Menjadi manusia yang baik

3,750 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,750
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
27
Actions
Shares
0
Downloads
51
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Menjadi manusia yang baik

  1. 1. Menjadi manusia yang baik Oleh Muhammad Adlan Lubis 8136174021 Eks B-2
  2. 2. Manusia diciptakan dengan penuh kesempurnaan akal dan pikiran oleh Allah Swt, kemudian harus berinteraksi dengan sekitarnya dengan cara yang dibenarkan sehingga kehidupan bersama yang damai dan penuh rasa aman dapat tercapai.
  3. 3. Akhlak secara terminologi tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan perbuatan baik. Dan akhlak bersumber pada agama. Moral Adat istiadat yang menjadi dasar untuk mengukur apakah perbuatan seseorang baik atau buruk
  4. 4. Budi pekerti Budi berarti sadar atau yang menyadarkar Pekerti berarti kelakuan Perpaduan dari hasil rasio dan rasa yang bermanifestasi pada karsa dan tingkah laku manusia
  5. 5. Ruang Lingkup Akhlak Akhlak berkeluarga Akhlak Pribadi Akhlak Bermasyarakat Akhlak Bernegara Akhlak Beragama
  6. 6. Orang yang selalu menebar kebaikan dan memberi manfaat bagi orang lain adalah sebaik-baik manusia. Untuk bisa menjadi orang yang banyak memberi manfaat kepada orang lain, kita perlu menyiapkan beberapa hal dalam diri kita.  Pertama, tingkatkan derajat keimanan kita kepada Allah swt.  Kedua, untuk bisa memberi manfaat yang banyak kepada orang lain tanpa pamrih, kita harus mengikis habis sifat egois dan rasa serakah terhadap materi dari diri kita.  Yang ketiga, tanamkan dalam diri kita logika bahwa sisa harta yang ada pada diri kita adalah yang telah diberikan kepada orang lain. Bukan yang ada dalam genggaman kita. Langkah Menjadi Manusia Terbaik
  7. 7.  Keempat, kita akan mudah memberi manfaat tanpa pamrih kepada orang lain jika dibenak kita ada pemahaman bahwa sebagaimana kita memperlakukan seperti itu jugalah kita akan diperlakukan.  Kelima, untuk bisa memberi, tentu Anda harus memiliki sesuatu untuk diberi. Kumpulkan bekal apapun bentuknya, apakah itu finansial, pikiran, tenaga, waktu, dan perhatian.
  8. 8.  Mempelajari prinsip-prinsip dan aturan moral yang berlaku bagi perbuatan kita  Fokusnya pada doing manusia  Pertanyaan pokok: what should I do?  Mempelajari keutamaan (virtue), sifat dan watak yang dimiliki manusia  Fokusnya pada being manusia  Pertanyaan pokok: What kind of person Etika Kewajiban Etika Keutamaan Teori Etika
  9. 9. Keutamaan dan Watak Moral Keutamaan adalah: Disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkannya untuk bertingkah laku baik secara moral Disposisi berarti suatu kecenderungan yang tetap Keutamaan berkaitan dengan kehendak / motif Keutamaan diperoleh dari membiasakan diri (hasil latihan)Misalnya: Kemurahan Hati
  10. 10.  Memungkinkan melakukan jenis perbuatan tertentu (mis: keterampilan main piano)  Kesulitan bersifat teknis  Dapat diperoleh dengan membaca buku, melatih diri.  Kesalahan sengaja tidak menghilangkan keterampilan, tetapi karena kesalahan yang tidak sengaja bisa disebut tidak terampil. (mis: supir yang menginjak rem tiba2)  Tidak terbatas pada satu jenis perbuatan saja (mis: Keberanian, kesabaran, murah hati).  Kesulitan berkaitan dengan kehendak  Cara memperolehnya lebih kompleks.  Sebaliknya, jika tidak sengaja tidak apa-apa (tanpa sadar menyinggung), tetapi jika dengan sengaja, tidak dapat dikatakan punya keutamaan (mis: baik hati) Keterampilan Vs Keutamaan
  11. 11.  Royalah Dalam Memberikan Pujian.  Buatlah Orang Lain Merasa Dirinya Sebagai Orang Penting.  Jadilah Pendengar Yang Baik.  Usahakan Untuk Menyebut Nama Orang Dengan Benar.  Bersikaplah Ramah.  Bermurah Hatilah.  Hindari Kebiasaan Mengkritik Dan Mencela.  Bersikaplah Asertif.  Perbuatlah Apa Yang Anda Ingin Orang Lain Perbuat Kepada Anda.  Cintailah Diri Sendiri. Cara Untuk Menjadi Manusia Yang Baik dan Menarik adalah :
  12. 12. Ialah tingkat yang paling rendah yaitu kita bergaul dengan orang lain hanya sekedar kita tidak membuat susah kepada orang lain dan tidak mengganggu mereka. Bergaul yang baik dengan orang lain menurut tingkat kedua ini kita bergaul tidak secara pasif lagi tetapi secara aktif, dengan kita berbuat dan bermanfaat bagi orang lain. Kita tidak sekedar hanya “tidak menggangu orang lain”, tetapi lebih dari itu kita sudah memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain.
  13. 13. Menurut cara bergaul yang ketiga ini, kita tidak hanya sekedar “tidak mengganggu orang lain dan tidak hanya sekedar memberi manfaaat kepada orang lain” seperti pada cara bergaul menurut tingkat pertama dan kedua, melainkan lebih dari itu kita sudah berbuat ke tingkat yang lebih sempurna lagi, yaitu kita menahan diri dengan sabar terhadap tindakan orang lain yang menyakitkan kita, bahkan kita balas perbuatan yang tidak baik itu dengan kebaikan.
  14. 14.  Pertama, Rasulullah saw pernah bersabda orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. (Khairun naasi anfa’uhum linnaas )
  15. 15.  Karena ia melakukan amal yang terbaik. Kaidah usul fiqih menyebutkan bahwa kebaikan yang amalnya dirasakan orang lain lebih bermanfaat ketimbang yang manfaatnya dirasakan oleh diri sendiri.“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang dikehendakinya, dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al- Baqarah: 261).
  16. 16.  Karena ia melakukan kebaikan yang sangat besar pahalanya. Berbuat sesuatu untuk orang lain besar pahalanya. Bahkan Rasulullah saw. berkata, “Seandainya aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi suatu kebutuhannya, maka itu lebih aku cintai daripada I’tikaf sebulan di masjidku ini.” (Thabrani). Ketiga,
  17. 17. Memberi manfaat kepada orang lain tanpa pamrih, mengundang kesaksian dan pujian orang yang beriman yang akan menjadi saksi di akhirat kelak. Allah SWT mengikuti persangkaan hambanya. Ketika orang menilai diri kita adalah orang yang baik, maka Allah SWT menggolongkan kita ke dalam golongan hambanya yang baik-baik.
  18. 18.  Kejadian 1:31 Alkitab mengatakan, setelah Tuhan menciptakan manusia, Ia sendiri berkata bahwa ciptaan-Nya itu baik. Kebaikan memberi hidup dan arahan bagi manusia.  Pengkhotbah 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.  janganlah kita hidup secara ekslusif dan egois. Betul perbuatan baik tidak menyelamatkan kita, tapi perbuatan baik kita akan menghantar orang lain mengenal Kasih Kristus. Iman Kristen jangan hanya dalam tindakan agamawi saja, tapi juga benar-benar menjadi pola hidup orang Kristen yang sungguh mengenal Allah.
  19. 19. Untuk dapat berbuat baik kepada semua orang dalam bidang publik, orang sebetulnya tak perlu menonjolkan apa agamanya, tetapi sebaliknya menekankan kemanusiaannya. “Tak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang menyerahkan nyawanya untuk sahabat-sahabat-Nya”.
  20. 20.  Lima Sila adalah dasar dari moralitas Buddhis. Lima Sila itu adalah menghindari pembunuhan atau melukai mahluk hidup, yang ke dua adalah menghindari mencuri, yang ke tiga adalah menghindari tindakan seksual tidak benar, yang ke empat adalah menghindari berdusta dan yang ke lima adalah menghindari alkohol dan obat- obatan yang melemahkan kesadaran
  21. 21.  Perbuatan baik ini disebut dengan Cubha Karma, sedangkan perbuatan yang tidak baik disebut dengan Acubha Karma. Kemampuan Berfikir Karena bila cubhakarma yang menjadi gerak pikiran, perkataan dan perbuatan, maka kemampuan yang ada pada diri manusia akan menjelma menjadi prilaku yang baik dan benar. Sebaliknya, apabila acubhakarma yang menjadi sasaran gerak pikiran, perkataan dan perbuatan manusia, maka kemampuan itu akan berubah menjadi perilaku yang salah (buruk).
  22. 22. • Jadilah anak yang bisa diandalkan dan dibanggakan orangtuaAnak-Anak • Kesuksesan masih dapat dilihat dari seberapa bangga keluarga serta masyarakat kepada kita dan seberapa besar prestasi yang dicapai pada ruang lingkup akademis dan non akademis. Remaja • Saat-saat dewasa sebaiknya hanya tinggal menjalankan rencana yang telah disusun rapi dengan banyak jalur alternatif. Boleh juga menyempurnakan rencana yang telah ada sehingga menjadi lebih baik lagi. Dewasa • Pada tahap ini seharusnya telah menikmati hasil dari persiapan pralansia baik dari sisi finansial maupun dari sisi keluarga (anak dan cucu). Sukses ditentukan dari seberapa tenang hidup anda dan keberhasilan yang dicapai anak-anak anda. Masa Tua
  23. 23. Untuk membentuk manusia yang baik dan berguna bergantung pada proses pendidikan yang dilakukan di dalam Keluarga, di sekolah dan masyarakat.

×