Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Uml(unified modelling language)

2,974 views

Published on

UML (Unified Modeling Language) adalah sebuah bahasa untuk menentukan, visualisasi, kontruksi, dan mendokumentasikan artifact (bagian dari informasi yang digunakan atau dihasilkan dalam suatu proses pembuatan perangkat lunak. Artifact dapat berupa model, deskripsi atau perangkat lunak) dari system perangkat lunak, seperti pada pemodelan bisnis dan system non perangkat lunak lainnya.

III. Sejarah UML
Sampai era tahun 1990-an metodologi pemodelan berorientasi objek telah bermunculan di dunia. Diantaranya adalah: metodologi booch, metodologi coad, metodologi OOSE, metodologi OMT, metodologi shlaer-mellor, metodologi wirfs- brock, dsb. Masa itu terkenal dengan masa perang metodologi (method war) dalam pendesainan berorientasi objek. Masing-masing metodologi membawa notasi sendiri- sendiri, yang mengakibatkan timbul masalah baru apabila kita bekerjasama dengan kelompok/perusahaan lain yang menggunakan metodologi yang berlainan. Dimulai pada bulan Oktober 1994 Booch,....

Published in: Technology
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Uml(unified modelling language)

  1. 1. [Revisi 1] P R O J E C T ANALISI DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI U M L ( UNIFIED MODELLING LANGAUGE ) Tim Penyusun : Nama NIM Adola Silaban 14.111.2222 Wahyu S Silaban 14.111.3171 Anna Agustina 14.111.3147 Rizki Ananda Lubis 14.111.3261 Nova C Sianturi 14.111.4151 Dosen Pembimbing : Kristian Telaumbanua, S.T., M.T.
  2. 2. I. Daftar Isi I. Daftar Isi.............................................................................................................................................................3 II. Abstrak................................................................................................................................................................4 III. Sejarah UML......................................................................................................................................................4 IV. Simbol-Simbol Dalam UML........................................................................................................................5 V. Jenis-Jenis UML...............................................................................................................................................5 1) Diagram Use Case (Use Case Diagram)..................................................................................................5 1.1 Pengertian Use-case Diagram..........................................................................................................5 1.2 Deskripsi Use Case Diagram.............................................................................................................5 1.3 Komponen-komponen Yang Terlibat dalam Use-case Diagram.......................................6 2) Diagram Aktivitas (Activity Diagram)....................................................................................................8 2.1 Pengertian Activity Diagram............................................................................................................8 2.2 Komponen-komponen Yang Terlibat dalam Activity Diagram.........................................8 Diagram Interaksi..................................................................................................................................................10 3) Diagram Sekuensial (Sequence Diagram)..........................................................................................10 3.1 Definisi Sequence Diagram ............................................................................................................10 3.2 Tujuan Sequence Diagram..............................................................................................................10 3.3 Komponen Sequence Diagram......................................................................................................10 4) Diagram Kolaborasi (CollaborateDiagram).....................................................................................13 4.1 Definisi Diagram Kolaborasi..........................................................................................................13 4.2 Komponen Penyusun Diagram Kolaborasi .............................................................................14 5) Diagram Class (Class Diagram)..............................................................................................................15 5.1 Pengertian Class Diagram...............................................................................................................15 5.2 Definisi Class Diagram......................................................................................................................15 5.3 Relasi Antar Kelas (Class)...............................................................................................................16 5.4 Komponen Penyusun Class Diagram.........................................................................................17 VI. Referensi.........................................................................................................................................................19
  3. 3. II. Abstrak UML (Unified Modeling Language) adalah sebuah bahasa untuk menentukan, visualisasi, kontruksi, dan mendokumentasikan artifact (bagian dari informasi yang digunakan atau dihasilkan dalam suatu proses pembuatan perangkat lunak. Artifact dapat berupa model, deskripsi atau perangkat lunak) dari system perangkat lunak, seperti pada pemodelan bisnis dan system non perangkat lunak lainnya. III. Sejarah UML Sampai era tahun 1990-an metodologi pemodelan berorientasi objek telah bermunculan di dunia. Diantaranya adalah: metodologi booch, metodologi coad, metodologi OOSE, metodologi OMT, metodologi shlaer-mellor, metodologi wirfs- brock, dsb. Masa itu terkenal dengan masa perang metodologi (method war) dalam pendesainan berorientasi objek. Masing-masing metodologi membawa notasi sendiri- sendiri, yang mengakibatkan timbul masalah baru apabila kita bekerjasama dengan kelompok/perusahaan lain yang menggunakan metodologi yang berlainan. Dimulai pada bulan Oktober 1994 Booch, Rumbaugh dan Jacobson, yang merupakan tiga tokoh yang boleh dikata metodologinya banyak digunakan mempelopori usaha untuk penyatuan metodologi pendesainan berorientasi objek. Pada tahun 1995 direlease draft pertama dari UML (versi 0.8). Sejak tahun 1996 pengembangan tersebut dikoordinasikan oleh Object Management Group (OMG). UML (Unified Modeling Language) adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grafik/gambar untuk memvisualisasi, menspesifikasikan, membangun, dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan software berbasis OO (Object-Oriented). UML sendiri juga memberikan standar penulisan sebuah sistem blue print, yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas-kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database, dan komponen-komponen yang diperlukan dalam sistem software. Ada beberapa jenis UML yaitu Use Case Diagram, Activity Diagram, Package Diagram, State Diagram, Sequence Diagram, Class Diagram, Communication Diagram, Composite Structure Diagram, Object Diagram, Timing Diagram, Component Diagram, Deployment Diagram, Interaction Overview Diagram.
  4. 4. IV. Simbol-Simbol Dalam UML Penggunaan simbol-simbol dalam pemodelan UML terbagi menjadi beberapa bagian tergantung jenis-jenis dari diagram UML tersebut. V. Jenis-Jenis UML 1) Diagram Use Case (Use Case Diagram) 1.1 Pengertian Use-case Diagram Use case diagram ialah model fungsional sebuah system yang menggunakan actor dan use case. Use case adalah layanan (services) atau fungsi-fungsi yang disediakan oleh system untuk penggunanya (Henderi et al, 2008). Use Case Diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah system. Yang tekankan adalah “apa” yang dubuat system, dan bukan “bagaimana” sebuah use case menerangkan sebuah interaksi antar actor dengan system. Use case merupakan sebuah pekerjaan tertentu, misal :login ke system, meng-create sebuah daftar belanja, dsb. Seorang sebuah actor adalah sebuah entitas manusia atau mesin yang berinteraksi dengan system untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu. Use Case Diagram dapat sangat membantu bila kita sedang menyusun requitment sebuah system, mengkomunikasikan rancangan dengan klien, dan merancang test case untuk semua feature yang ada pada system. Sebuah use case yang meng-include dieksekusi secara normal. Sebuah use case dapat di-include oleh lebih dari satu use case lain, sehingga duplikasi fungsionalitas dapat dihindari dengan cara menarik keluar fungsional yang common. Sebuah use case juga dapat meng-exted use case lain dengan behavior-nya sendiri. Sementara hubungan generalisasi antar use case mennjukkan bahwa use case yang satu merupakan spesialisasi dari yang lain. 1.2 Deskripsi Use Case Diagram  Sebuah use case adalah dimana system digunakan untuk memenuhi satu atau lebih kebutuhan pemakai.  Use case merupakana awal yang sangat baik untuk setiap fase pengembangan berbasis objek, design testing, dan dokumentasi.  Use case menggambarkan kebutuhan system dari sudut pandang di luar system.  Use case menentukan nilai yang diberikan system kepada pemakainya.  Use case hanya menetapkan apa yang seharusnya dikerjakan oleh system, yaitu kebutuhan fungsional system.  Use case tidak untuk menentukan kebutuhan nonfungsional, misal : sasaran kerja, bahasa pemrograman, dsb.
  5. 5. 1.3 Komponen-komponen Yang Terlibat dalam Use-case Diagram Simbol Deskripsi Use Case Fungsional yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor, biasanya dinyatakan dengan menggunakan kata kerja diawal frase nama use case Aktor/actor Pada dasarnya actor bukanlah bagian dari diagram, namun untuk dapat terciptanya suatu use case diagram diberikan beberapa actor dimana actor tersebut menjelaskan seseorang atau sesuatu (sperti perangkat, system lain) yang berinteraksi dengan system. Sebuah actor mungkin hanya memberikan informasi inputan pada system, hanya menerima informasi dari system atau keduanya menerima dan member informasi pada system, actor hanya berinteraksi dengan use case tetapi tidak memiliki control atas use case. Asosiasi /association Komunikasi antara aktor dan use-case yang berpartisipasi pada use-case atau use-case memiliki interaksi dengan aktor. Ekstensi / extend Relasi use case tambahan ke sebuah use case dimana use case yang ditambahkan dapat berdiri sendiri walaupun tanpa use case tambahan itu; biasanya use case tambahan memiliki nama depan yang sama dengan use case yang ditambahkan. Generalisasi / Generalization Hubungan generalisasi dan spesialis(umu- khusus) antara dua buah use-case dimana fungsi yang satu adalah fungsi umum dari lainnya. Menggunanakan / Uses Relasi use case tambahan ke sebuah use case yang ditambahkan memerlukan use case ini untuk menjalankan fungsinya atau sebagai syarat dijalankan use case ini. Nama Use Case
  6. 6. Contoh Use Case Diagram Salah satu tool yang dapat digunakan untuk memodelkan Use Case Diagram adalah Edraw –edrawsoft.com-
  7. 7. 2) Diagram Aktivitas (Activity Diagram) 2.1 Pengertian Activity Diagram Activity diagram merupakan diagram yang menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram berfungsi untuk menggambarkan workflow / aliran kerja dari suatu proses bisnis. Suatu aliran kerja bisa saja dituangkan dalam bentuk narasi / teks, akan tetapi jika aliran kerjanya sudah kompleks maka kita akan kesulitan untuk membayangkan bagaimana proses itu terjadi. Oleh karena itu, dibuatlah activity diagram sebagai salah satu cara untuk menggambarkan aliran kerja tersebut. 2.2 Komponen-komponen Yang Terlibat dalam Activity Diagram Notasi Keterangan Simbol InitialActivity Sebagai awal dari aktivitas modul sistem aplikasi yang akan dikerjakan Activity Menunjukkan aktivitas yang dilakukan FinalActivity Merupakan akhir dari aktivitas Decision Menunjukkan aktivitas yang harus dipilih apakah pilihan pertama atau pilihan yang lain. Signal Sebagai pengirim dan penerima pesan dari aktivitas yang terjadi. Sinyal terdiri dari 2 jenis, yaitu sinyal penerima yang digambarkan dengan poligon terbuka dan sinyal pengirim yang digambarkan dengan convex poligon. Concurrentactivities Menggambarkan aktivitas yang dilakukan secara bersamaan atau paralel.
  8. 8. Contoh Activity Diagram : Pinjam – Kembalikan Buku Perputakaan 1. Diagram Pendaftaran Pada aktifitas diagram disamping yaitu seorang mahasiswa yang ingin meminjam buku di perpustakaan kampus, tetapi mahasiswa tersebut belum mempunyai member atau belum pernah meminjam buku sama sekali dari perpus, olehkarena itu perlu adanya pendaftaran identitas si peminjam. Berikut langkah-langkahnya untuk pendaftaran :  Sipeminjam harus input data terlebih dahulu yaitu dengan membuktikan nama, nomor identitas atau NPM dan jurusan fakultas. Pembuktian ini berbentuk dalam BLANKO atau tanda bukti pembayaran uang kuliah pada semester yang bersangkutan.  Setelah itu adanya verifikasi yaitu petugas perpus menginpit semua data si peminjam dalam komputer.  Setelah menginput, petugas perpus mencetak kartu member sipeminjam,  Setelah selesai di cetak kartu member diberikan kepada sipeminjam, jadi jika mau meminjam dan mengembalikan buku pinjaman harus menyertakan kartu member tersebut. Maka sipeminjam boleh meminjam buku tersebut sampai batas waktu yang telah ditentukan oleh perpustakaan. 2. Diagram Pengembalian Buku Pada diagram activity diatas yaitu transaksi dimana sipeminjam mengembalikan buku yang telah dipinjam. Berikut langkah-langkah aktifitasnya :  Sipeminjam membawa buku yang telah dipinjam kepada petugas perpus,  Setelah itu petugas memeriksa data- data sipeminjam dengan menyerahkan kartu member,  Petugas juga mengecek buku tersebut apakah benar buku tersebut yang telah dipinjam, jika ya maka si petugas menghitung masa waktu pengembalian buku tersebut. Jika melewati tanggal pengembalian buku yang telah ditetapkan petugas maka sipeminjam wajib membayar denda. Jika tidak maka sipeminjam tidak dikenakan denda. Setelah itu petugas juga memeriksa kondisi buku. Setelah selesai membayar denda, maka petugas wajib memeriksa validasi data sipeminjam atau mengupdatenya bahwa sipeminjam sudah mengembalikan buku tersebut.
  9. 9. Diagram Interaksi Diagram interaksi dibagi menjadi 2 yaitu : Sequence Diagram dan Diagram Kolaborasi 3) Diagram Sekuensial (Sequence Diagram) 3.1 Definisi Sequence Diagram Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atar dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait). Sequence diagram biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah- langkah yang dilakukan sebagai respon dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu. Diawali dari apa yang men-trigger aktivitas tersebut, proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan output apa yang dihasilkan. Masing-masing objek, termasuk aktor, memiliki lifeline vertikal. Message digambarkan sebagai garis berpanah dari satu objek ke objek lainnya. 3.2 Tujuan Sequence Diagram Tujuan penggunaan sequence diagram : 1. Mengkomunikasikan requirement kepada tim teknis karena diagram ini dapat lebih mudah untuk dielaborasi menjadi model design. 2. Merupakan diagram yang paling cocok untuk mengembangkan model deskripsi use-case menjadi spesifikasi design. 3. Analisa dan desain, memfokuskan pada identifikasi method didalam sebuah system. Sequence diagram biasanya dipakai untuk memodelkan : · Deskripsi tentang system yang ada pada sebuah / beberapa use case pada use case diagram, yang menggambarkan hubungan antara actor dan use case diagram. · Logika dari method (operation, function atau procedure). · Logika dari service (high level method). 3.3 Komponen Sequence Diagram Symbol/Notasi Keterangan Actor  Orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi dan mendapat manfaat dari system.  Berpartisipasi secara berurutan dan/ atau menerima pesan  Ditempatkan pada bagian atas diagram. Object:Class Sebuah objek :  Berpartisipasi secara berurutan dengan mengirim dan/ atau menerima pesan  Ditempatkan pada bagian atas diagram Object Lifeline  Menandakan kehidupan obyek selama urutan
  10. 10.  Diakhiri tanda × Object active Fokus kontrol  Menandakan ketika suatu objek mengirim atau menerima pesan. Message() Objek mengirim satu pesan ke pesan lainnya. <<Create>> Menyatakan suatu objek untuk membuat objek yang lain, arah panah mengarah pada objek yang dibuat 1:Masukan Menyatakan bahwa suatu objek mengirimkan masukan ke objek lainnya. Arah panah mengarah pada objek yang dikirimi. 1:Keluaran Objek/ metode menghasilkan suatu kembalian ke objek tertentu, arah panah mengarah pada objek yang menerima kembalian. Destroy/putuskan Menyatakan suatu objek mengakhiri perjalanan/proses objek yang lain, arah panah mengarah pada objek yang diakhiri. Sebaiknya jika ada create maka ada destroy
  11. 11. Contoh Sequence Diagram Admin Dealer Motor Salah satu tool yang dapat digunakan untuk memodelkan Sequence Diagram adalah Rational Rose
  12. 12. Contoh Sequence Diagram Database Pada contoh diagram sequence di atas terdapat 1 administrator dan 3 objek, yaitu: Layar login, cek user, data user, menu utama.  Pertama-tama administrator akan masuk ke layar login dengan menggunakan User ID dan Password().  Dari Layar login, admin akan melakukan cek user dengan memasukkan User ID dan Password().  Setelah melakukan cek user, admin akan memasukkan user ID dan password sekali lagi untuk melihat data user.  User ID dan Password yang dimasukkan admin sebanyak 3 kali, digunakan untuk melakukan validasi. Validasi ini bertujuan untuk membuka menu utama(). 4) Diagram Kolaborasi (Collaborate Diagram) 4.1 Definisi Diagram Kolaborasi 1. Diagram kolaborasi menunjukkan informasi yang sama persis dengan diagram sekuensial, tetapi dalam bentuk dan tujuan yang berbeda. Sebagaimana diagram sekuensial, diagram kolaborasi digunakan untuk menampilkan aliran skenario tertentu di dalam use case. Jika diagram sekuensial disusun berdasrkan urutan waktu, diagram kolaborsi lebih berkonsentrasi pada hubungan antar obyek-obyek. 2. Collaboration diagram adalah perluasan dari objek dan diagram (objek diagram menunjukkan objek-objek dan hubungannya satu dengan yang lain). Collaboration Diagram menunjukkan message-message objek yang dikirim satu sama lain dan juga menggambarkan interaksi antar objek seperti sequence diagram, tetapi lebih menekankan pada peran masing-masing objek dan bukan pada waktu penyampaian message. 3. Diagram Collaboration / kolaborasi adalah diagram yang mengelompokan message pada kumpulan diagram sekuen menjadi sebuah diagram. Dalam diagram kolaborasi yang dituliskan adalaha operasi atau metode yang dijalankan antara objek yang satu dengan objek yang lainnya secara keseluruhan. Oleh karena itu dapat diambil dari jalannya interaksi pada semua diagram sekuen. Untuk menggambarkan objek dari sebuah diagram kolaborasi, dapat menggunakan pilihan Object. Dan untuk menghubungkan antar objek yang satu dengan objek yang lain digunakan Link.
  13. 13. 4.2 Komponen Penyusun Diagram Kolaborasi Simbol-simbol diagram kolaborasi dan Diagram Sequence pada umumnya sama saja. Contoh Diagram Kolaborasi
  14. 14. 5) Diagram Class (Class Diagram) 5.1 Pengertian Class Diagram Class diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang digunakan untuk menampilkan kelas-kelas maupun pakaet-paket yang ada pada suatu sistem yang nantinya akan digunakan. Jadi diagram ini dapat memberikan sebuah gambaran mengenai sistem maupun relasi-relasi yang terdapat pada sistem tersebut. 5.2 Definisi Class Diagram Class diagram adalah diagram yang digunakan untuk menampilkan beberapa kelas serta paket-paket yang ada dalam sistem/perangkat lunak yang sedang kita kembangkan dimana diagram ini memberi kita gambaran (diagram statis) tentang sistem/perangkat lunak dan relasi-relasi yang ada di dalamnya.  Atribut : merupakan properti dari sebuah kelas yang melambangkan nilai-nilai yang mungkin ada pada kelas tersebut. Atribut merupakan data yang dimiliki suatu objek dalam kelas. Setiap atribut akan memiliki nilai berbeda untuk setiap objek. Contoh: Kelas manusia misalnya memiliki atribut Nama dan Umur. Untuk kebutuhan aplikasi hanya atribut – atribut penting saja yang ditampilkan, atribut yang penting disini mungkin berlainan untuk setiap aplikasi. Misalnya, aplikasi pencatatan mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi tertentu mungkin tidak membutuhkan atribut tinggi badan serta berat badan sedangkan aplikasi untuk event olahraga tertentu mungkin membutuhkan atribut- atribut tersebut. Atribut yang penting bagi aplikasi tertentu membutuhkan kajian yang mendalam oleh para analis sistem.  Operation atau Method : merupakan behavior(tingkah laku) atau fungsi yang dapat dilakukan oleh kelas tersebut. Operasi dan Metode merupakan fungsi atau transformasi yang mungkin dapat diaplikasikan ke/oleh suatu objek dalam kelas. Misalnya, suatu objek da lam kelas manusia mungkin memiliki fungsi- fungsi: tersenyum, marah, makan, minum dsb. Operasi yang sama dapat diterapkan pada kelas- kelas yang berbeda. Misalnya fungsi makan dapat diterapkan baik pada kelas manusia maupun pada kelas kera, konsep ini yang dimaksud dengan konsep Polimorfisme. Class memiliki 3 area pokok : 1. Name (dan stereotype); 2. Attribute; 3. Method.
  15. 15. 5.3 Relasi Antar Kelas (Class) 1. Association Dapat diartikan sebagai relasi “.. has a..”. Digambarkan sebagai garis lurus antara dua kelas. Namun tidak berarti bahwa kelas satu memiliki/dimiliki kelas yang lain, tetapi kelas lain dapat berelasi juga dengan kelas yang sama. 2. Directed Association Relasi seperti asosiasi namun menggambarkan objek atau aliran kejadian berasal dari salah satu kelas, sedang kelas yang lainnya bersifat pasif. 3. Aggregation Dapat diartikan sebagai “..owns a ..”(“terdiri atas..”). Terdapat kelas sebagai part class (kelas bagian) yang merupakan bagian dari kelas lain(whole class). Namun jika whole class tidak ada, part class masih dapat berdiri sendiri. Apabila kelas person dihilangkan, maka alamat rumah masih dapat berdiri sendiri. 4. Composition Bisa disebut juga sebagai strong agregation, dapat diartikan “..is part of..” (“..bagian dari..”). Seperti halnya relasi agregasi, namun apabila whole class hilang, maka mustahil part class untuk ada. Apabila kelas mobil dihilangkan, maka tangki BBM mobil ikut hilang. 5. Generalization Dapat diartikan sebagai relasi “..is a..” Digunakan untuk merepresentasikan pewarisan. Suatu kelas (child class) dapat diturunkan dari kelas lain dan mewarisi semua atribut dan method induknya (parent class) dan dapat menambah method atau atribut baru. Sebagai contoh kucing, srigala, singa, macan adalah hewan. Maka bisa dibuat relasi antar kelas seperti berikut ini:
  16. 16. 6. Dependency Merupakan hubungan ketergantungan antar kelas. Suatu kelas memiliki ketergantungan terhadap kelas lain, tetapi tidak berlaku sebaliknya. Perubahan pada salah satu elemen kelas (pemasok) berdampak pada kelas lain (klien). 7. Realization Adalah sebuah relasi antar dua class yang mengharuskan class yang satu harus mengikuti aturan dari class yang lainnya. Biasanya terjadi antara kelas dengan antarmuka (interface) 5.4 Komponen Penyusun Class Diagram Nama Komponen Keterangan Simbol Class Class adalah blok - blok pembangun pada pemrograman berorientasi obyek. Sebuah class digambarkan sebagai sebuah kotak yang terbagi atas 3 bagian. Bagian atas adalah bagian nama dari class. Bagian tengah mendefinisikan property/atribut class. Bagian akhir mendefinisikan method- method dari sebuah class. Nama Class + atribut + atribut + atribut + method + method Association Sebuah asosiasi merupakan sebuah relationship paling umum antara 2 class dan dilambangkan oleh sebuah garis yang menghubungkan antara 2 class. Garis ini bisa melambangkan tipe-tipe relationship dan juga dapat menampilkan hukum-hukum multiplisitas pada sebuah relationship. (Contoh: One-to-one, one-to-many, many-to-many). Composition Jika sebuah class tidak bisa berdiri sendiri dan harus merupakan bagian dari class yang lain, maka class tersebut memiliki relasi Composition terhadap class tempat dia bergantung tersebut. Sebuah relationship composition digambarkan sebagai garis dengan ujung berbentuk jajaran genjang berisi/solid. Dependency Kadangkala sebuah class menggunakan class yang lain. Hal ini disebut dependency. Umumnya penggunaan dependency digunakan untuk menunjukkan operasi pada suatu class yang menggunakan class yang lain. Sebuah dependency dilambangkan sebagai sebuah panah bertitik- titik.
  17. 17. Contoh Class Diagram Salah satu tool yang dapat digunakan untuk memodelkan Class Diagram adalah StarUML – staruml.io -
  18. 18. VI. Referensi UML.org – Unified Modelling Language Tutorialspoint.com/uml – TutorialsPoint Wikipedia – the free encyclopedia Informatika.web.id Blogger Dll,

×