anatomi  Morfologi --- ciri dari luar  Anatomi --- bagian dalam tubuh  Ex. ada-tidaknya tulang belakang, bentuk alat gerak, jumlah sayap (pada serangga), ruas-ruas pada tubuh, jumlah kaki, dan lain- lain
  15. 15. cont5. Berdasarkan ciri biokimianya  Biokimia --- jenis-jenis protein, jenis-jenis enzim, ada tidaknya membran organel sel  DNA atau asam nukleat juga digunakan untuk menentukan hubungan kekerabatan makhluk hidup
  16. 16. D. Jenis-jenis Klasifikasi1. Klasifikasi Sistem Alami2. Klasifikasi sistem Buatan3. Klasifikasi sistem Filogenetik
  17. 17. 1. Klasifikasi sistem alami Aristoteles --- hewan dan tumbuhan Hewan --- habitat dan perilakunya Tumbuhan --- ukuran dan strukturnya
  18. 18. 2. Klasifikasi sistem buatan Carolus Linnaeus Binomial nomenklatur Klasifikasi berdasarkan morfologi
  19. 19. 3. Klasifikasi sistem filogenetik Sejarah evolusi kelompok organisme Keturunan dan Hubungan kekerabatan Berkerabat dekat ----persamaan ciri yang lebih banyak Ciri morfologi, anatomi, fisiologi, dan perilaku
  20. 20. E. Sejarah Klasifikasi Klasifikasi dua kingdom Tumbuhan---dinding sel, klorofil dan autotrof Alga, lumut, jamur, paku-pakuan dan tumbuhuan berbiji serta bakteri dan jamur Hewan--tidak berdinding sel, tidak berklorofil, heterotrof, dapat bergerak bebas. Protozoa, Porifera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, sampai Chordata
  21. 21. E. Sejarah Klasifikasi- Klasifikasi 2 kingdom Plantae Animalia Ciri : dinding sel, klorofil dan Ciri : tidak berdinding sel, autotrof tidak berklorofil, Contoh : Alga, lumut, jamur, heterotrof, dapat paku-pakuan dan tumbuhuan bergerak bebas. berbiji serta bakteri dan jamur Contoh : Protozoa, Porifera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, sampai Chordata
  22. 22. Klasifikasi tiga kingdom1. Protista—uni/multiseluler yg blm terdiferensiasi Uniseluler (amoeba dan diatom) & Multiseluler : alga2. Plantae -- autotrof, eukariot multiseluler, dan bereproduksi dengan spora --- jamur, tumbuhan lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan biji3. Hewan--heterotrof dan eukariot multiseluler--- Protozoa, Porifera, Coelenterata, Mollusca, Arthrop oda, Echinodermata, sampai Chordata
  23. 23. Klasifikasi empat kingdom Ditemukannya nukleus---pro dan eukaryotik1. Monera---inti tanpa membran (prokarion).2. Protista----organism bersel satu dan organism multiseluler yang belum berdiferensiasi.3. Plantae----jamur, tumbuhan lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan biji.4. Animalia---Protozoa sampai Chordata dimasukkan ke dalam kerajaan hewan atau kingdom Animalia
  24. 24. Klasifikasi lima kingdom tingkatan organisme, susunan sel, dan cara pemenuhan makanannya.1. Monera--- tanpa membran inti2. Protista--- tidak membentuk jaringan3. Fungi—heterotrof, kitin4. Plantae5. Animalia
  25. 25. Klasifikasi biologi modern Takson--- dari tinggi ke rendah Takson yg tinggi--memiliki sedikit persamaan ciri-ciri Takson yg rendah---memiliki banyak persamaan ciri dimasukkan dalam takson yang lebih rendah Tumbuhan---thallophyta dan kormophyta Hewan---invertebrata dan vertebrata
  26. 26. F. Tahapan dalam Klasifikasi1. Pencandraan Ciri-ciri Makhluk Hidup ----Ciri-ciri yang diamati adalah ciri- ciri morfologi, anatomi, dan fisiologi (sayap, kaki, cr makan)2. Pengelompokan Berdasarkan Ciri-ciri--berdasarkan persamaan atau perbedaan ciri-ciri (ruang jantung, alat pernafasan dsb)3. Pemberian Nama Takson---itik& ayam (aves) dsb
  27. 27. Urutan Tingkatan Takson dalamKlasifikasi1. Species (Jenis)2. Genus (Marga)3. Famili (Suku)4. Ordo (Bangsa)5. Classis (kelas)6. Phylum (Filum) atau Divisio (Divisi)7. Kingdom atau Regnum
  28. 28. Pembagian hewan1. Simetri tubuh Radial--- oral (atas) & aboral (bawah), coelenterata, porifera dan echinodermata Bilateral ---- oral, aboral, dorsal, ventral, anterior dan posterior, pisces2. Lapisan tubuh Diploblastik --- porifera dan coelenterata Triploblastik --- platyhelminthes
  29. 29. LAPISAN tubuh Diploblastik  Triploblastik Memiliki dua lapisan Memiliki tiga lapisan lembaga / tubuh yaitu: lembaga / tubuh yaitu:1. Lapisan luar Ektoderm. 1. Lapisan luar Ektoderm2. Lapisan dalam 2. Lapisan tengah Endoderm. Mesoderm 3. Lapisan dalam Endoderm
  30. 30. CIRI UMUM ANIMALIA Ukurannya bervariasi yaitu mulai dari yang mikroskopis sampai yang paling besar Uniseluler atau Multiseluler Tidak berdinding sel Tidak berplastida dan klorofil (heterotrof) Mahluk eukariotik (inti ditutupi membran) Motil---memperoleh makanan&pertahanan hdp Dapat merespon rangsangan dengan cepat.
  31. 31. CIRI UMUM INVERTEBRATA Eksoskeleton (rangka luar) Ekskresi melalui membran sel atau dengan alat ekskresi Peredaran darah terbuka atau difusi Sistem sarafnya belum punya otak tapi dengan simpul-simpul saraf Pernapasan dengan ronga tubuh atau dengan organ pernapasan Simetri tubuh yaitu simetri bilateral atau radial
  32. 32. Dasar Klasifikasi makhluk hidup Berdasarkan persamaan Berdasarkan perbedaan Berdasarkan manfaat Berdasarkan ciri morfologi dan anatomi Berdasarkan ciri biokimia
  33. 33. Solanum pomiferum fructo rotundo striato
  34. 34. Nama ilmiah Vs nama daerah Scientific name Vernacular name Berdasarkan kode internasional Tidak mengikuti ketentuan manapun Bahasa latin Bahasa setempat/daerah Berlaku internasional Berlaku lokal Memberi indikasi untuk kategori Tidak jelas untuk kategori takson takson yang mana Hanya ada satu nama yang Banyak nama sesuai dengan benar sesuai takson bahasa daerah setempat Sukar dilafalkan Mudah dilafalkan
  35. 35. Invertebrata Protozoa Porifera Coelenterata Platyhelmintes Nemathelmintes Annelida Mollusca Echinodermata Arthropoda
  36. 36.  Dasar penyusunan tingkatan filum invertebrata meliputi : 1. Fisiologi tubuh 2. Filogenetik 3. Susunan kimia tubuh 4. Coelom Pro-Po-Coe-Platy-Nema-Anne-Mol-Echi-Arthro
  37. 37. Protista
  38. 38. Protista Ciri-Ciri 1. Eukariot 2. Uniseluler atau Multiseluler sederhana 3. Autotrof atau heterotrof dengan cara menyerap atau menelan makanan
  39. 39. ProtistaProtista Protista Protistamenyerup menyerup menyerupai jamur ai hewan ai tumbuhan
  40. 40. Protista mirip jamur Jamur parasit dan predator Menghasilkan spora Terdiri atas : - Oomycota - Myxomycota
  41. 41. Protista mirip jamur (oomycota) Saprofit Ada yang parasit seperti Saprolegnia pada ikan Ada yang patogen pada anggur, kentang dan tomat Reproduksi secara sexual (konyugasi) dan aseksual (pembentukan spora)
  42. 42. Contoh jamur air  Plasmopora viticola (pd anggur), Phytophora infestans (pdSaprolegnia sp kentang dan tomat)
  43. 43. Protista mirip jamur (myxomycota) Hidup bebas Bentuk seperti amuba Predator fagosit (menelan bakteri, hama, spora dan bahan organik lainnya) Menghasilkan lendir untuk pergerakannya
  44. 44. Contoh jamur lendir Dictyostelium discoideum
  45. 45. Protista menyerupai hewan Dikenal dengan nama Protozoa Uniseluler Heterotrof Reproduksi dengan cara membelah diri dan konyugasi Cara hidup : bebas, parasit dan bersimbiosis
  46. 46. Klasifikasi protozoa
  47. 47. Klasifikasi protozoaNo Ciri Rhizopoda Cilliata Flagellata Sporozoa 1 Alat Gerak Kaki semu Rambut Bulu cambuk Tidak punya (pseudopodia) getar 2 Habitat Air laut, air Air tawar dan Air laut, air Hidup sbg tawar, parasit di tempat yang tawar, parasit parasit pada sel tubuh hewan lembab di darah hewan/manus manusia/hewan ia 3 Cara Hidup Soliter Soliter / Soliter / Soliter / berkoloni berkoloni berkoloni 4 Reproduksi Membelah diri Membelah Membelah diri Sporozoit, diri, Gametosit Konjugasi 5 Contoh Amoeba Paramecium Euglena Plasmodium Protozoa proteus, caudatum, viridis, falciparum, Enthamoeba Didinium, Trypanasoma Plasmodium ginggivalis, Vorticella, vaginalis, malariae, Enthamoeba Balantidium Trypanasoma Plasmodium disentriae, coli gambiense vivax Foraminifera
  48. 48. Protista menyerupai tumbuhan Dikenal dengan nama ganggang/alga Ukuran bervariasi Uniseluler dan multiseluler Autotrof Reproduksi secara seksual (konyugasi dan metagenesis) dan aseksual (membelah diri, spora dan fragmentasi)
  49. 49. Euglenoid/euglenophyta Alga keemasan/chrysophyta AlgaKlasifikasi alga api/phyrrophyta/dinoflagellata Alga hijau/chlorophyta Alga coklat/phaeophyta Alga merah/Rhodophyta
  50. 50. Euglenoid/euglenoid  Uniseluler  Tanpa dinding sel  Heterotrof  Fotosintetik  Memiliki flagel  Memiliki bintik mata yg berisi fotoreseptor  Contoh : Euglena sp
  51. 51. Ganggang api/dinoflagellata Jika jumlahnya mningkat (blooming) air laut merah Produsen utama fitoplankton laut Contoh : Gymnodinium breve (menghasilkan neurotoksin) Noctiluca miliaris (menyebabkan Gymnodinium breve laut b’cahaya) Noctiluca miliaris
  52. 52. Ganggang hijau/chlorophyta Pigmen dominan berupa klorofil Contoh : Chlorella sp, Ulva lactuca, Halimeda sp
  53. 53. Ganggang coklat/phaeophyta Pigmen dominan berupa fukosantin Contoh : Laminaria lavaniea (pupuk pertanian), L. digitalis (p’hasil yodium) Macrocystis (bahan pengental)
  54. 54. Ganggang keemasan/chrysophyta  Pigmen dominan berupa santofil  Contoh : Navicula sp, Synura sp, Diatom sp
  55. 55. Ganggang merah/rhodophyta Pigmen dominan adalah fikobilin jenis fikoeritrin Hidup di laut dalam
  56. 56. Manfaat ganggang bagi manusia Diatom dapat dimanfaatkan sbg campuran semen, penggosok, bahan isolasi, bahan peledak Eucheuma dan Gelidium Dimanfaatkan u/p’buatan gelatin (campuran agar-agar dan kue) Chlorella sebagai suplemen makanan Laminaria u/pengental dalam industri makanan dan obat penyakit gondok
  57. 57. Protozoa Adriani
  58. 58. Ciri umum Protozoa Eukariotik Uniseluler Heterotrof/kemoheterotrof Umumnya memiliki alat gerak ------ Dasar Klasifikasi lama Hidup di air, bersimbiosis atau parasit Aktivitas makan dilakukan secara fagositosis dan pinositosis Pengambilan nutrisi berlangsung secara holozoik, saprozoik, holofitik/autotrof dan saprofitik Reproduksi secara sexual (penyatuan gamet, konyugasi) dan aseksual (binary fission)
  59. 59. Klasifikasi protozoa (lama)
  60. 60. Klasifikasi protozoa (baru) Phylum Sarcomastigophora : Trypanosoma Phylum Labyrinthomorpha : Labyrinthula Phylum Apicomplexa : Toxoplasma Phylum Myxozoa : Ceratomyxa Phylum Microspora : Encesephalozoon Phylum Ascetospora : Marteilia Phylum Ciliophora : BalantidiumKlasifikasi didasarkan pengamatan sel di bawahmikroskop elektron
  61. 61. Protozoa : Filum Sarcomastigophora Alat gerak berupa Flagel, Pseudopodia atau keduanya Sub filum : Mastigophora Kelas Phytomastigophorea (flagellata miriptumbuhan) Cth : Euglena, Volvox Kelas Zoomastigophorea (flagellata mirip hewan) Cth : Trichomonas dan Trypanosoma Sub filum : Opalinata (parasit) Sub filum : Sarcodina (Pseudopodia) Kelas Rhizopoda, cth : Amoeba dan Entamoeba Kelas Actinopoda, cth : Plankton
  62. 62. Filum Sarcomastigophora : Kelas Rhizopoda Menggunakan kaki semu/Pseudopodia untuk pergerakannya Habitat : air tawar, perairan dan tanah Contoh : Amoeba, Foraminifera dan Entamoeba ginggivalis
  63. 63. Protozoa : Contoh Rhizopoda (Amoeba)
  64. 64. Protozoa : Contoh RhizopodaGlobigerina, cangkangnya sbg petunjuk adanya minyak bumi, gas alam danmineral
  65. 65. Protozoa : Contoh Rhizopoda (Entamoebaginggivalis)
  66. 66. Filum Sarcomastigohora : kelasZoomastigophora Bergerak dengan flagel Meliputi Flagellata parasit dan non parasit Contoh : Trypanosoma sp dan Leismania donovani
  67. 67. Filum Sarcomastigohora : kelasZoomastigophora Rayap Tryconympha sp
  68. 68. Filum Sarcomastigohora : kelasPhytomastigophora Bergerak dengan flagel Non parasit Holofitik Cth : Euglena viridis
  69. 69. Protozoa : Filum Apicomplexa Apikal complex (seperangkat organel pd ujung sel) Tahap dewasa tanpa flagel atau cilia Parasit Cth : Plasmodium dan Toxoplasma
  70. 70. Protozoa : Filum Apicomplexa1. Toxoplasma gondii  toksoplasmosis2. Plasmodium: 1) P. vivax  Malaria tertiana (demam tiap dua hari sekali) 2) P. ovale  Malaria tertiana (demam tiap dua hari sekali) 3) P. malariae  Malaria kuartana (demam tiap tiga hari) 4) P. falciparum  Malaria tropikana (demam setiap saat)
  71. 71. Daur Hidup Plasmodium sp Protozoa : Daur hidup Plasmodium Pada Tubuh Pada Tubuh Manusia Nyamuk Sporozoit Sporozoit Di Sel Hati Merozoit Oosit Menyerang Zigot Sel Darah Merah Dan Menghasilkan Fertilisasi MakroMikro Gamet Makro Gamet Gamet Gametosit (Sel Gamet (Sel Gamet Betina) Jantan) Mikro Gamet
  72. 72. Protozoa : Filum Labyrynthomorpha Habitat di laut Jumlahnya sedikit Parasit pada algae Cth : Labyrinthula sp
  73. 73. Protozoa : Filum Myxozoa Spora multisel, bentuk kapsul dengan satu atau lebih polar Parasit pada ikan dan Ceratomyxa shasta invertebrata Cth : Ceratomyxa dan Myxidium
  74. 74. Protozoa :Filum Microspora Parasit pada invertebrata dan vertebrata rendah Spora berdinding tebal dan mengandung suatu bahan infeksi/sporoplasma yang berperan dalam invasi Cth : Enchephalitozoan cuniculi
  75. 75. Protozoa : Filum Ascetospora Parasit pada invertebrata dan sedikit vertebrata Spora multisel, tanpa kapsul atau filamen Parasit Cth : Marteilia dan Haplosporidium nelsoni Haplosporidium
  76. 76. Protozoa : Filum Ciliophora Menggunakan cilia sebagai alat gerak Memiliki 2 nukleus (makronukleus dan mikronukleus) Reproduksi secara seksual (melalui konyugasi) dan aseksual (melalui Struktur sel Paramaecium pembelahan sel) Contoh : Paramecium sp
  77. 77. Protozoa : Reproduksi Ciliata
  78. 78. Peranan Protozoa Menguntungkan: Mengontrol jumlah bakteri di alam karena predator bakteri Merupakan zooplankton dan bentos sbg sumber makanan hewan air Foraminifera/Globigerina, cangkangnya sbg petunjuk adanya minyak bumi, gas alam dan mineral Radiolaria, kerangkanya yang mengendap di dasar laut dapat digunakan sebagai bahan penggosok
  79. 79. Peranan Protozoa Merugikan:  Enthamoeba histolyca, Enthamoeba disentriae, penyebab disentri  Trypanasoma brucei, penyakit tidur di Afrika  Trypanasoma evansi, penyakit pada hewan ternak  Leishmania, penyebab penyakit kala-azar  Trichomonas vaginalis, parasit di vagina  Balantidium coli, penyebab diare  Toxoplasma gondii, penyebab toksoplasmosis  Plasmodium sp, penyebab malaria
  80. 80. Vermes
  81. 81. VermesPlatyhelminthes Nemathelminthes Annelida
  82. 82. Platyhelminthes Cacing bentuk pipih Simetris bilateral Triploblastik Sistem saraf tangga tali Hermaprodit Terdiri atas 3 kelas yaitu turbellaria, trematoda dan cestoda
  83. 83. Jenis-jenis inang Inang tetap (primary host) - terdapat parasit dewasa - parasit mengalami reproduksi seksual Inang sementara (intermediate host) - tempat perkembangan larva - parasit mengalami reproduksi aseksual
  84. 84. Turbellaria (cacing berambut getar) Tanpa alat isap Memiliki rambut getar Daya regenerasi tinggi Contoh : Planaria sp
  85. 85. Turbellaria Contoh planaria
  86. 86. Trematoda (cacing isap) Parasit pada vertebrata Memiliki alat pengisap (sucker) dan kait (rostellum) Contoh : Fasciola hepatica
  87. 87. Daur hidup trematoda
  88. 88. Daur hidup Fasciola hepatica
  89. 89. `Contoh lain dari Trematoda Clonorchis sinensis, inang perantara berupa siput air Schistosoma japonicum. Inang perantara berupa anjing dan babi Fasciolopsus buski, parasit pada manusia, anjing dan babi Paragonimus westermani, hidup
  90. 90. Cestoda (cacing pita) Tanpa alat pencernaan Bentuk tubuh menyerupai pita Contoh : Taenia saginata dan Taenia solium
  91. 91. Daur hidup Taenia solium
  92. 92. Siklus Hidup Taenia proglottids scolexa Larva, yang b Manusia yang memakandilengkapi daging yang terinfeksi, akandengan scolex menyebabkan kista berkembangakan menjadi cacing pita dewasaberkembangmenjadi kistapada jaringantubuhinang, misal padaotot d Di dalam telur yang telah dibuahi, embrio berkembang menjadi larva. Sapi c Cacing pita dewasa mungkin akan memakan telur bersama terdiri dari scolex dan rumput dan akan menjadi inang proglotid.Proglotid pada sementara bagi cacing pita bagian ujung mengandung telur yang telah dibuahi yang siap dikeluarkan bersama feses untuk menginfeksi kembali Fig. 22-11, p.361
  93. 93. Nemathelminthes Tubuh bulat panjang Tubuh tidak beruas Triploblastik Bilateral simetris Tidak bersilia Dioceus
  94. 94. Klasifikasi nemathelmintes Kelas nematoda hidup bebas. Punya usus tanpa proboscis, anterior mengecil posterior meruncing Kelas Acanthocephala tidak mempunyai usus tapi mempunyai proboscis yang berduri.
  95. 95. Kelas nematoda subclass Eunematoda Ordo : Ascaroidea Ordo : Strongyloidea Ordo : Filarodia Ordo : Dioctophymoidea Ordo : Trichinelloida
  96. 96. Ordo ascaroida Famili ascaridae Family Heterakidae Family Oxyuridae Family Rhabditidae
  97. 97. Ordo Strongyloida Famili Strongylidae Famili Ancylostomidae Famili Metastrongylidae Famili Terichostrongylidae
  98. 98. Ordo Filaroida Contoh Wucheria brancofti yang hidup dalam tubuh nyamuk culex menyebabkan Elephantiatis atau filariasis
  99. 99. Ordo Dioctophymoidea hidup parasit, terdapat pada alat pencernaan, ginjal, rongga tubuh, pada Aves dan Mamalia. Contoh Dioctophyme renale pada ginjal anjing
  100. 100. Ordo Trichinelloida hidup parasit, contoh Trichinella spiralis yang menyebabkan penyakit Trichinosis pada manusia, babi dan tikus
  101. 101. Kelas nematoda Sub klass Gordiaceae Bentuk mirip rambut kuda, rongga tubuhnya dilapisi epithelium, hidup pada insect spt kecoa dan belalang Contoh : Neoechinorhynchus emydis yang terdapat pada penyu
  102. 102. ARTHROPODA
  103. 103. Ciri Arthropoda Tubuh beruas Bilateral simetris Tersusun atas senyawa kitin Sistem saraf tangga tali Hewan coelomata
  104. 104. Klasifikasi arthropoda Crustaceae Onychophora Chilopoda Arthropoda Insecta Arachnoidea Diplopoda
  105. 105. Crustaceae Memiliki lapisan kutikula Eksoskeleton terdiri atas anterior dan posterior Makanan berupa udang kecil, gastropoda dan larva insect Dioceus Alat ekskresi berupa greenland Respirasi dengan insang
  106. 106. Onycophora Jarang dijumpai Habitat di bawah tumpukan kayu dan batu, t4 gelap dan lembab Nocturnal Vivipar Alat respirasi berupa trakea Cth : Peripatus sp
  107. 107. Chilopoda Tubuh pipih dorso- ventral Hidup di bawah tumpukan kayu, batu ataupun di sela-sela tanah yang pecah Memiliki bisa Contoh : lipan
  108. 108. Diplopoda Tubuh bulat panjang Terdiri atas 25-100 ruas Mampu menggulung diri Habitat di tempat gelap dan lembab Makanan berupa tumbuhan yang melapuk
  109. 109. Insecta Hexapoda Daur hidup pendek Respirasi dengan trakea Alat ekskresi berupa badan malpighi Sistem saraf tangga tali Mengalami metamorfosis
  110. 110. Arachnoidea Memiliki kelisera (penjepit) Tubuh terdiri atas cephalothorax dan abdomen
  111. 111. Sekian danterima kasih

×