Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
LAPORAN OBSERVASI STUDY VISIT DI PROPINSI BALI KEBIJAKAN & PRAKTEK  PELAYANAN DI KAWASAN WISATA  DI PROPINSI BALI PROGRAM ...
 
<ul><li>Koordinator :  Prof. J. Basuki, MPsi </li></ul><ul><li>Ketua :  Nyoman Rudana S.E </li></ul><ul><li>Anggota : </li...
BAB I PENDAHULUAN <ul><li>A. LATAR BELAKANG & TUJUAN : </li></ul><ul><li>Latar Belakang </li></ul><ul><li>UU Pariwisata no...
<ul><li>Bagi  Pemerintah Daerah BALI : </li></ul><ul><li>1.   Mendapat masukan dari mahasiswa STIA LAN-RI Jakarta dalam ta...
<ul><li>Agar pemerintah daerah termotivasi untuk lebih memajukan daerahnya. </li></ul><ul><li>Menampung seluruh informasi ...
<ul><li>B. Obyek & Ruang Lingkup : </li></ul><ul><li>Obyek yang diamati :  </li></ul><ul><li>Dinas Pariwisata Propinsi Bal...
<ul><li>Ruang Lingkup : </li></ul><ul><li>1.  Kesesuaian antara materi uliah mengenai manajemen pemerintahan daerah  dan k...
BAB II  POKOK – POKOK INFORMASI KEBIJAKAN DAN PRAKTEK PELAYANAN DI KAWASAN WISATA DI PROP BALI <ul><ul><li>Gambaran Umum <...
<ul><li>PDRB tahun 2006 naik 10,14% dari tahun 2005 </li></ul>     Source : Bali Dalam Angka / Bali In Figures 2007,      ...
<ul><li>………… Gambaran Umum </li></ul><ul><li>Bali Tourism Board  ( BTB ) </li></ul><ul><li>3 Pilar penopang pariwisata di ...
<ul><li>…… . BTB </li></ul><ul><li>5. Society of Indonesian Professional Convention Organizers ( SIPCO ), cabang Bali.  </...
<ul><li>………… Gambaran Umum </li></ul><ul><li>c . Branding  BALI SHANTI SHANTI SHANTI </li></ul><ul><li>Tujuan :  </li></ul...
2.  Gambaran Kebijakan & Program Pelayanan Dinas Pariwisata Prop Bali khususnya dalam menyambut VIY 2008 <ul><li>Dasar keb...
<ul><li>……… kebijakan – kebijakan  </li></ul><ul><li>Visi prop Bali : </li></ul><ul><li>Terwujudnya Bali Dwipa Jaya Berlan...
Perlu kebijakan – kebijakan sbb : 1. Mendorong & meningkatkan usaha &  pengembangan pariwisata 2. Mengembangkan kelembagaa...
<ul><li>Langkah konkrit Dinas Pariwisata Prop Bali bekerjasama dg BTB dalam menyambut VIY 2008 dengan menyelenggarakan ber...
… .langkah konkrit <ul><li>2.  Gebyar Keraton Semarapura 2008 ( 100 tahun  </li></ul><ul><li>Puputan Klungkung ) 21 April ...
3.  Permasalahan yang Dihadapi Kepariwisataan Bali <ul><li>Dari segi KEBIJAKAN : </li></ul><ul><li>1. Belum adanya dana ya...
<ul><li>Di bidang PELAYANAN : </li></ul><ul><li>Kurangnya penerbangan langsung ke Bali,  karena  </li></ul><ul><li>penerba...
<ul><li>5.  Kurangnya rambu-rambu  petunjuk jalan di obyek wisata  </li></ul><ul><li>6. Kurangnya fasilitas umum di obyek ...
BAB III BEST PRACTICE DALAM MANAJEMEN PELAYANAN   <ul><li>TANAH LOT </li></ul>
<ul><li>Sapta Pesona sudah dilaksanakan namun belum optimal.  </li></ul><ul><li>2.  Manajemen pengelolaan obyek wisata  cu...
<ul><li>B. MUSEUM   RUDANA </li></ul><ul><li>Tujuan didirikannya Museum Rudana  : Pelestarian dan </li></ul><ul><li>Pengem...
<ul><li>3.   Nilai-nilai Filosofi Hindu erat kaitannya dengan konsep dan arsitektur bangunan Museum   filosofi Tri Hita K...
<ul><li>4.  Luas bangunan hanya 15%, sedangkan sisa lahan  </li></ul><ul><li>digunakan sebagai lahan parkir, pertamanan,  ...
<ul><li>c. PASAR SENI SUKOWATI </li></ul><ul><li>1. Barang yang tersedia lengkap dan murah harganya </li></ul><ul><li>2. M...
<ul><li>D. PASAR RAKYAT UBUD </li></ul><ul><li>Tersedia  barang – barang kerajinan bernilai seni  tinggi, tidak hanya untu...
<ul><li>E. PANTAI KUTA </li></ul><ul><li>1. Aman, pantai bersih dan masih alami. </li></ul><ul><li>2. Lokasi strategis dan...
<ul><li>F. PEMDA KAB GIANYAR </li></ul><ul><li>Kabupaten Gianyar terutama hidup dari industri pariwisata, termasuk industr...
<ul><li>bagi para wisatawan untuk mencari jenis kerajinan yang dibutuhkannya serta menunjukkan keseriusan.  </li></ul>
<ul><li>3.   Warisan budaya yang termasuk ke dalam World  </li></ul><ul><li>Cultural Heritage dari Unesco di sepanjang  DA...
<ul><li>G.  Unsur-unsur Yang Terkait Dengan SDM, Etos, Security, Keindahan, Nilai, Karakter Wira Usaha </li></ul><ul><li>S...
BAB IV KESIMPULAN & SARAN <ul><li>KESIMPULAN </li></ul><ul><li>Dari segi kebijakan : </li></ul><ul><li>Tiga komponen pariw...
<ul><li>3.  Peraturan serta Undang Undang dari pemerintah pusat belum tersosialisasi dengan maksimal, serta belum sinkron ...
<ul><li>4. Propinsi Bali tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah hanya mengandalkan jasa pelayanan dan pariwisata  ...
<ul><li>b. Darti Segi Pelayanan : </li></ul><ul><li>Pelestarian nilai – nilai budaya dan adat istiadat Bali memperkaya pen...
<ul><li>3. Diperlukan informasi yang up to date dan akurat baik yang terkait dengan  calendar of event  </li></ul><ul><li>...
<ul><li>SARAN – SARAN </li></ul><ul><li>a. Terkait bidang kebijakan : </li></ul><ul><li>1. Peningkatan SDM :  </li></ul><u...
<ul><li>3.  Perlunya pemerintah memperhatikan penyakit wabah  seperti diare, kolera, flu burung, demam berdarah.  </li></u...
<ul><li>6.  UU no 33 tahun 2004 mengenai Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah: Bali perlu mendapat dana kompensasi atau  ...
<ul><li>Perlu adanya kebijakan yang mengatur  </li></ul><ul><li>pemerataan kunjungan wisatawan ke  seluruh  obyek wisata d...
<ul><li>b.  Saran – saran terkait dengan pelayanan : </li></ul><ul><li>1.  Penambahan rambu-rambu / petunjuk jalan menuju ...
TERIMA KASIH Om Shanti Shanti Shanti  Om
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

STUDY VISIT STIA LAN -RI JAKARTA PROGRAM MAGISTER ADMINISTRASI PUBLIK 2008-2009 KE BALI 17-20 APRIL 2008

3,359 views

Published on

Published in: Technology

STUDY VISIT STIA LAN -RI JAKARTA PROGRAM MAGISTER ADMINISTRASI PUBLIK 2008-2009 KE BALI 17-20 APRIL 2008

  1. 1. LAPORAN OBSERVASI STUDY VISIT DI PROPINSI BALI KEBIJAKAN & PRAKTEK PELAYANAN DI KAWASAN WISATA DI PROPINSI BALI PROGRAM STUDI MPD STIA LAN – RI JAKARTA
  2. 3. <ul><li>Koordinator : Prof. J. Basuki, MPsi </li></ul><ul><li>Ketua : Nyoman Rudana S.E </li></ul><ul><li>Anggota : </li></ul><ul><li>Dra. Srie Saadah Soepono </li></ul><ul><li>M. Muslim, S.Sos </li></ul><ul><li>Rosmalia Agustari Evelina, S.I.P </li></ul><ul><li>Nur Meilinasari, STP </li></ul><ul><li>Bobby Yonan Rhamadian, SE </li></ul><ul><li>R.A Sulastri, SH </li></ul><ul><li>Rita Wardiyanti Siahaan, SE </li></ul><ul><li>Sumawan, S.Sos </li></ul><ul><li>Moch. Suratman Arifianto, S.Kom </li></ul><ul><li>Agus Ramdani, S.Sos </li></ul><ul><li>Sugeng Sugiono </li></ul>
  3. 4. BAB I PENDAHULUAN <ul><li>A. LATAR BELAKANG & TUJUAN : </li></ul><ul><li>Latar Belakang </li></ul><ul><li>UU Pariwisata no 9 tahun 1990 </li></ul><ul><li>UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah </li></ul><ul><li>UU no 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat & Daerah </li></ul><ul><li>Tujuan : </li></ul><ul><li>a. Bagi mahasiswa STIA LAN-RI Jakarta : </li></ul><ul><li>1. Mengetahui praktek pemerintahan daerah dikaitkan dengan seluruh mata kuliah </li></ul><ul><li>Meningkatkan wawasan & pemahaman mahasiswa tentang implementasi di bidang pemerintahan daerah khususnya pariwisata. </li></ul><ul><li>Mengetahui kebijakan pemerintah pusat & daerah </li></ul><ul><li>Mempresentasikan dalam bentuk lokakarya, dengan mengundang narasumber terkait dari Bali dan / Depbudpar. (masih dalam rencana ) </li></ul>
  4. 5. <ul><li>Bagi Pemerintah Daerah BALI : </li></ul><ul><li>1. Mendapat masukan dari mahasiswa STIA LAN-RI Jakarta dalam tata kelola pemerintahan daerah & kawasan wisata agar bisa lebih baik. </li></ul>
  5. 6. <ul><li>Agar pemerintah daerah termotivasi untuk lebih memajukan daerahnya. </li></ul><ul><li>Menampung seluruh informasi dari para nara sumber ( aparat pemda baik Propinsi dan Kabupaten/Kota, Wira Usaha dan Tokoh Masyarakat ) dibahas dan hasilnya dikembalikan kepada Instansi terkait </li></ul>
  6. 7. <ul><li>B. Obyek & Ruang Lingkup : </li></ul><ul><li>Obyek yang diamati : </li></ul><ul><li>Dinas Pariwisata Propinsi Bali </li></ul><ul><li>Tanah Lot/Tokoh Masyarakat </li></ul><ul><li>Rudana Art Museum di Ubud </li></ul><ul><li>Pasar Rakyat Sukowati </li></ul><ul><li>Pasar Rakyat Ubud </li></ul><ul><li>Pantai Kuta </li></ul><ul><li>Kabupaten Gianyar </li></ul>
  7. 8. <ul><li>Ruang Lingkup : </li></ul><ul><li>1. Kesesuaian antara materi uliah mengenai manajemen pemerintahan daerah dan kenyataan di lapangan </li></ul><ul><li>Pelayanan Publik </li></ul><ul><li>dalam bidang </li></ul><ul><li>kepariwisataan yang </li></ul><ul><li>sudah dilaksanakan </li></ul><ul><li>di Prop. Bali </li></ul>
  8. 9. BAB II POKOK – POKOK INFORMASI KEBIJAKAN DAN PRAKTEK PELAYANAN DI KAWASAN WISATA DI PROP BALI <ul><ul><li>Gambaran Umum </li></ul></ul><ul><ul><li>Gambaran Umum Mengenai Bali </li></ul></ul><ul><ul><li>Filosofi TRI HITA KARANA </li></ul></ul><ul><ul><li>Luas wilayah : 5.636,86 km2 </li></ul></ul><ul><ul><li>0,29% luas kepulauan Indonesia </li></ul></ul><ul><ul><li>Jumlah Penduduk th 2006 : 3. 310 307 orang </li></ul></ul><ul><ul><li>Terbagi atas : 8 kabupaten dan 1 kotamadya : </li></ul></ul><ul><ul><li>( Buleleng, Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem dan kotamadya Denpasar ) </li></ul></ul>
  9. 10. <ul><li>PDRB tahun 2006 naik 10,14% dari tahun 2005 </li></ul>    Source : Bali Dalam Angka / Bali In Figures 2007,              BPS - Statistics of Bali Province 37 388 484.90 33 946 467.53 PDRB 6 064 824.66 5 496 233.48 09. Bidang Jasa 2 788 350.59 2 399 259.06 08. Jasa Keuangan 4 435 849.39 4 022 667.63 07. Transportasi & Komunikasi 10 797 664.15 9 968 548.41 06. Perdagangan , Hotel & Restaurant 1 600 857.49 1 368 305.14 05. Konstruksi 725 864.16 627 986.96 04. Listrik, Gas, Air 3 254 650.35 2 950 807.40 03. Industri Manufaktur 257 161.32 225 485.55 02. Pertambangan 7 463 262.78 6 887 173.89 01. Pertanian , Peternakan, Kehutanan & Perikanan 2006 2005 Industrial Origin
  10. 11. <ul><li>………… Gambaran Umum </li></ul><ul><li>Bali Tourism Board ( BTB ) </li></ul><ul><li>3 Pilar penopang pariwisata di Bali : </li></ul><ul><li>Pemda, pelaku pariwisata ( BTB ), masyarakat. </li></ul><ul><li>Diresmikan oleh Gubernur Bali 10 Mei 2000. </li></ul><ul><li>Anggota : </li></ul><ul><li>Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI ), </li></ul><ul><li>cabang Bali. </li></ul><ul><li>Association of Indonesian Tour and Travel Agencies </li></ul><ul><li>( ASITA ), cabang Bali. </li></ul><ul><li>3. Indonesian Tour Guide Association ( HPI ), Bali Chapter </li></ul><ul><li>4. Bali Tourism Transportation Association ( PAWIBA ) </li></ul>
  11. 12. <ul><li>…… . BTB </li></ul><ul><li>5. Society of Indonesian Professional Convention Organizers ( SIPCO ), cabang Bali. </li></ul><ul><li>6. Indonesian Tourist Attraction Organization ( PUTRI ), Bali Chapter </li></ul><ul><li>7. Gabungan Pengusaha Wisata Bahari ( GAHAWISRI ), cabang Bali </li></ul><ul><li>Pacific Asia Travel </li></ul><ul><li>Association ( PATA ), </li></ul><ul><li>cabang Bali & NTB. </li></ul><ul><li>Asosiasi pemasaran </li></ul><ul><li>dan promosi </li></ul><ul><li>pariwisata </li></ul><ul><li>Bali Village </li></ul>
  12. 13. <ul><li>………… Gambaran Umum </li></ul><ul><li>c . Branding BALI SHANTI SHANTI SHANTI </li></ul><ul><li>Tujuan : </li></ul><ul><li>tidak hanya menarik turis manca negara namun juga untuk memberi inspirasi bagi masyarakat Bali dalam mencapai kehidupan yang harmonis sejalan dengan filosofi Hindu Bali </li></ul>Bali Damai Damai Damai
  13. 14. 2. Gambaran Kebijakan & Program Pelayanan Dinas Pariwisata Prop Bali khususnya dalam menyambut VIY 2008 <ul><li>Dasar kebijakan : UU Pariwisata no 9 tahun 1990 khususnya pasal 3 tentang penyelenggaraan Kepariwisataan </li></ul><ul><li>Target wisatawan 2008 : 7 juta  Bali : 2 juta </li></ul>
  14. 15. <ul><li>……… kebijakan – kebijakan </li></ul><ul><li>Visi prop Bali : </li></ul><ul><li>Terwujudnya Bali Dwipa Jaya BerlandaskanTri Hita Karana </li></ul>
  15. 16. Perlu kebijakan – kebijakan sbb : 1. Mendorong & meningkatkan usaha & pengembangan pariwisata 2. Mengembangkan kelembagaan & pusat – pusat pelestarian kebudayaan Bali 3. Mengembangkan pendidikan & pelestarian kebudayaan 4. Meningkatkan penghayatan & pengamatan nilai – nilai adat & budaya 5. Meningkatkan kualitas pelayanan penyelenggaraan pemerintahan & pembangunan
  16. 17. <ul><li>Langkah konkrit Dinas Pariwisata Prop Bali bekerjasama dg BTB dalam menyambut VIY 2008 dengan menyelenggarakan berbagai events, antara lain : </li></ul><ul><li>Pagelaran Seni Budaya berjudul “JOGED” kolaborasi </li></ul><ul><li>antara DepBudpar, Museum Rudana, Institut Seni </li></ul><ul><li>Denpasar & </li></ul><ul><li>Sekolah Tinggi </li></ul><ul><li>Pariwisata </li></ul><ul><li>26 April 2008 – </li></ul><ul><li>31 Mei 2008 </li></ul>
  17. 18. … .langkah konkrit <ul><li>2. Gebyar Keraton Semarapura 2008 ( 100 tahun </li></ul><ul><li>Puputan Klungkung ) 21 April – 4 Mei 2008 </li></ul><ul><li>3. Bali Arts Festival 14 Juni – 12 Juli 2008 </li></ul><ul><li>4. Ubud Art Festival 10 – 17 Agustus 2008 </li></ul><ul><li>5. Tanah Lot 10 K 28 Agustus 2008 </li></ul><ul><li>6. Ubud Writers & Readers Festival 14 – 19 </li></ul><ul><li>Oktober 2008 </li></ul>
  18. 19. 3. Permasalahan yang Dihadapi Kepariwisataan Bali <ul><li>Dari segi KEBIJAKAN : </li></ul><ul><li>1. Belum adanya dana yang memadai untuk pemeliharaan & promosi pariwisata Bali. </li></ul><ul><li>2. Ide & kebijakan Depbudpar belum dipahami pemda Bali. </li></ul><ul><li>3. Belum adanya kebijakan yang mengatur pemerataan kunjungan wisatawan ke seluruh obyek wisata di Propinsi Bali </li></ul><ul><li>4. Branding : Bali Shanti Shanti Shanti </li></ul><ul><li>( Bali Damai – Damai Damai ) belum tersosialisasikan ke masyarakat </li></ul>
  19. 20. <ul><li>Di bidang PELAYANAN : </li></ul><ul><li>Kurangnya penerbangan langsung ke Bali, karena </li></ul><ul><li>penerbangan singgah di Jakarta terlebih dahulu sebelum ke Bali. </li></ul><ul><li>2. Kurangnya pendidikan dan pelatihan bagi pegawai Dinas Pariwisata dan pelaku pariwisata. </li></ul><ul><li>3. Kurangnya informasi kepada </li></ul><ul><li>masyarakat / wisatawan </li></ul><ul><li>mengenai isu-isu tentang </li></ul><ul><li>penyakit menular </li></ul><ul><li>4. Keamanan sudah cukup baik </li></ul><ul><li>namun perlu ditingkatkan </li></ul><ul><li>sarana teknologi pendukung </li></ul><ul><li>seperti CCTV. </li></ul>
  20. 21. <ul><li>5. Kurangnya rambu-rambu petunjuk jalan di obyek wisata </li></ul><ul><li>6. Kurangnya fasilitas umum di obyek wisata : </li></ul><ul><li>a. Kurangnya kebersihan dan jumlah toilet di </li></ul><ul><li>obyek wisata. </li></ul><ul><li>b. Kurangnya tempat sampah ( sampah kering dan </li></ul><ul><li>organik ) sehingga mendorong pengunjung </li></ul><ul><li>membuang sampah sembarangan. </li></ul><ul><li>c. Kurangnya tempat solat di kawasan wisata. </li></ul><ul><li>d. Kurangnya unit pelayanan P3K di obyek wisata. </li></ul><ul><li>Perlu penataan kembali jalan menuju tempat wisata serta perlunya penataan tata kota. </li></ul><ul><li>Kurangnya fasilitas parkir di beberapa obyek wisata ( Pasar Rakyat Sukowati dan Pasar </li></ul><ul><li>Rakyat Ubud serta Pantai Kuta). </li></ul>
  21. 22. BAB III BEST PRACTICE DALAM MANAJEMEN PELAYANAN <ul><li>TANAH LOT </li></ul>
  22. 23. <ul><li>Sapta Pesona sudah dilaksanakan namun belum optimal. </li></ul><ul><li>2. Manajemen pengelolaan obyek wisata cukup baik namun masih perlu ditingkatkan. </li></ul><ul><li>3. Sudah tersedia sarana prasarana informasi, telpon, internet, brosur informasi mengenai Tanah Lot serta agenda acara selama setahun. </li></ul><ul><li>4. Khususnya Tanah Lot area stage akan diperluas : untuk local performance dan international performance . </li></ul>
  23. 24. <ul><li>B. MUSEUM RUDANA </li></ul><ul><li>Tujuan didirikannya Museum Rudana : Pelestarian dan </li></ul><ul><li>Pengembangan karya seniman Indonesia khususnya </li></ul><ul><li>Seniman Lukis </li></ul><ul><li>2. Meningkatkan apresiasi masyarakat Indonesia terhadap </li></ul><ul><li> karya seni budaya bangsa Indonesia </li></ul>
  24. 25. <ul><li>3. Nilai-nilai Filosofi Hindu erat kaitannya dengan konsep dan arsitektur bangunan Museum  filosofi Tri Hita Karana : sawah & lahan hijau terintegrasi dengan kompleks bangunan museum, dan galeri. </li></ul>
  25. 26. <ul><li>4. Luas bangunan hanya 15%, sedangkan sisa lahan </li></ul><ul><li>digunakan sebagai lahan parkir, pertamanan, </li></ul><ul><li>lahan hijau, tempat pagelaran seni,serta galeri. </li></ul><ul><li>5. Pelayanan : pihak owner ikut serta dalam terjun </li></ul><ul><li>langsung menyambut pengunjung yang </li></ul><ul><li>menunjukkan adanya suatu hospitality yang baik. </li></ul>
  26. 27. <ul><li>c. PASAR SENI SUKOWATI </li></ul><ul><li>1. Barang yang tersedia lengkap dan murah harganya </li></ul><ul><li>2. Masyarakat mampu menggugah minat pengunjung untuk belanja, dengan sopan santun yang terjaga. </li></ul><ul><li>3. Lokasi yang strategis dan mudah dijangkau. </li></ul>
  27. 28. <ul><li>D. PASAR RAKYAT UBUD </li></ul><ul><li>Tersedia barang – barang kerajinan bernilai seni tinggi, tidak hanya untuk konsumsi orang lokal </li></ul><ul><li>namun juga untuk orang asing. </li></ul><ul><li>2. Barang murah, barang komplit. </li></ul><ul><li>3. Mampu menggugah minat masyarakat utk belanja, dengan sopan. </li></ul>
  28. 29. <ul><li>E. PANTAI KUTA </li></ul><ul><li>1. Aman, pantai bersih dan masih alami. </li></ul><ul><li>2. Lokasi strategis dan mudah dijangkau. </li></ul>
  29. 30. <ul><li>F. PEMDA KAB GIANYAR </li></ul><ul><li>Kabupaten Gianyar terutama hidup dari industri pariwisata, termasuk industri kerajinan, dimana </li></ul><ul><li>masing- masing jenis kerajinan terkonsentrasi di desa / wilayah tertentu sehingga memudahkan </li></ul>
  30. 31. <ul><li>bagi para wisatawan untuk mencari jenis kerajinan yang dibutuhkannya serta menunjukkan keseriusan. </li></ul>
  31. 32. <ul><li>3. Warisan budaya yang termasuk ke dalam World </li></ul><ul><li>Cultural Heritage dari Unesco di sepanjang DAS Tukad Pekerisan. </li></ul><ul><li>4. Tingginya tingkat kreativitas dan inovasi terhadap seni. </li></ul><ul><li>5. Masyarakat Gianyar tetap mampu memperta-hankan nilai – </li></ul><ul><li>nilai budaya dan </li></ul><ul><li>adat istiadat </li></ul><ul><li>walau masyarakat </li></ul><ul><li>makin maju. </li></ul>
  32. 33. <ul><li>G. Unsur-unsur Yang Terkait Dengan SDM, Etos, Security, Keindahan, Nilai, Karakter Wira Usaha </li></ul><ul><li>SDM : Diarahkan pada peningkatan penguasaan dan pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi </li></ul><ul><li>Etos : Bekerja bagian dari ibadah, etos kerja tinggi. </li></ul><ul><li>Security :Keamanan terpadu, baik tekonologi, SDM, tradisional. </li></ul><ul><li>Keindahan : Seni, budaya dan alam, diharapkan ada peningkatan. </li></ul><ul><li>Nilai-nilai : Masyarakat Bali masih taat terhadap filosofi Hindu. </li></ul><ul><li>Karakter Wira Usaha : Entrepreneurship cukup tinggi terutama pada bidang yang mempunyai nilai seni budaya, pariwisata, pertanian, kerajinan. </li></ul>
  33. 34. BAB IV KESIMPULAN & SARAN <ul><li>KESIMPULAN </li></ul><ul><li>Dari segi kebijakan : </li></ul><ul><li>Tiga komponen pariwisata : pemerintah, BTB dan masyarakat perlu duduk bersama – sama dalam merumuskan kebijakan yang pro-market, dengan </li></ul><ul><li>tetap mempertahankan nilai – nilai budaya Bali. </li></ul><ul><li>2. Pelatihan yang kontinu dan berkesinambungan dalam bidang kepariwisataan diperlukan untuk meningkatkan pelayanan pemerintah daerah dan para pelaku pariwisata. </li></ul>
  34. 35. <ul><li>3. Peraturan serta Undang Undang dari pemerintah pusat belum tersosialisasi dengan maksimal, serta belum sinkron dengan perda – perda serta realisasi di daerah. </li></ul>
  35. 36. <ul><li>4. Propinsi Bali tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah hanya mengandalkan jasa pelayanan dan pariwisata  belum sepenuhnya diatur dalam UU no 33 tahun Pusat dan Daerah. </li></ul><ul><li>5. Industri pariwisata sangat sensitif terhadap hal – hal negatif, seperti penyakit menular, bencana alam, Bom Bali </li></ul>
  36. 37. <ul><li>b. Darti Segi Pelayanan : </li></ul><ul><li>Pelestarian nilai – nilai budaya dan adat istiadat Bali memperkaya pengembangan pariwisata Bali. </li></ul><ul><li>2. Banyaknya fasilitas pariwisata yang tersedia di Bali,baik dari segi obyek wisata, atraksi wisata, akomodasi , biro perjalanan, harus diimbangi </li></ul><ul><li>oleh jumlah wisawatan, peningkatan lama tinggal & kualitas </li></ul><ul><li>wisatawan untuk </li></ul><ul><li>mencapai target </li></ul><ul><li>kunjungan wisatawan </li></ul><ul><li>2008. </li></ul>
  37. 38. <ul><li>3. Diperlukan informasi yang up to date dan akurat baik yang terkait dengan calendar of event </li></ul><ul><li>maupun adanya wabah penyakit atau kejadian lain di Bali. </li></ul><ul><li>4. Rasa aman,damai serta kenyamanan sangat diperlukan bagi wisatawan di setiap kawasan wisata serta hotel. </li></ul>
  38. 39. <ul><li>SARAN – SARAN </li></ul><ul><li>a. Terkait bidang kebijakan : </li></ul><ul><li>1. Peningkatan SDM : </li></ul><ul><li>a. pelatihan berkesinambungan kepada pramuwisata </li></ul><ul><li>b. pelatihan dengan mengikutsertakan pelaku / pengelola obyek wisata ( T anah Lot. ) </li></ul><ul><li>c. peningkatan koordinasi dan penyampaian informasi antara pemerintah pusat dan pemda, misal pelatihan untuk aparat pemerintah daerah dan komponen swasta. </li></ul><ul><li>2. Perlu penambahan rute penerbangan serta frekuensi penerbangan langsung ke Bali. </li></ul>
  39. 40. <ul><li>3. Perlunya pemerintah memperhatikan penyakit wabah seperti diare, kolera, flu burung, demam berdarah. </li></ul><ul><li>4. Keamanan : perlu ditingkatkan penggunaan teknologi serta kerjasama antara aparat keamanan dengan masyarakat. </li></ul><ul><li>5. Perlu ditingkatkannya koordinasi antara pusat dan daerah dalm rangka implementasi kebijakan serta informasi lain seperti pelatihan dll, agar kebijakan pemerintah pusat dapat dilaksanakan dengan bak di daerah. </li></ul>
  40. 41. <ul><li>6. UU no 33 tahun 2004 mengenai Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah: Bali perlu mendapat dana kompensasi atau fund sharing yang ditujukan untuk dana reinvestasi, pemeliharaan, renovasi serta pelestarian sarana prasarana , sistem, nilai adat dan budaya Bali, </li></ul><ul><li>7. UU no 9 tahun 1990 tentang : Kepariwisataan </li></ul><ul><li>Perlunya peningkatan sosialisasi UU Pariwisata ke seluruh lapisan masyarakat di daerah. </li></ul><ul><li>8. Perlu ditingkatkan kembali penataan kembali infrastruktur seperti rambu – rambu menuju ke obyek wisata, serta penataan </li></ul><ul><li>kembali tata kota. </li></ul>
  41. 42. <ul><li>Perlu adanya kebijakan yang mengatur </li></ul><ul><li>pemerataan kunjungan wisatawan ke seluruh obyek wisata di Propinsi Bali </li></ul><ul><li>10. Perlu sosialisasi lebih lanjut Branding : </li></ul><ul><li>Bali Shanti Shanti Shanti baik ke masyarakat di </li></ul><ul><li>Indonesia maupun di luar negeri. </li></ul>
  42. 43. <ul><li>b. Saran – saran terkait dengan pelayanan : </li></ul><ul><li>1. Penambahan rambu-rambu / petunjuk jalan menuju ke di kawasan obyek wisata dan sekitarnya. </li></ul><ul><li>2. Penambahan fasilitas umum di obyek wisata : </li></ul><ul><li>a. Menambah jumlah toilet dan menjaga </li></ul><ul><li>kebersihannya di obyek wisata. </li></ul><ul><li>b. Menyediakan tempat sampah secukupnya, </li></ul><ul><li>dengan memisahkan sampah kering dan basah </li></ul><ul><li>( organik ) . </li></ul><ul><li>c. Menyediakan tempat solat di kawasan wisata. </li></ul><ul><li>d. Menyediakan unit pelayanan P3K di obyek wisata </li></ul><ul><li>3. Menambah fasilitas parkir dengan memperhatikan keamanan di beberapa obyek wisata ( Pasar Sukowati, Pasar Ubud, pantai Kuta ). </li></ul>
  43. 44. TERIMA KASIH Om Shanti Shanti Shanti Om

×