Alkohol cuka dan formalin

2,827 views

Published on

Published in: Education
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
2,827
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
97
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Alkohol cuka dan formalin

  1. 1. AlkoholDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebasLangsung ke: navigasi, cariArtikel ini berisi tentang istilah umum dalam kimia. Untuk macam dari alkohol yang ada didalam minuman beralkohol, lihat Etanol. Untuk minuman yang mengandung alkohol, lihatMinuman beralkohol.Artikel ini bukan mengenai minuman beralkohol atau minuman keras.Gugus fungsi hidroksil (OH) dalam sebuah molekul alkoholModel bola dan stik dari gugus fungsi hidroksil (OH) dalam sebuah molekul alkoholAlkohol sering dipakai untuk menyebut etanol, yang juga disebut grain alcohol; dan kadanguntuk minuman yang mengandung alkohol. Hal ini disebabkan karena memang etanol yangdigunakan sebagai bahan dasar pada minuman tersebut, bukan metanol, atau grup alkohollainnya. Begitu juga dengan alkohol yang digunakan dalam dunia famasi. Alkohol yangdimaksudkan adalah etanol. Sebenarnya alkohol dalam ilmu kimia memiliki pengertian yanglebih luas lagi.Dalam kimia, alkohol (atau alkanol) adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apapun yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiriterikat pada atom hidrogen dan/atau atom karbon lain.StrukturGugus fungsional alkohol adalah gugus hidroksil yang terikat pada karbon hibridisasi sp3.Ada tiga jenis utama alkohol - primer, sekunder, dan tersier. Nama-nama ini merujuk padajumlah karbon yang terikat pada karbon C-OH. Alkohol primer paling sederhana adalahmetanol. Alkohol sekunder yang paling sederhana adalah 2-propanol, dan alkohol tersierpaling sederhana adalah 2-metil-2-propanol.Rumus kimia umumRumus kimia umum alkohol adalah CnH2n+1OH
  2. 2. PenggunaanPengawetAlkohol juga dapat digunakan sebagai pengawet untuk hewan koleksi (yang ukurannyakecil).OtomotifAlkohol dapat digunakan sebagai bahan bakar otomotif. Etanol dan metanol dapat dibuatuntuk membakar lebih bersih dibanding bensin atau diesel. Alkohol dapat digunakan sebagaiantibeku pada radiator. Untuk menambah penampilan mesin pembakaran dalam, metanoldapat disuntikan kedalam mesin Turbocharger dan Supercharger. Ini akan mendinginkanmasuknya udara kedalam pipa masuk, menyediakan masuknya udara yang lebih padat.Nama-nama untuk alkoholNama sistematikDalam sistem tatanama IUPAC, nama-nama senyawa alkana kehilangan akhiran "e" dandiganti dengan "ol", contohnya metana menjadi metanol dan etana menjadi etanol. [1] Ketikadibutuhkan, posisi dari gugus hidroksil dapat diketahui dari nomor diantara nama alkana dan"ol": 1-propanol untuk CH3CH2CH2OH, 2-propanol untuk CH3CH(OH)CH3. Jika ada gugusfungsi yang lebih tinggi (seperti aldehida, keton, atau asam karboksilat, maka awalannyaadalah "hidroksi",[1] contohnya: 1-hidroksi-2-propanon (CH3COCH2OH).[2]Beberapa contoh senyawa alkohol dan bagaimana menamainyaPenggunaan tatanama IUPAC dipakai di publikasi-publikasi ilmiah dan diperlukanidentifikasi detail terhadap substansi tersebut. Pada konteks lainnya, alkohol biasanya disebutdengan gugus alkil ditambah dengan kata "alkohol", misalnya metil alkohol, etil alkohol.Propil alkohol dapat disebut n-propil alkohol atau isopropil alkohol, tergantung dari dimanagugus fungsinya berikatan, berikatan pada karbon pertama atau kedua pada rantai propana.Alkohol dapat dikelompokkan menjadi alohol primer, alkohol sekunder, dan alkohol tersier,tergantung dari berapa banyak atom karbon lain yang berikatan dengan atom karbon yang
  3. 3. juga mengikat gugus hidroksil. Alkohol primer mempunyai rumus umum RCH2OH; alkoholsekunder rumus umumnya RRCHOH; dan alkohol tersier rumus umumnya RRR"COH,dimana R, R, dan R" melambangkan gugus alkil. Etanol dan n-propil alkohol adalah contohalkohol primer; isopropil alkohol adalah contoh alkohol sekunder. Penggunaan awalan sek-(atau s-) dan tert- (atau t-), biasanya ditulis dalam huruf miring, dapat digunakan sebelumnama gugus alkil untuk membedakan alkohol sekunder dan alkohol tersier dari alkoholprimer. Contohnya, isopropil alkohol juga dapat disebut sek-propil alkohol, dan alkoholtersier (CH3)3COH, atau 2-metil-2-propanol juga dapat disebut dengan tert-butil alkohol atautert-butanol.Nama umum/trivial/perdaganganRumus kimia Nama IUPACAlkohol monohidrikCH3OH MetanolC2H5OH EtanolC3H7OH Isopropil alkoholC5H11OH PentanolC16H33OH 1-HeksadekanolAlkohol polihidrikC2H4(OH)2 1,2-etadienolC3H5(OH)3 1,2,3-propatrienolC4H6(OH)4 1,2,3,4-butatetraenolC5H7(OH)5 1,2,3,4,5-pentapentanolC6H8(OH)6 1,2,3,4,5,6-heksaheksanolC7H9(OH)7 1,2,3,4,5,6,7-heptaheptanolAlkohol alifatik tidak tersaturasiC3H5OH Prop-2-ene-1-olC10H17OH 3,7-Dimethylocta-2,6-dien-1-olC3H3OH Prop-2-in-1-olAlkohol alisiklikC6H6(OH)6 Cyclohexane-1,2,3,4,5,6-geksolC10H19OH 2 - (2-propyl)-5-methyl-cyclohexane-1-olKeasamanAlkohol adalah asam lemah, karena perbedaan keelektronegatifan antara Oksigen danHidrogen pada gugus hidroksil, yang memampukan Hidrogen lepas dengan mudah. Bila didekat Karbon Hidroksi terdapat gugus penarik elektron seperti fenil atau halogen, makakeasaman meningkat. Sebaliknya, semakin banyak gugus pendorong elektron seperti rantaialkana, keasaman menurun.Metanol dan etanol
  4. 4. Dua alkohol paling sederhana adalah metanol dan etanol (nama umumnya metil alkohol danetil alkohol) yang strukturnya sebagai berikut: H H H | | | H-C-O-H H-C-C-O-H | | | H H H metanol etanolDalam peristilahan umum, "alkohol" biasanya adalah etanol atau grain alcohol. Etanol dapatdibuat dari fermentasi buah atau gandum dengan ragi. Etanol sangat umum digunakan, dantelah dibuat oleh manusia selama ribuan tahun. Etanol adalah salah satu obat rekreasi (obatyang digunakan untuk bersenang-senang) yang paling tua dan paling banyak digunakan didunia. Dengan meminum alkohol cukup banyak, orang bisa mabuk. Semua alkohol bersifattoksik (beracun), tetapi etanol tidak terlalu beracun karena tubuh dapat menguraikannyadengan cepat. isopropil alkohol (sec-propil alcohol, propan-2-ol, 2-propanol) H3C-CH(OH)-CH3, atau alkohol gosok etilena glikol (etana-1,2-diol) HO-CH2-CH2-OH, yang merupakan komponen utama dalam antifreeze gliserin (atau gliserol, propana-1,2,3-triol) HO-CH2-CH(OH)-CH2-OH yang terikat dalam minyak dan lemak alami, yaitu trigliserida (triasilgliserol) Fenol adalah alkohol yang gugus hidroksilnya terikat pada cincin benzenaAlkohol digunakan secara luas dalam industri dan sains sebagai pereaksi, pelarut, dan bahanbakar. Ada lagi alkohol yang digunakan secara bebas, yaitu yang dikenal di masyarakatsebagai spirtus. Awalnya alkohol digunakan secara bebas sebagai bahan bakar. Namun untukmencegah penyalahgunaannya untuk makanan atau minuman, maka alkohol tersebutdidenaturasi. denaturated alcohol disebut juga methylated spirit, karena itulah maka alkoholtersebut dikenal dengan nama spirtus.
  5. 5. Asam asetat Asam asetat Informasi Asam etanoat Nama sistematis Asam asetat Asam metanakarboksilat Asetil hidroksida (AcOH) Nama alternatif Hidrogen asetat (HAc) Asam cuka Rumus molekul CH3COOH Massa molar 60.05 g/mol 1.049 g cm−3, cairan Densitas dan fase −3 1.266 g cm , padatan Titik lebur 16.5 °C (289.6 ± 0.5 K) (61.6 °F)[1] Titik didih 118.1 °C (391.2 ± 0.6 K) (244.5 °F)[1] Penampilan Cairan tak berwarna atau kristal Keasaman (pKa) 4.76 pada 25 °CAsam asetat, asam etanoat atau asam cuka[2] adalah senyawa kimia asam organik yangdikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumusempiris C2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3-COOH, CH3COOH, atauCH3CO2H. Asam asetat murni (disebut asam asetat glasial) adalah cairan higroskopis takberwarna, dan memiliki titik beku 16.7°C.Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana, setelah asam format.Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah, artinya hanya terdisosiasisebagian menjadi ion H+ dan CH3COO-. Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan bahanbaku industri yang penting. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer sepertipolietilena tereftalat, selulosa asetat, dan polivinil asetat, maupun berbagai macam serat dankain. Dalam industri makanan, asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman. Di rumahtangga, asam asetat encer juga sering digunakan sebagai pelunak air. Dalam setahun,kebutuhan dunia akan asam asetat mencapai 6,5 juta ton per tahun. 1.5 juta ton per tahundiperoleh dari hasil daur ulang, sisanya diperoleh dari industri petrokimia maupun darisumber hayati.
  6. 6. PenamaanAsam asetat merupakan nama trivial atau nama dagang dari senyawa ini, dan merupakannama yang paling dianjurkan oleh IUPAC. Nama ini berasal dari kata Latin acetum, yangberarti cuka. Nama sistematis dari senyawa ini adalah asam etanoat. Asam asetat glasialmerupakan nama trivial yang merujuk pada asam asetat yang tidak bercampur air. Disebutdemikian karena asam asetat bebas-air membentuk kristal mirip es pada 16.7 °C, sedikit dibawah suhu ruang.Singkatan yang paling sering digunakan, dan merupakat singkatan resmi bagi asam asetatadalah AcOH atau HOAc dimana Ac berarti gugus asetil, CH3−C(=O)−. Pada konteks asam-basa, asam asetat juga sering disingkat HAc, meskipun banyak yang menganggap singkatanini tidak benar. Ac juga tidak boleh disalahartikan dengan lambang unsur Aktinium (Ac).SejarahKristal asam asetat yang dibekukanCuka telah dikenal manusia sejak dahulu kala. Cuka dihasilkan oleh berbagai bakteriapenghasil asam asetat, dan asam asetat merupakan hasil samping dari pembuatan bir atauanggur.Penggunaan asam asetat sebagai pereaksi kimia juga sudah dimulai sejak lama. Pada abat ke-3 Sebelum Masehi, Filsuf Yunani kuno Theophrastos menjelaskan bahwa cuka bereaksidengan logam-logam membentuk berbagai zat warna, misalnya timbal putih (timbalkarbonat), dan verdigris, yaitu suatu zat hijau campuran dari garam-garam tembaga danmengandung tembaga (II) asetat. Bangsa Romawi menghasilkan sapa, sebuah sirup yangamat manis, dengan mendidihkan anggur yang sudah asam. Sapa mengandung timbal asetat,suatu zat manis yang disebut juga gula timbal dan gula Saturnus. Akhirnya hal ini berlanjutkepada peracunan dengan timbal yang dilakukan oleh para pejabat Romawi.Pada abad ke-8, ilmuwan Persia Jabir ibn Hayyan menghasilkan asam asetat pekat dari cukamelalui distilasi. Pada masa renaisans, asam asetat glasial dihasilkan dari distilasi kering
  7. 7. logam asetat. Pada abad ke-16 ahli alkimia Jerman Andreas Libavius menjelaskan prosedurtersebut, dan membandingkan asam asetat glasial yang dihasilkan terhadap cuka. Ternyataasam asetat glasial memiliki banyak perbedaan sifat dengan larutan asam asetat dalam air,sehingga banyak ahli kimia yang mempercayai bahwa keduanya sebenarnya adalah dua zatyang berbeda. Ahli kimia Prancis Pierre Adet akhirnya membuktikan bahwa kedua zat inisebenarnya sama.Pada 1847 kimiawan Jerman Hermann Kolbe mensintesis asam asetat dari zat anorganikuntuk pertama kalinya. Reaksi kimia yang dilakukan adalah klorinasi karbon disulfidamenjadi karbon tetraklorida, diikuti dengan pirolisis menjadi tetrakloroetilena dan klorinasidalam air menjadi asam trikloroasetat, dan akhirnya reduksi melalui elektrolisis menjadi asamasetat.Sejak 1910 kebanyakan asam asetat dihasilkan dari cairan piroligneous yang diperoleh daridistilasi kayu. Cairan ini direaksikan dengan kalsium hidroksida menghasilkan kalsium asetatyang kemudian diasamkan dengan asam sulfat menghasilkan asam asetat.Sifat-sifat kimiaKeasamanAtom hidrogen (H) pada gugus karboksil (−COOH) dalam asam karboksilat seperti asamasetat dapat dilepaskan sebagai ion H+ (proton), sehingga memberikan sifat asam. Asamasetat adalah asam lemah monoprotik dengan nilai pKa=4.8. Basa konjugasinya adalah asetat(CH3COO−). Sebuah larutan 1.0 M asam asetat (kira-kira sama dengan konsentrasi pada cukarumah) memiliki pH sekitar 2.4.Dimer siklisDimer siklis dari asam asetat, garis putus-putus melambangkan ikatan hidrogen.Struktur kristal asam asetat menunjukkan bahwa molekul-molekul asam asetat berpasanganmembentuk dimer yang dihubungkan oleh ikatan hidrogen.[3] Dimer juga dapat dideteksipada uap bersuhu 120 °C. Dimer juga terjadi pada larutan encer di dalam pelarut tak-berikatan-hidrogen, dan kadang-kadang pada cairan asam asetat murni.[4] Dimer dirusakdengan adanya pelarut berikatan hidrogen (misalnya air). Entalpi disosiasi dimer tersebutdiperkirakan 65.0–66.0 kJ/mol, entropi disosiasi sekitar 154–157 J mol–1 K–1.[5] Sifatdimerisasi ini juga dimiliki oleh asam karboksilat sederhana lainnya.Sebagai Pelarut
  8. 8. Asam asetat cair adalah pelarut protik hidrofilik (polar), mirip seperti air dan etanol. Asamasetat memiliki konstanta dielektrik yang sedang yaitu 6.2, sehingga ia bisa melarutkan baiksenyawa polar seperi garam anorganik dan gula maupun senyawa non-polar seperti minyakdan unsur-unsur seperti sulfur dan iodin. Asam asetat bercambur dengan mudah denganpelarut polar atau nonpolar lainnya seperti air, kloroform dan heksana. Sifat kelarutan dankemudahan bercampur dari asam asetat ini membuatnya digunakan secara luas dalam industrikimia.Reaksi-reaksi kimiaAsam asetat bersifat korosif terhadap banyak logam seperti besi, magnesium, dan seng,membentuk gas hidrogen dan garam-garam asetat (disebut logam asetat). Logam asetat jugadapat diperoleh dengan reaksi asam asetat dengan suatu basa yang cocok. Contoh yangterkenal adalah reaksi soda kue (Natrium bikarbonat) bereaksi dengan cuka. Hapir semuagaram asetat larut dengan baik dalam air. Salah satu pengecualian adalah kromium (II) asetat.Contoh reaksi pembentukan garam asetat: Mg(s) + 2 CH3COOH(aq) → (CH3COO)2Mg(aq) + H2(g) NaHCO3(s) + CH3COOH(aq) → CH3COONa(aq) + CO2(g) + H2O(l)Aluminium merupakan logam yang tahan terhadap korosi karena dapat membentuk lapisanaluminium oksida yang melindungi permukaannya. Karena itu, biasanya asam asetat diangkutdengan tangki-tangki aluminium.Dua reaksi organik tipikal dari asam asetatAsam asetat mengalami reaksi-reaksi asam karboksilat, misalnya menghasilkan garam asetatbila bereaksi dengan alkali, menghasilkan logam etanoat bila bereaksi dengan logam, danmenghasilkan logam etanoat, air dan karbondioksida bila bereaksi dengan garam karbonatatau bikarbonat. Reaksi organik yang paling terkenal dari asam asetat adalah pembentukanetanol melalui reduksi, pembentukan turunan asam karboksilat seperti asetil klorida atauanhidrida asetat melalui substitusi nukleofilik. Anhidrida asetat dibentuk melalui kondensasidua molekul asam asetat. Ester dari asam asetat dapat diperoleh melalui reaksi esterifikasiFischer, dan juga pembentukan amida. Pada suhu 440 °C, asam asetat terurai menjadi metanadan karbon dioksida, atau ketena dan air.DeteksiAsam asetat dapat dikenali dengan baunya yang khas. Selain itu, garam-garam dari asamasetat bereaksi dengan larutan besi(III) klorida, yang menghasilkan warna merah pekat yanghilang bila larutan diasamkan. Garam-garam asetat bila dipanaskan dengan arsenik trioksida(AsO3) membentuk kakodil oksida ((CH3)2As-O-As(CH3)2), yang mudah dikenali dengan
  9. 9. baunya yang tidak menyenangkan.BiokimiaGugus asetil yang terdapat pada asam asetat merupakan gugus yang penting bagi biokimiapada hampir seluruh makhluk hidup, seperti gugus asetil yang berikat pada koenzim Amenjadi senyawa yang disebut Asetil-KoA, merupakan enzim utama bagi metabolismekarbohidrat dan lemak. Namun demikian, asam asetat bebas memiliki konsentrasi yang kecildalam sel, karena asam asetat bebas dapat menyebabkan gangguan pada mekanismepengaturan pH sel. Berbeda dengan asam karboksilat berantai panjang, asam asetat tidakditemukan pada trigliserida dalam tubuh makhluk hidup. Sekalipun demikian, trigliseridabuatan yang memiliki gugus asetat, triasetin (trigliserin asetat), adalah zat aditif yang umumpada makanan, dan juga digunakan dalam kosmetika dan obat-obatan.Asam asetat diproduksi dan diekskresikan oleh bakteri-bakteri tertentu, misalnya dari genusAcetobacter dan spesies Clostridium acetobutylicum. Bakteri-bakteri ini terdapat padamakanan, air, dan juga tanah, sehingga asam asetat secara alami diproduksi pada buah-buahan/makanan yang telah basi. Asam asetat juga terdapat pelumas vagina manusia danprimata lainnya, berperan sebagai agen anti-bakteri.[6]Biosintesis asam asetatAsam asetat merupakan produk katabolisme aerob dalam jalur glikolisis atau perombakanglukosa. Asam piruvat sebagai produk oksidasi glukosa dioksidasi oleh NAD+ terion lalusegera diikat oleh Koenzim-A. Pada prokariota proses ini terjadi di sitoplasma sementarapada eukariota berlangsung pada mitokondria.ProduksiPabrik pemurnian asam asetat di tahun 1884Asam asetat diproduksi secara sintetis maupun secara alami melalui fermentasi bakteri.Sekarang hanya 10% dari produksi asam asetat dihasilkan melalui jalur alami, namun
  10. 10. kebanyakan hukum yang mengatur bahwa asam asetat yang terdapat dalam cuka haruslahberasal dari proses biologis. Dari asam asetat yang diproduksi oleh industri kimia, 75%diantaranya diproduksi melalui karbonilasi metanol. Sisanya dihasilkan melalui metode-metode alternatif.[7]Produksi total asam asetat dunia diperkirakan 5 Mt/a (juta ton per tahun), setengahnyadiproduksi di Amerika Serikat. Eropa memproduksi sekitar 1 Mt/a dan terus menurun,sedangkan Jepang memproduksi sekitar 0.7 Mt/a. 1.51 Mt/a dihasilkan melalui daur ulang,sehingga total pasar asam asetat mencapai 6.51 Mt/a.[8][9] Perusahan produser asam asetatterbesar adalah Celanese dan BP Chemicals. Produsen lainnya adalah Millenium Chemicals,Sterling Chemicals, Samsung, Eastman, dan Svensk Etanolkemi.Karbonilasi metanolKebanyakan asam asetat murni dihasilkan melalui karbonilasi. Dalam reaksi ini, metanol dankarbon monoksida bereaksi menghasilkan asam asetat CH3OH + CO → CH3COOHProses ini melibatkan iodometana sebagai zat antara, dimana reaksi itu sendiri terjadi dalamtiga tahap dengan katalis logam kompleks pada tahap kedua. (1) CH3OH + HI → CH3I + H2O (2) CH3I + CO → CH3COI (3) CH3COI + H2O → CH3COOH + HIJika kondisi reaksi diatas diatur sedemikian rupa, proses tersebut juga dapat menghasilkananhidrida asetat sebagai hasil tambahan. Karbonilasi metanol sejak lama merupakan metodepaling menjanjikan dalam produksi asam asetat karena baik metanol maupun karbonmonoksida merupakan bahan mentah komoditi. Henry Dreyfus mengembangkan cikal bakalpabrik karbonilasi metanol pada perusahaan Celanese di tahun 1925.[10] Namun, kurangnyabahan-bahan praktis yang dapat diisi bahan-bahan korosif dari reaksi ini pada tekanan yangdibutuhkan yaitu 200 atm menyebabkan metoda ini ditinggalkan untuk tujuan komersial.Baru pada 1963 pabrik komersial pertama yang menggunakan karbonilasi metanol didirikanoleh perusahaan kimia Jerman, BASF dengan katalis kobalt (Co). Pada 1968, ditemukankatalis kompleks Rhodium, cis−[Rh(CO)2I2]− yang dapat beroperasi dengan optimal padatekanan rendah tanpa produk sampingan. Pabrik pertama yang menggunakan katalis tersebutadalah perusahan kimia AS Monsanto pada 1970, dan metode karbonilasi metanol berkatalisRhodium dinamakan proses Monsanto dan menjadi metode produksi asam asetat palingdominan. Pada akhir 1990an, perusahan petrokimia British Petroleum mengkomersialisasikatalis Cativa ([Ir(CO)2I2]−) yang didukung oleh ruthenium. Proses berbasis iridium ini lebihefisien dan lebih "hijau" dari metode sebelumnya[11], sehingga menggantikan prosesMonsanto.Oksidasi asetaldehidaSebelum komersialisasi proses Monsanto, kebanyakan asam asetat diproduksi melaluioksidasi asetaldehida. Sekarang oksidasi asetaldehida merupakan metoda produksi asamasetat kedua terpenting, sekalipun tidak kompetitif bila dibandingkan dengan metodekarbonilasi metanol. Asetaldehida yang digunakan dihasilkan melalui oksidasi butana atau
  11. 11. nafta ringan, atau hidrasi dari etilena. Saat butena atau nafta ringan dipanaskan bersama udaradisertai dengan beberapa ion logam, termasuk ion mangan, kobalt dan kromium, terbentukperoksida yang selanjutnya terurai menjadi asam asetat sesuai dengan persamaan reaksidibawah ini. 2 C4H10 + 5 O2 → 4 CH3COOH + 2 H2OUmumnya reaksi ini dijalankan pada temperatur dan tekanan sedemikian rupa sehinggatercapai suhu setinggi mungkin namut butana masih berwujud cair. Kondisi reaksi padaumumnya sekitar 150 °C and 55 atm. Produk sampingan seperti butanon, etil asetat, asamformat dan asam propionat juga mungkin terbentuk. Produk sampingan ini juga bernilaikomersial dan jika diinginkan kondisi reaksi dapat diubah untuk menghasilkan lebih banyakproduk samping, namun pemisahannya dari asam asetat menjadi kendala karenamembutuhkan biaya lebih banyak lagi.Melalui kondisi dan katalis yang sama asetaldehida dapat dioksidasi oleh oksigen udaramenghasilkan asam asetat. 2 CH3CHO + O2 → 2 CH3COOHDengan menggunakan katalis modern, reaksi ini dapat memiliki rasio hasil (yield) lebih besardari 95%. Produk samping utamanya adalah etil asetat, asam format dan formaldehida,semuanya memiliki titik didih yang lebih rendah daripada asam asetat sehingga dapatdipisahkan dengan mudah melalui distilasi.PenggunaanBotol berisi 2,5 liter asam asetat di laboratoriumAsam asetat digunakan sebagai pereaksi kimia untuk menghasilkan berbagai senyawa kimia.Sebagian besar (40-45%) dari asam asetat dunia digunakan sebagai bahan untukmemproduksi monomer vinil asetat (vinyl acetate monomer, VAM). Selain itu asam asetatjuga digunakan dalam produksi anhidrida asetat dan juga ester. Penggunaan asam asetatlainnya, termasuk penggunaan dalam cuka relatif kecil.Keamanan
  12. 12. Asam asetat pekat bersifat korosif dan karena itu harus digunakan dengan penuh hati-hati.Asam asetat dapat menyebabkan luka bakar, kerusakan mata permanen, serta iritasi padamembran mukosa. Luka bakar atau lepuhan bisa jadi tidak terlihat hingga beberapa jamsetelah kontak. Sarung tangan latex tidak melindungi dari asam asetat, sehingga dalammenangani senyawa ini perlu digunakan sarung tangan berbahan karet nitril. Asam asetatpekat juga dapat terbakar di laboratorium, namun dengan sulit. Ia menjadi mudah terbakarjika suhu ruang melebihi 39 °C (102 °F), dan dapat membentuk campuran yang mudahmeledak di udara (ambang ledakan: 5.4%-16%).Asam asetat adalah senyawa korosifKonsentrasi Molaritas Klasifikasi Frase-Rberdasar berat10%–25% 1.67–4.16 mol/L Iritan (Xi) R36/3825%–90% 4.16–14.99 mol/L Korosif (C) R34>90% >14.99 mol/L Korosif (C) R10, R35Larutan asam asetat dengan konsentrasi lebih dari 25% harus ditangani di sungkup asap(fume hood) karena uapnya yang korosif dan berbau. Asam asetat encer, seperti pada cuka,tidak berbahaya. Namun konsumsi asam asetat yang lebih pekat adalah berbahaya bagimanusia maupun hewan. Hal itu dapat menyebabkan kerusakan pada sistem pencernaan, danperubahan yang mematikan pada keasaman darah.
  13. 13. FormaldehidaFormaldehidaNama IUPAC[sembunyikan]MetanalNama lain[sembunyikan]formol, metil aldehida, oksida metilenaIdentifikasiNomor CAS [50-00-0]Nomor RTECS LP8925000SMILES C=OSifatRumus molekul CH2OMassa molar 30,03 g·mol−1Penampilan gas tak berwarnaDensitas 1 kg·m−3, gasTitik lebur -117 °C (156 K)Titik didih -19,3 °C (253,9 K)Kelarutan dalam air > 100 g/100 ml (20 °C)StrukturBentuk molekul trigonal planarMomen dipol 2,33168(1) DBahayaBahaya utama beracun, mudah terbakarNFPA 704 2 3
  14. 14. 2Frasa-R R23/24/25, R34, R40, R43Frasa-S (S1/2), S26, S36/37, S39, S45, S51Titik nyala -53 °CSenyawa terkait asetaldehidaAldehida terkait benzaldehida ketonSenyawa terkait asam karboksilatKecuali dinyatakan sebaliknya, data di atas berlakupada temperatur dan tekanan standar (25°C, 100 kPa)Sangkalan dan referensiSenyawa kimia formaldehida (juga disebut metanal, atau formalin), merupakan aldehidadengan rumus kimia H2CO, yang berbentuknya gas, atau cair yang dikenal sebagai formalin,atau padatan yang dikenal sebagai paraformaldehyde atau trioxane. Formaldehida awalnyadisintesis oleh kimiawan Rusia Aleksandr Butlerov tahun 1859, tapi diidentifikasi olehHoffman tahun 1867.Pada umumnya, formaldehida terbentuk akibat reasi oksidasi katalitik pada metanol. Olehsebab itu, formaldehida bisa dihasilkan dari pembakaran bahan yang mengandung karbon danterkandung dalam asap pada kebakaran hutan, knalpot mobil, dan asap tembakau. Dalamatmosfer bumi, formaldehida dihasilkan dari aksi cahaya matahari dan oksigen terhadapmetana dan hidrokarbon lain yang ada di atmosfer. Formaldehida dalam kadar kecil sekalijuga dihasilkan sebagai metabolit kebanyakan organisme, termasuk manusia.SifatMeskipun dalam udara bebas formaldehida berada dalam wujud gas, tetapi bisa larut dalamair (biasanya dijual dalam kadar larutan 37% menggunakan merk dagang formalin atauformol ). Dalam air, formaldehida mengalami polimerisasi dan sedikit sekali yang ada dalambentuk monomer H2CO. Umumnya, larutan ini mengandung beberapa persen metanol untukmembatasi polimerisasinya. Formalin adalah larutan formaldehida dalam air, dengan kadarantara 10%-40%.Meskipun formaldehida menampilkan sifat kimiawi seperti pada umumnya aldehida,senyawa ini lebih reaktif daripada aldehida lainnya. Formaldehida merupakan elektrofil, bisadipakai dalam reaksi substitusi aromatik elektrofilik dan sanyawa aromatik serta bisamengalami reaksi adisi elektrofilik dan alkena. Dalam keberadaan katalis basa, formaldehidabisa mengalami reaksi Cannizzaro, menghasilkan asam format dan metanol.Formaldehida bisa membentuk trimer siklik, 1,3,5-trioksana atau polimer linierpolioksimetilena. Formasi zat ini menjadikan sifat-sifat gas formaldehida berbeda dari sifatgas ideal, terutama pada tekanan tinggi atau udara dingin.Formaldehida bisa dioksidasi oleh oksigen atmosfer menjadi asam format, karena itu larutanformaldehida harus ditutup serta diisolasi supaya tidak kemasukan udara.
  15. 15. ProduksiSecara industri, formaldehida dibuat dari oksidasi katalitik metanol. Katalis yang palingsering dipakai adalah logam perak atau campuran oksida besi dan molibdenum sertavanadium. Dalam sistem oksida besi yang lebih sering dipakai (proses Formox), reaksimetanol dan oksigen terjadi pada 250 °C dan menghasilkan formaldehida, berdasarkanpersamaan kimia 2 CH3OH + O2 → 2 H2CO + 2 H2O.Katalis yang menggunakan perak biasanya dijalankan dalam temperatur yang lebih tinggi,kira-kira 650 °C. dalam keadaan ini, akan ada dua reaksi kimia sekaligus yang menghasilkanformaldehida: satu seperti yang di atas, sedangkan satu lagi adalah reaksi dehidrogenasi CH3OH → H2CO + H2.Bila formaldehida ini dioksidasi kembali, akan menghasilkan asam format yang sering adadalam larutan formaldehida dalam kadar ppm.Di dalam skala yang lebih kecil, formalin bisa juga dihasilkan dari konversi etanol, yangsecara komersial tidak menguntungkan.KegunaanFormaldehida dapat digunakan untuk membasmi sebagian besar bakteri, sehingga seringdigunakan sebagai disinfektan dan juga sebagai bahan pengawet. Sebagai disinfektan,Formaldehida dikenal juga dengan nama formalin dan dimanfaatkan sebagai pembersih;lantai, kapal, gudang dan pakaian.Formaldehida juga dipakai sebagai pengawet dalam vaksinasi. Dalam bidang medis, larutanformaldehida dipakai untuk mengeringkan kulit, misalnya mengangkat kutil. Larutan dariformaldehida sering dipakai dalam membalsem untuk mematikan bakteri serta untuksementara mengawetkan bangkai.Dalam industri, formaldehida kebanyakan dipakai dalam produksi polimer dan rupa-rupabahan kimia. Jika digabungkan dengan fenol, urea, atau melamina, formaldehidamenghasilkan resin termoset yang keras. Resin ini dipakai untuk lem permanen, misalnyayang dipakai untuk kayulapis/tripleks atau karpet. Juga dalam bentuk busa-nya sebagaiinsulasi. Lebih dari 50% produksi formaldehida dihabiskan untuk produksi resinformaldehida.Untuk mensintesis bahan-bahan kimia, formaldehida dipakai untuk produksi alkoholpolifungsional seperti pentaeritritol, yang dipakai untuk membuat cat bahan peledak. Turunanformaldehida yang lain adalah metilena difenil diisosianat, komponen penting dalam cat danbusa poliuretana, serta heksametilena tetramina, yang dipakai dalam resin fenol-formaldehidauntuk membuat RDX (bahan peledak).Sebagai formalin, larutan senyawa kimia ini sering digunakan sebagai insektisida serta bahanbaku pabrik-pabrik resin plastik dan bahan peledak.
  16. 16. Daftar kegunaan formalin Pengawet mayat Pembasmi lalat dan serangga pengganggu lainnya. Bahan pembuatan sutra sintetis, zat pewarna, cermin, kaca Pengeras lapisan gelatin dan kertas dalam dunia Fotografi. Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea. Bahan untuk pembuatan produk parfum. Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku. Pencegah korosi untuk sumur minyak Dalam konsentrasi yang sangat kecil (kurang dari 1%), Formalin digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barang konsumen seperti pembersih barang rumah tangga, cairan pencuci piring, pelembut kulit, perawatan sepatu, shampoo mobil, lilin, pasta gigi, dan pembersih karpet.Penggunaan Formalin yang salahMelalui sejumlah survei dan pemeriksaan laboratorium, ditemukan sejumlah produk panganyang menggunakan formalin sebagai pengawet. Praktek yang salah seperti ini dilakukan olehprodusen atau pengelola pangan yang tidak bertanggung jawab. Beberapa contoh prduk yangsering diketahui mengandung formalin misalnya 1. Ikan segar : Ikan basah yang warnanya putih bersih, kenyal, insangnya berwarna merah tua (bukan merah segar), awet sampai beberapa hari dan tidak mudah busuk. 2. Ayam potong : Ayam yang sudah dipotong berwarna putih bersih, awet dan tidak mudah busuk. 3. Mie basah : Mie basah yang awet sampai beberapa hari dan tidak mudah basi dibandingkan dengan yang tidak mengandung formalin. 4. Tahu : Tahu yang bentuknya sangat bagus, kenyal, tidak mudah hancur awet beberapa hari dan tidak mudah basi.Pengaruh terhadap badanKarena resin formaldehida dipakai dalam bahan konstruksi seperti kayu lapis/tripleks, karpet,dan busa semprot dan isolasi, serta karena resin ini melepaskan formaldehida pelan-pelan,formaldehida merupakan salah satu polutan dalam ruangan yang sering ditemukan. Apabilakadar di udara lebih dari 0,1 mg/kg, formaldehida yang terhisap bisa menyebabkan iritasikepala dan membran mukosa, yang menyebabkan keluarnya air mata, pusing, teggorokanserasa terbakar, serta kegerahan.Jika terpapar formaldehida dalam jumlah banyak, misalnya terminum, bisa menyebabkankematian. Dalam tubuh manusia, formaldehida dikonversi menjadi asam format yangmeningkatkan keasaman darah, tarikan napas menjadi pendek dan sering, hipotermia, jugakoma, atau sampai kepada kematiannya.Di dalam tubuh, formaldehida bisa menimbulkan terikatnya DNA oleh protein, sehinggamengganggu ekspresi genetik yang normal. Binatang percobaan yang menghisapformaldehida terus-terusan terserang kanker dalam hidung dan tenggorokannya, sama jugadengan yang dialami oleh para pegawai pemotongan papan artikel. Tapi, ada studi yang
  17. 17. menunjukkan apabila formaldehida dalam kadar yang lebih sedikit, seperti yang digunakandalam bangunan, tidak menimbulkan pengaruh karsinogenik terhadap makhluk hidup yangterpapar zat tersebut.Pertolongan pertama bila terjadi keracunan akutPertolongan tergantung pada konsentrasi cairan dan gejala yang dialami korban. Sebelum kerumah sakit, berikan arang aktif (norit) bila tersedia. Jangan melakukan rangsangan agarkorban muntah, karena akan menimbulkan risiko trauma korosif pada saluran cerna atas. Dirumah sakit biasanya tim medis akan melakukan bilas lambung (gastric lavage), memberikanarang aktif (walaupun pemberian arang aktif akan mengganggu penglihatan pada saatendoskopi). Endoskopi adalah tindakan untuk mendiagnosis terjadinya trauma esofagus dansaluran cerna. Untuk meningkatkan eliminasi formalin dari tubuh dapat dilakukanhemodialisis (cuci darah). Tindakan ini diperlukan bila korban menunjukkan tanda-tandaasidosis metabolik berat.

×